Anda di halaman 1dari 131

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DAN PRASARANA WILAYAH

DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR

PEDOMAN
OPERASI, PEMELIHARAAN
DAN PENGAMATAN BENDUNGAN

BAGIAN 1

DIREKTORAT BINA OPERASI


DAN PEMELIHARAAN

UMUM

MARET 2003

Kantor Sekretariat
KOMISI KEAMANAN BENDUNGAN
(BALAI KEAMANAN BENDUNGAN)
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL SUM BER DAY A AIR

NOMOR : 199/KPTS/D/2003

T c n t a n g :

PENGESAHAN PEDOMAN OPERAS[, PEMELIHARAAN

DAN PENGAMATAN BENDUNGAN

Dircktur Jenderal Sumbcr Daya Air

Menimbang I. Bahwa bendungan sebagai bangunan yang mempunyai

manfaat umum, perlu adanya upaya pengamanan dan

pemeliharaan agar diperoleh manfaat yang sebesar­

besarnya dalarn jangka waktu yang selama mungkin;

2. bahwa bendungan juga mempunyai potensi bahaya

terhadap keselamatan masyarakat, sehingga diperlukan

upaya pengamanan mulai dari tahap desain, konstruksi

sampai dengan tahap pemeliharaan dan pengelulaannya,

dalam rangka melindungi mayarakat di sekitar dan di

daerah hilir bendungan terhadap kemungkinan bencana

akibat runtuhnya bendungan;

3. bahwa upaya pcngemanan dan pemeliharaan bendungan

tersebut perlu ditindak. lanjuti dengan penyusunan

Pedoman Operasi, Pemeliharaan, Pengamatan dan

Pemantauan Bendungan;

4. bahwa sehubungan dengan ha) tersebut diatas, perlu

ditetapkan pengesahan Pedoman Operasi, Pemeliharaan,

Pengamatan dan Pemantauan Bendungan dengan

Keputusan Direktur Jenderal Sumber Daya Air.

Mengingat i. Undang-undang Nomor 1 1 Tahun I 974, tentang

Pengairan;

2. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1982, tentang Tata

Pengaturan Air;

3. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1991, tentang

Sungai;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000, tentang

Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi

sebagai Daerah Otonomi;

i
5. Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1974, tentang

Pokok-Pokok Organisasi Departemen;

6. Keputusan Presiden RI Nomor 102 Tahun 200 I , lentang

Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan Susunan

Organisasi dan Tata Kerja Departemen;

7. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah

Nomor O 1 /KPTS/M/200 I , ten tang Organisasi dan Tata

Kerja Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah;

8. Keputusan Menteri Pekerjaan Urnum No111or 378 Tahun

1987, tentang Pengesahan 33 Standar Konstruksi

Bangunan Indonesia;

9. Peraturan Menteri Pekerjaan Urnum No111or 72/PR f/1997,

tentang Keamanan Bendungan juncto SK. Menteri

Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor

296/KPTS/M/2001, ten tang Perubahannya;

10. Keputusan Presiden RI Nornor 105/M/2002, tentang

Penunjukan dan Pengangkatan Direktur Jenderal Sumber

Daya Air, Departernen Perrnukirnan dan Prasaruna

Wilayah;

1 1 . SN! Nomor 1731-1989-F tentang Pedoman Kcamanan

Bendungan.

M E M U T U S K A N

Menetapkan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL SUMBER DAY A

AIR TENT ANG PEDOMAN OPERAS!,

PEMELIHARAAN DAN PENGAMATAN BENDUNGAN.

PERT AMA Mengesahkan berlakunya Pedoman Opcrasi, Pcmcllharaan

dan Pcngamatan Bendungan sebagairnana tercantum dalarn

Lampi ran Surat Keputusan ini, yang terdiri dari

Bagian 1 Umum

Bagian 2 Pengelolaan, Operasi dan Pemel iharaan

Bagian 3 Sistem Jnstrumentasi dan Pernantauan

Bagian 4 Inspeksi Keamanan Bendungan untuk Peralatan

Hidrornekanik dan Elektrik

Bagian 5 Operasi dan Perneliharaan Peralatan

Hidromekanik dan Elektrik

ii
KEDUA Se111ua pihak yang melakukan kegiatan yang berkaitan dengan

pembaugunan dan pengelolaan bendungan, wajib memperhatikan

prinsip-prinsip, tata-cara serta ketentuan-ketentuan yans

tercanturu pada diktum PERTAMA.

KETIGA Komisi Keamanau Bendungan · mclalui B3Jai Keamanan

Bendungan serta Direktorat Pembina di lingkungan Direktorat

Jenderal Sumbcr Daya Air bertugas memouitor pelaksanaan Surat

Kcputusan ini serta iuenampung umpan balik guna

penyempuruaan Pedoman seperu pada dikturn PERTAMA di

alas, agar selalu dapat digunakan sesuai dengan "kebull1han dan

perkembaugan tek.nologi yang ada.

KEEJ\1PAT Kcputusau ini berlaku pada hari/tanggal ditetapkan dengan

kctentuau akan diadakan perubahan dan perbaikan seperlunya

bilamana dikemudian hari teruyata terdapat kek�liruan didalam

penetapannya.

DITETAPKAN DJ: JAKARTA

PADA TANGGAL: . . . 7. . M e i . ... 2003

DIREKTUR JENDERAL SUMBER DAY A AIR

TEMBUSAN Surat Keputusan ini disampaikan kepada Yth.:

1. Bapak Menteri Pennukiman dan Prasarana Wilayah

2. Sekretaris Jenderal Dep. Kimpraswil.

3. Inspektur Jenderal Dep. Kimpraswil.

4. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Dep. Kimpraswil.

5. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dep.

Kimpraswil

iii
6. Staf Ahli Menteri Bidang Otonomi dan Keterpaduan:

Pembangunan Daerah

7. Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Keahlian dan Tenaga

Kerja

8. Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Dep.

Kimpraswil

9. Para Direktur di lingkungan Direktorat Sumber Daya Air

I 0. Kepala Biro Perencanaan & KLN, Dep. Kimpraswil.

1 1 . Kepala Puslitbang Sumber Daya Air, Dep, Kimpraswil

12. Para Kepala Dinas Kimpraswil/Sumber Daya Air/Pengairan

Propinsi

13. Anggota Komisi Keamanan Bendungan

14. Arsip

iv
S A M B U T A N

Dewasa ini masyarakat dunia mulai dihadapkan pada bayang-bayang krisis air yang per1u

penanganan segera dengan tepat, salah satu upaya penanganan yang telah terbukti berhasil baik,

adalah dengan menampung air di waduk-waduk atau bendungan. Saat ini di Indonesia telah

dibangun lebih dari dua ratus bendungan besar dan kecil, yang mempunyai andil cukup besar

dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengatasi kritis air tersebut. Bendungan

juga dibangun untuk memenuhi kebutuhan lain seperti untuk pengisian kembali air tanah,

penampung limbah industri, penampung limbah tambang dan lain sebagainya.

Bendungan disamping memiliki manfaat yang cukup besar, juga menyimpan potensi

bahaya yang besar pula yang dapat mengancam kehidupan masyarakat luas dihilir bendungan.

Keruntuhan bendungan dapat menimbulkan banjir besar yang mengakibatkan bencana dahsyat di

daerah hilir bendungan. Tugas utama para ahli bendungan adalah mengurangi ancaman tersebut,

untuk itu perlu adanya program keamanan bendungan yang harus diber1akukan sejak tahan

penyiapan disain, pelaksanaan konstruksi serta masa operasi dan pemeliharaan bendungan.

Pembangunan bendungan, membutuhkan investasi yang sangat besar baik berupa dana

maupun pengorbanan dari masyarakat di daerah genangan. Sudah seharusnya hasil

pembangunan dengan investasi yang sangat besar tersebut, serta sangat bennanfaat bagi

masyarakat luas, dioperasikan dan dipelihara dengan baik guna melestarikan fungsinya.

Pedoman Operas!, Pemeliharaan dan Pengamatan Bendungan, yang disiapkan atas


kerjasama antara Balai Keamanan Bendungan dan Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal

Sumber Daya Air, adalah merupakan bagian dari program keamanan bendungan, yang

diharapkan dapat menjadi acuan bagi para Pengelola bendungan dalam mengetola

·t:,endungannya, sehingga fungsi bendungan dapat lestari sesuai dengan rencana, serta resiko

kegagalan bendungan akibat kesalahan operasi dan lemahnya pemeliharaan dapat ditekan sekecil

mungkin.

Melalui proses yang cukup panjang, telah dilakukan pengumpulan, pengkajian dan

penelitian terhadap : pectoman-pedoman operasi dan perneliharaan bendungan yang telah ada,

pedoman dan standar di bidang lain yang ber1aku di Indonesia serta referensi-referensi dari luar

Indonesia. Pendapat dan saran dari para ahli bendungan, tetah ditampung melalui acara diskusi

dan lokakarya, kemudian dianalisis dan kesimpulannya dimasukkan dalam pedoman ini.

Pedoman ini tidak bersifat statis, dimasa mendatang masih per1u dikembangkan dan

disempumakan sesuai dengan kemajuan teknoiogi, namun apa yang termuat dalam pedoman ini

sudah mencakup dan mencenninkan konsep-konsep operasi dan pemetiharaan bendungan saat

ini.

Dengan terbitnya pedoman ini, diharapkan para Pengetola maupun para Perencana

bendungan dapat mengambil manfaat sebesar-besamya, terutama dalam penyusunan panduan

maupun dalam melaksanakan operasi pemeliharaan dan pengamatan bendungan yang

dikelolanya.

Jakarta. Maret 2003

v
KATA PENGANTAR

Pedoman Operasi Pemeliharaan dan Pengamatan Bendungan ini merupakan

bagian ke-3 atau rangkaian tak terpisah dari Pedoman Operasi, Pemeliharaan dan

Pengamatan Bendungan yang secara keseluruhan terdiri atas 5 (lima) bagian, yakni:

Bagian 1 Umum

Bagian 2 Pengelotaan Operasl dan Pemeliharaan

Bagian 3 Sistem lnstrumentasi dan Pemantauan Bendungan

Bagian 4 lnspeksi Keamanan untuk Peralatan Hidromekanikal dan Elektrikal

Bagian 5 Operasi dan Pemeliharaan Peralatan Hidromekanikal dan Elektrikal

Penulisan Pedoman tersebut diprakasai dan dipersiapkan oleh Baral Keamanan

Bendungan bekerja sama dengan Direktorat Bina Teknik, Oitjen. Sumber Daya Air,

Oepartemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, terutama untuk mereka yang

bertanggung jawab di bidang Operasi dan Pemeliharaan suatu bendunqan.

Pedoman ini telah mengakomodasikan masukan-masukan serta saran dari

berbagai pihak dan pakar yang ikut serta dldalam Seminar yang diselenggarakan di

Jakarta, termasuk pembahasan di da1am Tim Kecil yang dibentuk alas saran peserta

Seminar. Namun demikian, kritik positip dan membangun tetap kami harapkan demi

penyempurnaannya.

Kami ucapkan terima kasih kepada Tim Penyusun Pedomon ini serta semua pihak

yang telah membantu di dalam penyelesaiannya. Semoga pedoman ini dapat

bermanfaat sesuai dengan apa yang diharapkan.

Jakarta, Maret 2003

vi
PEDOMAN OPERAS!, PEMELIHARAAN, PENGAMATAN DAN

PEMANTAUAN BENDUNGAN

BABI PENDAHULUAN

1.1 Umum

1.2 Maksud dan Tujuan. 2

1.3 Ruang Lingkup ....... 2

1.4 Hat-hal yang Perlu Oiperhatikan ... 2

1.5 Validitas dan Keterbatasan 3

1.6 Pengertian . . . . . . . . . . . . . . . 4

BABU OPERAS! DAN PEMELIHARAAN . 7

2.1. Umum. 7

2.2. Ketentuan dan Syarat-syarat 8

1. Gambaran dan Manfaat 8

2. Revisi dan Distribusi Panduan O&P 9

3. Penetapan Tanggung Jawab 9

4. Peralatan Komunikasi.......................................... 10

5. Petunjuk Pelaksanaan dan Laporan 10

6. Jal an Masuk Ke lokasi Bendungan 11

7. Hubungan dengan lnstansi Lain........ 12

a. Prosedur Peringatan Umum 13

2.3. Operasi Waduk .. 13

1. Kapasitas Tampungan Waduk.................................................... 13

2. Banjir Desain dan Penelusuran Banjir.... 1�

3. Prakiraan Air Masuk 14

4. Jadwal Penglsian dan Prosedur Pengeluaran Air................. 15

5. Petunjuk Operasi . 15

6. Operasi Banjir 16

vii
2.4. Pemeliharaan . 16

1. Perawatan atau Pemeliharaan Rutin .... 17

2. Pekerjaan Perbaikan 18

3. Evaluasi Pemeliharaan ... 18

BAB 111 ORGANISASI OPERAS! & PEMELIHARAAN .... 19

3.1 Umum .. 19

3.2 Struktur Organisasi . 19

3.3 Tenaga Personil . 21

1. Personil Tetap . 24

2. Personil Tidak Tetap . 28

3.4 Pelatihan. 28

3.5 Laporan dan Alur Laporan 28

1. Laporan Umum . 29

2. Laporan Khusus . 31

BAB IV BIAVA OPERAS! DAN PEMELIHARAAN . 34

4.1 Umum . 34

4.2 Perencanaan Blaya O & P Bendungan . 34

1. Biaya Langsung . 35

2. Biaya Tak Langsung . 35

3. Bia ya Tak Terduga . 36

4.3 Penyiapan Dana dan Sumber Dana ... 38

BABV EVALUASI PELAKSANAAN O & P .. 40

5.1 Umum . 40

· 5.2 Kegunaan Slstem POP . 40

5.3 Manual Sistem POP . 41

1. Program Pengelolaan OP 41

2. Jadwal Pelaksanaan POP .. 41

3. Daftar Simak POP . 41

4. Kartu Catatan POP . 42

5. Pekerjaan Khusus . 42

viii
5.4 Evaluasi Pelaksanaan OP . 42

1. Evaluasi Tahunan . 42

2. Evaluasi 5-Tahunan . 44

5.5 Dokumentasi dan Rekomendasi . 44

ix
BABI

PENDAHULUAN

1.1 Umum

Dalam rangka kegiatan program keamanan bendungan, ada 3 (tiga)

unsur pokok yang perlu diperhatikan oleh Pemilik/Pengelola Bendungan.

Disamping faktor keamanan struktur dan kondisi fisik bendungan (disain dan

konstruksi) serta Rencana Tindak Darurat yang perlu dipersiapkan, unsur-unsur

pokok lain yang perlu diperhatikan adalah kegiatan Operasi, Pemeliharaan,

Pemantauan dan Pengamatan Bendungan.

Pada keadaan yang sangat ekstrem, kesalahan dalam pengoperasian

bendunganfwaduk bisa berakibat fatal. Bendungan bisa runtuh atau jebol dan

menimbulkan banjir besar yang dapat merusak prasarana dan sarana, bahkan

korban jiwa yang terdapat di daerah hilir bendungan. Lebih-lebih bila bendungan

tersebut tanpa pemantauan, pengamatan dan perawatan/pemeliharaan.

Oleh karena itu dalam rangka upaya mencegah terjadinya bencana

tersebut di atas, untuk setiap bendungan diperlukan suatu panduan mengenai

Operasi, Pemeliharaan, Pengamatan dan Pemantauan bendungan yang

bersangkutan. Selanjutnya, untuk menyamakan persepsi menuju standarisasi

pembuatan pedoman tersebut, perlu dibuat pedoman penyusunannya.

Sesuai dengan sasaran yang hendak dicapai, maka Pedoman Operasi

Pemellharaan dan Pengamatan Bendungan secara keseluruhan terdiri dari 5

(lima) bagian, yakni:

Bagian 1, Umum; merupakan petunjuk umum tentang penyusunan Panduan

Operasi, Pemeliharaan dan Pengamatan Bendungan, mencakup ketentuan

umum, prosedur atau tata cara operasi, pemeliharaan dan pengaaamatan

bendungan.

Bagian 2, Pengelolaan Operasi dan Pemeliharaan; memuat uraian rinci

mengenai pelaksanaan pengelolaan kegiatan pemeliharaan/operasi dan

pemeliharaan bendungan/waduk beserta fasilitasnya, termasuk uraian mengenai

kebutuhan dananya.

89gian 3, Sistem lnstrume-ntasi dan Pemantauan menguraikan dasar

pengertian sistem dan jenis-jenis instrumentasi yang sesuai untuk bendungan

urugan dan bendungan beton berikut tata cara pelaksanaan pemantauannya.

Bagian 4, lnspeksi Keamanan Peralatan Hidromekanikal & Elektrikal,

mengenai pokok-pokok dan sasaran inspeksi dan tata caranya.

Bagian 5, Operasi dan Pemeliharaan Peralatan Hidromekanikal & Elektrikal

Bendungan.
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN

Pedoman ini dapat digunakan sebagai acuan umum bagi Pemilik/

Pengelola Bendungan di dalam menyiapkan panduan untuk pelaksanaan

kegiatan Operasi, Pemeliharaan. Pengamatan dan Pemantauan Bendungan

dalam rangka menghindari atau memperkecil risiko terjadinya kegagalan

bendungan sehingga fungsi bendungan dapat lestari dan berkelanjutan sesuai

yang diharapkan.

1.3 RUANG LINGKUP

Pedoman ini menguraikan tentang tata cara pengelolaan (manajemen)

operasi dan pemeliharaan bendungan, mencakup penyusunan program,

organisasi dan pelaksanaannya, metoda perhitungan biaya operasi dan

pemeliharaan (pendanaan) serta sistem pengendalian operasi, pengelolaan dan

pemeliharaannya.

1.4 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

1. Panduan Operasi dan Pemeliharaan

Peniilik/Pengelola bendungan wajib menyiapkan Panduan Operasi dan

Pemeliharaan secara rinci bagi setiap bendungan yang dikelolanya.

2. Dokumen Bendungan

Dokumen bendungan lengkap mencakup disain bendungan dengan

segala perubahannya beserta bangunan pelengkapnya, pelaksanaan

konstruksi dan perilaku bendungan/waduk selama konstruksi dan

sesudahnya berikut segala kejadian yang mempengaruhi atau dapat

mempengaruhi keamanan bendungan dan atau waduk, harus disimpan

dan diarsipkan/didokumentasikan dengan rapi selama umur layanan

bendungan. Catatan ini antara lain meliputi:

a) Dokumen Desain

Dokumen disain setidaknya terdiri atas kriteria disain berikut data­

data atau acuan yang digunakan, laporan penyelidikan lapangan,

uji-model. cara dan hasil analisa/perhitungan, gambar-gambar dan

spesifikasi teknik.

b) Dokumen Pelaksanaan Konstruksi

Dokumen Pelaksanaan Konstruksi terdiri dari: buku kontrak

pelaksanaan konstruksi. metode konstruksi, bahan bangunan,

catatan pengendalian mutu, metode dan hasil uji laboratorium

maupun insitu, inspeksi selama pelaksanaan konstruksi, hasil

observasi/pengamatan perilaku struktural, satu set lengkap gambar

pelaksanaan konstruksi (as bunt drawing) serta dokumen-dokumen

teknis lainnya.

