Anda di halaman 1dari 3

MITOS DAN OPERASI CAESAR

Setiap masyarakat memiliki ciri khas dan kebudayaannya masing-masing. Salah satu
kebudayaan yang paling kental dan pasti dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat adalah
folklor. Dalam kamus besar bahasa Indonesia Folklor adalah adat istiadat tradisional dan cerita
rakyat yang diwariskan secara turun temurun, tetapi tidak dibukukan seperti mitos, cerita
hikayat atau dongeng, tahayul, tebak-tebakan dan permainan yang hidup dalam masyarakat
suatu kebudayaan tertentu. Foklor tersebut mempunyai berbagai fungsi dan peranan dalam
pengembangan pengetahuan manusia yang menarik untuk dikaji. Dalam tulisan kali ini saya
mencoba untuk membahas tentang beberapa mitos yang sering kita dengar dalam keseharian
tentang operasi caesar.
Operasi caesar atau c-section adalah tindakan operasi untuk persalinan melalui dinding
abdomen (perut). Operasi caesar dapat dilakukan dengan rekomendasi dokter pada persalinan
beresiko tinggi atau dilakukan setelah gagalnya persalinan normal dan kadang ada juga ibu
yang menginginkan untuk dilakukan operasi caesar meski tidak ada faktor resiko tinggi atau
penyulit dalam kehamilannya. Terdapat berbagai anggapan berkaitan dengan operasi caesar,
baik yang memiliki dasar ilmiah maupun yang hanya merupakan mitos. Berikut adalah
beberapa diantaranya yang perlu diketahui.
Tidak bisa menyusui bayinya
Banyak dikatakan bahwa jumlah ibu menyusui yang sebelumnya melakukan operasi caesar
lebih sedikit daripada mereka yang mengalami proses persalinan normal. Akan tetapi, hal ini
tidak berarti bahwa wanita yang melakukan operasi caesar tidak akan bisa menyusui. Kondisi
seperti itu dapat diakibatkan oleh kondisi ibu pasca operasi yang masih khawatir jika terlalu
banyak bergerak akan menyebabkan sakit pada luka operasi ataupun ibu merasa apabila banyak
duduk dan banyak bergerak jahitan operasinya akan lepas. Sehingga ibu pun merasa enggan
dan dilarang untuk menyusui serta kondisi ibu yang dalam keadaan cemas biasanya
menyebabkan kurangannya produksi air susu. Semua itu sebenarnya dapat diantisipasi karena
ada tindakan-tindakan tertentu yang bisa dilakukan untuk membuka kemungkinan bagi ibu
yang melakukan operasi caesar untuk dapat menyusui. Sebagai contoh, kontak antara kulit
bunda dan si kecil yang baru lahir bisa meningkatkan kemungkinan bagi bunda untuk dapat
menyusui. Karena itu, bunda bisa berkonsultasi dengan tim dokter yang menangani tindakan
operasi caesar pada persalinan bunda untuk melakukannya.
Ibu merasa gagal karena tidak dapat melahirkan secara normal
Melahirkan dengan cara normal memang menjadi dambaan setiap ibu yang akan melahirkan,
namun bagi beberapa ibu mungkin proses kelahiran dengan cara normal dapat urung terjadi
karena beberapa faktor resiko yang dapat menggangu keselamatan ibu ataupun janin yang
dikandungnya sehingga harus diambil keputusan untuk melakukan proses kelahiran dengan
tindakan operasi caesar. Tapi operasi caesar sering kali menimbulkan perasaan gagal bagi ibu
yang melakukannya, terutama bila pada awalnya mereka merencanakan untuk melahirkan
melalui proses normal. Itupun tidak semua ibu dapat meraskan hal yang sama. Ibu yang
menjalani proses operasi caesar karena persalinannya beresiko tinggi biasanya tidak terganggu
dengan kenyataan bahwa ia tidak dapat melahirkan melalui proses normal. Karena sudah pasti
dokter yang menangani si ibu memberikan penjelasan yang banyak mengenai bahaya dan
keuntungan apabila dilakukan operasi caesar. Untuk mengatasi perasaan tersebut, ingatlah
bahwa yang terpenting adalah keselamatan dan kesehatan bunda serta buah hati. Untuk itulah
segala prosedur medis, baik berupa proses normal maupun c-section dilakukan dalam
persalinan.
Tidak dapat melahirkan melalui proses normal di kehamilan berikutnya
Setiap ibu yang pernah menjalani operasi caesar memang memiliki kemungkinan tidak bisa
menjalani proses persalinan normal di masa mendatang. Prosedur operasi caesar dapat
meningkatkan kemungkinan robeknya dinding rahim pada persalinan selanjutnya. Untuk itu,
ibu yang saat ini hamil dan memiliki riwayat operasi caesar dikehamilan sebelumnya wajib
mengkonsultasikan dahulu dengan dokter kandungan bila ibu ingin tetap melakukan persalinan
melalui proses normal setelah menjalani operasi caesar.
Rasa sakit terjadi selama prosedur berlangsung
Sama halnya dengan tindakan operasi lainnya, tindakan operasi caesar mewajibkan ibu yang
menjalaninya dibius. Hal ini akan menyebabkan ibu tidak merasa sakit selama operasi
berlangsung. Namun ibu mungkin akan merasakan hal yang kurang nyaman seperti ditarik-
tarik pada bagian perut, namun bukan rasa sakit. Tapi pada beberapa kasus banyak ibu yang
mangutarakan bahwa rasa kurang nyaman tersebut dengan rasa sakit. Padahal pada saat awal
dimulai operasi ibu tidak merasakan hal apapun. Proses seperti ini dapat dicegah apabila ibu
dapat memahami dengan baik setiap penjelasan yang diberikan oleh dokter. Dan dapat bertanya
kembali apabila ada hal – hal yang masih masih belum dipahami. Karena kekurangan informasi
dapat menyebabkan banyak kesalah pahaman.
Jadi sebetulnya folklor atau mitos yang dapat menyebabkan kerugian itu adalah suatu hal yang
dapat dicegah oleh pemikiran pemikiran logis yang dapat dipertanggung jawabkan. Seperti
mitos dalam melakukan operasi caesar. Karena jika dalam kondisi darurat kita masih
membandingkan antara mitos dan kebutuhan tindakan medis, yang harus dipikirkan adalah
keselamatan ibu dan janin terlebih dahulu. Saran saya adalah perbanyaklah konsultasi dengan
dokter spesialis kandungan anda agar proses persalinan yang akan anda hadapi dalam keadaan
lancar, aman dan terpantau. Salam sehat untuk semua....