Anda di halaman 1dari 13

fwrnnX

ENTROPi
Efek Adrenalin Terhadap Kerja Jantung

Asep Suryana Abdurrahmat


furusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Gorontalo
Korespondensi: Jl. Jenderal Sudirman No. 6

fkak
IEmrng merupakan suatu organ yang memiliki kemampuan untuk melakukan autodepolarisasi atau
- F u menghasilkan impuls sendiri tanpa menunggu rangsangan dari sistem syaraf. Selain itu,
w-a struktural otot jantung termasuk ke dalam jenis otot lurik tetapi memiliki banyak inti sel dan
pucabangan (sinsisium) serta hubungafi antar sel penyusun jantung dilakukan melalui gap junction.
O{eh sebab itu penyebaran impuls pada jantung dalam keadaan normal bisa dilakukan tanpa bantuan
1urfu_san syaraf. Seluruh otot jantung pada kedua bagian atrium mampu berkontraksi secara serentak
,il-niliian juga
di bagian ventrikel jantung. Adanya berbagai tekanan fisiologis memaksa tubuh
mrk melakukan adaptasi melalui dua cara yaitu intervensi jaringan syaraf dan regulasi melalui
afunea endokrin. Aldosteron yang diproduksi oleh kelenjar adrenal bagian kortek merupakan salah
rilu agen regulasi yang dilakukan oleh sistem endokrin ketika tubuh mengalami gangguan
meostasis cairan dn elektrolit tubuh akibat aktifitas fisik yang cukup berat. Kehadiran aldosteron
mrrrpu menyeimbangkan kembali konsentrasi elektrolit dan volume cairan fubuh sebab aldosteron
ilsnrripu melakukan pengaturan kecepatan dan kekuatan denyutan jantung yang bertujuan agar
mfttrne curalF jantung, frelovensi kontraksi jantung dan kecepatan aliran darah di pembuluh
rrwringkat. Hal ini memberi dampak terjadinya peningkatan proses pertukaran gas, cairan dan zat
Elarut di kapiler dengan sel di berbagai jaringan, dengan demikian maka intake cairan ke dalam sel
pm akan meningkat. Selain itu aldosteron juga akan memicu serangkaian rekasi kimia di dalam
dr-rh yang akan mempengaruhi hipothalamus unfuk mengaktifkan pusat haus. Efek aldosteron akan
mEnurul saat mekanisme eksresi cairan tubuh sudah menurun dan volume cairan serta konsentrasi
sktrolit di dalam tubuh telah kembali ke keadaan homeostasis.
Kata kunci : autodepolarisasl, curahjantung, homeostasis cairan

Sebagai suatu hormon yang memiliki satu organ yang akan terpengaruh oleh kehadiran
krrrpristik kerja dispersal (menyebar/tidak adrenalin adalah jantung.
| "' - pada satu titik) maka adrenalin, dikenal Sebagai organ yang bertanggung jawab
1ilry Oengan epinephrin, memiliki fungsi dengan dalam sistem sirkulasi tubuh jantung mampu
drfu lang bervariasi dalam beberapa sistem faal melakukan konduksi spontan melalui auto-
ffi- Sekresi adrenalin akan menyebar ke seluruh depolarisasi yang akan oleh SA node
ffi dan mempengaruhi kerja berbagai jaringan sebagai pace maker. Oleh karena itu dalam
tr cfutem yang memiliki reseptor untuk hormon keadaan normal dapat berkontraksi tanpa adanya
^ gt t Dengan dermikian kehadiran adrenalin stimulus baik dari sistem syarafmaupun endokrin.
;*m mengakibatkan beberapa perubahan yang Dalam kondisi aktifitas fisik tertentu
h'^s dan kompleks di dalam tubuh. Salah mekanisme kerja jantung akan dipengaruhi oleh

E$15 by Department of Chemistry, Jumal Entropi Volume 10 Nomor 1 Februari 2015 (PP. 974-986)
Gmh StateUniversity - Indonesia Inoyasi Penelitian, Pendidilcan dan Pembelajaran Sains
Asep Suryana Abdurrahmat
Efek Kerja Adrenalin Terhadap Jantung ...915

