Anda di halaman 1dari 16

10 Profil Artsitek Indonesia Dan Dunia

Oleh :
Alvi rizqi aulia

Guru Mata Pelajaran :


Nisrina Q el yusuf, S.pd
Pada Kesempatan Ini Kita Akan Melihat Bagaimana Praktisi Arsitek Menggunakan Konsep-
konsep Dan Teori Desain Untuk Karyanya.
1. Ridwan Kamil

H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. lahir di Bandung, Jawa Barat, 4 Oktober 1971;
umur 47 tahun) adalah seorang arsitek dan politikus Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur
Jawa Baratsejak 5 September 2018. Sebelum menjadi pejabat, pria yang akrab dipanggil Kang
Emil ini memiliki karier sebagai seorang arsitek merangkap dosen tidak tetap di Institut
Teknologi Bandung. Emil merupakan putra dari pasangan Atje Misbach Muhjiddin dan Tjutju
Sukaesih. Pada tahun 2013 Emil yang dari kalangan profesional dicalonkan oleh Partai Keadilan
Sejahtera dan Partai Gerakan Indonesia Raya sebagai wali kota Bandung dengan didampingi
oleh Oded Muhammad Danial sebagai calon wakil wali kota. Dalam rapat pleno Komisi
Pemilihan Umum Kota Bandung pada 28 Juni 2013, pasangan ini unggul telak dari tujuh
pasangan lainnya dengan meraih 45,24% suara sehingga pasangan Ridwan dan Oded menjadi
pemenang dalam Pemilihan umum Wali Kota Bandung 2013

2. Achmad Noe’man (1926...)

Konsep Desain: Islamic Architecture


Manifesto pada perancangan arsitektur yang Islami
Menurut Acmad Noe’man, Arsitektur yang islami Adalah Arsitektur yang
berlandaskan pada Al-qur’an dan As-sunnah....Acmad Noe’man adalah seorang
Arsitek yang berlatar belakang pendidikan Arsitektur Praktik.. Dalam berkarya
beliau selalu berusaha memasukkan nilai-nilai Islam kedalam desainnya. Hal
tersebut dimaksudkan beliau agar karya-karyanya lebih bermakna dan dapat
dipertangung jawabkan dihadapan Tuhan kelak. Acmad Noe’man, sebagai seorang
Arsitek, banyak tertarik dengan ajaran-ajaran agama Islam, terutama pada kedua
landasan agama itu yaitu Al-qur’an dan As-sunnah. sedangkan orang yang cukup
berpengaruh pada kehidupannya adalah Muhammad SAW. Khusus pada bidang
arsitek Acmad Noe’man mengagumi Lee Corbusier, Miss Van de Rohe, teori-teori
Beahus, karena semua itu tidak bertubrukan dengan nilai-nilai islami yang
mengajarkan agar tidak menciptakan sesuatu yang berlebih-lebihan. Nilai-nilai
islam banyak mempengaruhi manifestasinya dalam berpraktek di dunia
arsitektur.Salah satu Manifesto Acmad Noe’man adalah ” Arsitektur yang islami
Adalah Arsitektur berlandaskan pada Al-qur’an dan As-sunnah”.
Biografi
Nama : Ir. Acmad Noe’man ,IAI
Tempat/Tanggal lahir : Garut, 10 Oktober 1926
Handphone : 081 660 07 33
Kantor : Jalan Ganesha 03 - Bandung 40132, Telp. 022 250 4145,
Birano, ganesha 03 Bandung 40132
Riwayat Pendidikan
• Institut Teknologi Bandung, Indonesia: 1948-1953
Riwayat Pekerjaan• 1954-1956: Asisten dosen Jurusan Arsitektur ITB
• 1956- 1961: Staff pengajar tetap Jurusan Arsitektur ITB
• 1961-1999: Staf pengajar Jurusan Desain dan Seni Rupa ITB dan Pimpinan
CV.Birano
3. Y.B Mangnujawa Pr. (1929-1999)

