Anda di halaman 1dari 15

TUGAS MATA KULIAH ELEKTIF

PEMILIHAN ALAT DIAGNOSTIK

“ENDOSKOPI”

Oleh :

1. SABELLA IVANA RUSLIE 1409005094


2. DZIKRI NURMA’RIFAH TAKARIYANTI 1509005115
3. MARIA ANASTASIA HUTAPEA 1609511076
4. PANDU ADJIE PAMUNGKAS 1709511074

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga tugas paper yang berjudul
“Endoskopi” ini, dapat terselesaikan tepat waktu. Paper ini dibuat dalam rangka
menyelesaikan tugas yang akan dijadikan landasan dalam penilaian pada proses
pembelajaran mata kuliah elektif Pemilihan Alat Diagnostik Veteriner Fakultas
Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Ucapan terimakasih penulis sampaikan
kepada dosen pengajar dan semua pihak yang membantu dan memberi dukungan
pada penulis. Penulis menyadari tulisan ini masih terdapat kekurangan. Oleh
karena itu, saran dan kritik dari pembaca yang bersifat membangun sangat penulis
harapkan. Besar harapan penulis tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca
khususnya bagi dunia kedokteran hewan.

Denpasar, 09 Mei 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

COVER .................................................................................................................. 1
KATA PENGANTAR ........................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................... 4
1.3 Tujuan Penulisan ........................................................................................... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................... 6
2.1 Pengertian Endoskopi .................................................................................... 6
2.2 Jenis Endoskopi ............................................................................................. 7
2.2.1 Rigid Endoskope (Endoskopi Kaku) ....................................................... 7
2.2.2 Flexible Endoskope (Fiberskop) ............................................................. 9
2.3 Cara Kerja Penggunaan Endoskopi ............................................................. 11
2.4 Keunggulan dan Kelemahan Penggunaan Endoskopi ................................. 12
2.4.1 Keunggulan dari penggunaan endoskop ............................................... 12
2.4.2 Kelemahan dari penggunaan endoskop ................................................ 12
2.5 Perawatan Endoskopi .................................................................................. 12
2.5.1 Handling Alat ........................................................................................ 12
2.5.2 Penyimpanan ......................................................................................... 12
2.5.3 Pembersihan .......................................................................................... 13
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 14
3.1 Kesimpulan .................................................................................................. 14
3.2 Saran ............................................................................................................ 14
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 15

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak membantu
manusia dalam memenuhi kebutuhan dan peningkatan kesejahteraan hidupnya,
termasuk kebutuhan akan kesehatan. Untuk memberikan pelayanan kesehatan
yang baik terhadap masyarakat maka diperlukan sarana dan prasarana yang baik
pula, dalam bidang kedokteran telah menghasilkan sebuah prosedur diagnostik
yang cepat dan tepat.

Peralatan Diagnostik merupakan rangkaian alat medis yg membantu


pemeriksaan medis terhadap kondisi fisik pasien atau struktur lain yang terdapat
pada tubuh pasien untuk mendapatkan kesimpulan berupa diagnosis sebelum
dokter memberikan tindakan berikutnya. Dari tahun ke tahun teknologi
berkembang pesat khususnya di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
(IPTEK), termasuk IPTEK dalam kedokteran dan kesehatan telah menemukan
bermacam alat- alat dalam membantuk mendiagnosa suatu penyakit seperti X-
Ray, Cardiotocography (CTG), Holter Monitor, Electroencephalography (EEG),
Utrasonography (USG), Electromyography (EMG), Endoskopi dan masih banyak
yang lain.

