Anda di halaman 1dari 3

Karakter Perawat di Era Revolusi Industri 4.

Pada abad 21 sekarang ini, dunia telah memasuki era revolusi industri 4.0. dalam sebuah forum
para pakar ekonomi dunia menyebutkan revolusi industri 4.0 adalah revolusi berbasis Cyber
physical system (World Economic Forum, 2016). Di era revolusi 4.0 teknologi informasi telah
menjadi basis utama dalam kehidupan manusia. Kemajuan teknologi memungkinkan terjadinya
otomatisasi hampir di semua bidang. Karenanya era revolusi 4.0 membutuhkan tenaga kerja yang
memiliki keterampilan dalam literasi digital, literasi teknologi, dan literasi manusia. Teknologi
dengan pendekatan baru yang menggabungkan dunia fisik, digital, dan biologi secara
fundamental akan mengubah pola hidup dan interaksi manusia dengan pekerjaannya
(Tjandrawinata, 2016). Oleh karena itu manusia harus memiliki kemampuan untuk memprediksi
masa depan yang berubah sangat cepat. Tiap negara harus merespon perubahan tersebut secara
komprehensif. Respon tersebut dengan melibatkan seluruh sektor lapisan mulai dari sektor
publik, swasta, tidak terlepas juga sektor pelayanan kesehatan.

Tantangan revolusi 4.0 juga akan mempengaruhi pelayanan sektor kesehatan hal ini dapat
menjadi peluang bagi setiap para profesi kesehatan dalam hal ini tenaga perawat yang berkeja di
pelayanan kesehatan untuk meng-upgrade kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan
perubahan zaman. Adaptasi dengan perubahan era revolusi 4.0 dapat dilakukan dengan
meningkatan skil kemampuan karakter peran perawat yang akan berpengaruh terhadap setiap
lini dalam pelayanan kesehatan modern saat ini.

Dalam sebuah laporan artikel Aungsuroch & Gunawan (2019) yang berjudul “Viewpoint: Nurses
Preparation in The Era of the Fourth Industrial Revolution” terdapat beberapa contoh model
pemberian layanan kesehatan yang didorong oleh perubahan teknologi saat ini dapat dilihat dari
implementasi sistem informasi yang menggunakan konsultasi kesehatan online untuk para
profesional layanan kesehatan untuk mendapatkan pengobatan (Milton, 2018). Begitu juga
dengan inovasi Prof Tetsuya Tanioka di Jepang dalam laporannya tentang “Humanoid Nurse
Robots as Caring” beliau telah mengembangkan berbagai jenis robot keperawatan humanoid
untuk memberikan asuhan keperawatan (Tanioka et al., 2017). Hal ini dapat memberikan
tantangan bagi perawat di seluruh dunia dengan mengubah cara bekerja secara adaptif terhadap
kemajuan berbasis teknologi informasi.

Oleh karena itu, sebagai perawat professional di era revolusi industry 4.0 seharusnya dapat
mempersiapkan diri untuk menetapkan dampak pada aspek praktik keperawatan dan hasil pada
pasien. Dalam pembahasan ini akan di jelaskan beberapa poin penting bagi persiapan perawat
untuk beradaptasi terhadap revolusi industri keempat.
Karena perawat memiliki peran besar dan penting dalam memberikan pelayanan sesuai standar
keperawatan. Pasalnya, perawat merupakan tenaga medis yang berada di sisi pasien paling lama
dibandingkan dengan tenaga kesehatan lainnya. Oleh karena itu, kemampuan untuk
memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien secara berkualitas dan aman sangat
dibutuhkan. Terlebih di era kemajuan teknologi saat ini perawat kedepannya tidak hanya dituntut
bisa menjadi penyedia layanan keperawatan yang berkualitas semata. Bahkan, perawat sangat
diharapkan pula mampu memiliki beberapa peran untuk meningkatkan karakter mereka sebagai
perawat professional.

Dalam Forum ekonomi dunia melansir, struktur keterampilan abad pada 21 akan mengalami
perubahan. Pada tahun 2020 struktur kompetensi bagi para pekerja harus dapat memiliki
kemampuan; 1) pemecahan masalah yang kompleks; 2) berpikir kritis; 3) kreativitas; 4)
manajemen orang; 5) kerjasama dengan orang lain 6) kecerdasan emosional; 7) penilaian dan
pengambilan keputusan; 8) orientasi layanan; 9) negosiasi; dan 10) fleksibilitas kognitif. (Irianto,
2017).

