Anda di halaman 1dari 38

i

SERI KETERAMPILAN

POTENSI
KERAJINAN TEMPURUNG
( BATOK ) KELAPA

Oleh :

Drs. Sujud Marwoto


Pamong Belajar UPT SKB
Kabupaten Pekalongan

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


2013

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan
hidayahNya kami dapat menyelesaikan Buku Bahan Ajar sebagai pegangan tutor dan
penyelenggara program pendidikan keaksaraan fungsional, program Kursus,
program pendidikan Vokasional lainnya.

Salah satu pertimbangan disusunnya Buku Bahan Ajar ini adalah untuk
memenuhi kebutuhan akan kurangnya buku-buku bahan ajar atau buku
pedoman dalam penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan dan Progam
Kursus dan Pelatihan. Disamping itu buku ini bisa dijadikan referensi juga oleh
para tutor dan penyelenggara dan pemerhati program pendidikan keaksaraan
dan program vokasional lainnya.

Buku Bahan ajar ini disusun secara sederhana, karena hanya berisikan hal-hal
yang praktis dan mudah dimengerti, sehingga dapat dengan mudah untuk
dipelajari, dipahami, dan dipraktekan oleh para pembaca.

Akhirnya kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan bahan ajar ini. Penyusun menyadari sepenuhnya
apa yang telah dilaksanakan masih jauh dari sempurna, untuk itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik dalam rangka penyempurnaan buku bahan ajar
ini.

PENYUSUN

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN COVER................................................................................. i
HALAMAN JUDUL ................................................................................. ii
KATA PENGANTAR................................................................................ iii
DAFTAR ISI............................................................................................ iv

BAB I PENDAHULUAN................................................................... 1
A. Bagian-bagian Pohon Kelapa dan Manfaatnya ............... 1
B. Potensi Kerajinan Tempurung ( Batok ) Kelapa............... 3
BAB II KERAJINAN TEMPURUNG (BATOK) KELAPA.......................... 5
A. Persiapan Bahan Baku dan Peralatan............................. 5
B. Pelaksanaan Pembuatan Alat ........................................ 7
C. Pembuatan Pola ............................................................ 9
D. Cara Kerja...................................................................... 12
E. Membuat Product Lain .................................................. 24
F. Analisa Usaha................................................................ 29
BAB III KESIMPULAN....................................................................... 32

DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 33
TENTANG PENULIS................................................................................ 34

iv
BAB I
PENDAHULUAN

Pohon kelapa yang disebut juga dengan pohon nyiur biasanya tumbuh
pada daerah atau kawasan tepi pantai. Sangat banyak manfaat yang dapat kita
peroleh dari pohon kelapa. Mulai dari batang, daun dan buahnya, semua dapat
dimanfaatkan. Mungkin karena manfaatnya sangat banyak, pohon kelapa
dijadikan logo "Praja Muda Karana" (Pramuka) di Indonesia. Dalam klasifikasi
tumbuhan, pohon kelapa termasuk dalam genus : cocos dan species : nucifera.
Nah, sekarang mari kita bahas satu persatu bagian dan manfaat dari pohon
kelapa. Pohon serba guna bagi masyarakat tropika. Hampir semua bagiannya
dapat dimanfaatkan orang. Akar kelapa menginspirasi penemuan teknologi
penyangga bangunan Cakar Ayam (dipakai misalnya pada Bandar Udara
Soekarno Hatta) oleh Sedijatmo.

A. Bagian-bagian Pohon Kelapa dan Manfaatnya.


Ada beberapa komoditi yang dapat dimanfaatkan dari pohon kelapa,
yaitu batang, daun, mayang, nira, buah, daging kelapa, air kelapa dan tempurung
kelapa.
1. Batang, batang kelapa tua dapat dijadikan bahan bangunan, mebel,
jembatan darurat, kerangka perahu dan kayu bakar. Batang yang benar-
benar tua dan kering sangat tahan terhadap sengatan rayap. Kayu dari
pohon kelapa yang dijadikan mebel dapat diserut sampai permukaannya
licin dengan tekstur yang menarik. Kayu dari batangnya, yang disebut kayu
glugu, dipakai orang sebagai kayu dengan mutu menengah, dan dapat
dipakai sebagai papan untuk rumah.
2. Daun, daun kelapa sering digunakan untuk hiasan atau janur, sarang ketupat
dan juga atap rumah. Tulang daun atau lidi dijadikan barang anyaman, sapu
lidi dan tusuk daging (sate). Daunnya dipakai sebagai atap rumah setelah

