Anda di halaman 1dari 3

3.

4 Teknik Pengumpulan Data


Untuk mengumpulkan data dalam penelitian tindakan kelas ini,
peneliti ini menggunakan observasi,wawancara, pemberian tugas (test) dan
dokumentasi.
3.5.1 Observasi
Observasi merupakan cara pengumpulan data untuk mendapatkan informasi
dengan cara pengamatan langsung yang digunakan untuk mengukur aktivitas
siswa dan kinerja guru. Hal ini senada dengan pendapat Sudjana (2006: 84),
bahwa:
Observasi dapat mengukur atau menilai hasil belajar misalnya tingkah laku
siswa pada waktu belajar, tingkah laku guru pada waktu mengajar, kegiatan
diskusi siswa, partisifasi siswa dalam simulasi dan penggunaan alat peraga
pada waktu mengajar, melalui pengamatan dapat diketahui bagaimana sikap
dan perilaku siswa, kegiatan yang dilakukannya, kemampuan, bahkan hasil
yang diperoleh dari kegiatannya. Observasi ini harus dilaksanakan pada saat
proses kegiatan itu berlangsung.

Pada penelitian ini observasi dilakukan kepada guru dan anak untuk
mengetahui kondisi pembelajaran, kemampuan anak dalam mengenal angka 1
sampai 10, strategi pembelajaran yang digunakan dalam merangsang
kemampuan mengenal angka 1 sampai 10, serta teknik dan media yang
digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka 1 sampai 10.

3.5.2 Wawancara
Pengertian wawancara menurut Hopkins (Wiriaatmadja, 2005: 117) adalah
“suatu cara untuk mengetahui situasi tertentu di dalam kelas dilihat dari sudut
pandang yang lain”.
Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa wawancara
adalah suatu alat yang dipergunakan untuk mengumpulakan data dengan cara
memberikan pertanyaan-pertanyaan secara langsung dari pewawacara kepada
narasumber untuk mengetahui situasi di dalam kelas.
Pada penelitian ini wawancara dilakukan kepada kepala sekolah dan guru
kelas yang bertindak sebagai observer untuk mengetahui kondisi pembelajaran,
situasi sekolah, latar belakang siswa, bagaimana kemampuan anak dalam
mengenal angka 1 sampai 10, strategi pembelajaran yang digunakan dalam
merangsang kemampuan mengenal angka 1 sampai 10, teknik dan media yang
digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka 1 sampai 10.

3.5.3 Pemberian Tugas (Test)


Pemberian tugas (test) merupakan salah satu alat penilaian yang bisa
diterapkan pada anak didik untuk mengetahui sejauh mana kemampuannya dalam
sebuah kegiatan atau tugas. Menurut Wahyudin dan Agustin (2010:61)
mengemukakan bahwa “test adalah cara penilaian berupa pemberian tugas harian
yang harus dikerjakan anak didik dalam waktu tertentu baik secara perorangan
maupun kelompok.”
Test ini ditujukan kepada anak dengan memperhatikan karakteristik
perkembangan anak dan disampaikan secara menyenangkan dan tidak
memaksakan. Dalam penelitian ini test yang digunakan adalah test lisan yang
ditujukan kepada anak untuk mengetahui bagaimana kemampuan anak dalam
mengenal angka 1 sampai 10.

3.5.4 Dokumentasi
Dokumentasi merupakan suatu pengumpulan data berupa dokumen-
dokumen baik berupa dokumen tertulis, gambar, dan elektronik. Pada
penelitian ini dokumen yang diambil yaitu berupa foto pada saat pembelajaran,
Rencana Kegiatan Mingguan, Rencana Kegiatan Harian, lembar penilaian, dan
hasil karya siswa. Hal ini dilakukan sebagai bukti hasil kreativitas anak selama
proses pembelajaran.

3.5 Teknik Pengolahan Data


Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data tentang kemampuan
mengenal angka 1 sampai 10, diolah dengan teknik analisis deskriptif yang
bersifat kuantitatif dan juga kualitatif. Analisis data yang dilakukan secara
deskriptif bertujuan untuk menggambarkan data tentang aktivitas guru dan anak
selama proses pembelajaran, dan data peningkatan kemampuan kognitif pada
anak.
Penelitian terhadap kemampuan kognitif anak menggunakan ketentuan
penilaian menurut Pedoman Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini dengan
menggunakan simbol yang kemudian dihitung prosentasenya. Hasil observasi
dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif yang digambarkan dengan
kata-kata atau kalimat, dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh
kesimpulan.
Tahapan analisis data pada penelitian ini terdiri dari tiga tahap sesuai
dengan pendapat Wardhani dan Wihardit (2013: 2.31) yaitu:
a. Menyeleksi dan Mengelompokkan
Pada tahap ini data diseleksi, difokuskan, jika perlu ada yang direduksi
karena tahap ini sering disebut sebagai reduksi data. Kemudian data
diorganisasikan sesuai dengan hipotesis atau pertanyaan penelitian yang
ingin dicari jawabannya.
Reduksi data dimulai dari pembuatan rangkuman dari setiap data dengan
tujuan agar mudah dipahami. Keseluruhan rangkuman data yang berupa
hasil observasi, wawancara, portofolio, dan dokumentasi mengenai upaya
meningkatkan kemampuan mengenal konsep angka 1 sampai 10 pada anak
kelompok A melalui penerapan metode make a match dengan media kartu
angka kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori permasalahan yang
diteliti.
b. Mendeskripsikan Data
Data yang sudah terorganisasi dideskripsikan menjadi bermakna.
Mendeskripsikan data dapat dilakukan dalam bentuk narasi, grafik, maupun
tabel. Pada penelitian penerapan metode make a match dengan media kartu
angka ini akan disajikan dalam bentuk deskripsi yang menyeluruh pada
setiap aspek peningkatan pengenalan angka 1 sampai 10.
c. Kesimpulan
Tahap terakhir ini merupakan penyimpulan dalam bentuk pernyataan
atau formula singkat berdasarkan paparan atau deskripsi yang telah dibuat.
Data yang terkumpul dari penerapan metode make a match dengan media
kartu angka diinterpretasikan berdasarkan teori pembelajaran kognitif untuk
anak usia dini khususnya dalam pengenalan bentuk geometri yang
disesuaikan dengan hasil temuan di lapangan. Hasil interpretasi disajikan
sebagai acuan untuk melaksanakan siklus berikutnya.