Dewasa ini dokter telah menjadikan alat endoskopi sebagai alat diagnostik
dan terapeutik yang handal sehingga mampu menyederhanakan beberapa tindakan
terapi operatif. Hampir di setiap rumah sakit besar memiliki dan menjadikan alat
endoskopi sebagai sarana penunjang yang menjanjikan pada pasien yang akan
menjalankan pemeriksaan. Kemudahan yang didapat dengan tindakan endoskopi
menjadikan diagnosis berbagai penyakit dapat ditegakkan dengan lebih akurat
serta memudahkan pengobatan dan mempercepat masa penyembuhan pasien.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang didapatkan berdasarkan latar belakang di
atas adalah :

4
1. Apa Pengertian endoskopi?
2. Apa saja jenis endoskopi?
3. Bagaimana cara kerja endoskopi?
4. Apa keunggulan dan Kelemahan penggunaan endoskopi?
5. Bagaimana cara perawatan endoskopi?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah untuk menambah
wawasan tentang penggunaan alat diagnostic khususnya endoskopi dan
kompleksitas kepada para pembaca tentang konsep pemeriksaan diagnostik
dengan menggunakan alat endoskopi.

5
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Endoskopi


Endoskopi adalah salah satu prosedur pemeriksaan medis untuk melihat
kondisi saluran pencernaan dengan menggunakan alat endoskope yang merupakan
suatu alat berbentuk seperti selang elastis dengan lampu dan kamera optik di
ujungnya. Kamera akan menangkap setiap objek yang dituju dan ditampilkan pada
monitor. Pemeriksaan endoskopi sebenarnya merupakan pemeriksaan teleskopik
(teropong), pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter ahli penyakit dalam untuk
memastikan apa yang menjadi penyebab dari suatu penyakit dengan cara
memasukkan alat optik ke dalam tubuh karena keterbatasan teknis untuk dapat
melihat kedalam tubuh manusia atau hewan, terutama terbatas pada rongga mulut,
rektum, vagina, telinga dan hidung.

Endoskopi merupakan suatu alat yang digunakan untuk memeriksa organ


di dalam tubuh manusia visual dengan cara mengintip dengan alat tersebut
(rigid/fiber - skop) atau langsung melihat pada layar monitor, sehingga kelainan
yang ada pada organ tersebut dapat dilihat dengan jelas. Pemeriksaan endoskopi
merupakan pemeriksaan penunjang yang memakai alat endoskopi untuk
mendiagnosis kelainan-kelainan organ di dalam tubuh antara lain saluran cerna,
saluran kemih, rongga mulut, rongga abdomen, dan lain-lain. Dapat juga
digunakan untuk mengambil contoh jaringan bagian dalam (biopsy) guna
pemeriksaan.

Saat ini ada dua konsep dalam penggunaan endoskopi yaitu rigid
endoskope (endoskopi kaku) dan Flexible endoscope (fiberskop). Nama- nama
endoskopi sendiri ditunjukkan dari area penggunaan, seperti arthroscopes untuk
melihat ke dalam sendi seperti lutut, endoskopi THT untuk eksplorasi telinga dan
hidung, endoskopi gastrointestinal untuk perut dan usus besar, endoskopi
ginekologi untuk memeriksa vagina, laparoskopi untuk melihat ke dalam rongga
perut, endoskopi neurologis, paru-paru endoskopi (disebut bronkoskop), endologi
urologi (urethroscopes), dan lain-lain.

6
2.2 Jenis Endoskopi
2.2.1 Rigid Endoskope (Endoskopi Kaku)
Rigid Endoskope atau endoskopi kaku adalah tipe endoskopi
tertua. Alat ini digunakan sebagian besar pada aplikasi bedah
endoskopi dan memungkinkan memvisualisasi permukaan organ,
pembuluh darah, atau perubahan patologis tanpa sayatan yang besar
pada tubuh dan memberikan pandangan yang lebih jelas dari pada
melihat dengan mata telanjang. Endoskopi kaku umumnya digunakan
dalam perosedur bedan invansif minimal seperti rinoskopi (hidung),
istoskopi (kandung kemih), dan laparoskopi (perut).

