Anda di halaman 1dari 50

LEARNING GUIDE

MODUL

PENGOPERASIAN PERALATAN GAS


BUANG

KODE UNIT KOMPETENSI:


SKN : KTL.PO.20.115.02
STT : IP.OPR.O.SC.072-A

PT INDONESIA POWER
MEI 2007
LEARNING GUIDE

STANDAR KOMPETENSI
TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN
BIDANG PEMBANGKITAN
SUB BIDANG OPERASI

Kode Unit : KTL.PO.20.115.02


Judul Unit : Pengoperasian Peralatan Gas Buang
Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan pelaksanaan pengoperasian
Peralatan Gas Buang dibawah pengawasan, sesuai dengan SOP.

ELEMEN KRITERIA UNJUK KERJA


KOMPETENSI
1. Menerapkan 1.1. Peraturan dan Undang – Undang K2 (Keselamatan
prosedur Ketenagalistrikan) diterapkan.
pelaksanaan 1.2. Prosedur pelaksanaan diterapkan berdasarkan SOP.
pengoperasian 1.3. Diagram dan prinsip kerja Peralatan Gas Buang
diinterpretasikan dan dilaksanakan berdasarkan
SOP.

2. Mempersiapkan 2.1. Peralatan yang berkaitan dengan pengoperasian


pelaksanaan diidentifikasi masing-masing fungsi dan
pengoperasian pengoperasiannya sesuai dengan spesifikasi SOP .
2.2. Parameter dan fungsi Instrumen / alat ukur berupa
besaran listrik dan mekanik diidentifikasi sesuai
prinsip kerja dan batasan operasi.
2.3. Hasil pembacaan instrument / alat ukur dibandingkan
dengan nilai / angka yang ditetapkan dalam sistem
sesuai spesifikasi yang berlaku diperusahaan.
2.4. Seluruh komponen dari Peralatan Gas Buang siap
untuk dioperasikan sesuai dengan SOP.

3. Mengoperasikan 3.1. Peralatan Gas Buang dioperasikan dengan


Peralatan Gas menggunakan urutan kerja yang berdasarkan SOP.
Buang. 3.2. Gangguan yang berkaitan dengan penyimpangan
penunjukan parameter dan fungsi diidentifikasi
dengan memperhatikan toleransi yang ditetapkan
sesuai SOP.
3.3. Tindakan koreksi dilakukan sesuai dengan SOP.
3.4. Penyimpangan yang teridentifikasi dilaporkan
keatasan.

4. Membuat Laporan 4.1. Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur
Pengoperasian yang ditetapkan oleh perusahaan.
1. Batasan Variabel
Dalam melaksanakan Unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya:
1.1. Peraturan dan Perundangan K2.
1.2. SOP yang berlaku diperusahaan/Unit pembangkit.
1.3. Instruction Manual dari masing-masing Peralatan yang berlaku
diperusahaan.
1.4. Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan
1.5. Peralatan dan Instrumen yang terkait dengan pelaksanaan Unit kompetensi
ini.
1.6. Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya
1.6.1. Melaksanakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
1.6.2. Merapikan Peralatan dan tempat kerja / sesuai dengan standar
lingkungan di tempat kerja.
1.6.3. Menginterpretasikan gambar teknik dan flow diagram.
1.6.4. Menggunakan hand tools & power tools.

2. Panduan Penilaian
2.1. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan:
2.1.1. Pengetahuan:
2.1.1.1. Peraturan dan Perundangan K2.
2.1.1.2. Prosedur Pengoperasian (SOP) Peralatan Gas Buang.
2.1.1.3. Diagram Kerja dan Prinsip kerja Peralatan Gas Buang
2.1.1.4. Pengukuran listrik dan mekanik.
2.1.1.5. Teknik pelaporan.
2.1.2. Keterampilan:
2.1.2.1. Penggunaan peralatan kerja dan alat keselamatan kerja.
2.1.2.2. Penerapan Prosedur pengoperasian Peralatan Gas Buang
2.1.2.3. Pembacaan dan penggunaan Alat Ukur.
2.1.2.4. Pembuatan laporan.

2.2. Ruang lingkup Pengujian:


2.2.1. Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara
simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.
2.2.2. Persyaratan kualifikasi pendidikan formal: SLTA.
2.2.3. Pengujian pengoperasian Peralatan Gas Buang ini didukung dengan
bukti dokumen, uji tertulis dan praktek lapangan.

2.3. Aspek Penting:


2.3.1. Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen
kompetensi.
2.3.2. Memenuhi kriteria yang tercakup pada setiap elemen kompetensi
dengan menggunakan teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai
dengan tempat kerja.
2.3.3. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan
yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan
tersebut.
LEARNING GUIDE

3. Kompetensi Kunci
No Kompetensi Kunci Level
A Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 4
B Mengkomunikasikan ide dan informasi 4
C Merencanakan dan mengatur kegiatan 4
D Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 4
E Menggunakan ide dan teknik matematika 4
F Memecahkan masalah 4
G Menggunakan teknologi 4

Pindahlah ke halaman berikutnya iv


LEARNING GUIDE

STANDARD TOPIK TRAINING


Kode Topik Training : IP.OPR.O.SC.072-A
Judul Topik Training : Pengoperasian Peralatan Gas Buang (KTL.PO.20.115.02)
Jumlah Jam : 16 JP OFF JT + 32 ON JT
Sifat : Core / Stream Core / Support
Kelompok : Teknik
Silabus : Prosedur dan Pelaksanaan K3
Sistem Gas Buang
Komponen Utama Gas Buang
Alat Ukur dan Instrumen
Prinsip Pengoperasian Peralatan Gas Buang
OJT Pengoperasian Peralatan Gas Buang
Tujuan : Setelah menyelesaikan topik Pengoperasian Peralatan Gas Buang peserta mampu
menjelaskan prosedur kerja dan mengoperasikan peralatan Gas Buang dengan
baik dan benar, sesuai Standar Perusahaan yang berlaku.
Level dan kode Profesi : Level IV IP.OPR.O.PTU; IP.OPR.O.PGU;
Pengguna
Kompetensi yang dipersaratkan : 1. Melaksanakan K3
sebelumnya 2. Merapikan peralatan dan tempat kerja sesuai dengan standar lingkuingan
ditempat verja
3. Menginterpretasikan gambar teknik dan flow diagram
4. Peralatan Pemanas Udara
Metode Penilaian : Test Tertulis / Lesan dan Pengamatan Lapangan
Referensi : Buku Standar Perusahaan
Kata kunci : Pengoperasian Peralatan Gas Buang

URAIAN RINCI TOPIK TRAINING


Jam Pel Materi Sub Materi Tujuan Khusus Aktivitas

2 Sistem Gas - Flow diagram Sistem Gas Setelah menyelesaikan materi Sistem Gas Tutorial /
Buang Buang Buang, peserta mampu menjelaskan flow belajar
- Aliran fluida diagram sistem Gas Buang dengan baik mandiri
- Kerugian panas dan benar sesuai Standar Perusahaan
yang berlaku.
4 Komponen Utama - Induced Draft Fan Setelah menyelesaikan materi, Komponen Tutorial /
Gas Buang - Air Heater * Utama , peserta mampu menjelaskan belajar
- Gas Recirculation Fan komponen Gas Buang (IDF, GRF, stack) mandiri
- Damper dengan baik dan benar sesuai Standar
- Electrostatic Precipitator * Perusahaan yang berlaku.
- Stack
2 Alat Ukur dan - Alat Ukur dan Instrumen Setelah menyelesaikan materi Alat Ukur Tutorial /
Instrumen - Tekanan dan Instrumen, peserta mampu belajar
- Temperatur menjelaskan Alat Ukur dan Instrumen mandiri
- Aliran sistem gas buang dengan baik dan benar
- Smoke Detector sesuai Standar Perusahaan yang berlaku.
8 Prinsip - Persiapan Operasi Setelah menyelesaikan materi Prinsip Tutorial /
Pengoperasian - Pengoperasian Peralatan Pengoperasikan Peralatan Gas Buang, belajar
Peralatan Gas Gas Buang peserta mampu menjelaskan Prinsip mandiri
Buang  Persiapan start Pengoperasian Peralatan Gas Buang,
 Start dengan baik dan benar sesuai Standar
 Penelusuran gangguan/ Perusahaan yang berlaku.
penyimpangan
 Monitoring
 Stop
32 OJT - Persiapan sesuai prosedur Setelah menyelesaikan materi OJT Tutorial /
Pengoperasian Persiapan alat kerja Pengoperasikan Peralatan Gas Buang, belajar
Peralatan Gas Safety personel peserta mampu melaksanakan mandiri +

Pindahlah ke halaman berikutnya v


LEARNING GUIDE

Buang P dan ID pengoperasian peralatan Gas Buang, Praktek


dengan baik dan benar sesuai Standar Lapangan
SOP
Perusahaan yang berlaku..
- Pengoperasian peralatan
Gas Buang
- Laporan