2
c) Dokumen O & P

Dokumen O & P paling tidak mencakup semua petunjuk/panduan

mengenai OP bendungan, catatan mengenai perilaku struktural

selama pelaksanaan konstruksi dan operasional bendungan

(meliputi pembacaan instrumentasi/peralatan berikut perhitungan

beserta interpretasinya, catatan hasil inspeksi serta evaluasi tentang

keamanannya), segala jenis catatan mengenai perubahan.

pekerjaan perbaikan, perluasan, dan atau rehabilitasinya, catatan

mengenai keadaan luar biasa atau segala kejadian yang

berhubungan dengan keamanan bendungan dan catatan mengenai

musibah dan peristiwa (incident dan accident), ter/nasuk Buku

Bendungan dan Dokumen Rencana Tindak Darurat (RljD).

d) Penyimpanan Dokumen

Sekurang-kurangnya 4 set dokumen bendungan lergkap harus

tetap tersedia, masing-masing 1 set berada di:

(i) Kantor Lapangan (lokasi bendungan),

(ii) Kantor Pengelola bendungan

(iii) Pemilik Bendungan

(iv) Komisi/Balai Keamanan Bendungan.

e) Kewajiban Pemilik dan atau Pengelola bendungan berkaitan dengan

perihal di atas adalah sebagai berikut:

(i) Pemilik dan atau Pengelola Bendungan berkewajiban

atas tersedianya satu set dokumen bendungan

lengkap di kantornya dan bertanggung jawab atas

pelaksaan/pengoperasiannya.

(ii) Menyampaikan satu set dokumen bendungan

lengkap kepada Komisi/Balai Keamanan Bendungan.

(iii) Melakukan pemutakhiran dokumen bendungan dan

menyampaikan catatan pemutakhiran kepada Komisi/

Balai Keamanan Bendungan.

1.5 VALIDITAS DAN KETERBATASAN

Pedoman ini merupakan petunjuk umum mengenai penqelolaan. operasi

dan pemeliharaan suatu bendungan. Oleh karena itu, untuk setiap bendungan

harus tersedia Panduan Operasi & Pemeliharaan tersendiri yang sesuai dengan

karakteristika masing-masing bendungan. Pedoman OP tersebut hendaknya

disusun oleh Pendesain bendungan bersama-sama dengan ahli yang

berpengalaman di bidang Operasi dan Pemeliharaan Bendungan.

3
1.6 PENGERTIAN

1) Banjir Disain adalah banjir yang digunakan untuk mendisain bendungan

beserta bangunan-bangunan pelengkapnya, lerutama untuk menentukan

ukuran bangunan pelimpah dan bangunan pengeluaran, serta untuk

menentukan volume tampungan maksimum air waduk dan tinggi

bendungan.

2) Bangunan Pengeluaran yaitu segala fasilitas bangunan perlengkap yang

digunakan untuk mengendalikan pengeluaran/pengaliran air dari waduk.

3) Banjir Maksimum Boleh Jadi (BMB) I (Probable Maximum Flood,

PMF) adalah debit banjir terbesar yang mungkin terjadi dengan

mengandaikan semua faktor yang secara kebetulan menghasilkan curah

hujan dan limpasan terbesar dan tidak akan terlampaui. (SN! 03-3432-

1994 ).

4) Lapisan Pelindung adalah suatu Japisan yang biasanya dilelakkan pada

lereng-lereng hulu suatu urugan (bendungan) atau sepanjang saluran air

sebagai pelindung terhadap hantaman gelombang, erosi atau gerusan air.

Lapisan pelindung dapal terdiri alas bc:mgkah-bongkah batuan besar tak

beraturan (Rip Rap), blok atau beton pracetak, atau bahan Jain yang

dapat difungsikan sebagai pelindung Jereng.

5) Bukit Tumpuan (Abutment) adalah kedua bagian sisi Jembah/Jereng

tempal bendungan ditumpukan. Dalam ha! tertentu, bila bukil tumpuan

yang memenuhi syarat untuk bendungan besar tidak dijumpai secara

alami, kadang-kadang dibuat bukit tumpuan buatan dari beton graviti.

6) Daerah Pengaliran Sungai (DPS) yailu suatu kesatuan wilayah tata air

yang terbentuk secara alami dimana air meresap dan I atau mengalir

(dalam suatu sistem pengaliran) melalui Jahan, anak sungai dan induk

sungai.

a. DPS langsung adalah DPS yang tata airnya berasal dalam

Juasan DPS itu sendiri.

b. DPS tak langsung adalah DPS yang !ala airnya berasal dari DPS

Jain yang dibawa ke DPS tersebut menggunakan suatu sistem

saluran.

7) Daerah Sabuk Hujau (Green Belt) adalah areal di sekeliling atau di

sepanjang tepian waduk dengan lebar tertentu, yakni antara elevasi banjir

(flood water level) dengan elevasi banjir terbesar (extra ordinary flood

level) yang secara teknis beda elevasinya setara dengan tinggi jagaan

(free board) bendungan.

8) Enjiner adalah seorang ahli/profesional yang diakui dan berpengalaman

dalam aspek yang berhubungan dengan tehnik rekayasa bendungan

sehingga diperbolehkan untuk ikut serta dalam sebagian atau seluruh

4
kegiatan yang berkaitan dengan penyelidikan. perencanaan, konstruksi,

rehabilitasi, perbaikan, operasi, pemeliharaan dan pengamatan, serta

penghapusan bendungan.

9) Fetch yaitu jarak lurus (di atas permukaan air waduk) terhadap lereng

hulu bendungan yang dipengaruhi langsung oleh gaya angin. Fetch

adalah suatu faktor yang digunakan untuk menghitung tinggi ombak yang

terjadi dalam waduk.

10) Galeri (gallery) adalah suatu lorong di dalam/dasar tubuh bendungan

yang digunakan untuk pemeriksaan/inspeksi, injeksi semen pondasi dan

atau sebagai drainase.

11) Gorong·gorong (Conduit) adalah saluran tertutup untuk mengalirkan air

waduk di sekitar atau dibawah bendungan.

12) lnstruksi Operasi (Operation Instruction) yaitu · informasi kepada

personil yang bertanggung jawab dalam pengoperasian waduk/

bendungan agar sesuai dengan prosedur yang telah disetujui/ditetapkan.

13) lnstrumentasi (Instrumentation) adalah segala jenis peralatan yang

dipasang di dalam fondasi. tubuh bendungan dan di sekitarnya yang

digunakan untuk pemantauan perilaku bendungan.

14) Inti Bendungan (Core) adalah bagian tubuh bendungan urugan yang

tersusun dari material kedap air atau angka yang kelulusan-airnya

rendah. Sesuai dengan posisi dan lokasinya di dalam tubuh bendungan,

inti bendungan bisa diistilahkan sebagai Inti Tegak, Inti Miring, atau

sesuai dengan materialnya disebut Inti Pudel Lempung, Inti Lempung

Padat, inti Lempung Basah atau zona tak tembus air.

15) Katup adalah peralatan mekanik yang digunakan untuk mengatur aliran

air yang masuk dan keluar melalui pipa (terowongan) sehingga bagian

pengatur (daun pintu, dll) tetap berada dalam aliran air pada saat dibuka

pen uh.

16) Kegagalan Bendungan yaitu kondisi bendungan, dimana pengeluaran

air waduk tidak dapat dikendalikan lagi atau tidak berfungsinya

bendungan secara normal akibat kejadian diluar perkiraan parameter

desain atau sebab-sebab teknis lainnya, sehingga fungsi utama

bendungan sebagai penyimpan air dinyatakan gaga!.

17) Kolam Olak (Stilling Basin) adalah suatu kolam yang dibangun untuk

meredam tenaga aliran air yang relatif cepat, misalnya dari bangunan

pelimpah atau bangunan pengeluaran, sekaligus untuk melindungi dasar

sungai terhadap erosi.

18) Kolam Terjunan (Plunge Pool) adalah suatu kolam alami atau buatan

yang berfungsi untuk meredam tenaga air yang terjun bebas.

5
19) Kolam Loncat (Flip Bucket) yaitu suatu tipe peredam tenaga air yang

terletak diujung pelimpah dengan bentuk sedemikian rupa, sehingga air

yang lewat dengan kecepatan tinggi meloncat ke alas dan jatuh jauh di

luar pondasi pelimpah.

20) Operasi Waduk (Reservoir Operation) adalah prosedur operasi yang

mengatur volume pengeluaran/pengaliran/penggunaan air waduk.

21) Penelusuran Banjir (Flood Routing) adalah suatu proses dalarn rangka

mendapatkan besaran debit banjir kaitannya dengan pertambahan waktu,

yang diasumsikan akan mengalir melewati bendungan (lewat pelimpah)

dan pada setiap penampang sungai berurutan sepanjang aliran sungai.

22) Peredam Enerji (Energy Dissipator) adalah perlengkapan bangunan

yang dikonstruksi pada lokasi aliran guna mengurangi/meredam tenaga

kinetik yang berasal dari aliran air yang cepat.

23) Bangunan Pelimpah (Spillway) yaitu suatu bangunan yang berfungsi

untuk menyalurkan air limpahan atau dikeluarkan dari waduk. Bangunan

pelimpah yang dikendalikan secara mekanik oleh pintu-pintu air disebut

pelimpah berpintu. Bangunan pelimpah tanpa pintu, disebut pelimpah

bebas.

24) Pintu Radial (Radial Gate) adalah pintu air yang bentuknya meiengkung

ke arah hulu dengan iengan pintu radialnya bertumpu pada pilar-pilar atau

konstruksi penopang lainnya.

25) Pemeliharaan (Maintenance) yaitu kegiatan rutin dan berkala yang

diperlukan untuk memelihara/merawat bangunan-bangunan serta

peralatan yang ada (mekanik, elektrik, hidrolik dan bangunan sipil) agar

tetap dalam kondisi baik, berfungsi dan aman pengoperasiannya.

26) Rencana Tindak Darurat (RTD) adalah suatu rencana lindakan yang

harus diambil untuk mengurangi besarnya potensi kerugian harta benda

atau jiwa manusia dalam suatu daerah akibat kegagaian bendungan atau

banjir besar.

27) Saluran Peluncur Pelimpah (Spillway Chute) ialah bagian dari

bangunan pelimpah yang berupa saluran dengan kemiringan terjal/tajam

hingga dapat mengalirkan air dengan kecepatan super kritis.

28) Volume Bendungan adalah keseiuruhan tubuh bendungan yang terisi

oleh material pembentuk bendungan, dihitung dari puncak sampai ke

dasar bendungan dan di antara kedua bukit tumpuannya. Termasuk

volume bendungan adalah ruang bukaan seperti galeri, terowongan, dan

ruang operasional dalam tubuh bendungan. Bagian-bagian lain yang

termasuk pada perhitungan kestabilan bendungan seperti bangunan

pembangkit tenaga listrik, pintu air, pelimpah, dan lain-lainnya, dapat

dimasukkan ke dalam volume bendungan.

6
BAB II

OPERASI DAN PEMELIHARAAN

2.1 UMUM

Tujuan utama pembangunan bendungan adalah untuk menjamin

tersedianya air guna menunjang dan memenuhi kebutuhan sesuai dengan

prioritasnya, apakah untuk keperluan irigasi, pemenuhan kebutuhan air baku

ataukah untuk pembangkit tenaga listrik, dan lain-lainnya. Oleh Karena itu perlu

dibuat daftar urutan prioritas pemenuhan kebutuhan air sesuai dengan yang

direncanakan. Akan tetapi, dengan adanya perkembangan di daerah hilir

bendungan misalnya, urutan prioritas tersebut kemungkinan bisa bergeser dan

berubah, sehingga Pola Penyusunan Operasional waduk perlu disesuaikan

dengan kebutuhan dan pemanfaatannya yang baru.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka setiap bendungan harus

mempunyai Panduan Operasi dan Pemeliharaan (Panduan O & P Bendungan)

tersendiri, sesuai dengan karakteristika bandungan masing-masing yang dapat

diketahui sejak survai dan investigasi, pembuatan desain sampai pelaksanaan

konstruksinya. Oleh karena itu, catatan-catatan penting selama periode tersebut

harus didokumentasikan.

Maksud dari Pedoman O & P Bendungan itu sendiri adalah sebagai

panduan kegiatan didalam memelihara, mengendalikan atau mengoperasikan

serta meman-faatkan sumber daya air berikut sarana dan prasarananya, agar

dapat berfungsi secara optimal dalam rangka memberikan pelayanan kepada

masyarakat sesuai dengan umur layanan yang diharapkan.

Secara umum, Panduan O & P Bendungan sekurang-kurangnya harus

mencakup hal-hal sebagai berikut :

1. Ketentuan atau syarat-syarat umum

2. Operasi waduk dan petunjuk operasi, termasuk peralatan hidromekanikal

dalam keadaan normal dan keadaan darurat

3. Organisasi dan Prosedur Pemeliharaan

4. Sistem instrumentasi dan Pemantauan

5. Sistem Pelaporan

6. Perkiraan biaya

7
7. Lampiran-lampiran meliputi grafik, label/format, laporan, gambar puma

konstruksi pekerjaan slpll, hidromekanikal dan instrumentasi.

2.2 KETENTUAN dan SYARAT-SYARAT

Panduan O & P Bendungan hendaknya mencakup uraian mengenai

keter-sediaan dan kebutuhan air serta rincian kegiatan O & P dan unsur-unsur

pendukungnya, baik teknis maupun non teknis. Disamping itu, hendaknya juga

harus memperhatikan dan atau dilengkapi uraian mengenai hal-hal sebagai

berikut:

1. Gambaran dan Manfaat

Gambaran dan manfaat bendungan yang harus dijelaskan dan

dicantumkan di dalam Panduan O & P tersebut, yakni :

a) Kegunaan dan besarnya manfaat dari bendungan, misalnya untuk irigasi

termasuk areal dan luas oncorannya, penyediaan air baku/air bersih,

pemban gkit tenaga listrtk termasuk daya yang dihasilkan, pengendalian

banjir, pariwisata atau untuk konservasi sumber alam lainnya.

b) Gambaran sejarahlkronologl pembangunan bendungan serta perubahan­

perubahan desain sekiranya ada. Bagaimana keterkaitanya dengan

bendungan-bendungan lain yang lokasinya tertetak di dalam satu sistem

aliran sungai, terutama bila debit pemasukan/pengeluaran airnya saling

tergantung satu dengan lainnya.

c) Data teknis bendungan beserta bangunan-bangunan pelengkapnya,

termasuk dimensi dan konfigurasinya, antara lain meliputi :

Bendungan Utama, Bendungan Pengelak, Bendungan Sadel,

Bangunan Pelimpah, Pelimpah Darurat,

Bangunan-bangunan Pengambilan dan bangunan Pengeluaran Bawah

(Bottom Outlet),

Pembangkit Tenaga Listrik,

Pipa Pesa!,

Pelepas Tekanan,

Jnstrumentasi,

Pintu-pintu Air.

d) Kategori kelas bahaya bendungan yang telah dikaji sesuai dengan pedoman­

pedoman yang berlaku.

8
2. Revlsi dan Distribusi Panduan O&P

a) Panduan O&P harus dikaji ulang dan direvisi secara periodik, paling tidak

setiap 5 tahun sekali, atau setiap kali terjadi perubahan-perubahan yang

mendasar.. Revisi atau kaji ulang hendaknya dilakukan oleh ahli yang

diakui atau oleh Unit Monitoring Bendungan, bersama-sama dengan

personil O&P bendungan yang bersangkutan. Revisi harus disetujui oleh

Pemilik/ Pengelola Bendungan.

b) Panduan O&P asll maupun revisinya, harus segera didistribusikan

kepada pihak-pihak yang terkait dengan O&P Bendungan, antara lain

kepada Pemilik/ Pengelola Bendungan, Unit Monitoring Bendcmgan

(UMB). serta Pelaksana O&P bendungan yang bersangkutan.

c) Unutuk keperluan di atas, terlebih dahulu harus ditentukan dan ditetapkan

personil yang harus menangani dan bertanggung jawab terhadap revisi,

distribusi serta penyimpanan dokumen Panduan O&P tersebut. Revisi

O&P harus disetujui dan ditanda tangani oleh Pemilik/Pengelola

Bendungan untuk keabsahannya.

3. Penetapan Tanggung Jawab

Panduan O & P Bendungan harus menetapkan pula struktur dan unit-unit

organisasi berikut jabatan personil menyangkut uraian mengenai lingkup tugas

dan tanggung jawab masing-masing dan seyogyanya dalam bentuk

perintah/komando yang jelas. Dalam hal lni, perintah atau komando tersebut

hendaknya dipisahkan dengan Buku panduan O & P atau dibuat tersendiri dalam

bentuk Manual Kerja atau Petunjuk Operasional Lapangan.

Penetapan tanggung jawab tersebut antara lain menyangkut hal-hal

dibawah ini :

a) Tanggung jawab operasional, antara lain:

Operasional waduk dan bangunan-bangunan pelengkap berikut

peralatannya serta fasilitas pembangkit tenaga listrik, dll.

Perhitungan/prakiraan jumlah air yang masuk ke dalam waduk.

Petunjuk tentang pengendalian banjir.

Dan lain-lain, termasuk sekuriti bendungan.

b) Tanggung jawab pemeliharaan/perawatan. diantaranya adalah:

Segala jenis pekerjaan perawatan/pemeliharaan bangunan dan

peralatan.

9
Pencatatan data, kronologi permasalahan dan perbaikan, termasuk

dokumentasi

c) Tanggung jawab pemantauan dan pengamatan, misalnya:

Pencatatan data yang berkaitan dengan pemantauan dan

pengamatan bendungan dan waduk.

Dan lain-lain.

Di dalam panduan O & P Bendungan hendaknya dijelaskan pula rincian

mengenai tugas-tugas personil untuk periode waktu-waktu tertentu, misalnya

tugas-tugas harian, mingguan, bulanan, 3 dan 6 6 bulanan, 3 dan 5 tahunan, dan

seterusnya.

4. Peralatan komunikasi

Peralatan komunikasi merupakan sarana yang sangat penting dalam

pelaksanaan program O&P E'endungan. Terutama di dalam mengantisipasi

keadaan darurat yang memerlukan komunikasi dan pelaporan secara cepat

mengenal kondisi bendungan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan keamanan

bendungan.

Sarana komunikasi yang harus disediakan antara lain:

· Fasilitas telepon.

Fasilitas radio gelombang pendek dan wa/ky talky, termasuk lokasi serta

jangkauannya.

Lokasi fasilitas radio umum.

Termasuk yang perlu dicatat adalah lokasi-lokasi terdekat yang memiliki

fasilitas komunikasi seperti diatas, termasuk fasilitas radio kepolisian. Hal ini

penting dalam rangka mengantisipasi kondisi darurat yang sewaktu-waktu bisa

terjadi. Oleh karena itu, Panduan O & P Bendungan seyogyanya dilengkapi pula

dengan uraian khusus tentang •• Petunjuk Komunikasl" yang antara lain

memuat data lengkap mengenai nama, nomor telepon, frekuensi radio

perorangan maupun yang tergabung dalam organisasi (ORARI).

5. Petunjuk Pelaksanaan dan Laporan

Hal-hal penting yang perlu mendapatkan laporan harus dicantumkan di

dalam Panduan O & P Bendungan dalam bentuk petunjuk pelaksanaan yang

jelas dan rinci, antara lain mengenai : tipe dan format laporan, frekuensi laporan,

siapa yang membuat laporan dan untuk siapa laporan tersebut ditujukan. Agar

lebih jelas, seyogyanya dilampirkan pula contoh-contoh bentuk laporan berikut

format salinannya (lihat lampirannya).

10
Khusus mengenai laporan Hidrometeorologi, hendaknya dilengkapi

informasi mengenai :

Lokasi dan nomor stasiun-stasiun pengamatan.

Peralatan yang digunakan serta jenis data yang dilaporakan.

Cara-cara pengoperasiannya, manual atau otomatik.

Kondisi peralatan dan keandalan/keakurasian pembacaan.

Frekuensi pembacaan I pengumpulan data.

Sedangkan laporan data hidrologi hendaknya mencakup data-data :

+ Elevasi muka air waduk.

+ Kapasitas tampungan waduk.