Endoskopi kaku terbuat dari tabung logam yang berisi lensa, dan
saluran cahaya (s) dan tersedia dalam berbagai diameter eksternal, dari
1 hingga 12 mm. Umumnya, endoskopi yang kaku memiliki
serangkaian lensa batang kaca optik beresolusi tinggi. Endoskop dapat
melihat ke depan (0 derajat) atau miring (10-120 derajat) untuk
memungkinkan visualisasi dari poros teleskop dengan memutar
instrumen. Namun, dalam operasi gastrointestinal, endoskopi kaku
untuk tujuan diagnostik (diagnostik laparoskopi) benar-benar
kehilangan peran sebelumnya. Saat ini, laparoskopi dilakukan hampir
secara eksklusif sebagai prosedur terapi.

Gambar 1. Berbagai ukuran endoskopi kaku

7
Gambar 2. 1 : Lensa objek., 2: Badan tabung., 3: pengkodean warna
untuk tampilan ruang lingkup., 4: Penempatan kabel cahaya., 5: lensa
mata

Gambar 3. arthroskopi equipment Gambar 4. Laparoskopi equipment

Gambar 5. Grasping force

Gambar 7. Grasping forceps

Gambar 6. Scissors

8
Gambar 8. Palpation probe Gambar9. Biopsy forceps

2.2.2 Flexible Endoskope (Fiberskop)


flexible endoskopi memiliki aplikasi yang lebih luas disbanding
dengan endoskopi kaku, tetapi perlengkapan dasarnya serupa.
Endoskopi fleksibel memungkinkan untuk bergerak maju melalui jalur
memutar tubuh. Endoskopi fleksibel terdiri dari selubung endoskop
berlapis plastik memanjang yang mengandung komponen optik seperti
lensa objektif dan panduan gambar serta serat kaca pemancar cahaya.
Ada dua jenis endoskopi fleksibel: serat optik dan endoskopi video.

Video endoskopi menggunakan transmisi gambar digital,


sedangkan endoskopi serat optik, juga disebut fibercopes atau serat
endoskopi, menggunakan bundel serat gelas untuk mengirimkan
gambar. Serat individu ini memiliki diameter antara 4 dan 14 μm.
Endoskopi fleksibel paling umum digunakan di area rongga tubuh yang
sulit diakses, seperti saluran pencernaan, pernapasan, dan saluran
kemih. Endoskop dapat melihat sampai dengan 140o, 170o, 210o, hingga
360o

Desain khusus endoskopi fleksibel adalah endoskopi kateter,


yang memungkinkan akuisisi gambar intravaskular. Endoskopi fleksibel

9
jauh lebih mahal dan membutuhkan lebih banyak perawatan daripada
endoskopi kaku. Endoskopi fleksibel dapat digunakan untuk berbegai
keperluan seperti pada gambar di bawah.

Gambar 10. aplikasi endoskopi fleksibel

Gambar 11. control body of flexible endoscope Gambar 12. system of flexible endoscope

10
Gambar 13. system of flexible endoscope

Gambar 14. system control of flexible endoscope

2.3 Cara Kerja Penggunaan Endoskopi


Pegangan dipegang oleh tangan kiri di genggaman. Jari-jari tangan
kirinya juga mengaktifkan pin hisap dan tombol instalasi. Jari-jari tangan
kanannya biasanya menggerakkan roda kemudi yang lebih kecil (untuk sumbu
x) sedangkan roda kemudi bagian dalam yang lebih besar diputar oleh ibu jari
tangan kiri.

11
2.4 Keunggulan dan Kelemahan Penggunaan Endoskopi
2.4.1 Keunggulan dari penggunaan endoskop
 Dapat melakukan operasi tanpa melakukan pembedahan,misal
pengangkatan jaringan tumor,
 Dapat menggantikan fungsi tindakan operasi, lebih nyaman, biaya
lebih murah dan efisien
 Dapat melakukan diagnostik yang cukup akurat
 Dapat mendeteksi adanya infeksi, bisul, tumor, radang, dll.
 Hasil pemeriksaan dapat langsung dicetak.

