Anda di halaman 1dari 6

A.

Judul
Cacah Populasi Kalong
B. Tujuan
Mengestimasi populasi kalong pada satu waktu tertentu
C. Tanggal Praktikum
Praktikum di laksanakan pada hari Selasa-Rabu tanggal 24-25 Desember 2019.
D. Lokasi Pengamatan
Lokasi pengamatan bertempat di Situ Lengkong Panjalu, dan untuk divisi kalong
khususnya untuk kelompok arah utara lokasi pengamatan bertempat di Nusa Pakel.
E. Alat dan Bahan
1. Tally counter
2. Alat tulis (Kertas pengamatan dan pensil)
3. Papan kerani
4. Jendela bidik
F. Cara Kerja
1. Pengamatan dilakukan dalam dua waktu yang berbeda, yaitu sore hari
(periode kalong bermigrasi keluar) dan pagi hari (periode kalong bermigrasi masuk
ke habitat asal).
2. Pengamat dibagi menjadi empat kelompok yang akan menempati empat pos
pengamatan yang telah ditentukan (Utara, Selatan, Barat, Timur);
3. Setiap anggota kelompok membawa tally counter yang cukup serta alat-alat yang
dibutuhkan supaya proses pencacahan di lapangan tidak mengalami hambatan;
4. Setiap kelompok harus sudah menempati pos pengamatan 30 menit sebelum kalong
berdistribusi keluar dan atau masuk. Untuk mengetahui kapan kalong keluar dan
masuk, Saudara sebelumnya harus melakukan observasi kepada masyarakat
sekitarnya.
5. Tempatkan jendela bidik secara tepat untuk setiap waktu pengamatan, sesuai
dengan lokasi/titik tempat Saudara ditugaskan.
a. Pada saat kalong bermigrasi keluar (sore hari), pencacah berada
membelakangi situ panjalu dan jendela bidik mengarah keluar (membelakangi
situ)
b. Sebaliknya pada saat kalong bermigrasi masuk (pag hari), posisi pengamat
harus menghadap kearah situ panjalu dan jendela bidik diarahkan ke arah situ.
6. Hitung jumlah kalong yang terpantau di jendela bidik secara cermat dengan
selang waktu lima (5) menit. Proses ini harus dilakukan dengan cermat dan padu
karena pada selang waktu tertentu populasi kalong tiba-tiba sangat banyak dan
pencacahan menjadi sangat rumit. Pengalihan dari pencacah 1 ke pencacah
cadangan harus dilakukan dengan baik agar tidak ada kekeliruan dalam proses
perhitungan
7. Pengamatan pada setiap waktu dapat dianggap selesai hingga kalong-kalong yang
dicacah benar-benar sudah tidak tampak. Catat waktu yang dibutuhkan oleh kalong
untuk bermigrasi masuk dan keluar dari pos pengamatan saudara.
G. Hasil Pengamatan

TABEL HASIL PENGAMATAN CACAH POPULASI KALONG ZONA UTARA

Keluar Masuk
No.
Waktu Jumlah Waktu Jumlah
1 17.00 – 17.15 - 04.00 – 04.15 -

2 17.15 – 17.30 - 04.15 – 04.30 -

3 17.30 – 17.45 - 04.30 – 04.45 -

4 17.45 – 18.00 - 04.45 – 05.00 -

5 18.00 – 18.15 - 05.00 – 05.15 1

6 18.15 – 18.30 2 05.15 – 05.30 -

7 18.30 – 18.45 - 05.30 – 05.45 -

8 18.45 – 19.00 - 05.45 – 06.00 -

9 06.00 – 06.15 -

10 06.15 – 06.30 -

11 06.30 – 06.45 -

12 06.45 – 07.00 -

TABEL HASIL PENGAMATAN CACAH POPULASI KALONG ZONA


KESELURUHAN

KELUAR MASUK
No Waktu Utara Selatan Timur Barat Waktu Utara Selatan Timur Barat
1 17.00-17.15 0 0 0 0 04.00-04.15 0 1 0 0
2 17.15-17.30 0 0 0 0 04.15-04.30 0 0 0 0
3 17.30-17.45 0 0 0 0 04.30-04.45 0 0 0 0
4 17.45-18.00 0 0 0 0 04.45-05.00 0 0 1 8
5 18.00-18.15 0 0 0 0 05.00-05.15 1 0 7 25
6 18.15-18.30 2 0 3 1 05.15-05.30 0 0 0 2
7 18.30-18.45 0 0 0 0 05.30-05.45 0 0 1 0
8 18.45-19.00 0 0 0 0 05.45-06.00 0 0 0 0
9 06.00-06.15 0 0 0 0
10 06.15-06.30 0 0 0 0
11 06.30-06.45 0 0 0 0
12 06.45-07.00 0 0 0 0
Jumlah 2 0 3 1 1 1 9 35
GRAFIK ESTIMASI POPULASI KALONG KELUAR (SORE HARI)