sfumem simpatis dan parasimpatis serta sejumlah kofaktor untuk mengubah L-tirosin menjadi L_
tuil:mnon yang dapat mempercepat denyutan dihidroksifenilalanin (L-Dopa) dengan menambah_
"umumg atau bahkan sebaliknya. kan unsur alkohol/hidroksi (OH). pembatasan
Perubahan mekanisme kerja jantung kecepatan kerja enzim ini diartur dalam berbagai
ursebut bukanlah suatu proses adaptasi fisiologi mekanisme, salah satunya dengan umpan balik
l' g sederhan4 melainkan merupakan suatu katekolamin yang akan berkompetisi dengan
:mg*aian reaksi enzimatis dan fisiologis yang kofaktor pteridin melalui pembentukan basa schiff.
r*i'ng terkait. Oleh karena itu perlu dilakukan Selain itu tirosin dekarboksilase juga dihambat
frrumirr pengkajian yang komprehensif dan
oleh derivat tirosin seperti o-metiltirosin.
mmrlalam tentang mekanisme adaptasi fisiologis
Selanjutnya dopa akan kehilangan unsur
ms akibat hadimya hormon adrenalin.
02 pada rantai cabang lurus dan berubah menjadi
2,3-dihidroksifeniletilamin (dopamin) dengan
hds Adrenalin bantuan enzim dopa dekar-boksilase (DD) dan
Kelenjar endokrin yang memiliki piridoksal phosfat. Mekanisme inhibisi kompetitif
untuk mensintesa adrenalin ialah terhadap enzim ini dilakukan oleh cr-metildopa
B,"&-!]ig adrenal bagian medula. pada
keleniar yang juga akan membentuk basa schiff o_
ruenci medula tersebut terdapat sel-sel kromafin
metildopa, 3-hidroksitiramin, o-metiltirosin dan
ymg dmn mensintesa hormon adrenalin serta
metaraminol sering digunakan sebagai preparat
lllmrc{ormon katekolamin lainnya seperti
yang cukup efektif dalam mengobati hipertensi.
rmldLtnalin dan dopamin.
Dopamin yang telah terbentuk akan
Kelenjar adrenal medula merupakan ujung
dikonversi kembali dengan penambahan unsur O
hfi Mlhrr syaraf splanknikus, dengan demikian
pada atom C rantai Iurus yang kedua membentuk
fu medula merupakan suatu ganglion khusus
hidroksi sehingga terbentuk noradrenalin dengan
rm ppanjangan akson. Serabut_lerabut syaraf
bantuan enzim dopamin B-hidroksitas, (DBH).
{rfud medula tersebut akan menginervasi sel-
DBH merupakan enzim oksidase dengan askorbat
rS lumncin untuk mensintesis, menyimpan dan
sebagai donor elektron. Enzim ini memliki unsur
rmt*Trq&rr hormon katekolamian tersebut ke
theqni Empat di selurutr.tubuh. tembaga pada active site-nya dan fumarat sebagai
modulator-
Seinua senyawa katekolamin ini berasal
,fu rm amino tirosin. Untuk mengkonversi Konversi terakhir ialah pengubahan
il il,, Ejadi katekolamin diperlukan 4 tahapan noradrenalin menjadi adrenalin oleh enzim
ilh @aian reaksi kimia, yaitu : (l) hidrolasi feniletanolamin N-metiltrsnferase (pNMT) dengan
umm rll dekarboksilasi, (3) hidroksilasi rantai menghilangkan salah satu atom H pada lengan
rntrydm (4) N-metilasi. amin dan menggantinya dengan alkohol. Konversi

Tnosin sebagai prekusor antara ini diperkirakan terjadi di dalam sitosol sel
lmms,,i'{ nin dan tirosin hidroksilase (TH) kromafin. Produksi enzim PNMT itu diinduksi
mryU oleh hormon glukokortikoid yang diproduksi
enzim pembatas kecepatan reaksi
adrenal korteks dan menembus bagian medula
ffinnr-"u:iiDry enzyme) dalam biosintesis
thloemin Enzim ini melalui sistem portal intra adrenal.
berfungsi sebagai
i*Erdrrtr&4rzre dengan tetrahidropteridin sebagai
2015
976 JURNAL ENTROPI VOLUME 10 NOMOR 1 FEBRURI
lnovasi Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Sains

'airan Interstitia Sel KromnJin

Tirosin -- irosin
Adrenalin Adrenalin
THI A:
o*pu PNMTI I
Rdrenalin Kombinasi

uoradrenatin 2 hormon
DDI I f-I*
DJPamin
DBH

Gambar 1. Skema Pembentukan dan Pelepasan Katekolamin

Setelah proses sintesa selesai maka


jantung) yang daPat menghasilkan
menyebarkan impuls sendiri (autorytmic),
katekolamin yang terbentuk akan disimpan dalam
granul kromafin, suatu organel dari adrenal inilah yang akan oenYebabkan
berkontraksi.
medula, melalui bantuan ATP' Stimulasi neuron
splanknikus pada adrenal medula akan Jaringan otot jantung khusus
dimaksud di atas terdiri dari SA Node (Sino-atri
mengakibatkan fusi membran granul dengan
Node), AV Node (Atrio-ventriculor Node),
membran plasma sel kromafin sehingga adrenalin
dan noradrenalin lakan dilepaskan' Peristiwa IIis, Cabang Kanan-kiri serta serabut Purkinje'
Penjalaran Impuls dari serabut kond
tersebut merupakan contoh dari proses eksositosis
yang memerlukan kehadiran kalsium' Adrenalin ke seluruh sel otot.jantung (miokardium)
yang dilepaskan akan memasuki hati dan otot terjadi secara difus karena hubungan sel-sel
rangka serta otot jantung. Pengambilan kembali
jantung memiliki gap

katekolamin sangat penting guna menjaga sinsitium.


