Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS JURNAL

NO Comparison The Given and Not Given Range of Motion Exercise


1 Judul Comparison of Muscle Strength in Stroke Patients between
The Given and Not Given Range of Motion Exercise
2 Pengertian Latihan ROM adalah terapi rehabilitatif yang bertujuan
memperbaiki atau mempertahankan fleksibilitas dan kekuatan
otot. Penyediaan rangkaian latihan gerak awal dapat
meningkatkan kekuatan otot karena bisa merangsang motorik
sehingga semakin banyak motorik yang terlibat, akan terjadi
peningkatan kekuatan otot (Irfan, 2018).
3 Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas
latihan ROM pada Kekuatan otot ekstremitas pada penderita
stroke.
4 Metode Penelitian ini merupakan percobaan kuasi dengan kelompok
kontrol non Ekuivalen Desain. Teknik samplingnya adalah
purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 20 responden. Uji
statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan uji Mann-
Whitney.
5 Hasil Penelitian Karakteristik responden dalam penelitian ini diketahui bahwa
lebih dari separuh responden adalah kelompok kontrol wanita
sebanyak 6 orang (60%). Kondisi berbeda ditemukan pada
kelompok eksperimen, dimana lebih dari separuh jenis kelamin
pria sebanyak tujuh orang (70%). Berdasarkan kelumpuhan sisi
yang diketahui bahwa lebih dari separuh responden kontrol dan
kelompok eksperimen mengalami kelumpuhan pada sisi kanan
sebanyak tujuh orang (70%), dan berdasarkan umur diketahui
pada kelompok kontrol yang separuh orang dewasa setengah
baya 9 orang (90%) dan semua responden pada kelompok
eksperimen dari 10 orang dewasa paruh baya (100%).
Sedangkan nilai kekuatan otot pada kelompok eksperimen,
didapatkan perbedaan kekuatan otot pada skor tertinggi adalah 2
dan terendah adalah 0, kekuatan otot rata-rata adalah 1.00 ±
0.471. Dan kelompok kontrol ekstremitas bawah, perbedaan
kekuatan otot skor tertinggi adalah 1 dan terendah adalah 0,
kekuatan otot rata-rata adalah 0,30 ± 0,483.
Sedangkan nilai kekuatan otot pada kelompok eksperimen,
didapatkan perbedaan nilai kekuatan otot tertinggi adalah 2 dan
terendah adalah 0, dengan rata-rata kekuatan otot adalah 1,10 ±
0,568. Hasil uji Mann Whitney untuk kedua kelompok yang
memperoleh nilai p dari ekstremitas atas adalah 0,002 (p <0,05)
dan pada ekstremitas bawah adalah 0,006 (p <0,05), yang berarti
ada perbedaan perubahan dalam peningkatan kekuatan otot di
atas dan ekstremitas bawah signifikan antara kedua kelompok
setelah rentang latihan gerak yang diberikan selama tujuh hari
sebanyak 2 kali sehari.
6 Pembahasan Responden pada kelompok kontrol tidak mengalami peningkatan
kekuatan otot karena beberapa hal seperti pelaksanaan fisioterapi
tidak teratur atau teratur dan dipengaruhi oleh komordibitas.
Dalam penelitian ini mayoritas kelompok responden berusia > 50
tahun yaitu 7 responden responden menderita Diabetes Melitus
dan 2 responden menderita penyakit jantung.
Hasil dari penelitian Hayes, et al., (2003) jenis kelamin dan usia
berpengaruh dalam stroke,ditemukan pasien stroke 43%
mempunyai kekurangan neurologis. Sehingga pasien mempunyai
ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari.
Selain usia, jenis kelamin juga berpengaruh dalam proses
pemulihan stroke. Pada kelompok kontrol sebagian besar
responden terdiri dari wanita adalah 6 orang (60%). Jenis kelamin
diketahui memiliki hubungan dengan pemulihan pasca stroke.
Hal ini sesuai dengan penelitian Oh, Yu, Spirit, and Lee (2009)
tentang perbedaan jenis kelamin pada rata-rata pasien stroke
dikorea. Hasil penilitian ini menunjukkan wanita yang menderita
stroke mempunyai waktu hidup lebih lama dibandingkan dengan
laki-laki, tetapi status fungsi setelah stroke banyak yang hilang
daripada laki-laki.
Berdasarkan uraian di atas bahwa latihan ROM dapat
meningkatkan kekuatan ekstremitas atas dan bawah pada pasien
stroke di unit neurologi RS Dr. M. Djamil Padang. Selama tujuh
hari di fase akut telah diberikan perubahan kekuatan otot pada
bagian atas dan ekstremitas bawah pada penderita stroke. Kursus
ini akan meningkatkan otot kedua bila dilakukan lebih dari tujuh
hari misalnya, dua minggu atau empat minggu sejak masa golden
recovery pasien stroke berada di bulan pertama sampai enam
bulan (Pinzon, 2012).
Bagian tubuh bisa menjadi latihan ROM pasif dan aktif yaitu
leher, jari tangan, lengan, siku, bahu, pergelangan kaki, kaki dan
pergelangan kaki akan mengurangi komplikasi stroke sehingga
proses penyembuhan setelah stroke akan lebih cepat sehingga
pasien merasa. lebih nyaman.

