Anda di halaman 1dari 23

Hasil Wawancara

a. Berdasarkan hasil wawancara tanggal 06 januari 2020 dengan


tenaga kesehatan di lingkungan Dasan Cermen Selatan mengatakan
bahwa : “penyakit yang di derita terbanyak oleh keluarga di lingkungan
dasan cermen selatan yaitu penyakit ISPA”.
b. Berdasarkan hasil wawancara tanggal 06 januari 2020 dengan kepala
lingkungan Dasan Cermen Selatan mengatakan sebagian besar laki-
laki dewasa memiliki kebiasaan merokok.
c. Berdasarkan hasil wawancara tanggal 06 januari 2020 dengan
sebagian warga di Lingkungan Dasan Cermen Selatan mengatakan
masih banyak warga yang belum mengetahui tentang penyakit ISPA.
d. Berdasarkan hasil wawancara tanggal 07 januari 2020 dengan Ibu
Sumiati dan Ibu Nurul selaku Kader di Lingkungan Dasan Cermen
Selatan mengatakan terdapat banyak lansia diatas 60 tahun di setiap
RT.
e. Berdasarkan hasil wawancara tanggal 07 januari 2020 dengan
petugas kesehatan dan kader yang ada di Lingkungan Dasan Cermen
Selatan mengatakan banyak lansia menderita penyakit reumatik.
f. Berdasarkan hasil wawancara tanggal 07 januari 2020 dengan ibu
Nurul selaku kader dan warga setempat mengatakan bahwa banyak
lansia mempunyai kebiasaan merokok dan jarang memeriksakan
kesehatannya.
g. Berdasarkan hasil wawancara tanggal 07 januari 2020 dengan kader
mengatakan bahwa penaganan rematik saat posbindu adalah dengan
terapi farmakologis / pemberian obat – obatan.
h. Berdasarkan hasil wawancara tanggal 07 januari 2020 dengan Ibu
Kader di Lingkungan Dasan Cermen Selatan dilakukan posbindu
setiap 3 bulan sekali namun antusias lansia kurang atau belum
optimal.
i. Berdasarkan hasil wawancara tanggal 08 januari 2020 dengan
Kepala Lingkungan Dasan Cermen Selatan terdapat anak usia
sekolah yang tidak tahu cara mencuci tangan dan menggosok gigi
yang benar.
j. Berdasarkan hasil wawancara tanggal 08 januari 2020 dengan orang
tua anak sekolah bahwa sebagian anakanya memiliki gigi berlubang
dan mencuci tangan tidak menggunakan sabun.
k. Berdasarkan hasil wawancara tanggal 08 januari 2020 dengan
sebagian warga Kelurahan Dasan Cermen Selatan masih banyak
anak usia sekolah yang tidak mencuci tangan menggunakan sabun
l. Berdasarkan hasil wawancara tanggal 08 januari 2020 dengan kader
dan warga setempat mengatakan banyak warga yang tidak mengikuti
promosi kesehatan.

Hasil Observasi
Wienshield survey adalah metode pengumpulan data dengan melihat
gambaran wilayah dengan cara berjalan mengelilingi seluruh lingkungan
komunitas. Observasi dengan menggunakn penglihatan, pendengaran,
pengecapan, penciuman dan sentuhan. Tujuan dari wienshield survey
adalah menggunakan data dan informasi dengan menggunakan indera
mengenai kekuatan dan kelemahan komunitas. Dan berdasarkan hasil
observasi yang telah dilakukan pada tanggal 06-08 Januari 2020
didapatkan :
a. Terdapat kegiatan posyandu di lingkungan Dasan Cermen Selatan.
b. Banyak anggota keluarga laki-laki yang memiliki kebiasaan merokok.
c. Data 10 penyakit terbanyak Tahun 2019 di puskesmas Babakan:
Kunjungan terbanyak adalah ISPA pada Tahun 2018 kunjungan
pasien ISPA mencapai 3476.
d. Hasil observasi menunjukkan telah dilaksanakannya posbindu di
Lingkungan Dasan Cermen setiap 3 bulan sekali namun antusias
lansia masih belum optimal
e. Banyak lansia yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi kopi atau
merokok
f. Terdapat 33 anak usia sekolah dari 296 orang yang memiliki anak usia
sekolah.
g. Banyak anak usia sekolah di Kelurahan Dasan Cermen Selatan yang
tidak mencuci tangan saat makan dan giginya berlubang