1
dikeringkan. Daun muda kelapa, disebut janur, dipakai sebagai bahan
anyaman dalam pembuatan ketupat atau berbagai bentuk hiasan yang
sangat menarik, terutama oleh masyarakat Jawa dan Bali dalam berbagai
upacara adat dan keagamaan, menjadi bentuk kerajinan tangan yang berdiri
sendiri (seni merangkai janur). Tangkai anak daun yang sudah dikeringkan,
disebut lidi, dihimpun menjadi satu menjadi sapu.
3. Mayang, tandan bunga yang masih muda, yang disebut mayang (sebetulnya
nama ini umum bagi semua bunga palma) atau manggar dalam bahasa Jawa,
dipakai orang untuk hiasan dalam upacara perkawinan dengan simbol
tertentu. Mayang oleh orang Jawa-Mataraman dipakai sebagai bahan
pengganti gori dalam pembuatan gudeg dan disebut gudeg manggar. Bunga
betina atau buah mudanya, disebut bluluk dalam bahasa Jawa, dapat
dimakan.
4. Nira, nira adalah cairan yang diperoleh dari tumbuhan yang mengandung
gula pada konsentrasi 7,5 sampai 20,0 %. Nira kelapa diperoleh dengan
memotong bunga betina yang belum matang, dari ujung bekas potongan
akan menetes cairan nira yang mengandung gula. Nira dapat dipanaskan
untuk menguapkan airnya sehingga konsentrasi gula meningkat dan kental.
Bila didinginkan, cairan ini akan mengeras yang disebut gula kelapa. Nira
juga dapat dikemas sebagai minuman ringan. Cairan manis yang keluar dari
tangkai bunga, disebut (air) nira atau legèn (bhs. Jawa), dapat diminum
sebagai penyegar atau difermentasi menjadi tuak. Gula kelapa juga dibuat
dari nira ini.
5. Buah, banyak dari bagian buah merupakan bahan yang bermanfaat. Sabut
kelapa yang telah dibuang gabusnya merupakan serat alami yang berharga
mahal untuk pelapis jok dan kursi, serta untuk pembuatan tali.
6. Daging kelapa, daging kelapa merupakan bagian yang paling penting dari
komoditi asal pohon kelapa. Daging kelapa yang cukup tua, diolah menjadi

2
kelapa parut, santan, kopra, dan minyak goreng. Sedang daging kelapa muda
dapat dijadikan campuran minuman cocktail dan dijadikan selai.
7. Air kelapa, air kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kecap
dan sebagai media pada fermentasi nata de coco.
8. Tempurung kelapa, tempurung merupakan lapisan keras yang terdiri dari
lignin, selulosa, metoksil dan berbagai mineral. Kandungan bahan-bahan
tersebut beragam sesuai dengan jenis kelapanya. Struktur yang keras
disebabkan oleh silikat (SiO2) yang cukup tinggi kadarnya pada tempurung.
Berat tempurung sekitar 15~19 % dari berat keseluruhan buah kelapa.
Tempurung kelapa dapat dibakar langsung sebagai kayu bakar, atau diolah
menjadi arang. Arang batok kelapa dapat digunakan sebagai kayu bakar
biasa atau diolah menjadi arang aktif yang diperlukan oleh berbagai industri
pengolahan.

B. Potensi Kerajinan Tempurung (Batok ) Kelapa


Tidak terbantahkan bahwa pohon nyiur memang pohon multiguna.
Setiap dari bagian pohonnya memiliki nilai ekonomi dan nilai jual, tak terkecuali
dari kulit buahnya (batok/tempurung). Jika diolah dalam bentuk kerajinan
memiliki nilai tambah secara ekonomis yang lebih baik, meskipun banyak juga
yang masih memanfaatkan batok kelapa untuk diolah menjadi bahan bakar
berupa arang batok kelapa. Ternyata batok kelapa bisa dijadikan komoditi
kerajinan yang sangat unik dan cantik.
Hasil kerajinan tempurung kelapa ini antara lain berupa ragam tas
dengan berbagai bentuk (model) dan ukuran, beragam bentuk model rel gorden,
cup lampu, peci, manik-manik/kancing, dompet, tas HP dan beragam pesanan
khusus cinderamata dari bahan tempurung kelapa.
Peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dapat lebih bernilai guna
jika bahan-bahan seperti tempurung kelapa yang sebenarnya banyak dijumpai di
wilayah Indonesia dapat dimanfaatkan sedemikian rupa menjadi barang

