Anda di halaman 1dari 19

Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Good governance (kepemerintahan yang baik) merupakan prasyarat bagi setiap


pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan serta cita-cita
berbangsa dan bernegara. Adapun prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik sebagaimana
yang tertuang di dalam Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2000 adalah: profesionalitas,
akuntabilitas, transparansi, pelayanan prima, demokrasi, efisiensi, efektifitas, supremasi
hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat. Adapun salah satu upaya konkrit untuk
mewujudkan transparansi dan akuntabilitas untuk menuju “good governance” adalah
menjalankan pengawasan, supervisi, monitoring dan evaluasi yang efektif dan efisien
terhadap pelaksanaan kebijakan program yang telah ditetapkan, serta menyampaikan
laporan tepat waktu dan akurat yang disusun dengan mengikuti petunjuk yang berlaku,
sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang
Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; Peraturan Presiden Republik
Indonesia nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
serta Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja,
Pelaporan Kinerja dan Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Berdasarkan peraturan perundangan tersebut setiap instansi pemerintah sebagai


unsur penyelenggaraan pemerintahan negara diwajibkan untuk memberikan Laporan
Kinerja sebagai wujud pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta
kewenangan pengelolaan sumberdaya.

Laporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi
yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Hal
terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja
dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap

1
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

pengukuran kinerja. Laporan Kinerja ini merupakan perwujudan pertanggungjawaban


instansi pemerintah tentang keberhasilan/kegagalan pelaksanaan Program dan Kegiatan
yang telah diamanatkan para pemangku kepentingan dalam rangka mencapai misi
organisasi secara terukur dengan sasaran/target kinerja yang telah ditetapkan melalui
perjanjian kinerja yang disusun secara periodik. Adapun tujuan pelaporan Kinerja adalah (1)
Memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah
dan seharusnya dicapai; (2) Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi
pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya.

B. GAMBARAN KONDISI ORGANISASI

Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan adalah unsur pelaksana Pemerintah Daerah di


bidang perhubungan sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bintan Nomor 7 Tahun
2016 tanggal 25 November 2016 tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah
Kabupaten Bintan. Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan mempunyai tugas pokok
membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah
dan tugas pembantuan serta perumusan kebijakan daerah dibidang perhubungan.
Jumlah Sumber Daya Manusia pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan pada saat
ini berjumlah 33 orang PNS, 19 orang PTT/Honorer dan 25 orang THL dengan latar
belakang pendidikan sebagai berikut :
Jumlah
No Jenjang Pendidikan
PNS PTT/Honorer THL
1 SD - 1 1
2 SMP - - -
3 SMA 12 9 19
4 D3 4 5 1
5 S1 14 4 4
6 S2 3 - -
Total 33 19 25

SARANA DAN PRASARANA OPD


Sarana dan Prasarana yang dimiliki Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan :
1. Kendaraan dinas roda 4 (empat) berjumlah 5 (lima) unit;
2. Kendaraan dinas roda 2 (dua) berjumlah 6 (enam) unit;
3. Peralatan dan Perlengkapan Kantor.

2
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

C. STRUKTUR ORGANISASI

Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan dibentuk berdasarkan


Peraturan Daerah Kabupaten Bintan Nomor 7 Tahun 2016 tanggal 25 November 2016
tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Bintan, dipimpin oleh
seorang Kepala Dinas dan membawahi :
a) Sekretaris membawahi 2 (dua) sub bagian yaitu :
1) Sub bagian Penyusunan Program dan Keuangan;
2) Sub bagian Umum dan Kepegawaian;
b) Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, terdiri dari :
1) Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Angkutan Jalan;
2) Seksi Penyelenggaaan Angkutan dan Pengendalian Operasional Angkutan Darat;
3) Seksi Teknik Sarana dan Prasarana Lalulintas Angkutan Jalan.
c) Bidang Perhubungan Laut dan Udara, terdiri dari :
1) Seksi Lalulintas Angkutan Laut dan Udara;
2) Seksi Pengelolaan Kepelabuhanan dan Kebandarudaraan; dan
3) Seksi Pengembangan Prasarana Laut dan Udara;
d) Bidang Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan, terdiri dari:
1) Seksi Pengawasan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan ; dan
2) Seksi Pengembangan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan.
e) Unit Pelaksana Teknis; dan
f) Kelompok Jabatan Fungsional.

Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan


mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Perumusan kebijakan dibidang lalulintas dan angkutan jalan, kepelabuhanan dan
kebandarudaraan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang
ditugaskan kepada daerah Kabupaten;
2. Pelaksanaan kebijakan dibidang lalulintas dan angkutan jalan, kepelabuhanan dan
kebandarudaraan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang
ditugaskan kepada daerah Kabupaten;

3
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan dibidang lalulintas dan angkutan jalan,


kepelabuhanan dan kebandarudaraan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas
pembantuan yang ditugaskan kepada daerah Kabupaten;
4. Pelaksanaan administrasi dinas; dan
5. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan pimpinan dengan keputusan ataupun surat
penugasan sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

Secara terstruktur dapat diperlihatkan Struktur Organisasi Dinas Perhubungan


Kabupaten Bintan sebagai berikut :

KEPALA DINAS

JABATAN FUNGSIONAL SEKRETARIS

SUBBAG PENYUSUNAN SUBBAG UMUM &


PROGRAM & KEUANGAN KEPEGAWAIAN

BIDANG ANGKUTAN
BIDANG LALULINTAS DAN BIDANG PERHUBUNGAN
SUNGAI, DANAU &
ANGKUTAN JALAN LAUT DAN UDARA
PENYEBERANGAN

SEKSI MANAJEMEN & SEKSI PENGAWASAN


REKAYASA LALU SEKSI LALU LINTAS
ANGKUTAN SUNGAI,
ANGKUTAN LAT & UDARA
LINTAS DANAU & PENYEBERANGAN

SEKSI PENYELENGGARAAN SEKSI PENGEMBANGAN SEKSI PENGELOLAAN


UPT PENGUJIAN
ANGKUTAN & OPS ANGKUTAN SUNGAI, PELABUHAN &
KENDARAAN BERMOTOR
ANGKUTAN DARAT DANAU & PENYEBERANGAN KEBANDARUDARAAN

SEKSI TEKNIK SARANA & SEKSI PENGEMBANGAN


PRASARANA LALULINTAS SUBBAG TATA USAHA
PRASARANA LAUT & UDARA
ANGKUTAN DARAT

D. RUANG LINGKLUP

Ruang lingkup Penyusunan Cascading Kinerja Dinas Perkebunan dan Peternakan


tahun 2017 adalah :
1. Dokumen Cascading Kinerja Pejabat Eselon II, Eselon III dan Pejabat Eselon IV
dilingkup Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan.
2. Tujuan, Sasaran, Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan yang tercantum didalam
RPJMD serta RENSTRA Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan Tahun 2016-2021.

4
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

Adapun Sistematika Penulisan Laporan Cascading Kinerja Dinas Perhubungan


Kabupaten Bintan Tahun 2018 terdiri dari :

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Gambaran Kondisi Organisasi
C. Struktur Organisasi
D. Ruang Lingklup

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA


A. Rencana Strategis
B. Visi dan Misi
c. Tujuan, Sasaran dan Indikator Sasaran
D. Strategi dan Arah Kebijakan Umum
E. Cascading Kinerja

BAB III PENUTUP

LAMPIRAN

5
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

A. RENCANA STRATEGIS

Perencanaan Pembangunan adalah suatu proses penyusunan tahapan- tahapan


kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan pembangunan, guna
pemanfaatan dan pengalokasian sumberdaya yang ada dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan sosial untuk jangka waktu tertentu. Dalam mekanisme kepemerintahan,
perencanaan pembangunan tersebut dijalankan melalui suatu sistem perencanaan
pembangunan yang terkoordinasi dan terintegrasi, untuk menghasilkan rencana-rencana
pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan
oleh unsur penyelenggara pemerintah dan masyarakat.

Sistem perencanaan pembangunan itu sendiri dimaksudkan untuk memberikan


landasan hukum dalam menyusun, menetapkan, melaksanakan perencanaan, dan
mengendalikan serta mengevaluasi pelaksanaan rencana pembangunan Daerah yang
berkelanjutan dan membentuk suatu siklus perencanaan yang utuh.