Entah mengapa para arsitek bisa begitu indahnya berkaya di berbagai bidang
selain arsitektur itu sendiri, apakah karena arsitektur itu seni? Ataukah karena
membangun adalah pada dasarnya dorongan spiritual kodrati setiap manusia?
Arsitek satu ini menempati posisi puncak dalam daftar ini karena sumbanganya
tidak hanya terbatas pada arsitektur namun juga meresap ke dalam ingatan dan jiwa
kita.
Sebagai humanis ia sangat peduli pada masyarakat kecil saat merancangan
pemukiman di bantaran Kali Code, tidak berhenti pada pembangunan fisik namun
juga pembangunan untuk memanusiakan manusia. Ia memberikan pendampingan
pada korban waduk Kedungombo sampai berhasil ke Mahkamah Agung, untuk
jasanya itu ia dicap Komunis oleh orde baru. Rohaniawan Katolik ini menempuh
pendidikan seminari pada Seminari Menengah Kotabaru, Yogyakarta, yang
dilanjutkan ke Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius di Mertoyudan,
Magelang. Ia juga seorang sastrawan yang menghasilkan karya-karya yang dipuji
tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Sebut saja Burung-burung
Manyar dan Roro Mendut. Romo juga sangat peduli mengenai pendidikan dan
mendirikan Yayasan Dinamika Edukasi Dasar, yayasan pendidikan untuk anak
miskin dan terlantar. Ia memang sangat peduli dengan pendidikan dasar sampai-
sampai ia pernah berkata "When I die, let me die as a primary school teacher".
Untuk jasanya ia mendapatkan berbagai penghargaan, lengkap untuk setiap bidang
yang ia geluti.
Dalam bidang arsitektur sendiri lulusan Teknik Arsitektur ITB, 1959 dan Rheinisch
Westfaelische Technische Hochschule, Aachen, Jerman, 1966, ini dijuluki sebagai
bapak arsitektur modern indonesia. Karyanya yang terkenal adalah Bentara Budaya
Jakarta, berbagai gereja dan kawasan pemukiman Kali Code.
Gambar kawasan pemukiman warga kali Code Yogyakarta
4. Yuswadi Saliya (1938...)
Konsep Desain: Bentuk-bentuk Geometris yang sederhana, Topografi Tapak dan
Teori Arsitektur Modern
Manifesto dalam Mendesain
Bentuk-bentuk geometris yang sederhana, topografi tapak dan teori modern.
Konsep Architype [1] Yuswadi Saliya adalah pendekatan desain secara geometris.
Selain itu ada faktor lain dalam pendekatan desainnya, yaitu bentuk topografi tapak,
riwayat tempat tersebut yang berkaitan dengan sejarahnya, serta respon terhadap
lingkungan sekitarnya dan dalill-dalil dari teori arsitektur modern.
Langkah awal mendesain adalah dengan membaca bentuk tapaknya. Menurut
pengakuan beliau bila tidak mengetahui bentuk tapaknya, akan sukar untuk dapat
mendesain, kecuali merancang sebuah bangunan yang desainnya mengacu kepada salah
satu bentuk tipologi bangunan dan dapat diletakkan di banyak tempat. Menurutnya
setiap bentuk tapak mempunyai anatomi yang khas, seperti dimana letak tulang
punggungnya (garis sumbu imajinernya), dimana sendi-sendinya. Setelah peta itu dapat
dibaca sumbunya bagaimana, kemudian dapat ditetapkan bagaimana hirarki, orientasi,
dan sebagainya. Dari informasi yang terdapat pada peta tersebut. Lalu dari orientasi
yang ada sumbu tadi dikoreksi kembali. Langkah selanjutnya adalah meresponnya
terhadap riwayat dan kondisi lingkungan sekitarnya, baru kemudian Beliau dengan
cepat dapat menarik-narik garis yang membentuk geometri sesuai dengan bentuk dan
orientasi tapak tersebut.
Setiap tempat mempunyai orientasi yang berbeda tergantung dari kondisi topografinya.
Dalam menarik garis-garis pembentuk geometris ada dalil-dalil dan tuntutan-tuntutan,
sehingga mempunyai alasan, seperti bila membuat bentuk kurva, apa pegangannya.
Menurut beilau bahasa geometri ada aturan-aturannya ada istilah geometri thinking
(berpikir geometris). Bisa dibayangkan, seperti ada suatu pola-pola perulangan, pola-
pola yang konsisten dalam skala, dalam volumetri, dll.
Untuk pengolahan tampak bangunan, beliau menggunakan aturan-aturan dari teori
arsitektur modern seperti komposisi, keseimbangan, proporsi, perbandingan golden
section, dll. Sedikit banyaknya rumusan teknis modernis tadi beliau gunakan yang
menurutnya belum ada tandingannya apalagi dibandingkan dengan rumusan post-
modern yang dinilainya masih liar. Kemudian dalam memberikan unsur estetika dan
warna menurutnya semua orang akan setuju atau mempunyai persepsi yang sama bila
penjabarannya menggunakan teori arsitektur modern. Tanpa mengikuti itu beliau tidak
dapat menjelaskan desainnya kepada orang lain, dan dari ketentuan-ketentuan tersebut
beliau dapat menyiapkan kategorisasinya, kemudian terdapat kronologisnya yang
akhirnya dijadikan bentuk verbalnya sebagai bahan untuk menjelaskan kepada orang
lain. Menurutnya agar mendapatkan kepuasan dalam mendesain, hasil desain itu harus
bisa dibaca, kalau tidak bisa dibaca sepertinya hanya terjadi dengan kebetulan saja
sehingga tidak bermakna.
Curiculum VitaeNama : DR. Ir. Yuswadi Saliya, M.Arch.
Tempat / Tanggal lahir : Bandung, 15 Juni 1938.
Alamat : Kompleks Dosen ITB, jln. Kanayakan A/4, Dago Atas,
Bandung.
Telp. : 022-2503971
Riwayat Pendidikan
1 . Lulus dari Departemen Arsitektur ITB – tahun 1966.
2 . Master of Architecture diperoleh dari University of Hawaii at Manoa , Honolulu,
USA, Dengan beasiswa dari The East – West Centre (1973- 1975 )
3 . Program Doctor di Departemen Arsitektur, ITB, 1997
5. Basauli Umar Lubis (1955...)