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Analisa Data
No Data Penunjang Masalah Kesehatan
1 Data Subyektif Resiko terjadinya
1. Epidemiologi: peningkatan penyakit
Hasil Wawancara tanggal 06 januari ISPA di lingkungan Dasan
2020 dengan tenaga kesehatan di Cermen Selatan
lingkungan Dasan Cermen Selatan berhubungan dengan
mengatakan bahwa : “penyakit yang tingginya angka penyakit
di derita terbanyak oleh keluarga di yang di derita warga dan
lingkungan dasan cermen selatan kebiasaan merokok yang
yaitu penyakit ISPA”. tinggi
2. Perilaku dan Lingkungan :
Hasil wawancara tanggal 06 januari
2020 dengan kepala lingkungan
Dasan Cermen Selatan mengatakan
sebagian besar laki-laki dewasa
memiliki kebiasaan merokok.
3. Pendidikan Pengetahuan dan
Organisasi :
Hasil wawancara tanggal 06 januari
2020 dengan sebagian warga di
Lingkungan Dasan Cermen Selatan
mengatakan masih banyak warga
yang belum mengetahui tentang
penyakit ISPA.
No Data Penunjang Masalah Kesehatan
Data Obyektif
1. Sosial :
a. Observasi
Terdapat kegiatan posyandu di
lingkungan Dasan Cermen
Selatan
b. Angket
 Terdapat 31 orang (31%) Dari
100 Kepala Keluarga yang
menderita penyakit ISPA.
2. Epidemiologi :
a. Angket :
 Terdapat 5 keluarga yang
anggotanya menderita ISPA
pada saat pengkajian (5%)
 Terdapat 31 keluarga yang
anggotanya menderita ISPA
dalam 6 bulan terakhir
(31%)
3. Perilaku dan Lingkungan
a. Observasi :
 Banyak anggota keluarga
laki-laki yang memiliki
kebiasaan merokok
 Data 10 penyakit terbanyak
Tahun 2019 di puskesmas
Babakan : Kunjungan
terbanyak adalah ISPA pada
Tahun 2018 kunjungan
pasien ISPA mencapai 3476.