3
kerajinan yang bernilai ekonomis, bernilai seni serta bernilai guna praktis untuk
kehidupan sehari-hari.
Kerajinan ini selain untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, juga banyak
digemari dan diminati masyarakat dari luar negeri. Dan masih terbuka peluang
terutama bila terdapat pesanan jumlah besar, biasanya masih mengalami
keterbatasan, karena pembuatan kerajinan ini membutuhkan waktu, tenaga
yang terlatih dan peralatan yang khusus. Diharapkan jika ada investor yang
berminat dapat melakukan pula upaya penggunaan alat-alat pembuat bahan
kerajinan ini dengan teknologi tepat guna, sederhana, dan murah namun dapat
diandalkan untuk melipatgandakan produksi dan meningkatkan kualitas
produksi. Keterampilan pengrajin juga dapat ditingkatkan dengan menggali pola
atau motif-motif baru yang disukai dan sedang trend di pasaran untuk dapat
disesuaikan pada kerajinan tempurung kelapa, atau bahkan menciptakan trend
sendiri yang mampu diserap pasar (trend setter).
Melihat keadaan ini tentu menjadi suatu inspirasi bahwa
sebenarnya potensi yang ada masih terbuka lebar untuk digali dan diwujudkan
dalam berbagai bentuk peluang-peluang usaha yang inovatif, kreatif, berkaitan
dengan potensi ketersediaan bahan baku tanaman kelapa ini. Harapan selalu
tumbuh dan terbuka. Sentra kerajinan tempurung kelapa yang telah ada saat ini
diharapkan dapat menjadi trigger bagi tumbuhnya sentra-sentra kerajinan
sejenis atau yang masih ada keterkaitannya, sehingga dapat menumbuhkan
semangat kewirausahaan masyarakat secara lebih luas, dan yang pasti
akan membantu meningkatkan taraf pendapatan dan kesejahteraan masyarakat
setempat.
Berikut ini sekelumit cara pemanfaatan tempurung (batok) kelapa untuk
dijadikan sebuah produk handikraf yang unik, cantik dan menarik.

4
BAB II
KERAJINAN TEMPURUNG (BATOK) KELAPA

A. Persiapan Bahan Baku dan Peralatan


Teknik pembuatan kerajinan tempurung (batok) kelapa yang di bahas dalam
buku ini di fokuskan pada persiapan bahan baku dan alat. Alat ini dapat di
beli di toko-toko mesin, tetapi ada alat bor yang memang di rancang khusus
untuk pemotongan dan pelubangan tempurung kelapa. Alat ini dirancang
dengan sesederhana mungkin, sehingga mudah diterapkan dan dibuat
sendiri oleh masyarakat.

1. Kebutuhan Bahan Baku


Tabel 1. Bahan Baku untuk membuat kerajinan Tempurung Kelapa
No Bahan yang diperlukan Ukuran Banyaknya
1. Batok Kelapa Standart 1 kolt
2. Kain Keras 1,5 x 10m 10 m
3. Spon 1,5 x 10m 10 m
4. Puring 1,5 x 10m 10 m
5. Resleting 10 cm 100 buah
6. Benang Nilon - 10 gulung
7. Mote - 10 set
8. Jarum Jahit Besar dan kecil 2 set
9. Lem Aibon - 10 kaleng
10. Selang Plastik - 50 m
11. Kancing Magnet 100 buah
12. Busa Lapis 1,5 x 10m 10 m

Berikut kami sajikan gambar dari bahan baku membuat kerajinan


Tempurung Kelapa.

5
Gb. 1 Gambar Bahan Baku
Pembuatan Kerajinan Tempurung Kelapa

2. Kebutuhan Peralatan
Tabel 2. Peralatan yang digunakan serta spesifikasi penggunaannya
No Jenis Alat Penggunaan
1. Bor Duduk Untuk membuat lubang pada
Tempurung
2. Pisau Cetak Untuk mencetak tempurung supaya
membentuk sesuai yang diinginkan
3. Carter Untuk memotong
4. Gunting Untuk memotong
5. Soldier Untuk mengelem
6. Penggaris kayu Untuk mengukur
7. Jangka Sorong Untuk membuat bundaran

6
Gb. 2 Gambar Peralatan
Pembuatan Kerajinan Tempurung Kelapa

B. Pelaksanaan Pembuatan Alat


Semua peralatan dapat dibeli di toko-toko, kecuali Pisau cetak dan Bor
duduk. Pisau Cetak memang khusus di buat untuk memotong dan mencetak
bulatan pada tempurung kelapa. Proses pembuatannya sangat sederhana,
kita hanya memperuncing pucuk dari pisau tersebut.