SA Node terletak di
atrium kanan
keseimbangan hormon tersebut secara intra selular
dan menurunkan aktifitas hormon yang bawah muara vena cava superior' AV N
bersangkutan.
terletak pada bagian posterior kanan sekat
atrium. Impuls hasil konduksi dari SA Node a

Konduksi Jantung dan RegulasinYa menyebar ke seluruh atrium dengan


Jantung dapat berkontraksi dan berelaksasi depolarisasi 0,1 detik. Selain itu impuls juga
diteruskan ke AV Node melalui 3 buah
tanpa sedikitpun dipengaruhi oleh impuls dari
sistem syaraf. Hal tersebut dapat terjadi karena yaitu traktus anterior Bachman, traktus
. Weckenbach dan traktus Posterior
jantung memiliki sistem konduksi sendiri
(autokondutrsi) yang terdiri dari jaringan otot Depolarisasi di ventrikel mengalami pel
jantung khusus ( t 1 Vo dan seluruh sel otot 0"1 detik.
Asep Suryana Abdurrahmat
Efek Kerja Adrenalin Terhadap Jantung ...9fi

5inoatrial node firer, action potentialsAtrioventrirular node firer, lending impulses


Heart at rest spread through atria which contract along conducting fibers; ventrkles rontracl

Csrbar2. Sistem Konduksi Jantung

Selanjutnya agar impuls dapat menembus adrenalin dan noradrenalin yang akan memacu SA
dr rara atrium dengan ventrikel maka AV Node, sistem konduksi lainnya serta miokardium
6nr* *a disambung dengan berkas His yang sehingga denyut jantung menjadi lebih cepat,
Mg kanan-kiri di
daerah puncak septum sedangkan serabut syaraf parasimpatis (nervus
funcorr'kularis. Dengan demikian impuls akan vagus) akan mensekresikan asetilkolin SA Node,
r'!tsr' ke bagian ventrikel jantung. Cabang kiri sistem konduksi lainnya dan miokardium sehingga
r*r tertagi menjadi fasikulus interior dan denyut jantung menjadi lebih lambat. Dengan
frfl:l'eq posterior. Akhirnya, impuls di cabang- demikian fungsi dari sistem saraf otonom tersebut
eE &sikulus akan terus menjalar ke daerah bisa diibaratkan dengan "gas" dan o'rem".

ilH{E lrng seratnya menyebar ke semua E Siklus dan Bunyi Jantung


:trtm ventrikel sehingga seluruh sel otot Secara singkat dapat kita katakan
,iHfE *m menerima impuls yang berasal dari depolarisasi miokardium akan menghasilkan
f,f, [H!&" Waktu depolarisasi serabut Purkinye kontraksi jantung. Seperti pada otot-otot skelet
rrel0t - 0.1 detik. lain, depolarisasi akan diteruskan menuju tubulus
Bcrtat konduksi jantung tersebut maka T dan menyebabkan dilepaskannya ion Ca2* dari
hlbtqim utama jantung akan berkontraksi retukulum sarcoplasma menuju sitosol. Ion
b trlnlsasi secara bersamaan. Bila kedua Kalsium ini akan menguikat troponin yang
Lcrtontraksi maka ventrikel akan melekat pada tropomiosin protein aktin sehingga
demikian juga sebaliknya. afinitas tropomiosin dengan aktin akan melemah
m orang normal, jantung akan akibatnya reseptor crossbridge yang ada pada
sbanyak 80 - 100 kali per menit hasil molekul aktin akan terbuka.
I Esi jantung, tetapi pada saat istirahat Di lain pihak protein miosin dengan
[dcqrut sebanyak 70 kali per menit dan bantuan ATP akan membentuk miosin aktif kepala
qdmi pelambatan (bradikardia) pada mioisin (miosin crossbridge) akan menempel
ta percepatan (tokikardia) oleh emosi, dengan reseptornya di protein aktin yang sudah
dFrn m dan rangsang lainnya. terbuka sehingga terbentuklah kompleks
It EGp@n dan pelambatan denyutjantung aktomiosin. Pembentukan aktomiosin ini hanya 50
i old sistem syaraf otonom yang - % dari seluruh kepala mision yang ada dengan
di dulla oblongata. Serabut syaraf demikian sebagian (50 %) lagi masih menunggu
simpatis akan mensekresikan giliran.
978 JURNAL EIITROPI VOLUME IO NOTIOR,t FEBRURI 2015
Inovasi Penelittaq Pendidtkan dan pembelajaran Sains

Pada saat terbentuk aktomiosin menjadi miosin kembali. 50 %o dari kepala m


selanjutnya akan terjadi pergeseran filamen aktin yang tadi menunggu akan saling menempel
dengan gerakan seperti mendayung sehingga zona reseptor aktin seperti bagian yang dahulu
H menghilang dan zona Z sarkomer miokardium selanjutnya terjadi pergeseran aktin kembali aki
memendek. Setelah terjadi pergeseran maka gerakan mendayung kepala miosin.
aktomiosin akan saling m,elepaskan diri kembali tersebut terladi berulang-ulangyang pada akhi
dengan bantuan ATP dan terbentuklah aktin dan terjadilah kontraksi otot jantung.
miosin aktif yang akhirnya miosin aktif akan

