Anda di halaman 1dari 26

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NN.

A DENGAN MASALAH
KEPERAWATAN PRIORITAS PENINGKATAN SUHU
TUBUH (HIPERTERMIA) DI PAVILIUN 12
RSK ST.VINCENTIUS A PAULO
SURABAYA

OLEH:

MONIKA FINANTA 201504042


YULITA MELANIA NETA 201504063

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KATOLIK
ST. VINCENTIUS A PAULO
SURABAYA
2015
LAPORAN KASUS PADA PASIEN NN. A DENGAN DIAGNOSA
MEDIS DHF RSK ST.VINCENTIUS A PAULO
SURABAYA

I. PENGKAJIAN
Tanggal pengkajian : 17 Oktober 2015 Jam: 09.00 WIB
Tanggal MRS : 17 Oktober 2015 Jam: 00.28 WIB
NO.RM : 29-x-x
Diagnosa masuk : Dengue Haemorragic Fever (DHF)
A. Identitas pasien
 Nama : Nn. N
 Usia : 19 Tahun
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Status : Belum menikah
 Suku : Jawa
 Agama : Islam
 Alamat : Dukuh Kupang, Surabaya
 Pendidikan : SMP
 Pekerjaan : Penjaga toko swalayan
 Penanggung jawab : Ny. L
B. Riwayat keperawatan
1. Keluhan utama
Pasien mengungkapkan badan panas  5 hari,terasa lemah, pusing dan terdapat
bintik-bintik merah pada seluruh badan.
2. Riwayat penyakit sekarang
Pasien mengungkapkan panas naik turun sejak tanggal 11 Oktober 2015.
Pasien berobat ke puskesmas terdekat dan hanya mendapat terapi obat paracetamol 3
kali sehari dan disarankan untuk kompres air dingin dirumah.
Pada tanggal 16 Oktober 2015 pasien dibawah oleh temannya ke IGD RSK
St.Vincentius a Paulo karena panasnya masih naik turun. Pasien masuk IGD. Di IGD
keadaaan umum pasien agak lemah, akral hangat, hasil TTV suhu: 40 oC, nadi:
114x/menit, TD: 138/78 mmHg, pasien mengungkapkan badan terasa lemah, panas
naik turun, dan pusing. Dari pemeriksaan laboratorium, didapatkan hasil:
Hematologi
Normal Hasil
WBC/leuko 7,5±3,5 x 109/L 3,78
RBC/Eri 4,8-5,5 x 1012/L 4,52
HGB/HB 12 -16 gr/dL 11,9
HCT/PCV 37-50% 40,4
PLT/Trombo 150-400 x 109/L 113
PCT/HCT 35-47 % 26-52

