Anda di halaman 1dari 15

The 2nd

Hospital Procurement
Forum & Expo 2020
Pameran Pengadaan Barang dan Jasa
Kebutuhan Rumah Sakit

1-3 APRIL 2020


Jogja Expo Center (JEC) , YOGYAKARTA
Info lebih lanjut, klik disini atau hubungi :
www.bit.ly/daftarHPFE2020 / 0812 9991 037

SEMINAR 1 Pengadaan Barang/Jasa Rumah Sakit

“TANTANGAN e-PROCUREMENT DI ERA GLOBAL”

Seminar mengenai pengadaan barang dan jasa rumah sakit dengan pembahas dari Kemenkes,
Kemendagri, BPK, Kejaksaaan, BPRS, ARSADA Pusat, PERSI Pusat, LKPP, Praktisi Rumah Sakit

2 Pengembangan dan Penerapan Konsep RS Pintar

(Smart Hospital)
Ditujukan untuk para Direktur Rumah Sakit, Kepala Bidang/Bagian perencanaan, Kepala Unit/Instalasi,
Pimpinan dan Staf IT RS untuk membahas pengembangan RS Pintar yang bertujuan untuk meningkatkan
WORKSHOP

efisiensi operasional, keunggulan klinis, dan kepuasan pasien.

3 Introduction to Hospital-based Health Technology

Assessment (HTA)
HTA sangat diperlukan dalam implementasi bentuk teknologi baru bertujuan dalam penilaian
saintifik sehingga menghasilkan keputusan yang rasional, efisien dan tepat guna.

4 Implementasi Lean Management di Rumah Sakit


Ditujukan untuk seluruh manajemen RS/faskes, kepala bagian/instalasi, kepala ruangan/unit,
staf fungsional, tenaga potensial rumah sakit/faskes dalam menerapkan konsep LEAN yang
bermanfaat untuk memaksimalkan value dan mengurangi waste dalam proses operasional RS.

Hosted by: Supported by: Co Organized with: Organized by:

Asosiasi Rumah Sakit Daerah Lembaga Kebijakan Pengadaan Pusat Kebijakan, Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan PT. Fery Agung
Barang/Jasa Pemerintah Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Corindotama
(PKPMAK FK-KMK) UGM PKMK FK-KMK) UGM
PENGURUS PUSAT
ASOSIASI RUMAH SAKIT DAERAH SELURUH INDONESIA
(ARSADA)
Didukung oleh

HOSPITAL PROCUREMENT FORUM & EXPO 2020

Jakarta, 15 Januari 2020

Nomor : 90/ARSADA/UMUM/I/2020
Lampiran : 1 berkas
Perihal : Undangan Seminar dan Workshop HPFE 2020

Kepada Yth.
1) Direktur RS/RSD Provinsi, Kabupaten/Kota
2) Dewan Pengawas RS
3) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota
4) Badan Pengawas Rumah Sakit
5) Komite Medik RS
6) Komite Keperawatan
7) ULP
di Tempat

Dengan hormat,
Pengadaan barang dan jasa melalui sistem e-procurement dinilai lebih efisien, efektif, dan transparan
dalam pembelanjaan keuangan negara. Hal ini tertuang pada Peraturan Presiden Repubik Indonesia No. 16
Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Selain itu, Perpres tersebut merupakan salah satu upaya
dalam meningkatkan program Jaminan Kesehatan Nasional berdasarkan prinsip kendali mutu dan kendali
biaya.
Dalam rangka pemantapan implementasi pelaksanaan aturan tersebut di Rumah Sakit, Asosiasi Rumah
Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA) bekerjasama dengan PT. Fery Agung Corindotama (FERACO)
akan menyelenggarakan Seminar dan Workshop :

a. Seminar : Pengadaaan Barang/Jasa RS “TANTANGAN e-PROCUREMENT DI ERA GLOBAL”


b. Workshop 1 : Pengembangan dan Penerapan Konsep RS Pintar (Smart Hospital)

yang akan dilaksanakan pada:


Hari/Tanggal : Rabu – Jumat / 1-3 April 2020
Jam : 09.00 - Selesai
Tempat : Jogja Expo Center Lantai 1-2
Jl. Janti, Jl. Wonocatur, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Demikian undangan ini disampaikan, atas perhatian dan kehadirannya diucapkan terimakasih.

Catatan :
- Pendaftaran melalui link berikut ini www.bit.ly/daftarHPFE2020
- Atau ke website www.hpfe.id
- Bila terdapat pertanyaan terkait pendaftaran dapat menghubungi
- WA Panitia : Arsada 0857 9319 0584, Feraco 0812 9991 037 atau www.bit.ly/tanyaHPFE2020

ASOSIASI RUMAH SAKIT DAERAH SELURUH INDONESIA


( ARSADA )
Pengurus Pusat

Dr. R. Heru Ariyadi


Ketua Umum
PENGURUS PUSAT
ASOSIASI RUMAH SAKIT DAERAH SELURUH INDONESIA
(ARSADA)
Didukung oleh