DAFTAR ISI

STANDAR KOMPETENSI NASIONAL …………………………………………………..... ii


STANDAR TOPIK TRAINING ………………………………………………………………. v
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………….. Vi
DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………………………….. Viii
PETUNJUK UNTUK MENGGUNAKAN MODUL INI …………………………………….. ix
SINGKATAN ………………………………………………………………………………..... x

1. PROSEDUR DAN PELAKSANAAN K3 ………………………………………………. 1


1.1. Prosedur Penanganan Kecelakaan dan Kebakaran ………………………... 1

2. PENDAHULUAN ………………………………………………………………………… 4

3. KOMPONEN UTAMA SYSTEM GAS BUANG………………………………………. 6


3.1. Economizer……………………………………….………….…………………... 6
3.2. Air Heater …………………………………………………………..……………. 6
3.3. Flue Gas Biasing Damper…………………………………………………..…... 7
3.4 Induced Draft Fan………………………………………………………………... 7
3.5 Stack………………………………………………………………………………. 9

4. ALAT UKUR DAN INSTRUMENT…………………………...………………………… 11


4.1. Parameter temperature (suhu).………………………………………………… 11
4.2. Parameter tekanan………………………………………………………………. 12
4.3. Parameter Emisi (O2 Analyser)………………………………………………… 13
4.4.. Parameter Vibrasi……………………………………………………………… 13

5. PRINSIP KERJA SYSTEM GAS BUANG ……… 15


5.1. Economizer……………………………………….………….…………………... 15
5.2. Air Heater …………………………………………………………..……………. 15
5.3. Flue Gas Biasing Damper…………………………………………………..…... 15
5.4 Induced Draft Fan………………………………………………………………... 16

6. PRINSIP PENGOPERASIAN SISTEM GAS BUANG……………………………... 19


6.1. Persiapan Pengoperasian ……………………………………………………… 19
6.2. Pengoperasian Sistem Gas Buang……………………………………………. 19
6.2.1. Persiapan untuk Start 19
6.2.2. Start 19
6.2.3. Pengaturan dan Pengendalian 19
6.2.4. Penelusuran Gangguan / Penyimpangan 19
6.2.5. Shut Down 19

Pindahlah ke halaman berikutnya vi


LEARNING GUIDE

7. PROSEDURE PENGOPERASIAN SISTEM GAS BUANG 21


7.1. Start Up Sistem Gas Buang 21
7.1.1. Damper 21
7.1.2. Air Heater 21
7.1.3. Induced Draft Fan 21
7.2. Shut Down Sistem Gas Buang 25
7.2.1. Induced Draft Fan 25
7.2.2. Air Heater 25
7.3. Mengatasi Gangguan 26
8. Tugas -Tugas On The Job Training Pengoperasian Sistem Gas Buang 30
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………….. 35
LAMPIRAN ……………………………………………………………………………………. 36

Pindahlah ke halaman berikutnya vii


LEARNING GUIDE

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR.
1. Sistem Gas Buang ………………………………………………….. 4
2. Sistem Aliran Udara dan Gas Buang……………………………… 6
3. Air Heater dan Gas Biasing Damper……………….…………….. 7
4. Induced Draft Fan……………………………………………………. 8
5. Pengukuran temperature…………………….. .............................. 11
6. Macam Tekanan ........................................................................ 12
7. Barometer ……………………………………………………………. 12
8. Pengukuran Tekanan dan Bourdon Tube………………………… 12
9. Pemilihan transmitter O2 Analyser ……………………………….. 13
10. Permissive Start IDF………………………………………………… 22
11. StartUp/ShutDown Sequence IDF……………………………..….. 23
12. Parameter IDF Operasi…………………………………………….. 24
13. Furnace Pressure Control Station………………………………... 25

Pindahlah ke halaman berikutnya viii


LEARNING GUIDE

PETUNJUK UNTUK MENGGUNAKAN MODUL INI

Modul ini ditulis sedemikian rupa agar belajar lebih efektif dan menarik. Dalam
menggunakan modul ini, anda hampir seperti memiliki guru pembimbing pribadi,
karena modul ini disusun sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dilakukan
step-by-step disesuaikan dengan kecepatan kemampuan belajar anda.

Masing-masing modul terdiri dari beberapa sub topik, masing-masing sub topik akan
diajarkan satu per satu sesuai dengan standar topik training (STT) dan acuan
penugasan pada paspor profesi. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan pada saat
anda memulai menggunakan modul ini adalah:
1. Mulailah sub topik yang telah disusun pada tiap halaman sesuai dengan urutan
pada materi pembelajaran yang diberikan setiap halaman..
2. Bacalah dengan baik, teliti dan berusaha untuk memahami isi setiap pembahasan
pada setiap halaman dan kerjakanlah semua petunjuk yang diminta.
3. Hampir setiap sub topik yang diajarkan anda akan diminta untuk menanggapi
sesuatu yang tujuannya untuk mengevaluasi sejauh mana pengertian anda akan
keterangan yang diberikan pada setiap materi, dan anda akan dapat langsung
membandingkan jawaban anda tersebut dengan jawaban yang benar pada
halaman berikutnya.
4. Dianjurkan untuk tidak melihat dahulu halaman berikutnya sebelum anda
memberikan tanggapan.
5. Pada setiap tahap anda akan dituntun untuk tetap berada pada arah pelatihan
yang sesuai dengan tujuan acuan kinerja pada direktori kompetensi.
6. Pada akhir pembahasan setiap sub topik anda akan diminta untuk melakukan
penugasan yang sesuai dengan sub topik yang dibahas dengan tujuan untuk
menselaraskan pengetahuan yang anda terima dengan kondisi dilapangan yang
sesungguhnya.
7. Penugasan-penugasan diarahkan langsung dilapangan dan anda diminta untuk
menanggapi setiap penugasan dengan membuat laporan kepada mentor yang
ditunjuk.
8. Walaupun anda sudah tahu akan sub topik yang diajarkan, tetaplah ikuti langkah-
langkah yang diberikan dengan baik karena hal ini akan menjadi penyegaran yang
berguna bagi anda.
9. Ingatlah dalam modul ini, penugasan akan membuat anda kompeten baik
pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) maupun perilaku (attitude) pada
unit kompetensi yang anda pelajari.
10. Modul ini juga mengajarkan anda bagaimana menerapkan IP-HaPPPI dalam
mempelajari setiap modul, dengan integritas yang anda miliki semua petunjuk
akan anda ikuti walaupun tidak ada yang mengawasi anda dalam proses belajar
mandiri.

Pindahlah ke halaman berikutnya ix


LEARNING GUIDE

SINGKATAN

cm Centi meter
Wg Water Gauge
Kg Kilo gram
mm Mili meter
STT Standar topik training
SKN Standar kompetensi nasional
CR Control Room
PS Pressure Switch
DCIS Distributed Control Integrated System
VIV Variable Inlet Vane
DP Differential Pressure
IDF Induced Draft Fan
MCR Machine Continous Rated
KW Kilo Watt
A Amper
AH Air Heater

Pindahlah ke halaman berikutnya x


LEARNING GUIDE

1. PROSEDUR DAN PELAKSANAAN K3

1.1. PROSEDUR PENANGANAN KECELAKAAN KERJA DAN KEBAKARAN


Seperti yang kita ketahui, kecelakaan kerja dan kebakaran dapat saja terjadi
dimana saja dan kapan saja, setiap adanya kecelakaan atau kebakaran baik itu
terjadi pada manusia atau peralatan di PT Indonesia Power harus dilaporkan
kepada supevisor operasi atau operator control room yang bertugas yang
selanjutnya berdasarkan laporan yang diterima oleh supervisor operasi tersebut
dilakukan tindakan-tindakan penanganan kecelakaan kerja atau kebakaran
tersebut.

Pada saat menerima laporan kecelakaan atau kebakaran, supervisor atau


operator control room harus menanyakan kepada penelpon atau yang
menyampaikan Informasi hal-hal sebagai berikut:

- Nama yang memberikan Informasi kecelakaan atau keadaan emergency.


- Nama korban kecelakaan atau peralatan yang terjadi emergency.
- Penyebab terjadinya kecelakaan atau kebakaran.
- Bantuan apa yang diperlukan segera (ambulan, pemadam kebakaran, dll) jika
tahu.
- Lokasi terjadi kecelakaan atau kebakaran.
- Rute yang paling aman/baik yang dapat dilalui dengan segera.
- Akses kendaraan yang paling cepat dan aman sampai lokasi kejadian.
- Jika kecelakaan atau kebakaran tidak dapat dikontrol atau ditangani.
- Tanggal dan waktu laporan.

