Anda di halaman 1dari 42

PANDUAN

PELAKSANAAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA DI TPS


PADA PILKADES SERENTAK KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2020

Pengarah:
Drs. H. Ahmad Danial, M.Si. : Ketua Panitia
Drs. Asep Kusmanawijaya, M.Si. : Wakil Ketua

Penanggungjawab:
Asep Suhendra A., S.IP., MM. : Sekretaris Panitia

Pengarah Teknis dan Tim Penyusun:


1. Asep Koswara, S.Pt., M.Si.
2. Tonny Yuspardi, SE., MM.

Editor dan Desain Layout:


Firman Ramdhani, SE.

Diterbitkan dan didistribusikan oleh:


PANITIA PILKADES KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2020
SEKRETARIAT PANITIA PILKADES KABUPATEN CIANJUR
Kantor DPMD Kabupaten Cianjur Jalan Perintis Kemerdekaan
Kabupaten Cianjur Telpon: 0263-281368 | Fax: 0263-281368
http://binaotdes.blogspot.com

i
SAMBUTAN
KETUA PANITIA PILKADES KABUPATEN CIANJUR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Salam sejahtera untuk kita semua.

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan YME yang
senantiasa memberikan rahmat dan karunia kepada kita semua.

Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Cianjur pada Tahun 2020


dilaksanakan secara serentak di 248 Desa yang tersebar di 32 Kecamatan
pada Tanggal 23 Februari 2020 memenuhi amanah Undang-Undang Nomor
6 Tahun 2014 tentang Desa dan amanah Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun
2015 tentang Pemilihan Kepala Desa sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2019.

Penyelenggaraan Pilkades serentak ini tentunya memerlukan penyelenggara


yang handal dan mumpuni. KPPS sebagai penyelenggara Pilkades yang
menyelenggarakan tahpan pemungutan dan penghitungan suara di TPS
wajib memahami dengan baik tata cara pemungutan dan penghitungan
suara sesuai peraturan perundang-undangan.

Selain memberikan bimbingan teknis kepada KPPS, Panitia Pilkades perlu


melengkapi dengan Buku Panduan KPPS dalam pemungutan dan
penghitungan suara. Harapannya, buku panduan ini dapat membantu
KPPS untuk memahami dan melaksanakan Tugas di TPS dengan baik.

Salah satu ujung tombak keberhasilan Pilkades berkualitas dan


berintegritas ada di tangan KPPS, tetaplah menjaga netralitas sebagai
penyelenggara, karena masa depan bangsa kita ada di tangan rekan-rekan
sekalian, dan semoga pengabdian serta komitmen kita dalam melaksanakan
tugas menjadi amal ibadah bagi kita semua.

Akhir kata saya mengucapkan selamat bekerja untuk seluruh anggota


KPPS.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Cianjur, 01 Oktober 2019

Ketua,

Drs. H. Ahmad Danial, M.Si.

ii
PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat
rahmat-Nya, buku panduan KPPS dalam melaksanakan pemungutan dan
penghitungan suara di TPS dapat diselesaikan dengan baik.

Buku panduan KPPS ini, dimaksudkan untuk memberikan pemahaman


bagi KPPS dalam melaksanakan proses pemungutan dan penghitungan
suara di TPS. Buku ini juga diharapkan dapat memberikan petunjuk
secara umum, sehingga pola pikir dalam melaksanakan rangkaian kegiatan
ini dapat lebih terarah sesuai dengan peraturan perundang-undangan
sehingga proses pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dapat
diselesaikan dengan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah
ditetapkan sebagaimana diatur dalam Keputusan Bupati Nomor
141/Kep.80-DPMD/2019.

Penyusunan buku ini membutuhkan waktu dan pemikiran yang mendalam,


oleh karena itu, kritik dan saran dari berbagai pihak akan sangat
bermanfaat guna penyempurnaan di masa mendatang.

Apresiasi dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan


kepada berbagai pihak yang telah memberikan kontribusi dalam
penyusunan dan penyempurnaan buku ini.

Semoga buku ini dapat memberikan manfaat.

Cianjur, Oktober 2019

Tim Penyusun

iii
DAFTAR ISI

SAMBUTAN KETUA PANITIA PILKADES KABUPATEN……..……………… iii


PENGANTAR………………….………………………………………………………… iv
DAFTAR ISI………..…………………………………………………………………… v
DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN…………………………………………….. vi
DASAR HUKUM…………………………………………………………………..…… vii
TAHAPAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA ……..….………. viii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Pengertian KPPS………………………………………………………….. 1
1.2 Saksi, Pengawas dan Pemantau ……………………………………… 1

BAB II PERLENGKAPAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA


2.1 Jenis Formulir di TPS ………………………………………………….. 4
2.2 Jenis Sampul di TPS ……………………………………………………. 5
2.3 Perlengkapan Pemungutan Suara diterima oleh KPPS …………. 6
A. Perlengkapan di dalam Kotak Suara…………………………….. 6
B. Perlengkapan di luar Kotak Suara……………………………….. 7

BAB III PEMUNGUTAN SUARA DI TPS


3.1 Sebelum Hari dan Tanggal Pemungutan Suara di TPS …………. 8
A.1 Pembagian Tugas KPPS ………………………………………… 8
A.2 Penentuan Lokasi TPS ………………………………………….. 10
A.3 Pengumuman Hari dan Tanggal Pemungutan Suara ……… 10
A.4 Penyampaian Surat pemberitahuan kepada Pemilih …..…. 11
A.5 Pengembalian Surat pemberitahuan yang tidak terdistri-
busi Kepada Pemilih ……………………………………………… 11
A.6 Penyiapan TPS………………………………………………………. 11
A.7 Gladi Bersih Pemungutan dan Penghitungan Suara ……… 13
3.2 Pelaksanaan Pemungutan Suara di TPS……………………………. 15
A.1 Persiapan Rapat Pemungutan Suara …………………………. 15
A.2 Rapat Pemungutan Suara ……………………………………… 15

BAB IV PENGHITUNGAN SUARA DI TPS


4.1 Persiapan Penghitungan Suara ………………………………………. 22
4.2 Pelaksanaan Penghitungan Suara ………………………………….. 26
A.1 Tata Cara Penghitungan Suara di TPS ………………….…… 26
A.2 Penyelesaian Keberatan ………………………………………… 32
A.3 Pengumuman Hasil Penghitungan Suara di TPS …………… 33
A.4 Penyampaian Kotak Suara, Salinan Berita Acara dan
Sertifikat Hasil Pemungutan dan Penghitungan Suara …… 33