Konsep Desain: Functional, Charming, Programmatic Architecture


Functional
Titik keberangkatan sikap dalam berarsitektur adalah berangkat dari penggunaan,
berangkat dari proses pemikiran bagaimana pengguna menggunakan & mengartikan
ruang. Karakter bangunan terbentuk dari sifat pengguna dan pengunaannya. Arsitektur
yang baik adalah ketika arsitektur dapat memenuhi tingkat kebutuhan & kenyamanan
dengan baik.Letak tingkat kreativitas arsitek terletak pada bagaimana menterjemahkan
dan menjawab kebutuhan dengan baik. Estetika atau bentuk merupakan secondary step.
Namun tidak menutup kemungkinan jika bentuk hadir pertama kali didasarkan
tujuan/fungsi, seperti halnya bilbao yang hadir dengan tujuan menarik wisatawan.
Estetis/Bentuk lahir dari penggunaan, bukan sesuatu yang diada-adakan. Ruang/simbol
dalam arsitektur harus dapat dimengerti oleh pengguna. Dan yang tidak kalahnya
pentingnya adalah Karya arsitektur yang baik adalah karya yang dapat di uji.
Curiculum VitaeNama : Ir. Basauli Umar Lubis MSA,Ph.D.
Riwayat Pendidikan
1 . Lulus S1 ITB Bandung 1979.
2 . Lulus S2 ITB Bandung 1985.
3 .S3 Royal Melbourne Institute of Technology University Melbourne Australia.
6. Baskoro Tedjo (1958...)

