Anda di halaman 1dari 20

LAMPIRAN

Lampiran 1
PENILAIAN MASA GESTASI
(New Ballard Score)

KEMATANGAN FISIK

-1 0 1 2 3 4 5
Kulit Lengket Merah Merah Permukaan Daerah Retak lebih Seperti
transpar transpara muda, mengelupas pucat, dlm seperti kertas,
an n licin, dan/ruam, retak-retak, kertas, tidak retak 2x,
halus, vena vena kurang vena terlihat mengker
terlihat jarang pembuluh ut
darah
Lanugo Tidak Jarang Banyak Menipis Menghilan Kebanyakan
ada g tidak ada
Garis Jarak Tumit Tanda Hanya garis Beberapa Garis-garis di
Telapak tumit- jari kaki merah anterior/tran garis di 2/3 seluruh
jari > 50 mm, sangat sversal anterior telapak kaki
Kaki kaki tidak ada sedikit melintang
garis
40-50
mm: 1
<40 mm :
-2
Payudara Tidak Samar- Areola Areola Areola Areola penuh,
kelihata samar datar, tidak muncul lebih jelas; tonjolan 5 –
n ada sedikit, tonjolan 3 10 mm
tonjolan tonjolan 1-2 – 4 mm
mm
Mata/ Kelopa Kelopak Daun Bentuk lebih Bentuk Tulang rawan
Telinga k mata mata telinga baik, mudah sempurna, telinga tebal
tertutup terbuka, sedikit membalik membalik dan kaku
. daun melengkun seketika
telinga g, lunak,
Longgar : datar, rekoil/me
-1 masih mbalik
Kuat :
-2
terlipat lambat
Genital Scrotu Skrotum Testis ada Testis turun, Testis Testis
pria m datar, kosong, diatas rugae cukup turun rugae menggantung,
lembut rugae/lip kanal, bagus rugae dalam
atan rugae
samar- jarang
samar
Genital Klitoris Klitoris Klitoris Tonjolan Labia Labia mayor
Wanita menonj menonjol menonjol, labia mayor mayor menutupi
ol, labia , labia labia minor dan minor besar, labia klitoris dan
datar minor membesar sama minor kecil labia minor
kecil
KEMATANGAN NEUROMUSKULER

-1 0 1 2 3 4 5
Sikap NA Kedua Kedua Kedua Kedua Kedua NA
pergelangan pergelangan bahu, bahu, bahu dan
tangan, tangan panggul panggul kedua
lengan, bengkok dan dan dan kaki
panggul dan kedua kaki kedua kedua bengkok
kedua kaki agak kaki kaki dan
lurus bengkok bengkok bengkok menutup
tapi tdk sampai kea rah
sampai 90° badan
90°
Sudut > 90° 90° 60° 45° 30° 0° NA
pergelangan
tangan
Kelenturan NA 180° 140-180° 110-140° 90-110° < 90° NA
Lengan
Sudut 180° 160° 140° 120° 110° 90° < 90°
Poplitea
Tanda Siku Siku sampai Siku sampai Siku Siku Siku
melebihi garis axilla garis berada di sampai tidak
selampang garis axilla yang midklavikula garis garis sampai
yang berlawanan yang tengah axilla pada
berlawanan berlawanan tubuh garis
axilla
Tumit ke Kaki lurus, Kaki lurus, Lutut agak Lutut Lutut Lutu
tumit jari-jari bengkok, bengkok, bengkok bengkok,
telinga sampai sampai tumit sampai tumit sampai tumit
telinga dagu 140° dari sampai 90°, sampai
bidang datar 120° dari tumit 45° dari
bidang sampai bidang
datar 90° dari datar
bidang
datar
Perhitungan Kematangan

SKOR MINGGU
-10 20
-5 22
0 24
5 26
10 28
15 30
20 32
25 34
30 36
35 38
40 40
45 42
50 44
Lampiran 2

PEDOMAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN


NEONATUS

Pengkajian dilakukan pada hari Senin Tanggal 11 Maret 2019 jam 11.00 WIB Di

ruang HCU Neonatus RSUD Dr. Moewardi Surakarta

A. DATA ADMINISTRASI
Tanggal MRS : 06 Maret 2019
Diantar oleh : Keluarga
Dikirim oleh : OK IGD
Diagnosa medis : BBLR
No. RM :01452XXX

B. DATA IBU
Nama (inisial) : Ny. I Umur : 43 tahun
Agama : Kristen Suku/ Bangsa :Jawa/ Indonesia
Status Perkawinan : Menikah Lama Perkawinan:20 Tahun
Gravida :G4P3A0
Dignosa Obstetri :KPD / PEB
Alamat (asal kota) :Cempani grogol sukoharjo
Nama penanggung jawab (inisial) : Tn. E

C. KELUHAN UTAMA
Neonatus umur 5 hari dengan keluhan berat badan 1670 gram

D. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Bayi Ny. I lahir di OK IGD RSUD Dr.Moewardi pada tanggal 6 maret 2019

dengan umur kehamilan 34 minggu 2 hari secara Section cesarea karena

ketuban pecah dini dan PEB, dengan riwayat asfiksia ringan APGAR SCORE

6-8-9, BBL:1670 gram, PB:42 cm, LK: 28 cm, LD:27 cm, LILA: 8 cm, AK:

jernih.

E. RIWAYAT PENYAKIT MASA LAMPAU


Prenatal
Ibu bayi Ny. I mengatakan selama kehamilan merasa mual dan merasa tidak

nafsu makan selama 1 bulan (usia awal kehamilan)


Natal
ibu melahirkan secara section cesarea, dengan usia kehamilan 34 minggu 2

hari, BBL:1670 gram, PB: 42 cm, LK: 28 cm, LD: 27 cm, LILA: 8cm, AK:

jernih, Tali Pusat: baik, tidak berbau


Postnatal
bayi lahir secara section cesarea, dengan usia kehamilan 34 minggu 2 hari,

keadaan umum lemah, gerak kurang aktif, menangis kurang kuat.

F. RIWAYAT NUTRISI ASI/PASI


Menyusui : ASI
Makanan tambahan : susu formula
Kebiasaan Makan : DPH1 :120 cc/24jam
DPH2 :140 cc/24 jam
DPH3 :160 cc/24 jam
G. PENGKAJIAN FISIK
BB 1670 gram
PB: 42 cm
LK : 28 cm
LD : 27 cm
LILA : 8 cm
1. Kepala
a. Ubun-ubun : ubun- ubun berdenyut, tidak ada luka, kepala bersih dan

lembut .
b. Rambut : rambut berwarna hitam, tipis, rambut merata seluruh kepala,

suture terlihat jelas.


c. Mata : konjungtiva anemis, sklera anikterik bulu mata melenting, alis

berwarna hitam dan tipis, kornea tidak ada peradangan, reaksi pupil

mengecil jika pen light didekatkan dan membesar jika dijauhkan,

bentuk simetris.
d. Telinga : bersih,simetris, lubang telinga tidak ada serumen, tidak

terdapat benda asing, tidak perdarahan, membran teliga utuh.


e. Hidung : pernafasan melalui hidung, bentuk hidung simetris, bersih,

lubang hidung tidak ada sekret, tidak ada radan, tidak ada pembesaran

polip, tidak ada sumbatan.


f. Mulut :bibir normal tidak ada (labio schizis), sianosis, lidah berwarna

merah muda, tidak terdapat palatum (palate schizis), mukosa bibir

lembab.
g. Faring : tidak terdapat pembesaran tonsil.
2. Leher
Tidak ada benjolan, mampu bergerak kesegala arah, tidak ada

peningkatan vena jugularis, tidak ada struma


3. Dada
Mammae : bentuk simetris, tidak ada kelainan bentuk dada, putting susu

ada.
 Paru – paru
Inspeksi : gerakan dinding dada kiri kanan sama, tidak ada retraksi

dinding dada, tidak ada lesi, tidak ada benjolan.