. Kemudian di IGD pasien mendapat terapi Grafadin, Amoxilin, Furodex,


injeksi Santagesik 1 amp IV, injeksi Ranitidine 1 amp IV, diberi infus RD5 per 8 jam.
Pada pukul 00.28 WIB pasien dibawah ke Paviliun 12 untuk mendapat pengobatan
yang lebih intensif. Di paviliun mendapat terapi Dumin 3x1 tab. Pesanan dari dokter
IGD untuk dilakukan lagi pemeriksaan Lab (Trombosit).
3. Riwayat penyakit dahulu
Pasien tidak pernah mengalami demam berdarah dan pasien pun tidak pernah dirawat
di RS sebelumnya karena penyakit apapun. Pasien mengungkapkan hanya menderita
batuk dan flu biasa.
4. Riwayat penyakit keluarga
Di dalam keluarga tidak ada keluarga yang menderita penyakit demam berdarah dan
keluarga pasien juga tidak ada yang menderita penyakit-penyakit turunan seperti
jantung, DM, dll.
5. Riwayat psikososial dan spiritual
Saat di kaji pasien tampak cemas dengan keadaannya karena panas (Demam) yang
terus-menerus. Pasien mengatakan ketika sakit, cara mengatasinya dengan
beristirahat sejenak. Pasien tinggal di mess. Di lingkungan sekitar rumahnya sedikit
kurang bersih meski terkadang diadakan kerja bakti. Hubungan antara keluarga, dan
relasinya di tempat kerja serta perawat baik. Pasien mengungkapkan hanya berdoa
pada Tuhan untuk kesembuhannya.
6. Riwayat alergi
Pasien tidak mempunyai alergi baik pada makanan, minuman, obat, dan lingkungan
atau cuaca.
C. Pola pemenuhan kebutuhan dasar
1) Nutrisi, cairan, dan elektrolit
Di Rumah
Frekuensi makan : 3x/hari
Jenis : nasi, lauk (ikan, daging, tahu, tempe), sayur-sayuran. Pasien
kadang membeli makanan bakso di dekat tempat kerjanya.
Pasien tidak memiliki program diet.
Minum : Pasien minum air putih sebanyak 1500-2000cc/hari
Di Rumah Sakit
Frekuensi makan : saat dikaji pasien sudah makan 1x (menghabiskan ¾ porsi
makan)
Jenis : nasi, sup, daging
Minum : pasien telah minum air putih sebanyak 1000 cc.
2) Eliminasi
Di Rumah
BAB : Frekuensi 1x/hari dengan konsistensi lembek dan warna kuning
kecoklatan.
BAK : 4-5x/hari dengan warna kuning
Saat sakit di Rumah Sakit
BAB : pasien belum BAB
BAK : pasien sudah 2x BAK dengan warna kuning pekat dengan menggunakan
pispot.
3) Aktivitas dan Istirahat
Di Rumah : Pasien bekerja dimulai pukul 07.00-14.00 WIB. Jika hari Minggu
mulai bekerja pukul 16.00-22.00WIB. Istirahat siang 2-3 jam. Tidur malam 7-8
jam biasanya pukul 23.00 WIB. Pasien tidak mengalami gangguan sulit tidur.
Saat sakit di Rumah Sakit
Pasien mengungkapkan sulit tidur (tidur malam 4-5 jam) karena suhu tubuh yang
terus meningkat.Dan saat dikaji pasien hanya bedrest total.
4) Hygiene perseorangan
Di Rumah
Pasien mengungkapkan mandi sendiri, gosok gigi 2x sehari (pagi dan sore), dan
berganti pakaian sendiri.
Saat sakit di Rumah Sakit
Pasien di seka, sikat gigi dan berpakaian dibantu oleh perawat.
D. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum: pasien tampak lemah, bibir kering, wajah pucat, tidak ada
perdarahan gusi, mimisan
TTV :
Nadi : 100x/menit
Suhu : 39,3o C
TD : 130/80 mmHg
RR : 20x/mnt
Sistem pernafasan : RR: 20x/ menit, bentuk dada simetris saat inspirasi, tidak ada
penggunaan otot bantu napas, tipe pernapasan dada, tidak ada
ronchi dan tidak ada wheezing.
Sistem sirkulasi : suara jantung S1 dan S2 tunggal di midclavicula sinistra ICS
4-5, irama jantung reguler, tidak ada sianosis, CRT
didapatkan 1 detik, akral panas TD: 130/80 mmHg,
konjungtiva merah mudah, sclera putih, S: 39,3o C, N:
100x/mnt
Sistem persarafan : kesadaran compomentis, GCS 4-5-6 , pupil
kiri-kanan isokor dengan diameter 3mm/3mm, reaksi cahaya
+/+, tidak ada nyeri.
Sistem perkemihan : saat di palpasi kandung kemih teraba lembek
Sistem pencernaan : abdomen tampak simetris, tidak ada pembesaran hepar,
bising usus 25x/menit, perut tidak kembung
Sistem muskuloskeletal : pasien tirah baring, tidak ada oedem, tidak ada deformitas
sendi. Skala kekuatan otot:
ka ki
5 5
5 5
kekuatan otot masing masing 5 pada keempat ektremitas,
dimana pasien dapat menggerakan semua anggota
ekstremitasnya tanpa ada kelemahan pada ekstremitas
Sistem integumen : turgor kulit elastisitas kenyal, perabaan halus, ditemukan
bintik bintik merah di seluruh tubuh
Sistem endokrin : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan limfe
E. Pemeriksaan penunjang
- Laboratorium
Tanggal 17 Oktober 2015
Hematologi
Normal hasil
WBC/leuko 7,5±3,5 x 109/L 4,70
RBC/Eri 4,8-5,5 x 1012/L 4,35
HGB/HB 12 -16 gr/dL 11,9
HCT/PCV 37-50% 35,2
PLT/Trombo 150-400 x 109/L 95
PCT/HCT 35-47 % -
DIFF
Stab 3-5% 4
Seg 55-65% 49
Lym 25-33% 10
Mo 3-7 % 1
LED 12-18 27-53