No Data Penunjang Masalah Kesehatan
b. Angket :
 Terdapat 42 keluarga yang
anggotanya merokok (42%)
 Terdapat 24 rumah warga
yang tidak memiliki jendela di
setiap ruangan (24%)
 Terdapat 32 rumah warga
yang jendelanya tidak dibuka
setiap hari (32%)
2 Data Subyektif Tidak efektifnya
1. Sosial: pemeliharaan kesehatan
Wawancara dengan Ibu Sumiati pada lansia di Lingkungan
dan Ibu Nurul selaku Kader di Dasan Cermen Selatan
Lingkungan Dasan Cermen Selatan yang berhubungan dengan
mengatakan terdapat banyak lansia kebiasaan dan perilaku
diatas 60 tahun di setiap RT. lansia, pengadaan
2. Epidemiologi: posyandu lansia yang
Hasil wawancara dengan petugas belum efektif
kesehatan dan kader yang ada di
Lingkungan Dasan Cermen Selatan
mengatakan banyak lansia
menderita penyakit reumatik,
3. Perilaku dan Lingkungan :
Hasil wawancara dengan ibu Nurul
selaku kader dan warga setempat
mengatakan bahwa banyak lansia
mempunyai kebiasaan merokok dan
jarang memeriksakan
kesehatannya.
4. Pendidikan Pengetahuan dan
Organisasi :
No Data Penunjang Masalah Kesehatan
Hasil wawancara dengan kader
mengatakan bahwa penaganan
rematik saat posbindu adalah
dengan terapi farmakologis /
pemberian obat - obatan
5. Administrasi dan Kebijakan
Wawancara dengan Ibu Kader di
Lingkungan Dasan Cermen Selatan
dilakukan posbindu setiap 3 bulan
sekali namun antusias lansia kurang
atau belum optimal.
Data Obyektif
1. Sosial :
a. Observasi
Hasil observasi menunjukkan
telah dilaksanakannya posbindu di
Lingkungan Dasan Cermen setiap
3 bulan sekali namun antusias
lansia masih belum optimal
b. Angket
Terdapat 30 KK dari 100 KK yang
anggota keluarganya yang lansia
(30%)
2. Epidemiologi :
a. Angket :
- Semua Lansia memiliki
masalah kesehatan (30 KK
atau 30%)
- Masalah kesehatan terbanyak
pada lansia : Rematik 13 lansia
Perilaku dan Lingkungan
No Data Penunjang Masalah Kesehatan
a. Observasi :
Banyak lansia yang mempunyai
kebiasaan mengkonsumsi kopi
atau merokok
b. Angket :
- Lansia dengan perilaku
mengkonsumsi kopi dan
merokok 12 lansia (54%)
3. Pendidikan Pengetahuan dan
Organisasi
Angket : Terdapat 11 lansia yang
lansianya selalu datang ke
posyandu lansia (50%)
4. Administrasi Kebijakan :
- Terdapat Posbindu di Lingkungan
Dasan Cermen Selatan yang
dilaksanakan setiap 3 bulan sekali
3 Data Subjektif : Kurangnya pengetahuan
1. Social tentang PHBS dan
Wawancara dengan Kepala pentingnya perilaku
Lingkungan Dasan Cermen Selatan kesehatan pada anak usia
terdapat anak usia sekolah yang sekolah berhubungan
tidak tahu cara mencuci tangan dan kurangnya pengawasan
menggosok gigi yang benar tentang perilaku dan
2. Epidemiologi: kebiasaan anak usia
Hasil wawancara dengan orang tua sekolah, promosi
anak sekolah bahwa sebagian kesehatan yang kurang
anakanya memiliki gigi berlubang memadai.
dan mencuci tangan tidak
menggunakan sabun
No Data Penunjang Masalah Kesehatan
3. Prilaku dan Lingkungan :
Hasil wawancara dengan sebagian
warga Kelurahan Dasan Cermen
Selatan masih banyak anak usia
sekolah yang tidak mencuci tangan
menggunakan sabun
4. Pendidikan Pengetahuan dan
Organisasi :
Hasil wawancara dengan kader dan
warga setempat mengatakan
banyak warga yang tidak mengikuti
promosi kesehatan
Data Obyektif
1. Sosial :
a. Observasi
Dari Hasil Observasi terdapat
33 anak usia sekolah dari 296
orang yang memiliki anak usia
sekolah
b. Angket
Terdapat 33 anak usia sekolah dari
100 KK orang yang memiliki
anggota keluarga anak usia sekolah
2. Epidemiologi :
a. Angket :
Terdapat 29 (87%) orang anak
yang tidak mencuci tangan
menggunakan sabun dan 23 (69%)
orang anak yang memiliki gigi
berlubang
No Data Penunjang Masalah Kesehatan
3. Perilaku dan Lingkungan
a. Observasi :
Banyak anak usia sekolah di
Kelurahan Dasan Cermen
Selatan yang tidak mencuci
tangan saat makan dan giginya
berlubang
b. Angket :
- Anak usia sekolah yang tidak
menucuci tangan sebelum
makan 29 anak (87%)
- Anak usia sekolah yang
memiliki gigi berlubang 23
anak (69%)