Palpasi : fremitus teraba kanan dan kiri sama.
Perkusi : sonor
Auskultasi : suara dasar vesikuler +/+, tidak ada suara nafas tambahan,
 Jantung
Inspeksi : ictus cordis tidak tampak
Palpasi : ictus cordis kuat angkat, dan teraba.
Perkusi : batas jantung tidak membesar, dan pekak.
Auskultasi : bunyi jantung l-ll interval normal regular +.
4. Abdomen
Inspeksi : bentuk simetris, tali pusat bersih, dinding perut tidak ada lesi,
Auskultasi :peristaltik usus 3x/menit
Palpasi : tidak ada pembesaran hepar
Perkusi : tympani
5. Genetalia/anus
a. Jenis kelamin : perempuan, labio mayora tidak ada lecet, tidak ada

tanda – tanda peradangan) labio minora (tidak ada lecet, tidak ada

tanda- tanda peradangan) cklitoris ( tidak terdapat lesi,lubang uretra

tidak ada tanda- tanda peradangandan tidak terdapt sumbatan)


b. Hernia : tidak terdapat hernia
c. BAB : meconium, sehari 1x
d. BAK : normal
6. Ekstremitas atas/bawah
Tangan dan kaki kanan kiri dapat bergerak bebas, jari tangan dan kaki

lengkap dan normal, akral hangat, CRT < 2 detik.


7. Tulang, syaraf, dan kulit
Tulang belakang normal, turgor kulit baik, warna kulit kemerahan, tidak

ada sianosis.
8. Pemeriksaan Reflex
Refkek blink ( berkedip) : bayi berkedip ketika mengetuk jari di grabella
Reflek rooting (mencari) : saat mengusap pipi bayi, bayi memalingkan

kepalanya kearah rangsangan.


Reflek moro (kaget) : pada saat di dengarkan oleh suara keras seluruh

tubuh bayi bereaksi dengan gerakan kaget.


Reflek graps (menggenggam) : pada saat perawat menyodorkan jari

telunjuk kepada bayi, jari – jari bayi bereaksi menggenggam kuat.


Reflek babinski : pada saat bagian telapak kaki diusap reaksi jari-jari

kakinya membuka.
Reflek tocik neck : saat bayi diletentangkan, memutar kepala bayi akan

tampak gerakan berlawanan arah antara kepala dan tubuh.


 Pemeriksaan TTV :
Nadi : 142 x/menit
Respirasi : 44 x/menit
SpO2 : 98 %
Suhu badan : 37 oC
Suhu inkubator : 33, 5 oC
H. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan laboratorium 10 maret 2019

Pemeriksaan Hasil Satuan Rujukan Metode Keterangan


Hematologi
Rutin
Hemoglobin 18,9 g/dl 14,9-23,7
Hematokrit 62 % 47-75
Leukosit 6,7 Ribu/iu 5,0-19,5
Trombosit 15,7 Ribu/iu 150-450
Eritrosit 5,60 Juta/iu 370-650
Index eritrosit
MCV 110,2 /um 80,0-96,0
MCH 33,8 Pg 28,0-33,0
MCHC 30,6 g/dl 33.0-36,0
RDW 20,8 % 11,6-14,6
HDW 37 g/dl 2,2-3,2
MPV 10,7 dl 7,2-11,1
PDW 49 % 25-65 Cardiovaskuler
Hitung jenis Risk
Eosinofil 6,70 % 0,00-4,00 <0,1mg/dl:low
Basofil 1,00 % 0,00-1,00 Aggimmono Risk
Netrofil 15,00 % 18.00-14.00 Assay 0,1mg/dl:inter
Limfosil 72,10 % 60,00-66,00 mediet
Monosit 2,40 % 0,00-6,00 Direk ISE RISK
LVC/AMC 8,80 % - Direk ISE 0,3:1mg/dl: high
Kimia klinik Direk ISE risk
Glukosa Darah 48 Mg/dl 50-80 Direk ISE >1
sewaktu mg/dl:unspesa
Albumin 3,6 g/dl 2,8-4,4 elevation
HI-CRP 0,10 mg/dl 2-5
Elektrolit
Natrium darah 1,37 mmol/l 129-147
Kalium darah 4,7 mmol/l 3,6-6,1
Chloride darah 11,6 mmol/l 98-106
Calcium ion 1,17 mmol/l 1,17-1,29