LAMPIRAN

iv
DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN
1. Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Desa yang selanjutnya disebut
Panitia Pemilihan Desa (PPD) adalan Panitia yang dibentuk oleh BPD
untuk menyelenggarakan proses Pemilihan Kepala Desa.
2. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) adalah Panitia
Pemilihan Kepala Desa yang bertugas di TPS yang dibentuk oleh
Panitia Pemilihan sebagaimana ketentuan angka 4 Pasal I Peraturan
Bupati Nomor 42 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan
Bupati Nomor 41 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan
Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pemilihan
Kepala Desa.
3. Calon Kepala Desa adalah bakal calon yang telah memenuhi
persyaratan dan ditetapkan oleh panitia pemilihan sebagai calon yang
berhak dipilih menjadi Kepala Desa.
4. Calon Kepala Desa Terpilih adalah calon Kepala Desa yang memperoleh
suara terbanyak dalam pelaksanaan pemilihan Kepala Desa.
5. Pemilih adalah penduduk desa yang bersangkutan dan telah
memenuhi persyaratan untuk menggunakan hak pilih dalam pemilihan
Kepala Desa.
6. Daftar Pemilih Sementara (DPS) adalah daftar pemilih yang disusun
berdasarkan data Daftar Pemilihan Tetap (DPT) Pemilihan Umum
terakhir yang telah diperbaharui dan telah dicek kembali atas
kebenarannya serta ditambah dengan pemilih baru.
7. Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) adalah daftar pemilih yang disusun
berdasarkan usulan dari pemilih karena yang bersangkutan belum
belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Sementara.
8. Daftar Pemilih Tetap (DPT) adalah daftar pemilih yang telah ditetapkan
oleh Panitia Pemilihan sebagai dasar penentuan identitas pemilih dan
jumlah pemilih dalam pemilihan Kepala Desa.
9. Pengawas adalah pengawas pemilihan Kepala Desa yang dibentuk oleh
Camat yang melakukan pengawasan terhadap seluruhtahapan
pelaksanaan pemilihan Kepala Desa.
10. Tempat Pemungutan Suara (TPS) adalah tempat dilaksanakannya
pemungutan suara dan penghitungan suara.
11. Pemungutan Suara adalah proses pemberian suara oleh Pemilih di TPS
dengan cara mencoblos pada nomor urut, nama, atau foto Calon
Kepala Desa.
12. Penghitungan Suara adalah proses penghitungan Surat Suara oleh
Panitia Pemilihan Kepala Desa untuk menentukan suara sah yang
diperoleh Calon Kepala Desa, Surat Suara yang dinyatakan tidak sah,
Surat Suara yang tidak digunakan dan Surat Suara rusak/keliru
dicoblos.
13. Saksi Calon Kepala Desa, selanjutnya disebut Saksi, adalah seseorang
yang mendapat surat mandat tertulis dari Calon/tim kampanye untuk
menyaksikan pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara di
TPS.

v
14. Surat Suara adalah salah satu jenis perlengkapan Pemungutan Suara
yang berbentuk lembaran kertas dengan desain khusus yang
digunakan oleh Pemilih untuk memberikan suara pada Pemilihan yang
memuat foto, nama, dan nomor Calon Kepala Desa.
15. Identitas adalah dokumen kependudukan resmi yang diterbitkan
instansi pelaksana yang mempunyai kekuatan hukum sebagai alat
bukti otentik yang dihasilkan dari pelayanan pendaftaran penduduk
dan pencatatan sipil, yaitu KTP-el dan Surat Keterangan Pengganti
KTP-el (SUKET).
16. Hari adalah hari kalender.

DASAR HUKUM
1. Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
sebagaimana telah diubah dua kali dan terakhir dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019;
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014 tentang
Pemilihan Kepala Desa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014 tentang
Pemilihan Kepala Desa;
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 82 Tahun 2015 tentang
Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa sebagaiaman telah
diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2016
tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 82
Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa;
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 110 Tahun 2016 tentang Badan
Permusyawaratan Desa;
6. Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 5 Tahun 2015 tentang
Pemilihan Kepala Desa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Daerah Nomor 11 Tahun 2019;
7. Peraturan Bupati Cianjur Nomor 41 Tahun 2015 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 5 Tahun 2015
tentang Pemilihan Kepala Desa sebgaimana telah diubah dengan
Peraturan Bupati Cianjur Nomor 42 Tahun 2019;
8. Peraturan Bupati Cianjur Nomor 79 Tahun 2018 tentang Pedoman
Badan Permusyawaratan Desa.

vi
TAHAPAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA

NO TAHAPAN JADWAL

A Persiapan
1. Pengumuman tempat dan waktu Paling lambat
pemungutan suara 16 Pebruari 2020
2. Penyampaian Surat Pemberitahuan Paling lambat
Pemungutan Suara Kepada Pemilih 20 Pebruari 2020
3. Penerimaan Logistik TPS Panitia Pemilihan Paling lambat
kepada KPPS 22 Pebruari 2020
4. Penyiapan TPS Paling lambat
22 Pebruari 2020
B Pelaksanaan
Pemungutan dan Penghitungan Suara 23 Pebruari 2020
C Pengumuman Hasil Penghitungan Suara
Pengumuman hasil penghitungan suara di 23 Pebruari 2020
TPS

Ingat!!! Minggu 23 Pebruari 2020

Memilih

Kepala Desa

vii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Pengertian KPPS


KPPS adalah adalah Panitia Pemilihan Kepala Desa yang bertugas di TPS
yang dibentuk oleh Panitia Pemilihan sebagaimana ketentuan angka 4
Pasal I Peraturan Bupati Nomor 42 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas
Peraturan Bupati Nomor 41 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 5 Tahun 2015 tentang
Pemilihan Kepala Desa.
Tugas KPPS dalam melaksanakan pemungutan dan penghitungan
suara di TPS salah satunya adalah dalam rangka mewujudkan
kedaulatan pemilih, melayani pemilih menggunakan hak pilih,
memberikan akses dan layanan kepada Pemilih disabilitas dalam
memberikan hak pilihnya

1.2 Saksi, Pengawas dan Pemantau


A. Saksi
Menghadiri rapat pemungutan dan penghitungan suara di TPS
dengan membawa dan menyerahkan Surat Mandat paling lambat
sebelum rapat pemungutan suara dimulai, yang ditandatangani oleh
Calon Kepala Desa atau Tim Kampanye;

Ketentuan jumlah Saksi:


1. Setiap Saksi Peserta Pemilu hanya dapat menjadi 1 (satu)
saksi Calon Kades.
2. Jumlah Saksi dalam Surat Mandat paling banyak 2 (dua)
orang yang dapat bertugas secara bergantian untuk setiap
Calon Kades.

Apabila Saksi hadir


setelah rapat
pemungutan suara
dimulai, KPPS dapat
menerima Surat
Mandat dari Saksi
dan
mempersilahkan
untuk mengikuti
rapat pemungutan
suara

1
B. Pengawas TPS
1) Mengawasi persiapan dan pelaksanaan pemungutan dan
penghitungan suara.
2) Mengawasi pergerakan hasil penghitungan suara dari TPS kepada
Panitia Pemilihan.
3) Menyampaikan keberatan apabila ditemukan adanya dugaan
pelanggaran administrasi pemungutan dan penghitungan suara.
4) Menerima salinan berita acara dan sertifikat hasil pemungutan
dan penghitungan suara.