2. Rumusan Diagnosa Keperawatan


a. Resiko terjadinya peningkatan penyakit ISPA di Lingkungan Dasan
Cermen Selatan berhubungan dengan tingginya angka penyakit yang
di derita warga Lingkungan Dasan Cermen Selatan, dan kebiasaan
merokok yang tinggi
b. Tidak efektifnya pemeliharaan kesehatan pada lansia di Lingkungan
Dasan Cermen Selatan berhubungan dengan kebiasaan dan perilaku
lansia, pengadaan posyandu lansia yang belum efektif
c. Kurangnya pengetahuan tentang PHBS dan pentingnya perilaku
kesehatan pada anak usia sekolah berhubungan kurangnya
pengawasan tentang perilaku dan kebiasaan anak usia sekolah,
promosi kesehatan yang kurang memadai
INTERVENSI KEPERAWATAN
Tujuan
Masalah
NO Tujuan jangka Tujuan jangka Intervensi
Keperawatan
panjang pendek
1 Resiko Masyarakat Setelah di lakukan  Penyuluhan
Terjadinya memahami penyuluhan maka ISPA dan Obat
peningkatan ISPA dan kelompok sasaran Batuk
ISPA di menerapkan dapat : Tradisonal
Lingkungan pencegahan  Menyebutkan  Penyuluhan
Dasan ISPA arti ISPA mengenai
Cermen  Penyebab ISPA bahayanya
Selatan  Gejala ISPA merokok dan
berhubungn  Penanggulanga dampak dari
dengan n ISPA merokok bagi
tingginya  Pencegahan lingkungan
angka ISPA
penyakit yang  Bahaya
diderita merokok
warga  Dampak dari
Lingkungan merokok
Dasan terhadap
Cermen lingkungan
Selatan, dan
kebiasaan
merokok
yang tinggi
2 Kurangnya Anak usia Setelah mengikuti  Penyuluhan
pengetahuan sekolah mampu penyuluhan cuci tangan
tentang menerapkan diharapkan anak usia dan gosok gigi
PHBS dan perilaku hidup sekolah mampu :  Penyuuhan
pentingnya bersih dan a. Mengetahui tentang bahya
perilaku sehat (PHBS) pengertian jajan
Tujuan
Masalah
NO Tujuan jangka Tujuan jangka Intervensi
Keperawatan
panjang pendek
kesehatan dalam PHBS. sembarangan
pada anak kehidupan b. Mengetahui pada anak usia
usia sekolah sehari-hari. manfaat PHBS sekolah
berhubungan mencuci tangan  Demonstrasi
dengan dan menggosok cuci tangan
kurangnya gigi. dan gosok gigi
pengawasan c. Mampu yang baik dan
tentang menerapkan cara benar
perilaku dan mencuci tangan
kebiasaan yang baik dan
anak usia benar.
sekolah, d. Bahaya jajan
promosi sembarangan
kesehatan
yang kurang
memadai
3 Tidak Masyarakat Setelah mengikuti a. Penyuluhan
efektifnya menerapkan penyuluhan penyakit
pemeliharaan pola hidup diharapkan hipertensi
kesehatan sehat untuk masyarakat mampu : dan rematik
pada lansia di mencegah dan a. Menyebutkan b. Pemeriksaan
Lingkungan mengontrol pengertian tekanan
Dasan hipertensi dan hipertensi dan darah pada
Cermen rematik rematik lansia
Selatan yang b. Menyebutkan
berhubungan penyebab
dengan hipertensi dan
kebiasaan rematik
dan perilaku c. Menyebutkan 3
Tujuan
Masalah
NO Tujuan jangka Tujuan jangka Intervensi
Keperawatan
panjang pendek
lansia, penatalaksanaan
pengadaan (pencegahan dan
posyandu penanggulangan)
lansia yang hipertensi dan
belum efektif rematik
PLAN OF ACTION (POA)

