Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Pada An. R RW 02. RT 21 KEL. BENTIRING PERMAI


KEC. MUARA BANGKAHULU
KOTA BENGKULU

DISUSUN OLEH :
BARDAH WASALAMAH, S.Kep
1426050021

Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik

Ns. Pawiliyah S. Kep MAN Iid Yulfitri, S.Kep

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ( STIKES )


TRI MANDIRI SAKTI
BENGKULU
2015

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 1


LAPORAN KASUS
I. DATA UMUM
1. Nama Kepala Keluarga (KK) : Tn. M
2. Usia : 35 tahun
3. Alamat : RW 02 RT 21 Bentiring Permai
4. Pekerjaan : Buruh harian
5. Pendidikan : Sekolah Dasar (SD)
6. Komposisi Keluarga

Status Imunisasi

Hub. Campak
No Nama JK dengan Umur pendidikan Ket
KK
Hep. B DPT Polio
BCG

1 2 3 1 2 3 1 2 3 4

1 Ny. J P Istri 30 SD v v v v v v v v v v v v

2 Ank. N P Anak 11 Siswa v v v v v v v v v V v v

3 Ank. D L Anak 6 BS v v v v v v v v v V v v

 Genogram

1,5
5,5,
5

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 2


 Keterangan
Menikah
Permpuan Klien
Laki-laki Meninggal
------- Tinggal dalam satu rumah
Dalam Keluarga Tn. M, Tn. M sendiri adalah anak pertama dari tiga
bersaudara. Tn. M memiliki dua orang saudara perempuan, tetapi adik
perempuan ke dua dari Tn. M sudah meninggal. Sedangkan Ny. J adalah
anak ketiga dari empat bersaura. Ny. J memiliki dua orang saudara laki-
laki dan satu orang saudara perempuan. Orang tua dari Ny. J yaitu ibu
Ny. J sudah meninggal. Tn. M dan Ny. J memiliki tiga orang anak, yaitu
anak pertama perempuan, anak kedua dan ketiga adalah laki-laki. Ketiga
anak Tn. M dan Ny. J tinggal bersama di rumah mereka di RT 21 RW 02
ke. Bentiring Permai. Anak pertama sudah sekolah, anak kedua dan
ketiga belum sekolah.
7. Tipe Keluarga
Tipe keluarga yaitu keluarga tradisional dan termasuk keluarga inti
(nuclear family) dimana hanya terdapat Ayah, Ibu dan anak. An. R tinggal
bersama kedua orang tuanya dan kedua orang saudaranya.
8. Suku Bangsa
Keluarga Tn. M berasal dari suku Jawa dan Bengkulu. Tn. M berasal dari
Jawa dan Ny. J bersal dari Bengkulu, dimana dalam kehidupan sehari-hari
keluarga Tn. M menggunakan bahasa Bengkulu. Keluarga Tn. M selalu
berkomunikasi baik dengan keluarganya, atau dengan warga di sekitar
lingkungan tempat tinggalnya. Di lingkungan tempat tinggal keluarga Tn.
M ada yang berasal dari Manna, Bengkulu, Lembak, dan Lebong. Tidak
ada kesulitan yang dirasakan sehubungan dengan proses interaksi.

9. Agama
Keluarga Tn. M seluruhnya menganut agama islam, Tn. M belum
melakukan sholat lima waktu karena kesibukkannya yang bekerja sebagai

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 3


buruh. Begitu juga dengan Ny. J sholat belum dilakukan secara penuh.
Tetapi keluarga Tn. M mengaku puasa ramadhan selalu mereka lakukan
namun jarang puasa sunnah. Tetapi untuk An. R puasa belum dilakukan
karena masih balita. Tidak ada keyakinan dalam agamanya yang
mengganggu kesehatan.

