Anda di halaman 1dari 7

elasa, 2008 Mei 06

PLASENTA DAN LIKUOR AMNII

PLASENTA

Plasenta berasal dari penggabungan vili korionik dan endometrium uterus. Plasenta berbentuk
bundar dengan diameter 15 sampai 20 cm dan tebal lebih kurang 2,5 cm. beratnya rata-rata 500
gram.

Umumnya plasenta berbentuk lengkap pada kehamilan lebih kyrang 16 minggu.letak plasenta
umumnya di depan atau di belakang dinding uterus, agak keatas kearah fundus uteri.

Hubungan plasenta dengan tali pusat :

 Ditengah : keadaan ini disebut Insersio sentralis.


 Agak kepinggir : keadaan ini disebut Insersio lateralis.
 Dipinggir : keadaan ini disebut Insersio marginalis.
 Diluar plasenta : keadaan ini disebut Insersio velamentosa. Hubungan tali pusat dengan
plasenta melalui selaput janin.

Pembentukan plasenta :

 Pada awalnya, vili korionik dapat terlihat diatas keseluruhan permukaan embrio yang
tertanam. Sejalan dengan semakin membesarnya embrio yang berkembang, vili dibawah
bagian desidua kapsularis endometrium menghilang.

 Vili korionik dibawah embrio tetap ada dan semakin berkembang. Percabangan dan
pembesarrannya disebut korion frondosum. Korion frondosum dan bagian desidua
basalis endometrium bergabung membentuk plasenta. Embrio dilekatkan oleh batang
penghubung (korda umbilicus) ke plasenta.

Fungsi plasenta :

1. sebagai alat yang memberi makanan pada janin (nutritif).


2. sebagai alat yang mengeluarkan bekas metabolisme (ekskresi).
3. sebagai alat yang memberi zat asam (O2), dan mengeluarkan CO2 (respirasi).
4. sebagai alat pembentuk hormon.
5. sebagai alat menyalurkan pelbagai antibody ke janin.

Fungsi plasenta adalah mengusahakan janin tumbuh dengan baik. Untuk pertumbuhan ini
dibutuhkan adanya penyaluran zat asam, asam amino, vitamin dan mineral dari ibu ke janin, dan
pembuangan CO2 serta sampah metabolisme janin ke peredaran darah ibu.

Perlu diketahui bahwa plasenta dapat pula dilewati kuman-kuman dan obat-obatan tertentu.
Penyaluran zat makanan dan zat lain dari ibu ke janin dan sebaliknya harus melewati lapisan
trofoblas plasenta.

Sirkulasi plasenta :

o kapilar janin pada percabangan terminal vili korionik (korion frodosum) dibasahi dengan
darah maternal dalam sinus darah desidua basalis endometrium uterus.permukaan
jaringan janin dan maternal dipisahkan oleh ruang intervilus.

a) Di sisi maternal, darah memasuki ruang intervilus dari ateriol maternal yang
terkikis. Darah arteri maternal kaya akan oksigen dan nutrien.

b) Di sisi janin, darah memasiki vili dari arteri umbilikus. Darah arteri umbilikus
miskin akan oksigen dan kadar CO2 serta produk buangannya tinggi.

o Setelah pertukaran gas, nutrien, dan produk buangan antara darah maternal dan
janin dalam kapiler vili, darah kaya oksigen dan nutrien kembali ke janin melalui
vena umbilikus. Darah maternal kembali melalui vena uterus.

a) Darah janin dan maternal memiliki hubungan yang dekat, tetapi tidak
memiliki hubungan langsung. Perpindahan zat antara darah janin dan
maternal adalah melalui difusi, transpor aktif, dan pinositosis.

b) Menjelang akhir kehamilan, plasenta memungkinkan antibodi maternal


memasuki sirkulasi janin. Antibodi memberikan imunitas pasif sementara
pada janin.

c) Obat-obatan, alkohol, polutan lingkungan, virus, dan agens penyebab


penyakit lainnya masuk dengan bebas dari sirkulasi maternal ke sirkulasi
janin. Sebagai zat ini disebut teratogen atau agens yang dapat
menyebabkan defek lahir.
LIKUOR AMNII ATAU CAIRAN AMNION

Di dalam ruang yang diliputi oleh selaput janin yang terdiri dari lapisan amnion dan korion
terdapat likuor amnii (air ketuban).