Gb. 3 Pembuatan Pisau Cetak

7
Pisau Cetak nantinya akan memotong tempurung sesuai dengan desain yang
dibuat. Foto-foto dari pisau cetak tersebut adalah sebagai berikut:

Gb. 4 Gambar Pisau Bor/Pisau Cetak

Sedangkan pada Bor duduk hanya dimodifikasi bagian tempat meletakan


pisau cetak, supaya pas. Sehingga kita hanya melakukan sedikir modifikasi
pada bor duduk agar pisau bor hasil modifikasi bisa masuk ke tempatnya.

Pisau Bor yang


sudah di
modifikasi
masuk sini

Gb. 5 Gambar Bor duduk Modifikasi

8
C. Pembuatan Pola
Ada beberapa pola yang bisa dikembangkan dalam pembuatan aneka
kerajinan dari bahan tempurung kelapa. Pola-pola tersebut bisa kita rancang
sendiri disesuaikan dengan bahan yang akan kita buat. Pola untuk tas
tentunya lain dengan pola untuk Peci kepala.

Berikut beberapa contoh pola yang bisa di ikuti oleh para pengrajin laian “
1. Pola Bintang Berlian

Gb. 6 Gambar Pola Bintang Berlian

Pola ini seperti bentuk tiga berlian kemudian ditambahkan beberapa


bulatan, warna putih dibentuk dengan cara tempurung di amplas.
Sedangkan warna coklat adalah warna tempurung asli yang memiliki
keunikan dan seni yang tinggi. Warna-warna coklat dibentuk lurus ke
depan dengan diberi warna halus pada beberapa tempurung yang kita
ambil dari warna asli. Diharapkan kita tidak melakukan proses

9
pewarnaan tersendiri karena bisa mengurangi unsur seni pada
tempurung.

2. Pola Bintang Lurus

Gb. 7 Gambar Pola Bintang Lurus


Pola ini seperti bentuk bunga disampingnya terpagari oleh beberapa
tempurung hulat yang berwarna putih. Kita hanya tinggal menata secara
lurus.

3. Pola Bintang Menyatu

Gb. 8 Gambar Pola Bintang Menyatu

10
4. Pola Bintang Sejajar

Gb. 9 Gambar Pola Bintang Sejajar

5. Pola Bintang Tersebar

Gb. 10 Gambar Pola Bintang Tersebar

6. Pola Bintang Tol

Gb. 11 Gambar Pola Bintang Tol

11
D. Cara Kerja
Setelah semua peralatan dan bahan tersedia maka kita akan melangkah ke
dalam cara pembuatan keterampilan Tempurung (Batok Kelapa).
Tempurung (Batok) kelapa bahan yang sangat tidak terpakai ini akan kita
sulap menjadi Tas yang sangat Cantik, unik, awet dan menarik. Dijamin kita
tidak akan malu memakainya.
Ada enam kompetensi yang harus dikuasai dalam pembuatan Tas dari bahan
tempurung kelapa ini. Kompetensi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pencetakan bahan
2. Penempelan bahan
3. Perajutan
4. Penepungan
5. Pemasangan daleman
6. Pasang tali
Proses Pembuatan Tas dari bahan tempurung kelapa harus mengikuti 6
kompetensi di atas, proses selengkapnya adalah sebagai berikut :
1. Pencetakan Bahan
PERALATAN PENCETAKAN
a. Bor duduk yang sudah dimodifikasi
b. Pembuatan Pisau Untuk bikin cetakan tali kancing
BAHAN
a. Batok kering
b. kelapa tua
c. Batok kering kelapa muda
CARA PENCETAKAN
a. Memilih bahan baku yang sudah kering untuk menghindari keluarnya
jamur, Batok di taruh di atas tatakan, terus kita pegang alat bor, kita
naik-turunkan pencetakan, Pisau digunakan untuk membuat lubang

12
dan membersihkan, Bor yang sudah ada pisaunya kita naik turunkan
untuk membuat pencetakan

