Anda di halaman 1dari 16

Tema/Sub tema Pengabdian

Pengembangan Kualitas Hidup Masyarakat

LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN

NARKOBA DAN SEKS BEBAS PADA GENERASI REMAJA

Tim Pengabdi

Ketua : Siti Qomariah, SST., M.Kes NIDN: 1004088701

Anggota : Wiwi Sartika, SST.,M.Kes NIDN: 1025058602


Sellia Juwita, SST,M.Kes NIDN: 1005128701

Sumber Dana : Universitas Abdurrab Tahun 2017

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA


MASYARAKAT UNIVERSITAS ABDURRAB
TAHUN 2017
RINGKASAN RENCANA KEGIATAN

Narkoba (Narkotika dan Obat/Bahan Berbahaya) adalah istilah yang


digunakan oleh penegak hukum dan masyarakat. Yang dimaksud dengan bahan
yang berbahaya adalah bahan yang tidak aman digunakan atau membahayakan
penggunanya bertentangan dengan hukum atau melnggar hukum (ilegal). Napza
(Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif Lainnya) adalah istilah kedokteran untuk
sekelompok zat jika masuk kedalam tubuh menyebabakan ketergantungan dan
berpengaruh terhadap otak.
Narkoba mungkin tidak asing lagi bagi kita. Hal itu sering muncul
diberbagai media baik itu media elektronik maupun media massa. Indonesia telah
menjadi perdagangan gelap narkoba, dari tahun ke tahun semakin meningkat dan
itu akan berakibat pada generasi muda atau generasi penerus bangsa. Menurut
data rata - rata pemakai/ penyalahguna narkoba adalah usia 15 s/d 24 tahun.
Penyalahgunaan diawali dengan bujukan, tawaran atau tekanan dari teman
sebaya. Didorong rasa ingin tahu atau ingin mencoba mereka mau menerimanya.
Selanjutnya, dari pemakaian sekali kemudian beberapa kali dan akhirnya menjadi
ketergantungan terhadap narkoba.
Jenis narkoba yang sering di salahgunakan antara lain heroin, ganja, sabu
dan lain - lain. Seseorang atau remaja yang menggunakan narkoba biasanya untuk
mengatasi stres, bersenag - senang, dan untuk sosialisasi terhadap teman lain.
Dampak negatif dari narkoba ini pun banyak diantaranya dapat menyebabkan
kematian. Untuk dampak positif narkoba diantaranya yaitu dapat dijadikan obat
bius ketikan operasi sesuai dengan petunjuk dokter
ABSTRACT

Background: Drugs may not be familiar to us. It often appeared in various media
both electronic media and the mass media. Indonesia has been the illicit drug
trade, from year to year has increased and it will result in the younger generation
or the next generation. According to data from the average - average users / drug
abusers are age 15 s / d 24 years.
Abuse begins with solicitations, bids or peer pressure. Driven curiosity or want to
try them willing to accept. Furthermore, of the use once and then several times
and eventually became a dependency on drugs.
Types of drugs that are often misused include heroin, marijuana,
methamphetamine and other - other. Someone or teens who use drugs are usually
to cope with stress, bersenag - happy, and for dissemination to other friends.

ABSTRAK

Latar belakang : Narkoba mungkin tidak asing lagi bagi kita. Hal itu sering
muncul diberbagai media baik itu media elektronik maupun media massa.
Indonesia telah menjadi perdagangan gelap narkoba, dari tahun ke tahun semakin
meningkat dan itu akan berakibat pada generasi muda atau generasi penerus
bangsa. Menurut data rata - rata pemakai/ penyalahguna narkoba adalah usia 15
s/d 24 tahun.
Penyalahgunaan diawali dengan bujukan, tawaran atau tekanan dari teman sebaya.
Didorong rasa ingin tahu atau ingin mencoba mereka mau menerimanya.
Selanjutnya, dari pemakaian sekali kemudian beberapa kali dan akhirnya menjadi
ketergantungan terhadap narkoba.
Jenis narkoba yang sering di salahgunakan antara lain heroin, ganja, sabu dan lain
- lain. Seseorang atau remaja yang menggunakan narkoba biasanya untuk
mengatasi stres, bersenag - senang, dan untuk sosialisasi terhadap teman lain.
DAFTAR ANGGOTA
KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