• Debit air yang keluar dan masuk ke waduk

+ Keadaan cuaca / lklim

+ Kualitas air waduk

Dalam rangka operasi pengendalian banjir tahunan (normal) di daerah hilir,

perlu diperhatikan pula "Pedoman Siaga banjir" yang sudah ada dan beriaku

pada sistem sungal yang bersangkutan mencakup jadual piket banjir harian.

Dalam kondisi darurat, pedoman siaga ini biasanya sudah dicantumkan di dalam

pedoman Rencana Tindak Darurat (RTD). Dalam hal ini perlu berkoordinasi

dengan Saluan Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam (SPBA) Daerah

Tingkat - I (SATKORLAK) dan Daerah Tingkat - II (SATLAK).

6. Jalan masuk ke lokasl bendungan

Panduan O&P Bendungan hendaknya dilengkapi pula Peta Situasi yang

menunjukkan jalan masuk ke lokasi bendungan disertai petunjuk yang jelas cara­

cara pencapaian dari lokasi yang mudah dikenal, misalnya dari Kantor Pusat

Operasi Bendungan. Peta Situasi seyogyanya dilengkapi pula dengan uraian

n:iengenai :

»- Kondisi jalur jalan menuju ke lokasi-lokasi panting, antara lain mencakup

batas muatan, lebar jalan serta jenis dan kondisi jembatan kalau ada,

diperkeras atau diaspal, dan lain-lainnya termasuk jalur jalan alternatif

yangbisa ditempuh.

>- Keterangan lainnya seperti ada tidaknya lokasi untuk pendaratan helikopter

(Helipad).

I I
7. Hubungan dengan lnstansi lain

Kegiatan pengelolaan bendungan seringkali terkait dengan instansi lain,

pemerintah maupun swasta, dan terutama dengan masyarakat pengguna air.

Hubungan ini bisa bersifat informal ataupun formal melalui kontrak kerjasama.

Hubungan yang paling erat adalah hubungan antara pengelola dengan

masyarakat pengguna air, termasuk dengan pengguna tenaga listrik yang

biasanya tergabung di dalam badan koordinasi yang disebt PPTPA (Panitia

Pelaksana Tata Pengaturan Air).

Tabel berikut ini adalah salah satu contoh bentuk kerjasama antar

instansi beserta kegiatan-kegiatan I persetujuan uang mungkin dapat dilakukan :

::::,. Dinas Pengairan Propinsi atau ::::::> Dinas Pariwlsata

Kabupaten.

Antara lain adalah:

Bentuk kesepakatan/kegiatan, a.I :

(i) Pengelolaan Lahan Pariwisata

(i) Pola Pengoperasian Waduk

(ii) Rekreasi

(ii) Waktu dan pola tanam

=> Kepolisian

(iii) Penyediaan air irigasi

(i) Sekuriti

(iv) Pengendalian banjlr

::::,. Lingkungan Hidup

=> PT. PLN

(i) Kualitas air

(i) Pola Pengoperasi Waduk

(ii) ljin pembuangan limbah

{ii) Produksi Tenaga listrik

(iii) Bahan-bahan berbahaya/beracun

c> Lain-lain.

(iii) Elevasi minimum air waduk

::::,. Dinas Perikanan

(i) Kualitas air waduk

(ii) Elevasi minimum muka air waduk

12
8. Prosedur Peringatan Umum

Program keamanan bendungan pada umumnya mencakup pula

perencanaan dan pengaturan mengenai pengamanan atau sekuriti dalam rangka

melindungi/menjaga bendungan beserta bangunan fasilitasnya terhadap

gangguan yang dapat mengancam keamanan bendungan, seperti sabotase,

peperangan, vandalisme dan atau kondisi darurat lainnya.

Segala jenis kondisi dan bentuk ganggunan yang dapat mengancam

keamanan bendungan di atas harus diantisipasi dan dimasukkan kedalam

Rencana Tindak Darurat (RTD) yang pada hakekatnya adalah bagian dari

kegiatan O & P Bendungan juga. Oleh karena itu, seluruh prosedur Peringatan

Umum tersebut harus dicantumkan pula di dalam Panduan O & P Bendungan.

Program keamanan bendungan yang tercantum di dalam RTD tersebut

biasanya didukung dengan pemasangan sistem peralatan Telemetri untuk

prakiraan banjir dan peringatan dini atau Flood Forcasting and Warning System

(FFWS). Sistem ini digunakan untuk untuk memantau kemungkinan datangnya

banjir dan sekaligus memberitahukannya kepada masyarakat secara cepat.

2.3 OPERAS! WADUK

Sebelum pengoperasian waduk, pada umumnya telah dihitung dan

diketahui kapasitas tampungan atau alokasi air waduk serta grafik hubungan

antara elevasi muka air waduk, luas genangan dan volume air yang tertampung.

Namun korelasi tersebut dipengaruhi oleh variasi laju penampungan air maupun

laju pengendapan/sedimentasi di dasar waduk. Faktor-faktor inilah yang harus

diperhalikan di dalam Panduan O & P Bendungan yang terkait dengan

pengoperasian waduk, yakni:

1. Kapasitas Tampungan Waduk

Kapasitas tampungan waduk akan selalu berubah/berkurang semng

dengan sedimentasi yang terjadi di dasar waduk. Oleh karena itu, 0 & P

Bendungan harus memuat instruksi yang jelas mengenai perlu dan pentingnya

dilakukan pengukuran laju sedimentasi di kotarn waduk secara periodik untuk

menentukan pengendalian operasinya. Pengukuran ini antara lain bisa dilakukan

dengan menggunakan peralatan "echo sounding".

2. Banjir Desain dan Penelusuran Banjir

a) Panduan O & P Bendungan hendaknya memuat pula uraian mengenai

banjir desain, tipe dan debit banjir yang dugunakan di dalam merekayasa

bendungan, bangunan pelimpah dan bangunan pengeluaran lainn y a.

b} Ap abil a b endungan didesain dengan menggunakan persyaratan P MF,

maka besarnya banjir PMF perlu ditampilkan pula di dalam panduan .

13
Demikian pula catatan mengenai besamya banjir maksimum yag pernah

terjadi guna mengantisipasi pengoperasian waduk selama waktu banjir

berikutnya.

c) Data yan perlu untuk penelusuran banjir yang masuk, antara lain adalah:

= Debit banjir pada setiap sungai yang masuk ke dalam waduk

= Elevasi muka air waduk pada saat mulai banjir dan selama banjir

= Operasi pelimpah berpintu, termasuk debit air yang melewati

pelimpah

= Waktu dan debit pengeluaran dari bangunan pengeluaran

= Operasi saluran pemasok air ke daiarn waduk (jika ada)

d) Panduan O & P Bendungan perlu mencantumkan pula hidrograf

penelusuran banjir desain, desain pengendalian banjir berikut data-data

banjir besar yang pernah terjadi.

3. Prakiraan Air Masuk

a) Panduan O & P Bendungan harus memuat perintah mengenai pentingnya

menghitung prakiraan besarnya air yang masuk ke dalam waduk pada

bulan-bulan sebelum dan selama musim penqhujan/banjir, mencakup

persiapan instruksi berikut prosedurnya. Prakiraan ini dapat digunakan

sebagai dasar perencanaan operasi waduk sebelum dan selama periode

banjir, pembuatan prosedur perencanaan operasi dan kriteria operasi.

b) Prakiraan hendaknya mencakup waktu dan besarnya banjir yang akan

datang, yang antara lain dapt dipantau dengan menggunakan sistem

pealatan telemetri.

c) Untuk keperluan butir a) di atas, diperlukan prosedur administrasi dan data

teknik termasuk pembentukan organisasi yang bertanggung jawab

terhadap perhi-tungannya, pengumpulan data terkait serta pembuatan

perencanaan operasi waduk.

d) Data dan prosedur teknik yang dimaksud dalam butir c) di atas adalah

Data hasil pemantauan hidrometeorologi

Korelasi, persamaan-persamaan, grafik dan prosedur analisis prakiraan

air masuk, termasuk sistem peringatan dini, dan sebagainya.

lnstruksi mengenai frekuens! ramalan yang harus dibuat dalam

berbagai kondisi yang bervariasi.

14
4. Jadual Pengisian dan Prosedur Pengeluaran Air

Panduan O & P harus berisikan pula rencana atau jadual pengisian waduk

dan pengeluarannya, secara berkesinambungan setlap tahun. Rencana

tersebut hendaknya juga mencakup larangan atau batasan pengeluaran air,

terrnasuk jumlah dan waktu kapan air harus dikeluarkan dari waduk.

5. Petunjuk Operasi

a) Panduan O & P Bendungan harus memuat petunjuk operasi berupa informasi

dan perintah yang jelas kepada personil yang bertanqqunq jawab terhadap

pengoperasian waduk agar sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

b) Pembuatan Petunjuk Operasi dapat merujuk kepada dokuman-dokumen

peralatan yang digunakan, desain bendungan dan bangunan pelengkapnya

serta instruksi/manual dari pabrik pembuatnya.

c) Petunjuk operasi hendaknya dibuat tersendiri, terpisah dari panduan

rnengenai kebijaksanaan operasi secara umum (lihat butir 2.2.3 diatas).

d) Bangunan dan atau peralatan yang perlu dibuat petunjuk operasinya

hendaknya inencakup:

:::::>, Petunjuk operasi bangunan-bangunan sipil,

=> Petunjuk operasi peralatan hidromekanikal.

ee- Petunjuk operasi instrumentasi bendungan.

:o Petunjuk operasi jaringan hidrometeorologi dan sistem peringatan dini.

e) Beberapa hal penting yang perlu ditekankan di dalam Panduan O & P

Bendungan berkaitan dengan petunjuk operasinya, antara lain adalah :

=> Petunjuk operasi mengenai urut-urutan pembukaan dan penutupan pintu­

pintu dan katup-katup.

:::::>, Petunjuk operasi mengenai larangan air waduk melimpah di sepanjang

tepi alas pintu radial pada bangunan pelimpah berpintu radial.

:::::>, Petunjuk operasi bangunan pelimpah berpintu ganda da/am rangka

mendapatkan aliran seragam (uniform flow) atau debit aliran rnaksimum.

Dalam hal ini hendaknya pintu-pintu dibuka secara bersamaan. Bila hal ini

tidak bisa dilakukan, maka pintu-pintu yang letaknya simetris terhadap as

saluran pelimpah agar dibuka terlebih dahulu.

15
= Petunjuk operasi pada pintu-pintu bertekanan tinggi, yaitu mengenai

bukaan pintu minimum yang diijinkan serta larangan pengoperasian untuk

jangka waktu relatif lama pada bukaan yang sempit. Seandainya lidak

ada ketentuan mengenai hal ini, maka bukaan pintu minimum yang

diperbolehkan harus melebihi ketebalan pintu yang bersangkutan untuk

mencegah terjadinya kavitasi dan erosi.

=> Petunjuk operasi mengenai bukaan pintu pada bangunan pengambilan

dengan sistem drop inlet, yaitu peringatan tentang kemungkinan

terjadinya kerusakan

= bila dioperasikan dengan bukaan pintu yang relatif sempit sebagai akibat

pukulan udara dan air yang relatif keras yang terperangkap di dalam

menara dan gorong-gorong.

=> Petunjuk operasi mengenai pengecekan sistem ventilasi di dalam

terowongan. gorong-gorong, galeri dan ruang-ruang terisolasi lainnya,

yakni sebelum operator diperbolehkan masuk ke dalamnya.

:::::,. Petunjuk mengenai pembersihan batu-batu dan sejenisnya pada saluran

miring dan peredam enerji pada bangunan pelimpah. Batuan yan relatif

besar/berat dikhawatirkan lidak bisa hanyut dan cenderung hanya

berputar-putar sehingga merusak konstruksi beton pada bangunan

pelimpah.

6. Operas) Banjir

a) Panduan O & P harus mencantumkan operasi banjir serta kriteria

penyimpanan air berikut jadual pengeluarannya sebelum dan selama

terjadinya banjir. Hal ini penting dalam rangka pembuatan kriteria dan pola

opersional waduk yang antara lain dimaksudkan untuk keperluan keamanan

bendungan dan keselamatan penduduk di daerah hilir bendungan. Disamping

itu Panduan O & P hendaknya juga merinci jenis-jenis kegiatan pengendalian

banjir di hilir bendungan.

b) Panduan O & P hendaknya juga mencantumkan kapasitas saluran/sungai

pada penampang-penampang tertentu di hilir bendungan.

c) Untuk pelimpah berpintu diperlukan juga instruksi operasi darurat pintu

pelimpah selama banjir, terutama jika kegiatan operasi normal tidak dapat

dilakukan. ·

2.4 PEMELIHARAAN

Pemeliharaan adalah segala upaya atau tindakan yang bertujuan untuk

menjamin kelestarian pemanfaatan sumber daya air dan fungsi bendungan

berikut bangunan-bangunan pelengkap dan prasarana pengairan lainnya,

termasuk lingkungannya, sesuai dengan rencana umur layanannya.

16
Dua kegiatan pokok pemeliharaan adalah perawatan atau pemeliharaan

rutin dan pekerjaan perbaikan. Panduan O & P bendungan harus menegaskan

bahwa kedua kegiatan tersebut perlu direncanakan dengan baik mancakup

sistem pemeliharaan/ perbaikan, kebutuhan biaya, ketersediaan personil dan

kebutuhan peralatannya. Hasil pelaksanaan pemeliahraan/perbaikan hendaknya

selalu dievaluasi, dicatat dan didokumentasikan secara berurutan/kronologis.

1. Perawatan atau Pemeliharaan Rutin

Panduan O & P bendungan harus merinci jenis-jenis dan cara-cara

perawatan atau pemeliharaan rutin, yakni pemeliharaan yang harus dilakukan

secara rutin dengan selang waktu kurang dari 1 tahun. Untuk itu harus dibuat

rencana pemeliharaan berikut permasalahannya, kemudian dibuat jadual serta

frekuensi kegiatan masing-masing. ldentifikasi dan penjadualan tersebut antara

lain dapat dilakukan berdasarkan hal-hal berikut ini

Catalan dan dokumentasi O & P yang lalu

Pengalaman operasional

lnstruksi dan manual (buku petunjuk perawatan) peralatan.

Pedoman-pedoman formal dari institusi yang berwenang.

Adapun jenis-jenis pemeliharaan rutin tersebut antara lain meliputi

a) Pembabatan rumput.

b} Perawatan jalan dan drainase.

c) Pemeliharaan sabuk hijau dan daerah pasang surut.

d) Pemantauan, pengamatan dan perawatan fisik tubuh-bendungan, bukit

tumpuan, bangunan pelengkap berikut peralatannya dan prasarana lainnya

termasuk pembacaan/pengukuran instrumentasi.

e) Pelumasan dan pembersihan pintu-pintu air, katup, kerekan, stop log, d!I.

f) Perawatan bangunan pelimpah, bangunan pengambilan dan bangunan

fasilitas.

g) Pembersihan dan perawatan kantor.

h) Perawatan waduk seperti pembersihan sampah, gulma, pereweten trash rack

dan atau trash boom, pengukuran dan pengerukan sedimen, pengukuran

penampang-penampang waduk.

17
i) Lain-lain mencakup perbaikan dan pengecatan patok-patok, perawatan

segala jenis peralatan sesuai dengan petunjuknya, penghijauan,

pengendalian sedimentasi termasuk pembuatan check dam kalau perlu.

2. Pekerjaan Perbaikan

Panduan O & P Bendungan harus menginstruksikan secara jelas,

tindakan perbaikan yang harus dilakukan segera setelah diketemukannya atau

adanya indikasi kerusakan. Hasil kegiatan tersebut harus dicatat dan

didokumentasikan dengan baik.

Sistem atau cara-cara perbaikannya tergantung kepada situasi, kondisi

dan jenis kerusakannya. Oalam hal ini perlu dibuat skala prioritas, berturut-turut

sebagai berikut :

a) Kerusakan pada tubuh-bendungan dan kedua bukit tumpuannya.

b) Kerusakan pada bangunan-pelimpah, bangunan-pengambilan, dan

bangunan-pelengkap, termasuk pengecatan pada pintu-pintu, stop log dan

kerekan.

c) Kerusakan di kawasan/daerah sabuk hijau dan daerah pengaliran waduk.

d) Dan lain-lain.

3. Evaluasi Pemeliharaan

Evaluasi pemeliharaan adalah kajian terhadap efektif tidaknya pekerjaan

pemeliharaan yang telah dilaksanakan, baik secara partial maupun keseluruhan.

Hasil dari kajian dapat digunakan sebagai pengalaman dan atau acuan di dalam

pembuatan program pemeliharaan yang akan datang, termasuk perbaikan sistem

dan cara pelaksanaannya. Evaluasi pemeliharaan antara lain dapat dilakukan

dengan melakukan pemantauan dan pengamatan rutin, termasuk informasi­

informasi lain dari petugas operasional (Evaluasi ini dibahas secara rinci pada

Bab-V).

18
BAB Ill

ORGANISASI OPERAS! & PEMELIHARAAN

3.1 UMUM

Syarat utama agar operasi dan pemeliharaan suatu bendungan dapat

dilaksanakan secara layak, efektif dan efisien adalah adanya wadah berupa

organisasi yang dapat mengatur pemberian tugas dan tanggung jawab yang jelas

serta prosedur pelaporan yang teratur.

Organisasi O&P juga harus didukung oleh staf pelaksana yang memadai

secara kuantitas maupun kualitas. Untuk itu diperlukan suatu program pelatihan

berikut pelaksanaannya serta didukung dengan sarana dan peralatan yang

dibutuhkan guna menunjang pelaksanaan tugas personil O&P di lapangan. Jenis

dan periode pelatihan yang sesuai perlu dijadualkan dalarn rangka menjaga dan

meningkatkan kemampuan personil yang bersangkutan.

3.2 STRUKTUR ORGANISASI

Struktur dan kebutuhan minimal serta kualitas personil yang dibutuhkan,

merupakan hal penling yang perlu diperhatikan dalam menyusun organisasi O&P

yang efektif dan efisien. Kebutuhan minimal personil pada umumnya merujuk

kepada bendungan lipikal, sehingga bendungan yang lebih kompleks mungkin

membutuhkan stafyang lebih banyak. terutama untuk pekerjaan khusus yang dalam

setiap halnya memerlukan pertimbangan yang seksama.

Mengingat O&P bendungan merupakan bagian dari kegiatan pengelolaan

bendungan di dalam menunjang keandalan keamanannya, maka setiap kegiatan

O&P harus mencakup pula kegiatan keamanan bendungan lainnya seperti

pemantauan dan pengamatan. Data/laporan kegiatan O&P tersebut hendaknya

segera dikirimkan ke kantor atau unit yang menangani pemantauan bendungan (Unit

Monitoring Bendungan), Oaerah maupun Pusat serta ke Balai Kemanan Bendungan

(BKB) sebagai bahan analisa untuk kegiatan inspeksi yang akan datang. Cakupan

kegiatan. jenis dan alur laporan O&P bendungan secara rinci digambarkan pada

bagan atau Gambar: 3-1.

Di lingkungan KIMPRASWIL saat ini dikenal 2 bentuk struktur organisasi

O&P bendungan, yakni yarig dikelola oleh Jasa Tirta dan yang berlaku di lingkungan

Dinas Pekerjaan Umum. Sedangkan struktur organisasi O&P bendungan di luar

KIMPRASWIL (swasta) diatur/dibentuk oleh masing-masing pengelolanya. Gambar:

3.2 adalah contoh tipikal strukturorganisasi O&P bendungan di lingkungan Dinas PU

saat ini, sedangkan struktur umum yang menunjukkan interkoneksi antar instansi

berikut bagan alir laporan/informasi kaitannya dengan keamanan bendungan di

lingkungan KIMPRASWIL tersebut ditunjukkan pada Gambar: 3.3.

