Anda di halaman 1dari 8

No.Dokumen :SOP/ /Pusk.

Selbar/2016
SOP No.Revisi : 00
Tgl.Terbit : 14 November 2016
Halaman : 2 /3

Dr. IGK Hadi Suryanto


Puskesmas Selemadeg NIP.
197005072000031011
Barat

1. Pengertian Epilepsi adalah sebagai suatu keadaan yang ditandai oleh bangkitan
epileps berulang berselang lebih dari 24 jam yang timbul tanpa
provokasi, sedangkan yang dimaksud dengan bangkitan epilepsy
adalah manifestasi klinis yang disebabkan oleh aktivitas listrik otak
yang abnormal dan berlebihan dari sekelompok neuron.
2. Tujuan Sebagai acuan atau pedoman penatalaksanaan Epilepsi
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Selemadeg Barat No 1/SK/Pusk.selbar/ I /2018
tentang jenis-jenis pelayanan
4. Referensi Peraturan mentri kesehatan RI No.5 Tahun 2014 teng panduan
klinis bagi dokter di Fasyankes primer
5. Alat dan Bahan Alat dan bahan :
Tempat tidur, Tensimeter, Stetoskop, Timer,Timbangan Badan,
Stesolid, Tongspatel.
6. Prosedur PENATALAKSANAAN :
1. Keluarga pasien diberikan informasi selengkapnya
mengenai epilepsy dan prognosisnya.
2. Pemberian farmakoterapi untuk mengatasi kejangnya adalah
dengan :
a. Diazepam per rectal (0,5 mg/kg) atau lorazepam (0,1
mg/kg) harus segera diberikan jika akses intravena tidak
dapat dibangun dengan mudah.
b. Buccal midazolam (0,5 mg/kg, dosis maksimal 10
mg/kg) lebih efektif daripada diazepam per rectal untuk
anak
c. Lorazepam intravena, setara efektivitasnya dengan
diazepam intravena denagn efek samping yang lebih
minimal (termasuk depresi pernafasan) dalam
pengobatan kejang tonik klonik akut. Bila akses
intravena tidak tersedia, midazolam adalah pengobatan
pilihan.
Tabel 1. Farmakoterapi untuk mengatasi kejang
Obat Buccal Intra vena Per rectal
(IV)
Midazolam 0,5 mg/kg
maks 10 mg
Diazepam 0,3 mg/kg 0,5 mg/kg
dengan rata- (maks 20 mg
rata 2 mg/mnt per dosis).
(maks 5 mg Dapat
per dosis diberikan
untuk <5 th, tanpa
10 mg untuk dilarutkan
> 5 tahun).
Lorazepam 0,05 – 0,1 0,1 mg/kg
mg/kg dalam (maks 4 mg
1-2 mnt per dosis),
(maks 4 mg dilarutkan
per dosis). dengan air 1:1
sebelum
digunakan

KONSELING DAN EDUKASI


Konseling dan edukasi dilakukan untuk membantu pihak keluarga
mengatasi pengalaman menegangkan akibat kejang demam dengan
mmberikan informasi menggenai :
a. Prognosis dari epilepsy
b. Tidak ada peningkata resiko keterlambatan sekolah atau
kesuitan intelektual akibat kejang demam
c. Kejang demam kurang dari 30 menit tidak mengakibatkan
kerusakan otak
d. Resiko kekambuhan penyakit yang sama di masa depan.
e. Rendahnya resiko terkena epilepsy dan kurangnya manfaat
menggunakan terapi obat antiepilepsi dalam mengubah
resiko itu

KRITERIA RUJUKAN
a. Apabila kejang tidak membaik setelah diberikan obat
antikonvulsi.
b. Apabila kejag demam sering berulang disarankan EEG

7. Diagram Alir
KIE keluarga
tentang mengenai
epilepsi dan
prognosisnya

Pemberiam farmakoterapi
untuk mengatasi kejangnya :

1. Diazepam per rectal (0,5


mg/kg atau lorazepam 0,1
mg/kg)

2. Buccal midazolam
( 0,5mg/kg, dosis maks 10
mg/kg)

Konseling dan eduksai


keluarga untuk membantu
pihak keluarga mengatasi
kejang demam

8. Hal-hal yang 1. Catat tindakan yang telah dilakukan, tanggal dan jam
perlu pelaksanaan
2. Catat hasil tindakan (respon subjektif dan objektif) di dalam
diperhatikan
catatan
3. Dokumentasikant indakan dalam bentuk SOAP

9. Unit terkait Poli Anak,Poli umum, Poli KIA,Ruang tindakan/UGD


10. Dokumen Rekam Medis Pasien
terkait

11. Rekaman Historis

No Halaman Yang Diubah Perubahan Diberlakukan


Tanggal
PEMBINAAN KESEHATAN
OLAHRAGA
Nomor :
Terbit ke :
Kabupaten SOP No.Revisi :
Puskesmas
Karimun Tgl.Diberlaku : Tanjung Balai
Halaman : 7 / …..

Ttd,
Ditetapkan Kepala Dr. H. ADE KRISTIAWAN
Puskesmas Tanjung Balai NIP. 19740124 200604 1 010

A.Pengertian : Pembinaan Kesehatan Olahraga adalah pembinaan mutu sumber daya


manusia menuju sehat sutuhnya melalui pendidikan jasmani,olagraga dan
kesehatan.
B. Tujuan : Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat dan kebugaran jasmanimasyarakat dan membina
sarana olahraga yang berada di wilayah keja setempat.
C. Kebijakan : Surat Keputusan Kepala UPTD., Puskesmas… tentang… Nomor:…

D. Referensi :

E. Prosedur : Alat dan bahan


1. PHN kit
2. ATK
F. Langkah - :
langkah 1. Petugas menjelaskan maksud dan tujuan pembinaan kesehatan
olahraga
1. Petugas memberikan penyuluhan kesehatan
2. Petugas melakukan pemeriksaan kesehatan
2. Petugas melakukan pencatatan hasil kegiatan

G. Hal – hal
yang perlu
diperhatikan

H. Unit Terkait 1. Lintas Program


2. Lintas Sekrtoral
I. Dokumen
Terkait

J. Rekaman Diberlakukan
Historis No Halaman Yang Perubahan Tgl.
Perubahan dirubah