Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masyarakat yang sejahtera merupakahn salah satu tujuan yang ingin dicapai
oleh setiap Negara. Masyarakat yang sejahtera dibangun dari beberapa aspek
kehidupan yaitu terpenuhinya kebutuhan makanan, perumahan, keamanan, dan
kesehatan.
Menurut kodratnya manusia adalah makluk sosial atau makluk bermasyarakat,
selain itu juga diberikan yang berupa akal dan pikiran untuk berkembang dan
dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makluk
sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan
masyarakat yang telah dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam
berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat
dalam kehidupannya.
Masyarakat adat Bali sebagai masyarakat sosial, dalam peradabannya juga
memiliki konsep norma yang mengatur kehidupannya dalam peradaban sejak
jaman dikenalnya kebudayaan yang terkenal dengan konsep kosmologi Tri Hita
Karana. Tri Hita Karana adalah sebuah konsep dalam hindu yang mengatur pola
keseimbangan hidup antara manusia dengan pencipta, manusia dengan manusia
dan manusia dengan lingkungan. Selama ini sudah cukup banyak ada bahasan
yang mengkaitkan Tri Hita Karana dengan bidang kajiannya. Di antaranya kaitan
dengan pengelolaan lingkungan, pariwisata, kesehatan, dan lain-lain.
Penerapan Tri Hita Karana dalam bidang kesehatan termasuk kedalam
penerapan asuhan pengobatan komplementer. Dimana pengobatan kompelementer
adalah pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat.
Salah satu terapi komplementer adalah pemanfaatan kearifan lokal berupa Tri
Hita Karana sebagai terapi tambahan pada pasien. Filosofi Tri Hita Karana,
menekankan bahwa dalam proses berkehidupan memelihara kesehatan menuju
hidup yang sejahtera, manusia diminta menjaga harmonisasi hubungan antara
manusia dengan penciptanya yakni Tuhan Yang Maha Esa (parhyangan), manusia

1
dengan lingkungan alam sekitarnya (palemahan), serta manusia dengan
sesamanya (pawongan) sebagai satu kesatuan yang utuh.

B. Tujuan
1. Untuk mengetahui prinsip penerapan konsep Pawongan dalam pelaksanaan
Asuhan Kebidanan
2. Untuk mengetahui khasiat “Permata” dalam pelayanan kebidanan

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Konsep Tri Hita Karana


Tri Hita Karana terdiri atas tiga kata yaitu tri artiny tiga, hita artinya
kebahagiaan/kesejahteraan dan karana artinya, sebab. Jadi Tri Hita Karana (THK)
berarti tiga komponen atau unsur yang menyebabkan kesejahtraan atau
kebahagiaan. Ketiga komponen THK itu berkaitan erat antara yang satu dengan
yang lainnya. Ketiga komponen THK itu meliputi hubungan yang harmonis antara
manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa (Parhyangan), hubungan yang harmonis
antara manusia dengan manusia (Pawongan), dan hubungan yang harmonis antara
manusia dengan alam lingkungan (Palemahan).

B. Penerapan Pawongan dalam Asuhan Kebidanan


Pawongan adalah hubungan harmonis antara sesama umat manusia. Dalam hal
ini ditekankan agar sesama umat beragama untuk selalu mengadakan komunikasi
dan hubungan yang harmonis melalui kegiatan Sima Krama Dharma Santhi
/silahturahmi. Dan kegiatan ini dipandang penting dan strategis mengingat bahwa
umat manusia selalu hidup berdampingan dan tidak bisa hidup sendirian. Oleh
karena itu tali persahabatan dan persaudaraan harus tetap terjalin dengan baik.
Kehidupan yang harmonis di dunia ini, membuat seseorang merasa nyaman,
aman, dan tenteram. Keharmonisan kehidupan membantu tubuh bekerjanya lebih
ringan, karena tubuh tidak berada dalam keadaan cemas dan depresi. Tubuh tidak
mengeluarkan hormon yang menyebabkan stress berlebihan, dan hormon
kegembiraan akan dikeluarkan lebih banyak. Keadaan ini membuat tubuh lebih
banyak meningkatkan daya imunitasnya sehingga lebih tahan terhadap serangan
berbagai macaam penyakit. Suasana hati yang harmonis sepertinya dapat sebagai
“vaksinasi”tubuh untuk menangkal penyakit.
Dalam memberikan asuhan kebidanan tentunya sebagai tenaga kesehatan
khususnya kebidanan untuk mencapai suatu keharmonisan antara sesama manusia
baik tenaga kesehatan dengan teman sejawat, tenaga kesehatan dengan atasannya
maupun tenaga kesehatan dengan pasiennya harus mampu menumbuhkan rasa
saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain. Dalam memberikan
asuhan kebidanan yang bermutu dan sesuai dengan visi misi yang ingin dicapai

3
tentu harus memiliki sikap yang menghormati, menghargai, sopan santun, ramah
tamah dan serta tidak membatasi hak-hak pasiennya.