Sasaran Pembangunan Perhubungan tahun 2016-2021 adalah meningkatnya


keselamatan dan keamanan transportasi sesuai Standar Pelayanan Minimal; meningkatnya
pelayanan regulasi bidang transportasi; meningkatnya sarana dan prasarana transportasi
untuk mengurangi ketertinggalan ketersediaan infrastruktur transportasi wilayah.

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada hakekatnya terkait


erat, dan merupakan bagian dari sistem perencanaan pembangunan tersebut, dimana
hasil dari evaluasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini akan menjadi acuan
bagi tahapan siklus perencanaan selanjutnya. Oleh karena itu substansi dari LAKIP ini
harus memuat kajian terhadap dokumen perencanaan pembangunannya. Rencana
Stratejik (Renstra) Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan Tahun 2016-2021 telah
dirumuskan pada pertengahan tahun 2016, yang substansinya merupakan turunan dari

6
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)


Kabupaten Bintan Tahun 2016- 2021.

Secara umum RENSTRA Dinas Dinas Perhubungan Tahun 2016 -2021 memuat
keseluruhan kebijakan publik di lingkungan dinas dan secara khusus membahas kebijakan
publik sektor Perhubungan yang terkait dengan APBD yang disusun berdasarkan alokasi
kebutuhan pendanaan yang tertampung dalam RPJMD Tahun 2016-2021.

B. VISI DAN MISI


B.1. TELAAH VISI
Kabupaten Bintan yang lebih sejahtera adalah cita-cita dan harapan bersama dengan
tekad melakukan sejumlah perubahanperubahan mendasar untuk mempersiapkan
pondasi yang kuat bagi pembangunan Kabupaten Bintan pada periode 2016-2021,
guna menyongsong terwujudnya Kabupaten Bintan Gemilang pada 2025.
Dengan mempertimbangkan kondisi daerah, permasalahan pembangunan, tantangan
yang dihadapi serta isu-isu strategis, dirumuskan visi, misi, tujuan dan sasaran
pembangunan jangka menengah daerah maka Visi Kabupaten Bintan tahun 2016-
2021 adalah
“Terwujudnya Kabupaten Bintan yang Madani dan Sejahtera Melalui
Pencapaian Bintan Gemilang 2025 (Gerakan Melangkah Maju di Bidang
Kelautan, Pariwisata, dan Kebudayaan)”
Adapun penjelasan visi tersebut berdasarkan kata kunci adalah sebagai berikut :
Madani :
1. Masyarakat yang beradab dan agamis
2. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan;
3. Masyarakat yang demokratis;
4. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi;
5. Program-program pembangunan berbasis masyarakat.
Madani merupakan perwujudan dari masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi
nilai-nilai kemanusiaan, yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan
teknologi. Sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan

7
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan


kepentingan-kepentingannya; dimana pemerintahannya memberikan peluang yang
seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program
pembangunan di wilayahnya. Namun demikian, masyarakat madani bukanlah
masyarakat yang sekali jadi, yang hampa udara, taken for granted. Masyarakat
madani adalah konsep yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan
perjuangan yang terus menerus.
Sejahtera :
1. Kesehatan
2. Pendidikan
3. Daya beli
Kesejahteraan yang ingin diwujudkan merupakan kesejahteraan yang berbasis pada
ketahanan keluarga dan Iingkungan sebagai dasar pengokohan sosial. Masyarakat
sejahtera tidak hanya dalam konteks lahiriah dan materi saja, melainkan juga
sejahtera jiwa dan batiniah. Kesejahteraan dalam artinya yang sejati adalah
keseimbangan hidup yang merupakan buah dari kemampuan seseorang untuk
memenuhi tuntutan dasar seluruh dimensi dirinya, meliputi ruhani, akal, dan jasad.
Kesatuan elemen ini diharapkan mampu saling berinteraksi dalam melahirkan masa
depan yang cerah, adil dan makmur. Keterpaduan antara sejahtera lahiriah dan
batiniah adalah manifestasi dari sejahtera yang paripurna. Kesejahteraan yang seperti
inilah yang akan membentuk kepecayaan diri yang tinggi pada masyarakat Kabupaten
Bintan untuk mencapai kualitas kehidupan yang semakin baik, hingga menjadi
teladan bagi daerah lainnya.
Bintan Gemilang 2025 Gerakan Melangkah Maju di Bidang:
1. Kelautan
2. Pariwisata
3. Kebudayaan
Memiliki arti “Gerakan Melangkah Maju”, gerakan yang dimaksud merupakan gerakan
pembangunan yang dilakukan secara terencana dan bertahap untuk lebih maju yang
melibatkan secara aktif seluruh pihak di Kabupaten Bintan dengan jangka waktu
target capaian sampai tahun 2025. Pembangunan dikembangkan sesuai potensi dan
keunggulan kabupaten Bintan, yaitu sektor kelautan dan pariwisata sebagai core dan