Gb. 12 Pencetakan bahan baku

b. Untuk pencetakan dengan lubang kecil menggunakan pisau kecil,


Untuk pencetakan dengan lubang besar menggunakan piau besar.
c. Perawatan pisau selalu dijaga agar ketajaman pisau maksimal
d. Penggunaan 3-4 jam pisau di asah, agar selalu tajam dan menghasilkan
pencetakan yang bagus.
e. Setelah pencetakan selesai ditempatkan di Box plastik.
f. Hasil pencetakan bulat kecil-kecil dengan lubang ditengahnya

Gb. 13 Pola Pencetakan

13
Gb. 14 Hasil pencetakan dari tempurung kelapa

14
2. Penempelan bahan
PERALATAN PENEMPELAN
a. Kain Keras
b. Lem Keras (Aica Ibon)
c. Benang
d. Jarum
e. Mote

BAHAN
a. Penggaris Kayu
b. Gunting
c. Carter

CARA PENEMPELAN
a. Pemasangan kain keras sesuai dengan pola
b. Bahan cetakan kita tempelkan di atas kain keras yang sudah di beri lem
Aica Aibon.
c. kita tempelkan satu persatu sesuai dengan pola motif
d. Jika membuat barang/tas yang besar, tas yang kotak, dompet kain
keras diganti dengan spon.

Gb. 15 Proses Penempelan

15
Gb. 16 Proses Penempelan dan Model yang berbeda

Gb. 17 Model Penempelan harus bervariatif

16
Beberapa model penempelan yang memperindah bentuk Tas

Gb. 18 Beberapa model penempelen

17
3. Perajutan
BAHAN
a. Benang Nilon
b. Mote

PERLATAN
a. Jarum
b. Gunting

CARA PERAJUTAN
a. Merajut Kancing yang sudah ditempel di atas kain keras atau spon.
b. Merajut satu persatu dengan arah lajur benang horizontal dan silang
(miring kekiri dan ke kanan)
c. Selanjutnya dipasang mote, caranya mote kita masukan dulu ke dalam
jarum yang sudah dikasih benang, lalu jarum kita masukan ke tiap-tiap
lubang, kancing tengah satu-persatu sampai penuh.

Gb. 19 Proses Perajutan

18
Perajutan dengan benang nylon berwarna merah

Perajutan dengan benang nylon berwarna hitam

Gb. 20 Proses Perajutan

19
4. Perakitan /Penepungan
CARANYA :
a. Tiap sisi kita gabungkan sesuai dengan pola yang telah di buat, dengan
cara menggunting
b. Kita potong atau kita buang kain keras yang tidak terajut
c. Setelah perakitan/penepungan maka kita rajut lagi dengan benang
nylon
d. Proses penepungan atau perakitan ini membutuhkan konsentrasi dan
kesabaran karena, penggabungan tiap sisi harus serasi.
e. Gabungan sisi yang satu menyambung ke sisi yang lain
f. Setelah selesai maka perakitan ini tas sudah setengah jadi

Gb. 21 Proses Perakitan/Penepungan

20
5. Pemasangan daleman
BAHAN
a. Kain Busa Tipis
b. Resleting
c. Kain Keras
d. Kain Puring
e. Benang
PERALATAN
a. Gunting
b. Carter

CARA PEMASANGAN DALEMAN


a. Bahan tersebut kita jahit untuk mengisi daleman sesuai dengan pola
yang telah kita buat
b. Hasil daleman kita masukan ke dalam pola luar, terus kita jahit.
c. Resleting kita jahit ke sisi atas kancing

Gb. 22 Proses Pemasangan Daleman

21
6. Pasang tali
BAHAN
a. Selang plastik
b. Tas yang setengah jadi
c. Lem

PERALATAN
c. Bor
d. Soldier
e. Amplas
f. Gunting
g. Carter

Sebelum dipasang tali bahan cetakan kita haluskan, kita amplas supaya
halus dan simetris.

CARA PASANG TALI TAS


a. Cetakan tali kita masukan ke dalam tempat yang sudah disediakan
b. Kita lakukan dengan alat bor yang sudah dikasih alat untuk
mengamplas
c. Lama pengamplasan kurang lebih 10 menit
d. Setelah halus cetakan kita masukan ke dalam tali selang
e. Dimasukan satu persatu sepanjang pola yang telah di buat.
f. Ujung tali selang kita beri bubutan dari pohon kelapa untuk pemanis
g. Terus hasil pasang tali ujungnya kita masukan ke dalam tempat tali
h. Penguncian selang, dengan soldier listrik kita soldier ujung tali selang,
agar tali menjadi kuat.