Saksi dan Pengawas TPS dilarang untuk:


1) Memengaruhi dan mengintimidasi Pemilih dalam
menentukan pilihannya.
2) Menggunakan seragam/atribut lain yang mencitrakan,
mendukung atau menolak Calon Kades tertentu.

C. Pemantau
Pemantau diperbolehkan untuk:
1) Menghadiri persiapan rapat pemungutan dan penghitungan suara.
2) Memantau proses pemungutan dan penghitungan suara.
3) Menyampaikan temuan kepada Pengawas, apabila pelaksanaan
pemungutan dan penghitungan suara di TPS tidak sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemantau dilarang untuk:


1) Mamasuki area TPS.
2) Memengaruhi dan mengintimidasi Pemilih dalam menentukan
pilihannya.
3) Memihak kepada Peserta Pemilu.
4) Menggunakan seragam/atribut yang mencitrakan kesan
mendukung atau menolak Calon Kepala Desa.
5) Menerima atau memberikan hadiah/imbalan/fasilitas apapun
dari/atau kepada Calon Kepala Desa.

2
Hal-hal yang diperhatikan KPPS dalam
Pemungutan Suara di TPS

1. Bersikap jujur
2. Memastikan setiap anggota KPPS mengetahui tugas & kewajibannya
3. Memastikan pengumuman hari, tanggal dan waktu serta lokasi
pemungutan suara sudah diumumkan kepada Pemilih paling lambat
tanggal 16 Pebruari 2020.
4. Memastikan Surat Pemberitahuan Kepada Pemilih telah terdistribusi
kepada semua Pemilih paling lambat tanggal 20 Pebruari 2020.
5. Mengembalikan Surat Pemberitahuan Kepada Pemilih yang tidak
terdistribusikan kepada Panitia Pemilihan dilengkapi dengan Berita
Acara, 1 (satu) hari sebelum pemungutan suara.
6. Memastikan logistik pemungutan dan penghitungan suara sudah
sesuai dengan kebutuhan dan dalam keadaan tersegel.
7. KPPS tidak menggunakan atribut yang mencitrakan keberpihakan
kepada Calon Kades.
8. Memeriksa seluruh jari Pemilih untuk memastikan Pemilih belum
menggunakan hak pilih di TPS lain.
9. KPPS dilarang menyediakan tissue atau kain lap yang dapat
menghapus tanda tinta di jari Pemilih.
10. Memastikan Pemilih membawa Surat Pemberitahuan Kepada Pemilih
dan apabila diperlukan dapat meminta kepada pemilih untuk
menunjukkan identitas berupa KTP-el/Suket/KK.
11. Memberikan informasi tentang cara penggunaan hak pilih secara
terus menerus di TPS.
12. Memberikan kesempatan yang sama kepada Saksi untuk
menyampaikan keberatan Saksi.
14. Menyelesaikan/menindaklanjuti segera keberatan Saksi dan/ atau
Pengawas TPS yang dapat diterima dengan segera.
15. Apabila tidak terdapat kejadian khusus, wajib membuatnya dengan
menggunakan formulir C.2 dengan menuliskan kalimat “NIHIL”
16. Melakukan pengisian formulir dengan cermat dan teliti.

3
BAB II
PERLENGKAPAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA

2.1 Jenis Formulir di TPS

NO FORMULIR JUDUL KETERANGAN


1 Model C Berita Acara Pemungutan
dan Penghitungan Suara
2 Model C1 Sertifikat Hasil Penghitungan
Suara
3 Model C1.Plano Catatan Penghitungan Suara
4 Model C2 Pernyataan Keberatan Saksi
Atau Catatan Kejadian
Khusus Pemungutan dan
Penghitungan Suara
5 Model C3 Surat Pernyataan
Pendamping Pemilih
6 Model C4 Surat Pengantar
Penyampaian Berita Acara
Pemungutan dan
Penghitungan Suara di TPS
kepada Panitia Pemilihan
7 Model C5 Tanda Terima Penyerahan
Salinan Berita Acara
Pemungutan dan
Penghitungan Suara Serta
Sertifikat Hasil Penghitungan
Suara
8 Model C6 Surat Pemberitahuan
Pemungutan Suara Kepada
Pemilih
9 Model BA.C6 Berita Acara Pengembalian KPPS bersama
Surat Pemberitahuan (Model Panitia
C6) yang tidak terdistribusi Pemilihan
menyusun
Berita Acara
pengembalian
Formulir Model
C6
Menggunakan
formulir Model
BA.C6.
10 Model C7 Daftar Hadir Pemilih Tetap
11 Model A3 DPT

4
2.2 Jenis Sampul di TPS

NO JENIS SAMPUL JUMLAH KETERANGAN


1 Sampul untuk Formulir
Model C, Model C2 dan Model 1 buah
C5
2 Sampul untuk Formulir
Model C1 1 buah

3 Sampul untuk Formulir


Model C3 1 buah

4 Sampul untuk Formulir


Model C7 dan A3 1 buah

5 Sampul untuk salinan Diberikan untuk:


formulir Model C 2 buah 1. Panitia Pemilihan
2. Camat
6 Sampul untuk salinan Diberikan untuk:
formulir C1 2 buah 1. Panitia Pemilihan
2. Camat
7 Sampul untuk suara sah
1 buah

8 Sampul untuk suara yang


rusak dan/atau keliru coblos 1 buah

9 Sampul untuk surat suara 1 buah


tidak sah

10 Sampul untuk surat suara 1 buah


yang tidak digunakan
termasuk surat suara
cadangan
11 Sampul untuk kunci gembok 1 buah

5
2.3 Perlengkapan Pemungutan Suara
A. Perlengkapan di dalam Kotak Suara
1. Alat Kelengkapan TPS
a) Karet pengikat Kartu Suara
b) Kantong plastik besar
c) Tali pengikat alat pemberi tanda pilihan
d) Alat untuk mencoblos pilihan
e) Plastik besar
f) 1 (satu) paket segel
g) Tinta

2. Surat Suara di dalam sampul tersegel


3. Sampul
a) Sampul untuk formulir Model C, C2 & C5
b) Sampul untuk formulir Model C1
c) Sampul untuk Surat Suara sah
d) Sampul untuk Surat Suara tidak sah
e) Sampul untuk Surat Suara tidak digunakan
f) Sampul untuk Surat Suara rusak/keliru coblos
g) Sampul untuk formulir Model A.3 dan C7
h) Sampul untuk salinan formulir Model C kepada Panitia
Pemilihan
i) Sampul untuk salinan formulir Model C kepada Camat
j) Sampul untuk salinan formulir Model C1 kepada Panitia
Pemilihan
k) Sampul untuk salinan formulir Model C1 kepada Camat
l) Sampul untuk formulir Model C3, C6 dan A.5

4. Formulir
a) 1 (satu) lembar formulir Model C
b) 1 (satu) lembar formulir Model C1
c) 1 (satu) lembar formulir C1.Plano
d) 1 (satu) bundel salinan formulir C
e) 1 (satu) bundel salinan formulir C1

TPS 1
Pilkades
Desa Dadap

6
B. Perlengkapan di luar Kotak Suara

Alat Kelengkapan TPS


1) Tanda pengenal KPPS dan petugas ketertiban
2) Tanda pengenal saksi
3) Lem/perekat
4) Pena/bolpoin
5) Spidol
6) Daftar Calon Kepala Desa
7) Salinan DPT (untuk di tempel)
8) Formulir Model C7 DPT.
9) Bilik suara (diluar kantong plastik)

TPS 1

7
BAB III
PEMUNGUTAN SUARA DI TPS

3.1 Persiapan Sebelum Hari dan Tanggal Pemungutan Suara


A.1 Pembagian Tugas KPPS

Ketua KPPS
1) Memimpin rapat pemungutan suara.
2) Memberikan penjelasan kepada Pemilih tentang tata cara
pemberian suara.
3) Menandatangani Surat Suara yang akan digunakan.
4) Memberikan Surat Suara kepada Pemilih.
5) Mengarahkan Pemilih ke bilik suara.

