Anda di halaman 1dari 8

TEORI AKUNTANSI

“STANDAR AKUNTANSI”

Dosen : Ida Ayu Ratih Manuari, SE., M.Si

OLEH :

Kelompok 6

Nama Kelompok :

Kadek Putri Kristiani 1702622010266 ( 13 )

Ni Nyoman Iin Purnama Sari 1702622010284 ( 31 )

Putu Kartinita Apryani 1702622010294 ( 41 )

PRODI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI & BISNIS

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

TAHUN 2019
7.1. PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM (GENERALLY ACCEPTED
ACCOUNTING PRINCIPLES)
Dalam praktik bisnis sering dijumpai bahwa laporan keuangan harus disusun dan
disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum (generally accepted
accounting principles atau sering disingkat dengan GAAP). Prinsip tersebut pada
dasarnya akan menentukan kualitas informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.
GAAP dapat didefinisikan sebagai sekumpulan konsep, standar, prosedur, metode,
konvensi, kebiasaan dan praktik yang dipilih dan dianggap dapat diterima secara umum
sehingga dijadikan pedoman umum dalam menyusun, menyajikan dan
menginterpretasikan laporan keuangan dalam lingkungan tertentu. Prinsip-prinsip
tersebut merupakan suatu pedoman bagi profesi akuntansi dalam memilih teknik
akuntansi dan menyajikan laporan keuangan sedemikian rupa, sehingga dipandang
sebagai praktik akuntansi yang baik. Konvensi, aturan dan prosedur-prosedur yang
memiliki status-status khusus, dimasukkan dalam GAAP karena unsur tersebut
memiliki dukungan otoritas yang kuat (substantial authoritative support).
Skinner (1972) menyatakan bahwa metode akuntansi harus memenuhi kondisi berikut
ini :
1. Metode tersebut dapat diterapkan pada berbagai kasus sesuai dengan kondisi
lingkungan.
2. Metode tersebut mendapat dukungan, dalam bentuk pengumuman dari
komunitas akuntansi professional atau badan otoritatif lainnya, semacam
komisi pasar modal di Amerika Serikat (the Securities dan Exchange
Commission).
3. Metode tersebut mendapat dukungan dari berbagai pemikir dan akademisi
dibidang akuntansi, dalam bentuk tertulis.
Sejarah perkembangan akuntansi menujukkan bahwa berbagai literatur yang berkaitan
dengan GAAP makin berkembang. Dapat dilihat dari berbagai pernyataan, opini dan
pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh badan berwenang. Misalnya, FASB
mengeluarkan Statement of Financial Accounting Standards dan interpretasinya. Selain
itu terdapat juga opini APB dan bulletin penelitian akuntansi yang dikeluarkan AICPA.
Factor penerimaan umum merupakan acuan utama yang selama ini digunakan dalam
menentukan isi/komponen dari GAAP.

1
7.2. STANDAR AKUNTANSI
Standar akuntansi biasanya berisi tentang definisi, pengukuran/penilaian, pengakuan
dan pengungkapan elemen laporan keuangan. Standar akuntansi merupakan pernyataan
resmi yang dikeluarkan badan yang berwenang, maka standar akuntansi adalah prinsip
akuntansi berterima umum. Standar akuntansi memberikan aturan-aturan umum yang
bersifat praktis untuk membantu pekerjaan akuntan.
Standar akuntansi biasanya terdiri dari 3 bagian (Baxter, 1979):
1. Deskripsi tentang masalah yang dihadapi
2. Diskusi logis (kemungkinan menghasilkan teori mendasar) atau cara-cara
memecahkan masalah
3. Dalam kaitannya dengan keputusan/teori, diajukan suatu solusi
Beberapa alasan yang menyebabkan penentuan standar memiliki peranan penting dalam
penyajian laporan keuangan :
1. Memberi informasi akuntansi kepada pemakai tentang posisi keuangan, hasil
usaha, dan hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan. Informasi tersebut
diasumsikan jelas, konsisten dapat dipercaya (andal) dan dapat dibandingkan.
2. Memberi pedoman dan aturan bagi akuntan public untuk melaksanakan kegiatan
audit dan menguji validitas laporan keuangan.
3. Memberi data dasar bagi pemerintah tentang berbagai variable yang dipandang
penting dalam mendukung pengenaan pajak, pembuatan regulasi, perencanaan
ekonomi dan peningkatan efisiensi dan tujuan social lainnya (Edey, 1977).
4. Menghasilkan prinsip-prinsip dan teori bagi mereka yang tertarik dengan
disiplin akuntansi.
Standar akuntansi diharapkan menjadi pedoman bagi penyusun laporan keuangan,
pemakai laporan keuangan, dan auditor dalam memahami dan memverifikasi informasi
yang tersaji dalam laporan keuangan. Dengan menggunakan standar akuntansi yang
sama, diharapkan berbagai pihak yang berkepentingan tersebut dapat memahami
laporan keuangan dari sudut pandang yang sama sehingga tujuan pelaporan keuangan
dapat dicapai.
Pemakai langsung laporan keuangan yaitu, pemilik perusahaan kreditor dan supplier,
manajemen, kantor perpajakan, karyawan perusahaan dan pelanggan.
Pemakai tidak langsung laporan keuangan yaitu, analis dan konsultan keuangan, pasar
modal, pengacara, badan pembuat peraturan/UU, agen pelaporan, asosiasi perdagangan,
serikat pekerja, pesaing, masyarakat umum, dan departemen pemerintah.