Segera setelah saudara memperoleh informasi tersebut, telepon atau hubungi


pejabat-pejabat dan bagian-bagian yang berkepentingan serta berikan semua
informasi diatas. Hubungi pihak keamanan unit dan yakinkan bahwa yang
bersangkutan telah mengetahui semua informasi yang anda berikan secara
benar.

Nomor-nomor telepon yang dapat dihubungi jika terjadi keadaan darurat:

1. Control room :……………………


2. Keamanan/satpam :……………………
3. Supervisor Operasi :……………………
4. Supervisor keamanan :……………………
5. Polisi :…………………….
6. Pemadam kebakaran :…………………….
7. Petugas kesehatan :…………………….
8. Pejabat penanggung jawab :…………………….

Pindahlah ke halaman berikutnya xi


LEARNING GUIDE

Salinlah daftar tersebut dalam buku catatan anda dan hafalkan nomor-nomor
penting tersebut.

Setelah anda mempelajari prosedur penanganan kecelakaan kerja dan


kebakaran pada halaman sebelumnya, dan untuk melihat apakah anda benar-
benar telah memahami prosedur penanganan kecelakaan kerja dan kebakaran
tersebut, tutuplah halaman 1 sebelumnya dan tuliskan:

1. Hal-hal apa saja yang harus ditanyakan kepada pelapor jika pada saat anda
bertugas menerima laporan terjadinya kecelakaan kerja atau kebakaran.
2. Coba anda sebutkan kepada siapa saja anda harus melaporkan kejadian
tersebut.
3. berdasarkan pertanyaan nomor 2, coba tulis kan nomor-nomor telepon yang
anda harus hubungi.

Setelah anda selesaikan semuanya, bukalah halaman berikutnya dan periksalah


hasil anda.

Pindahlah ke halaman berikutnya xii


LEARNING GUIDE

Inilah hasilnya. Periksalah pekerjaan anda dengan seksama dan berilah catatan
khusus untuk jawaban yang salah.

1. Hal-hal yang harus ditanyakan kepada pelapor

- Nama yang memberikan Informasi kecelakaan atau keadaan emergency.


- Nama korban kecelakaan atau peralatan yang terjadi emergency.
- Penyebab terjadinya kecelakaan atau kebakaran.
- Bantuan apa yang diperlukan segera (ambulan, pemadam kebakaran, dll) jika
tahu.
- Lokasi terjadi kecelakaan atau kebakaran.
- Rute yang paling aman/baik yang dapat dilalui dengan segera.
- Akses kendaraan yang paling cepatdan aman sampai lokasi kejadian.
- Jika kecelakaan atau kebakaran tidak dapat dikontrol atau ditangani.
- Tanggal dan waktu laporan.

2/3. Nomor-nomor telepon yang dapat dihubungi jika terjadi keadaan darurat:

1. Control room :……………………


2. Keamanan/satpam :……………………
3. Supervisor Operasi :……………………
4. Supervisor keamanan :……………………
5. Polisi :…………………….
6. Pemadam kebakaran :…………………….
7. Petugas kesehatan :…………………….
8. Pejabat penanggung jawab :…………………….

Bila jawaban anda tidak semua betul, sebaiknya lihatlah kembali halaman 1, dan
pelajari lagi.

Jika anda telah merasa yakin bahwa materi tersebut telah anda kuasai, lanjutkanlah.

Pindahlah ke halaman berikutnya xiii


LEARNING GUIDE

Pindahlah ke halaman berikutnya xiv


LEARNING GUIDE

2. PENDAHULUAN

Pada suatu sistem unit pembangkit termal khususnya untuk PLTU terdapat
peralatan yang berfungsi untuk membuang gas sisa pembakaran, mengatur
temperatur gas buang yang masih tinggi + 380 oC dengan pemanfaatannya
sebagai media pemanas economizer serta air heater dan mengatur tekanan
ruang bakar sesuai dengan desainnya -12 mmWg dan temperatur ideal yang
keluar air heater + 120oC, sekaligus untuk memonitor emisi gas buang. Sistem
tersebut biasa disebut sistem gas buang.

Gambar 1. sistem Gas Buang

Pemanfaatan gas buang sebagai media pemanas adalah untuk meningkatkan


efisiensi boiler dan unit secara keseluruhan.

Bagaimana setelah anda membaca topik materi diatas, sebelum anda berpindah
ke halaman berikutnya: cobalah jelaskan untuk apa saja pemanfaatan gas buang
yang masih tinggi tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap Boiler ?

Pindahlah ke halaman berikutnya 4


LEARNING GUIDE

Jika anda telah selesai menuliskan tugas tersebut cocokkan dengan jawaban
dibawah ini.

Pemanfaatan Gas Buang yang masih tinggi suhunya ( 380oC )


digunakan sebagai media pemanas awal air pengisi boiler pada
Economizer, media pemanas udara primery dan secondary pada Air
Heater dan pengatur tekanan ruang bakar -12 mmWG.
Pengaruhnya terhadap boiler adalah meningkatkan effisiensi.

Jika anda telah puas dengan jawaban anda, lanjutkan pada topik materi
selanjutnya

Pindahlah ke halaman berikutnya 5


LEARNING GUIDE

3. Komponen Utama Gas Buang

Gambar 2. Sistem Aliran Udara dan Gas

3.1. Economizer
Berfungsi untuk meningkatkan effisiensi unit secara keseluruhan dengan
memanfaatkan panas yang masih tinggi pada gas sisa pembakaran boiler
untuk memanaskan air pengumpan sebelum masuk ke steam drum,
prinsip kerja perpindahan panas pada alat ini secara konduksi.

3.2. Air Heater


Berfungsi untuk meningkatkan effisiensi unit secara keseluruhan dengan
memanfaatkan panas yang masih tinggi pada gas sisa pembakaran boiler
untuk memanaskan udara primer yang berfungsi sebagai pembawa
sekaligus pemanas serbuk batubara dari dalam pulverizer menuju ruang
bakar dan udara sekunder yang berfungsi untuk pengaturan udara
pembakaran, prinsip kerja perpindahan panas pada alat ini secara
konduksi. Dengan adanya udara yang dipanaskan ini maka akan
mengurangi jumlah batubara yang dibakar sebagai akibat energi panas
yang digunakan untuk menghasilkan steam berkurang.

Pindahlah ke halaman berikutnya 6


LEARNING GUIDE

Gambar 3. Air Heater dan Gas Biasing Damper

3.3. Gas Biasing Damper ( 001A & 001B )


Bagian integral dari system reheat steam temperature control yang
berfungsi mengatur aliran gas yang melalui reheater dan superheater
sehingga laju perpindahan panas pada keduanya dapat dikontrol untuk
memberikan effek temperature uap yang optimal

3.4. Induced Draft Fan (IDF)


IDF merupakan bagian dari Boiler Draft Fan, yang berfungsi:
 Mempertahankan Furnace Pressure Negatif (-12 mmWg)
 Membuang sisa hasil pembakaran (abu) yang tidak tertangkap
Electrostatic Precipitator ke cerobong asap (Stack),
 Memberikan kestabilan operasi FDF dan PAF.

Pindahlah ke halaman berikutnya 7


LEARNING GUIDE

Gambar 4. Induced Draft Fan

Terdapat 2 buah IDF dengan kapasitas masing-masing 50% MCR, dilengkapi


dengan 2 speed Electric Motor (Low/ High Speed) Double Inlet Centrifugal.
Data Motor IDF disajikan :
Tabel 1 : Data Motor IDF

Data Motor IDF


Type TEWAC 136611
Seri 3012 AA/ 02
Daya 4302 HP
2050 KW
Tegangan 10.5 KV
Arus 307/ 177 A
Phase 3
Frequency 50 Hz
Speed 3000 rpm
Service Factor Continue
0
Temperatur rise 80 C
Measuring Temp. RTD

Tabel 2 : Batasan Operasi IDF

Batasan High Alarm IDF


1 X/Y Motor Vibration 0.08 mm
0
2 Motor Winding Temp. 150 C
3 Fan Vibration 0.120 mm
0
4 Motor NDE Bearing Temp. 85 C
0
5 Motor Drive end Bearing Temp. 85 C
0
6 Fan NDE Bearing Temp. 77 C
0
7 Fan Drive end Bearing Temp. 77 C
8 Motor Load Current 177 A
9 Power low/ high speed 2076.8/ 4302 KW

Pindahlah ke halaman berikutnya 8


LEARNING GUIDE

Proteksi-proteksi IDF dari Trip:


• Motor In/ Outboard Bearing Temperature High,
• IDF A & B trip Command (Master Fuel Trip) akibat Furnace Pressure
very low,
• Vibration High& Circuit Breaker Protection (Over current, ground fault,
overload)
• Arus motor IDF 185 A selama 1200 detik.

3.5. Stack
Berfungsi untuk membuang gas sisa pembakaran ke atmosfir dengan
ketinggian stack yang mencapai ratusan meter akan membantu
meningkatkan daya hisap induce draft fan.