7 Kelebihan Keefeektifan Range Of Motion (Rom) merupakan teknik non


farmakologi yang dapat dilakukan dan diterapkan dirumah sakit
oleh perawat dan pasien juga dapat melakukan sendiri ketika
dirumah.
8 Kekurangan Selama penelitian terjadi beberapa kendala diantaranya,
terbatasnya pasien yang dapat dijadikan sebagai responden.
Selain itu kurangnya motivasi dan partisipasi responden dalam
melakukan tindakan ROM, karena faktor psikologis yang dialami
responden selama sakit dan mengalami kelumpuhan. Kondisi
pasien yang kadang tidak stabil seperti tanda-tanda vital yang
sering berubah selama sakit juga menjadi salah satu kendala.
Salah satu responden pada hari keempat mengalami perubahan
kondisi yang menurun sehingga tindakan ROM tidak dapat
dilakukan dengan maksimal yang menyebabkan tidak adanya
perubahan kekuatan otot pada pasien tersebut.

9 Kesimpulan Ada perbedaan signifikan dalam kekuatan otot rata-rata antara


kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan nilai p pada
ekstremitas atas dan ekstremitas bawah adalah 0,002 dan 0,006,
yang berarti latihan ROM dapat meningkatkan kekuatan otot
ekstremitas pada pasien stroke. Peneliti menyarankan bahwa: 1)
Latihan ROM dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan
dalam penyediaan asuhan keperawatan; 2) Latihan ROM harus
dilakukan lebih awal dan diprogram di setiap layanan
keperawatan institusi baik oleh perawat atau bekerja sama dengan
keluarga setelah keluarga pertama diajari tentang rentang gerak
latihan; 3) Membuat jadwal prosedur tetap (SOP) dan ROM
jadwal yang jelas seperti frekuensi 2 kali sehari setiap pagi dan
sore; 4) Memberikan pelatihan dan bimbingan kepada perawat
tentang pelaksanaan latihan ROM baik secara pasif maupun aktif
pada pasien stroke; 5) Kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut
tentang efek latihan ROM untuk kekuatan otot pada pasien
dengan homogenitas stroke sampel sehingga dapat meningkatkan
penelitian.
ANALISIS JURNAL PICO

1. P (PROBLEM)
Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Responden dalam
penelitian ini adalah pasien dengan stroke yang telah melewati fase kritis dan memenuhi
kriteria inklusi pasien stroke yang mengalami serangan hemiparesis pertama, pasien
diobati pada hari ke 3 sampai hari ke 14 setelah serangan stroke akut, komposisi mentis
cooperatif (GCS 13- 15), berusia 20-60 tahun, tidak mengalami gangguan proses berpikir
dan fungsi penglihatan dan pendengaran.
Sampel dalam penelitian ini adalah 20 responden dibagi menjadi dua kelompok:
kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, masing-masing kelompok terdiri dari 10
responden. Kelompok kontrol tidak diberi berbagai latihan gerak, sementara kelompok
eksperimen diberi latihan gerak pasif dan aktif selama 7 hari dua kali sehari (Perry &
Potter, 2008; 2011; Irfan, 2010).