I. Terapi obat dan iv fluid

No Tgl Jenis obat/iv Dosis Cara indikasi


fluid pemberian
1 11- Aminosteril 1,4ml/jam Infuse (iv) Antibiotic dan nutrisi
03- parentral
2 2019 Ampiciliin 80mg/12jm Injeksi (iv) Antibiotik untuk
sulbactan mengatasi resistensi
bakteri produsen
3 Aminofilin 5mg/8jm Injeksi (iv) enzim betalaktamase
Untuk mencegah dan
4 7mg/6jm Oral mengobatin batuk
Eritromicin dan kesulitan
bernafas
Untuk pasien yang
alergi penicillin
untuk pengobatan
enteritis
kampilobakteri,
pneumonia

J. ANALISA DATA
K. DIAGNOSA KEPERAWATAN (sesuai prioritas)

No Tanggal Tanggal Tanda


Diagnosa Keperawatan
Dx Ditemukan Teratasi tangan

1 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari 11-03-2019 Yuliana


kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan
ketidakmampuan untuk mengabsorbsi nutrisi,
imaturitas produksi enzim otot abdominal
lemah, dan reflek lemah

L. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Tanggal No Perencanaan
No
Jam Dx Tujuan & KH Intervensi Rasional
1 11maret 1 setelah dilakukan 1) Kaji status bayi 1.Mengetahui
2019 tindakan sebelum mulai status bayi
leperawatan memberikan susu sebelum
selama 3 x 24 jam 2) Hangatkan diberikan susu
keberhasilan formula sesuai 2.Agar susu
menyusui bayi dengan suhu formula tidak
dapat ruangan sebelum terlalu
ditingkatkan diberikan pada dingin/panas
dengan bayi 3.Untuk
• Kriteria hasil : 3) Pegang bayi merangsang
- kompresi pada selama menyusui reflek hisap
areola ( botol ) dengan botol bayi
susu dengan tepat 4) Posisikan bayi 4.Bayi tidak
- reflek hisap pada posisi semi tersedaksaat
sepenuhnya fowler pada saat menyusu
adekuat bayi menyusu 5.Agar bayi tidak
- minimal tersedak dan
5) Sendawakan bayi
( minum 8x/hari) memudahkan
sering-sering
- bayi puas bayi dalam
selama dan
setelah makan menyusu
setelah menyusu
( bayi sudah tidak 6.Agar bayi tidak
6) Tempatkan dot
mau menghisap tersedak dan
dan tertidur ) diujung lidah gumoh
7) Tingkatkan 7.Meningkatkan
efektivitas efektifitas
penghisapan penghisapan
dengan menekan 8.Menilai
pipi berbarengan keberhasilan
dengan asuhan
menghisap keperawatan
8) Monitor intake 9.Diharapkan
cairan reflek hisap
9) Monitor/ bayi baik
evaluasi reflek 10. Menilai
menghisap status nutrisi
selama menyusu bayi baru lahir
10) Monitor berat
badan bayi.

M. IMPLEMENTASI

Tanggal No Tindakan Keperawatan Respon pasien terhadap Tanda


Waktu Dx tindakan tangan

11-03- 1 - Melakukan S: - Yuliana


2019 pemeriksaan tanda – O:N: 142 x/menit
09.00 tanda vital RR:44 x/menit
S: 37 oC
Suhu incubator :33, 5oC
SpO2 :98%

1 S: -
10.00 O: bb :1670 gram
Lk: 28 cm
Ld: 27 cm
LLA: 8 cm
GDS: 48 mg/dl
- Melakukan pengkajian - Tubuh bayi kecil,
nutrisi sesuai reflek hisap lemah
kebutuhan
S:-
11.30 O : - reflek menghisap
bayi masih lemah
- bayi masih malas
minum
- bayi diberikan
minum10 cc habis
dalam 30 menit
- bayi sudah tidak
mau menghisap
dan tertidur