Setelah anda membaca topik materi diatas dan untuk mengingatkan kembali apa
yang sudah anda baca, maka cobalah anda tuliskan:

i. Sebutkan bagian – bagian utama sistem gas buang


ii. Jelaskan fungsi bagian – bagian utama sistem gas buang.

Setelah anda selesai lanjutkan pada halaman berikutnya.

Jika anda telah selesai, bandingkan dengan jawaban dibawah ini:


Pindahlah ke halaman berikutnya 9
LEARNING GUIDE

1. Bagian – bagian utama sistem gas buang adalah Economizer,


Primary/Secondary Air Heater, Gas Biasing Damper, Induced Draft Fan,
Electrostatic Precipitator dan Stack.
2. Economizer berfungsi sebagai pemanas awal air pengumpan sebelum
masuk ke steam drum,
Air Heater berfungsi sebagai pemanas udara primer dan udara sekunder,
dimana udara primer untuk pemanas dan pembawa serbuk batubara dari
Pulverizer menuju ruang bakar dan udara sekunder untuk mengatur udara
pembakaran di boiler
Gas biasing damper berfungsi sebagai pengatur aliran gas yang melalui
Reheater dan Superheater sehingga laju perpindahan panas pada keduanya
dapat dikontrol
Induced Draft Fan berfungsi mempertahankan Furnace Pressure Negatif -12
mmWg, membuang sisi hasil pembakaran ( abu) yang tidak tertangkap di EP
ke cerobong ( Stack)
Electrostatic Precipitator ( EP ) berfungsi menangkap abu hasil pembakaran
yang terkandung di dalam gas buang, sehingga gas buang yang keluar
cerobong relatif bersih
Stack berfungsi untuk membuang gas sisa pembakaran ke atmosfir.

Bagaimana jawaban anda, apakah sesuai dengan jawaban diatas, coba anda
bandingkan dan perhatikan dimana letak kesalahan yang anda sering lakukan,
ulangi lagi topik pelajaran ini jika anda melakukan banyak kesalahan.

Jika anda puas dengan jawaban anda, pindahlah ke halaman berikut.

Pindahlah ke halaman berikutnya 10


LEARNING GUIDE

4. Alat Ukur dan Instrument

Alat ukur berfungsi untuk mengetahui harga dari suatu proses/kondisi.


Pada prinsipnya sistem pengukuran terdiri dari 3 bagian, yaitu : elemen sensor,
transmiter dan pointer (indicator-display). Untuk menterjemahkan sinyal
pengukuran dari elemen sensor menjadi sinyal yang dapat dimengerti oleh
indicator, maka dibutuhkan unit transmiter.
Banyak parameter yang harus dipantau dan dikendalikan didalam suatu proses
di unit system gas buang, tetapi umumnya terdiri dari :
a. Tekanan (Pressure).
b. Suhu (Temperatur).
c. O2 analyser.
d. Vibrasi

4.1. Parameter Suhu ( Temperatur )

• Pengukuran temperatur dapat dilakukan secara langsung maupun


tidak langsung pada benda yang diukur.
• Satuan temperatur adalah derajat Celcius

Gambar 5 : Pengukuran temperatur

4.2. Parameter Tekanan

• Tekanan adalah gaya yang bekerja pada suatu penampang tertentu.


• Satuan tekanan adalah : mmWg.
• Ada beberapa istilah penggunaan tekanan, yaitu :

Pindahlah ke halaman berikutnya 11


LEARNING GUIDE

1) Tekanan mutlak (absolut)


2) Tekanan atmosfir (atmospheric pressure)
3) Tekanan pengukuran (gauge)
4) Tekanan vakum (minus)

Gambar 6 : Macam tekanan


Gambar 7 : Barometer

Gambar 8 : Pengukuran tekanan dangan Bourdon Tube

Pindahlah ke halaman berikutnya 12


LEARNING GUIDE

4.3. Parameter Emisi (O2 Analyser)

Alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kandungan O2 yang


terkandung di dalam gas buang untuk menjaga kesempurnaan proses
pembakaran, dengan satuan besaran %O2.

Gambar 9 : Pemilihan transmitter O2 Analyser

4.4. Parameter vibrasi


Vibrasi merupakan penyimpangan suatu benda yang berputar dari
sumbu porosnya. Penghitungan vibrasi dapat dengan menggunakan
metode displacement (mm) dan Velocity (mm/s).

Setelah anda membaca topik materi diatas dan untuk mengingatkan kembali apa
yang sudah anda baca, maka cobalah anda tuliskan:

1. Sebutkan 4 bagian alat ukur / instrumentasi yang terdapat dalam sistem


gas buang
2. Jelaskan fungsi alat ukur / instrumentasi yang ada dalam sistem gas
buang.
Setelah anda selesai lanjutkan pada halaman berikutnya.

Pindahlah ke halaman berikutnya 13


LEARNING GUIDE

Jika anda telah selesai, bandingkan dengan jawaban dibawah ini:

1.4 bagian alat ukur yaitu: Tekanan ( Pressure ), Suhu ( Temperature ), O2


Analyzer, dan vibrasi meter
2. Alat ukur Tekanan ( Pressure ) berfungsi untuk mengukur gaya yang
bekerja pada suatu penampang tertentu, istilah penggunaan adalah
tekanan mutlak ( absolute ) dan tekanan atmosfir ( atmospheric pressure )
dengan satuan besaran mmWg
Alat ukur suhu ( Temperature ) berfungsi untuk mengukur besaran suhu
baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan satuan besaran
Derajat Celcius
O2 Analyzer berfungsi untuk mengukur jumlah kandungan O2 yang
terkandung di dalam gas buang, menjaga kesempurnaan proses
pembakaran, dengan satuan besaran %O2.
Vibrasi meter berfungsi untuk mengukur penyimpangan suatu benda yang
berputar dari sumbu porosnya. Penghitungan vibrasi dapat dengan
menggunakan metode displacement (mm) dan Velocity (mm/s).

Bagaimana jawaban anda, apakah sesuai dengan jawaban diatas, coba anda
bandingkan dan perhatikan dimana letak kesalahan yang anda sering lakukan,
ulangi lagi topik pelajaran ini jika anda melakukan banyak kesalahan.

Jika anda puas dengan jawaban anda, pindahlah ke halaman berikut.

Pindahlah ke halaman berikutnya 14


LEARNING GUIDE

5. Prinsip Kerja System Gas Buang


5.1. Economizer
Berfungsi untuk meningkatkan effisiensi unit secara keseluruhan dengan
memanfaatkan panas yang masih tinggi pada gas sisa pembakaran boiler
untuk memanaskan air pengumpan sebelum masuk ke steam drum,
prinsip kerja perpindahan panas pada alat ini secara konduksi.

5.2. Air Heater


Berfungsi untuk meningkatkan effisiensi unit secara keseluruhan dengan
memanfaatkan panas yang masih tinggi pada gas sisa pembakaran boiler
untuk memanaskan udara primer yang berfungsi sebagai pembawa
sekaligus pemanas serbuk batubara dari dalam pulverizer menuju ruang
bakar dan udara sekunder yang berfungsi untuk pengaturan udara
pembakaran, prinsip kerja perpindahan panas pada alat ini secara
konduksi. Dengan adanya udara yang dipanaskan ini maka akan
mengurangi jumlah batubara yang dibakar, sebagai akibat energi panas
yang dipergunakan untuk menghasilkan steam berkurang.

5.3. Flue Gas Biasing Damper


Untuk mencegah terjadinya penahanan aliran maka proses open/close
flue gas biasing damper diatur sedemikian rupa di mana salah satu
damper full open sebelum damper lainnya menuju close. Untuk
mencegah kecepatan aliran yang tinggi di Reheater dan Superheater,
damper mempunyai posisi minimum yang ditentukan sebagai fungsi dari
air flow
Pengaturan damper adalah fungsi dari beban unit (total air flow). Pada
beban rendah flue gas dialirkan ke reheater untuk membatasi perbedaan
temperature antara main steam dengan reheat steam. Sehingga jumlah
gas buang yang mengalir melalui reheater tube menjadi lebih banyak,
yang mengakibatkan laju perpindahan panas pada daerah reheater
menjadi lebih banyak. Sedangkan pada beban tinggi flue gas dialirkan ke
daerah superheater untuk mengurangi panas ke reheater.
Pada beban di bawah 20%, flue gas biasing damper dikontrol oleh low
load deadband control yang mengatur pendistribusian flue gas sehingga
reheater dan superheater outlet temperature pada nilai yang sama untuk
mengurangi thermal stress. Low load damper di release apabila:
 Main damper control tidak sedang beroperasi
 No spray valve open
 Damper station dalam posisi automatic
Beban diatas 20%, flue gas biasing damper dikontrol oleh reheat
temperature gas biasing damper control yang merupakan main control.
Pada operasi normal controller menggunakan reheat temperature set
point, reheat steam temperature feedback, feed forward signal dan limit
program(bukaan minimum untuk membatasi kecepatan flue gas) untuk
pengaturan gas biasing damper.
Reheat temperature controller mempertahankan reheat steam
temperature pada range set pontnya dengan cara:
 Pengaturan flue gas biasing damper
 Pengaturan reheat attemperator spray control valve
Pindahlah ke halaman berikutnya 15
LEARNING GUIDE