Konsep Desain: Karakter dan Ikon dalam Pemaknaan Sebuah Fungsi Bangunan
Manifesto pada Fungsi Bangunan Rumah Tinggal
Hanya ada satu kepribadian dalam satu rumah...
Rumah harus mencerminkan karakter dari si pemakainya, dan karakter itu tidak boleh lebih
dari satu, karena rumah harus mempunyai satu karakter tunggal bukan 2 atau lebih yang bisa
menimbulkan konflik. Dalam setiap perancangan rumah tinggal, sebenarnya ada dua
kemungkinan karakter kepribadian yang bisa dijadikan konteks desain, apakah dari owner atau
dari sang arsiteknya. Namun demikian, sebaiknya karakter owner adalah yang paling utama
sebab sang owner inilah yang nantinya banyak menghabiskan waktunya dirumah tersebut.
Karakter sang arsitek bisa dimasukkan apabila karakter dari owner tidak kelihatan, artinya bisa
saja sang pemilik rumah menginginkan suatu karakter lain pada konsep huniannya. Sesuatu
yang perlu diingat disini adalah apabila ada pemaksaan karakter dalam sebuah karya rumah
tinggal bisa dipastikan bahwa konsep rumah itu akan mengalami kegagalan, konkretnya bisa
dilihat dengan perubahan fungsi ruang yang berbeda dalam bangunan dengan konsep awal
akibat ada pemaksaan karakter dari sang arsitek kepada owner. Seperti contoh pada bangunan
minimalis, apabila dipaksakan pada sebuah rumah dengan karakter penghuni yang bukan
minimalis maka fungsinya akan berubah, misalnya dengan penempatan barang yang
sembarangan dari sang pemilik dalam kesehariannya (red: bisa ”ancur” menurut Baskoro
Tedjo).
Fungsi dari arsitek sendiri dalam perancangan rumah tinggal adalah memberi karakter rumah
tersebut sesuai dengan karakter pemiliknya, supaya bisa tampil lebih gaya. Caranya adalah
dengan membaca kepribadian owner secara keseluruhan. Dengan menggunakan teori spasial
order, maka karakter hunian dari sang pemakai harus mendapat perhatian lebih dan bersifat
tetap serta tidak boleh dirubah.
Kebudayaan juga merupakan elemen penting yang harus menjadi pertimbangan dalam
merancang selain site. Karakteristik arsitektur yang unik muncul salah satunya dengan
menggunakan pendekatan budaya dan mengetahui kekuatan dari site. Metode desain yang
dipakai oleh Baskoro Tedjo dalam setiap perancangannya adalah dengan menggunakan
kekuatan kedua elemen ini.
7. Alexander Santoso (1965...)
Konsep Desain: Penciptaan Kekayaan Perspektifis
Manifesto: Menciptakan kekayaan perspektifis
Dalam setiap disainnya, ia selalu memperhatikan kebutuhan klien. Kebutuhan-kebutuhan klien
ini nantinya akan menjadi ide awal dalam sebuah proses disain. Dalam prosesnya, kebutuhan
klien ini kemudian diwujudkan dalam jumlah dan besaran ruang. Kemudian bagaimana bentuk
masa bangunan terjadi merupakan peran arsitek untuk mewujudkannya.
Pemikiran paling mendasar dalam penciptaan bentuk masa bangunan adalah, dalam setiap
karyanya, dia selalu berusaha untuk ’menciptakan kekayaan perspektifis’.
Kekayaan perspektfis adalah, bagaimana kita menciptakan sebuah bentuk, sehingga dari
sebuah titik pandang, masa bangunan dibuat kaya dalam bentuk dan sudut pandang. Dalam hal
ini, eksplorasi perletakkan masa merupakan hal yang penting, yang tentu saja perletakkan ini
harus juga membawa banyak keuntungan bagi interior bangunan.
Kekayaan perspektifis tidak hanya diterapkan untuk fasad bangunan, namun juga harus dapat
dirasakan manfaatnya bagi pengguna bangunan. Dalam menciptakan bentuk-bentuk interior,
sequence merupakan hal yang penting. Baginya, sequence tidak hanya mementingkan
pergerakan atau sirkulasi di dalam bangunan, namun juga bagaimana menciptkan suasana
visual yang berbeda pada setiap titik. Fungsi ruang juga menentukan penciptaan karakter ruang.
Misalnya saja, bagaimana sebuah entrance bangunan dibuat sehingga memiliki kesan
mengundang, atau permainan suasana tangga, dimana dalam setiap ketinggian tangga, kita
dapat melihat pemandangan yang berbeda pula. Hal ini dilakukannya untuk menciptakan
pengalaman ruang yang kaya, hal ini tidak hanya dirasakan efeknya secara horisontal, namun
harus juga dirasakan secara vertikal.
8. Achmad D. Tardiana