Lapisan amnion berasal dari mesoderm ekstra-embrionik dan trofoblas. Bagian ini
membentuk langit-langit rongga amniotik yang kemudian terisi cairan amniotik. Pada
akhirnya, rongga amniotik akan membesar dan amnion tumbuh untuk membungkus
embrio dan korda umbilikus.

Lapisan korion berasal dari trofoblas dan mesoderm ekstra-embrionik yang merupakan
membran terluar yang membungkus embrio dan janin yang sedang berkembang.bagian
ini membentuk vili korionik, yang kemudian membentuk bagian janin plasenta dan
merupakan sumber HCG. Korion berdifusi dengan amnion untuk membentuk kantong
yang membungkus embrio dan janin.

Volume likuor amnii atau air ketuban pada kehamilan cukup bulan 1000 – 1500 ml. Warna
putih, agak keruh, serta mempunyai bau yang khas, agak amis dan manis. Cairan ini
dengan berat jenis 1,008 yang terdiri atas 98% air, sisanya terdiri atas garam anorganik
serta bahan organik dan bila diteliti benar, terdapat rambut lanugo, sel-sel epitel dan
verniks kaseosa.

Pada air ketuban juga terdapat lesitin dan sfingomielin yang amat penting untuk
mengetahui apakah janin mempunyai paru-paru yang sudah siap untuk berfungsi.

Dari mana likuor ini berasal masih belum diketahui secara pasti, masih dibutuhkan
penelitian lebih lanjut. Ada teori yang mengatakan bahwa air ketuban berasal dari lapisan
amnion, teori lain mengatakan bahwa air ketuban berasal dari plasenta.

Peredaran likuor amnii dalam plasenta cukup baik. Dalam 1 jam didapatkan perputaran
lebih kurang 500 ml. Menurut teori, bayi menelan air ketuban kemudian dikeluarkan
melalui kencing. Bila bayi tidak menelan air ketuban ini, maka dapat terjadi janin dengan
stenosis sehingga terjadi hidramnion.

Fungsi air ketuban :

1. melindungi janin terhadap trauma dari luar.


2. memungkinkan janin dapat bergerak bebas.
3. melindungi suhu tubuh janin.
4. meratakan tekanan di dalam uterus pada partus, sehingga servix membuka.
5. membersihkan jalan lahir, jika ketuban pecah dengan cairan steril, dan akan
mempengaruhi keadaan di dalam vagina, sehingga bayi kurang mengalami infeksi.

Daftar Pustaka

Bernischke K. A review of the patologic anatomy of the human placenta. Amer J

Obstet Gynec, 1962; 84:1995 diakses dari www.sagepub.com

Crawford JM. Vascular anatomy of the human placenta. America J Obstet Gynec,

1962; 84:1995 diakses dari www.sagepub.com

Wiknjosastro H.1997. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Salemba


Plasenta berbentuk bundar atau hampir bundar dengan diameter 15-20 cm
dan tebal 2,5 cm, berat rata-rata 500 gram. Tali pusat berhubungan dengan plasenta
biasanya di tengah (insersio sentralis). Bila hubungan agak pinggir (insersio lateralis).
Dan bila di pinggir plasenta (insersio marginalis), kadang-kadang tali pusat berada di
luar plasenta dan hubungan dengan plasenta melalui janin, jika demikian disebut
(insersio velmentosa).
Umumnya plasenta terbentuk lengkap pada kehamilan lebih kurang 10
minggu dengan ruang amnion telah mengisi seluruh kavum uterus, agak ke atas ke
arah fundus uteri. Meskipun ruang amnion membesar sehingga amnion tertekan ke
arah korion, amnion hanya menempel saja.
Pada umumnya di depan atau di belakang dinding uterus agak ke atas ke arah
fundus uteri, plasenta sebenarnya berasal dari sebagian dari janin, di tempat-tempat
tertentu pada implantasi plasenta terdapat vena-vena yang lebar (sinus) untuk
menampung darah kembali pada pinggir plasenta di beberapa tempat terdapat suatu
ruang vena untuk menampung darah yang berasal ruang interviller di atas
(marginalis).
Fungsi plasenta ialah mengusahakan janin tumbuh dengan baik untuk
pertumbuhan adanya zat penyalur, asam amino, vitamin dan mineral dari ibu kejanin
dan pembuangan CO2.
Fungsi Plasenta :
a. Sebagai alat yang memberi makanan pada janin.
b. Sebagai alat yang mengeluarkan bekas metabolisme.
c. Sebagai alat yang memberi zat asam dan mengeluarkan CO 2.
d. Sebagai alat pembentuk hormone.
e. Sebagai alat penyalur perbagai antibody ke janin.