F. Terapi
1. Infus RD 5
Digunakan sebagai penambah volume cairan dan elektrolit pada keadaan
dehidrasi, shock.
Komposisi setiap liter larutan mengandung 55 g glukosa andidrat, 8,6 g natrium
klorida, 0,3 g kalium klorida, 0,48 g kalsium klorida.
2. Obat Oral :
 Dumin 3 x 1 Tablet
Golongan: analgesik dan antipiretik
Indikasi : Demam, nyeri, sakit kepala, sakkit gigi, nyeri otot
Konntraindikasi : Gangguan fungsi hati, hipersensitif terhadap paraaminofenol
Dosis : Dws 0,5-1 g 3-4x/hr, anak 7-12 thn 250 mg, 1-6 thn 125 mg, < 1 thn 60
mg
Pemberian: diberikan bersama atau tanpa makanan

2. ANALISA DATA

No Tanggal Data Etiologi Masalah


1. 17 Oktober DS:pasien Virus Dangue Hipertermi
2015 mengungkapk- masuk dalam
an badan tubuh
panas, terasa
Menstimulasi sel
lemah
host inflamasi
DO :
- KU pasien Memproduksi
tampak lemah endogenus
- mukosa bibir pirogen
kering
- TTV: Endothelium
TD: 130/80
hipotalamus
mmHg, Nadi:
meningkatkan
100x/menit,
produksi
o
Suhu: 39,3 C,
prostaglandin dan
x
RR: 20 /menit
neurotransmiter

Meningkatkan
thermostat ‘set
point’ pada pusat
termoregulator

Hipertermi

2. 17 Oktober DS: Pasien Virus Dangue Resiko Perdarahan


mengungkapkan masuk dalam
terdapat bintik- tubuh
bintik merah pada
badan Kompleks
DO: Antibody-virus
- Pasien tampak
lemah, Reaksi
- pucat, terdapat komplemen-
epitop virus pada
bintik-bintik
permukaan
merah pada trombosit
seluruh tubuh
- Tidak ada
Destruksi
perdarahan
gusi dan trombosit didalam
mimisan system RE

- LAB:
Trombosit 113 Trombositopenia
- TTV:
TD:
Perdarahan
130/80mmHg,
N: 100x/menit,
S: 39,3o C,
RR: 20x/menit

3. DIAGNOSA KEPERAWATAN

No Tanggal Diagnosa Keperawatan

1. 17 Oktober Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan viremia yang


2015 ditandai dengan pasien mengungkapkan badan panas, terasa
lemah, KU pasien tampak lemah, mukosa bibir kering, TTV:
TD: 130/80 mmHg, Nadi: 100x/menit, Suhu: 39,3o C, RR:
20x/menit

2. 17 Oktober Perdarahan berhubungan dengan trombositopenia yang


2015 ditandai dengan pasien mengungkapkan terdapat bintik-bintik
merah pada badan, KU pasien tampak lemah, pucat, terdapat
bintik-bintik merah pada seluruh tubuh, tidak ada perdarahan
gusi dan mimisan, LAB: Trombosit 113, TTV: TD: 130/80
mmHg, N: 100x/menit, S: 39,3o C
RENCANA KEPERAWATAN

PERENCANAAN EVALUASI
DIAGNOSA
TANGGAL PELAKSANAAN
NO KEPERAWATAN TUJUAN INTERVENSI RASIONAL

1. 17 Oktober Peningkatan suhu tubuh Pasien dapat Pukul 09.00 17/10/2015


2015 berhubungan dengan mempertahanka 1.Jelaskan kepada 1.Pemberian 1.Memberikan Masalah belum
viremia yang ditandai n suhu tubuh pasien dan informasi dapat penjelasan kepada teratasi dengan
dengan pasien dalam batas keluarga tentang mendukung pasien tentang pasien mengungkan
badan masih terasa
mengungkapkan badan normal setelah penyebab demam pasien dan penyebab demam
panas, badan terasa
panas, terasa lemah, KU dilakukan atau peningkatan keluarga agar atau peningkatan lemah dan mukos
pasien tampak lemah, tindakan suhu tubuh lebih kooperatif suhu tubuh yakni bibir tampak kering.