Jumlah Kalong
7
6
Jumlah Populasi Kalong

5
4
3
2 Jumlah Kalong
1
0

Waktu

GRAFIK ESTIMASI POPULASI KALONG MASUK (PAGI HARI)

Jumlah Kalong
35
30
Jumlah Populasi Kalong

25
20
15
10 Jumlah Kalong
5
0

Waktu
H. Analisis dan Pembahasan
1. Pembahasan Hasil Penelitian
Pada praktikum pencacahan populasi kalong, kami membagi kelompok menjadi
beberapa divisi diantaranya terdapat divisi kalong yang kemudian terbagi lagi
menjadi beberapa kelompok yaitu kelompok pada arah utara, selatan, timur dan
barat. Dalam praktikum pencacahan populasi kalong, kami melakukan
pengambilan data pada dua waktu yaitu pada waktu sore hari dan mulai dilakukan
pengambilan data pada pukul 17.00 hingga malam hari tepatnya samapi pukul
19.00. Dan pada waktu pagi hari dengan mulai pengambilan data pada pukul
04.00 hingga mulai terang. Alasan pengambilan data pada waktu tersebut karena
seperti yang kita ketahui bahwa kalong akan keluar mencari makan pada sore hari
dan akan kembali lagi ke habitatnya pada pagi hari setelah mencari makan pada
sore hingga malam hari. Dari data yang kami dapatkan, dapat diketahui bahwa
arah barat (ketika bermigrasi masuk) memiliki jumlah kalong yang lebih banyak
dibandingkan dengan arah lainnya, hal ini dikarenakan pada arah barat tepat
berada di sekitar pemukiman sehingga banyak kalong yang pergi mencari makan
ke arah barat. Karena, berdasarkan studi literatur bahwa kalong akan pergi ke
tempat atau daerah yang sumber makanannya melimpah. Selain itu, dari data yang
kami dapatkan setelah pengamatan berlangsung, jumlah spesies kalong yang
terdapat di Situ Panjalu mengalami penurunan, hal tersebut disebabkan karena
habitat yang ditempati mengalami kerusakan akibat perubahan lingkungan. Hal ini
sejalan dengan pendapat Dr. Dadi yang dikutip dari link (harapanrakyat.com)
mengatakan bahwa dari hasil penelitian pada bulan juni 2013, jumlah kalong yang
terdapat di Situ Panjalu mencapai 1000 ekor, jumlah tersebut sangat jauh
dibandingkan jumlah populasi kalong yang kami amati.
2. Analisis bahan diskusi
1. Setelah mendapatkan data cacah kalong, kapankah puncak migrasi masuk
dan migrasi keluar terjadi di arah pengamatan Saudara? Apa argument
Saudara atas fakta tersebut!
Jawab: Untuk arah pengamatan kami yaitu di utara, puncak migrasi masuk
terjadi pada rentang waktu 05.00-05.15 dengan jumlah kalong yang masuk dua
ekor kalong, sedangkan puncak migrasi keluar terjadi pada rentang waktu
18.5-18.30 dengan jumlah kalong yang keluar hanya satu ekor. Menurut
argument kami, bahwa berdasarkan fakta tersebut didapatkannya puncak
migrasi jumlah kalong yang sedikit disebabkan oleh habitat asli kalong yang
sudah mulai terganggu oleh aktifitas manusia, dan kemungkinan disebabkan
oleh perubahan makro, mulai dari iklim hingga perubahan demografi. Selain
itu, lingkungan sekitar wilayah situ lengkong yang menjadi tujuan kalong
mencari makan sudah berkurang akibat pembangunan yang dilakukan
masyarakat sekitar. Akibat perubahan lahan produktif seperti sawah dan hutan
yang menjadi real estate pasti akan berdampak pada keseimbangan ekosistem
didalamnya, termasuk keberadaan flora dan fauna yang sebelumnya betah di
alam yang asri. Selain itu juga, selama pengamatan, kami melihat kalong-
kalong tersebut baik pada saat migrasi masuk maupun keluar banyak dari arah
permukiman, kemungkinan kenapa arah pengamatan yang kami lakukan di
utara menghasilkan jumlah yang sedikit, dikarenakan makanan yang ada di
alam sudah berkurang dan kalong lebih banyak mencari makan dari arah
permukiman, kemungkinan hal tersebut yang mengakibatkan jumlah kalong
yang kami amati di utara sedikit dan mengakibatkan adanya puncak migrasi
masuk maupun keluar yang tidak terlalu besar.
2. Setelah data seluruh lokasi (Utara, Barat, Selatan, Timur) diperoleh, mengenai