1. Ketua Pelaksana
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Siti Qomariah, SST., M.Kes
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Jabatan Fungsional Asisten Ahli
4 NIP/NIK/Identitas lainnya 154010314013
5 NIDN 1004088701
6 Tempat dan Tanggal Lahir Bantan Air, 04 Agustus 1987
7 Email Akilanadifa_azzahana@yahoo.com
8 Nomor Telepon/HP 0821-3666-1729

2. Anggota 1
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Wiwi Sartika, SST., M.Kes
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Jabatan Fungsional Asisten Ahli
4 NIP/NIK/Identitas lainnya 1540108110019
5 NIDN 1025058601
6 Tempat dan Tanggal Lahir Rumbai, 25 Mei 1986
7 Email Wiwisartika25@yahoo.com
8 Nomor Telepon/HP 081365244454

3. Anggota 2
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Sellia Juwita, SST,M.Kes
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Jabatan Fungsional Asisten Ahli
4 NIP/NIK/Identitas lainnya 154010909011
5 NIDN 1005128701
6 Tempat dan Tanggal Lahir Pekanbaru, 5 Desember 1987
7 Email Sellia.juwita@univrab.ac.id
8 Nomor Telepon/HP 085365031512
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena kasih
dan karunia Nya, yang telah memberikan kesempatan sehingga kegiatan
pengabdian masyarakat ini dapat di realisasikan dengan baik. Pengabdian ini
bertujuan untuk memenuhi kegiatan tri dharma perguruan tinggi di samping tugas
pengabdian dan pengajaran. Tema dalam kegiatan ini adalah “Narkoba dan Seks
Bebas Pada Generasi Remaja”.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini
tidak luput dari banyak bantuan dari pihak, Universitas Abdurrab, Program D III
Kebidanan Universitas Abdurrab. Karena itu ucapan terima kasih yang sebesar-
besarnya kami ucapkan kepada selurah pihak yang terkait baik secara langsung
maupun tidak langsung.
Kami membuka diri untuk menerima kritikan, saran sebab kami menyadari
masih banyak kekurangan, kelemahandan kesalahan dalam pengabdian ini.
Semoga kegiatan pengabdian bisa bermanfaat memberikan kontribusi kepada
banyak pihak.
Pekanbaru, 10 Februari 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL
LEMBAR PENGESAHAN
RINGKASAN RENCANA KEGIATAN
ABSTRAK
DAFTAR ANGGOTA
KATA PENGANTAR ............................................................................ i
DAFTAR ISI .......................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1
A. Latar belakang masalah ............................................................. 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................... 1
C. Tinjuan Pustaka .......................................................................... 2
BAB II PENYALAHGUNAAN NARKOBA OLEH REMAJA ........... 5
A. Alasan Penyalahgunaan Narkoba Oleh Remaja .......................... 5
B. Pola Pemakaian Narkoba ............................................................ 6
C. Akibat Penyalahgunaan Narkoba ............................................... 7
BAB III PENUTUP ............................................................................... 8
A. Kesimpulan.................................................................................. 8
B. Saran ........................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Narkoba mungkin tidak asing lagi bagi kita. Hal itu sering muncul
diberbagai media baik itu media elektronik maupun media massa. Indonesia telah
menjadi perdagangan gelap narkoba, dari tahun ke tahun semakin meningkat dan
itu akan berakibat pada generasi muda atau generasi penerus bangsa. Menurut
data rata - rata pemakai/ penyalahguna narkoba adalah usia 15 s/d 24 tahun.
Penyalahgunaan diawali dengan bujukan, tawaran atau tekanan dari teman
sebaya. Didorong rasa ingin tahu atau ingin mencoba mereka mau menerimanya.
Selanjutnya, dari pemakaian sekali kemudian beberapa kali dan akhirnya menjadi
ketergantungan terhadap narkoba.
Jenis narkoba yang sering di salahgunakan antara lain heroin, ganja, sabu
dan lain - lain. Seseorang atau remaja yang menggunakan narkoba biasanya untuk
mengatasi stres, bersenag - senang, dan untuk sosialisasi terhadap teman lain.
Dampak negatif dari narkoba ini pun banyak diantaranya dapat menyebabkan
kematian. Untuk dampak positif narkoba diantaranya yaitu dapat dijadikan obat
bius ketikan operasi sesuai dengan petunjuk dokter.
Melihat masalah itu saya mengangkat “Pengaruh Penyalahgunaan
Narkoba Terhadap Kehidupan Remaja, Coba - Coba yang Membawa
Petaka” sebagai judul dari karya tulis ini.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari karya tulis ini diantaranya, yaitu :
1. Apa itu narkoba ?
2. Bagaimanakah cara kerja narkoba pada orang yang memakai ?
3. Bagaimanakan jenis - jenis narkoba yang biasa disalahgunakan ?
4. Bagaimanakah itu penyalahgunaan narkoba ?