mukosa bibir kering, keperawatan terhadap infeksi virus masuk  Nadi 90x/menit
TTV: TD: 130/80 mmHg, selama 4 x 24 tindakan kedalam darah  Tensi 130/90
mmHg
Nadi: 100x/menit, Suhu: jam hipertermia keperawatan merangsang pusat
 Suhu 38oC
39,3o C, RR: 18x/menit teratasi dengan serta panas tubuh  RR 22x/menit
kriteria hasil: mengurangi menimbulkan
-Nadi:60-100 2. Anjurkan pasien kecemasan. demam
x/menit untuk Pukul 09.15
-Suhu : 36,5- menggunakan 2.Memberikan 2. Menganjurkan
37,5 o C pakaian yang tipis rasa nyaman memakaikan pasien
-RR : 16-20x/ dan mudah dan pakaian pakaian yang tipis
menit menyerap keringat yang tpis mudah dan mudah
-TD:120/80 menyerap menyerap keringat
mmHg keringat dan
-Akral hangat membantu
-Pasien mengurangi
mengungkapkan 3. Beri penguapan
tidak panas kompres air dingin tubuh.
- Mukosa bibir pada daerah kepala
lembab
3. Kompres Pukul 09.25
dingin akan 3. Melakukan
4.Berikan / terjadi kompres dingin di
anjurkan pasien pemindahan daerah kepala
dan keluarga untuk panas secara menggunakan buli-
banyak minum konduksi buli.
1500-2000 cc/hari
dan jelaskan 4.Peningkatan Pukul 09.30
manfaatnya bagi suhu tubuh 4.Menganjurkan
pasien mengakibatkan pasien untuk banyak
penguapan minum air putih dan
tubuh memberikan minum
meningkat pada pasien untuk
(Evaporasi) mengurangi panas
sehingga perlu tubuh.
diimbangi
dengan asupan
cairan yang
banyak untuk
5. Kolaborasi mengganti
pemberian cairan cairan tubuh
intravena dan yang hilang
pemberian obat akibat
sesuai program evaporasi.
dokter: obat
Dumin 500 mg
3x1 tablet
5. Pemberian Pukul 08.00
cairan sangat 5. Memberikan obat
penting bagi Dumin 500 mg 1
6. Observasi
pasien dengan tablet
minum, BAK,
suhu tubuh
tanda-tanda vital
yang tinggi.
( suhu, nadi,
Obat Dumin
tekanan darah dan
untuk
RR )
menurunkan
suhu tubuh
pasien.

Pukul 14.00
6. Mengobservasi
6.Mendeteksi minum, BAK,
dini kekurangan tanda-tanda vital
cairan serta pasien( suhu, nadi,
mengetahui tekanan darah dan
keseimbangan RR)
cairan dan
elektrolit dalam
tubuh. Tanda
vital merupakan
acuan untuk
mengetahui
keadaan umum
pasien.

2. 17 Oktober Perdarahan berhubungan Pasien tidak Pukul 09.35 17/10/2015


1. Jelaskan kepada 1. Dengan
2015 dengan trombositopenia mengalami 1.Memberikan Masalah belum
pasien tentang penjelasan
yang ditandai dengan perdarahan penjelasan kepada teratasi dengan
pencegahan tentang pasien mengungkan
Pasien mengungkapkan setelah pasien tentang
perdarahan pencegahan masih ada bintik-
terdapat bintik-bintik dilakukan pencegahan perdarahan
bintik merah pada
berlanjut perdarahan
merah pada badan, KU tindakan berlanjut seluruh badan, badan
berlanjut dapat terasa lemah.
Pasien tampak lemah, keperawatan
menurunkan
pucat, terdapat bintik- selama 4 x 24  Trombosit: 113
resiko  Nadi 90x/menit
bintik merah pada seluruh jam tidak
terjadinya  Tensi 130/90
tubuh, LAB: Trombosit terjadi
mmHg
perdarahan
113, HB 11,9 perdarahan
TTV: TD: 130/80mmHg, lebih lanjut lebih lanjut,  Suhu 38oC
N: 100x/menit, S: 39,3o C, setelah misalnya  RR 22x/menit