19
,d

i' l;
t�
� ! ;�
. E 8.

! ••
H
1 ·�
I ji
I ��
L..

!j
L

!
·,w


0


0

i Ii
I
- !
Ii
i
.l
12

!
Unit yang menangani pemantauan bendungan

(Unit Monitoring Bendungan Pusat)

. --------------------- ---------------- -------------------------------1

SUPERVISOR
I

Balai Pengelolaan

Sumber Daya Air

(BPSDA)

PENGAMAT

Juru Bendungan Juru Bendungan Juru Bendungan

L__ ··--·-·-··--·-----··---··-···--··-·--··-·-···--···--·--------------··---·---··--··· i

Gambar: 3-2

Tipikal struktur organisasi O&P bendungan

di lingkungan Dinas PU Pengairan

Di setiap propinsi atau proyek khusus, seorang enjiner senior yang ber­

pengalaman dalam teknik rekayasa bendungan dapat ditunjuk sebagai Enjiner

Supervisi (Supervisor) yang lingkup tugasnya antara lain mengkoordinasikan seluruh

pelaksanaan kegiatan O&P bendungan yang ada di wilayahnya.

Bagian - bagian yang terlibat dan terkait di dalam organisasi O & P Ben­

dungan tersebut antara lain adalah:

o Bagian Operasional (termasuk Sekuriti Bendungan)

o Bagian Pemeliharaan Bangunan dan Peralatan

o Bagian Pemantauan dan Pengamatan Bendungan dan Banqunan.

3.3 TENAGA PERSONIL

Kebutuhan tenaga personil O&P bendungan tergantung kepada jenis,

dimensi dan karakteristika masing-masing bendungan. Gambar: 3-4 adalah

contoh tipikal organisasi dan kebutuhan personil O&P bendungan sesuai

dengan kegiatan yang akan dilaksanakan.

21
N

:i
c
:,
"C
e

"'e

c


E

"'
E
E
Cl

e
c.

iii
Cl
c

"C


c
c

i
M

M
"'
i

� Cl

" c
E :,
• "C
(!) c

"'

0
e
E

s

"ii
c.

:,

<
c

"C
c:
..
C)

c
::,

"O
c:

"
Ill

0.
0

c
0

e
"': 0.
..,
"
c:

.. �
� ::,

..
.Q
-::,

E .a
..
Cl �
"
Iii
"O

'iii
..
Cl)

'i:



0
.;

"'
'c.

i=

i
o
Secara umum, person ii O&P bendungan dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok

personil sebagai berikut:

o Personil tetap untuk melaksanakan kegiatan rutin operasi,

pemeliharaan. pemantauan dan pengelolaan

bendungan, termasuk di dalamnya petugas

sekuriti bendungan.

o Personil tidak tetap adalah "pekerja lepas" atau sebagai

kontraktor dan atau sub-kontraktor yang

melaksanakan sejumlah kegiatan yang

berhubungan dengan pekerjaan pemeliha­

raan/perbaikan.

Bendungan yang berkategori sama pada umumnya mempunyai/

membutuhkan jumlah person ii O&P yang kurang Jebih sama. Namun jumlah tersebut

pada hakekatnya sangat tergantung kepada kompleksitas permasalahan yang ada,

disamping pengalaman operasional dan pemeliharaan masing-masing.

Berbeda dengan bendungan kecil, pada bendungan besar seyogyanya

ditunjuk seorang enjiner senior yang bertindak sebagai Enjiner Supervisi

(Supervisor). Namun bila secara geografis terdapat bendungan-bendungan kecil

yang lokasinya berdekatan, dapat pula ditunjuk seorang Supervisor yang bertugas

sebagai koordinator yang membawahi/mengawasi para Pengamat bendungan­

bendunqan kecil tersebut.

Tugas dan syarat-syarat umum pada setiap tingkatan personil adalah

sebagaiberikut:

1. Personil Tetap

a) Persyaratan dan Kualifikasi

Personil tetap yang dibutuhkan untuk pengelolaan dan pengawasan

Operasi dan Pemeliharaan Bendungan. hendaknya memenuhi persyaratan

dan kualifikasi sebagai berikut:

a.1 Enjiner Senior (Enjiner Supervisi I Supervisor)

Berpengalaman di bidang O&P di berbagai jenis dan ukuranbendunqan

serta berpengalaman cukup di bidang desain, konstruksi dan rekayasa

bendungan sekurang-kurangnya selama 5 - 1 O tahun.

Diutamakan seorang sarjana teknik sipil, terutama yang

mempunyai pengetahuan/pengalaman di bidang geoteknik, khususnya

evaluasi dan interpretasi data instrumentasi. Bila enjiner senior ini merangkap

sebagai supervisor di beberapa buah bendungan, seyogyanya dibantu oleh

beberapa tenaga enjiner yunior yang bertindak sebagai Pengamat.

24
a.2 Pengamat

Minimal Sarjana Muda (Sarmud) Teknik Sipil dan telah mengikuti

pelatihan khusus mengenai rekayasa bendungan dan O&P bendungan, serta

diutamakan yang telah berpengalaman di bidang O&P bendungan sekurang­

kurangnya 5 tahun

a.3 Juru Bendungan

Juru bendungan dikelompokkan menjadi 3 bidang, sesuai dengan

lingkup tugas dan tanggung jawab masing-masing, yaitu:

(i) Juru bendungan bidang Operasi (Operator);

Paling tidak lulusan Sekolah Menengah, Umum (SMU) dan atau

Kejuruan (SMK), terutama yang telah mendapatkan pelatihan khusus di

bidang pengoperasian katup-katup hidrolik dan pintu-pintu air.

(ii) Juru bendungan bidang Pemeliharaan;

Minimal lulusan SMU atau SMI". seperti di alas, terutama yang telah

berpengalaman di bidang pemeliharaan bendungan, termasuk

pemeliharaan katup-katup hidrolik dan pintu-pintu air.

(iii) Juru bendungan bidang Pemantauan;

Paling rendah luluaan SMU yang telah mendapatkan pelatihan

khusus di bidang instrumentasi bendungan, pembacaan dan pencatatan,

pemantauan dan pengamatan bendungan.

Khusus untuk bendungan-besar, juru bendungan tersebut diutamakan

lulusan Sarjana Muda (Sarmud), terutama yang telah ber-pengalaman

sekurang-kurangnya 5 tahun di bidangnya masing-masing. Juru bendungan di

bidang Operasi dan Pemeliharaan diutamakan Sarmud di bidang teknik Sipil

dan atau Elektromekanik, sedangkan bidang Pemantauan pemantauan

seyogyanya dipimpin paling rendah oleh seorang sarjana muda Geologi yang

telah berpengalaman di bidang geoteknik dan instrumentasi, mencakup

instalasi, pembacaan dan analisa data.

a.4 Penjaga

Paling rendah lama tan SLTP dan diutamakan yang telah �erpeng­

alaman di bidang pengamanan lingkungan, dari Kepolisian maupun dari

kalangan Sipil (SATPAM).

b) Tugas dan Tanggung Jawab

b.1 Enjiner Senior (Enjiner Supervlsl/Supervisor)

Enjiner Senior atau Supervisor yang ditunjuk/diangkat sebagai

25
"Pimpinan" mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

(i) Bertanggung jawab dalam penyusunan biaya O&P bendungan

berdasarkan masukan atau informasi dari Pengamat.

(ii) Memberikan pengarahan teknis kepada Pengamat dan Juru Bendungan

dan sekaligus bertanggung jawab mengenai program, koordinasi dan

evaluasi pelaksanaan program O&P bendungan.

(iii) Melakukan pemeriksaan berkala 1 tahunan dan pemeriksaan besar 5

tahunan terhadap perilaku dan kinerja bendungan, kaitannya dengan

penyelenggaraan O&P dan keamanan bendungan.

b.2 Pengamat

Tugas dan tanggung jawab Pengamat antara lain adalah:

(i) Bertanggung jawab terhadap program dan pelaksanaan O&P

Bendungan, berikut revisinya, sesuai aturan dan kebutuhan yang telah

ditentukan di dalam Panduan O&P Bendungan.

(ii) Bertanggung jawab terhadap program dan pelaksanaan pemantauan

dan pengamatan perilaku bendungan, termasuk interpretasi dan atau

evaluasi awalnya.

(iii) Bertar.ggung jawab terhadap pengarsipan, dokumentasi dan distribusi

Japoran hasil pemantauan, pengamatan dan O&P Bendungan kepada

instansi-instansi terkait.

(iv) Memberikan masukan atau informasi kepada Enjiner Supervisi

mengenai komponen atau bagian-bagian yang memerlukan

pemeliharaan dan atau perbaikan untuk perhitungan biaya O&P-nya,.

(v) Bertindak dan bertanggung jawab didalam mengkoordinasikan kegiatan

O&P bendungan-bendungan yang berada di bawah pengawasannya.

(vi) Mengkoordinasikan personil yang bertanggung jawab terhadap sekuriti

bendungan dan bangunan-bangunan pelengkap/fasilitas.

b.3 Juru Operasi

Tugas dan tanggung jawab juru bidang operasi antara Jain adalah:

(i) Mengatur pengeluaran air waduk lewat pintu-pintu air atau katup-katup

sesuai dengan kebutuhan pengguna air dan pola pengoperasian waduk

yang tertuang di dalam Panduan O&P Bendungan.

(ii) Mengendalikan dan mengatur pengoperasian waduk dalam rangka

mengurangi risiko kerusakan akibat banjir di daerah hilir bendungan.

Untuk itu perlu adanya suatu sistem peringatan banjir bagi penduduk di

26
daerah hilir bendungan_

(iii) Mencatat elevasi muka air waduk setiap hari, kaitannya dengan kondisi

cuaca/hujan, prakiraan kondisi hidroklimatologi serta debit aliran air yang

masuk ke I keluar dari waduk.

(iv) Bertanggung jawab terhadap pengoperasian sehari-hari pintu/ katup dan

bangunan pengatur lainnya guna mengalirkan air waduk sesuai dengan

pola pengoperasian waduk serta kebutuhan air di daerah hilir.

b_3 Juru Pemeliharaan

Tugas dan tanggung jawab juru bidang pemeliharaan antara lain adalah:

(i) Bertanggung jawab megenai pemeliharaan sehari-hari terhadap

bendungan beserta bangunan-bangunan pelerrqkapnya. jalan masuk,

jalan kerja, sistem drainase, sabuk hijau dim lain-lainnya sesuai dengan

ketentuan yang telah ditetapkan di dalam Panduan O&P Bendungan.

(ii) Menyimpan seluruh catatan pekerjaan pemeliharaan (perawatan dan

perbaikan) yang telah dilaksanakan.

(iii) Bertanggung jawab terhadap pemeliharaan peralatan hidro-mekanikal

sesuai dengan yang ditetapkan di dalam Panduan O&P Bendungan_

(iv) Membuat daftar komponen-komponen yang memerlukan perawatan/

pemeliharan/perbaikan/penggantian, dtsb.

b.4 Juru Pantau Bendungan

Tugas dan tanggung jawab juru bidang pemantauan, antara lain :

(i) Melaksanakan pemeriksaan visual bendungan beserta bangunan

pelengkapnya secara rutin; harian, mingguan dan bulanan serta

mempersiapkan laporan-laporan yang perlu untuk dikirimkan kepada unit

yang menangani monitoring bendungan (UMB)_

(ii) Membantu pemeriksaan rutin 3 bulanan yang dilakukan oleh Enginer

Supervisi.

(iii) Membuat daftar kebutuhan komponen-komponen atau peralatan

pemantauan dan atau perbaikannya dan dilaporkan kepada Enjiner

Supervisi untuk perhitungan pembiayaanya_

(iv) Melakukan pembacaan instrumentasi bendungan serta meng­

akomodasikan ke dalam catatan data b e n d u n g a n .

(v) Mempersiapkan kurva (plotting) hasil pengukuran dan pembacaan,

segera setelah pembacaan instrumen, sebagai d a s a r d a n bahan analisa

untuk rnenetapkan tindak lanjut setanjutnya.

27
(vi) Mempersiapkan laporan hasil pembacaan instrumentasi/ pemantauan

untuk segera dikirimkan kepada Unit Monitoring Bendungan (UMB)

untuk keper1uan penafsiran.

(vii) Memelihara sistem pemantauan/intrumentasi dan bertanggung jawab

terhadap hasil pembacaan, pencatatan dan plotting data.

Untuk bendungan-bendungan besar, dibutuhkan satu team/ organisasi O&P

lengkap yang selalu siap dilokasi bendungan serta bertanggung jawab terhadap

pemantauan dan O&P suatu bendungan atau beberapa bendungan.

2. Personil Tidak Tetap

Personil tidak tetap terdiri alas sejumlah pekerja tidak tetap atau pekerja lepas

yang setiap saat dapat dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan pemeliharaan

berat dan atau perbaikan kecil dari waktu kewaktu sesuai dengan kebutuhan. Oleh

karena itu jumlah maupun kualifikasinya sangat tergantung kepada jenis perbaikan

atau pekerjaan pemeliharaan yang diperlukan.

3.4 PELATIHAN

Pelatihan bagi tenaga atau personil O&P merupakan kebutuhan mullak-yang

harus diprogramkan dan dilaksanakan secara konsekwen. Selain untuk

meningkatkan kemampuannya, sekaligus dapat merupakan sarana penyegaran bagi

personil O&P yang bersangkutan. Program pelatihan dengan materi yang ..up to

date" akan menambah wawasan sesuai perkembangan teknologi yang mutakhir,

untuk itu materi pelatihan hendaknya selalu diperbaharui mencakup berbagai aspek

mengenai rekayasa pembangunan bendungan berikut kegiatan operasi dan

pemeliharaannya. Contoh materi program pelalihan disajikan pada Tabel: Ill - 1 .

3.5 LAPORAN DAN ARUS LAPORAN

Efektifitas dan efisiensi kegiatan O&P bendungan yang telah berjalan serta

kinerja dan perilaku bendungan antara lain bisa diketahui dengan cara pengamatan

vusual dan pemantauan melalui pembacaan instrumen yang dipasang pada tubuh

dan atau fondasi bendungan serta pengamatan fisik bendungan secara visual.

Pemantauan harus dilakukan secara rutin dan berkala sesuai dengan jadual yang

telah ditetapkan (lihat Bagian: 3 mengenai Sistem lnstrumentasi dan Pemantauan

Bendungan).

Data penting hasil pengamatan dan pemantauan (instrumentasi dan visual),

kegiatan operasi dan pemeliharaan harus dicatat di dalam format yang telah

ditentukan. Dokumen tersebut selain harus disimpan dan tersedia di lokasi

bendungan, khususnya untuk kepertuan analisa dan pemeriksaan oleh personil

resmi pemilik bendungan, juga harus segera didistribusikan ke Unit Monitoring

Bendungan (UMB) Daerah. Setelah diseleksi atau diperiksa, UMB Daerah

mengirimkan data tersebut ke UMB Pusat dan selanjutnya dari UMB Pusat

didistribusikan ke Balai Keamanan Bendungan (lihat Gambar: 3.3) sebagai bahan

rujukan Tim lnspeksi Keamanan Bendungan pada saat inspeksi berikutnya. Catatan

28
data tersebut dapat disimpan dalam bentuk "hard copy" atau di dalam komputer

dengan salinan terakhir selalu tersedia di kantor bendungan dan di Enjiner

Supervisi/Pengamat.

Jadual pengamatan visual bendungan dibuat berdasarkan kondisi atau tahap

konstruksi/operasional bendungan seperti diuraikan di dalam Bagian: 3 Pedoman

PPOP Bendungan (Sistem lnstrumentasi dan Pemantauan), dimana pada tahap

pertama dilakukan tiap hari/mingguan oleh staf O&P Bendungan. Hasil pemeriksaan

atau pengamatan visual juga harus segera dilaporkan kepada instansi-instansi

seperti tersebut di atas dan diarsipkan sebagai catatan. Demikian pula hasil

pemeriksaan yang dilakukan oleh unit yang menangani pemantauan bendungan

(UMB).

1. Laporan Umum

a) Format Pencatatan Data

Data pemantauan dan pengamatan bendungan, hendaknya diisikan kedalam

format pencatatan data yang sudah ditetapkan. Format pencatatan data tersebut

minimal mencakup data utama mengenai:

Elevasi muka air dan kedalaman air.

Bocoran, penurunan dan perbaikan.

Fungsi personil yang berhubungan dengan bendungan.

Sertlflkasi dan Laporan.

Penghapusan, Penghentian sementara fungsi/operasi waduk dan

Pengoperasian kembali.

Daerah Pengaliran Sungai dan Hujan Rata-rata Tahunan pada Daerah

Pengaliran Sungai Langsung dan Tidak Langsung.

Jalan Masuk dan Kapasitas Muatan Jalan.

Bendungan/Dinding Waduk dan Dinding Timbunan/Urugan.

Bangunan Pelimpah.

Pengukuran, kaitannya dengan Keamanan Bendungan.

Kejadian luar biasa.

Contoh format pencatatan data di atas dapat dilihat pad a Lampiran: A yang terdiri

alas Format 1 s/d 1 1 .

29
0
M

<

2
M
b) Catatan Pemantauan

Elevasi muka air harian, curah hujan harian, rembesan dan atau bocoran. elevasi

muka air tanah, defomasi ke arah vertikal dan atau horizontal serta pemantauan

instrumentasi lainnya, hendaknya di data sesuai dengan jadual dan dicatat ke

dalam format yang telah ditentukan dan salinannya segera dikirim dicatat ke dalam

format yang telah ditentukan dan salinannya segera dikirim kepada unit yang

memantau bendungan (Unit Monitoring Bendungan) yang bersangkutan. Contoh

format pencatatan data pemantauan (instrumentasi) tersebut dapat dilihat pada

Lampiran: B.

Data hendaknya segera diplot ke dalam grafik untuk mengetahui kualitas dan

akurasi data termasuk ada tidaknya penyimpangan-penyimpangan yang acapkali

dapat merupakan indikasi awal dari suatu kejadian luar biasa.

c) Catatan Pengamatan

Pemeriksaan visual harian dan mingguan harus dilakukan oleh stat O&P

Bendungan, sedangkan pemeriksaan bulanan/kuartalan hendaknya dilaksanakan

oleh Pengamat dibantu oleh staf O&P yang bersangkutan. Hasil pemeriksaan segera

dilaporkan dan .diarsipkan pada format yang tel ah ditentukan. Contoh format tersebut

dapat di lihat pada Lampi ran: C.1 dan C.2.

d) Catalan Operas! dan Pemeliharaan

Semua pekerjaan/kegiatan pemeliharaan harus dicatat secara rinci clan

diarsipkan, mencakup pekerjaan perbaikan maupun perawatan/pemeliharaan rutin

yang telah dilakukan. Contoh format catatan untuk rincian berbagai kegiatan rutin

kegiatan O&P yang akan dilakukan berikut pencatatannya dapat dilihat pada

Lampiran: D.

Format ini menggunakan sistem penilaian kondisi secara bertingkat

("condition grading systemj, dimana pemeriksaan dilakukan dengan cara

menelusuri/mengkaji kondisi setiap peralatan yang diperiksa, kemudian diberikan

penilaian secara bertingkat dari 1 s/d 5 sesuai dengan kondisi sepert.i dicantumkan

pada Tabel: Ill - 2.

Selanjutnya berdasarkan tingkat kondisi peralatan tersebut, perkiraan biaya

untuk peningkatan/perbaikannya bisa dihitung/diperkirakan dan hasilnya

dimasukkan ke dalam format catatan/data perneriksaan. Data ini dapat digunakan

sebagai masukan dalam penyusunan anggaran untuk O&P Bendungan secara

keseluruhan.