8
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

sekaligus sebagai driver activity. Serta dengan melestarikan dan memajukan seluruh
hasil kegiatan dan penciptaan akal budi masyarakat seperti kesenian, dan adat
istiadat dengan bersandar pada Budaya Melayu.

B.2. MISI

Dalam rangka mewujudkan visi pembangunan tersebut maka ditentukan 8 (delapan)


Misi pembangunan 2016-2021 yang akan dicapai yaitu:
1. Mewujudkan Kabupaten Bintan sebagai daerah tujuan investasi yang berdaya
saing dengan mengoptimalkan potensi ekonomi lokal terutama di bidang
pariwisata dan kelautan.
2. Mewujudkan pelayanan infrastruktur daerah yang berkualitas, terintegrasi dan
merata.
3. Mewujudkan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik (good
governance) dan demokratis sebagai langkah melayani masyarakat dengan
sepenuh hati
4. Meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan serta kualitas SDM agar bisa
bersaing dalam kompetisi global.
5. Mewujudkan pembangunan karakter masyarakat yang religius dan berbudaya
Melayu sebagai landasan pembangunan masyarakat.
6. Mengoptimalkan pemberdayaan masayarakat, Mewujudkan Kesejahteraan Sosial
dan pengarusutamaan gender dalam berbagai aspek pembangunan.
7. Memberdayakan pemuda sebagai pelopor pembangunan di Kabupaten Bintan
8. Mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas pengelolaan
lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Adapun misi dan tujuan pembangunan Kabupaten Bintan yang terkait dengan terkait
dengan tugas dan fungsi Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan adalah sebagai
berikut:
Misi 2 :
Mewujudkan pelayanan infrastruktur daerah yang berkualitas, terintegrasi dan
merata.
Tujuan :
Meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan keterhubungan antar wilayah dan antar

9
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

pulau untuk mendukung pertumbuhan wilayah secara merata


Sasaran :
Terhubungnya pusat-pusat kegiatan dan pusat produksi (konektivitas) antar pulau
Dinas Perhubungan memiliki potensi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi
daerah dirasakan sangat vital sejalan dengan peningkatan pembangunan daerah
disegala sektor kehidupan masyarakat, sehingga peningkatan pertumbuhan
pembangunan ini memerlukan peningkatan jasa perhubungan, khususnya jasa
transportasi, telekomunikasi dan informatika. Disisi lain, transportasi berperan juga
dalam mobilisasi penduduk keseluruh wilayah, sehingga transportasi tidak hanya
berperan dalam menumbuhkembangkan perekonomian tetapi juga mendukung
pembangunan di bidang–bidang lainnya. Pemerintah Kabupaten Bintan menjadikan
sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas kebijakan dalam RPJMD tahun 2016-
2021. Oleh sebab itu, pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan akan
memprioritaskan anggaran untuk mendukung sektor pariwisata.
Pembangunan sistem transportasi yang efisien, efektif dan terpadu sangat diperlukan
dalam upaya menekan biaya transportasi, sehingga produk-produk industri dan
pertanian menjadi lebih kompetitif di pasar lokal, regional maupun nasional atau
international yang pada gilirannya mendatangkan devisa khususnya bagi daerah dan
negara pada umumnya.
Keterpaduan sistem transportasi antar moda diperlukan, dimana jaringan transportasi
merupakan satu kesatuan jaringan prasarana dan jaringan pelayanan transportasi
darat, laut dan udara. Dalam rangka mewujudkan pembangunan transportasi yang
efisien, efektif dan terpadu tersebut, maka sistem transportasi perlu ditata sedemikian
rupa, dengan tetap mengacu kepada Rencana Tata Ruang Wilayah.