Plan of Action (POA) Pembinaan Masyarakat Lingkungan Dasan Cermen Selatan

Rencana Pelaksanaan
DX
Rencana Kegiatan Penanggung
KEP. Sasaran Tempat Waktu Alat dan Bahan
Jawab
1 1. Penyuluhan ISPA Masyarakat Mushol Kamis, 1. Leaflet Muhammad Arif
dan demonstrasi
Lingkungan a 16/01/2020 2. LCD Hidayatullah
obat tradisional
(Kecap dan Jeruk Dasan Cermen Dasan Pukul : 3. Laptop
nipis)
Selatan : Cermen 16:00 4. Stetoskop
2. Skrining ISPA 1. Balita Selatan WITA 5. Termometer
seperti 2. Ibu balita
6. Gelas, Sendok,
Pemeriksaan BB,
TB, dan TTV Jeruk Nipis,
(Suhu, Nadi dan
Kecap
Respirasi)

3 1. Penyuluhan Masyarakat Mushol Sabtu, 1. Flipchart M. Fauzan


mengenai bahaya Lingkungan a 18/01/2020 2. Leaflet Afandi
Rencana Pelaksanaan
DX
Rencana Kegiatan Penanggung
KEP. Sasaran Tempat Waktu Alat dan Bahan
Jawab
merokok dan Dasan Cermen Dasan Pukul: 3. LCD
dampak merokok Sealatan : Cermen 16:00 4. Laptop
di dalam ruangan Bapak Selatan WITA 5. Pengeras suara
2 1. Penyuluhan cuci Anak usia Mushol Selasa, 1. Leaflet Bahjatussani
tangan dan gosok sekolah a 21/01/2020 2. Poster Ulya Hilim
gigi Dasan Pukul: 3. Hand wash
2. Demonstrasi cuci Cermen 16:00 4. Tempat air
tangan dan gosok Selatan WITA 5. Waslap
gigi yang baik dan 6. Pantum gigi
benar 7. Sikat gigi
3. Penyuluhan 8. Pasta gigi
jajanan sehat
Rencana Pelaksanaan
DX
Rencana Kegiatan Penanggung
KEP. Sasaran Tempat Waktu Alat dan Bahan
Jawab
2 1. Penyuluhan Lansia, Dewasa Mushol Kamis, 1. Leaflet Asmania Nurul
kesehatan tentang Laki-laki dan a 23/01/2020 2. Poster Asyiah
Rematik dan Wanita Dasan Pukul: 3. Sphygmomanome
penyakit lansia Lingkungan Cermen 16:00 ter
lainnya Dasan Cermen Selatan WITA 4. Stetoskop
2. Demonstrasi Selatan 5. Air hangat
kompres hangat 6. Jahe
dan Obat 7. Waslap/Verban
tradisional; Jahe Gulung
8. Lesung/Cobek
9. Baskom
4 1. Penyuluhan Penderita Rumah Sabtu, 1. Leaflet
minum obat gangguan jiwa warga 25/01/2020 2. Sphygmomanomet
I Made Satya
teratur, cara Lingkungan Pukul: er
Wigua
mengontrol marah Dasan Cermen 10:00 3. Stetoskop
dan halusinasi Selatan WITA
Rencana Pelaksanaan
DX
Rencana Kegiatan Penanggung
KEP. Sasaran Tempat Waktu Alat dan Bahan
Jawab
2 Senam Rematik Lansia dan Kantor Jumat, 1. Sound system Ridha Ulfa
Dewasa yang Lurah 17/01/2020 2. Cokroll Lutpiana
memiliki riwayat Dasan Pukul:
atau penyakit Cermen 16:00
Rematik WITA
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