Pelepasan Ca2*

Peningkatan Ca2* di Sitosol

I
Pengikatan Troponin OIeh Caz*

Pelepasau Tropomiosin dari Atrtin/


Telbu-lqlya Rqeptqr Crossb rldgc A*f in

Pembentukan Aktomiosin

Kontraksi Miokardium

Gambar 3. Mekanisme Kontraksi Miokardium

Perbedaan yang paling mendasar antara dengan demikian pengaturan kadar ion kalsium
otot skelet dengan miokardium dalam mekanisme sitosol miokardium bisa digunakan
kontraksi ialah bila kenaikan konsentrasi ion regulator kontraksi.
kalsium pada otot skelet akan mengikat seluruh Pada proses denyut jantung, mula-m
troponin agar diperoleh kontraksi maksimal maka kedua atrium akan berkontraksi bersama-samq
pada miokardium peningkatan konsentrasi ion tersebut disebabkan impuls yang dihasilkan
kalsium tidak mampu mengikat seluruh troponin SA Node akan menyebar (dispersi) secara
Asep Suryana Abdurahmat
Efek Kerja Adrenalin Terhadap Jantung ...9t9

[xrro otrt jantung bersifat sinsitium dan memiliki Pada akhir diatol katup mitral dan
6ry ftmion- Selanjutnya kedua atrium akan hikuspidalis serta katup aorta dan pulmonal
elluahes!{i dan impuls sudah dijalarkan melalui tertutup. Selama diastol terjadi peristiwa
frU -l$ode - berkas His - serabut Purkinje ke kedua pengisian atrium dan ventrikel.
rnru,*cl sehingga kedua ventrikel akan b. Peristiwa mekanik yang selama
[iiflrl-E&si- Bila kedua ventrikel mulai diastole ventrikel
lwsrqi maka kedua atrium sudah siap untuk Selama diastole ventrikular, volume ventrikel
'l ''' "ori t rfiali- kiri dan kanan meningkat sekitar 120 cc
sampai i30 cc, yang disebut dengan volume
thril&brik Selama Siktus Jantung akhir diastoll&. Sedangkan pada waktu akhir
il klrnn Eekanik yang tedadi pada akhir sistole darah masih tertinggal pada ventrikel
&rqh kiri dan kanan sekitar 50 - 60 ca yang disebut
dengan volume akhir sistolik.

r.}s - Diastole.--- Slrst<]l Diastole


Gtr \./er-rtriclE \./gnf ri(le re la:<i rrg
IE) c.ontracting
-€
G v5 Pressrlr€. in
@ a cr rta
50
a --- Pres5l-rre ir:
25 left ve|-}tricle

o3 {}.5 cr-6 C.-? c,.a <f.9


-l-irrle tse()
Crhr {. Siklus Jantung Diastole dan Sistole
=
a metanik yang terjadi selama sistolik sehingga menyebabkan sedikit kenaikan
ilfrrr tekanan pada atrium. Apabila tekanan pada
mffiqi mium mendorong darah masuk ke ventrikel kiri dan kanan melebihi tekanan
rutrikel. Akan tetapi sekitar 70yo distolik aorta dan pulmonal, maka akan terjadi
qi*m rentrikel terjadi secara pasif selama pemompaan darah kedalam pembuluh darah,
hft oleh pengaruh gravitasi darah. pada sehingga terjadi pengosongan ventrikel.
tr fmaksi atrium muara vena cava dan Setelah proses ini' diikuti oleh periode
m &malis menyempit, akibatnya darah relaksasi ventrikel dan keadaan ini terjadi
qF jmung tertahan pada pembuluh- secara tiba-tiba pada akhir sistole dan sesudah
ffilmdaxah. ini diikuti oleh pembukaan katup
&, kisfoa mekanik yang terjadi selama sistolik atrioventrikular.
rc&d
hhm sistolik ventrikel terjadi pada masa Curah Jantung (Cardiac Output)
Msi isometrik ventrikel dan berakhir Percepatan dan perlambatan denlut
d stc membukanya katup-katup aorta dan jantung akan berakibat kepada banyaknya curah
;$on* Pada permulaan kontraksi jantung (cardiac output) atau banyaknya volume
irrrryik ventrikel terjadi penutupan katup darah yang dipompakan ventrikel kiri ke dalam
&cmikuler. Pada saat konsentraksi aorta setiap menit. Diketahui bahwa stroke volume
,hrrtit ventrikel katup mitral dan (banyaknya darah yang dialirkan jantung setiap
[hopadalis menonjol kedalam atrium, kali berdenyut/isi sekuncup jantung) 75 ml. Bila
980 JURNAL ENTROPIVOLUME 10 NOMORI FEBRURI2(}l5
Inovasi Penelitian, pendidikan dan pembelajaran Sains