C. Hubungan Permata dengan Konsep Pawongan


Pawongan adalah hubungan harmonis antara sesama umat manusia dan
kegiatan ini dipandang penting dan strategis mengingat bahwa umat manusia
selalu hidup berdampingan dan tidak bisa hidup sendirian. Selain berhubungan
secara langsung, intraksi antar manusia juga biasa dilakukan melalui perantara.
Seperti dalam asuhan komplementer tidak semua asuhan secara langsung dari
tenaga medis ke klien, ada juga beberapa asuhan yang dilakukan melauli perantara
salah satunya melalui perantara permata. Permata biasa di gunakan sebagai
perantara energy. Selain itu dari jaman dahulu dipercaya bahwa memakai permata
dapat membantu dalam memcegah atau menyembuhkan suatu penyakit.

D. Batu Onyx dalam Penerapan Asuhan Kebidanan


Batu Oniks atau onyx merupakan golongan dari batu-batu kwarsa dan
memiliki tiga jenis macam. Yangg berwarna hitam dan dasarnya putih disebut
batu oniks biasa, Yang berwarna merah dan dasarnya putih dinamakan Karneol
oniyx, sedangkan yang merah tua dan dasarnya putih diberi nama Sardonyxx.
Onyx dikatakan berasal dari kata Yunani Onux, yang berarti kuku atau cakar.
Meskipun mengapa hal itu berkaitan dengan kuku mungkin tampak
membingungkan, legenda mengatakan bahwa Cupid menjahili Venus dengan
memotong kukunya ketika ia sedang tidur. Karena kukunya berserakan di tanah,
para Dewa mengubahnya menjadi batu daging berwarna. Batu kalsedon, berkisar
dari putih, coklat sampai berwarna hitam, yang pada saat itu, disebut Onyx.
Onyx merupakan kombinasi dari kedua mineral yang mengandung
(CaMg(CO3)2) dan (CaCO3) terbentuk dari metamorfosa Kristal padat, atau
kombinasi dari kedua kandungan tersebut. Tekstur onyx yang Kristal terjadi
karena pada rongga atau tekanan batu kuarsa yang berasal dari larutan kalsium
karbonat baik yang terjadi pada temperatur panas atau dingin, sehingga batu onyx
berwarna kristal dan tembus cahaya.

1. Kegunaan atau manfaat Batu Onyx


Batu obsidian dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain;
a. Batu yang dianjurkan untuk penyakit ginjal dan hati.
b. Batu oniks hitam mampu merubah kebiasaan buruk si pemakai.
c. Menjadikan pemakai jago dalam berbicara.

4
d. Mengurangi stress dan memberikan tidur yang nyenyak.
e. Mampu meredam rasa cinta dan nafsu yang berlebihan.
f. Membantu atau mempercepat pertumbuhan kulit, kuku dan rambut.
g. Mengusir hawa negatip, meningkatkan kecerdasan dan inspirasi spiritual.

2. Kegunaan batu onyx dalam kesehatan


Batu onyx juga dikatakan bisa menyembuhkan beberapa penyakit seperti
masalah pada gigi, gangguan mata, masalah tulang, epilepsi dan juga masalah
pada kaki. Sedangkan air rendaman batu onyx juga dipercaya bisa mengobati
berbagai masalah kulit serta infeksi.
Ibu hamil juga dianjurkan untuk memakainya agar bebas masalah kehamilan
dan kelancaran persalinan. India dan Persia bahwa menempatkan onyx pada perut
wanita hamil dalam persalinan akan mengurangi nyeri persalinan

5
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Dalam memberikan asuhan kebidanan sangan diperlukan konsep tri hita
karana, apalagi dalam memberikan pelayanan sangan dekat dengan klien (antar
manusia) sehingga konsep pawongan sangat diperlukan dalam memberikan
asuhan sehingga tercapai sikap menghormati, menghargai, sopan santun, dan
ramah tamah antar sesama manusia baik sesama bidan atau petugas kesehatan
ataupun dengan pasien. Dalam pawongan juga terdapat berbagai batu permata
untuk kesehatan seperti batu onyx.

B. Saran
Dalam memberikan pelayanan, konsep pawongan sangat diperlukan untuk
menciptakan keharmonisan dan kebahagiaan, dan rasa nyaman bagi bidan maupun
klien. Selain itu dalam memberikan pelayanan juga tidak harus pengobatan
modern pengobatan tradisional juga bsa diberikan secara berdampingan