2. Laporan Khusus

Laporan PPOP Bendungan hendaknya dilengkapi dengan laporan khusus

perihal pemeriksaan tahunan operasi dan pemeliharaan serta laporan inspeksi 5

tahunan. Laporan asli disimpan di lokasi bendungan, sedangkan kopinya dikirimkan

ke Unit Monitoring Bendungan (UMB) Daerah.

31
Segala penyimpangan yang dijumpai selama pemeriksaan harus dicatat

pada format data laporan dan segera dianalisa untuk mengelaht ii penyebab

terjadinya penyimpangan tersebut. Hal ini sangat penting daiam rangka menyusun

program pemeriksaan dan perbaikan (program O&P) berikutnya dan dapat

digunakan sebagai pengalaman/pelajaran untuk bendungan-bendungan lainnya.

Tingkat Pengertian Umum

Kondisi

1. Kondisi bangunan masih/seperti baru, bagus dan terawat baik,

instalasi dan peralatan mekanikal/elektrikal-nya tergolong

mutakhir dengan komponen-komponen yang dapat dioperasikan

dengan sempurna.

2. Seperti pada 1 , tetapi dijumpai tanda-tanda kerusakan kecil yang

memerlukan perbaikan relatif ringan untuk merekondisikan

seperti peda kondisi tingkat-1.

3. Pada umumnya berfungsi baik, namun dijumpai indikasi yang

nyata akibat adanya kerusakan, seperti penurunan efisiensi

bangunan, penahan bocoran, instalasi mekanikal/elektrikal dan

komponen-komponen kecil lainnya. Diperlukan perbaikan agak

berat untuk merekondisikan seperti kondisi tingkat-1.

4. Kerusakan lebih parah dan sangat berpengaruh terhadap kinerja

peralatan berikut komponen-komponennya, terdapat masalah

bocoran atau masalah struktur, mekanikal dan instalasi listrik,

dan lain-lainnya, sehingga memerlukan pemeliharaan/perbaikan

cukup berat, bahkan beberapa di antaranya memerlukan "mayor

over haul" dalam mempertahankan operasionalnya.

5. Kerusakan tergolong sangat berat dan dijumpai permasalahan

struktural yang serius hingga dapat merusak kinerja aset secara

keseluruhan. Masa guna efektif mekanikal dan instalasi listrik

serta komponen-komponenya sudah terfampaui sehingga biaya

pemeliharaan tidak sebanding dengarl biaya penggantiannya.

Secara umum memerfukan "major over neur.

Tab e l : Ill • 2

Klasifikasi U mum

Sistem Penilaian Kondisi Asel (Asset Condition Grading System)

32
Setiap informasi hakekatnya merupakan umpan balik yang dapat digunakan

sebagai bahan pertimbangan di da!am proses pembuatan desain bendungan dan

pelaksanaan konstruksinya. Oleh karena itu, format pemeriksaan seyogyanya

mencakup pula perihal kegiatan dan pelaksanaan O&P Bendungan, terutam=

sejarah/kronologi berikut rekomendasi-rekomendasi perbaikan berikut pelak­

sanaannya.

33
BABIV

BIAVA OPERASI DAN PEMELIHARAAN

4.1 UMUM

Kegagalan atau keruntuhan suatu bendungan tidak hanya menimbulkan

bencana di daerah hilir bendungan, namun dapat merupakan kerugian besar atas

hilangnya aset yang telah dibangun dengan dana investasi yang relatif besar.

Kegagalan atau keruntuhan bendungan tersebut seringkali sebagai akibat dari tidak

memadainya bahkan tidak adanya kegiatan O&P bendungan karena terbatasnya

atau tidak tersedianya dana.

Dalam rangka menghindari musibah di atas, selain operasi bendungan harus

mengikuti prosedur dan standar operasionalnya, pemeliharaan yang layak dan

berkesinambungan harus dilakukan terhadap bendungan beserta bangunan

pelengkap dan sarana penunjang lainnya. Untuk itu dibutuhkan biaya operasional

dan pemeliharaan yang harus dihitung dan diprogramkan secara layak dan rasionall

sesuai dengan kebutuhannya.

4.2 PERENCANAAN BIAVA O&P BENDUNGAN

Biaya O&P Bendungan adalah segala biaya yang dibutuhkan/dikeluarkan

untuk membiayai kegiatan O&P bendungan dalam rangka mengoptimalkan fungsi

dan manfaat bendungan berikut bangunan prasarananya sesuai dengan umur

layanan yang telah direncanakan serta menjaga kondisi keamanannya.

Besamya biaya pokok O&P Bendungan tergantung kepada dimensi, kondisi

dan umur bendungan beserta bangunan pelengkap dan prasarana lainnya. Dalam

rangka menunjang program keamanan bendungan secara berkesinambungan dan

sekaligus menjaga konsistensi layanan operasionalnya, maka perencanaan biaya

O&P bendungan perlu disiapkan untukjangka panjang, paling tidak untuk 20 tahun

ke depan.

Biaya O&P bendungan biasanya dihitung berdasarkan komponen-komponen

yang secara teknik memang memerlukan pemeliharaan. Pada periode-periode

tertentu, biaya O&P tahunan bendungan biasanya meningkat sebagai akibat dari

adanya penyusutan, keausan atau kerusakan yang terjadi seiring d�ngan

bertambahnya umur layanannya. Oleh karena itu, biaya pokok tersebut harus ditinjau

dan dievaluasi lagi, biasanya setiap tahun oleh personil O&P dan atau setiap periode

5 tahunan yang dilaksanakan oleh unit yang memonitor keamanan bendungan.

Perhitungan dan perencanaan biaya O&P bendungan untuk setiap tahunnya

dapat dilakuan dengan cara membuat daftar atau melakukan inventarisasi terhadap

komponen-komponen pokok yang perlu mendapatkan perbaikan, pemeliharaan dan

34
perawatan secara kontinyu, termasuk jenis dan metode pemeliharaan dan atau

perbaikan yang akan dilakukan. Contoh daftar komponen dan kegiatan O&P

tersebut dapat dilihat pada Tabel: IV-1, dimana setiap jenis kegiatan hendaknya

diberi nomor kode tersendiri di dalam dokumen kegiatan O&P. Nomor kode ini

seyogyanya diberlakukan secara kontinyu dan konsisten untuk jenis kegiatan yang

sama di sepanjang kegiatan O&P bendungan guna mencegah terjadinya

kesimpang-siuran di dalam evaluasinya Sedangkan evaluasi biaya yang dibutuhkan

mencakup biaya langsung dan tak langsung serta biaya lak terduga, sebagai berikut

1. Biaya Langsung

Biaya langsung adalah segala biaya yang disediakan dan akan

digunakan langsung untuk keperluan operasi dan pemeliharaan bendungan,

antara lain untuk:

o Biaya perawatan/pemeliharaan rutin bendungan serta bangunan pe­

lengkap dan prasarana lainnya

o Biaya untuk Operasi dan Pemeliharaan Peralatan

o Biaya untuk kegiatan pemantauan dan pengamatan, termasuk pem­

bacaan dan perawatan sistem instrumentasi

o Biaya untuk Upah dan Gaji karyawan, termasuk biaya untuk pengawasan

o Biaya pembelian/penggantian peralatan dan bahan-bahan

CJ Biaya untuk pekerjaan perbaikan dan atau rehabilitasi.

o Biaya untuk program pelatihan personil O&P

o Dan lain-lain seperti diuraikan pada Sub Bab 2.4.1.

2. Biaya Tak Langsung

Adalah segala biaya yang disediakan unluk menunjang kelancaran

pekerjaan dan atau kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan O&P

bendungan, yang antara lain terdiri dari:

o Biaya Umum

o Biaya Perjalanan Dinas

o Baya untuk cadangan/rencana pengembangan/rehabilitasi, di!.

o Depresiasi

35
3. Biaya Tak Terduga

Biaya tak terduga adalah dana yang dialokasikan khusus untuk

mengantisipasi segala kejadian diluar perhitungan yang dapat menimbulkan .

kerusakan sehingga mengganggu kelancaran kegiatan O&P bendungan baik

sebagian (partial) maupun secara keseluruhan. Kejadian diluar perhitungan

tersebut diantaranya adalah bencana alam dan vandalisme.

Antisipasi besar-kecilnya biaya tak terduga ini antara lain bisa

diperkirakan �ari berbagai faktor, antara lain seperti:

Tingkat permasalahan yang dijumpai pada saat penyusunan desain dan

pelaksanaan konstruksinya

Kondisi geoteknik di lokasi bendungan dan di sekitar genangan waduk

Kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempal

Kecangglhan teknologi dan kualitas peralatan yang digunakan

Perencanaan biaya O&P untuk jangka panjang dapat disusun berdasarkan

atas data base serta asurnsl-asumsl program pelayanan dan pengembangan untuk

jangka panjang serta praklraan tingkat inflasl . Data base tersebut dapat dibuat

berdasarkan pengalaman operasional tahunan serta data aktual biaya pokok rutin

O&P bendungan yang sudah berjalan ditambah pengalaman dari bendungan­

bendungan lain yang sejenis.

Metode perhitungan atau perencanaan biaya O&P unluk jangka panjang

(misalnya untuk jangka waktu 20 tahun kedepan) dapat diperkirakan secara cepat

dengan menggunakan metode pendekatan menu rut Modem Equivalent Asset Value

(MEAV) atau Present Replacement Value (PRV). Di dalam cara ini, biaya O&P

bendungan dihitung berdasarkan kebutuhan dana yang diperlukan guna

meningkatkan kualitas bendungan menjadi kondisi lingkat-1 seperti pada Tabel: 111-

2, atau seperti membangun bendungan baru dengan tingkat kemampuan pelayanan

yang sama seperti semula. Dalam hal ini, nilai potensial sisa sarana serta biaya

pembongkaran (sekiranya ada) tidak diperhitungkan. Bahkan lokasi bendungan

dlanggap masih baru atau dianggap belum pemah dibangun bendungan sama

sekali.

Analisa terhadap sejumlah bendungan di Indonesia menunjukkan bahwa

terdapat korelasi yang baik antara biaya pokok rutin yang sudah berjalan dengan

analisa perkiraan dengan metode pendekatan MEA V di etas. Korelasi tersebut

ditunjukkan seperti pada Tabel: IV-2.

Gambaran korelasi tersebut ternyata ada kemiripan dengan sejumlah

bendungan di negara-negara lain. Berdasarkan angka-angka korelasi di atas, maka

biaya O&P rutin rata-rata tahunan untuk bendungan di Indonesia pada awal-awal

36
KOMPONEN UTAMA KODE SUB - KOMPONEN I

NOMOR KEGIATAN

01. Beodungan 011. Pemeliharaan rutin

012. Drainase Bellclungan

013. Siaran pasangan batu kali

014. longsoran I penurunan

015. Dinding penahan gelombang

016. Jalan dipuncak bendungan

017. Perbaikan Rip-Rap, batu kosong

018. Penanggu1angan bencana (gempa, banjir,

dll)

019. Lain-lain

02. Jalan Masuk Bendungan 021. Pemeliharaan jalan masuk

022. Jalan masuk baru

03. Bangunan Peogeluaran 031. Pemeliharaan rutin

032. Memperbaharui (Refurbishment)

033. Penutup bocoran {Seal leakage)

034. Penyelidikan

04. Pipa·pipa Pengeluaran dan Katup 041. Pemeliharaan rutln

042. Memperbaharui (Refurbishment)

043. Bangunan baru (New)

044. Penyelidikan lanjutan

045. Katup otomatls

05. Pelimpah 051. Studi banjir

052. Pemellharaan rutin

053. Pembaruan

054. Upah pekerjaan perbaikan

06. Bangunan·bangunan Gedung 061. Pemeliharaan

062. Peningkatan

063. Pembongkaran

07. Pemetiharaan Waduk dan Tebing Waduk 071. Pemeliharaan rutin

072. Perbalkan saluran pembawa ke bendungan

(By wash repair)

073. Pembcrslhan bekas-bekas buangan

074. Penyetidikan lanjutan

075. Pembaruan dinding penahan/pagar/jalan

setapak

076. lntakefpengambilan

077. Pengendalian tumbuh-tumbuhan air

08. Operasi dan Pemeliharaan Reservoir I Waduk 081. Pemeliharaan rutin

082. Pengadaan instrumen baru

09. Pemeriksaan dan lnspeksi 091. Pemeriksaan tahunan dan 5 tahunan (besar)

092. Kegiatan inspeksl

Tabel: IV-1 Contoh nomor kode, daftar komponen dan kegiatan untuk

analisa biaya O&P bendungan

37
Kegiatan O&P Persentase thd.

MEAV

Biaya rata-rata tahunan O&P untuk jangka waktu 20 tahun 0,25-0,35%

Pemeliharaan Hidromekanikal 0,08%

Tabel: IV-2: Korelasi Perkiraan Biaya bendungan di Indonesia terhadap MEAV

permulaan O&P-nya (kondisi lingkat-1) adalah sebesar 0,25% terhadap MEAV.

Biaya O&P tersebut semakin bertambah seiring dengan bertambahnya umur

bendungan yang bersangkutan dan mencapai sampai rata-rata sebesar 0,35%-nya.

Angka yang didapalkan kemudian dijabarkan dan diuraikan secara rinci berdasarkan

komponen-komponen kebutuhan pemeliharaan rutin sesuai dengan kebutuhan

nyata di lapangan, kecuali untuk biaya tak terduga (lihat sub-bab 2.4 dan 4.2 serta

Tabel: tV-1). Uraian hendaknya menyangkut dimensi atau volume obyek

pemeliharaan, periode pelaksanaan atau durasinya serta frekuensi pemeliharaan

yang ciiperlukan.

4.3 PENYIAPAN DANA dan SUMBER DANA

Sumber dana O&P bendungan antara lain dapat digali dengan mengacu

kepada peraturan dan perundang-undangan yang beriaku, terutama yang mengatur

tentang kewajiban pihak-pihak yang menerima manfaat langsung dari jasa

penyediaan air untuk ikut serta memikul biaya operasi dan pemeliharaan prasarana

pengairan yang disebut dengan iuran jasa air.

Penerima manfaat langsung jasa penyediaaan air waduk yang wajib

membayar iuran jasa tirta tersebut antara lain adalah:

a Jasa Kelistrikan

o Jasa Air Minum

o lndustri

a Perkebunan

o Perikanan

o Kelompok pengguna lainnya yang berorientasikan profit.

Untuk bendungan-bendungan milik Pemerintah, disamping iuran jasa tirta

tersebut di alas, dana O&P bendungan dapat pula dianggarkan dari dana APBD dan

atau APBN serta sumber-sumber dana lainnya.

Program kegiatan O&P yang telah tersedia alokasi dananya hendaknya

dibuatkan jadual pelaksanaannya sesuai dengan alokasi dana yang tersedia.

38
Kecuali untuk pekerjaan tak terduga yang pelaksanaan atau penggunaan dananya

lergantung kepada rekomendasi yang diajukan oleh unit organisasi O&P yang terkait

(lihat butir 3.2 perihal struktur organisasi OP) dan atau berdasarkan laporan

lnspeksi Keamanan Bendungan atau Laporan Tahunan Pengamatan dan

Pemantauan dari Unit Monitoring Bendungan. Untuk mencegah penumpukan alokasi

dana yang terlalu besar dalam satu tahun anggaran, seyogyanya dibuat daftar

urutan prioritas pekerjaan sesuai dengan kepentingannya (lihat butir 2.4.2 tentang

Pekerjaan Perbaikan).

Rencana biaya tahunan hendaknya disusun di dalam format tertentu dan

selanjutnya diproyeksikan untuk kebutuhan 5 tahun mendatang. Format tersebut

antara lain memuat rincian pekerjaan, nomor skema, tipe dan rincian komponen

biaya, tambahan biaya lump sum serta biaya total seluruh kegiatan (lihat contoh

format pada Lampiran: E). Di dalam Lampiran E terlihat bahwa kebutuhan biaya

O&P tersebutdibuat/dihitung untukjangka waktu setahun (tahunan), kemudian untuk

kurun waktu (periode) 20 tahunan dibagi dalam 4 periode, masing-masing untuk

jangka waktu 5 tahunan. Untuk jenis pekerjaan khusus harus dibuatkan format

tersendiri dengan perkiraan biaya yang terpisah.

39
BABV

EVALUASI PELAKSANAAN O&P BENDUNGAN

5_1 UMUM

Seperti diuraikan pada bab-bab sebelumnya, bendungan berikutsarana dan

prasarananya merupakan aset berharga yang harus dipelihara dan dikelola secara

baik dan berkesinambungan guna melestarikan dan memaksimalkan fungsi dan

manfaatnya selama mungkin sesuai dengan umur layanan yang telah direncanakan.

Agar supaya kegiatan operasi dan pemeliharaan tersebut dapat berjalan

baik dan berkelanjutan, dipertukan suatu Slstem Pengelolaan Operasi dan

Pemeliharaan (Sistem POP) guna mengevaluasi kinerja organisasi, efektifitas dan

efisiensi pelaksanaan O&P, sistem pelaporan dan dokumentasinya serta

perencanaan berikut pembiayaannya.

Baik buruknya sistem yang telah diterapkan dapat dievaluasi dengan cara

melakukan pengamatan, yakni pemeriksaan secara terus menerus tertladap kondisi

bendungan beserta bangunan-bangunan pelengkapnya, termasuk evaluasi

terhadap sistem yang telah berjalan serta prosedur pemantauannya (monitoring)

sehingga kecenderungan kondisi kritis yang mungkin terjadi dapat diketahui secara

dlni.

5.2 KEGUNAAN SISTEM POP

Dengan adanya Sistem Pengelolaan Operasi dan Pemeliharaan di atas,

diharapkan kinerja organisasi dan pelaksanaan O&P dapat ditingkatkan, antara lain

mencakup hal-hal sebagai berikut:

Terbentuknya orqanlsast O&P bendungan yang mantap, efektif, efisien dan

berkelanjutan.

Biaya pemeliharaan secara keseluruhan dapat ditekan lebih murah karena

berkurangnya jenis kegiatan perbaikan akibat kerusakan.

Keamanan bendungan lebih terjamin sehingga kondisi darurat dan kecelakaan

jarang terjadi atau dapat dihindari.

Rencana kerja dan pembiayaan dapat disusun secara realistik, sistematik dan

berk.esinambungan.

Distribusi penggunaan air dapat dijadualkan dengan baik sesuai waktu.

Pemeliharaan, perawatan dan pengelolaan dapat dilakukan secara efektif dan

efisien.

40
Dapat digunakan sebagai acuan atau informasi dalam rangka peningkatan mutu

desain, pelaksanaan konstruksi, dan terutama pelaksanaan O&P bendungan

dan fasilitas lainnya dimasa yang akan datang.

5.3 MANUAL SISTEM POP

Agar sistem POP dapat dilaksanakan secara baik dan berkesinambungan,

diperlukan suatu Manual Sistem POP yang antara lain memuat hal-hal sebagai

berikut:

1. Program Pengelolaan O&P (POP)

a) Program POP adalah perpaduan program antara program pengamatan dan

pemeriksaan dengan program pemeliharaan. perawatan dan perbaikan yang

harus dilaksanakan secara konsekuen, teratur dan berkelanjutan dengan

dukungan personil yang bertanggung jawab serta dana yang memadai.

b) Untuk maksud tersebut, diperlukan suatu Format Rencana Tugas dan Analisa

Keamanan seperti dicontohkan pad a Lamplran: F. Dengan demikian, program

ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kerusakan yang semakin parah

seiring dengan bertambahnya umur Jayanan atau pengoperasian bendungan

dan sekaligus dapat menekan biaya pemeliaharaan/perawatan namun dengan

keamanan yang dapat diandalkan, karena kerusakan yang kecil dapat

diketahui bahkan dapat dicegah secara dini.

c) Manual hendaknya berisikan program pengamatan secara seksarna terhadap

komponen-komponen, seperti pemeriksaan baut-baut yang longgar akibat

getaran, bocoran atau rembesan pada sumbat (seal), timbulnya suara-suara

atau bau yang tidak tazlrn, dan lain sebagainya.

d) Seandainya diperlukan perbaikan atau penggantian, hendaknya diganti

dengan suku cadang yang kualitasnya sama dengan aslinya.