tubuh dalam keadaan tertentu memiliki frekwensi


Jumlah 5.625 ml
denyutan 75 kali per menit maka volume curah
Dalam keadaan normal ventrikel kiri dan
jantungnya adalah 75 ml X 75 kali kanan memiliki jumlah curah jantung yang sama,
denyutan/menit : 5.625 ml/menit dan jika terjadi hanya saja kontraksi ventrikel kiri akan
peningkatan denyutan jantung sampai dengat 120
mengalirkan darah ke dalam aorta menuju seluruh
kali per menit maka volume curah jantungnya tubuh, sedangkan kontraksi ventrikel kanan akan
menjadi 75 ml X 120 kali denyutan/menit: 9.000 mengalirkan darah ke arteri pulmonalis menuju
ml/menit akibatnya darah akan mengalir dengan paru-paru. Selama diastol volume ventrikel dapat
cepat dan oksigen didistribusikan lebih banyak, mencapai 130 ml. Bila volume stroke adalah 75 ml
dengan demikian pada orang yang sementara maka di setiap akhir diastol volume darah di
marah ataupun habis berolah raga maka akan ventrikel ialah 13 ml 75 ml : 55 ml.
terjadi peningkatan curah jantung sekaligus -
Pengukuran curah jantung bisa dilakukan
peningkatan kebutuhan oksigen (megap-megap).
dengan metode Fick langsung dan metode
Demikian juga bila terjadi pelambatan denyut pengencetan indikator. pada metode Fick
janfung maka curah jantung akan menurun.
langsung asumsi yang diambil ialah bahwa jumlah
Jumlah darah sebanyak 5.625 mU menit substansi yang diambil oleh organ (atau oleh
akan didishibusikan ke berbagai organ tubuh, seluruh tubuh) per unit wakfu sama dengan kadar
diantaranya ialah :
substansi di dalam arteri dikurangi di dalam kadar
- Otak 740 ml vena dikalikan dengan aliran darah. pengukuran
- Jantung 250 ml model ini bisa juga dipakai untuk mengukur
- Ginjal 1.060 ml jumlah oksigen yang dikonsumsi tubuh pada
suatu
- Kulit 475 ml periode, misalnya:
- Otot Rangka 1.170 ml

Konsumsi 02 (mVmenit)
Curah Jantung Ventrikel Kiri
[O2 Arteri] - [O2 vena]
250 mVmenit

190 ml mW daraharteri - iqO mUL darah vena


250 mUmenit
50ml/L
: 5 L/menit

Pada metode pengenceran indikator pengumpuulan data untuk kepentingan analisis_


digunakan sejumlah substansi dengan konsentrasi
sintesis dalam pemecahan masalah, pengambila
tertentu (diketahui) seperti zat warna atau zat simpulan dan perumusan saran.
radioaktif yang akan disuntikan ke vena lengan
Studi literatur
dan konsentrasi indikator dalam seri sampel Penulisan karya ilmiah ini diawali dari
dihitung.
studi berbagai literatur yang membahas
segala konsep yang berhubungan dengan tuj
Metodologi Penulisan penulisan karya ilmiah. Studi Iiteratur dilaak
Metode dalam penulisan ini melalui melalui pengkajian berbagai buku pustaka, j
prosedur studi literatur yang selar{utnya dilakukan
Asep Suryana Abdurrahmat
Efek Kerja Adrenalin Terhadap Jentang ...ggl

ihiah dan internet. Adapun pokok-pokok bahasan Sistem konduksi lain


lugdikaji meliputi : Mekanismenya ialah : Adrenalin akan dilepaskan
r- Sintesis Adrenalin sebagai neurotransmitter (katekolamin/monoamin)
b- Konduksi Jantung dan Regulasinya oleh serabut syaraf postganglionik simpatis.
s- Siklus dan Bunyi Jantung Adrenalin akan ditangkap oleh reseptornya di
d- Peristiwa Mekanik Selama Siklus Jantung daerah rnotor end-plate antara serabut syaraf
c- Cnrah Jantung (Cardiac Output) tersebut dengan unit motor (sel otoVjaringan
trrucdu r Pengumpulan Data konduksi jantung) yang diinervasinya.
Seluruh data yang diambil untuk dianalisis Pembentukan kompleks adrenalin-reseptor
fulrr$al dari buku pustak4 jumal ilmiah nasional akan menimbulkan depolarisasi dengan demikian
& hternasional sertia internet. Selanjutnya data depolarisasi yang terjadi di daerah motor end-plate
- buakandianalisis-sintesis sehinggadiperoleh (misalnya SA Node/miokardium) akan meningkat.
gmmnan masalah serta dapat ditarik suatu ini akan memperpendek
Peningkatan depolarisasi
rytm- wakfu istirahat otot jantung sehingga terjadi
peningkatan frekwensi denyutan jantung.
hteAnalisis dan Pemecahan Masalah Peningkatan frekwensi ini akan mengakibatkan
Metode analisis dalam memecahkan volume curah jantung bertambah sehingga jumlah
pnsaUnan dilakukan dengan cara: darah yang dialirkan olehjantung ke seluruh tubuh
,r" f!'rshsi meningkat. Dengan kata lain, kehadiran
h fnr$arasi adrenalin selain akanmeningkatkan frekwensi
c. Acalbis yang mendalam denyut jantung jugu akan meningkatkan isi
sekuncup jantung, dengan demikian maka curah
rf dar Sintesis jantung akan meningkat.
Vdasi dari curah jantung bisa disebabkan Cairan tubuh merupakan kondgktor yang efisien
*utn prubahan frekwensi denyutan jantung
atau sehingga fluktuasi potensial yang menggambarkan
nni isi sekuncup jantung (stroke volume). jumlah adabar potensial aksi serabut miokardium
!f!$d diungkapkan sebelumnya bahwa serabut dapat direkam secara ekstra sel. perekaman
&ti,E dengan neurotransmitter katekolaminnya fluktuasi potensial selama siklus jantung dilakukan
& Eangsang untu\ percepatan denyutan dengan menggunakan EKG (elektroknrdiogram)
1[E dm serabut parasimpatis akan merangsang dengan dilengkapi secarik kertas yang bergerak
p*Un denyutan jantung. Kerja akseletaror berputar.
jik oleh katekolamin sering disebut ke{a Mekanisme perekaman EKG dapat
lh.;f sedangkan efek pada kekuatan dilakukan dengan menggunakan elektroda aktif
Lr*d disebut ke4a inotropik. atau elektroda eluplorasi yang dihubungkan
Ft* inotropik yang ditimbulkan oleh dengan elektroda indeferen pada potensial nol
** .ratrg diperkuat dengan kehadiran (rekaman unipolar) atau dengan menggunakan 2
&fu akan menimbulkan peningkatan buah elektroda aktif {rekaman bipolar). Di dalam
ur'"balrs dan elastisitas miokardium, dengan konduklor volume, jumlah potensial di dalam
# tersebut maka isi darah sekuncup segitiga sam sisi dengan sumber arus adalah nol
(*oke volume) akan meningkat. pada setiap waktu. Pusat segitiga jantung (segi tiga
LHth bi sekuncup tersebut berbanding Einthoven) dapat diperkirakan dengan
h tgE peningkatan curah jantung. menempatkan elektroda pada kedua lengan dengan
Ett lain dari kehadiran adrenalin yaitu tungkai kiri. Perlakuan ini dikenal dengan 3
sistem simpatis - SA Node - sadapan ekstrimitas atas. Bila semua elekhoda
-rffian
982 JURNAL ENTROPIVOLUME IO NOMOR 1 FEBRURI 2l}I5
Inovasi Penelitian, Pendidikan dan pembelajaran Sains