Reheat attemperator spray valve hanya membuka apabila flue gas


biasing damper sudah tidak sanggup lagi mengontrol temperature
reheat steam pada set pointnya. Hal yang dapat diatur oleh operator
yaitu :
 Target set point
 Set point ramp rate
 Hold/release set point ramp
Ketepatan dan stabilitas reheat steam temperature sangat penting untuk
menghindari :
 Temperatur metal boiler yang tinggi yang dapat menyebabkan
kerusakan pada boiler reheat tube.
 Fluktuasi reheat steam temperature dapat menambah fatique
stress pada turbin, akibat terhubungnya HP dan IP turbin,
sehingga jika terdapat perbedaan yang tinggi antara main steam
dan reheat steam temperature akan terjadi termal stress di
sambungan antara HP dan IP turbin.
 Masuknya uap basah ke turbin yang dapat merusak sudu turbin.
Akibat reaksi perubahan temperature reheat yang lambat maka reheat
steam dilengkapi dengan reheat attemperator. Reheat steam spray
controller set point didasarkan pada operator adjustable set point
ditambah set point bias yang merupakan fungsi dari flue gas biasing
damper demand. Bias bertujuan untuk tetap menjaga spray valve
menutup selama gas biasing damper masih efektif untuk mengontrol
temperature reheat steam. Begitu flue gas biasing damper tidak dapat
lagi mengontrol reheat temperature, maka reheat spray akan membuka
dan jika flue gas biasing damper kembali dapat mengontrol reheat
steam temperature maka spray valve akan menutup.

5.4. Induce Draft Fan


Induce draft fan akan mempertahankan furnace pressure sesuai dengan
set point-nya dengan mengatur posisi variable inlet vane/damper (VIV).
Besarnya pembukaan inlet damper akan mengontrol flow gas yang
melalui fan. Pada saat salah satu fan trip, maka fan yang tidak trip,
variable inlet vane-nya akan menuju pembukaan penuh untuk
mempertahankan furnace pressure. Pada saat yang bersamaan boiler
akan runback sesuai kemampuan maksimum IDF (50% load). Tiga buah
transmitter digunakan untuk mengukur furnace pressure. Kegagalan pada
salh satu transmitter tidak akan menyebabkan kegagalan pada system.
Jika terjadi deviasi yang besar pada salah satu pressure transmitter akan
muncul alarm dan harus diselidiki karena dapat berpotensi menimbulkan
furnace implusion
IDF dikendalikan secara manual maupun auto dari control room, tidak
ada fasilitas start/stop dari local. Operator dapat men-set furnace
pressure pada “furnace pressure master station”. Operator dapat
mengatur demand IDF secara manual, dan pada posisi auto IDF akan
mempertahankan furnace pressure sesuai dengan set point. Operator
dapat mengatur pergerakan setiap VIV secara manual jika IDF slave
station pada manual mode. Apabila IDF slave posisi auto dan IDF

Pindahlah ke halaman berikutnya 16


LEARNING GUIDE

master posisi manual, maka operator dapat mengontrol VIV secara


tandem.
Perlu menjadi perhatian bahwa di unit 5~7 suralaya, jika fan dimanual,
maka unit akan langsung runback, kecuali jika sinyal runback-nya di
override.
IDF master akan trip ke manual apabila terjadi :
 Furnace pressure signal irrational
 Kedua slave station (inlet vane station) posisi manual.
IDF akan alarm jika terjadi :
 Ada deviasi yang besar oleh salah satu pressure
transmitter
 Furnace pressure high/low
 Suction pressure mendekati limit-nya.
Faktor-faktor yang menyebabkan IDF trip adalah :
 IDF motor in board dan out board bearing temperature high
 IDF A & B trip command
 IDF vibration high
 CB protection (over current, ground fault, overload)
 IDF arus motor 185 A selama 1200 detik.

Setelah anda membaca topik materi diatas dan untuk mengingatkan kembali apa
yang sudah anda baca, maka cobalah anda tuliskan:

1. Jelaskan secara singkat prinsip kerja dari tiap bagian dari sistem Gas
buang
2. Faktor apa saja yang menyebabkan alarm IDF, Kontrol Master Trip to
Manual dan IDF Trip

Setelah anda selesai lanjutkan pada halaman berikutnya.

Pindahlah ke halaman berikutnya 17


LEARNING GUIDE

Jika anda telah selesai, bandingkan dengan jawaban dibawah ini:

1. Economizer prinsip kerjanya adalah perpindahan panas dari gas buang


yang masih tinggi temperaturnya ke air pengisi Boiler ( Heat Transfer
secara konduksi )
Air Heater prinsip kerjanya adalah perpindahan panas dari gas buang
yang masih tinggi temperaturnya ke udara primer untuk pemanas
batubara/ pembawa batubara ke boiler dan udara sekunder untuk
pengaturan udara pembakaran ( Heat Transfer secara konduksi )
Flue Gas biasing damper prinsip kerjanya adalah untuk mengatur aliran
gas buang yang melewati Superheater dan Reheater dan sekaligus
controlling temperatur Reheat
Induced Draft Fan prinsip kerjanya mempertahankan furnace pressure
sesuai dengan set point-nya dengan cara mengatur posisi variable inlet
vane/damper(VIV)
2. Faktor – factor yang menyebabkan ID fan Alarm :
- Adanya deviasi yang besar oleh salah satu pressure transmitter
- Furnace Pressure high / low
- Suction pressure mendekati limit-nya

Faktor – factor yang menyebabkan Kontrol master trip to manual :


- Furnace Pressure Signal Irrational
- Kedua slave station ( inlet vane station ) posisi manual

Faktor – factor yang menyebabkan ID fan trip :


- Motor Inboard/Outboard bearing temp. high
- IDF A & B trip command
- IDF Vibrasi high-high
- CB Protection ( over current, ground fault, overload )
- IDF arus motor 185 A selama 1200 detik

Bagaimana jawaban anda, apakah sesuai dengan jawaban diatas, coba anda
bandingkan dan perhatikan dimana letak kesalahan yang anda sering lakukan,
ulangi lagi topik pelajaran ini jika anda melakukan banyak kesalahan.

Jika anda puas dengan jawaban anda, pindahlah ke halaman berikut.

Pindahlah ke halaman berikutnya 18


LEARNING GUIDE

6. Prinsip Pengoperasian Sistem Gas Buang


6.1.Persiapan Pengoperasian
- Perlengkapan K3 untuk personil (Operator)
- Perlengkapan alat kerja
- Kesiapan SOP, IK dan P&ID.
- Kesiapan log sheet
- Kesiapan alat komunikasi
- Lingkungan kerja

6.2. Pengoperasian Peralatan Gas Buang


6.2.1. Persiapan Untuk Start.
Setiap kali menjalankan system gas buang, periksa dan pastikan hal-hal
tersebut :
(1). Pemeriksaan Umum
Periksa dan pastikan semua peralatan tidak ada tagging dan dapat
bekerja dengan baik. Apabila didapati peralatan yang tidak bekerja
dengan baik laporkan kepada bagian pemeliharaan untuk diperbaiki.
(2). Minyak Pelumas dan Grease
Periksa level minyak pelumas dan keadaan grease untuk semua
mesin-mesin yang berputar. Isi dan kalau perlu perbaiki minyak
pelumas didalam peralatan dan alat bantu lain yang memerlukan.
(3). Periksa dan yakinkan sistem pendingin untuk bearing telah tersedia
(4). Kedudukan Damper.
Periksa posisi semua damper yang akan dioperasikan dan yakinkan
udara instrument telah tersedia:
(5). Pastikan dan yakinkan mainhole-mainhole telah tertutup semua.
(6). Sistem Komunikasi.
Sistem komunikasi harus bagus antara control room dengan lokal.

6.2.2. Start ( Ikuti SOP )

6.2.3. Pengaturan Dan Pengendalian ( Ikuti SOP )

6.2.4. Penelusuran Gangguan/ Penyimpangan


- Gangguan mekanik (menggunakan SOP)
- Gangguan listrik (menggunakan SOP)
- Gangguan control (menggunakan SOP)

6.2.5. Shut Down ( Ikuti SOP )

Setelah anda membaca topik materi diatas dan untuk mengingatkan kembali apa
yang sudah anda baca, maka cobalah anda tuliskan:

1. Selama persiapan pengoperasian, hal apa saja yang penting


diperhatikan
2. Pemeriksaan apa saja setiap kali kita menjalankan sistem gas buang

Pindahlah ke halaman berikutnya 19


LEARNING GUIDE

Setelah anda selesai lanjutkan pada halaman berikutnya.

