Anda di halaman 1dari 6

Nomor CP:

Clinical Pathways
Tanggal berlaku:
Pre Eklamsi Berat
Nomor revisi:
Nama pasien :_____________________________________________________
Tanggal lahir pasien :_____________________________________________________
Nomor rekam medik :_____________________________________________________
Catatan khusus :_____________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________

Aspek Pelayanan IRD Hari Hari Hari Hari Hari


Ke-1 Ke-2 Ke-3 Ke-4 Ke-5
1. Penilaian dan Pemantauan Medis
Memberi instruksi untuk mengukur tekanan darah, a
nadi, respirasi, suhu tubuh
Menghubungi dokter spesialis kebidanan dan a A a a
kandungan untuk konsultasi pasien

Menilai kondisi pasien : Observasi DJJ janin dan a a a


kondisi ibu
 Stabil dikirim ke ruang rawat inap
 Tidak stabil dikirim ke ICU
2. Penilaian dan Pemantauan Keperawatan
Mengukur tekanan darah, nadi, respirasi, suhu a a a a a a
tubuh
Membersihkan jalan napas a a
Memasang sulip lidah a A
Memberikan oksigen 4-6 L/menit a
Memasang kateter untuk pemantauan diuresis a
3. Pemeriksaan Penunjang medik (lab, radiologi,
dsb)
Laboratorium : Darah rutin, proteinuri, fungsi hepar a
dan ginjal, elektrolit, HbsAg, gula darah, Analisis
Gas Darah (jika diperlukan)

Radiologi : USG dan kardiografi A a


a a A
4. Tatalaksana Medis
Aspek Pelayanan IRD Hari Hari Hari Hari Hari
Ke-1 Ke-2 Ke-3 Ke-4 Ke-5
Memberi instruksi untuk mengukur tekanan darah, a a a a a a
nadi, respirasi, suhu tubuh selama pasien dirawat di
ruang kebidanan atau ICU
Melaksanakan balans cairan setiap 6 jam a a a a a
Memberikan instruksi untuk pemeriksaan a a
kardiografi dan USG
5. Tatalaksana Keperawatan
Mengukur tekanan darah, nadi, respirasi, suhu A a a a a a
tubuh selama pasien dirawat di ruang kebidanan
atau ICU
Melakukan inspeksi untuk edema yang tidak hilang a a a A
24 jam
Melakukan palpasi untuk mengetahui TFU, letak a a
janin, lokasi edema
6. Medikasi (Obat-obatan, cairan IV, tranfusi,
dsb)
Memasang infus dengan cairan kristaloid 20-24 a a
tetes/menit dan memasang kateter karet tinggal.
Memberikan suntikan Magnesium Sulfat (SM). a
Dosis awal : 8 gr larutan 40% (20 ml) Intramuskuler
(IM) masing-masing 10 ml di bokong kiri dan kanan

Suntikan dosis pemeliharaan suntikan Magnesium a a a a a


Sulfat (SM) 4 gr IM larutan setiap 6 jam, dengan
catatan: syarat pemberian SM adalah refleks patella
(+), respirasi 16-24 x per menit, produk urine paling
tidak 100 ml / 4 jam terakhir, tersedia antidotum
yaitu kalsium glukonat 10%

Obat anti hipertensi a a a a a


Diuretika jika ada edema paru-paru dan jantung a a a a a
7. Nutrisi (enteral, parenteral, diet, pembatasan
carian, makanan tambahan, dsb)
Makanan tinggi protein dan tinggi karbohidrat a a a a a
Makanan rendah lemak dan rendah garam a a a a a

8. Kegiatan (aktifitas, toileting, pencegahan


jatuh)
• ... a a a a
Aspek Pelayanan IRD Hari Hari Hari Hari Hari
Ke-1 Ke-2 Ke-3 Ke-4 Ke-5
• ... a a a a
• ... a a a a
9. Konsultasi dan komunikasi tim (rujuk ke
spesialis atau unit lain, jadwal konfrensi tim)
• ... a a a a
• ... a a a a
• ... a a a a
10. Konseling psikososial (kepastian dan
kenyamanan bagi pasien/keluarga)
• ... a a a a
• ... a a a a
• ... a a a a
11. Pendidikan dan komunikasi dengan
pasien/keluarga (obat, diet, penggunaan alat,
rehabilitasi, dsb)
• ... a a a a
• ... a a a a
• ... a a a a
12. Rencana discharge (penilaian outcome pasien
yang harus dicapai sebelum pemulangan)
Perawatan obstetrik sudah selesai dan tidak a
didapatkan kelainan (hasil laboratorium dalam batas
normal).

Evaluasi terhadap jantung, ginjal, mata dan lain-lain a


sudah memungkinkan untuk dirawat secara rawat
jalan

Pasien Pulang a

Variasi pelayanan yang


Tanggal Alasan Tandatangan
diberikan

Tanggal masuk Tanggal keluar

Diagnosa Utama Kode ICD 10


Diagnosa Penyerta Kode ICD 10
Komplikasi Kode ICD 10

Tindakan Utama Kode ICD 9


Tindakan Lain Kode ICD 9

*Di bagian bawah ini diberi petunjuk pengisian. Formulir dianggap selesai kalau ada petunjuk
pengisian.