HOSPITAL PROCUREMENT FORUM & EXPO 2020

SEMINAR
HOSPITAL PROCUREMENT FORUM & EXPO 2020
“TANTANGAN e-PROCUREMENT DI ERA GLOBAL”
Yogyakarta, 1 – 3 April 2020

Pendahuluan
Pengadaan barang dan jasa melalui sistem e-procurement dinilai lebih efisien, efektif, dan transparan
dalam pembelanjaan keuangan negara. Hal ini tertuang pada Peraturan Presiden Repubik Indonesia No. 16
Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Selain itu, guna mendukung usaha pemerintah untuk
meningkatkan kualitas kesehatan di Indonesia, maka Perpres tersebut merupakan salah satu upaya dalam
meningkatkan program Jaminan Kesehatan Nasional berdasarkan prinsip kendali mutu dan kendali biaya.
Dengan adanya peraturan tersebut maka seluruh Kementerian, Departemen Lembaga dan instansi terkait
lainnya, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, diharapkan melakukan proses pengadaan
barang dan jasa melalui sistem e-procurement. Sebagai upaya mendukung program tersebut, maka kami
menghadirkan the 2nd Hospital Procurement Forum & Expo 2020 di Yogyakarta.

Tujuan
- Memberikan update informasi mengenai mekanisme pengadaan yang sesuai dengan aturan terakhir
- Meningkat pemahaman akan pentingnya pengadaan yang akuntabel dalam mendukung program JKN
- Sarana berdiskusi dan bertukar pikiran antara stakeholder pengadaan Rumah Sakit

Sasaran Peserta

Direktur RS Provinsi, Kabupaten/Kota


Dewan Pengawas RS
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota
Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi
Komite Medik RS
Komite Keperawatan
ULP

Waktu Kegiatan
Hari : Rabu – Jum’at
Tanggal : 1 – 3 April 2020
Tempat : Jogja Expo Center ( JEC) Yogyakarta
Jl. Janti, Jl. Wonocatur, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Biaya
GRATIS
( Fasilitas Sertifikat , ID Card, Materi Seminar)
*Untuk jajaran direksi Rumah Sakit akan disediakan penginapan

- Pertanyaan teknis dapat menghubungi Ibu Hanyfa : 0856 9316 0369 atau www.bit.ly/tanyaHPFE2020
- Pendaftaran ONLINE dapat menuju www.bit.ly/daftarHPFE2020
- www.hpfe.id
Susunan Acara
Seminar : TANTANGAN e-PROCUREMENT DI ERA GLOBAL
JOGJA EXPO CENTER
Yogyakarta, 1 – 3 April 2020

Hari Ke 1 Rabu
Waktu Materi Narasumber
PEMBUKAAN HOSPITAL PROCUREMENT FORUM & EXPO Ketua ARSADA
09.00 – 13.00
2020 Kepala LKPP
13.00 – 13.15 Pembukaan seminar
KEMENKES
13.15 – 14.00 E procurement solusi tepat kendali mutu kendali biaya di era JKN
14.00 – 14.20 Product Presentation Exhibitor
14.20 – 15.00 Hospital Supplies Exhibition Tour
15.00 – 15.15 Coffee Break
15.15 – 16.00 Peran Kejaksaan dalam pengadaan barang jasa Kejaksaan

Hari ke 2
Kamis
Pengadaan Barang Jasa yang baik dan benar sebagai bagian dari
08.15 – 09.00 ARSADA
cost containment
09.00 – 9.30 Product Presentation Exhibitor
Pengalaman Pengadaan Barang Jasa di RSUD Dr Muwardi Drs. Syahrudin
09.30 – 10.15
dengan PK BLUD Hamzah, SE, MM
10.15 – 10.30 Coffee Break
10.30 – 11.00 Hospital supplies Exhibition Tour
Audit pada pengadaan barang jasa
11.00 – 11.45 BPK

11.45 – 13.30 ISHOMA


Pemanfaatan APBN dan APBD dalam pengadaan barang jasa
13.30 – 14.15 dengan baik dan benar MENDAGRI

14.15 – 14.45 Product Presentation Exhibitor


14.45 – 15.00 Hospital supplies Exhibition Tour
15.00 – 15.15 Coffee Break
15.15 – 16.00 Tata cara e Procurement LKPP

Hari ke 3
Jumat
Transparansi Pengadaan Barang Jasa mencegah munculnya
08.00 – 08.45 BPRS
masalah di RS
08.45 – 09.15 Product Presentation Exhibitor
09.15 – 09.45 Hospital supplies Exhibition Tour
09.45 – 10.15 Coffee Break
10.15 – 11.00 Pengadaan Barang jasa RS di era Revolusi Industri 4.0 PERSI
11.00 – 11.20 Pengundian Doorprize
11.20 – 11.30 Penutupan

`
Workshop 1
Pengembangan dan Penerapan Konsep RS Pintar
(Smart Hospital)
Yogyakarta, 1 – 3 April 2020

Pendahuluan
Pengertian Smart Hospital atau RS Pintar, tidak hanya sekedar RS yang melakukan transformasi
digital, yaitu membuat perubahan data konvensional menjadi data digital, namun RS Pintar adalah RS yang
dapat mengelola berbagai sumber daya secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tantangan
permasalahan pelayanan kesehatan dengan menggunakan solusi inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan
untuk menyediakan infrastruktur dan memberikan layanan-layanan rumah sakit yang memiliki orientasi
pelayanan kepada pasien. Menuju RS Pintar tidak harus mengubah keseluruhan sistem, tetapi
memanfaatkan sistem eksisting dengan melengkapi fungsionalnya sehingga mampu digunakan secara
optimal.