Jika anda telah selesai, bandingkan dengan jawaban dibawah ini:

1. Hal penting yang dipersiapkan ketikan akan mengoperasikan sistem gas


buang :
- Perlengkapan K3 untuk personil ( operator )
- Perlengkapan alat kerja
- Kesiapan SOP, IK dan P & ID
- Kesiapan Log Sheet
- Kesiapan alat komunikasi
- Lingkungan kerja
2. Setiap kali kita mempersiapkan untuk menjalankan sistem gas buang
yang perlu diperhatikan :
- Periksa dan pastikan semua peralatan tidak ada tagging dan
dapat bekerja dengan baik.
- Periksa minyak pelumas dan grease untuk semua mesin – mesin
yang berputar
- Periksa dan yakinkan sistem pendingin untuk bearing telah
tersedia
- Periksa posisi semua damper yang akan dioperasikan dan
yakinkan udara instrument telah tersedia
- Pastikan dan yakinkan mainhole-mainhole telah tertutup semua
- Sistem komunikasi antara Control Room dan lokal bekerja dengan
baik

Bagaimana jawaban anda, apakah sesuai dengan jawaban diatas, coba anda
bandingkan dan perhatikan dimana letak kesalahan yang anda sering lakukan,
ulangi lagi topik pelajaran ini jika anda melakukan banyak kesalahan.

Jika anda puas dengan jawaban anda, pindahlah ke halaman berikut.

Pindahlah ke halaman berikutnya 20


LEARNING GUIDE

7. PROSEDUR PENGOPERASIAN SISTEM GAS BUANG

7.1. Start Up Sistem Gas Buang.


7.1.1. Damper
Open semua damper sistem gas buang, serta periksa :
a. Di CR indikasi open dan gambar damper berwarna merah
b. Di local yakinkan pressure udara instrument normal (7 kg/cm2),
dan isolating udara instrument ke setiap damper open

7.1.2. Air Heater


(1). Jalankan pompa support dan guide bearing, serta periksa :
a. Di CR indikasi start muncul dan gambar pompa berwarna merah,
yakinkan bearing temperature antara < 62.8 oC.
b. Di local tidak ada kelainan suara, yakinkan differensial pressure
normal (8 psi untuk support dan 4 kg/cm2 untuk guide).
(2). Jalankan Seal Air Blower, serta periksa :
a. Di CR indikasi start muncul dan gambar blower berwarna merah,
seal air blower pressure normal (PS 000200).
b. Di local tidak ada kelainan suara, yakinkan pressure normal (9
psi).
(3). Jalankan elektrik motor, serta periksa :
a. Di CR indikasi start muncul dan gambar motor berwarna merah
b. Di local yakinkan air heater mutar dan tidak ada kelainan suara.

7.1.3. Induced Draft Fan


(1) Persiapan Start / check lokal :
a. Yakinkan IDF tidak ada tagging
b. Check semua mainhole tertutup
c. Check VIV tertutup rapat
d. Check system pendingin untuk bearing dan bearing oil level
e. Check sensor vibrasi dan temperature
f. Yakinkan fire fighting stand by
g. Yakinkan valve udara instrument untuk control VIV dan outlet
damper posisi terbuka
h. Check drain chasing dalam keadaan tertutup
i. Check cover coupling antara motor dan fan tertutup dengan baik.
j. Click IDF yang akan distart.
k. Tekan “I” untuk memeriksa permissive IDF yang akan distart.
Indikasi pada DCIS akan berwarna merah apabila permitnya
terpenuhi.

Pindahlah ke halaman berikutnya 21


LEARNING GUIDE

Gambar 10. Permissive Start IDF

(2). Persiapan Start di DCIS :


a. Tampilkan window IDF
b. Click IDF yang akan distart.
c. Tekan “I” untuk memeriksa permissive IDF yang akan distart.
Indikasi pada DCIS akan berwarna merah apabila permitnya
terpenuhi.
(3). Start IDF :
a. Tampilkan window IDF
b. Click IDF yang akan distart.
c. Tekan “A”
d. Tekan “ █ ”
Start sequence adalah sebagai berikut :
a. Close Out Damper/Hold vane closed
b. Start/Hold inlet Vane closed
c. Run up/Hold Inlet Vane closed (waktu IDF run up 31 detik)
d. Open Out Damper / Release Inlet Vane

Pindahlah ke halaman berikutnya 22


LEARNING GUIDE

Gambar 11. StartUp/ShutDown Sequence IDF

(4). Monitoring :
a. Monitor arus < 177 A.
b. Monitor vibrasi < 0.1 mm
c. Monitor bearing temperature < 70oC.

Pindahlah ke halaman berikutnya 23


LEARNING GUIDE

Gambar 12. Parameter IDF Operasi

(5) Pengaturan Furnace Pressure


a. Tampilkan window IDF
b. Tekan “A”.
c. Click IDF Inlet Vane station yang distart, open secara manual
pembukaan inlet vane, sampai furnace pressure mendekati -12
mmWg, Posisikan “Auto” Inlet Vane Station.
d. Posisikan “Auto” Furnace Pressure Master Station

Pindahlah ke halaman berikutnya 24


LEARNING GUIDE

Gambar. 13. Furnace Pressure Control Station

7.2. Shutdown Sistem Gas Buang.


7.2.1. Induced Draft Fan
a. Tampilkan window IDF
b. Click IDF yang akan distop.
c. Tekan “A”
d. Tekan “ ”
Stop sequence adalah sebagai berikut :
a. Hold inlet vane closed
b. Stop/Hold inlet Vane closed
c. Run Down/Hold Inlet Vane closed (waktu IDF run down 3
detik)
d. Close Out Damper / Release Inlet Vane

7.2.2. Air Heater


(1). Stop elektrik motor, serta periksa :
a. Di CR indikasi stop muncul dan gambar motor berwarna hijau
b. Di local yakinkan air heater stop.
(2). Stop pompa support dan guide bearing, serta periksa :
a. Di CR indikasi stop muncul dan gambar pompa berwarna hijau.

Pindahlah ke halaman berikutnya 25


LEARNING GUIDE

b. Di local tidak ada kebocoran system minyak pelumas maupun


system pendingin minyak pelumas.
(3). Stop Seal Air Blower, serta periksa :
a. Di CR indikasi stop muncul dan gambar blower berwarna hijau.
b. Di local tidak ada kebocoran system minyak pelumas.

7.3. Mengatasi Gangguan.

1. Jika salah satu IDF trip maka akan terjadi furnace pressure high.
Akibatnya :
• Boiler runback
• Reaksi VIV yang tidak trip akan membuka menuju posisi max
sesaat untuk mempertahankan furnace pressure normal (-12 mmWg)
• Reaksi combustion control pada saat IDF trip akan terjadi hunting
sesaat, setelah IDF dan FDF balance dan load runback complete, maka
VIV akan normal kembali
• Reaksi beban akan turun menjadi sekitar 50% MCR sesuai
kemampuan IDF.
Mengatasi gangguan :
• Monitor proses runback secara auto, jika proses runback secara
auto gagal, ambil alih secara manual untuk menurunkan beban.

2. Jika salah satu damper gas biasing yang macet pada posisi persentase
pembukaan yang lebih besar dari pada set pointnya
Akibatnya :
• Jika yang tertinggal adalah reheater damper maka temperature
reheat steam akan meningkat
• Jika yang tertinggal adalah superheater damper maka
temperature main steam akan meningkat
Mengatasi gangguan :
• Lakukan langkah untuk mengurangi steam temperature yang
meningkat (set point temperature diturunkan, kurangi pembakaran pada
level yang tertinggi, kurangi excess air, sootblower pada wall tube).
• Check local damper yang mengalami kemacetan, jika perlu
damper yang macet diatur dari local dengan berkoordinasi dengan
control room

3. Jika salah satu air heater trip maka akan terjadi penurunan temperature
udara pembakaran.
Akibatnya :
• Jika yang trip primary air heater maka temperature primary air
akan turun yang akan menurunkan mill outlet temperature, sehingga
dapat menimbulkan pyrite yang banyak bahkan bisa terjadi plug pada
coal pipe.
• Jika yang trip secondary air heater maka temperature secondary
air akan turun yang akan menurunkan udara pembakaran.

