Anda di halaman 1dari 42

IMPLEMENTASI PERMENPAN NO.

13 TH 2019
DALAM PEMBINAAN KARIR JABATAN
FUNGSIONAL PENILIK

OLEH : ADJANG SURAHMAN


Kasi PKPK PTK DIKMAS
081213695487
adjang.surahman@kemdikbud.go.id

Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Dikmas


Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kompleks Kemendikbud Gd. D Lantai 13
Jl. Jend. Sudirman-Senayan Jakarta
ARAHAN
KEPALA NEGARA/PEMERINTAHAN
DALAM PIDATO PELANTIKAN

1 PEMBANGUNAN
SDM
4 PENYEDERHANAAN
2 PEMBANGUNAN
BIROKRASI

INFRASTRUKTUR
3 5 TRANSFORMASI
EKONOMI
SIMPLIFIKASI
REGULASI
LANGKAH KONKRET
PENYEDERHANAAN BIROKRASI
Penataan Organisasi

Penataan Jabatan Fungsional BIROKRASI


• Menentukan kriteria RAMPING &
EFEKTIF
penyederhanaan
birokrasi. Transformasi Jabatan
• Menyesuaikan regulasi
• Mengidentifikasi unit tentang JF yang
MENJAMIN
PROGRAM
yang dapat/tidak komprehensif UNTUK
 Menyusun peraturan MASYARAK
dapat (menambahkan informasi perundang- undangan AT
disederhanakan. faktor jabatan pada tugas penyederhanaan birokrasi.
manajerial/decision making,  Memetakan jabatan dan
• Menyusun Peraturan sehingga 1 jenjang ada pejabat struktural yang
Perundang-undangan beberapa kelas jabatan). terkena dampak.
untuk penataan • Menyelaraskan kelas  Memetakan jabatan
organisasi. jabatan: fungsional yang dapat dan
-JF dengan Jab. Struktural dibutuhkan untuk
• Melaksanakan -JF satu dengan JF yang menampung peralihan
transformasi/penataan lain jabatan.
organisasi (Peralihan • Menyusun Peraturan  Menyelaraskan kebutuhan
Jabatan Struktural ke Perundangan mengenai anggaran setiap instansi
Fungsional). Jabatan & Pangkat ASN. pemerintah.
• Menyelaraskan  Menetapkan masa transisi
tunjangan JF dengan peralihan.
tunjangan Jabatan  Transformasi jabatan
Struktural (jika masih dilakukan secara nasional
dimungkinkan).
PERMASALAHAN JABATAN FUNGSIONAL

• PNS kurang tertarik menduduki jabatan fungsional


.

• Tunjangan jabatan fungsional dirasakan kurang memadai


. dibanding dengan jabatanstruktural

• Kewenangan yang ada pada jabatan struktural dianggap cukup


. besar dan memiliki prestise dibanding jabatan fungsional

• Diklat penjenjangan jabatan fungsional belum jelas


.

• Masih dipandang sbg jabatan alternatif


.

• Dinamika sekedar utk memperpanjang BUP


.
Belum kuatnya komitmen pimpinan dalam mengembangkan
• jabatan fungsional
.

6
5
5
Kriteria Jabatan Fungsional (Pasal 9)
• fungsi dan tugasnya berkaitan dengan pelaksanaan fungsi
1 dan tugas Instansi Pemerintah

• mensyaratkan keahlian atau keterampilan tertentu yang


2 dibuktikan dengan sertifikasi dan/atau penilaian tertentu

• dapat disusun dalam suatu jenjang Jabatan berdasarkan


3 tingkat kesulitan dan kompetensi

• pelaksanaan tugas yang bersifat mandiri dalam


4 menjalankan tugas profesinya

• kegiatannya dapat diukur dengan satuan nilai


atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan dalam
5
bentuk angka kredit
Pengangkatan PNS kedalam
JF (Pasal 18)
1. Pengangkatan pertama;
2. perpindahan dari jabatan lain;
3. penyesuaian/inpassing; dan
4. promosi.
KEHARUSAN IJJI KOMPTENSI
Pasal 20
(1) Calon PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal
19 ayat (2) setelah diangkat sebagai PNS, dan
telah mengikuti dan lulus uji kompetensi, paling
lama 1 (satu) tahun wajib diangkat dalam JF.
(2) PNS yang telah diangkat dalam JF
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), paling
lama 3 (tiga) tahun wajib mengikuti dan
lulus pendidikan dan pelatihan fungsional.
(3) Pejabat Fungsional yang belum mengikuti
dan/atau tidak lulus pendidikan dan
pelatihan fungsional sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) tidak diberikan kenaikan jenjang
satu tingkat diatas.
Usia untuk pindah, paling lama:
1) 53 (lima puluh tiga) tahun bagi yang
akan menduduki JF Kategori Keterampilan;
2) 53 (lima puluh tiga) tahun bagi yang
akan menduduki JF Ahli Pertama dan Ahli
Muda;
3) 55 (lima puluh lima) tahun bagi yang
akan menduduki JF Ahli Madya; dan
4) 60 (enam puluh) tahun bagi yang akan
menduduki JF Ahli Utama bagi PNS yang telah
menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi; dan
Ketentuan Promosi
Pasal 29
Pengangkatan melalui Promosi JF ditetapkan
berdasarkan kriteria:
a. termasuk dalam kelompok rencana suksesi;
b. menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi
instansi dan kepentingan nasional, dan
diakui oleh lembaga pemerintah terkait
bidang inovasinya; dan
c. memenuhi standar kompetensi jenjang
jabatan yang akan diduduki.
Target Angka Kredit yang harus dicapai
Pasal 44:

a. paling sedikit 12,5 (dua belas koma lima)


Angka Kredit untuk ahli pertama;
b. paling sedikit 25 (dua puluh lima) Angka
Kredit untuk ahli muda;
c. paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma
lima) Angka Kredit untuk ahli madya; dan
d. paling sedikit 50 (lima puluh) Angka Kredit
untuk ahli utama.
ANGKA KREDIT UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI

III/b-III/c III/c-III/d III/d-IV/a IV/a-IV/b IV/b-IV/c IV/c-IV/d

4 6 8 10 12 14
Angka Kredit pengembangan profesi
Pasal 54 ayat (5)
a. 6 (enam) bagi Pejabat Fungsional Ahli
Muda yang akan naik jabatan setingkat
lebih tinggi menjadi Pejabat Fungsional
Ahli Madya.
b. 12 (dua belas) bagi Pejabat Fungsional
Ahli Madya yang akan naik jabatan
setingkat lebih tinggi menjadi Pejabat
Fungsional Ahli Utama.
ANGKA KREDIT UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI

III/b-III/c III/c-III/d III/d-IV/a IV/a-IV/b IV/b-IV/c IV/c-IV/d

- - 6 - - 12
Pasal 60 ayat (1)
Pejabat Fungsional diberhentikan dari
jabatannya apabila:
a. mengundurkan diri dari Jabatan;
b. diberhentikan sementara sebagai PNS;
c. menjalani cuti di luar tanggungan negara;
d. menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam)
bulan;
e. ditugaskan secara penuh pada Jabatan
Pimpinan Tinggi, Jabatan Administrator,
Jabatan Pengawas, dan Jabatan Pelaksana;
atau
f. tidak memenuhi persyaratan jabatan.
Pemberhentian
Pasal 62
Kriteria tidak memenuhi persyaratan jabatan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 ayat (1)
huruf f dapat dipertimbangkan dalam hal:
a. tidak memenuhi kualifikasi
pendidikan yang dipersyaratkan untuk
menduduki JF; atau
b. tidak memenuhi standar kompetensi yang
ditentukan pada JF yang diduduki.
Standar Kompetensi
Pasal 64
(1) JF harus memiliki Standar Kompetensi sesuai dengan
jenjang jabatan.
(2) Kompetensi jabatan fungsional meliputi:
a. kompetensi teknis;
b. kompetensi manajerial; dan
c. kompetensi sosial kultural.
(3) Standar Kompetensi setiap jenjang jabatan disusun
oleh Instansi Pembina sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan, dan ditetapkan
dalam Peraturan Menteri tentang JF yang ditetapkan.
BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN
Pasal 76
(1) Pejabat Fungsional yang bertugas di
daerah terpencil/rawan/berbahaya, dapat diberikan
tambahan Angka Kredit 25% (dua puluh lima persen)
dari Angka Kredit Kumulatif untuk kenaikan pangkat
setingkat lebih tinggi dan diakui sebagai tugas pokok
dalam PAK.
(2) Pemberian tambahan Angka Kredit
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan selama
melaksanakan tugas di daerah tersebut
terpencil/rawan/berbahaya.
(3) Kriteria dan penetapan daerah
terpencil/rawan/berbahaya sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) lebih lanjut ditetapkan oleh
pimpinan Instansi Pembina sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Pembebasan Sementara
Pasal 80
(1) Pada saat Peraturan Menteri ini mulai
berlaku, ketentuan pembebasan sementara
karena tidak memenuhi angka kredit dicabut
dan dinyatakan tidak berlaku.
(2) Pejabat Fungsional yang dibebaskan
sementara karena tidak memenuhi angka
kredit sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dan belum ditetapkan keputusan
pemberhentian dari JF, diangkat kembali
dalam JFnya sesuai dengan jenjang
jabatannya.
26
DATA HASIL ORIGINAL UJI KOMPETENSI PENILIK
TAHUN 2018

450

400

350
426
300

250

200

150

100

34
50

Lulus Tidak Lulus

Lulus (nilai ≥ 55); Tidak Lulus (nilai < 55)