Anggota KPPS 2
1) Menerima dari anggota KPPS 3:
a. Model C6 untuk Pemilih
b. KTP-el/Suket/KK untuk Pemilih yang tidak
membawa formulir Model C6.
2) Mengisi nama dan nomor TPS pada Surat
Suara.
3) Mengumpulkan Model C6
3) Membantu tugas Ketua KPPS.

8
KPPS 3
1) Memeriksa seluruh jari tangan pemilih.
2) Menerima dan memeriksa formulir C6 dengan KTP-el/
Suket/KK dari Pemilih.
3) Memeriksa kesesuain nama Pemilih bersangkutan dengan
Nama Pemilih yang tercantum dalam formulir Model A.3
4) Mencatat nama pemilih kedalam formulir Model C7
5) Meminta kepada Pemilih untuk mengisi dan menandatangani
sesuai identitas Pemilih ke dalam formulir Model C7.
6) Menyerahkan formulir Model C6 untuk Pemilih
kepada anggota KPPS 2:
a. formulir Model C6 untuk Pemilih.
b. KTP-el/Suket/KK/ untuk Pemilih yang
tidak membawa formulir Model C6.
7) Mempersilahkan Pemilih menempati
tempat duduk yang telah disediakan.

KPPS 4 KPPS 5 PETUGAS


KETERTIBAN
Mengarahkan/ Meminta pemilih
memandu Pemilih untuk mencelupkan Bertugas di pintu
memasukkan Surat salah satu jari masuk dan pintu
Suara ke kotak suara Pemilih ke dalam keluar untuk
tempat tinta. menjaga ketentraman
dan ketertiban
selama pemungutan
dan penghitungan
suara

TPS 1

9
A.2 Penentuan Lokasi TPS
Hal yang harus diperhatikan:
1) Kemudahan jangkauan bagi Pemilih.
2) Lebar dan luas lokasi yang memadai.
3) Aman dan tidak rawan bencana.
4) Memberikan kemudahan bagi Pemilih disabilitas dan Pemilih lanjut
usia

A.3 Pengumuman Hari dan Tanggal Pemungutan Suara


1) Hari, tanggal dan waktu serta lokasi pemungutan suara harus
sudah diumumkan paling lambat tanggal 16 Pebruari 2020.
2) Pengumuman dapat dilakukan dengan cara:
a. menggunakan pengeras suara di tempat-tempat ibadah;
b. menempel di papan pengumuman; dan/atau
c. bentuk pengumuman lain yang lazim digunakan di Desa
setempat.

Pelaksanaan Pemungutan Suara


Pemilihan Kepala Desa

Hari : Minggu
Tanggal : 23 Pebruari 2020
Waktu : 07.00-13.00 WIB
Lokasi : ………………….
Nomor TPS : ……………

10
A.4 Penyampaian Surat Pemberitahuan Kepada Pemilih
1) KPPS menyampaikan formulir Model C6 kepada Pemilih paling
lambat tanggal 16 Pebruari 2020.
2) Apabila KPPS menemukan Pemilih yang telah meninggal dunia,
pindah alamat, atau tidak dikenal, KPPS menandai/mencatat
keterangan tersebut pada halaman belakang formulir Model C6
yang tidak dapat terdistribusi.
3) Apabila sampai dengan tanggal 20 Pebruari 2020, Pemilih belum
mendapatkan formulir Model C6 maka Pemilih bersangkutan
dapat diberi kesempatan untuk mendapatkan formulir Model C6
dari KPPS paling lambat tanggal 22 Pebruari 2020.

A.5 Pengembalian Formulir Model C6 yang Tidak Terdistribusi


Apabila pada tanggal 22 Pebruari 2020, terdapat formulir Model C6
yang tidak terdistribusi kepada Pemilih, KPPS wajib mengembalikan
formulir tersebut kepada PPS dengan menggunakan formulir Model
BA.C6.

A.6 Penyiapan TPS


Pendirian TPS memerhatikan:
1) Kemudahan bagi kelompok disabilitas, pengguna kursi roda dan
lanjut usia dalam menggunakan hak pilihnya.
2) Jarak antar bilik suara tidak saling berdekatan.
3) Luas TPS harus mampu menampung pelaksanaan rapat
pemungutan dan penghitungan suara di TPS.
4) Sambungan listrik/lampu penerangan yang cukup.
5) Larangan pembuatan di dalam ruangan tempat ibadah.

Dalam mendirikan TPS, KPPS membersihkan alat peraga


kampanye dan bahan kampanye yang berada di sekitar lokasi TPS
sampai radius 200 meter.

a) TPS di ruang terbuka


1) Tempat duduk KPPS, Pemilih, Pengawas TPS dan Saksi
dapat diberi pelindung terhadap panas matahari dan hujan.
2) Di belakang bilik suara diberikan penutup agar tidak ada
orang yang dapat melihat Pemilih atau tidak memungkinkan
orang lalu lalang pada saat Pemilih memberikan suara.

.b) TPS di ruang tertutup


1) Pada saat memberikan suara di bilik suara, posisi Pemilih
membelakangi tembok/dinding;
2) Apabila lokasi TPS di dalam bangunan gedung, agar dipilih
bangunan dengan jalan pintu masuk-keluar yang tidak
bertangga sehingga tidak menyulitkan Pemilih penyandang
disabilitas pengguna kursi roda.

11
KPPS dalam menyiapkan TPS dapat dibantu oleh masyarakat dan
diharapkan dapat selesai sebelum pukul 18.00 waktu setempat
tanggal 22 Pebruari 2020.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pendirian TPS:


1) Pastikan TPS tidak didirikan di lahan yang berbatu, berpasir,
berbukit, dikelilingi selokan atau parit, ataupun yang ada anak
tangganya.
2) Tinggi meja bilik setidaknya 75-100 cm dari lantai dan
setidaknya berjarak 1 meter antara meja dengan dinding/
pembatas TPS.
3) Tinggi meja kotak suara adalah setidaknya 35 cm dari lantai.
4) Pastikan tidak ada benda-benda yang tergantung di langit
langit yang dapat membuat penyandang tuna netra terbentur.
5) Peralatan TPS harus diatur sedemikian rupa sehingga ada
jarak yang cukup bagi pengguna kursi roda untuk bergerak
secara leluasa di TPS.
6) Pintu masuk dan keluar minimal berukuran 90 cm.