- Memberikan minum
dengan botol pada
bayi 10 cc
- Mengkaji status bayi
sebelum mulai
14.00 memberikan susu
- Menghangatkan S:-
formula sesuai dengan O :- bayi minum 10 cc,
suhu ruangan sebelum BAB meconium,
diberikan pada bayi BAK 2x
- Menempatkan dot
diujung lidah
- Memegang bayi selama
menyusui dengan botol
- Memposisikan bayi
pada posisi semi fowler
pada saat bayi menyusu
- Menyendawakan bayi
sering-sering selama
dan setelah menyusu
- Meningkatkan
efektivitas penghisapan
dengan menekan pipi
berbarengan dengan
menghisap
- Mengevaluasi reflek
menghisap selama
menyusu
- Monitor intake cairan
12-3-2019 - Memberikan minum S:-
08.00 dengan botol pada O : bayi minum 15 cc
bayi 15 cc habis dalam 30 menit
- Mengkaji status bayi Bayi sudah tidak mau
sebelum mulai menghisap dan tertidur
memberikan susu
- Menghangatkan
formula sesuai dengan
suhu ruangan sebelum
diberikan pada bayi
- Menempatkan dot
diujung lidah
- Memegang bayi selama
menyusui dengan botol
- Memposisikan bayi
pada posisi semi fowler
pada saat bayi menyusu
- Menyendawakan bayi
sering-sering selama
10.00 dan setelah menyusu S: -
- Meningkatkan O : bayi minum 15 cc
efektivitas penghisapan habis dalam 30 menit
dengan menekan pipi Bayi sudah tidak mau
berbarengan dengan menghisap dan tertidur
menghisap
- Mengevaluasi reflek
menghisap selama
menyusu

- Memberikan minum
dengan botol pada
bayi 15 cc
- Mengkaji status bayi
sebelum mulai
12.00 memberikan susu
- Menghangatkan
formula sesuai dengan S: -
suhu ruangan sebelum O : bayi minum 15 cc
diberikan pada bayi habis dalam 20 menit
- Menempatkan dot Bayi sudah tidak mau
diujung lidah menghisap dan tertidur
- Memegang bayi selama
menyusui dengan botol
- Memposisikan bayi
pada posisi semi fowler
pada saat bayi menyusu
- Menyendawakan bayi
sering-sering selama
dan setelah menyusu
- Meningkatkan
14.00 efektivitas penghisapan
dengan menekan pipi
berbarengan dengan
menghisap S:-
- Mengevaluasi reflek O :- bayi minum 45 cc
menghisap selama selama 7 jam, BAB 1x,
menyusu BAK 2x , bayi tidah
muntah atau gumoh
- Memberikan minum
dengan botol pada
bayi 15 cc
- Mengkaji status bayi
sebelum mulai
memberikan susu
- Menghangatkan
formula sesuai dengan
suhu ruangan sebelum
diberikan pada bayi
- Menempatkan dot
diujung lidah
- Memegang bayi selama
menyusui dengan botol
- Memposisikan bayi
pada posisi semi fowler
pada saat bayi menyusu
- Menyendawakan bayi
sering-sering selama
dan setelah menyusu
- Meningkatkan
efektivitas penghisapan
dengan menekan pipi
berbarengan dengan
menghisap
Mengevaluasi reflek
menghisap selama
menyusu
- Monitor intake cairan
13-03- - Memberikan minum S:-
2019 dengan botol pada O : bayi minum 20 cc
08.00 bayi 20 cc habis dalam 20 menit
- Mengkaji status bayi Bayi sudah tidak mau
sebelum mulai menghisap dan tertidur
memberikan susu
- Menghangatkan
formula sesuai dengan
suhu ruangan sebelum
diberikan pada bayi
- Menempatkan dot
diujung lidah
- Memegang bayi selama
menyusui dengan botol
- Memposisikan bayi
pada posisi semi fowler
pada saat bayi menyusu
- Menyendawakan bayi
10.00 sering-sering selama
dan setelah menyusu S:-
- Meningkatkan O : bayi minum 20 cc
efektivitas penghisapan habis dalam 15 menit
dengan menekan pipi Bayi sudah tidak mau
berbarengan dengan menghisap dan tertidur
menghisap
- Mengevaluasi reflek
menghisap selama
menyusu

