Anda di halaman 1dari 6

GEOLOGI STRUKTUR INDOENSIA

TUGAS 6
FOCAL MECHANISM
Oleh
DANIEL JEFRI HASUDUNGAN
1019102

TEKNIK GEOLOGI
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINERAL INDONESIA
2019
DANIEL JEFRI HASUDUNGAN
FOCAL MECHANISM

Istilah focal mechanism (mekanisme sumber gempa) digunakan untuk menguraikan proses
pelepasan energi dari sumber gempa, dimana sesar (faulting) merupakan mekanisme yang sering
digunakan untuk menjelaskan pelepasan energi dari sumber gempa. Suatu cara untuk memperoleh
arah dari orientasi bidang sesar yang menyebabkan terjadinya gempabumi disebut solusi bidang
sesar (fault plane solution). Berbagai aspek energi gelombang elastik yang terkumpul dalam
sumber gempa telahdipelajari untuk memahami sifat mekanisme sumber gempa. Gelombang -
gelombang badan (body waves) yang paling awal terekam di stasiun adalah merupakan suatu
aspek yang pertama kali menarik perhatian bagi studi focal mechanism.

Bentuk gelombang seismik pada seismogram di setiap stasiun pencatat gempa tidak sama,
hal ini dipengaruhi oleh adanya respon alat yang berbeda dan medium perantaranya. Disamping
factor – factor tersebut, bentuk gelombang seismic juga tergantung dari sumber gempa yang
berupa sesar atau patahan. Oleh karena itu dengan informasi gelombang seismic yang tercatat di
dalam seismogram dapat ditentukan karakteristik sesar atau patahannya. Untuk mengetahui
karakteristik tersebut diperlukan analisis tentang mekanisme pusat gempa bumi yaitu penentuan
orientasi bidang sesar yang antara lain meliputi penentuan harga strike dan dip.

Teori Mekanisme dengan Metode Implus Pertama Gelombang P

Ketika gempa bumi terjadi maka gelombang gempa bumi akan terpancarkan ke segala arah
berbentuk phase gelombang. Phase awal yang tercatat lebih dahulu ialah gelombang P, karena
memiliki kecepatan terbesar dari pada gelombang yang lainnya.

Arah gerakan pertama impuls dari gelombang P inilah yang kemudian diamati untuk
mempelajari fokal mekanisme. Hal ini dapat disebabkan karena gelombang P yang paling jelas
pembacaannya. Dan alat yang digunakan pada umumnya ialah seismograf type vertikal sehingga
pembacaan gelombang S menjadi sulit. Selain untuk menentukan gerakan awal gempa dan studi
solusi bidang sesar, metode ini penting untuk menentukan gerakan dari plate tektonik dan penting
untuk menentukan gerakan relative dari Lithosfer.

Solusi untuk menentukan arah dan orientasi menyebabkan terjadinya bidang sesar yang
disebut sebagai “Fault Plane Solution”. Ada beberapa ketentuan dalam mempelajari solusi bidang
sesar ini :

1
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINERAL INDONESIA
GEOLOGI STRUKTUR INDONESIA
DANIEL JEFRI HASUDUNGAN
FOCAL MECHANISM

a) Arah gerak awal gelombang P harus dianggap sama atau sesuai dengan arah gaya kopel
yang bekerja di sumber gempa.
Dalam mekanisme gempa bumi terdapat dua hipotesa yang berlaku. Pertama adalah teori
kopel tunggal yang menyatakan bahwa di dalam sumber gempa bekerja dua gaya yang
sama besar dan berlawanan arahnya dan berlaku sebagai momen.

Sedangkan teori kopel ganda menyatakan bahwa pada sumber bekerja empat gaya yang
sama besar dan berlaku sebagai pasangan momen gaya yang saling tegak lurus.

b) Focus harus dianggap berbentuk bola didalam bumi dimana bumi dianggap homogen.

2
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINERAL INDONESIA
GEOLOGI STRUKTUR INDONESIA
DANIEL JEFRI HASUDUNGAN
FOCAL MECHANISM

Pada dasarnya solusi bidang sesar adalah mencari dua bidang nodal orthogonal (orthogonal
nodal plane) yang memisahkan gerakan pertama gelombang dalam kuadran kompresi dan
dilatasi pada bola fokusnya.