22
Gb. 23 Proses Pemasangan Tali

Gb. 24 Tali setelah di pasang di tas

23
E. Membuat Product Lain
Apabila kita ingin membuat product lain selain Tas, maka tetap kita harus
menguasai 6 kompetensi pembuatan kerajinan Tempurung (Batok) Kelapa.
Kemampuan dalam menguasai 6 kompetensi di bawah ini adalah mutlak dan
urut (hirarkhis) artinya dilakukan secara urut dari nomor 1 sampai dengan
nomor 6.

6 Kompetensi tersebut adalah sebagai berikut :


1. Pencetakan bahan
2. Penempelan bahan
3. Perajutan
4. Penepungan
5. Pemasangan daleman
6. Pasang tali
Berikut adalah contoh-contoh pembuatan kerajinan dari tempurung kelapa,
yang dibuat berdasarkan 6 kompetensi di atas :
MEMBUAT TAS HP
1. Pembuatan Tas HP

Gb. 25 Gambar Tas Handpon ( HP)

24
Langkah –langkah pembuatan Tas HP adalah :
a. Membuat pencetakan bahan, berupa potongan-potongan
tempurung kelapa yang bulat dan kecil.
b. Penempelan bahan, Langkahnya :
1). Pemasangan kain keras sesuai dengan pola
2). Bahan cetakan kita tempelkan di atas kain keras yang sudah di
kasih lem
3). kita tempelkan satu persatu sesuai dengan pola motif
c. Perajutan Tas HP, Langkahnya :
1). Merajut Kancing yang sudah ditempel di atas kain keras atau
spon.
2). Merajut satu persatu dengan arah lajur benang horizontal dan
silang ( miring kekiri dan ke kanan)
3). Selanjutnya dipasang mote, caranya mote kita masukan dulu ke
dalam jarum yang sudah dikasih benang, lalu jarum kita
masukan ke tiap-tiap lubang, kancing tengah satu-persatu
sampai penuh.
d. Penepungan/Perakitan Tas HP, Langkahnya :
1). Tiap sisi kita gabungkan sesuai dengan pola yang telah di buat,
dengan cara menggunting
2). Kita potong atau kita buang kain keras yang tidak terajut
3). Setelah perakitan/penepungan maka kita rajut lagi dengan
benang nylon
e. Pemasangan daleman
1). Bahan tersebut kita jahit untuk mengisi daleman sesuai
dengan pola yang telah kita buat
2). Hasil daleman kita masukan ke dalam pola luar, terus kita
jahit.
3). Resleting kita jahit ke sisi atas kancing

25
f. Pemasangan tali
1). Cetakan tali kita masukan ke dalam tempat yang sudah
disediakan
2). Kita lakukan dengan alat bor yang sudah dikasih alat untuk
mengamplas
3). Lama pengamplasan kurang lebih 10 menit
4). Setelah halus cetakan kita masukan ke dalam tali selang
5). Dimasukan satu persatu sepanjang pola yang telah di buat.
6). Ujung tali selang kita beri bubutan dari pohon kelapa untuk
pemanis
7). Terus hasil pasang tali ujungnya kita masukan ke dalam tempat
tali
8). Penguncian selang, dengan soldier listrik kita soldier ujung tali
selang, agar tali menjadi kuat.

2. Pembuatan Dompet

Gb. 26 Gambar Dompet

26
Langkah – Langkah Pembuatan Dompet adalah :
a. Membuat pencetakan bahan, berupa potongan-potongan
tempurung kelapa yang bulat dan kecil.
b. Penempelan bahan, Langkahnya :
1). Pemasangan kain keras sesuai dengan pola
2). Bahan cetakan kita tempelkan di atas kain keras yang sudah di
kasih lem
3). kita tempelkan satu persatu sesuai dengan pola motif
c. Perajutan Dompet, Langkahnya :
1). Merajut Kancing yang sudah ditempel di atas kain keras atau
spon.
2). Merajut satu persatu dengan arah lajur benang horizontal dan
silang ( miring kekiri dan ke kanan)
3). Selanjutnya dipasang mote, caranya mote kita masukan dulu ke
dalam jarum yang sudah dikasih benang, lalu jarum kita
masukan ke tiap-tiap lubang, kancing tengah satu-persatu
sampai penuh.
d. Penepungan/Perakitan Tas HP, Langkahnya :
1). Tiap sisi kita gabungkan sesuai dengan pola yang telah di buat,
dengan cara menggunting
2). Kita potong atau kita buang kain keras yang tidak terajut
3). Setelah perakitan/penepungan maka kita rajut lagi dengan
benang nylon
e. Pemasangan daleman
1). Bahan tersebut kita jahit untuk mengisi daleman sesuai
dengan pola yang telah kita buat
2). Hasil daleman kita masukan ke dalam pola luar, terus kita
jahit.
3). Resleting kita jahit ke sisi atas kancing