Konsep Desain: Arsitektur Adalah Sebuah Proses Dalam Mengkonstruksi Tapak


Teori dan Manifesto
Menurut Ir. Achmad D. Tardiana, MUDD, karya arsitetur yang baik adalah arsitektur yang
secara spesifik mampu merespon lokasi dimana bangunan didirikan. Dalam hal ini, respon
tersebut harus dapat memberikan dampak atau kontribusi yang positif terhadap lingkungan
tempat didirikannya bangunan. Dengan kata lain Arsitektur harus dapat menunjukkan lokalitas
setempat, yang dapat dilakukan dengan respon terhadap site, atau dapat juga dengan pengunaan
material setempat. Beliau terkesan dengan ungkapan Tadao Ando: ”Arsitektur adalah sebuah
proses dalam mengkonstruksi tapak, Arsitektur muncul secara alamiah atau merupakan respon
terhadap tapak.”
Dalam proses perancangan, Ir. Achmad D. Tardiana, MUDD cenderung menggunakan teori
yang berkaitan dengan Fenomenologi sebagai pedomannnya. Antara lain seperti teori tentang
Place, Tektonik, serta Materialitas. Berhubungan dengan teori tentang materialitas ini, Ir.
Achmad D. Tardiana, MUDD berpendapat bahwa ungkapan arsitektur harus dapat
disampaikan seefektif mungkin melalui penggunaan material seminimal mungkin. Dalam hal
ini arsitek harus pandai mengolah material yang minim agar dapat memperoleh pengungkapan
arsitektur maksimal.
Pendekatan Perancangan
Pendekatan perancangan yang dilakukan Ir. Achmad D. Tardiana, MUDD dapat berbeda-beda
di tiap-tiap proyek. Pendekatan tergantung pada karakter atau spesifikasi proyek tersebut,
selain juga tergantung pada permintaan atau karakter klien (owner). Pendekatan tersebut antara
lain dapat melalui preseden arsitektur, ekologi, penggunaan material, serta bentuk.Mengenai
preseden arsitektur, menurut Ir. Achmad D. Tardiana merupakan pendekatan yang paling dekat
atau cepat didapatkan oleh arsitek. Hal ini disebabkan karena kita sebagai arsitek selalu
berhubungan dengan dunia luar dalam memperoleh informasi mengenai arsitektur, baik secara
langsung (melihat), atau melalui media. Hal tersebut kemudian secara tidak sadar tertanam
dalam benak arsitek yang pada saat merancang, yang secara tidak sadar pula, kembali muncul
sehingga dapat membantu menghasilkan ide-ide dalam merancang.
Berhubungan dengan preseden arsitektur ini Ir. Achmad D. Tardiana kemudian berpendapat
bahwa sangat sulit untuk menjadi original dalam hal arsitektur, karena kita selalu berhubungan
dengan preseden-preseden tersebut, yang kemudian secara tidak sadar mempengaruhi kita
dalam menghasilkan sebuah ide.
Pendekatan yang paling sering atau umum digunakan oleh Ir. Achmad D. Tardiana sehubungan
dengan teori yang digunakan sebagai pedoman (bahwa arsitektur harus dapat memberikan
kontribusi positif terhadap lingkungan) adalah bagaimana kita mempertimbangkan persoalan-
persoalan lingkungan sehubungan dengan didirikannya sebuah bangunan.
9. Eko Purwono (1962...)