laju migrasi per satuan waktu, adakah perbedaan yang terjadi untuk data setiap
arah tersebut?
Jawab: Ada, untuk arah barat didapatkan jumlah populasi kalong yang lebih
banyak dibandingkan dengan arah utara, selatan dan timur. Hal tersebut dapat
dilihat dari jumlah kalong yang bermigrasi masuk sebanyak 35 ekor kalong
selama 2 jam pengamatan. Sedangkan untuk arah timur sebanyak 9 ekor
kalong, dan yang paling sedikit yaitu utara dan selatan sebanyak 1 ekor
kalong. Sedangkan untuk kalong yang bermigrasi keluar, rata-rata perbedaan
nya tidak terlalu jauh, dimana untuk arah barat didapatkan 3 ekor kalong,
timur 1, utara 2 dan selatan tidak ditemukan kalong yang keluar selama
pengamatan berlangsung.
3. Cermati data migrasi keluar dan masuk dari setiap arah. Adakah perbedaan
jumlah kalong pergi dan datang dari setiap arah. Jika ada, argument ekologis apa
yang bisa Saudara kemukakan?
Jawab: Ada, dimana berdasarkan hasil pengamatan jumlah antara kalong yang
bermigrasi keluar dan yang bermigrasi masuk ternyata lebih banyak kalong
yang bermigrasi masuk, tapi kami yakin dari jumlah kalong yang bermigrasi
keluar kemungkinan akan sama dengan jumlah yang bermigrasi masuk. Hal ini
terjadi kemungkinan disebabkan karena adanya kalong yang keluar pada
malam hari yang terjadi diluar pengamatan. Diantaranya keseluruhan jumlah
kalong yang bermigrasi keluar dari semua arah pengamatan berjumlah 6 ekor,
dan kalong pada waktu migrasi masuk berjumlah 46 ekor yang dan didapatkan
selisih 40 ekor. Menurut argument kami, adanya perbedaan tersebut terjadi
karena adanya kalong yang keluar pada malam hari yang terjadi diluar
pengamatan dan dimana pada saat pengamatan untuk migrasi keluar daya
pandang tidak terlihat dengan jelas saat kalong melewati daerah pengamatan.
Selain itu, pada saat kami melakukan pengamatan di sore hari (pada saat
kalong pergi) terjadi hujan yang sangat deras sehingga faktor cuaca tersebut
mungkin juga dapat mempengaruhi keberangkatan kalong untuk mencari
makan. Karena berdasarkan sumber yang kami baca, bahwa ada beberapa
faktor yang dapat mempengaruhi keberadaan, kelimpahan, dan aktivitas suatu
jenis kelelawar/kalong pada suatu habitat yaitu struktur fisik habitat, iklim
mikro habitat, ketersediaan mangsa dan sumber air, kedekatannya dengan
tempat bergantung, keamanan dari predator dan kompetisi. Kemudian selain
itu, ketika cuaca sangat dingin kalong akan menyelimuti tubuhnya dengan
sayap. Oleh karena itu, adanya perbedaan jumlah kalong pergi dan datang
diakibatkan karena pada saat pengamatan kalong pergi terjadi hujan yang
sangat deras sehingga mengakibatkan kalong bertengger lebih lama
dibandingkan seperti biasanya, sehingga ketika waktu pengamatan kami
selesai dimungkinkan adanya kalong yang pergi diluar pengamatan kami.
Selain itu perbedaan jumlah kalong yang bermigrasi keluar dan bermigrasi
masuk kemungkinan terjadi karena perubahan iklim dan perilaku, sehingga
migrasi kalong yang berangkat dari arah utara dan kemungkinan kembali dari
arah selatan, atapun begitu sebalikanya.
I. Kesimpulan
1. Tidak terdapatnya puncak migrasi populasi kalong, yang disebabkan oleh habitat
asli kalong yang sudah mulai terganggu oleh aktifitas manusia.
2. Penurunan populasi kalong yang sangat jauh dibandingkan dengan pengamatan
tahun-tahun sebelumnya.
3. Terdapatnya perbedaan jumlah kalong pada saat migrasi keluar dan migrasi
masuk.

Arisandi, Ade. 2012. Cacing Tanah. (Online). Di akses dari link


http://adearisandi.wordpress.com/2012/06/21/cacing-tanah. pada hari 16 Desember
2019 pada pukul 08.39 WIB.

Firmansyah et al. 2014. Karakterisasi Populasi Dan Potensi Cacing Tanah Untuk Pakan
Ternak Dari Tepi Sungai Kahayan Dan Barito. Jurnal. (Online).