12
A.7 Gladi Bersih Pemungutan dan Penghitungan Suara

13
DAFTAR CALON
KEPALA DESA

SUARA
KOTAK

SAKSI/CALON

14
3.2 Pelaksanaan Pemungutan Suara di TPS
A.1 Persiapan Rapat Pemungutan Suara

KPPS datang di TPS


paling lambat
Pukul 06.00 WIB

1) KPPS memeriksa TPS 1) Memasang DPT dan 1) Ketua KPPS menerima


dan sarana pelaksanaan Daftar Calon Kepala surat mandat Saksi
pemungutan dan Kabupaten/Kota 2) Memberikan salinan
penghitungan suara 2) Mempersilahkan dan DPT ( formulir Model
2) Menempatkan kotak mengatur Saksi
A.3) kepada Saksi dan
suara yang berisi Surat dan/atau Pengawas TPS
yang sudah hadir untuk
Pengawas TPS.
Suara beserta
kelengkapan menempati tempat
administrasinya di depan duduk yang telah
meja Ketua KPPS disediakan

DAFTAR
CALON KADES

PILKADES
2020

A.2 Rapat Pemungutan Suara


1) Membuka Rapat Pemungutan Suara

2) Pengucapan Sumpah/Janji KPPS

15
Naskah Sumpah/janji
“Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah/berjanji:
Bahwa saya akan memenuhi tugas dan kewajiban saya sebagai anggota
KPPS dan petugas ketertiban TPS dengan sebaik-baiknyasesuai dengan
peraturan perundang-undangan dengan berpedoman pada Pancasila dan
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.
Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan wewenang akan bekerja dengan
sungguh-sungguh, jujur, adil, dan cermat, demi suksesnya pemilihan Kepala
Desa, tegaknya demokrasi dan keadilan, serta mengutamakan kepentingan
negara Kesatuan Republik Indonesia dari pada kepentingan pribadi dan
golongan”

Setelah pengucapan sumpah/janji, Ketua KPPS mempersilahkan Pemilih


yang sudah datang untuk mendaftar ke anggota KPPS 3.

16
3) Membuka Kotak Suara

a. Ketua KPPS dibantu anggota KPPS membuka kotak suara dan


memeriksa perlengkapan pemungutan dan penghitungan
suara.

b. Mengeluarkan, mengidentifikasi, menata dan menghitung


jumlah setiap jenis dokumen dan peralatan TPS.
c. Memeriksa sampul yang berisi Surat Suara masih dalam
keadaan tersegel, menghitung dan mencatat jumlahnya.
d. Susun dan letakkan Surat Suara di atas meja dengan rapi.

e. Ketua KPPS memperlihatkan


kotak suara yang sudah kosong
kepada Pemilih, Saksi dan
Pengawas TPS serta
menggembok kembali kotak
suara.

Apabila seluruh jenis dokumen dan peralatan TPS dikeluarkan


dari kotak suara dan telah diidentifikasi, terdapat dokumen
dan peralatan pemungutan suara yang tidak tersedia atau
kurang, KPPS segera menghubungi PPS setempat dan dicatat
sebagai kejadian khusus dalam formulir Model C2

17
4) Menjelaskan Tata Cara Pemberian Suara
Ketua KPPS menjelaskan kepada Pemilih, Saksi dan Pengawas TPS
sekurang kurangnya sebagai berikut:
a) Tujuan pemungutan suara adalah untuk memilih calon Kepala
Desa dengan cara mencoblos pada Surat Suara yang tersedia.
b) Pemilih yang berhak dan dapat diterima untuk memberikan
suara di TPS adalah Pemilih yang terdaftar dalam DPT di TPS
dengan menyerahkan formulir Model C6 dan/atau
menunjukkan KTP-el/Suket/KK.
c) Apabila Pemilih DPT tidak membawa formulir Model C6, Pemilih
dapat menunjukkan KTP-el/Suket/KK dan dipastikan namanya
sudah terdaftar dalam formulir Model A.3.
d) Waktu pemberian suara bagi Pemilih DPT mulai pukul 07.00-
13.00 WIB.
e) Kesempatan untuk memberikan suara di TPS berdasarkan
prinsip urutan kehadiran Pemilih, kecuali terdapat Pemilih
disabilitas/ibu hamil/lanjut usia dapat diberikan kesempatan
terlebih dahulu dengan persetujuan Pemilih yang sudah hadir.
f) Apabila Pemilih perlu pendamping Pemilih, dapat berasal dari
anggota KPPS atau orang lain atas permintaan Pemilih yang
bersangkutan, Ketua KPPS mempersilahkan Pendamping
Pemilih untuk mengisi formulir Model C3 dan merahasiakan
pilihan Pemilih.
g) Pemilih sebelum mencoblos Surat Suara, memastikan Surat
Suara dalam keadaan baik/tidak rusak.
h) Apabila terdapat Surat Suara rusak atau keliru dicoblos, Ketua
KPPS memberikan Surat Suara pengganti kepada Pemilih
paling banyak 1 (satu) kali.
i) Menjelaskan tata cara mencoblos Surat Suara sah dan tidak
sah hanya dengan menggunakan paku yang telah disediakan,
selain alat coblos yang disediakan, Surat Suara menjadi tidak
sah.
j) Pemilih dilarang menggunakan telepon genggam
(handphone/HP) berkamera/kamera di bilik suara.

5) Pelaksanaan Pemilih Memberikan Suara


a. Petugas ketertiban TPS di pintu masuk, mengarahkan Pemilih
untuk membawa formulir Model C6 dan/atau KTP-el/Suket/
KK dan meneliti namanya dalam daftar Pemilih pada papan
pengumuman.
b. Anggota KPPS 3 meminta Pemilih untuk menunjukkan seluruh
jari tangan dan menyerahkan formulir Model C6 dan /atau
menunjukkan KTP-el/Suket/KK.

Apabila terdapat Pemilih tidak membawa formulir Model C6, KPPS 3 menerima
dan memeriksa kesesuaian Pemilih bersangkutan dengan KTP-el/Suket/KK,
serta memastikan Pemilih terdaftar dalam DPT (formulir Model A.3)

18
c. Anggota KPPS 3 meminta kepada Pemilih untuk mengisi dan
menandatangani sesuai identitas Pemilih ke dalam formulir C7.

Apabila formulir Model C7 sudah terisi data Pemilih, KPPS 3


meminta kepada Pemilih untuk menandatangani daftar hadir
Pemilih.