2. Jadual Pelaksanaan POP

Jadual pelaksanaan program POP hendaknya dibuat sesuai dengan

ketersediaan personil, dana yang tersedia, urutan prioritas, keadaan cuaca, toleransi

masa guna peralatan, dll.

3. Daftar Simak POP

Agar supaya program POP dapat dilaksanakan sesuai jadual yang telah

ditentukan, diperlukan Daflar Simak yang contoh urutannya dapat dilihat pada

Lampiran: G. Daftar Simak tersebut selain memuat simbol-simbol komponen

peralatan, frekuensi pemeriksaan dan nomor pemeriksaan, juga indeks referensi

yang merupakan instruksi mengenai apa yang harus dilakukan terhadap komponen­

komponen yang diperiksa.

41
4. Kartu Catalan POP.

a) Catatan hasil pemeriksaan dan data pemeliharaan hendaknya disimpan

dengan menggunakan sistem kartu yang memuat tentang kapan pemerksaan

b) dilakukan. uraian tertulis tentang jenis pekerjaan yang sudah dilaksanakan,

nama-nama pemeriksa, referensi mengenai pemeriksaan lengkap dan laporan

perbaikan serta waktu yang dibutuhkan.

c) Kartu Catatan POP ini khusus untuk pemeriksaan setengah tahunan dan

tahunan serta pekerjaan perbaikan. Sedangkan pekerjaan harian rutin dan

pemeriksaan rningguan tidak di catat di sini.

d) Untuk mengontrol terlaksananya pemeriksaan dan pemeliharaan secara

periodik sesuai jadual, pengarsipan dapat dilakukan dengan menggunakan

sistem rotasi kartu seperti docontohkan pada Gambar: 5-1. Di dalam sistem

ini, kartu-kartu yang mewakili seluruh arsip pekerjaan termasuk label indeks

disusun berurutan dari depan ke belakang sesuai dengan jadualnya. Setiap

kali selesai pekerjaan, kartu kemudian ditem-patkan/dipindahkan ke belakang,

demikian seterusnya sehingga setiap tahun atau selang waktu tertentu, kartu

tersebut akan muncul lagi pada urutan yang sama. Setiap kali selesai

pekerjaan harus diisikan ke dalam kartu dan ditanda tangani oleh juru

pemeliharaan/perbaikan yang bersangkutan.

5. Pekerjaan Khusus

Pekerjaan khusus adalah pekerjaan pemeliharaan tambahan atau penggantian

peralatan yang tidak dijadualkan sebagai pekerjaan rutin sehingga diperlukan

permintaan khusus. Sebagai kontrol dan bahan evaluasi dikemudian hart, pekerjaan

tersebut harus dicatat dan didokumentasikan dengan menggunakan format perintah

kerja seperti dicontohkan pada Lampiran: H.

5.4 EVALUASI PELAKSANAAN OP.

Dengan adanya sistem POP yang baik, diharapkan evaluasi tehadap

pelaksanaan kegiatan O&P dapat dilaksanakan secara rasional, efektif, efisien dan

konsisten. Oleh karena itu, Panduan O&P bendungan harus mengisyaratkan secara

jelas mengena i perlunya evaluasi secara rutin terhadap perilaku bendungan berikut

sarana penunjangnya. Evaluasi dapat dilakukan secara internal setiap tahun oleh

personil O&P sendiri maupun secara formal oleh U nit Monitoring Bendungan (UMB)

Pusat atau TirTI Panel Bebas yang telah diakui , guna mendapatkan gambaran yang

lebih obyektif.

1. EVALUASI TAHUNAN

Evaluasi tahunan adalah evaluasi yang dilakukan setiap tahun terhadap

kinerja dan kondisi komponen-komponen setelah pelaksanaan O&P bendungan.

Hal-hal yang pe rl u diperhatikan di dalam evaluasi tahunan ini adalah :

42
Kartu pemeriksaan

dan peroeliharaan

PUU E'6a._!.-2'

POU W-J-J·

Kartu-kartu dipindahkan

dari depan setelah

PUA Ple-12-1'! pekerjaan eelesai dan

ditempatkan pada lokasi

yang tepat kearah


�UkP2d-1�1 ! I
belakang arsip.

'


PUU P2d - 1 2 - 1
Nomorarsip
PUU = Kode peralatan (Lihal lampiran G )
Keterangan
P = menunjukkan lokasi (mis : pelimpah)

2 = jumlah kegiatan (ZX setahun)


d = kode kegiatan (mis : dudukan ptntu

12 = bulan ke - 12 (Desember)

1 = minggu ke - 1

Gambar: 5-1

Pengarsipan Dengan Sistem Rotasi Kartu

43
a) Evaluasi Tahunan harus mencakup rangkuman hasil inspeksi 3-bulanan atau

setengah tahunan yang dilaksanakan oleh Supervisor dan dibantu oleh Tim

yang terdiri dari personil operasi bendungan (operator, staf pemeliharaan

dan pemantauan).

b) Evaluasi dilakukan dengan cara pemantauan dan pengamatan rutin

terhadap bangunan dan peralatan yang ada, kemudian dilakukan identifikasi

komponen-komponen atau bagian-bagian mana yang memerlukan

pemeliharaan/ perawatan/perbaikan.

c) Hasil evaluasi tahunan hendaknya dibahas bersama di dalam rapat yang

harus dihadiri oleh seluruh personil O&P yang terlibat langsung di dalam

pengoperasian fasllitas, tennasuk Enjiner Senior atau Supervisor, Pengamat

dan Operator bendungan, dalam rangka diskusi guna menyamakan persepsi

dan saling pengertian mengenai kebutuhan pemeliharaan, rencana dan

metode perbaikan/pemeliharaan/perawatan, strategi pendanaannya berikut

permasalahan yang ada.

2. EVALUASI 5-TAHUNAN

Evaluasi 5-tahunan sering disebut evaluasi formal dan dimaksudkan untuk

meninjau dan mengevaluasl keamanan bendungan secara menyeluruh, termasuk

gambaran umum mengenai efektifitas dan efisiensi program dan pelaksanaan O&P

bendungan serta sistem yang telah diterapkan selama ini .

a) Evaluasi s-tabunan pelaksanaannya dilakukan bersamaan dengan

pemeriksaan besar, minimal sekali dalam 5 tahun.

b) Pengelola bendungan mengirimkan hasil inspeksi dan evaluasinya kepada

Komisi dan Balai Keamanan Bendungan, sekaligus mengajukan permintaan

untuk dapat dilakukan inspeksi besar oleh Balai Kemanan Bendungan.

c) Pokok-pokok pemeriksaan di dalam evaluasi 5-tahunan pada dasamya

mengikuti Pedoman lnspeksi Bendungan yang dikeluarkan oleh Komisi,

terutama guna menjamin kelengkapan atau rincian pemeriksaan.

d) Tim Evaluasi terdiri dari seorang ahli bendungan umum (generalis) sebagai

Kepala Tim, dibantu 2 atau 3 personil yang merupakan gabungan dari

perencana bendungan, ahli geoteknik serta ahli elektrik dan mekanik. Personil

lain dari kantcr lapangan dan atau dari instansi pemerintah dapat diikut

sertakan di dalam Tim Evaluasi/Pemeriksa sebagai penlnjau.

5.5 DOKUMENTASI DAN REKOMENDASI.

Semua hasil pemeriksaan harus dibuat laporannya dan didokumentasikan,

mencakup kondisi umum sarana/fasilitas, efektifitas prosedur dan pelaksanaan

O&P termasuk penyimpangan-penyimpangan yang ada berikut rekomendasi

44
perbaikannya.

lsi format laporan tersebut sekurang-kurangnya mencakup hal-hal berikut

ini:

•:• Referensi data (gambar-gambar dan informasi panting lainnya).

•:• Data kinerja bangunan.

·:· Data hasil seluruh pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya.

•:• Tanggal pemeriksaan dan nama-nama team pemeriksa.

•:• Sarana/Fasilitas yang diperiksa, seperti Bendungan, Pelimpah, Bangunan

Pengeluaran, dan bangunan-bangunan fasi/itas lainnya.

·:· Operasional seperti Prosedur Operasi Tetap (POT/SOP), Sarana Komunikasi,

Buku Harian, Jalan masuk ke lokasi, program dan pelaksanaan Pelatihan, dll.

·:· Status rekomendasi sebelumnya.

·:· Rekomendasi yang baru.

-e Foto-foto dan atau sketsa yang memperlihatkan kondisi temuan.

Rekomendasi harus berdasarkan kepada prosedur standar yang telah

ditetapkan. Hal-hal yang dianggap berlawanan atau terdapat kontroversi hendaknya

dibicarakan dengan pengelola yang lebih tinggi, walaupun independensi dan

fleksibilitas para pemeriksa harus tetap ditekankan.

Bentuk rekomendasi biasanya dibuat dalam salah satu dari 4 kategori

dibawah ini (Ii hat Tabel V-1) :

Kategori A (Memuaskan)

Kondisinya sama dengan tingkat-1 Tabel: lll-2, secara umum bagus dan terawat

baik, aman untuk kondisi beban biasa (normal) maupun luar biasa, sehingga tidak

memerlukan tindak lanjut.

Kategori B (Cukup)

Kondisinya sama dengan tingkat 2-3 Tabel: 111-2, secara umum layak operasi dan

aman pada konsisi beban biasa. Namun pada kondisi beban luar biasa

kemu ngkinan tidak atau kurang aman sehingga diperlukan analisis teknis untuk

memastikannya.

Kategori C (Kurang memuaskan)

Kondisinya sama dengan tingkat-4 Tabet: 111-2, secara umum memerlukan

45
pemeliharaan/perbaikan cukup berat. Pada kondisi beban biasa, bendungan masih

dapat dioperasikan secara aman, akan tetapi kurang a man pada kondisi luar biasa.

Diperlukan studi dan investigasi tersendiri guna menetapkan parameter desain yang

cocok untuk perbaikannya, dll.

Kategorl D (Tidak Memuaskan)

Kondisinya sama dengan tingkat-5 Tabel: 111-2, dijumpai permasalahan struktural dan

atau peralatan elektro-mekanikal yang serius sehingga dapat merusak kinerja aset

secara keseluruhan. Kondisi bendungan tidak aman untuk kondisi biasa maupun

luar biasa. Diperlukan perbaikan segera untuk mengamankan bendungan, dan

operasi waduk dihentikan sementara atau dibatasi.

Semua rekomendasi harus dilengkapi dengan tahun, kapan rekomendasi

tersebut dibuaUdiusulkan, termasuk kategori dan identifikasi khusus yang ada.

Deroikian pula rekomendasi-rekomendasi sebelumnya juga harus dicantumkan di

dalam Japoran sesuai dengan kategorinya masing-masing.

46

0
z
w
:,;


w
a:

i
a>

a:

"
3
c
z m
E
� m
w
1;j

"
...
"

c c
c
m m
m
.
!= E
c E
m
-a, m
m
c 0,
, c x
� m
E e
§ � ...
"

>
c

m ;
,
m

E
I .m

0, E
c,
c x
.il
,
0 � �

ii:
0
o 0 0
w


LAMPIRAN
Lampiran A

Format Pencatatan 1 s/d 11


.c
m C)

c. c
m

..c
E

C)
-c
c ·.;;

J!l
E �
m w
::,
c
2 m
m C)

c
:5
.jg

.!: c
m m
g, ·2
.l11 ::,
::,
..c :[
E ::,
.c c
ii, 2
..c m

c E
m
.l11 C>

c. c
Q)

c.

c
q m
'O

c
m
::,

....:
rJ
� E
Q)
!!!.
c.

� c:
c 2
.... m
2

< 0. .c
rl
c
c ·- m Q)

ns c.
"' c.
m E
E iv = �
.!!! w� rl
ns c
"C
"'
'O



c
ns c

0
-.. .l11
C>
c
1ii
E c. "'
<ii
E
·a3
"'
c.

.l11 0 "'
'O
m
::,
-E
E
(/) c
-Si
m ii,
� ]i c
Q)

rl �
m c
c
.... :!i.
Jg
...
ns
Q)


9 m
C>
Q)
§ c
::.
0 8'.
LJ..
"'
a.
co
·;;;

co ::,

E .s
.E! <ii "'
·oo .o
.5
E "5
c: � � -"'
.E!
2.�:s -�
"'
-0

::,
c:
c: c, - .0

32 "'
Ol
c:
c:
::,
"'
E
c:
Q)

"' -0
i
Cl -
g>.E
"'
E

"
Ol
c:
·co

::,
"'
<ii
s �-� .c

"'
-;; "'
Q)

� � - g> <ii

"'
c: "'
c: �
·c "' c "'

"' .. .s Ol
ai
"' c.

:
-0 >, 0.
"C "'
·5,
- := (ti
� c: "' c: "C
c:
<ti "'
u c "
a.
-0
c:
0
!'! .c:
"'

c:
s
-"'
<ti "'
Ol
.. <ii
::, "'
I-
Q)

as
-

c: E
..
.0
..c
... Q)

-0 Cl
E
Q)
::,

Cl)
c: �
D..
·co
Q) E
::,
c. c:
c:
c: �
"'
Q)
c
<ti
"O "'
..
::,
"'
Ol
c: 8

c: "' s "'
-0 .0
"'
-"'
·c c:
.iii c: c:
..
...J
"'
E E "'
-"'
"'
::,

Q) E
c: �
<ti
"
0.. c.
a; .Sl
c: a; c c. <ii
::::, c .0
c:
:2
j x
w .. "'
-0

"'
c:
::, 0 .5
c: .!,!


Q) "'
-"'
co
c. c:
-0 c
·;;;

E "'
c: .,
c:
-"'
2
..
u
::,

Ol c:
"'
c:
2
c: .!!l ::,
u5
c:
0
c:
.. "'
.0 �
::::,
c:

-"'
"C ::, "
c.

a; .s
c: s
..
ea
C)
:2 c

.5
llJ
c: -0 "'
c:
<ti
c:
.c ·c:
_!!! ::;
"
Cl
c:
..
c:
'o
·c
co
::,
Ol
-0 c:
::::, 0

... c: "'
E
ci c: c
"' .0
"'

::::,
"' - "'
c. "'
c:
c:
Cl)
-"'
·;::
0
LL .. 2
::,
0 _
u �
"C 0 "'
c:
D.. "'
.0
·-
"'
-0
"' Q)

c.
.0 Ol c:
-E ::, c: "'
-0 "'
c: c: c.
2 1ii � "S
ro - c
...
<ti
.s: "' -
Q) "' ·-
�.s E

0
0
- ..
ro -

CIJ .2
c:
:;§-
-
o·- c:
c .s:
c:
ro
-0
c :==
"'

Ol -O
0 - "' -0
0
w
.0
"' "' c: -
ca c
Q) "'
::, °5) 2 �
c. -
c:
..
c:
"' .0 "
"' c:
·-
::,
c:
Ol
c
N c: "' .s: co �
c: "' "'

-
"'
.,, .c:
Ol E 1i5 t "' a. -
c. - c:
<ti c: c
u "' ·;;; -"'
c: c.
E ii' "'
Cl ::,
"'
-"'
... "'
»,
c:
Q)
"'

0..
Q)

"' "'
-"'
"'O ·.:::
Q)
0
0
LL • a. _J
"'
;,: m
c:

"'
O>
c:
Cl)

"O

'iii
::,
tJ)

Cl)

tJ)

-"
::,
c:
"O

"'
� "" - .c:
""
:,
0 "'
c: 'i: c E
:,
"' :,
"'
O>
c:
.. "
c:
a. c: °'
c:
Cl)
·c:

"O 'iii as
C) "'
0
.. 15
"
c: C)
;-ro Q)

"'
E
;;;
E
c:
E E
t- t­

"'
O>
{!. ci ci
c: "' �
z « "' �
Z <l'. zz
::,
.0
::,
s:

Q)

.0

tJ)

O>
c:
.;!

•t

c:
::,
c.
E
Q)

E
O>
c:

'2

0
"'
0
e .;
Q) C)

c:
0..

M c: "'
a.

- E �
"' ::, ·e
"' ;;;
EE E E "'
E

O Q)
"'
a.
"' �
LL 0..
z <( "'
z
::i
::i .,
c:

::,
ii;
a.
c: I
� !!!

"
a.

ro
J: "'
c: "'
.,
c:

"'
2
I-

c:
2
Q)

"'
c:

"'
"'
c:
Q)

"O

·.;

..
::,

..
Q) ::,
"'
.,
E

c:
= z
"' ::,. "'
"C
Q)
= .0
· ;::: �

Q)
.0
"'
"C
"'
.,
c:
:a i »,

.; "'
= c:
.,
c:

� � ::i
Q) c: ::i
(j) .,

ii;
a.
c:

2
:, :,
!!'
Q) -se

a. -jg ""
-jg .,
c:

c: <!) Q) ::,
(/)
.Q .Q ·;,

E "'
"'
c: Q)

-
c:
Q)
""
"' "" e
:c "O
� � Q)

·
.;
c: a.
< ..
::, ..
"'
.,
ro
:::; :::;
.,
<:
..
" :::; :::; "'
.; "'
.,
c:
"C � �
::,
I-
<: .0 � �
E 'o c: c: ..
.,
0
c: e e

., .2
e
.2
e
8.
.,
...I Q) ..
...J � 0.. ..

-

c: ., .....
.. {g
ro E
c: § ., ..
"'

"' "'
c: .. z
""
{1l
!!!
�.. "' I-
i::

...J "


. .
::,

ro �
>:'. "CC

ro "
- .0 :;;
ro c»
c:
>:'. c:
..,. >:'.
»,
"'
=2

w
:::, :c c:
,:, E ..
c:

. "'
� :::, ..'<
::,

"'
;;: "O

c» �
::i ·c
::,
c; Q)
c
g!_ 0..
"'
� "
c.
"' c: c:
-.;
Q)

"' .a
..'< C>
Cl)

0 "'
"O
� c


:§ � "'
f-

"' c;

.. ·ro

-"'
c:
Cl)
·13

c:

oc "'
<I>
::,

E "'
Q)

U)

c:
c: :;;

c ::,
"'
:;::; ;2

c: ui

Cl) Q)

c: 0..
s:
c:
"'
..'<

c:
Cl)
..'<
::, ..
"'
c:
·c

Q. ::,

c: "'
c: "'
..'<

"
c. -.,
"'
"'
,:,
ro

c.
..'<
c: c»
c: .a
"' c:
::,
"'
:::, "'
f-

..
c:

..'<

"'
.,:;
..
"'
C>

c: .a
Cl)
'o
Q.
c» c;
C>
c: c:
"'
>- ::,
" »,
..'< c»::;
c; ...:
"'
"'
..c c:
"' "CC
..
c;

E "' "
c».o "' "
>-o.. C>
c:
Cl)
c: Q) ·c:
Cl)
::, ::,
c: c; ..
::.:: "O "O

c: :2'� c
c: "'
>-
w
" c:
ro e "
ro
"' ;;;
� "l 5 !! :;; ::,
"'
c: .c "
c: .
:::)
>-
c: c:
.
.,
c: C ..'<
:::, :;::;:::,
E " iii . � =2�
E
<I>
in 0)
c C>
., w Q)

>:'.
;;; 0..
- "'
;;; .0 - .0
c: c:
Cl)
c:
.. E .. E "'
c
.. "'
E
C>

Q. .. ·ro
::,
- .. ·ro
::,
c:
-
c:
"'
ro ·ro
"'
::,
ro � :g "' "'
-.; >- ·ro

.,.;
::,
"' ..
..'<

..
Q.
c:
..'<

Ol c:" c: "'
<I> c:
.. "l
"' c. �
.. � "'
c.