tersebut dihubungkan dengan ujung yang sama, konduktor volume akan menghasilkan de
maka akan diperoleh elektroda indiferen yang posistif, sedangkan depolarisasi dengan arah
berada dekat dengan potensial nol. Depolarisasi berlawanan akan menghasilkan defleksi negatif.
yang bergerak menuju elekhoda aktif dalam

Adrepalin

peningkatan kontraktilitas/ Gotor end-prate


Elastisitas Miokardium
+
I
Kompleks ad renalin-reseptor
+
+
Peningkatan Isi Sekuncup Jantung Peningkatan Depolarisasi di Motor

+
Frercwensi DenYut
ilH:f*:
I

Peningkatan Curah Jantung *-f


Gambar 5. Efek Adrenalin Terhadap Curah jantung

EKG pada orang normal, rangkaian Selanjutnya gelombang eksitasi akan


bagian jantu?ig yang mengalami depolarisasi serta menuruni septum ke arah ventrikel kiri meqj
posisi jantung relatif terhadap elektroda elekhoda sehingga menghasilkan gelombang
merupakan pertimbangan penting dalam yang cukup besar. Pada akhirnya ge
penafsiran konfigurasi gelombang pada setiap tersebut akan bergerak kembali sepanj
sadapan. Atrium membentuk posterior rongga didnding venkikel menuju elektroda
dada sedangkan ventiikel membentuk basis dan menyebabkan kembali ke garis isoelektrik.
permukaan anterior jantung. Sementara itu, letak Sebaliknya padp sadapan ventrikel kiri
ventrikel kanan adalah anterolateral ke kiri - %) mungkin akan terlihat gelombang Q
sehingga jika kita melihat suatu VR berarti (depolarisasi septum dari kiri ke kanan)
memandang ke arah rongga ventrikel. Depolarisai terdapat gelombang R besar (depolarisasi
atrium, depolarisasi ventrikel dan repolarisasi dan ventrikel kiri) yang akan diikuti gelombang
ventrikel bergerak menjauhi elektroda eksplorasi, sedangkan pada Ya dan V5 (depolarisasi I
dengan demikian, gelombang P, kompleks QRS dinding ventrikel kembali ke sambungan A
dan gelombang T semuanya adalah defleksi Node).
negatif (ke arah bawah). AVL dan aVF melihat Teknik sadapan bipolar di
ventrikel oleh sebab itu defleksinya dominan sebelum ditemukan teknik sadapan
positif atau bifasik. Tidak ditemukan gelombang e Sadapan ekstremitas atas standar I, tr dan
pada Vl dan V2 serta bagian awal QRS merupakan masing-masing akan merekam perbedaan potensi
defleksi ke atas yang kecil. Hal tersebut kedua ekstremitas, karena arus akan mengal
disebabkan depolarisasi ventrikel pada awalnya melalui cairan fubuh maka rekaman
bergerak melintasi bagian tengah septum dari kiri diperoleh adalam.rekaman pada titik
ke kanan melewato elektroda eksplorasi. ekstremitas tanpa menghiraukan
Asep Suryana Abdurrahmat
Efek Kerja Adrenalin Terhadap Jantung ...98t

