Anda di halaman 1dari 5

Resusitasi Cairan

Resusitasi cairan diberikan untuk memperbaiki kekurangan volume cairan seperti kasus
hipovolemi. Pada teori, pemilihan cairan antara koloid dan kristaloid harus diberikan segera
dengan menggunakan hukum Starling dan pertukaran cairan transvascular pada glikokaliks.
Saat tekanan kapiler rendah ( atau perbedaan tekanan endothelial ),seperti hipovolemi ,
sepsis terutama sepsis syok, atau pada saat hipotensi ( setelah induksi atau anestesi ), tidak
terdapat perubahan bermakna antara albumin atau plasma dengan transfusi kristaloid,
dikarenakan semuanya tetap berada pada intravascular. Sementara itu, pada glikokaliks
memiliki lapisan yang rapuh dan dapat terganggu oleh trauma yang disebabkan inflamasi
sistemik atau sepsis, tapi juga dapat oleh transfusi cairan yang cepat ( terutama salin ).
Dalam keadaan tertentu, aliran trans-kapilari ( kebocoran albumin dan resiko oedema )
meningkat , menyebabkan resiko sindroma peningkatan permeabilitas global (global
increased permeability syndrome) [GIPS]

sindroma peningkatan permeabilitas global

Beberapa pasien tidak melanggar fase “aliran” spontan dan tetap pada
sindroma peningkatan permeabilitas global dan mengalami akumulasi
cairan. Sindroma peningkatan permeabilitas global dapat didefinisikan
sebagai kelebihan cairan dengan gagal organ onset baru. Hal ini didefinisikan
sebagai “ fase ketiga dari syok”

Dikarenakan ada potensi resiko, hydroxyethyl starches di kontraindikasikan pada kasus syok,
luka bakar, pasien dengan gagal ginjal akut atau kronik atau pada kasus oliguria yang tidak
berespon dengan terapi cairan. Pada beberapa kasus ( fase pos operasi, trauma dan syok
pendarahan ) , amilum masih dapat digunakan sebagai resusitasi cairan, meskipun ini masih
dalam kontroversi. Baru-baru saja, Coordination Group for Mutual Recognition and
Desentralised Procedures-Human (CMDh) memberikan dukungan kepada European
medicine’s Agency PRAC (Pharmacovigiliance Risk Asssesment Committee) berupa
penundaan cairan hydroxyethyl di daratan Uni Eropa. Penundaan ini berdasarkan fakta
bahwa cairan hydroxyethyl terus digunakan pada pasien-pasien kritis dan pasien-pasien
dengan sepsis, sebagaimana dijelaskan pada tahun 2013 tentang pembatasan penggunaan
carian ini pada pasien untuk mengurangi resiko gagal ginjal dan kematian
Fase sepsis syok

Sepsis syok dimulai dengan fase ebb, dimana mengarah ke fase dimana pasien
menunjukan syok yang hiperdinamik dengan penurunan tahanan vascular
sistemik yang diakibatkan oleh vasodilatasi, peningkatan permeabilitas kapiler
dan hipovolemi intravascular relatif atau absolut. Pedoman dari The Surviving
sepsis campaign dimulai dengan dosis cairan IV 30mL/kg yang diberikan dalam 3
jam pertama, sebagai prosedur pertolongan pertama pada fase ini, meskipun
tidak ada uji coba acak terkontrol yang mendukung pernyataan ini. Fase flow
mengarah kepada fase setelah stabilisasi pertama dimana pasien bisa mengatur
kelebihan cairan secara spontan. Contoh klasik saat pasien memasuki fase
penyembuhan poliurik dari gagal ginjal akut. Pada fase pos syok, sistem
metabolic berubah menjadi meningkat, kekebalan imun bawaan akan aktif dan
fase akut hepar akan berespon untuk diinduksi. Pada fase hiper metabolic
ditandai dengan peningkatan kebutuhan oksigen dan pengeluaran energi

Tabel 1. Analogi antara empat D dan terapi cairan . Diambil dari Malbrain et.al dengan
persetujuan