C. TUJUAN, SASARAN DAN INDIKATOR SASARAN

1.1. TUJUAN
Tujuan merupakan target kuantitatif organisasi, sehingga pencapaian target ini dapat
merupakan ukuran kinerja faktor-faktor kunci keberhasilan organisasi. Tujuan sifatnya
lebih konkrit daripada misi dan mengarah pada suatu titik terang pencapaian hasil.

10
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

Dengan adanya pernyataan tujuan, maka akan jelas bagi organisasi mengenai arah
yang akan dituju dalam rangka mempertahankan eksistensi di masa datang. Dengan
demikian, tujuan merupakan penjabaran secara lebih nyata dari perumusan visi dan
misi yang unik dan idealistik.

Tujuan jangka panjang maupun jangka pendek yang ingin dicapai oleh Dinas
Perhubungan Kabupaten Bintan adalah sejalan dengan sasaran yang hendak dicapai,
yaitu:

Indikator Kinerja Target Tahun


No Tujuan Strategis
2021
1. Terhubungnya pusat-  Persentase Pulau Berpenghuni 31%
pusat kegiatan dan Yang Dilayani Angkutan Laut 12 Pulau/39
pusat produksi Pulau
(konektivitas) antar berpenghuni
pulau  Persentase jalan yang dilayani 40%
angkutan umum 223 Km/558,36
Km
 Persentase Penurunan 16,5%
Kejadian Kecelakaan Lalulintas 50 Kasus/60
kasus

1.2. SASARAN
Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur yang akan dicapai secara
nyata dalam jangka waktu tahunan. Sasaran merupakan bagian internal dalam proses
perencanaan strategis Inspektorat Daerah Kabupaten Bintan.
Sasaran harus bersifat spesifik, dapat dinilai, diukur, menantang namun dapat dicapai,
orientasi pada hasil dan dapat dicapai dalam periode tertentu.
Berdasarkan pengertian tersebut maka Inspektorat Daerah Kabupaten Bintan
menetapkan sasaran sebagai berikut :

Indikator Kinerja
No Sasaran Program Kegiatan
Utama
2.1 Meningkatnya 1. Persentase Pulau 1. Program Perencanaan 1. Kegiatan Penyusunan Dokumen Tataran

11
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

Indikator Kinerja
No Sasaran Program Kegiatan
Utama
Pelayanan Berpenghuni Yang Pembangunan Transportasi Lokal (Tatralok)
Transportasi Dilayani Angkutan Prasarana dan Fasilitas 2. Kegiatan Perencanaan pembangunan prasarana
Laut Perhubungan dan fasilitas Bidang LLAJ
3. Kegiatan Perencanaan pembangunan prasarana
2. Persentase jalan dan fasilitas Bidang Perhubungan Laut dan Udara
yang dilayani 4. Kegiatan Penyusunan Rencana Strategis Dinas
angkutan umum Perhubungan
5. Penyusunan Kebijakan, Norma,Standart dan
Prosedur Bidang di Bidang Perhubungan
2. Program Pembangunan 1. Kegiatan Pembangunan Gedung Terminal
Sarana dan Prasarana 2. Kegiatan Pembangunan Halte Bus/Taxi
Perhubungan 3. Kegiatan Pembangunan Pelabuhan/ Dermaga
Rakyat dan Ruang Tunggu
4. Kegiatan Pembangunan Pelabuhan ASDP
5. Kegiatan Pengadaan Sarana dan Fasilitas
Pendukung/Penunjang Terminal
6. Kegiatan Pengadaan Sarana dan Fasilitas
Penunjang/ Pendukung Pelabuhan/ Dermaga
7. Kegiatan Pengadaan Sarana dan Fasilitas
Pendukung/ Penunjang Bandar Udara
8. Kegiatan Pengadan Sarana dan Fasilitas
Pendukung/ Penunjang Pelabuhan ASDP
9. Kegiatan Pengadaan Sarana dan Fasilitas
Pendukung/Penunjang Gedung PKB
10. Kegiatan Pengadaan Sarana Transportasi Darat
11. Kegiatan Pengadaan Sarana Transportasi Laut