Konsep Desain: Pragmatic Arsitektur, Menggali Lebih Dalam Nilai-Nilai Lokal


Sekilas tentang Ir. Eko Purwono, Ms. Arch. S
Eko Purwono, sosok arsitek yang dikenal selain sebagai seorang dosen jurusan Arsitektur (kira-
kira sudah 29 tahun) di Intitut Teknologi Bandung juga dikenal aktif di Dewan Pendidikan
Kota Bandung dan menjabat sebagai Ketua Yayasan MP2I (Masyarakat Pemerhati Pendidikan
Indonesia). Karakternya yang dapat dikatakan kritis dalam mengutarakan pendapatnya
terutama terhadap dunia pendidikan di Indonesia menggambarkan komitmen Eko Purwono
sebagai sosok seorang pendidik serta sebagai arsitek yang memiliki prinsip yang kuat dan
dikenal di kalangan komunitas arsitektur baik dari dunia akademisi dan praktisi.
Pandangan Tentang Manifesto Arsitek International
Menurut Eko Purwono, yang dikenal sebagai ahli di bidang Sejarah, Teori, dan Kritik
Arsitektur, bahwa biasanya yang senang ber-‘manifesto’ adalah arsitek-arsitek muda (penulis
mengartikannya dengan arsitek yang berusaha mencari identitas) dan yang paling menyukai
manifesto itu adalah arsitek-arsitek italy pada tahun 1919 (jika dibandingkan dengan arsitek
Amerika dan Inggris) dan, Eko Purwono juga menambahkan bahwa arsitek dalam berkarya
terkadang tidak memiliki konsep atau memakai konsep tetapi tidak dapat menceritakan konsep
tersebut, dan Eko Purwono memberi gambaran manifesto yang dilakukan oleh Peter Eisenman,
dimana Eisenman mencoba mengganggu tatanan yang sudah ada dan kemudian mampu
merumuskan kembali secara akademik setelah itu dijadikan sebagai salah satu sarana
menawarkan karya Eisenman kepada masyarakat.
Pandangan Tentang Manifesto Arsitek Indonesia
10. Isandra Matin Achmad (1962...)

Konsep Desain: Respon Estetik dari Sekuensi Pengalaman Pengamat Visual Arsitektur
(lihat cacatan kaki tentang respon estetik dan respon kritis)
Arsitektur Andra Matin adalah arsitektur yang sinematik. Arsitektur sebagai sebuah peristiwa
ditata ke dalam alur pengalaman yang tersusun dalam sekuens, sehingga pemahaman/apresiasi
(pemahaman mungkin bukan kata yang tepat) akan keseluruhan cerita “ditunda”, tidak
terpahami langsung dalam waktu yang bersamaan. Jika arsitektur pada umumnya telah
menstandarkan atau mendatarkan emosi dengan cara menghilangkan ekstrim dari spektrum
emosi manusia, maka arsitektur Andra Matin “memaksa” kita meminjamkan emosi kita, dan
meletakkannya di sana. Ia terasa hadir justru bukan semata-mata dari eksistensi materialnya,
melainkan pada imaji-imaji dan perasaan-perasaan yang ditimbulkan pada yang
mengalaminya. Dengan demikian, ia membuat kita merasakan adanya keterikatan pada tempat,
waktu, dan terutama pada diri kita sendiri, secara lebih kuat dan bermakna.
Catatan (2)
Dalam mengamati sebuah karya, baik karya arsitektur maupun karya seni visual, secara teoritik
ada dua jenis respon, yaitu respon estetik dan respon kritis/kritik. Respon estetik adalah respon
emosional dan hal ini berbeda dengan respon kritis yang bermuara ke pemahaman/apresiasi
tentang apa yang diamati. Nampaknya konsep desainnya filosofi yang mementingkan
pengalaman user (pemakai) filosofinya adalah user oriented design.
Isandra Matin Ahmad adalah seorang arsitek yang karya-karyanya menerima banyak
penghargaan sejak mendirikan Andra Matin Architects pada tahun 1998. meraih IAI (Ikatan
Arsitek Indonesia) Award pada tahun 1999 dan 2002 untuk Gedung kantor Le Bo Ye Graphic
Design dan Gedung Dua8 di Kemang, Jakarta Selatan. Untuk itu juga pada tahun 2007
Walpaper Architecture Directory menobatkan Andra Matin sebagai salah satu arsitek, dari 101
arsitek dunia, yang paling berkiprah di tahun 2007. Terakhir, pada tahun 2008 Pak Andra
kembali berhasil menyabet 3 piala dari 7 penghargaan yang ada pada IAI Award.
Biodata
Nama : Ir. Isandra Matin Ahmad
Lahir : Bandung 1962