-"' "'
Ol
c "' "'
"O
'o
"O :::)
'o
a,
"'
Cl)
..'< "'
c:
.,
"O "'
"'
c ..'<
E E "' C>
"' ::i

a,
"' ::,
a.. E �
<I>
E �

0
"' t: "'
"O
0..
"'
:!2

u,
z2 i= "' "
z .0 z"' 0..
" f-
c

"'
-0 c
0

O'> ec
c -"'
:::, c

�2
�E
C> c "'
c -"' � �
:::, :::, C/)

n,
U)
"'
ro 0
C>
c �E
ro
_J
O'>
c
en :::,

a.. �
Cl c
..!!!
ro -"'
"'C
ro "'

c..
C/)

c,
ro

-
ro
,._
.
0

ro E

-
ro
a:::
E

c
ro
c
:::,
..c:


c
ro
.-,
:::,
I
:::c

c
ro
"'C

·cu
C>
c
:::,

en
c

ro
C>
c
Q)

c,

..c:

Q) c
('l ro
0 _J

"'
-ro
-0
co
-"'
E
._
"'
,:,
0
i=
LL
0
.2
u
Ol
c:
c: 0

0
c
a,
u

§
0

,:, c
:,,
0
Ol
u
c
c
:, 0

E
"
""
·a,
� §
c c
Ol
0
c
=
0 'e
c ""
::>
il
0
u E :,
a,
E
0 0.
0
.D
u
� 0
a..
c
0

,:,
0
..,. u
c
:::, a, c
v, 0
""
c
c

"'
::;; 0
.5
0 E
c: ::> c;

0
=
E
"'
iii
-,
Ol
c
::>
0

D
c
0
·15. 0
c:
0 E

-"'"'
:::,
0
.D
c
0
Ol

0

a,
c:
::;; .D
O c
v,
il 0. 0 Ol
c c c
""
::>
O a,
� ·c �o
v, ::> - O = E
c
"'
a. 0 0
"
E .c z
�"' -
2
0 g o ­
.>< 0
E .2 E
:::, .c 0 O c
v, z
"" 0
""
:,
-"" 0
:, u
E .,,
"'
::;; 0
u
:,
EM 0 :, M

c: E 0 -tx E -g
0 E

"'
iii
"' ""
0 ::> -
c:
0

!; c�
-, o O ·,:
Ol O c
-� E 0 "
iii ·.;;; 0

....: O c
Ol "' ""
0 :,
0 O Ol
c u u > c
·o o 2
.; " 0 0 " a,
=i Q, il o �
E
a..
"u

0
u.
15 :0 'ls
(!) (!) (!)
-tx
D D D
-""

E E E
� ::, ::, ::,
c
E E E
·;;;:; ·;;;:;
2 'in

-"" -"" -""


·a 0 0 0

a, E E E
c c c:
sl 0 0 0

c c c c
::,
2 2 2
s: :, ::, ::,

0 c: c c
(!) (!)
t:c:.
Q. Q. �
a
0)
0
0) ]2 -""
c 0) 0) 0)

0 c c c
,-
.= .= F

c
ct!
(!) cij
Cl
::::, ID a3
.... E E
:::>

-
c
ct!
c
::::, c
.c 0 0

°' D
E
� .E2_
i=
::, 0
::::,
ct! .E ]

-
ct!

.>,!
a _,,

� -8
::::,
]�
"'C

� ·a
D G D 5'
0)

c
::,
0) 0)
Cl u
c c
c el
"'C 0)
c
0 � g_ :a g>
c c 0) ·-
0 ,-
0 c _g
O c
§:. o E
c Q. 0
g .Q
-""
c c
0 (!) ::, (!)
c .2 ,- ('.) D o,
ct!
2 E c 0)
Cl ::,
c 0
0 i .�
::::, D _,., D
0
"'C 0 O c:
Q.
c ci. u �
Cl>

m
0
D
c
D 0
D
0
c: -""
::,
Q.
0
u
co .2 -E ·a §
c

-
ct!
·a3

e
0

c s:
2 D 0.

E ·s

.... (!)
E a >
0 Q.
E c (!)

u. F � :;!. rn
c:
Q

:
0

..c

:,
:.c
2
D
0 0)
'
0 0) c:
:,
.g o a5 :B 0.
-c
� � § E' �
li
� .g g> al Q o
O) O O E ;!;:: "0
:,

- u
0
"
Q.

0 0
=, ..:..i: 3 o, 0 �
o -
c a e c a. a .c: 0
;g � � ..s -g o U

D
a:
0. 0

E "'
"'
0 = 0
u .ea

;= " u
i=
0...
0
E
0

c 6
0
0.
-a

0)

:,
0)

0)
D
c: 0
:, :,

0. c

·5 0
0 J;
u
:, �
c:
0
0. .2 &
0)
0) 0 0 0 0
"'
0
0
r: u u "O u
.a 0 0 0 0
� 0 >-
.!?.
:, "O
0 0 0 0
0 -c;
0 0 "'
.2
"O u "O "O
0 0 0 0 0
E 0
0.
0
u
0 c:
e "' "'
0 "'
0 "'
0 "'
0
-s ai 0 0
u u u
0 "O ;=
c: Q)
"' � ;= ;=
u 0 0
0 :,
0)
E 0.
],_
c: 0
:, E 2 u
u
0 0 "'
0
c:
c: 0 0)
;g .2
u c
Q)
.a ·c
.c "

0) 0.
0.
0)

c
Q)
c: 0
0
"'
c.
u
0
·c 2
0
u
>-
£
E 0 0.
0.
s: 0 0)
:,
:, >-

0 0. .c: ec
-.; c:
0
0 0 0 u
n, c

·e- .o "' c:
0
"'
0 "'
:,
:,
0 0
c: 2 u E 0.
.2 � 0)
.:;;
:, 0 0
.2 Q)
·e
0
0 0
"'
c:
:::, "'
c c: 0
0
0 0. Q) c c:
:=.
0 0 u :, u
"'
0 0 0.
� e
O'>
c:
"
"
E
0)

c: "'
0
:s -2. ai
0
ai
:,

0 0 0

'6
Q)

u u
0. 0
c: u
0) u
"
0
c:
0
.a 0)

"'
al .Q
= ·- 0
:,
Q) -s E c:
c
> :,
"
c
0

.2 "'
c
� 5
:,
cri 0
u
" 0 "'
0 I:
·- u
0 ·a.
v,
"
CL

u
"
0.
iii <l)
0

0
"
E ;,; ;= _g i=
0

0
E 0.
� ;= 0 0
0
LL

0 £ .!,!.
c:

"'
c:

"'
E

"'
"'
:.::
c: 0

"'
Cl
c: �
0
"O
"'
"C
0
c: �
0

"'
O>
c:
"O
;=
:::,

.c
:::,

-E

"'
.c
c
:::, 0
.::: a.

.ll
"'
c.
0
'5
Cl
0,
c: 0,
0
"O
c
� c
::?. OJ
c:
E
e s
:::,
@
-"'
:::,
Cl c
c:
s :,

"'
c.
.
"§ �
0
c: "O
c �

"'
:::,
OJ

E
.D

0,

-"' c
:::, .ll
Cl @ ;;'
c: '5 c
0,
q
"'
0.. c
0

c


:,

:,
0,

c
0
� :g_

-"'
E

0
u.
0.

"'

"'
c

"'
'6

·$'

""
§,!
"'
Ol "'
c · ;::
"' Q)
f- 0.

...
C\l

E
....
0
u,
Lampiran B

Format Data Pemantauan Instrumentasi


(8 lembar)
Penqukuran Rembesan Bendungan : .

Tipe Bangunan Ukur : V notch I Flume

Tanggal Pengukur Elevasi Kedalaman Debit Aliran

pagi/sore No. Waduk Ali ran

(1) (2) (3) (4) (5)


Pengukuran Rembesan

1. Frekuensl Pembacaan

Pembacaan pengukuran rembeson diombil seticp bu!an kecuali ditentukan

lain oleh UMB bersangkutan. Pengukuran tambahan harus dilakukan opobila

oliron rembesan meningkat lebih dori 25 %.

Pada kosus ini pengukuran harus dilakukan setiap minggu atau sesuai

petunjuk UMB. Pengukuran dilanjutkan sesuai frekuensi ini sampai dengon UMB

bersangkutan merubohnya.

2. Masukan

Tipe alat ukur Coret tipe yang tidak dipakai

I lsi tanggal pagi/sare

2 Isl nomor ID dori olat ukur rembesan

3 lsikan m.o. waduk waktu pembacaan

pengukuran

4 lsikon dalam air yang melewati "V-Notch

Weir" atau "melalui flume".

5 Hitung jum1ah aliran sesuai dengan instruksi

pado panduan O&P untuk tinggi air terukur

3. Penyelesalan Format

Format lengkap bersama dengan lainnya disotukan don harus dlkirimkan ke

UMB bersangkutan selengkapnyo.


Data Hidro·meteorolog I Bendungan
'

Tanggal Elevasl Muka Air Curah Hujan Suhu Udara

pagifsore Waduk Hlllr Hari Sebelumnya ( Pagi)

(1) (2) (3) 14) 15)

C"\Oa!a\)'USlillPPOP-BVamp. a {ar)
Pengukuran Hidromeleorologi

1. Frekuensl Pembacaan

Pembacaan m.a. reservoir/waduk, m.a. dihilir (elevasi air di bendungnon di

hilir kaki otau elevasi air pada sungai di bendungan di hilir kaki atau yang

sesuai lainnya), curah hujan (hon sebelumnya) don suhu udara di pagi hari

harus dilakuakn tiap hon kecua li di tentukan lain oleh UMB bersangkutan.

2. Masukan

Kolom

l lsi tanggal pagi/sore

2 lsi elevasi m.a. waduk pada pagi hon

3 lsikan m.a. waduk di hilir bendungan atau

m.a. sungai yang sesuai pada pagi hon

4 lsikan curah hujon pado hari sebelumnya

5 lsikon suhu udara pado hon itu woktu pogi

3. Penyelesaian Formal

Formal lengkop bersamo dengon lainnyo disotukan don harus dikirimkon ke

UMB bersongkutan selengkopnya.


.. �

>
E


0
-
w ; '"
..

j
-e

5 •
• -
N ,:
"
..•
e
e
,
,
x ;l

a e
E
c
: 0

..• x
, ]
E
e ..
c
c • E
• E
:!.
s • •
, •
-a
-e
x �
c


"'
" �
c
,
.. D




>
.... E
§;
0
• • N
w
..
"ii

.:

"'
� •
x


E
a

2 ..
"'• � §
• ;l
.: �
w

b
x•
, x
,
-e

..
"' i
;;
-

• ;l
w ll
e

.8
<
� •
c
, ; E
a
5' • •

.. E
0
N
§'


w
>
• .: i


f I
E
0 z
0
ff •le
i N


.e t
2 .: c

• :li

.:
c

e
,
..
m

[
m ,g
x
, e
� - "
!'- ..• � !
..• "
s
Pengukuran Plezometer & Tekanan Pori

l. Frekuensi Pembacaan

Pembacaan piezometer dilakukan bulanan kecuali ditentukan lain oleh UMB

bersangkutan. Pembacaan tambahan harus dilakukan apabila pembacaan

suatu piezometer naik lebih dari 25 %. Pada kasus ini pembacaan dilakukan

mingguan atau sesuai pengarahan UMB bersangkutan.

Pengukuran dilanjutkan pada frekuensi ini sampai dengan ditentukan oleh

UMB bersangkutan diganti.

4. Masukan

Kol om

I lsi tanggal pagi/sore

2 lsi nomor ID dari piezometer

3 lsikan elevasi piezameter tip waktu dipasang

4 lsikan m.a. waduk soot pembacaan dilakukan

5 lsikan elevasi m.a. di hilir kaki bendungan. elevosi ini harus elv.

suatu genangan di hilir kaki atau elv. m.a. sungai di hilir.

6 lsikan elsvosl puncak piezameter sebagaimana diukur

7 lsikan kedalaman aktual dari puncak tabung piezometer ke

permukaan air dalam piezameter.

8 hitung "piezometer head" dalam piezameter = [kolorn 6 -

kolom 7) - kolom 3

9 Hitung elevasi piezometer = [kolorn 6 - kolom 7)

5. Penyelesaian Format

Format lengkap bersama dengan lainnya disatukan don harus dikirimkan ke

UMB bersangkutan selengkapnya.


c '

;
"'
c
2 "'
3 ;;;-
E
"
..
c 0

Q.

"'
c
"'
>,
c
"'
c �
-;; E
2 §:

"
c
E
0
..
"
.Q

"
Q.
"
"' "'

c
"'
>,
c
"'
c
E
2
E
"
.;
c "
c .Q

.:
c
"
Q.
"
"'
"
'g

a,
"

c
..
c
2
e
"
c

"
Q.

.. "'
E

"
..
"'
> "'
'ii; "'
"
s
w
..
"'
c
"' Q.

.. "'
>,
E c
E
!l! "
.. "'
" "
,;

w c
"' .Q

"S
"
Q.
"
"' �
..
.Q

c
..
c

.. "'
c
E
.s,
..
"' 2
..
"'
>

s -c:
..
w ..
"
c

Q.
..
"
"-

..
c I
.l!!

c
"'
c
2 ci N°
..
"'
c .... z e
2 ..
c
"
Q.
.g
c

..
"
c

·5,
Q.

c c
;;; E
E
C>
0 �
!!! ;::-
"
"' "'
c

� ....
"' "' I.,
..
a.
"'
Q.

.s
Pengukuran Penurunan

1. Frekuensi Pembacaan

Pembacaan pengukuran penurunan dilakukan tahunan kecuali ditentukan

lain oleh UMB bersangkutan. Pengukuran tambahan harus dilakukan jika

penurunan lebih besar dari 50 mm pada suatu tempo! di puncak bendungan

yang dapat dilihat.

Pada kasus ini pengukuran harus dilakukan bulanan sesuai yang ditentukan

oleh UMB bersangkutan. Pengukuran dilanjutkan pada frekuensi ini sampai

dengan UMB bersangkutan menentukan supaya diganti.

2. Masukan

Kolom

1 lsi tanggal pagi/sore

2 lsi nomor ID dari titik pengukuran penurunan

3 lsikan lokasi titik pengukur penurunan pada bendungan ( m i s a l :

puncok, sisi hulu/hilir, lereng hulu/hilir don sebagainya)

4 lsikan elevasi titik pada waktu pengukuran sebelumnya

5 lsikan elevasi aktual titik diukur soot itu

6 Hitung penurunan = kolom 4 - kolom 5

7 lsikan nilai dihitung penurunan pada waktu pengukuran

sebelumnya

8 lsikan penurunan komulatif sebelumnya

9 Hitung penurunan komulatif = penurunan komulatif sebelumnya

ditomboh pengukuran penurunan saat ini

3. Penyelesaian Format

Format lengkap bersamo dengan lainnya disatukan dan harus dikirimkan ke UMB

bersangkutan selengkapnya.
Lampiran C1

Format Data Pemeriksaan (Pengamatan)

Visual Harian/Mingguan

(3 lembar)
tsENDUNGAN TIMBUNAN - lAPORAN INSPEKSI VISUAL

IAkhir minggu :

Perubahan dari Inspeksi sebelumnva :

SEN SEL RAB KAM lUM SAS MING

jTanggal

NSPEKSI VISUAL

PUNCAK BENDUNGAN

ETAK

Penurunan

LERENG HULLI DAN HlllR

Penurunan

PEUMPAH

I
I
Retak oada Beton

I
I
":on •san nada ufuna Hilir

DEMBESAN PADA:

enduna ukur Rembesan Utama

Benduna ukur Tumnuan Kirt

Benduna ukur Tumnuan Kanan

ELEVASI WAuLIK I= •.•...•. ml

El.m.a. baniir)

Hutan mm

Rindan perubahan yang berarti, perubahan warna air rembesan, kejadian baru atau hal·hal yang

memperingatkan perhatian lebih lanjut

Pengamat Bendungan

Kepada LIMB ( . . . . . . . . • . . . . . . . . . . . . . . . . • . ) Di periksa : -------


LIMB ( . . . . . . . . . . . • . . . . . . . . . . . . )

Catatan :

lnstruksi untuk mengisi laporan ini diberikan disebelah


BENOUNGAN SETON - LAPORAN INSPEKSI VISUAL

Akhir minggu ;

Perubahan dari oemenksean sebelumnya :

SEN SEL RAB KAM JUM SAB MING

Tang gal

Pemeriksaan Luar

Permukaan dan Puncak Bendungan

Retak baru kemerosotan mutu beton

Pemunculan Rembesan

Pilar-Dilar

Retak baru kerusakan beton

Dindinc sctnwav

II I I
I
Rembesan muncuVtimbol I II

Pemeriksaan Oalam

GalfcrvlSerambl

Retak-retak (keaJali sambunoan konstraksil

Rembesan

Dari Lcbano atao. retakan sambunoan

l.11.n,.kah d1""naaruhi oleh debit soillwav

Dari lantai dan dinding, lobang, retakan


samounoan
- - -
" " " r
-"
�-
"
-
" "
""

Rembesan meliwati 'I/ Notch"

Penuniuk Tekanan keatas

Penuniuk Tekanan keatas

Elevasi m.a. \-Vaduk (ml

Hulan mm

Rlndan perubahan yang berarti, rembesan tanpa udara.kejadlan baru dan masalah,

memperingatkan perhatian lebih lanjut

Pengamat Bendungan

Kepada UMB ( • • . . . . . . . . . . . . . . . . . . • . . . . . . ) Di periksa : --------

UMB ( )

Catatan : Pilih Penunjuk pada lokasi k.ritis.

Instruksi untuk melengkapi laporan ini diberikan dihalaman berikut


Frekuensi

Frekuensi pemeriksaan visual ditentukan oleh:

Pemeriksaan lanjutan harus dilakukan, jika:

• Terdapaf pembangunan yang memerlukan tindak lanjuf

Bendungan mengalami gaya I beban ekstrem misalnya terjadi muka air


waduk yang sangat tinggi.

Ada permintaan khusus.

Masukan:

Hasil pemeriksaan ditunjukkan sebagai berikut:

• Kenaikan cukup berarti atau perubahan kondisl KNK I CB

Kenaikan kecil atau perubahan kondisi KNK

Tidak ado perubahan kondisi 0

Penurunan kecil atau perubahan kondisi PNR

Perubahan Berartl :

Suatu perubahan yang menurut pendapat Pemeriksa adalah lebih besar dari

perubahan kecil, harus ado saran dari UMB. Tingkat kepentingan saran dari UMB

bervariasi sesuai dengan persoalan naturalnya

Penting, segera disampaikan ke UMB melalui telepon I radio, diperlukan jika:

Rembesan meningkat sornpoi 25% dari pemeriksaan sebelumnya, tanpa

bercampur air hujan.

• Rembesan menjadi kotor atau keruh kecuali karena bercampur air hujan.

Relakan lama tiba-tiba terbuka ma kin besar 2X ukuran semula.

• Retokon baru yang lebar terlihat pada belon

Suatu masalah lain yang jelas menunjukkan beberapa perubahan kondisi

bendungan.

Saran rulin dari kejadian kepada UMB pada waktu yang tepat dengan

telepon/pesan radio diperlukan seka1i untuk semua persoalan, apabila

perubahan cukup berarti telah terjadi


Lampiran C2

Format Data Pemeriksaan (Pengamatan)

Bulanan/Kwartalan

(7 lembar)
Format Pencatatan Pemeriksaon Bendungan Lembar I dori 7

LAMPIRAN B FORMAT CATATAN ?EMERIKSAAN BENDUNGAN

B_endungan : No. Reglslrasl : Tanggal:

Pemlllk/Pengelola Bendungan: Elevasi Muka Air :

Kondlsi Cuoco :

Bendungan (embankment/ urugan):

Ti n g g i : Panjang:

Puncak:

Kondisi Jolon Puncak (Retak don

lain sebagainya)?