Frost & Sullivan mendefinisikan Rumah Sakit Pintar sebagai “rumah sakit yang mengoptimalkan,
mendesain ulang, atau membangun proses klinis baru, sistem manajemen, dan bahkan mungkin
infrastruktur, yang dimungkinkan oleh infrastruktur jaringan digital dari aset yang saling berhubungan, untuk
memberikan layanan atau wawasan berharga yang tidak mungkin atau tersedia sebelumnya, untuk mencapai
perawatan pasien dan pengalaman yang lebih baik serta efisiensi operasional”.
Komponen penting untuk rumah sakit pintar adalah kemampuan untuk memberikan layanan wawasan yang
berharga, yang sama sekali tidak mungkin atau tersedia sebelumnya. Inilah yang membuat rumah sakit
selangkah lebih maju dari sekadar digital, menjadikannya benar-benar pintar. Cukup mendigitalkan, atau
membuat rumah sakit tanpa kertas (meskipun termasuk pencapaian besar) tidaklah cukup. Implementasi
solusi digital saat ini di rumah sakit dapat diihat sebagai langkah dalam perjalanan mereka untuk menjadi
pintar.

Kerangka kerja pengembangan rumah sakit pintar melibatkan tiga bagian penting: Data; Wawasan;
dan Akses. Data meski sedang dikumpulkan bahkan hingga hari ini, namun tidak selalu diintegrasikan
bersama-sama untuk mendapatkan wawasan 'pintar', yang dapat dilakukan dengan memasukkannya ke
perangkat lunak analitik atau pembelajaran mesin. Wawasan juga seharusnya dapat diakses oleh para
pengguna: dokter, perawat, personel fasilitas atau pemangku kepentingan lainnya, melalui antarmuka
termasuk desktop atau smartphone atau perangkat genggam serupa, untuk memberdayakan mereka untuk
membuat keputusan penting lebih cepat, meningkatkan efisiensi mereka.
Ada tiga area yang ditangani oleh rumah sakit pintar: Efisiensi Operasional; Keunggulan Klinis;
dan Kepuasan Pasien. Efisiensi operasional dapat dicapai dengan menggunakan sistem otomasi gedung
dan pemeliharaan aset cerdas dan solusi manajemen, bersama dengan meningkatkan logistik internal aset
seluler, farmasi, peralatan medis, persediaan dan persediaan barang habis pakai serta kontrol atas aliran
orang (staf, pasien, dan pengunjung). Solusi ini tidak hanya mengurangi biaya operasional seperti kebutuhan
energi, tetapi juga mengurangi kebutuhan pengeluaran modal untuk aset seluler misalnya, dengan
meningkatkan tingkat pemanfaatan peralatan yang ada. Kemacetan aliran pasien, ketika ditangani,
meningkatkan efisiensi, memungkinkan lebih banyak pasien untuk 'diproses' melalui sistem, memungkinkan
lebih banyak peluang pendapatan dengan biaya lebih rendah.
Keunggulan klinis berkisar pada solusi bagi perawat dan dokter untuk meningkatkan efisiensi kerja mereka,
dan juga solusi yang dirancang untuk berbagai departemen, terutama bidang darurat, bedah, dan radiologi.
Keunggulan klinis juga mencakup peningkatan hasil pasien dengan memastikan keterlibatan dan
pemantauan pasien. Rumah sakit yang cerdas perlu melihat melampaui temboknya dengan pandangan
kesehatan populasi untuk membuat pasien dipulangkan lebih cepat sambil memastikan mereka pulih dengan
baik, tanpa diharuskan untuk diterima kembali. Alat pemantauan jarak jauh dapat membantu rumah sakit
pintar mencapai tujuan ini.
Meningkatkan pengalaman pasien, termasuk aspek non-klinis lainnya juga dapat membantu dalam kepuasan
pasien yang lebih baik. Pertimbangkan ruang pasien yang cerdas, yang memungkinkan perangkat interaktif
berbasis suara seperti Amazon Echo dengan Alexa atau tablet, untuk memanggil perawat atau meredupkan
lampu. Fitur desain rumah sakit seperti ruang terbuka yang luas dan taman untuk mengurangi ketakutan
pasien yang terkait dengan rumah sakit atau lingkungan khusus untuk anak-anak, juga dapat membantu
dalam proses penyembuhan dan memastikan pemulihan yang lebih cepat.