DATA HASIL AKHIR UJI KOMPETENSI PENILIK
TAHUN 2018

437
450

400

350

300

250

200

150
23

100

50

Lulus Tidak Lulus

Lulus (nilai ≥ 55); Tidak Lulus (nilai < 55)


HASIL UJI KOMPETENSI KENAIKAN JENJANG
JABATAN PENILIK & PAMONG BELAJAR
TAHUN 2019

NO JENIS JUMLAH NILAI MURNI


. LULUS TIDAK
LULUS
1. PENILIK 505 5 500
2. PAMONG 211 4 207
BELAJAR
JUMLAH 716 9 707

ASUMSI NILAI KELULUSAN > 70


HASIL UJI KOMPETENSI KENAIKAN JENJANG
JABATAN PENILIK & PAMONG BELAJAR
TAHUN 2019

NO JENIS JUMLAH NILAI MURNI


. LULUS TIDAK
LULUS
1. PENILIK 505 64 441
2. PAMONG 211 24 187
BELAJAR
JUMLAH 716 88 628

ASUMSI NILAI KELULUSAN > 60


HASIL UJI KOMPETENSI KENAIKAN JENJANG
JABATAN PENILIK & PAMONG BELAJAR
TAHUN 2019

NO JENIS JUMLAH NILAI MURNI


. LULUS TIDAK
LULUS
1. PENILIK 505 218 287
2. PAMONG 211 79 132
BELAJAR
JUMLAH 716 297 419

ASUMSI NILAI KELULUSAN > 50


MASALAH DALAM PENILAIAN AK

Pemahaman yang rendah mengenai tata cara


1
pengusulan penetapan angka kredit;

Angka Kredit lama yang sangat tinggi dan


2 perbedaan AK pd PAK dan SK Kenaikan
pangkat terakhir;
3 Kurang mampu menyusun DUPAK;

4 Bukti fisik yang kurang dan tidak relevan;

Rendahnya kemampuan dalam menyusun


5
tugas pengembangan profesi.
PENILAIAN ANGKA KREDIT PGTK PAUD
DAN DIKMAS

 Mengingat PP 9 tahun 2003 ttg wewenang


pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian
PNS dan telah diubah dengan PP 63 tahun 2009
DINYATAKAN TIDAK BERLAKU LAGI, maka kenaikan
pangkat dari golongan III/d ke IV/a kemudian ke
IV/b, menjadi kewenangan Direktorat PGTK PAUD dan
Dikmas;
 Penilaian angka kredit Guru TK mulai Januari 2017
dilakukan di LPMP terpilih;
PP NO. 9 TAHUN 2003
BAB III KENAIKAN PANGKAT
Pasal 7
(2) Gubernur menetapkan kenaikan pangkat PNS Daerah
Kabupaten/Kota dan PNS yang diperbantukan di lingkungan
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota untuk menjadi Pembina
golongan ruang IV/a dan Pembina Tingkat I golongan ruang
IV/b.

Pasal 8
(1) Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota
menetapkan kenaikan pangkat PNS Daerah dan PNS yang
diperbantukan di lingkungannya untuk menjadi Juru Muda
Tingkat I golongan ruang I/b sampai dengan Penata Tingkat
I golongan ruang III/d.
PENILAIAN ANGKA KREDIT PGTK PAUD
DAN DIKMAS

 Penetapan angka kredit untuk PB UPT Pusat


untuk golongan III/a – IV/c di lakukan oleh
Ditjen PAUD dan Dikmas;
 Berkas usulan disampaikan kepada: Direktur
PGTK PAUD dan Dikmas, Kompleks
Kemendikbud Gedung D Lantai 13 Jl. Jend,
Sudirman Senayan-Jakarta.
WAKTU PENILAIAN & PENYAMPAIAN
BERKAS
 Pelaksanaan penilaian dilakukan pada
bulan Juni untuk proses kenaikan pangkat
bulan Oktober, dan berkas diterima paling
lambat akhir bulan Mei;

 Dan bulan November untuk proses


kenaikan pangkat bulan April, dan berkas
diterima paling lambat akhir bulan Oktober.
Kenaikan Masuk Berkas Penilaian
Pangkat

Bulan Oktober Bulan Mei Bulan Juni

Bulan April Bulan Oktober Bulan


November/
Desember
HASIL PENILAIAN

PAK AK cukup Proses lebih


untuk naik lanjut ke
pangkat BKN/BKN
Regional

AK kurang Melengkapi
HPAK untuk naik kekurangan
pangkat AK
CONTOH PAK PENILIK
Contoh HPAK
Jabatan, Pangkat dan
Angka Kredit
Utama UTAMA

Madya IV/d: 850

150
Madya
Muda
IV/c = 700 ak
IV/b = 550 ak 150
Muda IV/a = 400 ak
Pertama
III/d = 300 ak
100
Pertama III/c = 200 ak
III/b = 150 ak 50
III/a = 100 ak