3. Program Rehabilitasi 1. Kegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Terminal


dan Pemeliharaan Angkutan Darat
Prasarana dan Fasilitas 2. Kegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Halte
Perhubungan Angkutan Darat
3. Kegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan
Pelabuhan/ Dermaga
4. Rehabilitasi dan pemeliharaan Pelabuhan ASDP
5. Kegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan
Prasarana Balai/UPT Pengujian Kendaraan
Bermotor
6. Kegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan
Penunjang Fasilitas Terminal Angkutan Darat
7. Kegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Fasilitas
Penunjang Pelabuhan
8. Kegiatan Pengadan Sarana dan Fasilitas
Pendukung/ Penunjang Pelabuhan ASDP
9. Kegiatan Rehabilitasi dan pemeliharaan fasilitas
dan penunjang dermaga/pelabuhan ASDP
10. Kegiatan Rehabilitasi dan pemeliharaan fasilitas
penunjang PKB
11. Kegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Alat
Pemberi Isyarat Lalu Lintas
12. Kegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Rambu-
rambu lalu lintas
13.Kegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaann Pagar
Pengaman Jalan

4. Program Peningkatan 1. Peningkatan dan Pelayanan Terminal Angkutan


Pelayanan Angkutan Darat
2. Peningkatan dan Pelayanan Kepelabuhanan
3. Peningkatan dan Pelayanan Kepelabuhanan
ASDP ( Angkutan Sungai Danau dan
Penyeberangan )
4. Kegiatan Pemilihan dan Pemberian Penghargaan
Sopir/Juru Mudi/Awak Kendaraan Angkutan Umum
Teladan

12
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

Indikator Kinerja
No Sasaran Program Kegiatan
Utama
5. Kegiatan Sosialisasi dan Penertiban Perparkiran
6. Kegiatan Belanja Sewa Kapal Bagi Masyarakat
Tambelan
7. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Verifikasi BBM
Jenis Tertentu Bidang Darat
8. Kegiatan Pengawasan dan Pengendalian Bandar
Udara

2.2 Meningkatnya Persentase Penurunan 1.Program Pengendalian 1. Pengadaan dan pemasangan Fasilitas
Keselamatan Lalu Kejadian Kecelakaan dan Pengamanan Lalulintas Keselamatan Jalan
Lintas Lalulintas 2. Pengadaan dan Pemasangan Pagar Pengaman
Jalan
3. Pengadaan dan pemasangan Rambu Lalu Lintas
4. Pengamanan Lalulintas
5. Penyuluhan Keselamatan Berlalu Lintas anak
Sekolah
6. Kegiatan Pembinaan Angkutan Laut/Pompong
Masyarakat

2.Program Peningkatan 1. Pelaksanaan Pengujian Kendaraan Bermotor


Kelaikan Pengoperasian 2. Pengadaan alat pengujian kendaraan bermotor
Kendaraan Bermotor 3. Kegiatan Perawatan Alat Pengujian Kendaraan
Bermotor

Berikut Tabel 2.1. Tujuan Dan Sasaran Jangka Menengah OPD :

INDIKATOR TARGET KINERJA TUJUAN / SASARAN


NO TUJUAN SASARAN
TUJUAN / SASARAN PADA TAHUN KE-
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Terhubungnya Meningkatnya Pelayanan Persentase Pulau Berpenghuni 21% 23% 26% 28% 31%
pusat-pusat Transportasi Yang Dilayani Angkutan Laut
kegiatan dan pusat
produksi
(konektivitas) antar Persentase jalan yang dilayani 30% 30% 30% 40% 40%
pulau angkutan umum
Meningkatnya Keselamatan Persentase Penurunan Kejadian 3.3% 6.6% 9.9% 13.2% 16.5%
Lalulintas Kecelakaan Lalulintas

D. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN UMUM


1.1. STRATEGI
Setelah menetapkan tujuan dan sasaran, langkah selanjutnya adalah menentukan
Strategi bagaimana cara mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Strategi mencapai
tujuan dan sasaran merupakan rencana yang menyeluruh dan terpadu mengenai
upaya-upaya organisasi yang meliputi penetapan kebijakan, program operasional dan
kegiatan dengan mempertimbangkan sumber daya organisasi serta keadaan
lingkungan yang dihadapi yang akan dilakukan setiap tahun dalam kurun waktu 5
(lima) tahun.