Tidak semua rumah sakit yang saat ini menyatkan “smart” benar-benar memenuhi syarat sebagai rumah
sakit pintar karena mereka tidak perlu mengatasi semua prasyarat rumah sakit pintar. Beberapa rumah sakit
canggih yang lebih dekat dengan perjalanan menjadi pintar adalah RS Humber River Valley (Kanada), RS
Bristol Health Nuffield (Inggris), RS Farrer Park (Singapura), RS Bundang Universitas Nasional Seoul (Korea
Selatan) dan RS Royal Adelaide (Australia).

Tujuan
Bimbingan teknis ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan para peserta untuk
menyusun rencana pengembangan dan penerapan konsep RS Pintar dimasing-masing RS, dengan tujuan
khusus untuk:
1. Membahas konsep pengembangan RS Pintar
2. Membahas berbagai inovasi digital di RS yang mendukung penerapan RS Pintar
3. Menyusun rencana pengembangan RS Pintar bagi masing-masing RS

Sasaran Peserta
Direktur RS
Kepala Bidang/Bagian perencanaan,
Kepala Unit/Instalasi pelayanan dan penunjang
Kepala Unit Pengembangan dan Penelitian RS
Pimpinan dan Staf IT RS

Waktu Kegiatan
Hari : Rabu – Jum’at
Tanggal : 1 – 3 April 2020
Tempat : Jogja Expo Center ( JEC) Yogyakarta
Jl. Janti, Jl. Wonocatur, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Biaya
1 Orang : @ Rp 1.100.000
2 Orang : @ Rp 900.000
3 Orang : @ Rp 800.000
Promo dapat digunakan dengan tema seminar / workshop lainnya
(Fasilitas : Sertifikat, ID Card, Makan Siang, Snack, Materi)

- Pertanyaan teknis pendaftaran dan pembayaran menghubungi panitia Arsada :


Bpk Endang 0857 9319 0584 Ibu Hanyfa : 0856 9316 0369 atau www.bit.ly/tanyaHPFE2020
- Pendaftaran ONLINE dapat menuju www.bit.ly/daftarHPFE2020 tau kunjungi www.hpfe.id
Susunan Acara Workshop 1

Pengembangan dan Penerapan Konsep RS Pintar


(Smart Hospital)
Yogyakarta, 1 – 3 April 2020

Hari I
Waktu Materi Narasumber
08.00 – 10.00
Pembukaan
10.00 – 11.00 ARSADA Pusat
Peran ARSADA dalam Pengembangan RSD sebagai RS Pintar
Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS,
11.00 – 11.45 Konsep Pengembangan dan Penerapan RS Pintar
FISQua
11.45 – 12.00 Diskusi
12.00 – 13.30 Ishoma
Ni Luh Putu Eka Andayani,
13.30 – 14.30 Penerapan RS Pintar di berbagai negara: Literatur Review
SKM.M.Kes
14.30 – 14.45 Presentasi Alkes
14.45 – 15.30 Coffee Break
Studi Kasus I: Pemanfaatan Digitalisasi di dalam Mempermudah
15.30 – 16.15 dr. Theryoto, M.Kes
Alur Layanan di Rumah Sakit
15.30 – 16.00 Diskusi

Hari II
Studi Kasus II: Implementasi Inovasi Digital “Detektif King”
dr. Atok Irawan
08.00 – 09.00 (RSUD Kabupaten Sidoarjo dalam Mendukung Inovasi Tata
Kelola Administrasi )
Pengantar Diskusi Kelompok Penyusunan Rencana Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS,
09.00 – 10.00
Pengembangan RS Pintar dan Penjelasan FISQua
10.00 – 10.30 Coffee Break
10.30 – 11.15 Diskusi Kelompok sesi I Tim Fasilitator
11.15 – 12.00 Diskusi Kelompok sesi II Tim Fasilitator
12.00 – 13.30 Ishoma
13.30 – 14.15 Diskusi Kelompok sesi III Tim Fasilitator
14.15 – 14.30 Presentasi Alkes
14.30 – 15.00 Presentasi Hasil Diskusi Kelompok sesi I Tim Fasilitator
15.00 – 15.30 Coffee Break
15.30 – 16.30 Presentasi Hasil Diskusi Kelompok sesi I (lanjutan) Tim Fasilitator

Hari III
08.00 – 10.00 Presentasi Hasil Diksusi Kelompok sesi II Tim Fasilitator
10.00 – 10.30 Coffee Break
Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS,
10.30 – 10.45 Resume Hasil Pembelajaran
FISQua
Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS,
10.45 – 11.30 Diskusi Penyusuan POA bersama
FISQua
11.30 - Penutupan
UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS KEDOKTERAN, KESEHATAN MASYARAKAT, DAN KEPERAWATAN
PUSAT KEBIJAKAN PEMBIAYAAN DAN MANAJEMEN ASURANSI KESEHATAN
Gedung Penelitian dan Pengembangan Lantai 2, Jalan Medika,Yogyakarta 55281, Indonesia
Telepon: (0274) 631022, Faksimile: (0274) 631022, Website: www.kpmak-ugm.org, Email: pusatkpmak@ugm.ac.id

Yogyakarta, 15 Januari 2020


Nomor : 3/UN1/Pusat KPMAK/TU/2020
Lamp. : Term of Reference (ToR)
Hal : Undangan Workshop

Yth. Direktur Rumah Sakit


di Indonesa

Dengan hormat,
Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (Pusat KPMAK) Fakultas Kedokteran,
Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM akan menyelenggarakan Workshop “Pengenalan Penilaian
Teknologi Kesehatan (HTA) Rumah Sakit” dengan tujuan peserta mampu Memahami prinsip Evidence-based
Medicine (EBM) dan penggunaannya dalam HTA rumah sakit.