2
7.3. PENDEKATAN DALAM PENENTUAN STANDAR
1. Pendekatan Pasar Bebas
Pendekatan pasar bebas dilandasi asumsi dasar bahwa informasi akuntansi
merupakan komoditi ekonomi serupa dengan barang atau jasa yang lain. Jumlah
informasi akuntansi yang disajikan akan dipengaruhi oleh kekuatan permintaan dan
penawaran. Melalui interaksi permintaan dan penawaran akan dicapai suatu
keseimbangan (equilibrium) dimana jumlah informasi yang optimal diungkapkan
pada harga yang optimal. Pada saat informasi tertentu diminta, pasar akan
menghasilkan informasi tersebut apabila harga yang ditawarkan tepat. Akibatnya,
pasar dipandang sebagai mekanisme yang ideal untuk menentukan jenis informasi
yang harus diungkapkan kelompok penerima informasi.
2. Pendekatan Regulasi
Kegagalan pasar atau asimetri informasi, berkaitan dengan penyajian informasi
keuangan bagi pihak berkepentingan, dapat menurunkan kepercayaan investor.
Penelitian menunjukkan bahwa regulasi khususnya melalui standar akuntansi,
bermanfaat bagi penyaji, auditor dan agen regulasi. Hal ini disebabkan regulasi
memberikan pedoman yang jelas tentang model pelaporan, verifikasi dan evaluasi
tujuan (Rahman, Perera, and Tower, 1992).
Para pendukung regulasi beragumen bahwa kegagalan pasar dapat terjadi karena
berbagai factor yaitu :
(1) Pengendalian monopoli terhadap informasi oleh manajemen
Hipotesis ini menyatakan bahwa akuntan memiliki pengaruh monopoli
terhadap data yang disajikan dan digunakan oleh pasar. Akibatnya pasar
tidak dapat membedakan pengaruh riil dengan pengaruh akuntansi, dan
mungkin akan disesuaikan oleh perubahan-perubahan akuntansi (Ball, 1972:
p. 4).
(2) Hipotesis investor naif
Hipotesis ini menyatakan bahwa investor yang tidak mengetahui beberapa
teknik dan transformasi akuntansi yang kompleks, mungkin akan
“dibodohi” oleh pemakaian teknik tertentu yang digunakan perusahaan.
Akibatnya mereka tidak mampu menyesuaikan proses pengambilan
keputusan sesuai dengan berbagai prosedur akuntansi yang berbeda.

3
(3) Fiksasi Fungsional (functional fixation)
Pada kondisi tertentu, investor mungkin tidak mampu mengubah keputusan
mereka dalam merespon perubahan proses akuntansi, sesuai dengan data
baru yang ada.
(4) Angka-angka yang menyesatkan
Output akuntansi mungkin tidak bermakna dan menyesatkan dalam proses
pengambilan keputusan .
(5) Keragaman prosedur
Adanya fleksibilitas dalam pemilihan teknik akuntansi dan keinginan
manajemen, menyebabkan output akuntansi antara satu perusahaan dengan
perusahaan yang lain kurang dapat diperbandingkan dan kurang bermanfaat.
(6) Kurangnya obyektivitas
Tidak ada kriteria obyektif yang dapat digunakan manajemen dalam
memilih teknik akuntansi menyebabkan output akuntansi tidak dapat
diperbandingkan (Leftwich, 1980: p. 200).
Atas dasar berbagai factor tersebut, terlihat bahwa mekanisme pasar cenderung
gagal dalam menyajikan informasi yang lengkap sehingga menimbulkan
munculnya asimetri informasi. Maka dari itu perlunya regulasi dalam akuntansi.

7.4. TEORI REGULASI


Belkaoui (1985, p. 48) mengatakan bahwa regulasi umumnya diasumsikan untuk
dirancang dan dioperasikan demi kepentingan industry yang ada. Menurut Stiglar
(1971) dan Posner (1974), ada dua kategori teori regulasi dalam industry tersebut, yaitu
teori kepentingan public (public interest theories) dan teori kepentingan kelompok
(interest group atau capture theories).
Teori kepentingan public berpandangan bahwa regulasi diperlukan sebagai tanggapan
atas pemintaan public terhadap perbaikan praktik pasar yang tidak efisien dan tidak adil.
Teori tersebut pada dasarnya dibentuk untuk melindungi dan memberi manfaat kepada
public. Sebaliknya, menurut teori kepentingan kelompok, regulasi disediakan sebagai
tanggapan atas permintaan kelompok tertentu untuk memaksimumkan kemakmuran
mereka. Teori ini memiliki dua versi yaitu teori elit politik (political ruling elite theory
of regulation) yang diajukan oleh Posner (1974) menggunakan kekuatan politik untuk
mendapatkan kendali terhadap regulasi dan teori ekonomi regulasi (the economic
theory of regulation) yang diajukan Peltman (1976) didasarkan pada kekuatan ekonomi.

