Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH MANAJEMEN PASIEN SAFETY

“ 7 LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN ”

DALAM RANGKA MEMENUHI TUGAS PADA MATA KULIAH


MANAJEMEN PASIEN SAFETY

Dosen Pembimbing :

Feni Amelia Puspitasari, M.Kep,Ns.Sp.Kep.An

Disusun oleh :

Kelompok 3

Aqilla Fadhila (18061)


Destriani (18064)
Ganes Reni Darmayanti (18070)
Jimmy Whyte Leader (18073)
Mukhtaroh Azizah (18079)
Nawang Wulandari (18083)
Rena Dewi (18090)
Tiha Novitasari (18100)
Utari Suciati (18101)

AKADEMI KEPERAWATAN POLRI JAKARTA ANGKATAN XXV

TAHUN AJARAN 2018/2019


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiratan Allah SWT karena atas segala rahmat dan hidayah yang
dilimpahkan-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan tugas makalah
ini yang berjudul “7 LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN”. Makalah ini
disusun dan ditujukan untuk memenuhi tugas Manajemen Pasien Safety Akademi
Keperawatan Polri Jakarta Angkatan 25, tahun pelajaran 2018/2019.

Tidak lupa pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak berterimakasih kepada
semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini, yaitu :

1. Feni Amelia Puspitasari, M. Kep, Ns. Sp.Kep.An selaku Dosen Manajemen


Pasien Safety
2. Semua pihak yang membantu dalam penyusunan makalah ini sehingga makalah
ini dapat selesai.

Meskipun kami sudah mengumpulkan referensi untuk menunjang penyusunan makalah


ini, namun kami menyadari bahwa didalam makalah ini masih banyak kesalahan serta
kekurangan. Sehingga kami mengharapkan saran serta masukan makalah yang lebih baik
lagi. Akhir kata, kami berharap agar makalah ini bisa memberikan banyak manfaat bagi
para pembaca.

Jakarta, 13 September 2019

Kelompok 3

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1


1.2 Tujuan ............................................................................................ 2
1.2.1 Tujuan Umum ....................................................................... 2
1.2.2 Tujuan Khusus ...................................................................... 2
1.3 Sitematika Penulisan ...................................................................... 2

BAB 2 TINJAUAN TEORI

2.1 7 Langkah Keselamatan Pasien ...................................................... 4

BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan .................................................................................... 10

3.2 Saran ............................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Hampir setiap tindakan medis menyimpan potensi resiko. Banyaknya jenis obat,
jenis pemeriksaan dan prosedur, serta jumlah Rumah Sakit yang cukup
besar merupakan hal yang potensial bagi terjadinya kesalahan medis (medical
errors). Menurut (1999) jesalahan medis didefinisikan
sebagai suatu kegagalan tindakan medis yang telah direncanakan untuk
diselesaikan tidak seperti yang diharapkan atau perencanaan yang salah untuk
mencapai suatu tujuan yaitu, kesalahan perencanaan. Kesalahan yang terjadi
dalam proses asuhan medis ini akan mengakibatkan atau berpotensi
mengakibatkan cidera pada pasien, bisa berupa
(Kejadian Tidak Diharapkan).

Kesalahan tersebut bisa terjadi dalam tahap diagnostik seperti kesalahan atau
keterlambatan diagnosa,tidak memerapkan pemeriksaan yang
sesuai,menggunakan cara pemeriksaan yang sudah tidak dipakai,tahap
pengobatan seperti kesalahan pada pengobatan, pelaksanaan
terapi,metode penggunaan obat dan keterlambatan merespon hasil pemeriksaan
asuhan yang tidak layak dan teknis yang lain seperti kegagalan berkomunikasi,
kegagalan alat atau

Mempertimbangkan betapa pentingnya misi rumah sakit untuk mampu


memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik terhadap pasien mengharuskan
rumah sakit untuk berusaha mengurangi medical error sebagai bagian dari
penghargaannya terhadap kemanusiaan, maka dikembangkan
yang dirancang mampu menjawab permasalahan yang ada.

1
2

1.2 TUJUAN

1.2.1 TUJUAN UTAMA

Setelah membaca makalah ini, diharapkan pembaca mengetahui dan


memahami tentang pentingnya keselamatan pasien.

1.2.2 TUJUAN KHUSUS

1. Dapat mengetahui bagaimana membangun kesadaran akan nilai


keselamatan pasien
2. Dapat mengetahui bagaimana cara memimpin dan mendukung staf
3. Dapat mengetahui bagaimana cara mengintegrasikan aktivitas
pengelolaan risiko
4. Dapat mengetahui bagaimana cara mengembangkan system
pelaporan
5. Dapat mengetahui bagaimana cara melibatkan dan berkomunikasi
dengan pasien
6. Dapat mengetahui bagaimana cara belajar dan berbagi pengalaman
tentang keselamatan pasien