KPPS 3/Pendamping Pemilih dapat membantu mengisi identitas


Pemilih bagi Pemilih yang tidak dapat mengisi identitas Pemilih ke
dalam daftar hadir (Model C7)

d. Anggota KPPS 3 mempersilahkan Pemilih duduk di kursi untuk


menunggu panggilan.

e. Anggota KPPS 2 menerima dari anggota KPPS 3:


1) formulir Model C6 untuk Pemilih.
2) KTP-el/Suket/KK untuk Pemilih DPT yang tidak membawa
formulir Model C6.

19
f. Ketua KPPS:
1) menandatangani Surat Suara dan memanggil Pemilih
berdasarkan urutan kehadiran;
2) memberikan Surat Suara dan dapat dibantu anggota KPPS 2
mengembalikan:
a) KTP-el/Suket/KK bagi Pemilih DPT yang tidak membawa
formulir Model C6.
b) mengarahkan Pemilih ke bilik suara.

g. Anggota KPPS 2 mengumpulkan Model C6 setelah Ketua KPPS


memberikan Surat Suara kepada Pemilih.
h. Anggota KPPS 4 memandu dan memastikan Pemilih
memasukkan Surat Suara ke dalam Kotak Suara.
i. Anggota KPPS 5 mengarahkan dan memastikan Pemilih yang
akan keluar TPS mencelupkan salah satu jari tangan ke dalam
tempat tinta sampai pangkal kuku.
j. Petugas ketertiban di pintu keluar mengarahkan Pemilih yang
sudah selesai memilih ke pintu keluar TPS.

6) Penutupan Pemungutan Suara


a. Menjelang pukul 13.00 waktu setempat apabila terdapat
Pemilih yang sedang mengantri, Ketua KPPS membagi tugas
kepada KPPS 4 atau KPPS 5 untuk mengumpulkan formulir
Model C6/Model A.5.
b. Tepat pukul 13.00 waktu setempat, Ketua KPPS
mengumumkan bahwa yang diperbolehkan memberikan suara
hanya Pemilih yang:
(1) sedang menunggu gilirannya untuk memberikan suara dan
telah dicatat kehadirannya dalam formulir Model C7; atau
(2) telah hadir dan sedang dalam antrian untuk mencatatkan
kehadirannya dalam formulir Model C7.

20
c. setelah seluruh Pemilih selesai memberikan suara, Ketua KPPS
mengumumkan bahwa pemungutan suara telah selesai dan
akan segera dilanjutkan dengan rapat penghitungan suara.
d. KPPS tidak dibenarkan menutup pemungutan suara sebelum
pukul 13.00 WIB.

- Ketua KPPS memastikan kepada KPPS 3 untuk mencoret


Pemilih yang sudah tercatat dalam formulir Model C7 tetapi
tidak jadi menggunakan hak pilihnya.
- Surat Suara yang tidak digunakan diberi tanda silang (X)
dengan menggunakan spidol atau ballpoint pada bagian luar
Surat Suara.
- Surat Suara rusak/ keliru coblos, diberi tanda silang (X) dan
ditulis rusak atau keliru coblos.

21
BAB IV
PENGHITUNGAN SUARA DI TPS

4.1 Persiapan Penghitungan Suara


Ketua KPPS dibantu Anggota KPPS:
1. mengatur tempat dan perlengkapan rapat penghitungan suara;
2. memasang formulir Model C1.Plano di papan pengumuman;
3. menempatkan kotak suara di dekat meja Ketua KPPS dan menyiapkan
kuncinya;
4. menyiapkan perlengkapan dan alat keperluan administrasi, yaitu:
a) formulir pemungutan dan penghitungan suara, sebagai berikut:
1) Model C;
2) Model C1;
3) Model C2;
4) Model C4; dan
5) Model C5.
b) Sampul Kertas/Kantong Plastik, dan Segel Pemilu, serta peralatan
lainnya.
5. memastikan bahwa Saksi yang hadir dalam rapat penghitungan suara
telah menyerahkan Surat Mandat;
6. mempersilahkan Saksi, dan Pengawas TPS untuk menempati tempat
duduk yang telah disediakan;
7. mengatur pembagian tugas anggota KPPS demi kelancaran
pelaksanaan rapat penghitungan suara.

Pembagian Tugas KPPS


1) Ketua KPPS:
a) memimpin rapat penghitungan suara; dan
b) meneliti dan mengumumkan hasil penelitian Surat Suara sah
atau tidak sah kepada Saksi, Pengawas TPS, Pemantau Pemilu,
Pemilih/Masyarakat yang hadir.

2) KPPS 2:
Membuka setiap Surat Suara untuk diteliti dan diumumkan oleh
Ketua KPPS.

22
Kotak Suara

3) KPPS 3
a) mencatat hasil penelitian tiap lembar Surat Suara yang sudah
diumumkan oleh Ketua KPPS ke dalam formulir Model C1.Plano;
dan
b) memeriksa dan memastikan hasil pencatatan sesuai dengan
hasil yang diumumkan oleh Ketua KPPS.

23
4) KPPS 4
Melipat Surat Suara yang telah diteliti dan diumumkan oleh Ketua
KPPS.

5) KPPS 5
Menyusun, mengelompokan dan mengikat dengan karet Surat
Suara yang sudah diteliti dan diumumkan:
a) Surat Suara yang dinyatakan sah untuk masing-masing Peserta
Pemilu; dan
b) Surat Suara yang dinyatakan tidak sah.

6) Petugas Ketertiban TPS


Menjaga ketentraman, ketertiban dan keamanan TPS di pintu
masuk dan pintu keluar.
.

24
25
4.2 Pelaksanaan Penghitungan Suara
A.1 Tata Cara Penghitungan Suara di TPS
1) Ketua KPPS dibantu anggota KPPS, melakukan:
a) membuka kotak suara;
b) mengeluarkan Surat Suara;
c) menghitung dan menyusun Surat Suara, serta mengumumkan
dan mencatat jumlahnya; dan
d) mencocokkan jumlah Surat Suara yang terdapat di dalam
kotak suara dengan jumlah Pemilih yang hadir dalam formulir
Model C7.
2) Anggota KPPS 2 dan KPPS 3 mengisi data Pemilih, pengguna hak
pilih dan data penggunaan Surat Suara hasil pemungutan suara.
3) Anggota KPPS 4 membuka Surat Suara satu per satu untuk
diserahkan kepada Ketua KPPS.
4) Ketua KPPS:
a) Meneliti tanda coblos yang terdapat pada Surat Suara dan
menentukan sah atau tidak sahnya Surat Suara, serta
menunjukkan kepada Saksi, Pengawas, anggota KPPS,
Pemantau, Pemilih/masyarakat yang hadir.
b) Mengumumkan hasil penelitiannya dengan suara yang
terdengar jelas.
5) Anggota KPPS 5 mencatat hasil penghitungan suara ke dalam
formulir Model C1.Plano, dengan cara tally (IIII) dan untuk setiap
kolom maksimal 5 (lima suara) setelah Ketua KPPS
mengucapkan: SAH/TIDAK SAH

Ketua KPPS dalam mengumumkan sah atau tidak sahnya Surat Suara
memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
A. Mengumumkan sahnya Surat suara dengan cara menyebutkan
nomor urut Calon yang dicoblos diikuti dengan Kata “SAH/TIDAK
SAH”.
Contoh: “Calon (nomor urut) … SAH/TIDAK SAH”
B. Menentukan tidak sahnya Surat Suara dengan cara menyebutkan
penyebab tidak sahnya Surat Suara di ikuti dengan kata :“TIDAK
SAH”.