- Memberikan minum
dengan botol pada
bayi 20 cc
- Mengkaji status bayi
sebelum mulai
12.00 memberikan susu
- Menghangatkan
formula sesuai dengan S:-
suhu ruangan sebelum O : bayi minum 20 cc
diberikan pada bayi habis dalam 15 menit
- Menempatkan dot Bayi sudah tidak mau
diujung lidah menghisap dan tertidur
- Memegang bayi selama
menyusui dengan botol
- Memposisikan bayi
pada posisi semi fowler
pada saat bayi menyusu
- Menyendawakan bayi
sering-sering selama
dan setelah menyusu
- Meningkatkan
efektivitas penghisapan
dengan menekan pipi
berbarengan dengan
menghisap
Mengevaluasi reflek
menghisap selama
menyusu

- Memberikan minum
dengan botol pada
bayi 20 cc
- Mengkaji status bayi
sebelum mulai
memberikan susu
- Menghangatkan
formula sesuai dengan
suhu ruangan sebelum
diberikan pada bayi
- Menempatkan dot
diujung lidah
- Memegang bayi selama
menyusui dengan botol
- Memposisikan bayi
pada posisi semi fowler
pada saat bayi menyusu
- Menyendawakan bayi
sering-sering selama
dan setelah menyusu
- Meningkatkan
efektivitas penghisapan
dengan menekan pipi
berbarengan dengan
menghisap
Mengevaluasi reflek
menghisap selama
menyusu
14.00 - Memonitor intake S : -
cairan bayi O :- bayi minum 60 cc
selama 7 jam, BAB 1x,
BAK 2x, bayi tidak
muntah

N. EVALUASI

Tanggal No Diagnosa Evaluasi (SOAP) Tanda


Waktu Dx Keperawatan tangan
11-3-2019 1 Ketidakseimbangan S: - Yuliana
15.00 nutrisi kurang dari O: - Bayi kecil, reflek
kebutuhan tubuh menghisap lemah, GDS : 48
yang berhubungan mg/dl, BB: 1640 gram, PB: 42
dengan cm, LK : 28 cm, LD: 27 cm,
ketidakmampuan
minum 1 x 10 cc, bayi sudah
untuk
mengabsorbsi tidak mau menghisap dan
nutrisi, imaturitas tertidur
12-3-2019 1 produksi enzim otot A: masalah belum teratasi
15.00 abdominal lemah, P: Lanjutkan intervensi
dan reflek lemah S:-
O :- Bayi kecil, reflek
Ketidakseimbangan menghisap lemah, BB: 1640
nutrisi kurang dari gram, PB: 42 cm, LK : 28 cm,
kebutuhan tubuh LD: 27 cm, minum 3 x 15 cc,
yang berhubungan
13-3-2019 1 minum 45 cc selama 7 jam
dengan
15.00 bayi sudah tidak mau
ketidakmampuan
untuk menghisap dan tertidur
mengabsorbsi A: masalah belum teratasi
nutrisi, imaturitas P: Lanjutkan intervensi
produksi enzim otot S:-
abdominal lemah, O :- Bayi kecil, reflek
dan reflek lemah menghisap lemah, BB: 1640
gram, PB: 42 cm, LK : 28 cm,
Ketidakseimbangan LD: 27 cm, minum 3 x 20 cc,
nutrisi kurang dari minum 45 cc selama 7 jam
kebutuhan tubuh bayi sudah tidak mau
yang berhubungan
menghisap dan tertidur
dengan
ketidakmampuan A: masalah teratasi sebagian
untuk P: pertahankan intervensi
mengabsorbsi
nutrisi, imaturitas
produksi enzim otot
abdominal lemah,
dan reflek lemah

Lampiran 3

SOP Memberi Makan dengan botol


(RSUD dr. Moewardi Surakarta)

Pengertian Memberikan nutrisi (makanan berupa ASI/PASI) pada neonatus


dengan menggunakan botol.