f. Mungkin hal-hal yang belum ketahui.(Wiknjosostro, 1999 : 66)


Struktur dan Fungsi
Plasenta
Fetus yang sedang membesar di dalam uterus ibu mempunyai dua keperluan yang sangat
penting dan harus dipenuhi, iaitu bekalan oksigen dan nutrien serta penyingkiran bahan
kumuh yang dihasilkan oleh sel-selnya. Jika keperluan ini tidak dapat dipenuhi, fetus
akan menghadapi masalah dan mungkin maut. Apakah strategi yang digunakan untuk
mengatasi masalah ini? Struktur yang bertanggungjawab untuk memenuhi keperluan
fetus ialah plasenta. Plasenta yang terdiri daripada tisu fetus dan tisu ibu terbentuk
dengan
lengkapnya pada hujung minggu yang ke-12 kehamilan. Mari kita mengkaji struktur
plasenta. Rajah di bawah menunjukkan kedudukan dan struktur sebahagian daripada
plasenta.

Banyak unjuran seperti "Jari" atau vilus tumbuh dari membran yang menyelaputi fetus
dan menembusi dinding uterus, iaitu endometrium. Endometrium pada uterus adalah kaya
dengan aliran darah ibu. Di dalarn vilus terdapat jaringan kapilari darah fetus. Darah yang
dibawa ke fetus melalui vena tali pusat mengandungi oksigen dan nutrien. Darah yang
dibawa dari fetus ke vilus melalui arteri tali pusat pula mengandungi bahan kumuh
seperti karbon dioksida dan urea. Bahan kumuh ini harus disingkirkan. Bagaimanakah
darah fetus yang terpisah daripada darah ibu menclapat bekalan oksigen dan nutrien serta
menyingkirkan bahan kumuh yang terkandung di dalamnya?
Di sekeliling vilus terdapat ruang yang berisi darah ibu. Darah ibu yang sampai ke
plasenta melalui arteri mengandungi nutrien dan oksigen. Walaupun darah ibu dan darah
fetus dalam vilus adalah begitu rapat, tetapi kedua-dua darah tidak bercampur kerana
dipisahkan oleh suatu membran. Oksigen, air, glukosa, asid amino,lipid, garam mineral,
vitamin, hormon, dan antibodi dari darah ibu perlu merentas membran ini dan memasuki
kapilari darah fetus yang terdapat dalam vilus. Darah yang kaya dengan oksigen dan
nutrien ini dibawa melalui vena yang terdapat di dalam tali pusat ke fetus. Sebaliknya,
darah yang sampai ke vilus dari fetus melalui arteri dalam tali pusat mengandungi bahan
kumuh seperti karbon dioksida dan urea, Bahan kumuh ini akan meresap merentas
membran dan memasuki darah ibu yang terdapat di sekeliling vilus. Pertukaran oksigen,
nutrien, dan bahan kumuh lazimnya berlaku melalui proses resapan. Dengan cara ini,
keperluan bayi dapat dipenuhi.

Selain oksigen dan nutrien, antibodi dari darah ibu juga meresap ke dalarn darah fetus
melalui plasenta. Antibodi ini melindungi fetus dan bayi yang dilahirkan daripada
jangkitan penyakit. Anda sudah mempelajari tentang keimunan. Beginilah caranya bayi
memperoleh keimunan pasif semula jadt. Selain membenarkan pertukaran bahan di
antara ibu dengan fetus, plasenta juga berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang
merembeskan hormon progesteron dan estrogen, Kedua-dua hormon ini berperanan
mengekalkan endometrium semasa tempoh kehamilan.

Anda sudah mengetahui bahawa darah ibu tidak bercampur dengan darah fetus. Adakah
ini satu strategi yang berguna? Kumpulan darah ibu tidak semestinya sama dengan
kumpulan darah fetus. Jika kumpulan darah fetus berlainan daripada kumpulan darah ibu,
ini akan mengakibatkan pengaglutinatan atau penggumpalan darah . Keadaan ini boleh
mengakibatkan masalah kepada fetus dan ibu. Kita harus bersyukur kepada Tuhan kerana
darah ibu terpisah daripada darah fetus. Jika tidak, keupayaan untuk manusia membiak
dan menambahkan zuriat manusia akan tergugat.
http://219.94.96.174/projek03/68S5ALYNg/Pembiakan/Struktur%20dan%20fungsi
%20plasenta.htm