1
B. Tinjauan Pustaka
a. Pengertian Narkoba
Narkoba (Narkotika dan Obat/Bahan Berbahaya) adalah istilah
yang digunakan oleh penegak hukum dan masyarakat. Yang dimaksud
dengan bahan yang berbahaya adalah bahan yang tidak aman digunakan
atau membahayakan penggunanya bertentangan dengan hukum atau
melnggar hukum (ilegal). Napza (Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif
Lainnya) adalah istilah kedokteran untuk sekelompok zat jika masuk
kedalam tubuh menyebabakan ketergantungan dan berpengaruh
terhadap otak.
Narkoba atau napza adalah obat, bahan, dan zat bukan makanan,
yang jika diminum, dihisap, dihirup, ditelan, atau disuntikkan
berpwngaruh pada kerja otak dan sering menyebabkan ketergantungan.

b. Cara Kerja Narkoba


Narkoba yang ditelan masuk ke dalam lambung, kemudian ke
pembuluh darah. Jika dihisap atau dihirup, zat diserap masuk ke dalam
pembuluh darah melalui saluran hidung atau paru – paru. Jika
disuntikkan, zat itu langsung masuk ke dalam aliran darah dan darah
membawa zat itu ke otak.
Semua jenis narkoba mengubah perasaan dan cara berfikir
seseorang, tergantung pada jenisnya. Itulah sebabnya narkoba disebut
juga zat psikoaktif. Perasaan enak dan nyaman inilah mula - mula dicari
pemakainya. Bangian otak yang bertanggungjawab atas kehidupan
perasaan disebut system limbus. Hipotamus, yaitu pusat kenikmatan
pada otak pada system limbus, yang disebut neuro-transmitter.

c. Jenis - jenis narkoba yang biasa disalahgunakan


1. Opioda (morfin, heroin, putaw, dan lain - lain)
Segolongan zat dengan daya serupa, ada yang alami, sintetik, dan
semisintetik. Opioda alami berasal dari getah opium poppy (opiat),

2
seperti morfin, opium, dan kodein. Contoh opioda semisintetik
adalah heroin/ putaw dan hidromorfin. Contoh opioda sintetik
adalah meperidin dan metadon fentaly (china white).
2. Ganja (marijuana, cimeng, gelek, hasis)
Ganja mengandung THC (Tetrahydro-cannibinol) yang bersifat
psikoaktif. Ganja yang dipakai biasanya berupa tanaman kering
yang dirajang, diliting, dan disulut seperti rokok. Menurut Undang
- Undang, ganja tergolonga narkotika golongan I.
3. Kokain (kokain, crack, daun koka, pasta koka)
Kokain berasal dari tanaman koka, tergolong stimulasi
(meningkatkan aktivitas otak dan fungsi organ tubuh lain). Menurut
Undang - Undang, kokain termasuk narkotika golongan I. Kokain
berbentuk kristal putih. Nama jalanannya adalah koka, happy dust,
charlie, srepet, snow/saljuputih. Digunakan dengan cara disedot
melalui hidung, dirokok, atau disuntikkan.
4. Alkohol
Alkohol terdapat pada minuman keras, yang kadar etanolnya
berbeda - beda. Minuman keras golongan A berkadar etanol 1-5%,
contoh : bir; minuman keras golongan B berkadar etanol 5-20%,
contoh : berbagai jenis minuman anggur; minuman keras golongan
C berkadar etanol 20-45% contoh : vodka, rum, gin, Manson
House, TKW. Alkohol menekan kerja otak (Idepresansia). Setelah
diminum, alkohol diserap oleh tubuh dan masuk ke dalam
pembuluh darah.
5. Golongan Amfetamin : amfetamin, ekstasi, sabu
Golongan amfetamin termasuk stimulansia susunan saraf pusat.
Disebut juga Upper, amfetamin sering digunakan untuk
menurunkan berat badan karena dapat mengurangi rasa lapar, atau
mengurangi rasa kantuk karena harus begadang. Amfetamin cepat
menyebabkan ketergantungan.