Pendidikan dan karir :


· 1988 Lulus dari Universitas Parahyangan, Bandung
· 1990-1998 Bekerja di PT. Grahacipta Hadiprana, Jakarta
· 1998 Mendirikan Andra Matin Architect (AMA), Jakarta
· Telah mengajar di Universitas Indonesia, Universitas Parahyangan, Institut Teknologi
Bandung dan Universitas Tarumanagara.
· 1998 Proyek Le Bo Ye Graphic Design Office, Jakarta Selatan
· 1999 Proyek Paper Gallery, Bandung
· 1999 Gedung Dua8 Ethnology Museum, Kemang, Jakarta Selatan
· 2001 Proyek Ak’sara Bookstore, Kemang, Jakarta Selatan
· 2002 Proyek Ramzy Gallery, Bangka, Jakarta Selatan
· 2005 Pameran Bienalle
11. Cesar Pelli

Cesar Pelli, Arsitek berkebangsaan Argentina ini lahir pada 1926 dan terkenal karena
hasil karya-karyanya yang memiliki eleman tutupan metalik dan berlikur. Salah satu karya
paling terkenal yang pernah ia ciptakan adalah Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur. Ia
juga pernah merancang World Financial Center di New York City yang mengelilingi World
Trade Center.

Sebagai bukti kehebatannya, banyak penghargaan dibidang arsitektur telah ia raih selama
ini, salah satunya yaitu penghargaan bergengsi AIA Gold Medal tahun 1995. Sedangkan pada
tahun 1991, ia pernah didaftarkan sebagai 10 arsitek Amerika terhandal yang hidup di dunia
oleh Institut Arsitek Amerika (AIA). Sebagai bukti kecintaannya pada arsitek, ia juga
membangun Pelli Clarke Pelli Architects.

12. Louis Kanh

Louis Kanh dianggap sebagai sosok arsitek yang punya gaya monumental dan monolitik.
Banyak karya-karyanya memang terlihat demikian sejak awal eksistensinya di abad ke 20. Ia
memang dikenal dan dipandang oleh banyak orang, bahkan menjadi orang yang paling
berpengaruh pada masanya. Sebagai bukti kehebatannya, pria berkebangsaan Amerika ini
meraih penghargaan AIA Gold Medal dan RIBA Gold Medal.

Lahir 1 Februari 1901, pria ini berhasil merancang Jatiyo Sangshad Bhaban, Salk
Institute, Yale University Art Gallery, Phillips Exeter Academy Library, Indian Institute of
Management, Ahmedabad dan Kimbell Art Museum. Sejak 1957 hingga kematiannya, ia
mengabdi sebagai professor arsitek di University of Pennsylvania.

13. Le Corbusier

Sosok arsitek asal Swiss ini dikenal sebagai sosok yang berpengaruh dalam
pengembangan konsep gaya arsitektur internasional (International Style). Selain itu, Le
Corbusier juga dikenal tidak terlalu suka ornament hiasan non struktural yang berlebihan pada
bangunan dan menyukai penggunaan bahan beton dan baja modern di dalam struktur
rancangannya.

Pria yang pernah meraih penghargaan AIA Gold Medal (1961), dan Grand Officiers of
the Légion d’honneur (1964) pernah merancang Villa Savoye di Poissy, Villa La Roche di
Paris, Unité d’habitation di Marseille dan lainya.

14. Louis Henry Sullivan

Arsitek jenius satu ini terkenal akan prinsip perancangan gedung yang berkonsep “Form
Follow Function” atau “Bentuk Mengikuti Fungsi”. Meskipun ia sempat mengkreditkan asal
usul konsep tersebut pada seorang arsitek di jaman romawi kuno, namun sebenarnya dirinya
yang berhasil mempopulerkan istilah tersebut.