13
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

Strategi yang akan dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan untuk mencapai
sasaran antara lain :
1. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Prasaranan Transportasi;
2. Peningkatan Pengadaan Sarana Transportasi;
3. Meningkatkan Keselamatan Lalulintas;

1.2. ARAH KEBIJAKAN

Kebijakan yang dimaksud adalah pedoman (rambu-rambu) pelaksanaan dari


kegiatan-kegiatan tertentu. Program adalah kumpulan dari kegiatan-kegiatan, dan
Kegiatan merupakan segala sesuatu yang harus dilakukan oleh sebuah organisasi
dalam merealisasikan program kerja operasionalnya. Kegiatan merupakan cerminan
dari strategi kongkrit organisasi untuk diimplementasikan dengan sebaik-baiknya
dalam rangka mencapai tujuan dan sasarannya.
Kebijakan adalah merupakan ketentuan yang telah disepakati pihak terkait yang
ditetapkan oleh pihak yang berwenang untuk dijadikan pedoman, pegangan petunjuk
bagi setiap kegiatan aparatur pemerintah dan masyarakat, agar tercapai kelancaran
dan keterpaduan dalam upaya mencapai tujuan dan sasaran Dinas Perhubungan
Kabupaten Bintan. Adapun tujuan, sasaran dan arah kebijakan yang ditetapkan
sebagai berikut :

Tabel 2.2.
Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan :

VISI : TERWUJUDNYA KABUPATEN BINTAN YANG MADANI DAN SEJAHTERA MELALUI PENCAPAIAN BINTAN
GEMILANG 2025 “(GERAKAN MELANGKAH MAJU DI BIDANG KELAUTAN, PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN)
MISI : Mewujudkan pelayanan infrastruktur daerah yang berkualitas, terintegrasi dan merata.

TUJUAN SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN

Terhubungnya pusat- Meningkatnya Meningkatkan Kualitas dan 1. Melaksanakan Studi


pusat kegiatan dan pusat Pelayanan Kuantitas Prasaranan Transportasi Perencanaan Pembangunan
produksi (konektivitas) Transportasi Transportasi
antar pulau 2. Peningkatan pengadaan
prasarana transportasi
3. Memelihara prasarana
transportasi yang telah di
bangunan
4. Peningkatan fasilitas
perlengkapan jalan

14
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

Peningkatan Pengadaan Sarana 1. Melaksanakan studi


Transportasi jaringan trayek angkutan
umum di Kabupaten Bintan
2. Peningkatan pengadaan
sarana transportasi
Meningkatnya Keselamatan Meningkatkan Keselamatan Lalulintas 1. Meningkatkan pengadaan
Lalulintas fasilitas keselamatan
lalulintas jalan berupa
marka jalan, rambu
lalulintas, pagar pengaman
jalan, alat pemberi isyarat
lalu lintas, delineator, paku
jalan serta cermin tikungan
2. Pengamanan lalu lintas
pada jalan yang memiliki
potensi dan rawan
kecelakaan
3. Pengujian berkala
kendaraan bermotor

E. CASCADING KINERJA

Cascading Kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja/kesepakatan


kinerja/perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target yg ingin
dicapai dengan memperhatikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra.
Perjanjian kinerja yang akan dicapai mengambarkan Perjanjian Kinerja Utama (IKU)
untuk Pejabat Eselon II, Sasaran Program (Outcome) untuk Pejabat Eselon III serta
Output sebagai Indikator Kinerja untuk Eselon IV. Adapun Rincian Perjanjian Kinerja
atau Cascading Kinerja Dinas Perubungan Kabupaten Bintan Tahun 2018 dapat
dilihat pada Lampiran.