MASALAH
NO HARI/TANGGAL IMPLEMENTASI RESPON HASIL
KEPERAWATAN
1 Resiko terjadinya Kamis 1. Melaksanakan 1. Kriteria Struktur :
peningkatan penyuluhan a. Peserta hadir 28 Orang.
penyakit ISPA di kesehatan penyakit b. Penyelenggara penyuluhan dilakukan di Mushola
lingkungan ISPA, demonstrasi Dasan Cermen Selatan
Dasan Cermen pembuatan obat a. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan
Selatan tadisional batuk dilakukan sebelum dan saat penyuluhan.
berhubungan dengan jeruk nipis 2. Kriteria Proses :
dengan tingginya dan kecap di a. Peserta antusias terhadap materi yang diberikan
angka penyakit Dasan Cermen b. Peserta konsentrasi mendengarkan penyuluhan
yang di derita Selatan. c. Paserta mengajukan pertanyaan dan menjawab
warga dan pertanyaan secara benar.
kebiasaan 3. Kriteria Hasil :
merokok yang a. Peserta mampumenjawat peertanyaan
tinggi mahasiswa mengenai Penyebab dan tanda dan
gejala ISPA.
b. Peserta mampu mendemonstrasikan pembuatan
Obat tradisional

2 Tidak efektifnya 1. Melaksanakan 1. Evaluasi Struktur


pemeliharaan penyulukah rematik
kesehatan pada dan demonstrasi
lansia di obat tradisional
Lingkungan kompres jahe di
Dasan Cermen lingkungan dasan
Selatan yang cermen selatan.
berhubungan
dengan
kebiasaan dan
perilaku lansia,
pengadaan
posyandu lansia
yang belum
efektif
3 Tidak efektifnya
pemeliharaan
kesehatan pada
lansia di
Lingkungan
Dasan Cermen
Selatan yang
berhubungan
dengan
kebiasaan dan
perilaku lansia,
pengadaan
posyandu lansia
yang belum
efektif
EVALUASI
1. Peran Aktif Masyarakat
Pelaksanaan yang dilakukan merupakan kelanjutan dari
perencanaan yang bertujuan untuk pemecahan masalah yang
telah di temukan, melibatkan masyarakat didalamnya dan
dilaksanakan sesuai POA yang telah disusun. Pelaksanaan dari
perencanaan yang telah di sepakati bersama kepala lingkungan,
ibu-ibu kader dan ketua RT 01 sampai RT 05 di Lingkungan
Dasan Cermen Selatan dilaksanakan mulai Kamis tanggal 16
Januari 2020 sampai dengan Sabtu tanggal 25 Januari 2020
dengan metode melibatkan Kepala Lingkungan, Tokoh
Masyarakat, Kader, dan Masyarakat di Lingkungan Dasan
Cermen Selatan bersama Mahasiswa Politeknik Kesehatan
Mataram secara aktif dalam setiap kegiatan. Secara umum
kegiatan yang direncanakan dapat dikatakan berhasil (90%),
penilaian tersebut didapatkan saat evaluasi respon positif dan
antusiasme masyarakat terhadap berbagai kegiatan yang di
rencanakan.
Evaluasi merupakan tahap akhir dan tahap penilaian dari
apa yang telah dilaksanakan, dalam evaluasi ini merupakan
evaluasi yang bersifat jangka pendek, karena masalah yang
kami temukan lebih banyak masalah yang berhubungan dengan
perilaku dan dimana untuk mengubah perilaku suatu masyarakat
memerlukan waktu yang tidak singkat. Evaluasi dilakukan setiap
akhir dari pelaksanaan kegiatan. Dari sudut pandang mahasiswa
Praktik Keperawatan Lapangan Komunitas di Linkungan Dasan
Cermen Selatan Kecamatan Sandubaya Kota Mataram dapat
dikatakan berhasil terlaksana, dengan bukti respon positif
masyarakat dari seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan.
2. Permasalahan dan Hambatan Pelaksanaan Kegiatan Serta
Rencana Tindak Lanjut
a. Permasalahan dan Hambatan
Dari kegiatan yang telah dilaksanakan, kami menemukan
kurangnya partisipasi masyarakat untuk hadir mengikuti
penyuluhan. Masyarakat mengatakan tidak hadir ke kegiatan
penyuluhan karena sibuk bekerja. Kendala yang paling kami
rasakan yaitu kurangnya partisipasi kelompok usia dewasa
untuk menghadiri penyuluhan kesehatan khususnya pada
penyuluhan bahaya merokok di dalam rumah. Selain itu rata-
rata kelompok usia dewasa dan lansia mengalami penyakit
reumatik. Namun, kurangnya partisipasi masyarakat menjadi
kendala bagi kami untuk memberikan pengetahuan.
b. Rencana tindak lanjut
1) Melakukan koordinasi dengan kepala Lingkungan Dasan
Cermen Selatan, Ketua RT Se-Lingkungan Dasan
Cermen Selatan dan Kader untuk bersedia
mengusahakan upaya promotif berupa ajakan-ajakan
untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
kepada masyarakat terkait masalah-masalah kesehatan
yang dihadapi oleh masyarakat di Lingkungan Dasan
Cermen Selatan menggunakan pengetahuan yang telah
diperoleh dari kegiatan-kegiatan penyuluhan.
2) Menghimbau masyarakat yang hadir pada setiap
kegiatan untuk bersedia menyebarluaskan informasi dan
pelatihan yang diperoleh selama penyuluhan kepada
masyarakat lain.
3) Menghimbau kepada masyarakat Lingkungan dasan
Cermen Selatan agar menerapkan apa yang sudah
diberikan dalam penyuluhan.
4) Untuk kasus rematik, ODGJ dan ISPA, kami Mahasiswa
PKL Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan
Mataram menyebarkan leaflet kepada masyarakat
Lingkungan Dasan Cermen Selatan.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada BAB sebelumnya dapat disimpulkan
bahwa secara umum pelaksanaan Praktek Keperawatan Lapangan
(PKL) yang dilaksanakan di Lingkungan Dasan Cermen Selatan,
Kecamatan Sandubaya – Kota Mataram oleh Mahasiswa Politeknik
Kesehatan Kementerian Kesehatan Mataram Jurusan Keperawatan
Program Studi Pendidikan Profesi Ners Keperawatan Mataram dapat
terlaksana sesuai dengan tujuan, yaitu mampu menerapkan asuhan
keperawatan komunitas secara profesional dengan melibatkan peran
serta masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme masyarakat
dan respon positif masyarakat di setiap kegiatan yang dilaksanakan.