Surat Suara dinyatakan Sah apabila:


1. Surat Suara ditandatangani oleh Ketua KPPS;
2. Tanda coblos 1 (satu) atau lebih pada nomor urut, foto, nama salah
satu Calon dalam Surat Suara.
Surat Suara dinyatakan tidak sah apabila:
1. Dicoblos bukan dengan paku/alat yang disediakan.
2. Dicoblos dengan rokok/api.
3. Surat Suara yang rusak/robek.
4. Surat Suara terdapat tanda/coretan.
5. Tidak memenuhi kriteria suara sah.

26
SUARA SAH

Tanda coblos Tanda coblos tepat


terdapat pada pada garis kotak
nomor urut Calon Calon

Tanda coblos lebih


dari satu tetapi
Tanda coblos
masih di dalam
terdapat pada
kotak atau tidak
gambar calon
keluar dari garis
tepi Calon

*Tanda coblos lebih dari


satu tetapi masih di
dalam kotak yang
memuat calon,
Tanda coblos sedangkan yang lainnya
terdapat pada nama berada di luar kotak
calon tetapi tidak mengenai
kotak calon lainnya
*Tanda coblos tembus
tetapi tidak mengenai
calon lainnya

SUARA TIDAK SAH

Tanda coblos
Tanda coblos berada di
terdapat diluar antara dua
kotak yang garis kotak (di
memuat satu luar garis kotak
Calon yang memuat
satu Calon)
 Tanda coblos
terdapat pada
lebih dari satu
calon
 Tanda coblos
tembus dan
menembus calon
lainnya

27
6) Anggota KPPS 4 melipat Surat Suara yang telah diumumkan sah dan
tidak sahnya serta menyusun serta mengelompokan:
a) Surat Suara yang dinyatakan SAH:
b) Surat Suara yang dinyatakan TIDAK SAH.
7) Anggota KPPS 5 mengisi data suara sah dan tidak sah dalam formulir
Model C.1 Plano.

PENGISIAN FORMULIR MODEL C1.PLANO


1. Pengisian untuk kolom DATA RINCIAN PEROLEHAN SUARA
dilakukan cara memberikan tanda berupa satu garis tegak setiap
hitungan suara sah/suara tidak sah dan setiap hitungan kelima
diberi garis diagonal memotong 4 (empat) garis (IIII).
3

2. Pengisian TANDA SILANG (X) untuk KOTAK JUMLAH, diisi dengan


cara:
a. Apabila data pada kotak bernilai SATUAN (1 s.d 9) maka kotak
PULUHAN dan RATUSAN diberi TANDA SILANG (X).

b. Apabila data pada kotak bernilai PULUHAN (10 s.d 99) maka
kotak RATUSAN diberi TANDA SILANG (X).

c. Apabila terdapat kotak yang tidak mempunyai nilai , maka kotak


RATUSAN, PULUHAN, dan SATUAN, diberi TANDA SILANG (X)
atau diberi TANDA SILANG (X) dalam beberapa kotak sekaligus.

28
3. Jumlah DPT dalam kolom I.A. DATA PEMILIH harus sesuai dengan
jumlah Pemilih yang tercantum dalam formulir Model A.3, termasuk
kesesuaian jumlah Pemilih laki-laki dan perempuan.
4. Pemilih yang menggunakan hak pilih dicatat dalam kolom I.B.DATA
PENGGUNA HAK PILIH (DPT) berdasarkan data pada formulir Model
C7.
5. Data pada kolom I.B.1. PENGGUNA HAK PILIH dalam DPT tidak
boleh melebihi data I.A.1. JUMLAH PEMILIH DALAM DPT.
6. Data pada kolom I.B.4. PENGGUNA HAK PILIH harus sama dengan
data III.4. JUMLAH SURAT SUARA YANG DIGUNAKAN, serta harus
sama dengan data V.C. JUMLAH SELURUH SUARA SAH DAN TIDAK
SAH.
7. Pengisian kolom kotak bertanda (ditulis dengan huruf), diisi dengan
cara:
a. Apabila data pada kotak terisi nilai RATUSAN, PULUHAN, atau
SATUAN maka kotak (ditulis dengan huruf) harus diisi dengan
huruf/teks sesuai angka bilangan.

b. Apabila terdapat kotak yang tidak mempunyai data (NOL), maka


kotak (ditulis dengan huruf) harus diisi dengan TANDA SILANG
(X).

c. Pengisian kotak (ditulis dengan huruf) harus diisi dengan jelas


menggunakan huruf latin dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia.

29
8) Ketua KPPS, anggota KPPS, dan Saksi Peserta Pemilu yang hadir
menandatangani formulir Model C1.Plano.

- Penjumlahan dan penandatanganan hasil penghitungan suara dalam


formulir Model C1, dilakukan setelah pencatatan data kedalam C1.
Plano.
- Apabila terdapat anggota KPPS, atau Saksi yang hadir tidak bersedia
menandatangani formulir Model C1.Plano, Model C1 & Model C, KPPS
wajib mencantumkan alasannya ke dalam formulir Model C2 sebagai
catatan kejadian khusus.

9) Ketua KPPS dibantu anggota KPPS 2, KPPS 3, dan KPPS 4menyalin


data masing-masing formulir Model C1.Plano ke dalam masing-
masing formulir Model C1 beserta salinannya dan ditandatangani
oleh Ketua KPPS, anggota KPPS dan Saksi Peserta Pemilu yang hadir.
10) Ketua KPPS dibantu anggota KPPS membuat catatan kejadian khusus

Apabila tidak terdapat kejadian khusus, KPPS wajib menuliskannya


dengan kalimat “NIHIL”pada formulir Model C2.

dak terdapat kejadiankhusus, KPPS

11) wajib dengan kalat “NIHIL”


menuliskanya

11) Ketua KPPS dibantu anggota KPPS membuat Berita Acara


Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS menggunakan formulir
Model C beserta Salinannya dan ditandatangani oleh Ketua KPPS,
anggota KPPS dan Saksi Peserta Pemilu yang hadir.
12) Ketua KPPS menyerahkan salinan formulir Model C dan C1 dengan
menggunakan formulir Model C5.

- Salinan formulir Model C dan Model C1 dibuat untuk:


1. Saksi Peserta Pemilu
2. Pengawas
3. Panitia Pemilihan Desa (PPD)
4. Panitia Pemilihan Kabupaten melalui Camat
5. Diumumkan di lokasi TPS
- Saksi/Pengawas/Pemantau/ masyarakat yang hadir dapat
mendokumentasikan formulir hasil pemungutan dan penghitungan suara
setelah ditandatangani oleh PPS dan Saksi.