2. I (INTERVENTION)
Latihan ROM dilakukan secara pasif dan aktif, pada gerakan ekstremitas atas, yaitu: (1)
Gerakan pundak: fleksi, ekstensi, hiperekstensi, penculikan, adduksi, rotasi, rotasi
eksternal dan sirkumduksi. (2) Gerakan siku: fleksi dan ekstensi. (3) Gerakan lengan
bawah: supinasi dan pronasi. (4) Gerakan pergelangan tangan dan jari: fleksi, ekstensi,
hiperekstensi, penculikan dan penambahan. (5) Gerakan jempol: fleksi, ekstensi,
penculikan, adduksi dan oposisi. Dan gerakan ekstremitas bawah, yaitu: (1) Gerakan
pinggul: fleksi, ekstensi, hiperekstensi, penculikan, adduksi, rotasi, rotasi eksternal dan
sirkumduksi. (2) Gerakan lutut: fleksi dan ekstensi. (3) Pergerakan pergelangan kaki:
dorsofleksi dan plantar. (4) Gerakan kaki: inversi dan eversi. (5) Gerakan jari kaki:
fleksi, ekstensi, penculikan, adduksi (Irfan, 2010; Potter & Perry, 2011; Saputra, 2013).

3. C (COMPARATION)
Selain usia dan komorbiditas, perbedaan gender ikut dalam proses pemulihan pasca
stroke. Pada kelompok kontrol yang sebagian besar terdiri dari responden wanita adalah
6 orang (60%). Jender diketahui memiliki hubungan dengan pemulihan pasca stroke. Hal
ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Oh, Yu, Spirit, dan Lee (2009) tentang
perbedaan gender dalam tingkat kematian dan hasil pasien stroke di Korea. Studi ini
menyimpulkan bahwa stroke wanita memiliki harapan hidup lebih lama dibandingkan
pria, namun memiliki status fungsional pasca stroke lebih buruk dibanding pria.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Maimurahman dan
Fitria (2012) mengenai efektivitas ROM kekuatan otot ekstrem pada penderita stroke,
akibatnya terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat kekuatan otot sebelum dan
sesudah latihan ROM dengan Nilai p adalah 0,003 dengan nilai z -3.000. Dan seperti
juga penelitian yang dilakukan oleh Mawarti dan Farid (2012) tentang efek latihan ROM
pasif untuk meningkatkan kekuatan otot pada penderita stroke dengan hemiparesis dapat
disimpulkan bahwa ada latihan ROM pasif yang signifikan 2 kali sehari untuk kekuatan
otot pada penderita stroke dengan hemiparesis. dengan p-value adalah 0,000.

4. O (OUTCOME)
Uji Wilcoxon pada kelompok kontrol menunjukkan nilai p pada ekstremitas atas
p = 0,157 dan pada ekstremitas bawah adalah p = 0,083, berarti tidak ada kenaikan
Kekuatan otot pada kelompok kontrol dan pada kelompok eksperimen menunjukkan nilai
p pada ekstremitas atas adalah p = 0,004 dan pada ekstremitas bawah adalah p = 0,005,
hal ini berarti terjadi peningkatan kekuatan otot pada kelompok eksperimen. Hasil uji
Mann-Whitney menunjukkan nilai p pada ekstremitas atas adalah p = 0,002 dan pada
ekstremitas bawah adalah p = 0,006, hal ini berarti ada perbedaan dalam peningkatan
kekuatan otot antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.
Kesimpulan: Latihan ROM mempengaruhi peningkatan kekuatan otot pada penderita
stroke dengan hemiparesis Latihan ROM dapat digunakan sebagai intervensi pada
asuhan keperawatan.
ANALISIS JURNAL
Comparison of Muscle Strength in Stroke Patients between

The Given and Not Given Range of Motion Exercise

Di Susun Oleh :
Nurhidayatun
190104072

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KESEHATANUNIVERSITAS HARAPAN BANGSA
PURWOKERTO
2019