Etn!&:drnldr di ekstremitas tersebut, Pada sadapan I, koordinat. Deviasi sumbu listrik ke kiri atau ke
*p*mtxu dihubungkan sedemikian rupa sehingga kanan dikatakan ada bila sumbu yang dihitung
e,q&tsi \e atas akan dicatat pada saat lengan kiri jauh ke kiri melebihi -30 derajat dan ke kanan
ry[lf, relarif lebih positif dari lengan kanan. melebihi 110 derajat. Deviasi sumbu kanan
&dl .e{Tqn [I, elektroda pada lengan kanan dan menunjukan hipertrofi ventrikel kanan dan deviasi
i@qEF'!; \iri saat relatif lebih positif dibanding sumbu kiri masih dimungkinkan akibat hipertrofi
,r'aEF engtai kanan. Pada sadapan III , elektroda ventrikel kiri.
flnh try kiri dengan tungkai kiri menjadi Beberapa gejala gangguan fisiologis kerja
rildM pusiif terhadap tungkai kanan. jantung yang muncul akibat hadirnya adrenalin
Scmbilan buah sadapan tambahan unipolar antara lain :
du, sncrctam perbedaan potensial antara I. Takikardia
Istilah takikardia digunakan bila
il@ ini lazim digunakan pada menghadapi suatu kondisi jantung yang
ffimdiogratrk klinik. Biasanya terdiri dari 6 mengalami frekwensi denyutan lebih cepat
rfirr ndpolar dada (sadapan prekordial) yang (biasanya > 100 denyutan per menit). Keadaan ini
,& n V1 - Vo dan 3 sadapan ekstrimitas, disebabkan beberapa faktor, antara lain (l) adanya
Sn tT rmurk lengan kanan, VL untuk lengan peningkatan suhu tubuh, Q) perangsangan jantung
ih dh \T untuk kaki kiri. Selain itu, biasanya oleh saraf ototnom (simpatis) dan (3) keadaan
juga sadapan ekstrimitas yang lebih toksik darijantung.
l' * r*nrymgmed) dan diberi nama a ( aVR" aYL Frekwensi denyutan jantung akan
uln rlllEr. meningkat sebesar l0 denyutan per menit bila
ipdrry',r bipolar ekstremitas dan vektor suhu tubuh naik 1 derajat Fahrenheit sampai titik
k ry diperlukan sebab sadapan maksimal 105 derajat Fahrenheit. Bila melebihi
li
@dar hanya merekam perbedaan suhu tersebut maka denyrt jantung akan menugun

S
&r I titik sehingga defleksi setiap disebabkan pelemahan miokardia progresif akibat
[rilr sEtrap keadaan hanya menunjukan demam tersebut. Kenaikan suhu tubuh di atas 105
fu rab (pada sumbu) sadapan tenaga derajat Fahrenheit atau yang lazim disebut demam
ymg dibentu[< jantung. akan meningkatkan kecepatan metabolisme SA
lllrfmr Pada suatu saat dalam 2 dimensi Node yang berakibat meningkatnya eksitabilitas
fuI lTar dihitung dari setiap sadapan dan kecepatan irama janturg.
&. Bila kita asumsikan bahwa 3 Perangsangan jantung oleh syaraf otonom

"[.n membentuk segitiga samasisi bisa terjadi akibat pendarahan hebat atau syok,
& bahwa jantung terletak di pusat biasanya denyutan akan meningkat sampai dengan
maka asumsi ini tidak seluruhnya 150 - 180 kali per menit.
Itdhnp vektor QRS rata-rata (sumbu Terjadinya kelemahan miokardia akibat
i gr seringkali digambarkan dengan efek toksik yang terjadi pada jantung akan
{mFr:ilt QRS pada setiap sadapan. Vektor membuat jantung tidak mampu memompa darah
ti -r-rn berlawanan dengan vektor dengan kecepatan dan voluyme seperti biasanya.
fu &deksi QRS harus diukur dengan Kondisi tersebut akan mengakibatkan jaringan
rye*m kompleks QRS. Vektor-vektor menjadi hipoksia dan merangsang reseptor glomus
qp dirc*irakan dengan mengukur untuk memicu impuls yang akan diinterpretasikan
tGrsih utara puncak posistif dengan oleh pusat nafas serta denyut jantung di medtila
qiltr QRS- Arah normal QRS pada oblongata agar terjadi inhalasi yang dalam dan
-30 - ll0 derajat pada sistem denyutan jantung yang lebih kuat dan cepat.
-ir
984 JURNAL ENTROPI VOLUME 10 NOMOR t FEBRURI 2015
iiovasi penelitian, Pendidikan dan Pembelaiaran Sains