Pindahlah ke halaman berikutnya 26


LEARNING GUIDE

Cara mengatasi gangguan :


• Start secepat mungkin air heater yang trip
• Jika main drive tidak bisa start, coba start auxiliary drive (air
motor)
• Jika auxiliary drive juga gagal, coba retrack sector plate air heater
yang trip kemudian coba lagi start main drive
• JIka ketiga langkah di atas gagal, turunkan beban sesuai dengan
kemampuan air heater yaitu sampai temperature udara pembakaran
yang terganggu normal.
• Tutup inlet dan outlet flue gas damper air heater yang trip.
• Tutup inlet dan outlet sisi udara damper air heater yang trip
• Lakukan throttling pada outlet damper flue gas :
• Jika yang trip primary air heater maka yang dithrotling adalah
outlet flue gas damper secondary air heater
• Jika yang trip secondary air heater maka yang dithrotling
adalah outlet flue gas damper primary air heater

Setelah anda membaca topik materi diatas dan untuk mengingatkan kembali apa
yang sudah anda baca, maka cobalah anda tuliskan:

1. sebutkan persiapan dan pengechekan yang dilakukan ketika akan


melakukan Start ID Fan
2. Apa yang terjadi akibat salah satu ID Fan Trip
3. Sebutkan langkah – langkah untuk mengatasi gangguan pada sistem
Gas Buang
Setelah anda selesai lanjutkan pada halaman berikutnya.

Pindahlah ke halaman berikutnya 27


LEARNING GUIDE

Jika anda telah selesai, bandingkan dengan jawaban dibawah ini:

1. Persiapan dan pengechekan yang dilakukan ketika akan Start ID Fan :


- Pastikan dan yakinkan IDF tidak ada tagging
- Check semua mainhole tertutup
- Check VIV tertutup rapat
- Check sistem pendingin untuk bearing dan bearing oil level
- Check sensor vibrasi dan temperatur
- Yakinkan fire fighting stand by
- Yakinkan valve udara instrument untuk VIV outlet damper posisi
terbuka
- Check drain chasing dalam keadaan tertutup
- Check cover coupling antara motor dan fan tertutup dengan baik
- Clik IDF yang akan di start

2. Bila terjadi salah satu IDF trip, akibatnya adalah


- Boiler runback
- Reaksi VIV yang tidak trip akan membuka menuju maximum
sesaat untuk mempertahankan furnace pressure normal ( -12
mmWg )
- Reaksi combustion control pada saat IDF trip akan terjadi hunting
sesaat, setelah IDF dan FDF balance dan load runback complete,
maka VIV akan normal kembali
- Reaksi beban akan turun menjadi sekitar 50 % MCR sesuai
dengan kemampuan IDF.

3. Langkah – langkah mengatasi gangguan dalam pengoperasian sistem Air


Heater
- Start secepat mungkin air heater yang trip
- Jika main drive tidak bias start, coba start auxiliary drive ( air
motor )
- Jika auxiliary drive ( air motor ) juga gagal, coba retract sector
plate air heater yang trip kemudian coba lagi start main drive
- Jika ketiga langkah diatas gagal, turunkan beban sesuai dengan
kempuan udara pembakaran hingga kondisi normal
- Tutup inlet dan outlet flue gas damper air heater yang trip
- Tutup inlet dan outlet sisi udara damper air heater yang trip
- Lakukan throttling pada outlet damper flue gas untuk
mendapatkan keseimbangan pemanasan.

Pindahlah ke halaman berikutnya 28


LEARNING GUIDE

Bagaimana jawaban anda, apakah sesuai dengan jawaban diatas, coba anda
bandingkan dan perhatikan dimana letak kesalahan yang anda sering lakukan,
ulangi lagi topik pelajaran ini jika anda melakukan banyak kesalahan.

Jika anda puas dengan jawaban anda, pindahlah ke halaman berikut.

Pindahlah ke halaman berikutnya 29


LEARNING GUIDE

8. TUGAS-TUGAS ON THE JOB TRAINING PENGOPERASIAN SISTEM GAS


BUANG.

DESKRIPSI PENUGASAN: No.1

Sebelum anda bertugas mengoperasikan sistem gas buang, maka lakukan hal-hal
yang perlu disiapkan sebagai berikut:

1. Identifikasi dan pelajarilah prosedur kerja dan instruksi kerja pengoperasian


sistem gas buang.
2. Lakukan pengenalan peralatan sistem gas buang serta komponen-komponen
utamanya termasuk peralatan listriknya serta lokasi peralatan.
3. Identifikasi letak setiap komponen peralatan dan perhatikan setiap petunjuk
yang diberikan pada panel listrik.
4. Urutkan letak duck dan pemipaan serta peralatan bantunya (jika ada).

TAHAPAN EVALUASI/PENGAMATAN LAPANGAN

Tahap 1,
mintalah mentor untuk menunjukan/mengenalkan peralatan/ komponen utama
sistem gas buang. Catat dan ingatlah setiap petunjuk yang diberikan mentor. Catat
dan buatlah laporan apa yang anda ketahui pada saat itu. Mintalah komentar atau
arahan mentor jika perlu lebih mendalami apa yang dipelajari.

Tahap 2,
demostrasikan kepada mentor peralatan/komponen utama sistem gas buang
termasuk fungsi dari setiap komponen utama. Lakukan patroli bersama-sama
mentor dan tunjukan jalur duck dan pemipaan serta peralatan bantu apa saja yang
ada pada setiap sistem duck dan pemipaan yang anda temui. Anda harus mampu
meyakinkan mentor anda akan setiap penjelesan yang anda berikan. (Mentor harus
memberikan koreksi atau petunjuk apabila dalam pelaksanaannya terdapat
kekeliruan).

Tahap 3,
mentor harus benar-benar yakin bahwa apa yang disampaikan oleh pegawai atau
yang dibimbing adalah benar. Jika belum yakin dengan penjelasan, maka mentor
dapat meminta pegawai yang dibimbing untuk melakukan tahap 2, sampai mentor
merasa benar-benar si pegawai telah mampu menyelesaikan penugasan No. 1.

Catatan:
1. Setiap penugasan yang dilakukan harus dilaporkan dalam bentuk tertulis
sebagaimana formulir 1 terlampir.
2. Mentor harus memberikan feedback setiap laporan yang diterima serta
merekomendasikan hasil OJT sesuai dengan formulir 2 terlampir.

Pindahlah ke halaman berikutnya 30


LEARNING GUIDE

DESKRIPSI PENUGASAN: No.2

Setelah anda melakukan tugas No. 1, maka hapalkan dan simulasikan semua
prosedur dan instruksi kerja yang telah anda siapkan dengan melihat secara
langsung peralatan/komponen utama system gas buang dan peralatan listrik.
Mintalah bimbingan mentor untuk mencoba/mempraktekan secara langsung jika
memungkinkan atau mensimulasikan di lokasi kerja cara-cara persiapan start
system gas buang :
1. sistem-sistem pendukung sistem gas buang.
2. sistem kelistrikan dan posisi breaker-breaker pada saat stand by maupun pada
saat operasi.
dan coba anda:
3. bandingkan dengan teori yang anda dapat dan jelaskan kepada mentor anda di
lokasi kerja (jika ditanya) kenapa pengoperasian sistem gas buang harus
dioperasikan secara berurutan sesuai dengan prosedur kerja.
4. perhatikan dan ingat semua langkah-langkah pengoperasiannya.

TAHAPAN EVALUASI DAN PENGAMATAN LAPANGAN

Tahap 1,
sebelum anda betul-betul menguasai penugasan No.2, mintalah mentor untuk
mendemostrasikan dulu cara-cara pengoperasian semua sistem pendukung
pengoperasian sistem gas buang termasuk peralatan listriknya. Catat dan buatlah
laporan apa yang anda ketahui pada saat itu. Mintalah komentar atau arahan
mentor jika perlu untuk lebih mendalami apa yang dipelajari. Lakukan OJT pada
setiap sistem step by step sesuai urutan persiapan start sistem gas buang.

Tahap 2,
setelah anda merasa mampu dengan penugasan No. 2 demonstrasikan/
simulasikan kepada mentor anda penugasan No. 2 dihadapan mentor, jelaskan
semua langkah-langkah pengoperasian serta posisi breaker-breaker peralatan
listrik. Lakukan simulasi dengan secara langsung menunjukan peralatan apa saja
yang akan dioperasikan. Mintalah persetujuan mentor anda jika pada saat
mendemonstrasikan anda benar-benar mengoperasikan peralatan pendukung
pengoperasian sistem gas buang.

Tahap 3,
mentor harus benar-benar yakin bahwa apa yang disampaikan oleh pegawai atau
yang dibimbing adalah benar. Jika belum yakin dengan penjelasan, maka mentor
dapat meminta pegawai yang dibimbing untuk melakukan tahap 2, sampai mentor
merasa benar-benar si pegawai telah mampu menyelesaikan penugasan No. 2.

Pindahlah ke halaman berikutnya 31


LEARNING GUIDE

Catatan:
1. Setiap penugasan yang dilakukan harus dilaporkan dalam bentuk tertulis
sebagaimana formulir 1 terlampir.
2. Mentor harus memberikan feedback setiap laporan yang diterima serta
merekomendasikan hasil OJT sesuai dengan formulir 2 terlampir.