Sehubungan dengan kegiatan tersebut dengan ini kami mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk memberikan
perwakilan untuk hadir pada Workshop yang akan dilaksanakan pada:
Hari, tanggal : Rabu-Jumat, 1-3 April 2020
Waktu : Pukul 09.00 WIB - selesai
Agenda : (terlampir)
Tempat : Jogja Expo Center ( JEC) Yogyakarta

Bersama ini kami lampirkan Term of Reference (ToR). Pertanyaan dan konfirmasi lebih lanjut dapat
disampaikan melalui narahubung Sdri. Sabrina Ayu Ramadhania, SE dinomor 0857 844 910 57.

Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, atas kerja sama yang baik kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Ketua Pusat,

Dr. Diah Ayu Puspandari, Apt., MBA.,M.Kes.


NIP 196504221991032002
WORKSHOP 2
INTRODUCTION TO HOSPITAL-BASED HEALTH TECHNOLOGY ASSESSMENT (HTA)
Co- Organized with Pusat KPMAK UGM

A. Latar Belakang

Rumah sakit merupakan suatu unit kesehatan yang menggunakan berbagai jenis teknologi kesehatan,
terutama obat-obatan, peralatan dan perlengkapan medis, dan juga prosedur diagnostik dan terapeutik and
sistem pendukung dan organisasi. Pengambilan keputusan terkait akuisisi atau investasi terhadap macam-
macam teknologi ini secara tradisional didasarkan pada banyak hal, termasuk tren kedokteran, prestise
institusi, saran ahli, tekanan profesi dan ketersediaan anggaran. Kemajuan teknologi yang cepat dan naiknya
biaya kesehatan telah menciptakan kebutuhan terhadap pendekatan keilmuan dan multidisiplin secara
menyeluruh agar pembuatan keputusan tersebut lebih rasional, meningkatkan efisiensi dan meminimalisasi
opportunity cost.

Penilaian teknologi kesehatan (HTA) merupakan pendekatan yang bersifat luas yang mengisi celah antara
pengetahuan dan praktik serta menjembatani dunia sains dan dunia pembuatan keputusan. Kemampuan dari
berbagai disiplin yang berbeda dibutuhkan untuk tugas ini, di antaranya epidemiologi klinis, evidence-based
medicine, biostatistika, manajemen, peningkatan mutu, evaluasi ekonomi, dan lain-lain. Baik dari administrasi
dan profesi membutuhkan bukti yang valid terkait keamanan, efektivitas, efisiensi dan implikasi jangka
pendek dan jangka panjang lainnya terkait penggunaan teknologi kesehatan.

HTA Rumah Sakit merupakan HTA yang dilakukan dalam konteks rumah sakit. HTA Rumah Sakit membantu
staf di level manajemen rumah sakit terkait implementasi teknologi-teknologi baru di rumah sakit, terutama
karena rumah sakit merupakan entry point berbagai teknologi baru. Oleh karena itu, sangat penting bagi staf
terkait di rumah sakit memiliki kemampuan untuk menilai kegunaannya secara saintifik. Teknologi yang baru
dapat menggantikan atau menambahkan teknologi yang sudah ada, artinya pengambil keputusan di rumah
sakit perlu mengetahui value teknologi baru tersebut terkait dengan praktik standard yang sudah berjalan di
rumah sakit.

B. Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat:

1. Memahami prinsip Evidence-based Medicine (EBM) dan penggunaannya dalam HTA rumah sakit
2. Memahami prinsip, metodologi dan aplikasi HTA dan evaluasi ekonomi dalam HTA
3. Memahami model-model HTA Rumah Sakit dan bagaimana cara melakukan HTA Rumah Sakit

C. Target Peserta
1. Staf medis dan paramedis di rumah sakit
2. Staf manajemen di rumah sakit

D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari : Rabu – Jum’at


Tanggal : 1 – 3 April 2020
Tempat : Jogja Expo Center

E. Biaya
1 Orang : @ Rp 1.100.000
2 Orang : @ Rp 900.000
3 Orang : @ Rp 800.000
Promo dapat digunakan dengan tema seminar / workshop lainnya
(Fasilitas Sertifikat, ID Card, Makan Siang
- Pertanyaan mengenai materi dapat menghubungi Putri Listiani, MPH +62 85643731699
- Pertanyaan teknis pembayaran menghubungi panitia di +62 812-9991-037 atau
www.bit.ly/tanyaHPFE2020
- Pendaftaran ONLINE dapat menuju www.bit.ly/daftarHPFE2020 / kunjungi www.hpfe.id