30
Penyalinan formulir Model C, Model C1 untuk rekapitulasi di PPD
(DALAM KOTAK) dan salinan wajib ditulis manual (ASLI) dan
ditandatangani oleh KPPS dan Saksi.
Penyalinan formulir Model C dan Model C1 untuk Saksi, TPS,
pengumuman di TPS, dan pengumuman di PPD dapat menggunakan
sarana teknologi (print scanner) yang tersedia di TPS dan
ditandatangani oleh KPPS dan saksi dengan cara sebagai berikut:
1. Perangkat yang dibutuhkan di lokasi TPS:
a. Laptop
b. Scanner (dapat menggunakan aplikasi scanner yang ada di
handphone, contohnya: aplikasi CamScanner)
c. Printer
2. Cara penggunaannya:
a. Melakukan scan/pindai terhadap formulir Model C dan Model C1
sebelum di tandatangani oleh KPPS, dan Saksi Calon,
b. Mencetak formulir hasil scan/pindai,
c. Menandatangani formulir hasil cetak oleh KPPS, dan Saksi Peserta
Pemilu yang hadir.
13) Anggota KPPS 5 memasukkan seluruh Surat Suara dan formulir hasil
pemungutan dan penghitungan suara ke dalam masing masing
sampul yang telah disediakan.
SALINAN PENERIMA
1. Model C Saksi Calon
2. Model C1
1. Model C Pengawas
2. Model C1
1. Model C Panitia Pemilihan Kabupaten
2. Model C1 (melalui Camat)
14) Anggota KPPS 5 memasukkan seluruh Surat Suara dan formulir hasil
pemungutan dan penghitungan suara ke dalam masing masing
sampul yang telah disediakan.
15) Ketua KPPS dibantu anggota KPPS memasukkan hasil pemungutan
dan penghitungan suara ke dalam kotak suara dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. Sampul tersegel berisi form Model C, Model C2 dan Model C5;
b. Sampul tersegel berisi form Model C1;
c. Sampul tersegel berisi form Model C3, Model C6, dan Model A5;
d. Sampul tersegel berisi Formulir Model C7;
e. Sampul tersegel berisi Surat Suara sah;
f. Sampul tersegel berisi Surat Suara tidak sah;
g. Sampul tersegel berisi Surat Suara yang tidak digunakan/tidak
terpakai termasuk sisa Surat Suara cadangan;
h. Sampul tersegel berisi Surat Suara yang rusak/keliru coblos; dan
i. Formulir Model C1.Plano.

31
A.2 Penyelesaian Keberatan
Apakah penjelasan
terhadap keberatan Jika keberatan
diterima? diterima
Terdapat Keberatan

KPPS melakukan pembetulan dengan cara mencoret angka yang


Keberatan ditolak salah dan menuliskan angka yang benar. Ketua KPPS dan saksi
yang hadir membubuhkan paraf pada angka hasil pembetulan

Jika masih terdapat


keberatan terhadap
pembetulan?
KPPS wajib mencatat pada formulir
Model C2 dan ditandatangani oleh Apakah masih ada
Ketua KPPS dan Saksi yang hadir keberatan?

KPPS wajib menjelaskan


prosedur dan/atau mencocokan
selisih hasil penghitungan suara
formulir C1 dengan formulir
Model C1-Plano
KPPS meminta
KPPS wajib menindaklanjuti rekomendasi Pengawas Jika Pengawas hadir
rekomendasi Pengawas

Jika tidak ada keberatan atau kejadian khusus KPPS wajib mencatat
dengan kalimat “NIHIL” pada Formulir Model C2

Setelah proses penghitungan suara selesai, Ketua KPPS menutup Rapat


Penghitungan Suara

32
A.3 Pengumuman Hasil Penghitungan Suara di TPS
KPPS mengumumkan salinan formulir Model C dan Model C1 di
lingkungan TPS yang mudah diakses oleh publik selama 7 (tujuh) hari.

Dalam hal proses penghitungan suara di TPS melebihi 1 (satu) hari,


KPPS tetap melanjutkan penghitungan suara sampai selesai.

A.4 Penyampaian Kotak Suara, Salinan Berita Acara dan Sertifikat Hasil
Pemungutan dan Penghitungan Suara
Ketua KPPS WAJIB segera menyampaikan Kotak Suara yang telah
digembok/diberi alat pengaman tersegel kepada PPD menggunakan
formulir Model C4, terdiri dari:
1) Seluruh Kotak Suara yang telah digembok/diberi alat pengaman
tersegel yang berisi dokumen hasil pemungutan dan penghitungan
suara; dan
2) Dokumen dan Perlengkapan Di Luar Kotak Suara, terdiri dari:
a) Disampaikan kepada PPD untuk dilakukan rekapitulasi di
Desa/Kelurahan, terdiri:
(1) Sampul tersegel berisi salinan formulir Model C;
(2) Sampul tersegel berisi salinan formulir Model C1;
b) Disampaikan kepada Panitia Pemilihan Kabupaten melalui Camat,
terdiri:
(1) Sampul tersegel berisi salinan formulir Model C;
(2) Sampul tersegel berisi salinan formulir Model C1;
c) Bilik suara.

Ketua KPPS didampingi anggota KPPS dan petugas ketertiban TPS serta
diawasi Saksi, dan/atau Pengawas dalam menyampaikan dokumen dan
logistik hasil pemungutan dan penghitungan suara kepada PPD.

33
POINTERS KETUA KPPS DALAM
RAPAT PENGHITUNGAN SUARA

1. Assalamualaikum WR. WB, salam sejahtera dan selamat siang untuk kita
sekalian. Puji syukur ke Hadirat Tuhan YME karena kita semua dapat
menyelesaikan kegiatan pemungutan suara dengan tertib, aman dan
lancar.
2. Saat ini tepat pukul………….. kami secara resmi mengumumkan bahwa
kegiatan pemungutan suara telah ditutup dan akan dilanjutkan dengan
rapat penghitungan suara.
3. Selanjutnya mari kita saksikan bersama, kami akan membuka kotak
suara dan mengeluarkan serta menghitung dan mengumumkan jumlah di
dalam kotak suara sebanyak ……………………….lembar.
4. Setelah memeriksa tanda coblos pada Surat Suara dan menunjukkan
kepada Saksi, Pengawas TPS serta Pemilih/masyarakat yang hadir, kami
akan mengumumkan bahwa Surat Suara tersebut dinyatakan SAH atau
TIDAK SAH;
5. Secara bersamaan rekan kami yang lain akan mencatat suara sah dan
tidak sah dalam formulir Model C1.Plano yang ditempel di papan
pengumuman.
6. Setelah selesainya seluruh penghitungan suara, maka kami mohon
kepada rekan-rekan KPPS yang lain beserta Saksi untuk menandatangani
formulir Model C1.Plano.
7. Dengan demikian kita sudahi kegiatan penghitungan suara pada hari ini,
semoga hasil penghitungan suara ini dapat diterima semua pihak dan
diridhoi Allah SWT. Amin

34

Anda mungkin juga menyukai