Anda di halaman 1dari 7

TUGAS EVALUASI DAN PENILAIAN KUALITAS TANAH

PADA PERTANAMAN ATAU EKOSISTEM

Kelompok 1

Bill Divend S 150510150065


Muthia E N 150510150186
Putri Nur D 150510150189
Rahadian Nur P 150510150194
Aulia Hasna W 150510150198

Kelas B

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2017
I. Pendahuluan
I.1 Latar Belakang
Kesehatan tanah ialah integrasi dan optimasi sifat tanah (fisik, kimia, dan biologi) yang bertujuan
untuk peningkatan produktivitas dan kualitas tanah, tanaman, dan lingkungan (Idowu, et al. 2008a,b,
Gugino et al., 2007). Degradasi tanah menyebabkan kesehatan tanah menurun sehingga produktivitas
tanah rendah, dan akhirnya produksi pertanian dan hewan juga rendah. Indikator kinerja tanah adalah
sifat tanah yang dapat diukur dan memberikan tanda bahwa tanah menjalankan fungsinya dengan baik.
Tanah mempunyai fungsi sangat strategis sebagai tempat produksi pertanian, pengatur asupandan mutu
air, habitat anekaragam hayati, dan mendaur-ulang bahan organik, unsur hara, dan penyaring bahan
polutan (Romanya, Serrasolses, Vallejo, 2008, Riwandi, 2007).

Penilaian kesehatan tanah dapat dilakukan pertama, menggunakan sensor rasa, dan penciuman; ke
dua, penilaian yang sistimatis; dan ke tiga, penilaian yang kolaboratif. Sensor rasa dan penciuman
manusia dapat digunakan untuk menyidik tanah yang sehat atau tidak sehat. Tanah yang sehat dicirikan
dengan tanah gembur, berpori-pori, kaya bahan organik, dan kaya jasad hidup renik tanah. Biasanya
dengan membau, tanah yang sehat berbau khas seperti bau Geosmin, yang diproduksi cendawan dan
bakteri. Cara ini kurang terjamin keakuratannya. Untuk meningkatkan akurasi penilaian kesehatan tanah,
maka kita belajar ciri-ciri tanah yang sehat, dan membandingkan hasil pengalaman kita dengan teman
yang lain. Penilaian kolaboratif dengan melibatkan pakar dalam membagi ilmu kepada kita dan menerima
pengalaman dari kita. Dengan demikian tercipta pemahaman yang benar mengenai arti penting kesehatan
tanah bagi kita (Wagner, 2005). Pengamatan lapangan ini memberikan pemahaman ciri-ciri tanah yang
sehat dan cara cepat penilaian kesehatan tanah di lapang dengan kartu sehat tanah yang telah terbukti
akurasinya di lapang.

I.2 Tujuan
Pengamatan lapangan ini bertujuan untuk :

a) Menilai kesehatan tanah dengan cepat menggunakan pendekatan indikator kinerja tanah, dan
b) Memperoleh kelas kesetan tanah suatu daerah.

II. Lokasi Penelitian


II.1 Akses
Akses yang dilalui menuju lahan mudah karena dekat dengan gedung perkuliahan dan dengan jalan.
Tetapi untuk memasuki tegalan hanya ada jalan setapak dan hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki.
II.2 Keadaan Tanah
Lahan yang dianalisis merupakan tegalan yang berada pada lahan datar. Keadaan tanah cukup gembur
karena diikuti dengan pengolahan tanah intensif. Selain itu, di area pertanaman tidak ada vegetasi gulma
yang tumbuh. Tidak terdapat genangan.

II.3 Tataguna Tanah


Lahan yang di analisis dimanfaatkan sebagai tegalan yang hanya ditanami komoditas singkong.

III. Metode Studi Kasus


III.1 Waktu Pelaksanaan : Selasa, 10 Oktober 2017
III.2 Metoda : Survai dan Kunjungan Lapangan
III.3 Metoda Penilaian :

IV. Hasil Evaluasi


Tanggal : 10 Oktober 2017
Lokasi lahan : Lahan Tegalan D3 Faperta

Indikator Indikator(Skor)
buruk(1) Sedang(2) Baik(3)
Warna tanah Coklat terang Coklat tua Hitam
Kadar air tanah Tanah Tanah Tanah basah,tanaman
kering,tanaman lembab,tanaman tumbuh sehat
kurang air sedikit kurang air
Tingkat lereng Lereng >15% Lereng 9-15% Lereng 0-8%
Tekstur tanah Pasir berdebu Pasir berliat lempung berdebu
Struktur tanah Keras, teguh, padat Setengah remah remah banyak melimpah
Kecepatan infiltrasi lambat Sedang Cepat
Bahan organik tanah Sedikit Sedang Banyak
Populasi cacing 0-2 3–5 >5
tanah (kedalaman 15
cm)
Padatan tanah Penetrasi Buruk, Penetrasi terbatas. Penetrasi akar bebas ke
tanah keras Tanah teguh Dalam Tanah, tanah
gembur
Vegetasi Tidak Berwarna, Beragam warna, Tanaman Hijau, tumbuh
kerdil, banyak tinggi populasi baik, tidak ada cekaman
cekaman, gejala tanaman, sedikit
serangan hama cekaman
pH Warna kunyit lebih Warna kunyit Warna kunyit seperti
cerah berwarna sedikit biasa orange-kekuningan
orange
Kualitas Tanah
Indikator Rendah Sedang Tinggi
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Warna tanah
Kadar air
tanah
Tekstur tanah
Struktur tanah √
Kecepatan
infiltrasi
Bahan
organik tanah
Populasi √
cacing tanah
(kedalaman
15 cm)
Padatan tanah
Vegetasi √
pH √
Kondisi √
Tanaman
Erosi √
Agregasi √
Kapasitas √
memegang air

 1-3 : Rendah
 4-6 : Sedang
 7–9 : Tinggi

V. Kesimpulan
Tanggal:
Lokasi lahan

Indikator Kualitas Tanah


Buruk Sedang Baik
1 2 3 4 5 6 7 8 9

Warna tanah
Kadar air tanah
Tingkat lereng
Tekstur tanah
Struktur tanah
Kecepatan infiltrasi
Bahan organik tanah
Populasi cacing tanah
(kedalaman 15 cm)
Padatan tanah
Vegetasi
pH
Daftar Isi

I. Pendahuluan .......................................................................................................................................... 2
I.1 Latar Belakang .............................................................................................................................. 3
I.2 Tujuan ........................................................................................................................................... 3
II. Lokasi Penelitian ................................................................................................................................... 3
II.1 Akses ............................................................................................................................................. 3
II.2 Keadaan Tanah.............................................................................................................................. 4
II.3 Tataguna Tanah ............................................................................................................................. 4
III. Metode Studi Kasus .......................................................................................................................... 4
III.1 Waktu Pelaksanaan ....................................................................................................................... 4
III.2 Metoda : Survai dan Kunjungan Lapangan ................................................................................... 4
III.3 Metoda Penilaian .......................................................................................................................... 4
IV. Hasil Evaluasi ................................................................................................................................... 4
V. Kesimpulan ........................................................................................................................................... 5