Anda di halaman 1dari 4

Mampu menelan berbagai zat (fagositosis) fosmofil memberikan respon terhadap

rangsangan kemutaktik khas tertentu pada reksi alergi dan mengandung zat-zat yang
toksik terhadap parasite-parasit tertentu dan zat-zat yang memperantai peradangan.
Basofil berasal dari sumsum tulang seperti gramulosit lainnya Basofil darah dan sel mast
jaringan dirangsang untuk melepaskan kandungan gramulanya kedalam lingkungan
sekitarnya pada berbagai keadaan cidera, baik rekasi imunologis maupun reaksi
nonspesifik.
- Monosit
bentuk monosit yang berbeda dari granulosit, karena susunan morfologi intinya dan sift
sitoplasmanya yang relative agranular sel yang sama, yang terdepat dalam pembuluh
darah disebut juga dengan monosit, dan jika terdapat dalam eksulat disebut dengan
makrofag.
Makrofag mempunyai fungsi yang sama dengan fungsi netrofil polimortionuklear,
dimana makrofag adalah sel yang bergerak aktif yang memberi respon terhadap rangsang
kemotraktis, fagosit aktif dan mampu mematikan serta mencerna berbagai agen
- limfosit
Umumnya terdapat pada eksudat dalam jumlah yang sangat kecil, dalam waktu yang
cukup lama, yaitu sampai reaksi peradangan menjadi kronik. Leukosit yang telah
dimubilisasi tidak hanya menangkap mikroba yang menyerbu, tetapi juga menghancurkan
sisa jaringan hingga proses perbaikan dapat dimulai
6. Bentuk Peradangan
- Eksudat nonseluler
Eksudat serosa
Jenis eksudat nonseluler yang paling sederhana adalah eksudat serosa, yang pada
dasarnya terdiri dari protein yang bocor dari pembuluh-pembuluh darah saat radang. Contoh
eksudat serosa adalah cairan luka melepuh pengumpulan yang disebabkan oleh tekanan
hidrostatik, bukan disebabkan oleh peradangan disebut dengan transudar
- eksudat fibrinosa
terbentuk jika protein yang dikeluarkan dari pembuluh dan terkumpul pada daerah
peradangan yang mengandung banyak fibrinogen eksudat fibrinosa sering dijumpai diatas
permukaan serosa yang meradang.
- Eksudat misinosa
Jenis eksudat ini hanya dapat terbentuk diatas membrane mukosa, dimana terdapat sel-sel yang
dapat mensekresi musim eksudat ini merupakan sekresi sel, bukan dari bahan yang keluar dari
pembuluh darah. Contoh eksudat ini adalah pilek yang disertai berbagai infeksi pernapasan
bagian atas.
- Eksudat selular
Eksudat netrofilik
Disebut juga dengan purulen yang terbentuk akibat infeksi bakteri infeksi bakteri sering
menyebabkan konsentrasi netrofil yang luar biasa tingginya didalam jaringan, banyak
dari sel-sel ini mati dan membebaskan enzim-enzim hidrolisis yang kuat kesekitarnya.
Eksudat campuran
Campuran eksudat seluler dan nonseluler, dinamakan sesuai dengan campurannya
misalnya, eksudat fibrinopurulen terdiri dari fibrin dan polimur funuklear
- Peradanagn gramulamatosa
jenis radang ini ditandai dengan pengumpulan makrofag dalam jumlah besar dan
pengelompokannya menjadi gumpalan nodular yang disebut granuloma
7. Faktor yang mempengaruhi peradangan dan penyembuhan
- seluruh proses peradangan bergantung pada sirkulasi yang utuh kedaerah yang terkena
jadi, jika ada defisiensi suplai darah kedarah yang terkena, maka proses peradangannya
sangat lambat, infeksi yang menetap dan penyembuhan yang jelek.
- banyak factor yang mempengaruhi penyembuhan luka atau daerah cidera atau daerah
peradangan lainnya, salah satunya adalah bergantung pada poliferasi sel dan aktivitas
sinetik. Khusunya sensitive terhadap defisiensi suplai darah local dan juga peka terhadap
keadaan gizi pendeta.
- penyembuhan juga dihambat oleh adanya benda asing atau jatringan nekrotik dalam
luka.oleh adanya infeksi luka dan immubilisasi yang tidak sempurna.
- komplikasi pada penyembuhan luka kadang-kadang terjadi saat proses penyembuhan
luka. Jaringan parut mempunyai sifat alami untuk memendek dan menjadi lebih padat,
dan kompak setelah beberapa lama. Akibatnya adalah kontraktur yang dapat membuat
daerah menjadi cacat dan pembatasan gerak pada persendian.
-komplikasi penyembuhan yang kadang-kadang dijumpai adalah amputasi atau
neuromas traumatic yang secara sederhana merupakan poliferasi regerenatif dari serabut-
serabut saraf kedalam daerah penyembuhan dimana mereka terjerat pada jaringan perut
yang padat.
8. aspek sistemik dari peradangan
- demam adalah fenomena yang sering terjadi sejajar dengan proses peradangan local,
yang menular maupun yang tidak menula. Hal lain yang mencolok yang mengikuti proses
peradangan local adalah perubahan-perubahan hematologis yang biasa ditemukan.
-rangsangan yang berasal dari pusat peradangan yang mempengaruhi proses
pendewasaan (maturasi ) dan pengeluaran leukosit dari sumsum tulang yang mengakibatkan
kenaikan jumlah suatu leukosit.kenaikkan ini disebut dengan leukositas.
BAB III
PENUTUP
3.1 SIMPULAN
Infeksi adalah proses invasive oleh mikroorganisme dan berploriferasi di dalam tubuh
yang menyebabkan sakit. Infeksi merupakan suatu kondisi penyakit yang disebabkan oleh
masuknya kuman pathogen atau mikroorganisme lain ke dalam tubuh.
Peradangan adalah reaksi local pada vaskuler dan unsur-unsur pendukung jaringan
terhadap cedera yang mengakibatkan pembentukan eksudat kaya protein. Peradangan merupakan
respon protektif system imun nonspesifik yang bekerja untuk melokalisasi , mencitralisai, atau
menghancurkan agen pencedera dalam persiapan untuk proses penyembuhan.

3.2 SARAN
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Dengan membaca dan mempelajari
isi makalah ini diharapkan pengetahuan pembaca tentang radang dapat bertambah, serta mengerti
tentang akibat dan pengaruh yang disebabkan oleh radang itu sendri penulis menyadari makalah
ini belum sempurna dan masih banyak terdapat kekurangan.untuk itu kritik dan saran yang
sifatnya membangun sangat diharapkan demi perbaikan penulisan yang akan dating.
DAFTAR PUSTAKA
Price, Sylvia A dan Wilson I orraine M 1995. Patofisiologi konsep klinis proses-
Proses Penyakit Edisi 4, Buku I Jakarta; Buku AAKedokteran FGC
Price, Sylvia A dan Wilson I orraine M 2005 patofisiologi konsep klinis proses-
Proses Penyakit Edisi 6, Buku I Jakarta; Buku Kedokteran FGC
Tambayong, dr jan2000 patofisiologi untuk keperawatan Jakarta; Buku
Kedokteran FGC
J Corwn, Elisabeth 2007 Buku Saku Patofisiologi, Jakarta; Buku kedokteran
FGC