Tujuan Menerapkan langkah-langkah pemenuhan kebutuhan nutrisi


sebagai tindakan keperawatan sehari-hari dalam pemberian
makan lewat botol.

Prosedur 1. Perawat mencuci tangan.


Pelaksanaan 2. Memposisikan bayi dengan di gendong/ dipangku dengan
posisi kepala bayi lebih tinggi dari badan bayi.
3. Meletakkan waslap pada leher bayi.
4. Memberikan minum dengan menggunakan botol sesuai
dengan porsi dan observasi reflek hisap dan reflek menelan.
5. Mengobservasi tanda- tanda muntah, sianosis, dan keadaan
umum bayi.
6. Menyendawakan bayi setelah diberikan minum dengan cara
menepuk punggung bayi dengan posisi kepala lebi tinggi.
7. Setelah selesai letakkan bayi pada posisi miring gar bila
terjadi muntah tidak masuk kedalam saluran pernafasan
( aspirasi).
8. Mengobservasi tanda- tanda muntah

Unit Terkait Ruang HCU Neonatus

SOP Pendidikan Kesehatan Cara Menyusui Yang Benar


RSUD (Dr. Moewardi Surakarta)

Pengertian Proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil dengan air susu (asi) dari
payudara ibu.bayi menggunakan reflek menghisap untuk mendapatkan dan
menelan susu

Tujuan Dengan menyusui baik dan benar dapat membantu memenuhan nutrisi

Prosedur (1) beritahu ibu untuk cuci tangan dahulu


Pelaksanaan (2) ibu diminta untuk membuka baju pada bagian dada
(3) Keluarkan asi sedikit lalu oleskan pada putting susu dan areola sekitarnya
(4) Ibu duduk dengan santai menggunakan kursi yang rendah
(5) punggung bersandar dengan santai pada kursi
(6) pegang bayi dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku
ibu dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu
(7) satu tangan bayi pada arah badan ibu sebaiknya diletakkan dibelakang
badan ibu
(8) perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap payudara
ibu
(9) telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
(10) Ibu menatap bayi dengan kasih sayang
(11) Ibu memegang payudara dengan ibu jari diatas payudara dan jari lain
menopang dibawah, jangan menekan putting susu atau areolanya saja
(12) Bayi diberikan rangsangan untuk membuka mulut dengan cara
menyentuh pipi atau sisi mulut bayi dengan puting susu
(13) Setelah bayi membuka mulut dengan cepat punggung bayi didekatkan
ke payudara ibu dengan putting susu dan areola dimasukan ke mulut bayi
usahakan sebagian besar areola masuk kedalam mulut bayi sehingga putting
berada dilangit-langit dan lidah bayi akan menekan asi keluar
(14) Sebaikan bayi menyusu pada satu payudara sampai payudara terasa
kosong
(15) Lanjutkan dengan menyusui pada payudara yang satunya lagi

Unit Terkait Ruang HCU Neonatus


Lampiran 4

Jadwal Penyusunan Karya Tulis Ilmiah

No Kegiatan Waktu Ket


1 Pengajuan judul 29 Oktober – 2 November 2018
2 Penyusunan proposal 5 November 2018 – 11 Januari
2019
3 24 Desember 2018 – 18 Januari
Ujian sidang proposal
2019
Revisi proposal KTI & 21 – 25 Januari 2019
pengumpulan Acc Proposal
4 Penelitian/studi kasus 28 Januari – 20 April 2019
6 Ujian sidang hasil 15 -29 Mei 2019
Revisi laporan KTI dan 17 -28 Juni 2019
Pengumpulan KTI
7 BATAS WAKTU UJIAN 29 Mei 2019 Syarat
HASIL KTI Yudisium
8 Penyusunan dan Pengumpulan Maksimal 5 Juli 2019 Syarat
Naskah Publikasi KTI Wisuda