3
6. Golongan Halusinogen : Lysergic Acid (LSD)
LSD menyebabkan halusinasi (khayalan), dan termasuk Psikoaktif
golongan I. Nama yang sering digunakan adalah acid, red dargon,
blue heaven, sugar cubes, trip, tabs. Bentuknya seperti kertas
berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak
warna dan gambar, atau berbentuk pil atau kapsul. Cara
pemakaiannya adalah sengan meletakkan LSD pada lidah.
7. Sedativa dan Hipnotika (obat penenang, obat tidur)
Contoh Sedativa dan hipnotika dalah lexo, Nipam, pil BK, MG,
DUM, dan Ropyp, yang termasuk Psikotropika Golongan III dan
IV dan digunakan dalam pengobatan dengan pengawasan. Tidak
boleh diperjualbelikan tanpa resep dokter. Orang minum obat tidur
atau pil penenang untuk menghilangkan stres atau gangguan tidur.
Memang stres berkurang atau hilang sementara, tetapi persoalan
tetap saja ada.
8. Solven dan Inhalansia
Zat pelarut ini menguap dan gas berupa senyawa organik untuk
berbagai keperluan rumah tangga, kantor, dan pabrik. Contih :
tiner, aceton, lem, aerosol spray, dan bensin. Sering digunakan
anak 9-14 tahun dan anak jalanan, dengan cara dihirup. Sangat
berbahaya, karena begitu dihisap, zat akan masuk ke darah dan
segera masuk ke otak.
9. Nikotin
Nikotin terdapat pada tembakau (termasuk stimulasia). Selain
nikotin, tembakau juga mengandung tar dan CO2 yang berbahaya,
serta zat lain, seluruhnya tak kurang dari 4.0000 senyawa. Jika
nikotin adalah penyebab ketergantungan, maka tar menjadi
penyebab kanker.
10. Kafein
Kafein terdapat dalam kopi, beberapa obat penghilang rasa nyeri,
minuman penyegar, minuman kola, dan teh.

4
BAB II
PENYALAHGUNAAN NARKOBA OLEH REMAJA

A. Alasan Penyalahgunaan Narkoba Oleh Remaja


Banyak alasan mengapa narkoba diantaranya agar dapat diterima oleh
lingkungan, mengurangi stres, mengurangi kecemasan, agar bebas dari murung,
mengurangi keletihan, dan mengatasi masalah pribadi. Akan tetapi, terlepas dari
semua itu, remaja memakai narkoba karena narkoba membuatnya merasa nikmat,
enak, dan nyaman pada awal pemakaian. Alasan remaja memakai narkoba dapat
dikelompokkan sebagai berikut :
1. Anticipatory beliefs, yaitu anggapan bahwa jika memakai narkoba, orang
akan menilai dirinya hebat, dewasa, mengikuti mode, dan sebagainya.
2. Relieving beliefs, yaitu keyakinan bahwa narkoba dapat digunakan untuk
mengatasi ketegangan, \cemas, dan depresi akibat stresor psikososial.
3. Facilitative atau permissive beliefs, yaitu keyakinan bahwa pengguna
narkoba merupakan gaya hidup atau kebiasaan karena pengaruh zaman atau
perubahan nilai, sehingga dapat diterima.
Mengapa Remaja Menyalahgunakan Narkoba ?
1. Budaya Mencari Kenikmatan Sesaat (Hedonistik)
Dewasa ini masyarakat cenderung mudah memakai obat untuk mengubah
suasana hati, sehingga pemakaian jenis narkoba diterima dengan tangan
terbuka. Contoh : rokok, alkohol, dan juga obat penghilang rasa nyeri yang
mudah dibeli. Pesta ulang tahun atau akhir pekandilalui dengan minuman
beralkohol, rokok, ganja, ekstasi, yang didukung pula faktor kemudahan
untuk memperolehnya.
2. Kepribadian Remaja
Masa romantisme remaja dan nostalgia orang dewasa terhadap masa itu
berada sekitar ekspoitasi masa remaja yang mengandung resiko. Contoh :
berselancar, ngebut, dan mencoba narkoba. Remaja berada diantara masa
kanak - kanak dan dewasa, baik secara biologis maupun psikologis. Di satu