2.4.2 Kelemahan dari penggunaan endoskop


 Kemungkinan terjadi sakit tenggorokan atau terjadi pembengkakan

2.5 Perawatan Endoskopi


Alat Endoscop merupakan alat yang canggih dengan harga yang
cukup mahal. Perawatan Endoscop beserta kelengkapannya merupakan salah
satu faktor penting didalam menunjang keberhasilan tindakan Endoscopi dan
mempertahankan alat tetap awet dan tidak mudah rusak. Konsep
pemeliharaan alat meliputi hal berikut :
2.5.1 Handling Alat
Alat harus diperlakukan dengan halus dan penuh kasih sayang.
Tahapan yang harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh untuk
mencegah kerusakan alat dimulai dari cara mengambil alat dari lemari
penyimpanannya, membawa alat ke tempat pemeriksaan, meletakkan
alat pada sandaran Endoscop atau meja pemeriksaan, memasang alat
pada sumber cahaya, saat memulai tindakan, waktu manuver,
observasi dan waktu menarik alat dari pasien, melepas alat dari
sumber cahaya, membersihkan alat, mengeringkan serta
mengembalikannya lagi ke lemari penyimpanan.
2.5.2 Penyimpanan
Tempat penyimpanan alat harus mempunyai suhu konstan di
bawah 20ºC. Kelembaban diusahakan stabil dengan memelihara silica
gel yang harus selalu diganti, bebas jamur dan bakteri. Lemari
penyimpanan Endoscop didesain sesuai kebutuhan, sandaran dibuat

12
dengan kemiringan 60º dengan dilapisi peredam untuk melindungi
dari benturan sewaktu mengambil dan meletakkan Endoscop
2.5.3 Pembersihan
Pembersihan alat endoscop melalui 3 tahapan yaitu:
pembersihan, desinfektan dan steril. Hati-hati terjadi kontaminasi
infeksi yang sering terjadi pada paska skleroterapi. Oleh karena itu
perlu tindakan pembersihan yang baik. Kelalaian pada proses ini
dapat mengakibatkan terjadinya infeksi paska tindakan.

13
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Endoskopi merupakan suatu alat yang digunakan untuk memeriksa
organ di dalam tubuh manusia visual dengan cara mengintip dengan alat
tersebut (rigid/fiber - skop) atau langsung melihat pada layar monitor,
sehingga kelainan yang ada pada organ tersebut dapat dilihat dengan jelas.
Saat ini ada dua konsep dalam penggunaan endoskopi yaitu rigid endoskope
(endoskopi kaku) dan Flexible endoscope (fiberskop). Pemeriksaan endoskopi
merupakan pemeriksaan penunjang yang memakai alat endoskopi untuk
mendiagnosis kelainan-kelainan organ di dalam tubuh antara lain saluran
cerna, saluran kemih, rongga mulut, rongga abdomen, dan lain-lain. Dapat
juga digunakan untuk mengambil contoh jaringan bagian daam (biopsy) guna
pemeriksaan.

3.2 Saran
Untuk kesempurnaan penulisan dan informasi bagi pembaca, perlu
adanya tinjauan ulang untuk pembuatan paper ini mengingat terus adanya
perkembangan teklonogi yang dapat membantu mendiagnosis suatu penyakit
khususnya dalam bidang kedokteran hewan.

14
DAFTAR PUSTAKA

Goulding, Catherine. 2008. An introduction to endoscopy Part 2: Rigid


endoscopes, Veterinary Nursing Journal, 23:4, 9-14.
Priyanto, Agus dan Sri, Lestari. 2008. Endoskopi Gastrointestinal. Jakarta :
Salemba Medika
Schneider, A., Feussner, H. 2017. Diagnostic Prosedure in Biomedical
Engineering in Gastrointestinal Surgery. Elsevier. Page : 159-165
Schwab, K., Singh, S. 2010. An Introduction to Flexible Endoscopy in Basic
Skills Surgery. Elsevier : 29 (2)

15