RR: 20x/menit dilakukan epiktasis,


tindakan perdarahan di
2. Anjurkan pasien
keperawatan gusi,
untuk
dengan criteria hemetemesis,
menghindarai sikat
hasil: dan melena
gigi dan mengupil.
- tidak pucat
- tidak ada 2. Dengan
Pukul 09.40
petechie menyikat gigi
- trombosit, 2. Menganjurkan
dan mengupil
PCV, Hb pasien untuk
menyebabkan
dalam batas menghindari sikat
terjadinya
normal gigi dan mengupil.
perdarahan
- tidak ada
Pasien cukup
yang lebih
perdarahan
berkumur untuk
3. Kolaborasi dengan lanjut yaitu di
di gusi,
menjaga kebersihan
dokter dalam gusi dan
epitaksis,
mulut.
pemberian infus hidung.
hematemesis
- TTV dalam RD 5 3flash dalam
batas normal 24 jam.
(nadi 60-
3. Kolaborasi
100x/mnt,
pemberian
TD 120/80 4. Observasi TTV
infuse untuk
mmHg) (nadi, tensi) dan Pukul 12.50
mempertahan
tanda-tanda 3. Memberikan infuse
kan intake
perdarahan RD 5 20 tetes per
cairan
menit

4. Dengan
observasi Pukul 14.00
- 5. Mengobservasi
untuk dapat
TTV (nadi, tensi)
menentukan
dan tanda-tanda
perkembang
perdarahan:
an tindakan
petekie,
keperawatan
perdarahan di
selanjutnya
gusi, epitaksis,
hematemesis
CATATAN PERKEMBANGAN

Tanggal Diagnosa Keperawatan S.O.A.P.I.E

18/10/2015 Peningkatan suhu tubuh Pukul 08.00


berhubungan dengan
S: - Pasien mengatakan masih merasa
viremia yang ditandai
panas dan sakit kepala
dengan pasien
mengungkapkan badan O: - KU pasien lemah
panas, terasa lemah, KU
- Suhu :37oC
pasien tampak lemah, - RR : 20 x/menit
mukosa bibir kering, - TD : 110/80mmHg
- Nadi : 80x/menit
TTV: TD: 130/80 mmHg,
- Akral panas
Nadi: 100x/menit, Suhu: - Mukosa bibir kering
39,3o C, RR: 20x/menit A: - Masalah belum teratasi

P: - Intervensi 1, 2 dihentikan

- Intervensi 3, 4, 5, 6 diteruskan
I :

Pukul 08.10

Menganjurkan untuk kompres dingin jika


suhu naik kembali

Pukul 08.20

Menganjurkan minum banyak pada pasien


dan memberika pasien minum untuk
mengurangi panas tubuh

Pukul 09.45

Mengobservasi minum, BAK, tanda-tanda


vital pasien (suhu, nadi, tekanan darah dan
RR)
E:

Pukul 10.00

S : Pasien mengungkapkan masih merasa


panas dan sakit kepala

O: - KU pasien lemah

- Suhu :36,7 0C
- RR : 16x/menit
- TD : 110/80mmHg
- Nadi : 88x/menit
- Akral panas
- Mukosa bibir kering
18/10/2015 perdarahan berhubungan Pukul 08.00
dengan trombositopenia
S: - Pasien mengatakan masih terdapat
yang ditandai dengan
bintik-bintik merah pada tubuh
Pasien mengungkapkan
terdapat bintik-bintik O: - KU pasien lemah
merah pada badan, KU
- Pucat
Pasien tampak lemah,
- Terdapat binntik-bintik merah
pucat, terdapat bintik-
pada badan
bintik merah pada seluruh
- Suhu :37oC
tubuh, tidak ada perdarah - RR : 20 x/menit
dann mimisan, LAB: - TD : 110/80mmHg
- Nadi : 80x/menit
Trombosit 113, TTV: TD:
- LAB: Trombosit: 95
130/80mmHg, N:
- Hb 11,9
100x/menit, S: 39,3o C
A: - Masalah belum teratasi

P: - Intervensi 1, 2 dihentikan

- Intervensi 3, 4 diteruskan
I :

Pukul 09.00

Memberikan/mengganti cairan infus RD 5


20 tetes/menit

Pukul 09.45

Mengobservasi tanda-tanda vital pasien:


suhu, nadi, tekanan darah

E:

Pukul 10.00

S : Pasien mengungkapkan masih terdapat


bintik-bintik merah pada tubuh

O: - KU pasien lemah

- Suhu :36,7 0C
- RR : 16x/menit
- TD : 110/80mmHg
- Nadi : 88x/menit
- Masih terdapat bintik-bintik
merah
19/10/2015 Peningkatan suhu tubuh Pukul 08.00
berhubungan dengan
S: - Pasien mengatakan badan masih
viremia yang ditandai
panas.
dengan pasien
mengungkapkan badan O: - KU pasien lemah
panas, terasa lemah, KU
- Suhu :38,3oC
pasien tampak lemah, - RR : 20 x/menit
mukosa bibir kering, - TD : 110/80mmHg
- Nadi : 70x/menit
TTV: TD: 130/80 mmHg,
- Akral panas
Nadi: 100x/menit, Suhu: - Mukosa bibir agak lembab
39,3o C, RR: 20x/menit A: - Masalah belum teratasi