Susunan acara Workshop 2


INTRODUCTION TO HOSPITAL-BASED HEALTH TECHNOLOGY ASSESSMENT
(HTA)

Hari ke 1
Waktu Kegiatan Narasumber

10.00 – 13.30 Registrasi Ulang


dr. Jarir At Thobari, DPharm, PhD
13.30 – 14.00 Pembukaan
Dr. Diah Ayu Pusbandari, MKes, Apt
Pengantar: Evidence-based Medicine (dan Prof. dr. Iwan Driprahasto,
14.00 – 15.00
Kaitannya dengan HTA) M.MedSc, PhD
15.00 – 16.00 Break
Pengantar: PICO
16.00 – 17.00 CEBU
Diikuti oleh studi kasus dan diskusi kelompok

Hari ke 2
Pengantar: Pencarian literatur
08.30 - 10.00 CEBU
Diikuti oleh latihan dan diskusi kelompok
10.00 – 10.15 Break
Pengantar: Telaah Kritis (Critical Appraisal)
10.15 – 11.45 CEBU
Diikuti oleh studi kasus dan diskusi kelompok
11.45 – 13.00 ISHOMA
dr. Jarir At Thobari, DPharm, PhD
13.00 -13.45 Pengantar: Lebih Dalam tentang HTA
Dr. Diah Ayu Pusbandari, MKes, Apt
Framing dr. Jarir At Thobari, DPharm, PhD
13.45 – 14.30
Diikuti oleh diskusi kelompok Dr. Diah Ayu Pusbandari, MKes, Apt

14.30 – 15.30 Break


Evaluasi Ekonomi dr. Jarir At Thobari, DPharm, PhD
15.30 – 16.15
Diikuti oleh diskusi kelompok Dr. Diah Ayu Pusbandari, MKes, Apt

Hari ke 3
Mengukur Cost dan Outcome dr. Jarir At Thobari, DPharm, PhD
08.00 – 09.30
Diikuti oleh diskusi kelompok Dr. Diah Ayu Pusbandari, MKes, Apt
09.30 – 09.45 Break
HTA Rumah Sakit dr. Jarir At Thobari, DPharm, PhD
09.45 – 11.00
Diikuti oleh diskusi kelompok Dr. Diah Ayu Pusbandari, MKes, Apt
dr. Jarir At Thobari, DPharm, PhD
11.00 – 11.45 Penutupan
Dr. Diah Ayu Pusbandari, MKes, Apt
11.45 – 13.00 ISHOMA

13.00 - Administrasi Akhir


WORKSHOP 3
IMPLEMENTASI LEAN MANAGEMENT
DI RUMAH SAKIT
Co-Organized PKMK UGM

A. PENGANTAR

Lean adalah metodologi perbaikan proses untuk memberikan produk dan layanan yang lebih baik, lebih
cepat dan dengan biaya yang lebih rendah. Lean merupakan metode untuk melibatkan dokter, perawat,
apoteker, analis dan lain-lain para staf untuk mengelola pekerjaan mereka agar lebih mudah, lebih lancar,
lebih cepat, lebih murah dan lebih aman.

Implementasi Lean Management (LM) telah memberikan dampak peningkatan berbagai kinerja pelayanan
di rumah sakit. Beberapa perbaikan yang didapatkan oleh beberapa rumah sakit di Indonesia setelah
kaizen event yang mereka lakukan diantaranya:
1. Penataan pengadaan logistik menghemat lebih Rp. 200 juta/bulan.
2. Meningkatkan efisiensi proses berdasarkan Value Added Rasio (VAR) dari 6.82% menjadi
44.74%.
3. Menurunkan motion perawat dari kamar operasi ke satelit farmasi dari 15x menjadi 5x per hari.
4. Di salah satu RS Tipe D pemerintah, Lean mampu mengidentifikasi inefisiensi 7-8 rim kertas/bulan
dari satu unit.
5. Mengurangi waktu proses pemeriksaan troponin pasien IGD sebanyak 35 menit
6. Mengurangi waktu selama 10 jam waktu proses pelayanan kemoterapi anak
7. dll

Secara umum, kegiatan Lean adalah mengidentifikasi dan menganalisis setiap langkah, setiap tahapan
dalam proses mana yang perlu (value/bernilai) dan tidak perlu (merupakan pemborosan atau waste).
Menghilangkan waste atau kegiatan yang tidak penting dalam suatu proses dengan cara-cara sederhana
dan sumber daya yang ada (continuous improvement/kaizen) dengan memberdayakan staf. Sehingga
Lean dapat meberikan manfaat yang besar bagi kepuasan pasien dan staf, kecepatan dan efisiensi proses
pelayanan.

