Anda di halaman 1dari 2

PEMBELIAN OBAT TUNAI KE RS /

APOTIK LAIN
No. Dokumen No. Revisi Halaman
0 /
Ditetapkan
SPO Direktur RSIA Rahayu Medika
Tanggal Terbit
( Standar Prosedur
…………………. 2018
Operasional)
dr. Muh. Novan Affandy, Sp.OG
Pembelian obat tunai ke RS / Apotik lain adalah pembelian obat secara
Pengertian tunai ke RS / Apotek lain untuk memenuhi kebutuhan obat pasien.

1. Memenuhi kebutuhan resep dokter yang tidak masuk dalam


daftar formularium RS.
Tujuan
2. Atau untuk memenuhi ketersediaan apabila obat yang
dibutuhkan habis ( kosong distributor ).
1. Pembelian obat tunai ke RS / Apotek lain bila :
- Obat tidak bisa diperoleh dari distributor resmi karena stok
distributor kosong.
- Obat yang diresepkan dokter tidak masuk dalam daftar
forularium ( komposisi obat tidak ada yang sama dengan
Kebijakan
daftar obat formularium ).
2. Pembelian obat ke RS / Apotek lain pada jam kerja ( 07.00 –
14.00 ) dilakukan oleh petugas logistik farmasi.
3. Diluar jam kerja logistik farmasi, pembelian dilakukan oleh
petugas beli obat.
1. Petugas unit pelayanan farmasi konfirmasi ke petugas
logistik farmasi untuk obat yang akan dibeli.
2. Petugas logistik farmasi membuat Surat pesanan (SP)
untuk pembelian ke RS / Apotek luar.
3. SP ditanda tangani oleh Ka. Instalasi farmasi.
4. Petugas logistik farmasi meminta uang ke bagian
keuangan dengan menuliskan nominal yang diminta pada
blanko Bon sementara (BS) disertai tandatangan, tanggal
Prosedur dan nama jelas oleh petugas logistik farmasi.
5. Petugas keuangan menyerahkan nominal uang yang
diminta.
6. Obat yang dibeli dari RS / Apotek luar di entri oleh
petugas logistik farmasi pada form pembelian obat pada
sistem komputer, dicetak 2 rangkap ( keuangan, arsip unit
farmasi ).
7. Entri data pembelian obat diluar jam logistik farmasi
dilakukan oleh unit pelayanan farmasi.

JUDUL SPO 1
No. Dokumen No. Revisi Halaman
0 /

Logistik Farmasi
Unit Terkait
Unit pelayanan Farmasi
Unit Keuangan

JUDUL SPO 2