Berdasarkan hasil diskusi dalam penanganan kasus pre-eklamsi :

Klinisi yang berperan :


1. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan
2. Dokter spesialis anestesi
3. Dokter IRD
4. Dokter spesialis radiologi
5. Dokter spesialis patologi klinik
6. Perawat IRD
7. Bidan Ponek
8. Bidan Ruang Kebidanan
9. Penata Anestesi
10. Perawat ruang operasi
11. Petugas Farmasi
12. Petugas Laboratorium
13. Ahli Gizi

Review SPM – kunjungan di lapangan – temuan ketidaksesuaian :


1. Pemeriksaan vital sign tidak lengkap (tidak dilaksanakan pemeriksaan nadi, respirasi dan
suhu tubuh).
2. Pengisian asuhan kebidanan tidak lengkap (tindakan yang dilakukan tidak dilengkapi jam
pelaksanaan).
3. Pengisian data social tidak lengkap (alamat tidak lengkap).
4. Pasien tidak diberikan oksigen (tidak sesuai SOP).

Revisi SOP Penanganan SOP Pre Eklamsi Berat


1. Anamnesis :
2. Pemeriksaan fisik : Dokter dibantu perawat / bidan melakukan pemeriksaan tanda vital:
Tekanan darah, nadi, respirasi dan suhu tubuh.
3. Kriteria diagnosis : Preeklamsia Berat (PEB) adalah patologi kehamilan yang ditandai
dengan trias : hipertensi, edema dan proteinuria yang terjadi setelah umur kehamilan
20 minggu sampai segera setelah persalinan dengan kriteria terdapat satu atau lebih
keadaan berikut ini :
a) Tekanan Darah : Sistolik  160 mmHg
Diastolik  110 mmHg
atau
Kenaikan tekanan sistolik > 30 mmHg
Kenaikan tekanan diastolik > 15 mmHg
b) Proteinuria :  5 gr / L dalam 24 jam atau > +2 dengan pemeriksaan dipstick
c) Gangguan visus dan serebral
d) Nyeri epigastrium/nyeri kuadran atas abdomen/muntah-muntah
e) Terdapat sindroma HELLP (Haemolysis, Elevated Liver Enzymes and Low Platelet Count)
f) Terdapat komplikasi lain (Edema Pulmo, IUGR, Gagal Ginjal, dll)

4. Diagnosis banding :
5. Pemeriksaan penunjang : Dokter menentukan jenis dan frekuensi pemeriksaan
laboratorium yang diperlukan: Darah rutin, proteinuri, fungsi hepar dan ginjal, elektrolit,
HbsAg, gula darah, Analisis Gas Darah (jika diperlukan)

6. Terapi :
Tata laksana di IRD :
1. Perawat / bidan memasang infus dengan cairan kristaloid 20-24 tetes/menit dan
memasang kateter karet tinggal.
2. Dokter dibantu perawat / bidan memberikan suntikan Magnesium Sulfat (SM). Dosis
awal : 8 gr larutan 40% (20 ml) Intramuskuler (IM) masing-masing 10 ml di bokong kiri
dan kanan
3. Pasien di kirim ke ruang rawat inap kebidanan dan kandungan :
Tata laksana di ruang rawat inap kebidanan dan kandungan :

1. Pasien dirawat di ruang yang tenang (ruang eklamsia / preeklamsia)


2. Dokter dibantu perawat / bidan melakukan pemeriksaan tanda vital: Tekanan darah,
nadi, respirasi dan suhu tubuh. Tekanan darah diukur 2 kali dalam posisi berbaring
dengan interval waktu 4-6 jam
3. Dokter dibantu perawat / bidan memberikan suntikan dosis pemeliharaan SM 4 gr IM
larutan setiap 6 jam, dengan catatan: syarat pemberian SM adalah refleks patella (+),
respirasi 16-24 x per menit, produk urine paling tidak 100 ml / 4 jam terakhir, tersedia
antidotum yaitu kalsium glukonat 10%.
4. Dokter melakukan balans cairan setiap 6 jam.
5. Dokter memberikan obat antihipertensi bila tekanan sistolik ≥180 mmHg atau diastolik
≥ 110 mmHg: Nifedipin 3 x 10 mg dengan setiap pemberian dilakukan pemeriksaan
tekanan darah ulang
6. Dokter melakukan jenis dan frekuensi pemeriksaan monitoring janin, (Kardiotokografi
dan USG bila diperlukan)
7. Dokter menentukan tindakan obstetrik :
a. Konservatip :
Jika kehamilan < 36 minggu.
b. Aktif :
Indikasi : bila terdapat satu atau lebih keadaan di bawah ini :
- Umur kehamilan  37 minggu
- Terdapat gejala impending eclamsia
- Kegagalam terapi konservatip medikamentosa :
 Enam jam sejak pengobatan medisinal terjadi kenaikan tekanan darah
 Tidak terdapat perbaikan setelah 48 jam perawatan, dengan kriteria : tekanan

 Kala II : ekstraksi vakum, ekstraksi forsipal


darah diastolik  100 mmHg dan indeks gestosis  6
 Terdapat tanda-tanda gawat janin
 Terdapat tanda-tanda IUGR yang kurang cari 10 persentil dari kurva normal
Terdapat HELLP syndrome. Cara terminasi kehamilan :
- Belum dalam persalinan :
Induksi (sesuai protokol) setelah 30 menit terapi medicinal

Tata laksana di ruang operasi :


Seksio sesarea bila :
 terdapat kontraindikasi terhadap oksitosin
 Setelah 12 jam dalam induksi tak masuk fase aktif Primigravida lebih
cenderung ke arah bedah caesar
- Sudah dalam persalinan :
 Kala I fase laten : seksio sesarea
 Kala I fase aktif : amniotomi, bila 6 jam setelah amniotomi
tidak tercapai pembukaan lengkap  seksio sesarea

7. Edukasi :
8. Prognosis :
9. Kepustakaan :