paroksismal atrium, ventrikel atau SA dan


Secara fisiologis takikardia bisa dijelaskan
mungkin akan mengakib atkanflutt er'
sebagai pelepasan muatan listrik spontan
oleh
PenYebab aritmia Paroksismal bi
miokardium teflrtama di jaringan SA Node
atau
adalah kerusakan penjalaran impuls sehi
bahkan berkas His dan serabut Purkinje serta
terjadi gelombang eksitasi yang menjalar konti
miokardium lainnya. Kondisi ini disebut sebagai
pada sirkuit tertutup' (siklus)' Hal tersebut
peningkatan otomasi jantung' Bila fokus ektopik
muatan terjadi akibat blok sementara pada satu
yang mudah terangsang melepaskan
titttit yu maka akan menimbulkan suatu denyrt ,irt"m konduksi jantung sehingga impuls
akan menjalar pada sisi lainnya' Bila
blok
sebelum denyut yang sesungguhnya diharapkan'
dihilangkan maka mungkin saja impuls
Hal tersebut akan mengganggu irama jantung
kembali dihantarkan dengan arah berlawanan
(aritmia) untuk sementara, biasanya berupa ekstra
sisi yang sebelumnya terkena blok'
sistol, denyut prematur atrium, Node atau
Akan mudah bagi kirta memahaminYa
ventrikel. Bila pelepasan ini terjadi berulangkali
SA kita presentasikan dalam bentuk bagan di
dengan frekwensi yang tebih tinggi daripada
Node maka akan menghasilkan takikardia cepat ini:
yang teratur atau disebut juga takikardia

cincin pada otot jantuns. !ecy1 normal rmpuls


Gambar 6, Takikardia proksimal Depolarisasi j-i'g*
*"ny"Uu, aahm dua aratr dan ttput Ai. U"t"ttng
;^r""1:'l akan T:
"1igi::itr"
ffi:ti1]#;;;,;;k r".o"ntLu pada satu sisi maka pada sisi lain impuls
maka funpuls di daerah ini akan
mengelilingi cin-cin (ii d* Uitu iltot terhenti
sirkuler (C)

AV Node dan dengan arah lain melalui berkas


Bila masuknya kembali terjadi di AV
sehingga melibatkan atrium dengan venffikel'
Node maka aktifitas tersebut akan mendepolarisasi
atrium dan menghasilkan denlT rt pantulan atau
echo. Bilka aktifitas masuknya kembali ke
dalam II. Aritmia Atrium
maka akan Eksitasi Yang menyebar dari fokus
node menjalar ke bawah ventrikel
yang melepaskan muatan listrik di dalam atl
menghasilkan takikardia noda[ paroksismal'
dan akan merangsang AV node sebelum waktunya
Gerakan sirkuler juga terjadi pada otot atrium
berkas akstra selanjutnya impuls akan dihantarkan ke
ventrikel.Bila individu memiliki
abnormal dengan jaringan penghantar Kent
yang Kondisi tersebut menyebabkan gelombang
ekstrasistol atium menjadi abnormal, wa
menghubungkan atrium dengan ventrikel
maka
arah melalui demikian konfigurasi QRST tetap normal
aktifrta, sirkuler dapat berjalan satu
986 JURNAL ENTROPI VOLUME 10 NOMOR 1 FEBRURI 2015
Inovasi Penelitian, Pendidikan dan Pembelaiaran 'Sains

tersebut terjadi disebabkan lamanya denyut Daftar Pustaka


prematur ventrikel ditambah dengan denyut
Baumgartner T.A., 2003, Measuremenl
normal sebelumnya adalah sama dengan 2 kali Physiologt Evaluation, Ontario:
lebih lama dari denYut normal. Beuchmark.
Takikardia peroksismal ventrikel
merupakan efek serangkaian depolarisasi ventrikel Costil David 1994, Physiologt of Sport
L.,
Human Kinetics, USA'
yang cepat dan teratur. Hal tersebut terjadi akibat Exercise,
gerakan sirkuler yang melibatkan ventrikel'
Cournan M, 2003, use the Funct
Independence Measure -ft
Simpulan Measurement in Acute
Kesimpulan dalam penulisan artikel ini Rehabilitation, Rehabilitation nursing
ialah bahwa kehadiran adrenalin akan membentuk (3):1 1 l-t17 .
kompleks adrenalin-reseptor yang akan
menimbulkan peningkatan depolarisasi dengan di Fox E.L, 2004, The Physiological Basic
daerah motor end-plate (misalnya SA Plrysiological ErgonomY, Phi
Saunders College Publ.
Node/miokardium). Peningkatan depolarisasi ini
jantung
akan memperpendek waktu istirahat otot Katch I.F, 2003. Human Plrysiolog't,
sehingga terjadi peningkatan frekwensi denyutan Toronto: Scott Freshman Publishing'
jantung yang selanjutnya akan meningkatkan
volume curah jantung sehingga jumlah darah yang Krause W.J, 2005, Concise Text of
Baltimore: William-Wilkins Co.
dialirkan oleh jantung ke seluruh tubuh meningkat'

Reiomendasi
Matthew WJ, 2002,
Philadelphia: William & Wilkins Co'
Perlu dilakukan pengkajian dan penelitian
lebih lanjut secara invitro maupun invivo terhadap Mc Ardle Vy'.D, 2002. Exercise
berbagai variabel yang memicu peningkatan kadar Baltimore: William & Wilkins Co.
adrenalin di dahm tubuh. Hal ini bertujuan untuk
mendapatkan iata yang lebih variatif dan akurat Willmore J.H, 2004, Physiologieal of
sehingga dapat diketahui lebih jauh lagi mengenai
and Exercise, Winconsin: Herman-
Publ.
efek kronik maupun akut yang ditimbulkan'

t-