4
7.5. “OVERLOAD” STANDAR AKUNTANSI
Munculnya “Overload” standar akuntansi akibat timbul keluhan bahwa standar
akuntansi mendorong bertambahnya beban dalam penyajian laporan keuangan, terutama
bagi perusahaan kecil. Kondisi yang mencerminkan adanya overload (Belkaoui, 1993) :
1) Terlalu banyak standar
2) Standar yang terlalu rinci
3) Tidak ada standar yang berjenjang (rigid) sehingga pilihan sulit dilakukan
4) Standar akuntansi bertujuan umum gagal membedakan kebutuhan penyusun ,
pemakai dan akuntan public
5) Standar akuntansi berterima umum gagal membedakan antara:
 Entitas publik dan non-publik
 Laporan keuangan tahunan dan interim
 Perusahaan besar dan kecil
 Laporan keuangan auditan dan non-auditan
6) Pengungkapan yang berlebihan, pengukuran yang rumit, atau keduanya.
Ada berbagai factor yang menyebabkan timbulnya overload standar akuntansi :
1) Dengan munculnya berbagai pertanyaan tentang apa yang harus diungkapkan
dan yang tidak perlu diungkapkan, akuntan mulai mengeluarkan begitu
banyak standar yang cenderung mengabaikan pertimbangan (judgment) dan
mengurangi permasalahan yang melibatkan prinsip akuntansi.
2) Alasan untuk melindungi kepentingan public dan membantu investor
menghasilkan berbagai regulasi dan pengungkapan professional dan
pemerintahan.
3) Keinginan untuk memuaskan kebutuhan berbagai pemakai yang memerlukan
standar yang lebih terinci.
Makin banyaknya standar menyebabkan situasi yang tidak praktis dan kompleks.
Masalah overload standar diperburuk oleh perkembangan badan penyusun standar.
Disamping dipengaruhi oleh FASB, perkembangan GAAP juga dipengaruhi oleh
badan lain seperti Badan Pengawas Pasar Modal (Security Exchange Commission),
AICPA, ASB (Auditing Standards Board), dan lain-lain.

5
A. Pengaruh “Overload” Standar Akuntansi
Akuntan mungkin kehilangan pandangan tentang pekerjaan riil mereka karena
data yang begitu banyak diperlukan untuk menyesuaikan dengan standar
akuntansi yang ada. Kegagalan audit mungkin disebabkan kondisi dimana akuntan
kehilangan focus audit dan melupakan prosedur audit yang baku. Kondisi ini
menyebabkan ketidakpuasan klien perusahaan-perusahaan kecil terbebani dengan
standar tersebut. Akibatnya, kemungkinan terjadi erosi etika profesi, hilangnya
kepercayaan public dan ketidakcocokan dalam profesi akuntansi.
B. Solusi Terhadap Masalah “Overload” Standar
Berbagai pihak telah berusaha membahas overload standar dan mencari
pemecahannya. Komite Khusus yang dibentuk oleh the American Innstitute of
Certified Public Accountants (AICPA) melakukan evaluasi terhadap berbagai
pendekatan berikut ini berkaitan dengan overload standar :
1. Tidak ada perubahan (mempertahankan status quo)
2. Melakukan perubahan terhadap konsep GAAP menjadi dua jenis
GAAP,misalnya GAAP khusus untuk perusahaan kecil dan GAAP khusus
untuk perusahaan besar.
3. Melakukan perubahaan GAAP untuk menyederhanakan penerapannnya bagi
semua perusahaan.
4. Menentukan pengungkapan (disclosure) dan pengukuran yang berbeda.
5. Melakukan perubahan terhadap standar akuntan public untuk pelaporan
informasi keuangan.
6. Memberi alternatif bagi GAAP sebagai basis pilihan (optional) dalam
penyajian laporan keuangan.
Dari berbagai alternative tersebut Komite menyarankan pemecahan overload
standar dengan menggunakan pendekatan ke empat atau ke enam. Artinya aspek
pengungkapan dan pengukuran diserahkan ke penyaji laporan keuangan sesuai
dengan judgment masing-masing pihak berdasarkan kondisi perusahaan.

6
DAFTAR PUSTAKA

Ghozali, Imam, dkk., 2014, Edisi ke-4; “Teori Akuntansi, International Financial Reporting
System (IFRS), Badan Penerbit Universitas Diponegoro ISBN: 979.704.014.3 ;
Semarang