27
f. Pemasangan tali
1). Cetakan tali kita masukan ke dalam tempat yang sudah
disediakan
2). Kita lakukan dengan alat bor yang sudah dikasih alat untuk
mengamplas
3). Lama pengamplasan kurang lebih 10 menit
4). Setelah halus cetakan kita masukan ke dalam tali selang
5). Dimasukan satu persatu sepanjang pola yang telah di buat.
6). Ujung tali selang kita beri bubutan dari pohon kelapa untuk
pemanis
7). Terus hasil pasang tali ujungnya kita masukan ke dalam tempat
tali
8). Penguncian selang, dengan soldier listrik kita soldier ujung tali
selang, agar tali menjadi kuat.

Kita bisa menciptakan product lain dari contoh-contoh di atas, tetapi sebaiknya
memang harus selalu mengikuti langkah-langkah ke-6 kompetensi tersebut.
Penciptaan product sebaiknya selalu mengikuti trend pasar. Kini sedang gencar-
gencarnya orang memakai product Blck Berry, maka tas HP tersebut sangat laku
jika di buat.
Berikut ini sebagai bahan referensi model, saya sertakan contoh-contoh dari
kerajinan tempurung (batok Kelapa) :

Gb. 27 Gambar Aneka Tas dari batok kelapa

28
Gb. 28 Gambar Aneka Tas, dompet, tas HP

Beberapa aspek perlu diperhatikan dalam pembuatan kerajinan Batok Kelapa ini,
diantaranya :
1. Aspek Amdal : Analisis mengenai dampak lingkungan
2. Aspek Ekonomis : Menaikan nilai tambah dari limbah Tempurung yang
tadinya di buang saja, sekarang bisa dimanfaatkan
dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
3. Aspek Lingkungan : Terutama dalam menekan terjadinya banjir, karena
membuang limbah sembarangan.

F. Analisa Usaha
Dewasa ini Kerajinan Tempurung Kelapa menjadi suatu trend usaha di
Indonesia bahkan untuk pencarian kata dengan nama “Handikraft
Tempurung Kelapa” dalam satu bulan di mesin alat pencari google
mencapai 7000 kata pencarian. Katakanlah setiap bulan orang yang mencari
frase kata ini sekitar sepuluh persennya saja yakni 700 orang. Maka dalam
satu bulan di Indonesia ada sekitar 700 pengusaha baru yang berniat
untuk membuka usaha Kerajinan dari tempurung kelapa. Sangat luar biasa.

29
Analisa Usaha Kerajinan Tempurung Kelapa

Negara Indonesia negara yang akan sangat cepat pertumbuhannya di sektor


ekonomi, kelas menegah akan merangsek naik. Bisnis sampingan
menjadi suatu hal yang lumrah dan dekat dengan kehidupan mereka.
Kerajinan Tempurung Kelapa awalnya berkembang karena banyaknya kelas
menengah ke atas yang tidak hanya berpikir pada kebutuhan pokok makan
dan sandang, tetapi sudah pada berpikir tentang barang antik, menarik dan
banyak unsur keindahannya. Menjadikan alasan utama bahwa berbisnis
Kerajinan Tempurung Kelapa akan sangat menguntungkan. Banyak sekali
orang yang tergiur dengan usaha ini, banyak sebab hal ini mengapa terjadi.
Sebab utama adalah bisnis Kerajinan Tempurung Kelapa orientasinya sangat
mudah, tempat untuk menjual produk Kerajinan Tempurung Kelapapun
sangat banyak. Tempat keramaian, toko-toko, kios-kios hiasan, adalah
tempat yang sangat bagus untuk menjajakan jualan Kerajinan tempurung
kelapa.