Deskripsi Terminologi Antibiotik Cairan


Obat Terapi tidak sesuai Gagal organ tambah Asidosis metabolic
banyak, penambahan hiperkloremik,
waktu di ICU, penambahan jumlah
penambahan waktu di gagal ginjal akut,
rumah sakit penambahan terapi
ginjal , peningkatan
kematian
Terapi yang sesuai Kuncinya adalah Kuncinya adalah
antibiotic empiris yang terapi cairan empiris
mempertimbangkan yang
resiko-resiko dari mempertimbangkan
pasien ( contohnya resiko-resiko pasien
antibiotic sebelumnya, ( contohnya
durasi penggunanaan keseimbangan
ventilasi mekanik, cairan, kelebihan
kortikosteroid, riwayat cairan, kebocoran
berobat, panti jompo plasma, ginjal dan
fungsi organ lain).
Tidak dianjurkan
menggunakan
cairan resusitasi
glukosa
Terapi kombinasi Keuntungan yang Keuntungan yang
maksimal contonya, maksimal,
spectrum luas, sinergi, contohnya cairan
menghindari yang spesifik untuk
resistensi, kurangi indikasi yang
toksisitas berbeda (
penggantian vs
pemeliharaan vs
resusitasi ), kurangi
toksisitas
Kelas Spectrum luas atau Hipo atau hiper
spesifik beta-laktam tonik , tinggi atau
atau glikopeptid, rendah angka
tambahkan senyawa klorida dan sodium,
tazobactam. Pilihan ini laktat atau
mempunyai impak penyangga
yang nyata pada bikarbonat,
efisiennya dan mengandung
kerracunannya glukosa atau tidak.
Ini akan berdampak
langsung pada
keseimbangan asam
basa, hidrasi selular
dan regulasi
elektrolit
Timing yang tepat Angka kehidupan Pada syok
berkurang 7% setiap kardiogenik ,
terjadi keterlambatan semakin lama
per jam . Dibutuhkan ditunda, semakin
disiplin dan organisasi menyebabkan
praktis. hipoperfusi mikro
sirkulasi
Dosing Farmakokinetik Tergantung dari Tergantung dari
volume jenis cairan, glukosa
distribusi,pembuangan 10%, kristaloid 25%
( fungsi ginjal dan hati banding dengan
) , albumin level, koloid 100% IV
penetrasi jaringan setelah 1 jam,
volume distribusi,
osmolaritas, onkotik
dan fungsi ginjal
Famakodinamik Direfleksikan dari Tergantung jenis
konsentrasi inhibisi cairan dan lokasi, IV(
minimal. DIrefleksikan resusitasi ) , IS
dari waktu banding IC (
“pembunuhan” , dehidrasi seluler )
waktu ( T> MIC)
banding konsetrasi
tergantung
(Cmax/MIC)
Keracunan Beberapa antibiotic Beberapa cairan
adalah racun untuk (HES) merupakan
ginjal, pengaturan racun untuk ginjal.
dosis sangat Namun, jika tidak
diperlukan. Namun terkena syok tetap
jika tidak terkena tidak dapat
infeksi tetap tidak menyelamatkan
dapat menyelamatkan ginjal juga
ginjal juga
Durasi Durasi yang sesuai Tidak ada bukti kuat Tidak ada bukti kuat
tapi mengarah ke tapi mengarah ke
penggunaan singkat. penggunaan singkat.
Tidak menggunakan Tidak menggunakan
antibiotic untuk cairan untuk terapi
mengobati demam, CVP, MAP atau OU
CRP atau inflitrasi x- tapi gunakan cairan
ray tapi gunakan untuk mengatasi
antibiotic untuk syok
mengatasi infeksi
Respon pengobatan Hentikan antibiotic Cairan dapat
jika tanda dan gejala dihentikan jika syok
dari infeksi sudah sudah teratasi
membaik. Lakukan tes (normal laktat).
darah (PCT) Lakukan tes darah (
NGAL, Cystatin C,
citrulin L-FABP)
Setelah distabilkan
dengan pengelolaan
cairan adekuat (
normal PPV, normal
CO, normal laktat).
Hentikan resusitasi
cairan yang sedang
berlangsung dan
pindahkan ke
pengelolaan cairan
konservatif dan
pengeluaran cairan