Dapat mengetahui bagaimana cara untuk mencegah cidera melalui


implementasi system keselamatan pasien

1.2.3 SISTEMATIKA PENULISAN


A. BAGIAN AWAL
1. Halaman Judul
2. Halaman Kata Pengantar
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Lampiran
B. BAGIAN INTI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Penulisan
3

1.2.1 Tujuan Utama


1.2.2 Tujuan Kusus
1.3 Sistematika Penulisan

BAB 2 TINJAUAN TEORI

2.1 7 Langkah Menuju Keselamatan Pasien

BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB 2

TINJAUAN TEORI

2.1 7 LANGKAH KESELAMATAN PASIEN

1. Membangun Kesadaran Akan Nilai Keselamatan Pasien


Segala upaya harus dikerahkan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk
menciptakan lingkungan yang terbuka dan tidak menyalahkan sehingga
aman untuk melakukan pelaporan. Ciptakan budaya adil dan terbuka.
Kegiatan yang dilakukan:

a) Pastikan ada kebijakan yang menyatakan apa yang harus


dilakukan oleh staf apabila terjadi insiden,bagaimana dilakukan
investigasi dan dukungan apa yang harus diberikan kepada
pasien, keluarga, dan staf.
b) Pastikan dalam kebijakan tersebut ada kejelasan tentang peran
individu dan akuntablitasnya bila terjadi insiden.
c) Lakukan survey budaya keselamatan untuk menilai budaya
pelaporan dan pembelajaran di fasilitas pelayanan kesehatan
anda.

a) Pastikan teman anda merasa mampu bicara tentang pendapatnya


dan membuat laporan apabila terjadi insiden.
b) Kesehatan menindak lanjut laporan-laporan yang sudah
dilakukann oleh fasilitas pelayanan kesehatan menindak lanjut
laporan-laporan tersebut secara adil guna pembelajaran dan
pengambilan keputusan yang tepat.

4
5

2. Memimpin Dan Mendukung Staf


Tegakkan fokus yang kuat dan jelas tentang keselamatan pasien
diseluruh fasilitas pelayanan kesehatan anda.
Keselamatan pasien melibatkan setiap orang dalam fasilitas pelayanan
kesehatan , membangun budaya keselamatan sangat tergantung kepada
kepemimpinan yang kuat dan kemmapuan organisasi mendegarkan
pendapat seluruh anggota.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a) Pastikan anda anggota eksekutif yang bertanggung jawab


tentang keselamatan pasien. Anggota eksekutif dirumah sakit
meliputi kepala atau direktur rumah sakitdan pimpinan unsure-
unsur yang ada dalam struktur organisasi rumah sakit.
b) Tunjuk penggerak keselamatan pasien di tiap unit.
c) Tempatkan keselamatan pasien ke dalam program-program
pelatihan bagi staf .

a) Jelaskan pentingnya keselamatan pasien kepada anggota unit


anda.
b) Tumbuhkan etos kerja dilingkungan tim/unit anda sehingga staf
merasa dihargai dan merasa mampu bicara apabila mereka
berpendapat bahwa insiden dapat terjadi.

3. Mengintegrasikan Aktivitas Pengelolaan Resiko


Bangun sistem dan proses untuk mengelola resiko dan mengidentifikasi
kemungkinan terjadinya kesalahan.
Sistem manajeman resiko akan membantu fasilitas pelayanan kesehatan
mengelola insiden efektif dan mencegah kejadian berulang kembali.
keselamatan pasien adalah kompenen kunci dari manajeman
6

risiko,dan harus diintegrasikan dengan keselamatan staf,manajeman


komplain, penanganan itegrasi dan klaim serta risiko keuangan dan
lingkungan.

Kegiatan yang dilaksanakan:

a) Pelajari kembali struktur dan proses untuk pengelolaan risiko


klinis dan dan pastikan hal ini sudah diiintigrasikan
dengan keselamatan pasien dan risiko
keuangan serta lingkungan.
b) Kembangkan indikator-indikator kinerja untuk sistem
manajeman risiko anda sehingga dapat oleh
pemimpin.
c) Gunakan informasi-informasi yang diperoleh dari sistem
pelaporan dan risiko untuk perbaikan
pelayanan pasien secara

a) Gunakan forum-forum diskusi tentang isu-isu manajeman risiko


dan keselamtan pasien,berikan feedback kepada manajeman.
b) Lakukan pasien secara individual sebelum
dilakukan tindakan.
c) Lakukan proses secara regular untuk tiap jenis
risio dan lakukan tindakan yang tepat untu meminimalkan.
d) Pastikan yang ada di unit anda masuk ke dalama
proses assesmen risiko ditingkat organisasi dan .

4. Mengembangkan Sistem Pelaporan


Sistem pelaporan sangat vital didalam pengumpulan informasi
sebagai dasar analisa dan penyampaian
Pastikan staf anda mudah untuk melaporkan secara
(lokal) nasional).