Ada tanda penurunan. Yf[ Di

mono?

ronco-tonoo pergeseran

(displacement) Yfl. Di hulu

otau hitir

Kondisi Drainasi ·

Kondisi Pogar Pengaman

!Guard Raill

Lereng Hulu (Upstream face):

Permukaan Tanah

Tanda-tanda gerokon?

Tonjolan? Lubang perosokon

(sink holes)?

Retaken?

Erosi? Penurvnan?

Di mono? Kedolamon, lebar

don Panjang retaken

Plat Beton/Permukaan Seton

Tanda-tanda retak?

Dimano? Kedalamon, lebor

don panjang retak

Keliling sambungan terbuka?

Kondisi Seton? Pengelupasan?

Erosi?
Format Pencatatan Pemeriksaan Bendungan Lembar 2 dori 7

Bendungan: I Tanggal:

Permukaan Bitumen

Kondisi permukaan

Erosi? Pengelupasan?

Batu lapis Undung (Rip-

rap)

Tanda-tanda gerakan?

Pelapukan?

Erosi?

longsor di bawah muka air

finggi?

Lereng Hillr

Permukaan T a n a h :

Tanda-fanda gerakan?

Tonjolon? Lubong benam

(Sinkholes)? Refokon?

Erosi? Penurunon?

Terkelupos

Di mono? Kedolamon,

lebor don ponjong

retaken,

Longsor di bawah muka air

buri?

Tanda-fanda Rembesan?

Di mono? Kuantitas?

Warne?

Kondisl Tumbuh -

fumbuhan?

Jenis Perlindungan Lereng?

lnstrumenfasi

Piezomefers

Di mono?

Jumloh?

Jenis?

Kondisi?
Formaf Pencafatan Pemeriksaan Bendungan Lembor 3 dori 7

Bendungan: I Tanggal:

Alat Ukur Penurunan

Di mono?

Jumlah?

Jenis?

Kandisi?

Pengukur Rembesan/Kebocoran

Di mana?

Jumlah?

Jenis?

Kondisi?

lnkllnometer

Di mana?

Jumlah?

Jenis?

Kondisi?

lain· lain?

Daerah Hillr Bendungan

Tanda-tanda rembesan?

Dimana?

Kuantitas? don Warna?

Pado Kaki Bendungan


a

Tanda-tanda Erosi?

Gelembung Luap

{Boiling)

Daerah basah?

Di mono?

Saluran Pengeluaran

Ada endapan?

Ada penggerusan ?

Kondisi lereng?

Elevasi Muka air?


Format Pencototon Pemeriksaon Bendungon lembor 4 dari 7

Bendungan: I Tanggal:

Teblng Tumpuan Waduk

Lanlal Hulu

Terlihot lubong benom otau

penurunan?

Ada longsoran?

Terlihal landa-tanda bobol?

Ada relak?

Lereng

Terlihat lubang benom otau

penurunon?

Ada longsoron?

Terlihal landa-tanda bobolan?

Ada relakan?

Bangunan Pelimpah

Saluran Penghantar

Kondisi?

Lontoi dosar?

Lereng/Tebing?

Bendung

Jen is?

Pinlu? Jumlah? Jenis?

Pengoperosion? Manual?

Tenaga lislrik?

Operosl darurat bogoimana?

Ada saluran pelimpah-darurat?

Jenis?

Bendung Pelimpah

Kondisi?

Pengelupasan? Erosi? Kavitasi?

Di mane?

Dindlng

Kondisi?

Pengeluposan? Erosi? Kavitosi?

Daerah basah?

Dimono?

Kondisi Sombungan?

Kondisi soluron drainase?

Terhalang?
Format Pencotaton Pemeriksoan Bendungon Lembar 5 dari 7

Bendungan: I Tanggal:

Saluran Luncur (chute)

Kondisi?

Pengeluposan? Erosi? Kavifasi?

Retaken?

Daerah basah?

Di mono?

KolamOlak

Jenis?

Kondisi?

Pengelupasan? Erosi?

Kavitasi? Retaken?

Daerah basah?

Di mono?

Kinerja Pengoperasian

Kefidal<wajaran?

Oaerah sekitar

Tanda-tanda longsor?

Tanda-tanda rembesan?

Jenis tumbuh-tumbuhan?

Kondisi?

Gangguan pada

bangunan?

Sadap Utama (Intake)

Lokasi?

Jenis?

Akses? /jalan masuk

Kondisi?

Penge1upasan? Erosi?

Kavitasi?

Daerah basah?

Di mono?

Kondisi Sambungan ?

Kondisi drainase? Terhalong ?


Format Pencofoton Pemeriksaan Bendungon Lembor 6 dori 7

Bendungan: I Tanggal:

Bangunan Hldromekanikal

Klsi Sampah ?

Pinlu?

Katup? Jenis?

Metode operasi?

Manual? Tenaga Hstrik?

Operasi darurat bagaimana?

Kondlsi?

Pengeluoran

Lokasi?

Jenis?

Akses I jalan masuk?

Kondisi?

Pengelupasan? Erosi?

Kavitasi?

Daerah basah?

Di mono?

Kondisi Sambungan ?

Kondisi drainase? Terhalang

Endapan?

Gorong-gorong (culvert)

Ukuran?

Kondisi?

Pengelupasan? Erosi?

Kavitasi?

Lapisan basah?

Dimana?

Kondisi Sombungon ?

Kondisi drainose? Terhalang?

Endapan?

KolamWaduk

Endapan?
Format Pencototon Pemenksoon Bendungon Lembar 7 dori 7

Bendungan: \ Tanggal:
I

Teblng Waduk

Longsor ? Sudoh terjodi?

Potensial? Ukuran?

Di m o n o ?

f Daerah Hilir I

Teblng Sungoi

Erosi? Gerusan? Endapan?

Pengoruh tumbuh-

tumbuhan/semak-semak

terhadap pengaliran dan

elevasi muka air buri?

Penduduk terdekot? lndustri?

Perkiroon jumloh penduduk?

rumah? don lain-lain.

-
Lampiran D ·

Format Data Pemeriksaan O & P Bendungan

(4 lembar)
FORMAT LAPORAN INSPEKSI OPERAS! & PEMEUHARAAN

Nama Bendungan ITannnal

Reclstrasl No

[Ilpe Bendungan Tanah Batu Beton Lain-laln

(tentukan)

Kegunaan Irigasi Air Minum Pengendalian Lain-lain

banjir (tentukan)

Klasifikasi Bahava

Fabun Selesai Konstruksi Volume efektio

Bevasi m.a. normal Luas m.a.El.normal

Elevasi ouncak Bendunaan Kedalaman maksimum

Volume bruto

Fol. Insoeks! Keamanan Terakhir TCJI. Insoek Keamanan selaniutnva

rot. Inseekst O&P Terakhir Tai. Insoek O&P selaniutnva

Biava O&P

S/d. saat ini 96197. 97198. 98199. 99/00. 00/01.

00101. Balans Total

Komentar:

�""'kah studT baniir sudah dilakukan sebelumnva vrr


akah taoaan waduk sudah ditelusuri sebelumnva vrr
'\J)akah puncak inti tanah liat sudah dibangun dalam hubungan dengan elev asi - Y{f

oellmoah

Keterangan :
Intrumentasi

Apakah hal-hal dibawah i; ii ditemui I I

a). Alat ukur Pengeluaran/Meteran Air Bersih Y{f

1b). Alat ukur Pengeluaran/Meteran Air Kompensasi / Pengganti Y{f

le). Instrumentasi dalam air Y{f

id). Piezometer Y{f

e). Titik·titik pengukur Penurunan Y{f

f). Instrumentasi Lain··lainnya Y/T

iTingkat Kondisi Instrumentasi (elektro-mekanikal)

I 1 l 2 I 3 I 4 5

Kerusakan lnstrumentasi

Perkiraan biava oerbaikan meniadi Kondisi Tingkat 1

Survev Sendimentasi

Perkiraan Elevasi Sendimentasi dalam Reservoir/Waduk

Kaoasitas Sendimentasi Permulaan %

Kapasitas Sendimentasi sesudah disurvai


I

Aoakah survevtanah (erosi) sudah dilakukan i

Rencana darurat keamanan waduk

Aoakah rencana tersebut ada untuk bendunaan dan waduk Yff

Biava rencana iika oerlu

Keterangan (termasuk kondisi kemam�uan �la nan}

1 2 j 3 4 5
Tingkat kondisi Bangunan Pelimpah

I 1 I 2 I 3 I 4 5

Kerusakan Pelimpah

Perkiraan biava oerbaikan meniadi Kondisi Tinokat l I

Bangunan yang berhubuncan denoan Bendunoan dan Waduk

I 1 I 2 I 3 I 4 I 5

Kerusakan Bangunan Gedung I I

Perkiaraan biaya perbaikan menjadi kondisi Tingkat l

lffnokat kondisi Daerah Penoaliran Sunoai (DPS)

I 1 I 2 I 3 I 4 5

Kerusakan DPS

Perkiraan biava oerbatkan DPS meniadi kandisi Tinokat 1

'ringkat Kandisi Peralatan Elektra Mekanikal dalam DPS

I 1 I 2 I 3 I 4 5

Kerusakan oeralatan Elektra Mekanikal

Perkiraan biava oerbaikan Elektra Mekanikal meniadi Tinokat l


Tingkat Kondisi Bendungan

I 1 I 2 1 3 I
4 I
s
Kerusakan Bendungan

I
Perkiraan biaya perbaikan menjadi Kondisi Tingkat 1

nngkat Kondisi Jalan Masuk (Pek.Sioil)

I 1 I 2 I
3 I 4 I s
Kerusakan Jalan Masuk

Perkiraan biaya perbaikan menjadi Kondisi Tingkat 1 I

tfingkat Kondisi Bangunan Pengeluaran

I 1 I
2 I
3 I 4 I s

Kerusakan Banaunan Penceluaran

Perkiraan Biava Perbaikan Meniadi Kondisi Tmokat I I

'inakat Kondisi Pekeriaan Pioa Pe--eluaran dan Katun-katun tKondisi Struktur Pokok atau

Pekerjaan Pipa diatas tanah).

I 1 I 2 1 3 I 4 i s

Kerusakan oekeriaan cica dan katub--katub

Perkiraan Biava Meniadi Kondisi Tlnckat I I


Lampiran E

Biaya O & P

(2 l e m b a r )
c: E
ro ::,

.c V) -

Jg Cl.. �

E E
"'
,-. ::,
-'

<l)
c,_

i=
-

c,_
ro
.c
2
,-.
"'
c

"'
= · ·
-""
§ -� 0
a_ _
8
� �
co g>
ci
E
0
:z: a:;
-
"' a::
E .
""
-�

---,



;:: c

'

ro
;;;
s:
ro
>--

E .
ro o
llZJ_ZI II
Lampiran F

Format Rencana Tugas & Analisa Keamanan Bendungan

(2 lembar)
FORMAT RENCANA TUGAS DAN ANALISA KEAMANAN BENDUNGAN

Kegiatan Dibuat oleh : Tanggal Dibuat :

1 Diserahkan oleh :

2 Diperiksa oleh :

3 Disetujui oleh

Personil dan Ketrarnpilan

Perkakas dan Peralatan

Peralatan dan Pemasok

Peralatan Keamanan

Pertimbanoan tlnokunoan

Koordinasi Tugas
Urutan Langkah-Langka� Potensi Kecelakaan Rekomendasi Keselamatan

Tugas Pokok dan Bahaya Prosedur Tugas

-
Lampiran G

Oaftar Simak Pemeliharaan

(6 lembar)
SIMBOL • SIMBOL PENANDAAN PERALATAN

A I A T - A LA T / B A N G U N A N K O C' E

Bangunan Seton BAB

Bangunan Periksa BAP

Baterai BAT

Bendungan BEN

Bendungan Pengelak BEP

Bangunan Pengeluaran BAPL

Bangunan Terjun BATJ

Crane CRA

Elevator ELV

Flume FLU

Gedung GED

Generator GEN

Hydraulic Actuactor HOA

lnstrumentasi INS

lnstalasi Pompa IPOM

Jal an JAL

Jembatan JEA

Keamanan dan Barang Pengaman KBP

Kendaraan KEN

Katup Kerucut Tetap KKT


I
SIMBOL - SIMBOL PENANDAAN PERALATAN

ALAT-ALAT/BANGUNAN K O D E

Komunikasi KOM

Katup Kupu-Kupu KUK

Katup Pipa Pesat KAPIP

Motor MOT

Motor Diesel MOTD

Motor Gas MOTG

Motor Llstrik MOTL

Pompa Hidrolik PAH

Peralatan Berat PEB

Peralatan Ringan PER

Pipa Pesat PIP

Pelimpah PLP

Pompa POM

Pintu Angkat PUA

Pintu Pelimpah PUL

Pintu Radial PUR

Pintu Utama PUU

Pintu Bangunan Pengeluaran PUBP

Saluran SAL

Saluran Pembuang SAP


S I M B O L - S I M B O L PENANDAAN PERALATAN

ALAT-ALATIBANGUNAN K O D E

Sipon SIP

Sumur SUM

Talang TAL

Tanggul TAN

Komposor Udara UDR

Unit Pompa Hidrolik UPAH

Ventilasi VEN

Waduk WAD
Proyek

Bendungan:

Daftar Simak Pemeriksaan Peralatan {Tipikal)

Hal-ha! di periksa Kartu Kade Frekuensi Pemeriksaan

Pemeriksaa Pemeliharaan No.

Pintu Angkat (Inspeksi Umum) PUA*#a-12-? Tahu nan 1,01

Pintu Radial (Inspeksi Umum) PUR*#a-12-? Tahunan 1,02

Pelumasan semua bagian PUA*#a-12-? Tahunan 1,03

bergerak mekanikal PUR*#a-12-? Tahu nan 1,03

Katup Kerucut Tetap KKT*#a-6-? Tahu nan 1,04

dan katup kupu-kupu -

(test operasi ) KUK*#a-6-? Tahunan 1,04

Hydraulic Actuator untuk HDA*#a-6-? Tahu nan 1,05

Katup (Inspeksi Um urn) PAH*#a-6-? Tahunan 1,05

MOTL *#a-6-? Tahunan 1,05

UPAH*#a-6-? Tahunan 1,05

General Deisel. (filter) MOTD*#-2/4/6/8-? 1,06


Referensi Prosedur

1.01. lnspeksi Tahunan:

Pintu Angkat (i) Inspeksi visual dari perapat (seal), stang pintu, Pintu, rangka

pintu dan pengantar pintu terhadap tanda-tanda retak,

karatan, kerusakan dsb.

(ii) Inspeksi teliti terhadap stang pintu, bantalan neoprene

dan seluruh bagian bergerak mekanikal terhadap tanda-tanda

karatan, pengelasan rusak, baut-baut hilang, retakan kerusakan dsb.

1.02. lnspeksi Tahunan :

Pintu Radial (i) Inspeksi visual dari perapat (seal), pintu-pintu penguatjpenahan

pintu dan pengantar pintu terhadap tanda-tanda retakan,

karatan, kerusakan dsb,

(ii) Inspeksi teliti penopang alat pengangkat (kerekan), drum

dan semua bagian bergerak mekanikal terhadap tanda-tanda

karat, pengelasan rusak, baut-baut lepas/hilang retakan,

kerusakan/kemerosotan.

(iii) lnspeksi teliti terhadap kabel-kabel terhadap abrasi, robek,

kelelahan, karat, kerusakan dan terjepit. Periksa, Ii hat jika

semua kabel sudah pada urutan yang betul dan penempatan

penjepit kabel dan tudung/sarang.

1.03. lnspeksi Tahunan:

Pelumasan semua Pelumasan seluruh batang-batang pintu, pemberian gemuk, tali/

bagian bergerak dari kabel dan seluruh peralatan bergerak mekanikal dengan pelumas

mekanikal yang sesuai.

1.04. lnspeksi Tahunan:

Katup kerucut Tetap (i) Operasikan seluruh katup kerucut tetap dan katup kupu-kupu

dan Katup Kupu-kupu pada kondisi normal operasi (dengan rata-rata tinggi tekan

(test operasi) normal) dari posisi terbuka penuh dan kembali posisi tertutup

pen uh

(ii) Periksa perapat (seal) terhadap bocoran

(iii) Periksa badan katup terhadap tanda-tanda karat

(iv) periksa mur-mur yang longgar/hilang.


1.05. Inspeksi Tahunan :

Hydaraulic Actuator untuk (i) Periksa dan bersihkan seluruh motor-motor dan pompa­

katup-katup (Inspeksi Umum) pornpa, pekerjaan pipa dan saringan (filter) dan pengukur

tekanan dan periksa terhadap bocoran,

(ii) Periksa kualitas minyak dan bandingkan dengan contoh

minyak baru, jika perlu ganti minyak pada sistem alat tersebut.

(iii) Periksa tanki pengendap dan bersihkan jika perlu

(iv) Periksa terhadap robek abrasi pada selang-selang dan ganti

jika perlu.

1.06. fnspeksi 2 Tahunan :

Generator Diesel (filter) Periksa dan bersihkan semua saringan dan ganti minyak pada

pada mangkok filter.


Lampiran H

Perintah Kerja

(1 lembar)
PERINTAH KERJA I ldenlil,kas.1 PK

I I I I
Nam1
,..,..,
I I Dimiim Oldl:
�·
Diselujui
I I lQI: ldtftlA(:

,..,.,.,..
I I h�-, Tgll:

.JenisPet;:

I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I
--- -- ..... ,..,.,

I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I

-
·-� 100annt 20penlingNfUS 30 Normal mur1i <IOPengi;iantian

LlJ11 Mulai Hafi ITl.llaidalam ketja

kerjaberil<ul seminl1!3U °""""

NIEA Pfll
M IOENTIFlKASI <OMS

"""'
.......
I � R : F�:
I I : I I : I I I I I : I I I

Pell:er}a,a;n I No.Biaya Ker


p

..�
Dan lolrasi I I I I I I I I I I I I I I

Pekerjaan yang diminla diln sya,at-sprll khusus

w.•,

"""
Pe,soni\
111111111
Pet. juml. 0rg
'""
I I I

O<g.jlm I I I

Acl. O,g j¥n


I I I

Analisa Bahaya ; Tanwal PekefjAn Rlesai:

Olch: Tarl!Mllll:

Ti� Pemeliharailll. Aekomc:ndisl. Paldmn �salah diln !Ctw;obn Alasan Pekefjaan dilakuli:an

Kode I Primer I Sckutlder

I I
Total Perkifun Biaya

Rp.

Upa:h Pcktrja

Rp.

�Penclukung

,.
Ha/ga llahan

Rp.
Total bi.i
ya

Rp.
DAFT AR NAMA DAN LEMBAGA

1) Pemrakarsa

1. Balai Keamanan Bendungan

2. Direktorat Bina Teknik, Ditjen. Sumber Daya Air

2) Peng a rah

1. fr. Pudji Hastowo, Dipl.HE, Balai Keamanan Bendungan

2. Ir. Bambang Hargono, Dipl.HE, Direktorat Bina Teknik

3) Penyusun Pedoman

No. N a m a �_mb�

1. Ir. Zainuddin, ME Balai Keamanan Bendunyi:111

2. Ir. Bambang Pinudji Oetomo Balai Keamanan Bendungan


I

3. I Ir. M. Rizal Dit. Bintek, Ditjen SDA

4. Ir. Yusril Zubir Konsultan

5. Ir. Soedaryanto HS, MSc Konsultan

Anda mungkin juga menyukai