Implementasi lean di RS lain mampu mengurangi: kegiatan dalam proses, waktu proses, mengurangi
inventori dan meningkatkan kinerja bisnis organisasi, serta meningkatkan ketrampilan staf memecahkan
masalah (Agus & Hajinoor, 2012; Kadarova & Demecko, 2016; Worley & Doolen, 2015). Bahkan secara
rinci implementasi lean dapat meningkatkan 20- 80% produktifitas, mengurangi 50-90% inventory,
mengurangi 50-99% keseluruhan waktu, mengurangi 30-50% kebutuhan tempat dan mengurangi 10-30%
biaya overhead (Kerpchar et al., 2015)

Mengimplementasikan LM bukan berarti harus meng-copy paste apa yang dilakukan oleh rumah sakit lain
atau Industri Toyota sebagai perintis konsep Lean. Konsep LM harus dipahami secara utuh. Keutuhan
pemahaman tentang konsep LM, prinsip dan tools akan memberi kesempatan rumah sakit/fasilitas
kesehatan lainnya untuk mengimplementasikan LM sesuai konteks masing-masing. Pengalaman rumah
sakit/faskes lain dijadikan sumber inspirasi untuk mengembangkan strategi sendiri sesuai nilai, visi, misi
dan strategi rumah sakit/faskes masing-masing

Implementasi LM seyogyanya bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh staf. Hasil kaizen event yang
segera bisa dilihat hasilnya akan membuat staf percaya bahwa LM bukan menambah pekerjaan tetapi
merupakan solusi dari banyak waste (pemborosan) yang ada dalam pekerjaan mereka. LM akan dirasakan
sebagai kebutuhan. Hal ini juga akan membuat implementasi LM bukan sekedar heboh sesaat (ibarat
popcorn) tapi akan terus berkelanjutan.
Kepemimpinan, perubahan budaya dan pemahaman terhadap tools adalah beberapa kunci sustainnya
implementasi LM. Workshop implementasi LM ini adalah salah satu cara untuk memberikan pemaham dan
ketrampilan peserta/RS/faskes untuk mengimplementasikan lean sesuai konteks dan prioritas rumah
sakit/faskesnya.

Mengimplementasikan lean pada akhirnya akan membahagiakan semua orang di rumah sakit,
mempercepat proses, meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya, dan meningkatkan kepuasan
pelanggan dan staf.

B. TUJUAN
Tujuan Umum: Memberikan pemahaman dan ketrampilan kepada peserta tentang implementasi
Lean Management.

Tujuan Khusus: Setelah mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang Lean Management,
tools dan implementasinya, peserta diharapkan :

1. Memahami tantangan manajemen RS JamanNow


2. Memahami filosofi dan prinsip-prinsip Lean Management
3. Mampu mengidentifikasi Value dan waste di rumah sakit
4. Mampu menyusun Value Stream Mapping (Saat ini dan ideal/akan datang)
5. Mampu mengukur efisiensi dengan menghitung Lead time, Cycle time, waiting time
dan Value Added Ratio (VAR) dari suatu proses.

6. Mampu memahami dan memilih berbagai tools untuk mengimplementasikan Lean


7. Memahami cara implementasi Lean Management dalam bentuk quick improvement
(kaizen/PDSA/Continuous improvement/Process excellent) yang sesuai.
8. Memahami faktor sukses, faktor penghambat, faktor sustain implementasi lean

C. MATERI WORKSHOP
1. Tantangan Rumah sakit JamanNow
2. Filosofi, Prinsip-prinsip Lean
3. Value dan waste
4. Tools, Value Stream Mapping
5. Cara implementasi dan kaizen
6. Faktor sukses implementasi Lean

D. PESERTA WORKSHOP
Seluruh jajaran manajemen RS/faskes, kepala bagian, kepala instalasi, kepala ruangan/unit, staf
fungsional, tenaga potensial rumah sakit/faskes. Semakin banyak yang paham, semakin mudah.

E. NARA SUMBER
1. Akademisi/konsultan/peneliti dari Minat Manajemen RS (MMR)/PKMK FKKMK UGM
2. Praktisi yang mengimplementasikan Lean Management.

F. PENUTUP
Rumah sakit adalah organisasi yang kompleks. Penuh persaingan dan tuntutan kualitas.
Implementasi Lean Management dapat menjadi strategi kunci untuk efisiensi biaya operasional
dengan tetap mempertahankan kualitas pelayanan. Dengan implementasi Lean Management, waste
dapat segera terlihat dan diatasi oleh sumber daya setempat. Dengan Implementasi Lean
management, SDM dengan level terendah sekalipun dilibatkan, diberdayakan untuk mengatasi
masalah RS. Lean Management adalah pendekatan komprehensif bagi suatu organisasi termasuk
RS untuk menghadapi persaingan, tuntutan mutu dan peningkatan biaya operasional. Lean
Management adalah jawaban untuk upaya kendali mutu dan kendali biaya bagi RS di era JKN
Waktu Kegiatan
Hari : Kamis – Jum’at
Tanggal : 2 – 3 April 2020
Tempat : Jogja Expo Center ( JEC) Yogyakarta

Biaya
1 Orang : @ Rp 1.100.000
2 Orang : @ Rp 900.000
3 Orang : @ Rp 800.000
Promo dapat digunakan dengan tema seminar / workshop lainnya
(Fasilitas Sertifikat, ID Card, Makan Siang)