15
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

BAB III
PENUTUP

Sebagai bagian penutup dari Cascading Kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten


Bintan Tahun 2018 dapat disimpulkan bahwa Penyusunan Cascading Kinerja ini adalah
untuk memberikan gambaran tingkat pencapaian sasaran maupun tujuan instansi
pemerintah sebagai jabaran Visi, Misi dan Strategi Instansi Pemerintah bagi
Pejabat Eselon yang ada dilingkup Inspektorat Daerah Kabupaten Bintan yang
mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan
Program dan Kebijakan yg ditetapkan.

Demikianlah Cascading Kinerja ini dibuat semoga bermanfaat, kritikan dan saran
yang disampaikan akan diterima untuk kesempurnaan dimasa mendatang.

16
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

CASCADING KINERJA INSPEKTORAT DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2018


INSPEKTUR DAERAH KABUPATEN BINTAN
Visi : “Terwujudnya Kabupaten Bintan Yang Madani Dan Sejahtera Melalui Pencapaian Bintan Gemilang 2025 “ (Gerakan Melangkah Maju Di Bidang Kelautan, Pariwisata Dan Kebudayaan)
Tujuan 1 : Terhubungnya pusat-pusat kegiatan dan pusat produksi (konektivitas) antar pulau
Sasaran 1 : Meningkatnya Pelayanan Transportasi
Sasaran 2 : Meningkatnya Keselamatan Lalulintas
Indikator Kinerja Utama 1. Jumlah Pulau Berpenghuni yang dilayani angkutan Laut
2. Jumlah Penurunan Kecelakaan Lalu Lintas
3. Jumlah Kepemilikan KIR Kendaraan Bermotor
Bidang ASDP r
Inspektur Pembantu
Bidang LLAJ Bidang Perhubungan Laut dan Udara Sekretaris
Bidang
Sosial Kemasyarakatan
Sasaran 1 Meningkatnya Sasaran 1 Meningkatnya Sasaran 1 Meningkatnya Pelayanan Transportasi Sasaran 1 Meningkatnya Pelayanan Administrasi Perkantoran
Pelayanan Pelayanan
Transportasi Transportasi Sasaran 2 Meningkatnya Sarana dan Prasarana Aparatur
Sasaran 3 Meningkatnya Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Sasaran 2 Meningkatnya Sasaran 2 Meningkatnya Sasaran 2 Meningkatnya Keselamatan Lalulintas Sasaran 4 Meningkatnya Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
Keselamatan Lalulintas Keselamatan Lalulintas
Sasaran 5 Meningkatnya Pengawasan dan Pengendalian Internal dan Eksternal
Sasaran 6 Meningkatnya Pembinaan dan Pengawasan serta Peningkatan Akuntabilitas
Pembangunan Daerah

Subbag Umum & Subbag Penyusunan


Subbag Keuangan
Kepegawaian Program
Output 1 Output 1 : Output 1 : Output 1 :
Tersedianya kelengkapan Tersusunnya Dokumen Tersusunnya Dokumen
pelayanan administrasi Keuangan SKPD Perencanaan Program
perkantoran

Output 2 Output 2 : Output 2 : Output 2 :


Terlaksana nya pengadaan Tersusunnya Laporan Tersusunnya laporan hasil
pakaian dinas beserta Keuangan SKPD pemeriksaan (LHP) sebagai
kelengkapannya bahan evaluasi

Output 3 : Output 3 :
Jumlah PNS yg mengikuti Terlaksananya Pengawaasan
Pelatihan dan Review sebagai bahan
evaluasi

Bandar Seri Bentan, 2 Januari 2018


INSPEKTUR DAERAH KABUPATEN
BINTAN

Drs. R.M. AKIB RACHIM, MM.


PEMBINA UTAMA MUDA
NIP. 19610103 198801 1 002

17
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

LAMPIRAN :

PERJANJIAN KINERJA 2018


1. PK ESELON II
2. PK ANTARA ESELON II-III
3. PK ANTARA ESELON III-IV
4. PK ANTARA ESELON IV-STAF

18
Cascading Tahun 2018 Dinas Perubungan Kabupaten Bintan

19