DESKRIPSI PENUGASAN: No.3

Setelah anda melakukan tugas No. 2, maka lakukan start dan stop system gas
buang secara normal dengan kondisi tanpa beban atau performance test. Jelaskan:

1. Persiapan Start
2. Start/stop sistem gas buang.

TAHAPAN EVALUASI DAN PENGAMATAN LAPANGAN

Tahap 1,
sebelum anda betul-betul menguasai penugasan No.3, mintalah mentor untuk
mendemostrasikan dulu cara-cara pengoperasian sistem gas buang dalam kondisi
tanpa beban atau performance test. Catat dan buatlah laporan apa yang anda
ketahui pada saat itu. Mintalah komentar atau arahan mentor jika perlu untuk lebih
mendalami apa yang dipelajari. Lakukan OJT pada setiap sistem step by step
sesuai urutan start/stop sistem gas buang (performance test).

Tahap 2,
setelah anda merasa mampu dengan penugasan No. 3 demonstrasikan/
simulasikan kepada mentor anda penugasan No. 3 dihadapan mentor, jelaskan
semua langkah-langkah pengoperasian serta posisi breaker-breaker peralatan
listrik. Lakukan simulasi dengan secara langsung menunjukan peralatan apa saja
yang akan dioperasikan. Mintalah persetujuan mentor anda jika pada saat
mendemonstrasikan anda benar-benar mengoperasikan peralatan pendukung
pengoperasian sistem gas buang.

Tahap 3,
mentor harus benar-benar yakin bahwa apa yang disampaikan oleh pegawai atau
yang dibimbing adalah benar. Jika belum yakin dengan penjelasan, maka mentor
dapat meminta pegawai yang dibimbing untuk melakukan tahap 2, sampai mentor
merasa benar-benar si pegawai telah mampu menyelesaikan penugasan No. 3.

Catatan:
1. Setiap penugasan yang dilakukan harus dilaporkan dalam bentuk tertulis
sebagaimana formulir 1 terlampir.
2. Mentor harus memberikan feedback setiap laporan yang diterima serta
merekomendasikan hasil OJT sesuai dengan formulir 2 terlampir.

Pindahlah ke halaman berikutnya 32


LEARNING GUIDE

DESKRIPSI PENUGASAN: No.4

Setelah anda melakukan tugas No. 3, maka lakukan start dan stop system gas
buang secara normal dengan kondisi MANUAL START/STOP. Jelaskan:

1. Persiapan Start
2. Start/stop sistem gas buang.

TAHAPAN EVALUASI DAN PENGAMATAN LAPANGAN

Tahap 1,
sebelum anda betul-betul menguasai penugasan No.4, mintalah mentor untuk
mendemostrasikan dulu cara-cara pengoperasian sistem gas buang dalam kondisi
MANUAL START/STOP. Catat dan buatlah laporan apa yang anda ketahui pada
saat itu. Mintalah komentar atau arahan mentor jika perlu untuk lebih mendalami
apa yang dipelajari. Lakukan OJT pada setiap sistem step by step sesuai urutan
manual start/stop sistem gas buang.

Tahap 2,
setelah anda merasa mampu dengan penugasan No. 4 demonstrasikan/
simulasikan kepada mentor anda penugasan No. 4 dihadapan mentor, jelaskan
semua langkah-langkah pengoperasian serta posisi breaker-breaker peralatan
listrik. Lakukan simulasi dengan secara langsung menunjukan peralatan apa saja
yang akan dioperasikan. Mintalah persetujuan mentor anda jika pada saat
mendemonstrasikan anda benar-benar mengoperasikan peralatan pendukung
pengoperasian sistem gas buang.

Tahap 3,
mentor harus benar-benar yakin bahwa apa yang disampaikan oleh pegawai atau
yang dibimbing adalah benar. Jika belum yakin dengan penjelasan, maka mentor
dapat meminta pegawai yang dibimbing untuk melakukan tahap 2, sampai mentor
merasa benar-benar si pegawai telah mampu menyelesaikan penugasan No. 4.

Catatan:
1. Setiap penugasan yang dilakukan harus dilaporkan dalam bentuk tertulis
sebagaimana formulir 1 terlampir.
2. Mentor harus memberikan feedback setiap laporan yang diterima serta
merekomendasikan hasil OJT sesuai dengan formulir 2 terlampir.

Pindahlah ke halaman berikutnya 33


LEARNING GUIDE

DESKRIPSI PENUGASAN: No.5

Setelah anda melakukan tugas No. 4, maka lakukan start dan stop system gas
buang secara normal dengan kondisi AUTOMATIC START/STOP. Jelaskan:

1. Persiapan Start
2. Start/stop sistem gas buang.

TAHAPAN EVALUASI DAN PENGAMATAN LAPANGAN

Tahap 1,
sebelum anda betul-betul menguasai penugasan No.5, mintalah mentor untuk
mendemostrasikan dulu cara-cara pengoperasian sistem gas buang dalam kondisi
AUTOMATIC START/STOP. Catat dan buatlah laporan apa yang anda ketahui
pada saat itu. Mintalah komentar atau arahan mentor jika perlu untuk lebih
mendalami apa yang dipelajari. Lakukan OJT pada setiap sistem step by step
sesuai urutan manual start/stop sistem gas buang.

Tahap 2,
setelah anda merasa mampu dengan penugasan No. 5 demonstrasikan/
simulasikan kepada mentor anda penugasan No. 5 dihadapan mentor, jelaskan
semua langkah-langkah pengoperasian serta posisi breaker-breaker peralatan
listrik. Lakukan simulasi dengan secara langsung menunjukan peralatan apa saja
yang akan dioperasikan. Mintalah persetujuan mentor anda jika pada saat
mendemonstrasikan anda benar-benar mengoperasikan peralatan pendukung
pengoperasian sistem gas buang.

Tahap 3,
mentor harus benar-benar yakin bahwa apa yang disampaikan oleh pegawai atau
yang dibimbing adalah benar. Jika belum yakin dengan penjelasan, maka mentor
dapat meminta pegawai yang dibimbing untuk melakukan tahap 2, sampai mentor
merasa benar-benar si pegawai telah mampu menyelesaikan penugasan No. 5.

Catatan:
1. Setiap penugasan yang dilakukan harus dilaporkan dalam bentuk tertulis
sebagaimana formulir 1 terlampir.
2. Mentor harus memberikan feedback setiap laporan yang diterima serta
merekomendasikan hasil OJT sesuai dengan formulir 2 terlampir.

Pindahlah ke halaman berikutnya 34


LEARNING GUIDE

DAFTAR PUSTAKA

- Buku Standar Perusahaan


- Manual book pengoperasian sistem gas buang.

Pindahlah ke halaman berikutnya 35


LEARNING GUIDE

Formulir 1. Pegawai Report

NAMA PEGAWAI : UNIT:


NAMA MENTOR /ASESOR : UNIT:
JABATAN PEGAWAI DALAM PEKERJAAN :
TOTAL WAKTU DALAM PENGAWASAN : JAM/HARI TANGGAL :
DESKRIPSI PENUGASAN:

GAMBAR/SINGLE LINE DIAGRAM PERALATAN/SYSTEM:

CATATAN PENGAMATAN
DESKRIPSI PERALATAN
JUMLAH LOKASI

Pindahlah ke halaman berikutnya 36


LEARNING GUIDE

PENGOPERASIAN PERALATAN/SYSTEM:

NO. LANGKAH-LANGKAH

PERSIAPAN :

NO. LANGKAH-LANGKAH

START/STOP:

NO. LANGKAH-LANGKAH

TROUBLE
SHOOTING:

Pindahlah ke halaman berikutnya 37


LEARNING GUIDE

KOMENTAR PEGAWAI:

KOMENTAR MENTOR/ASESOR:

PEGAWAI YANG DI ASSES : MENTOR /ASESOR:

Catatan:
Pegawai dapat menggunakan kertas kosong lain, jika ada yang perlu disampaikan tapi
tidak tercakup pada formulir diatas atau kurang halamannya.

Pindahlah ke halaman berikutnya 38


LEARNING GUIDE

Formulir 2. Mentor/Assesor Report

NAMA PEGAWAI : UNIT:


SEBUTAN JABATAN :
NAMA MENTOR/ASESOR : UNIT:
SEBUTAN JABATAN :
TOTAL WAKTU DALAM PENGAWASAN : JAM/HARI TANGGAL :
DESKRIPSI PENUGASAN:

DESKRIPSI TEKNIS DAN PENGALAMAN DALAM CATATAN PENGAMATAN


PEKERJAAN KOMPETEN BELUM KOMPETEN

REKOMENDASI PELATIHAN YANG DIPELUKAN BILA BELUM KOMPETEN

BENTUK PELATIHAN
DESKRIPSI PELATIHAN
OFF THE JOB ON THE JOB

KOMENTAR:

PEGAWAI YANG DI ASSES : ASSESOR :

Pindahlah ke halaman berikutnya 39