- Pertanyaan mengenai materi dapat menghubungi dr. Firman +62 85239777200


- Pertanyaan teknis pembayaran menghubungi panitia di +62 8129991037atau
www.bit.ly/tanyaHPFE2020
- Pendaftaran ONLINE dapat menuju www.bit.ly/daftarHPFE2020 / kunjungi www.hpfe.id

Susunan Acara Workshop 3


LEAN MANAGEMENT DI RUMAH SAKIT

WAKTU MATERI/KEGIATAN NARA SUMBER


Hari I Kamis , 2 April 2020
08.00-08.30 o Registrasi
08.30-09.00 o Pembukaan
09.00-09.15 o Coffee break

09.15-10.15 o Tantangan RS JamanNow Dr. dr. Andreasta Meliala, Dipl.PH.,


M.Kes
10.15-11.15 o Kepemimpinan dan Pemberdayaan staf dalam Dr. dr. Andreasta Meliala, Dipl.PH.,
Implementasi Lean M.Kes

11.15 -12.15 o Filosofi dan Prinsip Lean Dr. Firman, SE, MPH
Management

12.15-13.00 o Break

13.00-14.00 o Tools dan cara implementasi Lean management Dr. Firman, SE, MPH
o Praktek: Identifikasi Proses, Value, dan waste Dr. Firman, SE, MPH
13.00-14.00
o Praktek: Value Stream Mapping (saat ini)
Coffe break
14.00-15.15
o Praktek: Analisis; VAR, akar penyebab masalah Dr. Firman, SE, MPH
dan solusi atasi waste.
15.15-15.30
15.30-17.00
Hari II Jumat 3 April 2020

08.00-08.15 o Refleksi hari I

08.15-09.30 Dr. Firman, SE, MPH


Praktek: Implementasi solusi
(kaizen/PDSA/Continuous improvement/Process Dr. Firman, SE, MPH
excellent) I
09.30-09.45
09.45-11.00 o Break
o Praktek: Implementasi solusi Dr. Firman, SE, MPH
(kaizen/PDSA/Continuous improvement/Process
11.00-12.00 excellent) II

12.00 o Sukses lean dan Penutupan


o ISHOMA
GPFE 1 - 3 APRIL 2020
Jogja Expo Center (JEC)

2020
Yogyakarta
www.gpfe.id
www.bit.ly/daftarGPFE

GR TEM
AT P
IS! AT
01 APRIL

DA TE
Main Stage

FT RBA
AR T
08.30 - 12.00 "Kebijakan Pengadaan Barang dan
ELUDEHCS RANIMES

Jasa di Era Generasi 4.0"

SE AS*
GE
Speaker: Kepala LKPP*

RA
Sambutan Gubernur D.I. Yogyakarta: Sri Sultan HB X

.
Ruang A Ruang B Ruang C

ISHOMA
Sesi 1 "Sengketa dan Solusi Kontrak" "Evaluasi Pengadaan "Pengadaan K/L/D dalam
Speaker: Mudjisantosa Indonesia" era digital"
Speaker: Agus Prabowo Speaker:
Ikak G. Patriastomo

Sesi 2 "Pengendalian Kontrak" "Pidana Pengadaan" "Strategic Procurement


Speaker: Mudjisantosa Speaker: Prof. Muzakir /BUMN-BUMD"
Speaker:
Nandang Sutisna

02 APRIL
Sesi 1 "Kontrak Pengadaan Obat" "Design & Build "E-purchasing Pertanian"
Speaker: Eka Wara Speaker: KemenPUPR Speaker: LKPP

Sesi 2 "Kontrak Alat Kesehatan" "K3 Konstruksi" "Penunjukan Langsung


Speaker: Eka Wara Speaker: KemenPUPR Bibit"
Speaker: LKPP
Sesi 3 "Sharing Konsolidasi "Pengadaan Pekerjaan "Perencanaan Pengadaan"
Joglosemar" Konstruksi" Speaker: Suratmo
Speaker: Christiana S. A. Speaker: Khalid Mustafa
Sesi 4 "KPBU" "Jasa Konsultasi "Rancangan Kontrak"
Speaker: BAPPENAS Konstruksi" Speaker: Suratmo
Speaker: Khalid Mustafa

03 APRIL
Sesi 1 "Kerugian Negara" "Perubahan Kontrak" "Konsultan MK"
Speaker: BPK Yogya Speaker: Mandar TH Speaker: Tatang Sontani

Sesi 2 "Pemeriksaan Prestasi "Pembayaran Kontrak" "Perdata Kontrak"


Konstruksi" Speaker: Mandar TH Speaker: Muklis
Speaker: Hery Suroso

Sesi 3 "Konsultan Perencana/ "BLU" "Arah UKPBJ"


Konsultan Pengawas"
Speaker: Atas Yuda K Speaker: Blesmiyanda
Speaker: Hery Suroso

*Para Narasumber akan dikonfirmasi


*Biaya pendaftaran GRATIS, tempat terbatas
Daftar:
Supported by: Organized by:
www.bit.ly/daftarGPFE
Informasi: info@feraco.co.id
www.ipfe.co 0812-9991-037