5
pihak, remaja memiliki kemampuan orang dewasa, tetapi di lain pihak belum
memiliki kewenangan untuk manggunakan kemampuan itu.
3. Tekanan Kelompok Sebaya
Tekanan kelompok sebaya berpengaruh kuat terhadap terjadinya
penyalahgunaan narkoba. Semua orang pasti merasan cemas jika ditolak oleh
lingkungan sehingga berusaha mencari persetujuan kelompoknya. Konflik
orang tua dan remaja sebenarnya adalah konflik loyalitas, yaitu loyalitas
terhadap orang tua dengan loyalitas terhadap teman sebaya.
4. Keterasingan Remaja
Keterasingan adalah adanya hubungan antar remaja dan nilai orang tua dan
masyarakat secara cita - cita , tradisi, dan kerohanian. Keterasingan dapat
diartikan sebagai dimensi spiritual, karena meliputi penolakan terhadap nilai -
nilai yang berharga, yang memotivasi atau memimpin sesorang melalui
keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ada juga komponen emosional pada
keterasingan.

B. Pola Pemakaian Narkoba


Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan narkoba yang dilakikan tidak
untuk maksud pengobatan, tetapi karena ingin menikmati pengaruhnya. Karena
pengaruhnya itulah narkoba disalahgunakan.
Sifat pengaruh itu sementara, sebab setelah itu timbul rasa tidak enak. Untuk
menghilanakan rasa tidak enak itu, ia menggunakan narkoba lagi. Karena itu,
narkoba mendorong seseorang memakai lagi. Terjadi kecanduan atau
ketergantungan, yang berakibat gangguan pada jasmani, kejiwaan, dan fungsi
sosialnya. Ada beberapa pola pemakaian narkoba diantaranya sebagai berikut :
1. Pola coba - coba, karena ingin iseng atau ingin tahu. Pengaruh kelompok
sebaya sangat besar, yaitu teman dekat atau orang lain yang menawarkan
atau membujuk untuk memakai narkoba. Ketidakmampuan berkata “tidak”
mendorong anak untuk mencobanya, apalagi jika ada rasa ingin tahu atau
ingin mencoba.

6
2. Pola pemakaian sosial, yaitu pemakaian narkoba untuk kepentingan
pergaulan dan keinginan untuk diakui atau diterima kelompoknya.
3. Pola pemakaian situasional, yaitu karena situasi tertentu, seperti kesepian
dan sters. Pola ini disebut juga tahap instrumental, karena dari pengalaman
pemakaian sebelumnya, disadari bahwa narkoba dapat menjadi alat untuk
memengaruhi atau memanipulasi emosi dan suasana hatinya.

C. Akibat Penyalahgunaan Narkoba


1. Bagi Diri Sendiri
a. Terganggunya fungsi otak dan perkembangan normal remaja
seperti daya ingat berkurang, sulit untuk berkonsentrasi, keinginan
dan kemampuan belajar merosot, persahabatan rusak, serta minat
dan cita - cita semula padam. Oleh karena itu, narkoba
menyebabkan perkembangan normal mental emosional dan sosial
remaja terhambat.
b. Intoksikasi (keracunan), yakni gejala yang timbul akibat pemakaian
narkoba dalam jumlah yang cukup, berpengaruh pada tubuh dan
perilakunya. Gejalanya tergantung pada jenis, jumlah, dan cara
penggunaan. Istilah yang sering dipakai pecandu adalah pedauw,
fly, manuk, teler, dan high.
c. Overdosis (OD), yang dapat menyebabkan kematian karena
terhentinya pernapasan (untuk heroin) atau perdarahan otak
(amfetamin, sabu). OD terjadi karena toleransi sehingga perlu dosis
yang lebih besar, atau karena sudah lama berhenti pakai, lalu
memakai lagi dengan dosis yang dahulu digunakan.
d. Gejala putus zat, yakni gejala ketika dosis yang dipakai berkurang
atau dihentikan pemakaiannya. Berat atau ringannya gejala
tergantung pada jenis zat, dosis, dan lama pemakai.