B. Saran
Demi kesuksesan dan keberlangsungan Praktik Keperawatan
Lapangan Keperawatan Komunitas dan perkembangan keperawatan
sendiri maka disarankan :
1. Optimalisasi persiapan mahasiswa, maka diharapkan adanya
pembinaan dan bimbingan yang intensif pra terjun ke lapangan
dengan konsep bimbingan yang telah terstruktur rapi dan baku,
baik dari segi mekanisme bimbingan maupun konsep-konsep
Keperawatan Komunitas sendiri.
2. Memperlebar jangkauan kerjasama dengan berbagai instansi
sehingga mempermudah mahasiswa dalam pelaksanaan Praktik
Keperawatan Lapangan Keperawatan Komunitas.
3. Diharapkan mahasiswa lebih meningkatkan kemampuan dan
menambah bekal tentang konsep keperawatan komunitas,
sehingga terdapat optimalisasi kinerja dalam melaksanakan Praktik
Keperawatan Lapangan Keperawatan Komunitas.
4. Mahasiswa diharapkan mempunyai konsep yang lebih tentang
pengorganisasian masyarakat dengan berbagai alternatif
pendekatan, sehingga akan lebih mempermudah pelaksanaan
Praktik Keperawatan Lapangan di masyarakat.
5. Diharapkan optimalisasi peran kader, tokoh agama, tokoh
masyarakat, dan ketua RT di setiap kegiatan yang dilaksanakan
kepada masyarakat, sehingga mempermudah pengorganisasian
masyarakat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.