Bola Fokus
Bola fokus merupakan ilustrasi penjalaran gelombang yang berpusat pada hiposenter
sumber gempa. Bola fokus digunakan untuk menggambarkan radiasi gelombang seismik dari
sebuah sumber gempa. Penyelesaian bola fokus diperoleh dari distribusi gerakan kompresi dan
dilatasi di permukaan bumi yang diproyeksikan melalui lintasan yang sama dengan penjalaran
gelombangnya ke permukaan bola fokus. Bola fokus adalah bola satuan (jari-jari 1 satuan) yang
fiktif (diandaiakn ada) berpusat pada fokus gempa (sumberdianggap titik). Bola fokus
mengandaikan medium penjalaran gelombang adalah homogen (gelombang menjalar lurus
didalamnya), hal ini dilakukan karena polaritas gerakan pertama gelombang P adalah tetap
disepanjang penjalarannya. Mekanisme sumber gempa merupakan metode peninjauan solusi
bidang sesar. Konsep dasar penentuan mekanisme sumber berkembang dari konsep kopel ganda.
Solusi bidang sesar meliputi stike, dip dan slip dari bidang sesar.

Penentuan solusi bidang sesar dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan
menggunakan polarisasi gerakan awal gelombang P. Pola polarisasi gelombang P yang berupa
kompresi (tekanan) dan dilatasi (tarikan) mengakibatkan ruang disekitar episenter gempa

3
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINERAL INDONESIA
GEOLOGI STRUKTUR INDONESIA
DANIEL JEFRI HASUDUNGAN
FOCAL MECHANISM

(hiposenter), yang dimisalkan suatu bola, dapat dibagi menjadi empat kuadran yang dipisahkan
oleh dua buah bidang nodal yang membentuk suatu mekanisme gempa.

Penyelesaian bola fokus diperoleh dari distribusi gerakan kompresi dan dilatasi di
permukaan bumi yang diproyeksikan melalui lintasan yang sama dengan penjalaran
gelombangnya ke permukaan bola fokus. Bola fokus adalah bola satuan (jari-jari 1 satuan) yang
fiktif (diandaikan ada) berpusat pada fokus gempa.

Gambar Gerakan awal gelombang P pada beberapa stasiun pencatat gempa yang dipengaruhi oleh
gaya kompresi dan dilatasi.

Proyeksi Stereografik
Analisa pola gerakan awal gelombang P pada permukaan bola secara tiga dimensi akan
sukar dilakukan. Oleh karena itu, untuk mempermudah analisis diperlukan penggambaran
distribusi pada suatu gambar dua dimensi yaitu dengan cara proyeksi stereografik. Dalam gambar
ini, arah dan kemiringan suatu garis (diwakili oleh suatu titik pada permukaan bola) dan
jurus (strike) dan kemiringan (dip) suatu bidang dapat ditentukan dengan pasti.
Proyeksi stereografik ada dua tipe, yaitu proyeksi stereografik sama luas (equal-area
stereo-net projection) dan proyeksi stereografik sama sudut (equal-angle stereo-net projection).
Perbedaan pada dua proyeksi ini adalah daya pisahnya, yaitu untuk proyeksi sama luas mempunyai
4
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINERAL INDONESIA
GEOLOGI STRUKTUR INDONESIA
DANIEL JEFRI HASUDUNGAN
FOCAL MECHANISM

daya pisah lebih besar dibagian tengah, sedang untuk proyeksi sama sudut mempunyai daya pisah
lebih besar dibagian luar.
Berdasarkan bagian yang dipakai, pada umumnya hanya ada dua bagian, yaitu setengah
bola bagian atas (upper hemisphere) dan setengah bola bagian bawah (lower hemispher). Biasanya
proyeksi yang dipakai adalah proyeksi yang menggunakan setengah bola bagian bawah llower
hemispher), garis-garis lintang dan bujur pada proyeksi stereonet dibayangkan lerletak pada
permukaan cekungan setengah bola bagian bawah.
Sehingga, orientasi garis dan bidang dapat ditentukan dengan mudah sesuai dengan
orientasi garis dan bidang yang sebenarnya.

5
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINERAL INDONESIA
GEOLOGI STRUKTUR INDONESIA