7
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan dari karya tulis ini :
1. Narkoba adalah obat, bahan, dan zat bukan makanan, yang jika diminum,
dihisap, dihirup, ditelan, atau disuntikkan berpwngaruh pada kerja otak dan
sering menyebabkan ketergantungan.
2. Narkoba bekerja sesuai dengan cara pemakaiannya, contoh : narkoba yang
ditelang masuk ke dalam lambung, kemudian masuk kedalam pembuluh
darah.
3. Narkoba mempunyai banyak jenis, yang pengaruh terhadap otak sesuai zat
dan jenisnya.
4. Pemakaian atau penyalahgunaan narkoba berdampak kepada banyak pihak
termasuk diri sendiri.
5. Remaja yang memakai narkoba, yang pada awalnya mencoba - coba maka ia
akan ketagihan karena narkoba merangsang otak sehingga otak bekerja
dengan motto “jika merasa enak, lakukanlah” jika kita memakai narkoba lagi
makan otak akan mengeluarkan pesan “zat ini berguna bagi mekanisme
pertahanan tubuh. Jadi ulangi pemakaiannya” dan begitulah seterusnya
sehingga kecanduan.

B. Saran
Saran saya terhadap pembaca khususnya remaja karya tulis ini supaya
menjauhi rokok karena rokok merupakan pintu gerbang untuk masuk kepada
pemakaian ganja, heroin, ekstasi, alkohol, dan sabu yang banyak disalahgunakan.
Dan tidak mencoba – coba yang namanya narkoba karena berawal dari coba –
coba maka narkoba akan membawa petaka bagi kita, keluarga, masyarakat,
bangsa dan negara.

8
DAFTAR PUSTAKA

Matono, Lydia Harlina dan Satya Joewana. 2009. Membantu Pemulihan Pecandu
Narkoba dan Keluarganya Pedoman bagi Konselor Adiksi di Masyarakat
dan bagi Setiap Orang yang Peduli dan Terlatih. Jakarta: Balai Pustaka

Matono, Lydia Harlina dan Satya Joewana. 2006. Pencegahan dan


Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Sekolah Buku
Panduan untuk Guru, Konselor, dan Administrator. Jakarta: Balai Pustaka

Gatra 25 Juni 2008 Edisi Khusus Narkoba.

RENCANA BIAYA
1. Honorarium
Honor Honor (Rp)
Narasumber I Rp 600.000
Narasumber II Rp 500.000
Honor ketua Majlis Taklim Rp.100.000
Sub total (Rp) Rp1.200.000
2. Bahan Habis Pakai
Justifikasi Harga
Kuantitas Satuan
Material Pemakaian (Rp) Biaya (Rp)
Kertas HVS 80 Laporan dll 1 40000 Rp 40.000
Print warna Brosur 50 Rp 45.000
Spanduk Acara 1 Rp 40.000
Kenang-
Poster SADARI kenangan 4 RP 800.000
Jilid lux laporan 6 25.000 Rp 150.000
Cetak Prosiding Laporan 3 60.000 Rp. 180.000
Snake Acara 60 3500 Rp. 510.000
Aqua Acara - Rp 30.000
Mangkok sedang Souvenir 12 3000 Rp 30.000
Toples kecil Souvenir 12 4000 RP 45.000
Pembukus
Kertas padi/resing souvenir 2 2500 Rp 5.000
Kotak kue 1 Rp 45.000
Sub total (Rp) Rp 1.920.000

9
3. Perjalanan
Justifikasi Harga
Material Kuantitas Satuan Biaya/Thn (Rp)
Pemakaian
(Rp)
Perjalanan Ke Dinkes Kota Perijinan 1 20000 Rp 60.000
Perjalanan ke camat+kelurahan Perijinan 1 20000 Rp 80.000
Perjalanan ke RW Perijinan 1 20000 Rp 20.000
Perjalanan ke lokasi (dosen) Penyuluhan 4 20000 Rp 40.000
perjalanan lokasi (mahasiswa) Penyuluhan 6 20000 Rp 190.000
Sub total (Rp) Rp 390.000
Total Anggaran Yang Diperlukan Seluruhnya Rp 4.000.000

10