P : Intervensi 3, 4, 5, 6 diteruskan

I :
Pukul 09.00

Menganjurkan minum banyak dan


memberikan minum air putih 1 gelas pada
pasien untuk mengurangi panas tubuh

Pukul 12.00

Memberikan kompres dingin dibagian


kepala pasien dengan menggunakan
handuk kecil.

Pukul 14.00

Mengobservasi minum, BAK, tanda-tanda


vital pasien (suhu, nadi, tekanan darah dan
RR)

E:

Pukul 14.10

S : Pasien mengungkapkan masih merasa


panas

O: - KU pasien lemah

- Suhu :37 0C
- RR : 18x/menit
- TD : 100/80mmHg
- Nadi : 80x/menit
- Akral panas
- Mukosa bibir agak lembab
19/10/2015 perdarahan berhubungan Pukul 08.00
dengan trombositopenia
S: - Pasien mengatakan masih bintik-
yang ditandai dengan
bintik merah pada tubuh mmulai hilang
Pasien mengungkapkan
terdapat bintik-bintik O: - KU pasien lemah
merah pada badan, KU
- Wajah tidak pucat
Pasien tampak lemah, - Bintik-bintik merah sudah mulai
pucat, terdapat bintik- tak tampak
bintik merah pada seluruh - Suhu :37oC
tubuh, tidak ada perdarah - RR : 20 x/menit
- TD : 110/80mmHg
dan mimisan, LAB: - Nadi : 80x/menit
Trombosit 113, TTV: TD: - LAB: Trombosit: 95
130/80mmHg, N: A: - Masalah belum teratasi
100x/menit, S: 39,3o C
P : Intervensi 3, 4 diteruskan

I :

Pukul 09.45

Mengobservasi tanda-tanda vital pasien:


suhu, nadi, tekanan darah

E:

Pukul 10.00

S : Pasien mengungkapkan masih terdapat


bintik-bintik merah pada tubuh

 KU pasien lemah

 Suhu :37 0C

 TD : 100/80mmHg

 Nadi : 80x/menit

 Bintik-bintik merah sudah mulai


tak tampak

 Hasil LAB tanggal 18 Oktober


2015:

 Leko : 5,54
 Eri : 4,50

 Hb : 12,3

 PCV : 36,0

 Trombo : 109

20/10/2015 Peningkatan suhu tubuh Pukul 08.00


berhubungan dengan
S: - Pasien mengatakan masih merasa
viremia yang ditandai
panas dan kaki kiri kemeng
dengan pasien
mengungkapkan badan O: - KU pasien lemah
panas, terasa lemah, KU
- Suhu :39oC
pasien tampak lemah, - RR : 20 x/menit
mukosa bibir kering, - TD : 90/80mmHg
- Nadi : 92x/menit
TTV: TD: 130/80 mmHg,
- Akral panas
Nadi: 100x/menit, Suhu: - Mukosa bibir agak lembab
39,3o C, RR: 20x/menit - Pasien mampu minum 1500 ml
dari jam 21.00-08.00
A: - Masalah belum teratasi

P: Intervensi 3, 4, 5, 6 diteruskan

I :

Pukul 08.00

Menganjurkan dan memberikan pasien


minum air putih 1 gelas untuk mengurangi
panas tubuh

Pukul 08.30

Memberikan infus Tomoliv 1 gr karena


suhu pasien panas 39oC

Pukul 09.00
Memberikan obat Dumin 3x1,

Pukul 14.00

Mengobservasi minum, BAK, tanda-tanda


vital pasien (suhu, nadi, tekanan darah dan
RR)

E:

Pukul 14.10

S : Pasien mengungkapkan masih merasa


panas

O: - KU pasien lemah

- Suhu :36,1 0C
- RR : 16x/menit
- TD : 110/80mmHg
- Nadi : 72x/menit
- Akral hangat
- Mukosa bibir agak lembab
- BAK 150 cc
20/10/2015 perdarahan berhubungan Pukul 08.00
dengan trombositopenia
S: - Pasien mengatakan bintik-bintik
yang ditandai dengan
merah pada tubuh sudah tidak ada.
Pasien mengungkapkan
terdapat bintik-bintik O: - KU pasien lemah
merah pada badan, KU
- Wajah tidak pucat
Pasien tampak lemah,
- Bintik-bintik merah sudah tak
pucat, terdapat bintik-
tampak
bintik merah pada seluruh
- Suhu :39oC
tubuh, tidak ada perdarah - RR : 20x/menit
dan mimisan, LAB: - TD : 90/80mmHg
- Nadi : 92x/menit
Trombosit 113, TTV: TD:
- LAB: Trombosit: 109
130/80mmHg, N:
100x/menit, S: 39,3o C
A: - Masalah belum teratasi

P : Intervensi 3, 4 diteruskan

I :

Pukul 08.30

Memberikan/mengganti cairan infus


Tomoliv 1 g, dan persiapan infus RD 5

Pukul 13.00

Mengobservasi tanda-tanda vital pasien:


suhu, nadi, tekanan darah

E:

Pukul 10.00

S : Pasien mengungkapkan bintik-bintik


merah pada tubuh tidak ada

 KU pasien lemah

- Suhu :36,1 0C
- RR : 16x/menit
- TD : 110/80mmHg
- Nadi : 72x/menit
- Hasil LAB tanggal 20 oktober
2015:
 Leko : 4,57

 Eri : 4,12

 Hb : 11,5

 PCV : 32,7

 Trombo : 114
 CRP : Positif 57,64

 Ig M Anti S.Typi Negatif index


0,3

21 oktober 2015 Peningkatan suhu tubuh Pukul 08.00


berhubungan dengan
S: - Pasien mengatakan badan sudah
viremia yang ditandai
tidak panas.
dengan pasien
mengungkapkan badan O: - KU pasien baik
panas, terasa lemah, KU
- Suhu :36oC
pasien tampak lemah, - RR : 18 x/menit
mukosa bibir kering, - TD : 110/80mmHg
- Nadi : 82x/menit
TTV: TD: 130/80 mmHg,
- Akral hangat
Nadi: 100x/menit, Suhu: - Mukosa bibir agak lembab
39,3o C, RR: 20x/menit A: - Masalah teratasi

P: - Intervensi dihentikan pasien KRS

I :

Pukul 08.00

Memberikan Health Education kepada


pasien untuk tetap minum air yang banyak
dan memakan makanan yang bergizi
seperti sayur-sayuran, tempe-tahu, kacang-
kacangan untuk meningkatkan daya tahan
tubuh.

E:

Pukul 12.00

S : Pasien mengungkapkan badan sudah


tidak panas
 KU pasien baik

 Akral hangat

 Suhu :36,1 0C

 RR : 18x/menit

 TD : 110/80mmHg

 Nadi : 88x/menit

21 0otober 2015 perdarahan berhubungan Pukul 08.00


dengan trombositopenia
S: - Pasien mengatakan bintik-bintik
yang ditandai dengan
merah pada tubuh hilang
Pasien mengungkapkan
terdapat bintik-bintik O: - KU pasien baik
merah pada badan, KU
 Wajah tidak pucat
Pasien tampak lemah,
 Bintik-bintik merah sudah tak
pucat, terdapat bintik-
tampak
bintik merah pada seluruh
 Suhu :36oC
tubuh, tidak ada perdarah
 RR : 18 x/menit
dan mimisan, LAB:  TD : 110/80mmHg
Trombosit 113, TTV: TD:  Nadi : 82x/menit
 Akral hangat
130/80mmHg, N:
100x/menit, S: 39,3o C
A: - Masalah teratasi

P: - Intervensi

Dihentikan, pasien KRS

I :

Pukul 08.00

Memberikan Health Education kepada


pasien untuk menjaga kebersihan
lingkungan rumah sekitar dan membasmi
jentik nyamuk penular demam berdarah
dengan 3M yaitu: Menguras tempat
penampungan air, Menutup tempat
penampungan air, mengubur dan
menyingkirkan kaleng-kaleng bekas.

E:

Pukul 12.00

S : Pasien mengungkapkan bintik-bintik


merah pada tubuh tidak ada

 KU pasien baik

 Akral hangat

 Suhu :36,1 0C

 RR : 18x/menit

 TD : 110/80mmHg

 Nadi : 88x/menit