Louis pernah mendapatkan penghargaan AIA Gold Medal ditahun 1994, bahkan arsitek
paling terkenal di dunia lainnya seperti Frank Lloyd Wright pernah bekerja dibawah asuhannya
selama 6 tahun dan menunjukan bahwa ia memiliki pengaruh yang cukup besar.

15. Antoni Gauidi

Arsitek asal Spanyol ini disebut sebagai orang yang menjadi Bapak Modernisme
Catalunya. Antoni Gaudi terkenal dengan ciri khas rancangan yang terinspirasi dari alam.
Karya-karyanya banyak menggunakan model kurva dari pada bentuk lurus sehingga membuat
tampilannya terlihat klasik dan futuristik. Kemudian dari segi warna, Antoni Gaudi lebih
mengarah ke penggunaan warna cerah dan terang.

Hasil karya Gaudi selama ini sudah dikenal bahkan diakui oleh dunia. Bahkan 7
rancangan karyanya masuk ke dalam situs warisan dunia yang diakui oleh badan PBB
UNESCO.
16. Zaha Hadid

Inilah arsitek wanita paling terkenal di dunia. Zaha Hadid bahkan menjadi yang pertama
di tahun 2004 dan wanita satu-satunya yang memenangkan penghargaan Pritzker Prize hingga
saat ini.

Karya paling tersohor adalah sebuah gedung Pusat Seni Kontemporer Rosenthal di
Cincinnati yang dilukiskan oleh New York Times sebagai gedung baru yang paling penting di
Amerika. Ia juga berhasil merancang Abu Dhabi Performing Art Center dan Bee’ah
Headquarters yang begitu terkenal dan monumental di UAE.

17. Ludwig Mies Van Der Rohe


Selanjutnya adalah Ludwig Mies van der Rohe. Arsitek kelahiran Jerman tahun 1886 ini
satu ini akrab lebih dipanggil dengan Mies, Ia merupakan pioneer dari arsitektur modern
bersama dengan Le Corbusier dan Walter Gropius.

Ketiga sosok ini dianggap sebagai bapak arsiter modern dunia dan menjadi salah satu
arsitek paling terkenal di dunia. Karyanya yang sangat terkenal diantaranya yaitu Barcelona
Pavilion di Spanyol identik dengan kesederhanaan bentuk dan penggunaan luar biasa dari
bahan yang boros seperti marmer, onyx merah dan travertine.

18. Frank Owen Gehry

Frank Owen Gehry adalah sosok arsitek kebangsaan Kanada yang dikenal sebagai salah
satu arsitek kontemporer paling berpengaruh di dunia. Gara arsitektur yang dibuatnya bergaya
deconstructionisi dan postmodern. Selain itu, Gehry juga sering mengekspresikan benttuk yang
tidak biasa pada rancangannya yang tampak monumental.

Salah satu karya yang paling terkenal adalah Museum Guggenheim di Bilbao, Spanyol
yang memiliki bentuk radikal dan memakai lapisan titanium.
19. Richard Meier

Arsitek yang pernah menyabet penghargaan Pritzker Architecture Prize di tahun 1984 ini
terkenal karena desain geometrisnya dengan penggunaan warna putih yang mencolok.
Sepanjang karirnya, Meier telah mendesain beberapa gedung ternama di dunia diantaranya
yaitu Getty Center in Los Angeles, The Hague City Hall, dan Barcelona Museum of
Contemporary Art.

20. Leoh Ming Pei

Arsitek keturunan Tionghoa Amerika ini sering disebut sebagai master dari arsitektur
modern. Desainnya disebut sebagai kelanjutan dari Gaya Internasional yang sebelumnya
dipopulerkan oleh arsitek lainnya seperti Le Corbusier.
Karyanya sungguh mengagumkan dan ia berhasil memenangkan beberapa penghargaan
yang sangat prestisius di bidang arsitektur, diantaranya Pritzker Prize di tahun 1983 dan AIA
Gold Medal di tahun 1979

Anda mungkin juga menyukai