Seluruh bentuk kecakapan dan keterampilan di abad 21 dan era industri 4.0 yang dibutuhkan
oleh perawat harus diintegrasikan ke dalam elemen peran dan fungsi sebagai perawat
professional, dan kemampuan tambahan seperti; perawat peka dalam penguasaan perangkat
teknologi informasi; mempunyai sikap critical thinking; mempunyai ide yang inovativ dalam
mengembangkan pelayanan keperawatan; adaptif terhadap perubahan era; komunikatif;
kemudian lisensi kompetensi.

Karakter yang diperlukan perawat di Era Revolusi Industri 4.0


1. Perawat Peka dengan Teknologi Informasi

Pelayanan kesehatan sekarang telah memasuki era revolusi industri keempat yang
ditandai dengan perpaduan teknologi seperti sistem fisik cyber, teknologi cloud, komputasi
kognitif, proses robot, kecerdasan buatan, dan Internet of Things, yang berdampak pada
setiap industri perawatan kesehatan. (Gunawan, 2016).

Singkatnya, untuk mempercepat laju perubahan di era saat ini, perawat perlu
menemukan pendekatan yang tepat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, dan
menyatukan semua perspektif yang berbeda untuk mengintegrasikan diri ke dalam
penyediaan perawatan dan pengambilan keputusan untuk melayani pasien yang didukung
oleh teknologi yang canggih dan fondasi yang kuat dalam filosofi keperawatan.

Perawat belakangan turut memiliki tantangan tersendiri di tengah globalisasi dan era
digital atau industri 4.0. Perawat saat ini harus bisa mengimbangi dan beradaptasi dengan
lingkungan sekitar yang berbasis teknologi. Perawat harus melek terhadap teknologi informasi
dan mengutamakan keselamatan pasien untuk peningkatan mutu layanan terhadap pasien.
Di era revolusi industri 4.0 ini, kompetensi ini wajib dimiliki oleh tenaga medis, khususnya
perawat.

2. Ide inovatif

Inovasi berarti suatu proses menerjemahkan ide atau penemuan yang menciptakan
pasar baru dengan menerapkan serangkaian nilai yang berbeda (Pitts, 2012). Perawat perlu
menyadari bahwa teknologi adalah pendorong utama untuk inovasi yang mengganggu dalam
pendidikan dan praktik keperawatan, yang karena itu mereka pertama-tama perlu memahami
seperti apa kehidupan digital sekarang, dibandingkan dengan apa yang tampak seperti
sebelumnya. Dalam pendidikan keperawatan, perubahan tersebut terlihat dari pendidikan
berbasis kertas menjadi pendidikan online, yang mencakup inovasi E-learning, pembelajaran
jarak jauh, platform mobile, pembelajaran virtual, media sosial, konferensi video, dan metode
lainnya. Dalam praktik keperawatan, pengembangan teknologi dapat mencakup telenursing,
perawatan rangkap tiga dengan menghubungkan dari jarak jauh dengan klien melalui kamera,
stetoskop digital dan bluetooth, monitor chip, dan metode lainnya.

Namun, untuk mendukung inovasi tersebut, perawat harus memiliki sikap yang baik dan
keterampilan yang tinggi dalam teknologi, yang dianggap sebagai tantangan bagi mereka
perawat yang tidak terbiasa dengan sistem informatika. Oleh karena itu, untuk menghadiri
pelatihan dan pengembangan sistem informatika diperlukan untuk menggunakan atau
menerapkan teknologi baru secara cerdas.
3. Critical Thingking

Perawat juga harus mempunyai sikap critical thingking menghadapi semua elemen, baik
itu pasien dan tenaga medis lainnya. Untuk itu, perlu ditekankan bahwa peran perawat tidak
hanya sebatas memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas baik. Melainkan juga wajib
memiliki keahlian konseling untuk menyampaikan edukasi bagi pasien terkait tindakan
preventif dan promosi kesehatan bagi masyarakat.
4. Memiliki Kompetensi

Di tengah era digital saat ini, perawat harus memiliki kompetensi untuk meningkatkan
mutu layanan keperawatan terhadap pasien, karena perawat memiliki peran yang sangat
penting dalam memberikan pelayanan sesuai dengan standar kompetensinya sebagai perawat
profesional. para profesi perawat memiliki kompetensi untuk mengakses informasi terkait
penelitian-penelitian terbaru dalam bidang keperawatan untuk dapat menambah
pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi perawat.