Invesment Cost
No. Jenis Jumlah Harga Total Harga
1 Bor Duduk 2 1.250.000 2.500.000
2 Pisau Cetak Kecil 1 100.000 100.000
3 Pisau Cetak Sedang 1 150.000 150.000
4 Pisau Cetak Besar 1 200.000 200.000
5 Carter 1 20.000 20.000
6 Gunting 1 25.000 25.000
7 Soldier 1 50.000 50.000
8 Penggaris Kayu 1 25.000 25.000
9 Jangka Sorong 1 50.000 50.000
Total Modal Awal 3.120.000
Cashflow Analysis
1. Estimasi Penjualan
Produksi per bulan

30
a. Dompet 25 100.000 2.500.000
b. Tas kecil 20 180.000 3.600.000
c. Tas sedang 15 250.000 3.750.000
9.850.000

2. Biaya Variabel/bulan
a. Batok kelapa 1 colt 250.000 250.000
b. Kain keras 10 meter 2.500 25.000
c. Spon 10 meter 4.500 45.000
d. Puring 10 meter 25.000 250.000
e. Resleting 10 cm 50 buah 4.500 225.000
f. Resleting 15 cm 25 buah 7.500 187.500
g. Resleting 20 cm 20 buah 10.000 200.000
h. Benang nilon 130
grm 10 lusin 120.000 1.200.000
i. Mote pasir Jepang 50 bungkus 3.000 150.000
j. Aneka Jarum 10 bungkus 10.000 100.000
k. Lem Aibon 700 grm 10 kaleng 50.000 500.000
l. Selang Plastik 20 meter 4.000 80.000
m. Kancing Magnet 50 buah 2.000 100.000
n. Busa Lapis 4mm 25 lembar 4.500
50x75 cm 112.500
3.425.000
3. Biaya Tetap/bulan
a. Sewa tempat
b. Gaji karyawan 2 org 2 1.000.000 2.000.000
c. Listrik & air 1 150.000 150.000
d. Depresiasi peralatan 1 336.600 336.600
2.486.600

Keuntungan Bersih 818.400


Break Even Point Analysis (BEP)
1. Modal Awal 3.120.000
2. Keuntungan Bersih 818.400

31
BAB III
KESIMPULAN

Tempurung kelapa memiliki banyak kegunaan, selain sebagai bahan bakar atau
arang Tempurung kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk
kerajinan tangan. Macam-macam kerajinan tangan yang dihasilkan dari
tempurung kelapa cukup diminati masyarakat Indonesia. Selain bentuknya yang
unik, hasil kerajinan tangan ini memiliki kesan tradisional yang khas dari Negara
kita.

Macam-macam kerajinan tangan dapat dihasilkan dari tempurung kelapa mulai


dari bingkai foto, tas, dompet, dompet HP, gantungan kunci, celengan, tempat
pensil, aksesories wanita sampai berbagai macam perlatan dapur. Tak hanya itu
tempurung kelapa dapat juga dijadikan sebagai rel gorden, peci, serta cup atau
penutup lampu.

Cara membuat kerajinan tempurung kelapa adalah mengikuti 6 langkah


kompetensi yang harus di kuasai, yakni : (1) Pencetakan bahan, (2) Penempelan
bahan, (3) Perajutan, (4) Penepungan, (5) Pemasangan daleman, (6) Pasang tali.
Langkah tersebut dilakukan secara urut dan penuh dengan ke hati-hatian.

Selain bernilai seni Tempurung kelapa juga memiliki nilai ekonomis. Macam-
macam kerajinan tangan dari tempurung kelapa juga memiliki peluang usaha
yang menjanjikan. Betapa tidak, dengan modal usaha yang kecil dan sederhana,
murah dan mudah diperoleh, dapat menghasilkan keuntungan yang berlipat
ganda.

32
DAFTAR PUSTAKA

M. Tohar. 1999. Membuka Usaha Kecil. Yogyakarta. Penerbit Kanisius.

Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi


antar peserta didik. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Agusta Yuda Hirlais. 2013. Kerajinan Tempurung Kelapa. http://kerajinan-


kita.blogspot.com (diunduh tanggal 28 Oktober 2013)

Anneahira, 2013. Macam-macam kerajinan tangan tempurung kelapa.


http://www.anneahira.com/macam-macam-kerajinan-tangan.htm
(diunduh tanggal 28 oktober 2013.

33
TentAng Penulis
Lahir di Karanganyar, 8 Juli 1965. Berprofesi sebagai Pamong
Belajar pada Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten
Pekalongan sejak tahun 2000 sampai dengan sekarang.

Menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) pada Jurusan


Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Universitas Negeri Surakarta (UNS) lulus tahun 1989.

Pernah menjadi juara Nasional ke IV pada Jambore PTK PAUDNI Tahun 2009
kategori Pamong Belajar. Tahun 2012 Juara 2 Lomba Aprsiasi PTK PAUDNI
Berprestasi Tk. Propinsi Jawa Tengah.

34