Kegiatan yang dilaksanakan :

a) Bangun dan implementasikan sistem pelaporan yang


menjelaskan bagaimana dan cara fasilitas pelayanan kesehatan
melaporkan insiden secara nasional ke komite nasional
keselamatan pasien (KNKP)

a) Dorong kolegan anda untuk secara aktif melaporkan insiden


keselamatan pasien baik yang sudah terjadi maupun yang sudah
dicegah tetapi berdampak penting untuk pembelajaran.

5. Melibatkan dan berkomunikasi dengan pasien


Peran aktif pasien dalam proses asuhannya harus diperkenalkan dan
didorong. Pasien memainkan peranan kunci dalam membantu
peneggakan diagnose yang akurat,dalam memutuskan tindakan
pengobatan yang tepat dalam memilih fasilitas yang aman dan
berpengalaman ,dan dalam mengidentifikasi kejadian yang tidak
diharapkan(KTD).
Kegiatan yang dilaksanakan:

Kembangkan kebijakan yang mencakup komunikasi terbuka


dengan pasien dan keluarganya tentang insiden yang terjadi.
8
b) Pastikan pasien dan keluargannya mendapatkan informasi
apabila terjadi insiden.
c) Berikan dukungan kepada staf,lakukan pelatihan-pelatihan dan
dorongan agar mereka mampu melaksanakan keterbukaan
kepada pasien dan keluarga.
a) Pastikan anggota tim mengahrgai dan mendukung
keterlibatan pasien dan keluarga secara aktif waktu terjadi
.
b) Proritaskan kebutuhan untuk memberikan informasi kepada
pasien dan keluarga waktu terjadi ,dan berikan
informasi yang jelas,akurat,tepat waktu.
c) Pastikan pasien dan keluarga menerima perntaan “maaf” atau
rasa kepihatinan kita dan lakukan dengan cara terhormat dan
simpatik.

6. Belajar Dan Berbagi Pengalaman Tentang Keselamatan Pasien


Jika terjadi insiden keselamatan pasien , itu yang penting bukan
siapa yang harus disalahkan tetapi bagaiman dan mengapa
itu dapat
Terjadi. Salah satu hal penting yang harus kita pertanyakan adalah
apa yang sesungguhnya terjadi dengan sistem kita.
Kegiatan yang dilaksanakan:

a) Yakinkan yang sudah terlibat melakukan


insiden secara tepat sehingga bisa akar
masalahnya.
b) Kembakan kebijakan yang mencakup kriteria kapan fasilitas
pelayanan kesehatan harus melakukan
( RCA)
9
2.

a) Lakukan pembelajaran didalam lingkup unit anda dari


analisa insiden keselamatan pasien.
b) unit lain yang memungkinkan terkena dampak
dan berbagilah proses pembelajaran anda secara luas.
7. Mencegah Cidera Melalui Impelementasi Sistem Keselamatan
Pasien.
Salah satu kekurangan fasilitas pelayanan kesehatan di masa lalu
adalah ketidakmampuan dalam mengenali bahwa penyebab
kegagalan terjadi di satu fasilitas pelayanan kesehatan bisa menjadi
cara untuk mencegah risiko terjadinya kegagalan difasilitas
pelayanan kesehatan lain. Pelajaran lewat perubahan –perubahan
dalam praktek, proses ,atau sistem.
Kegiatan yang dilaksakan :

a) Gunkan informasi yang berasal dari sistem pelopran


insiden,asesmen ,audit dan analisa
untuk menetapkan solusi difasilitas pelayanan kesehatan
b) Lakukan assesmen tentang risiko-risko untuk setiap
perubahan yang direncanakan.
c) Monitor dampak dari perubahan-perubahan tersebut
d) solusi-solusi yang sudah dikembangkan
eksternal
2.
a) Libatkan tim anda dalam pengembangan cara-cara agar asuhan
pasien lebih baik dan lebih aman
b) Kaji ulang perubahan-perubahan yang sudah dibuat dengan
tim anda untuk memastikan keberlanjutan.
c) Pastikan tim anda menerima feedback pada setiap followup
dalam pelaporan insiden.

BAB 3

PENUTUP
3.1 KESIMPULAN

Keselamatan Pasien ( adalah suatu system dimana rumah sakit


membuat asuhan pasien lebih aman, mencegah ternjadinya cidera yang
disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak
mengambil tindakan yang seharusnya di ambil.

3.2 SARAN

3.2.1.Diharapkan makalah ini dapat menjadi pembelajaran bagi mahasiswa


keperawatan bagaimana pentingnya masalah insiden keselamatan pasien di
rumah sakit walaupun hal sepele bisa menyebabkan hal yang bagi
pasien

3.2.2.Diharapkan makalah ini dapat menjad pedoman dan pengingat bagi perawat
untuk lebih kompeten menangani pasien dan terhindar dari insiden
keselamatan pasien

DAFTAR PUSTAKA

10
Pabuti, A. (2011)
(21st ed). Andalas
University : Indonesia.

Setyawan, F, E, B. & Supriyanto, S. (2019) (1𝑠𝑡 ed ).


Zifatama Jawara : Pondok Jati [e-book]. Diambil dari
http://wwwbooks.google.co.id/