10. Status Sosial Ekonomi


Keluarga Tn. M dan Ny. J termasuk keluarga dengan ekonomi yang
cukup dengan penghasilan ± Rp. 1 juta/bulan. Biaya untuk keperluan
sehari-hari dipenuhi oleh Tn. M selaku kepala keluarga yang
berkewajiban untuk mencari nafkah. Tn. M bekerja sebagai buruh harian
sedangkan Ny. J tidak bekerja, hanya di rumah sebagai ibu rumah tangga
yang mengurus ke tiga anak-anaknya. Biaya yang harus dikeluarkan oleh
keluarga Tn. M setiap bulannya adalah seperti untuk biaya makan,
membayar listrik dan biaya kebutuhan sehari-hari yang bersifat penting
untuk keluarga. Ny. M mengatakan tetap bersyukur dengan keadaan
ekonomi keluarganya meskipun pas-pasan.
11. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Keluarga Tn. M dan Ny. J jarang pergi rekreasi karena Tn. M sibuk
bekerja dan Ny. J sibuk mengurus ketiga anakanya, terutama anak ketiga
mereka yaitu An. R sering sakit. Jika tidak ada kesibukkan keluarga
hanya istirahat di rumah, nonton televisi atau berkunjung kerumah
tetangga yang ada di dekat rumahnya.
II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga Lingkungan
12. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Tn. M dan Ny. J mempunyai 3 orang anak. Anak pertama adalah seorang
peremupan yang berusia 11 tahun dan duduk di bangku Sekolah Dasar
(SD), anak kedua dan ketiga masing masing berusia 6 tahun dan 1,5 tahun
dan belum sekolah. Keluarga Tn. M merupakan keluarga dengan tahap
perkembangan anak usia sekolah.

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 4


Adapun tugas tahap perkembangan keluarga dengan anak usia sekolah
adalah :
 Membantu sosialisasi anak dengan tetangga, sekolah, dan lingkungan
 Mempertahankan keintiman pasangan
 Memenuhi kebutuhan dan biaya kehidupan yang semakin meningkat
termasuk kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan anggota keluarga.
13. Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi
 Ny. J mengatakan tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
belum ada yang signifikan, hanya saja pada saat pengkajian keluarga
Ny. J mengatakan terkadang masih sulit memnuhi kebutuhan dan biaya
kehidupan yang semakin meningkat termasuk kebutuhan untuk
meningkatkan kesehatan anggota keluarga karena pekerjaan suaminya
yang hanya buruh harian yang gajinya pas-pasan. Ny. J mengatakan An.
R belum memiliki kartu berobat sehingga terkadang sedikit
menghambat dalam proses pengobatan, karena keterbatasan biaya dan
kartu berobat juga belum ada.

14. Riwayat Keluarga Inti


Keluarga Tn. M dan Ny. Y terbentuk melalui proses pacaran atas dasar
suka sama suka dan setelah beberapa waktu dalam proses pengenalan Tn.
M dan Ny. J menikah dan memilik 3 orang anak yaitu An. N, An. D, dan
An. R.
Riwayat keluarga dari pihak suami :
Ny. J mengatakan dari pihak kedua orang tua suaminya, Ayah dari
suaminya memiliki riwayat hipertensi. Sedangkan dari pihak ibu tidak
mempunyai penyakit keturunan dan menular.

Riwayat keluarga dari pihak istri :

Ny. J mengatakan dari pihak kedua orang tuanya, yaitu ayah dari Ny. J
memiliki riwayat rematik, sedangkan ibu dari Ny. J memiliki riwayat
hipertensi.

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 5


15. Riwayat Keluarga sebelumnya
Di dalam keluarga menurut Ny. J dari pihak keluarga tidak ada yang
menderita penyakit menular. Hanya saja dari pihak Tn. M yaitu Ayah
memiliki riwayat hipertensi, dan dari pihak Ny. J yaitu Ayah memiliki
riwayat penyakit rematik dan ibu memiliki riwayat hipertensi.
III. Lingkungan
16. Rumah yang di tempati oleh Tn. M bersama istri dan anaknya adalah
sebuah perumahan dengan jenis rumah permanen, rumah yang mereka
tempati sekarang adalah rumah yang dibangun oleh Tn. M sejak meraka
berdomisi di Bentiring Permai yang berdekatan dengan rumah kedua
orang tua. Rumah Yang ditempati oleh Tn. M bersama istri dan ketiga
anaknya saat ini berlantai semen, dinding nya dari tembok, ruang rumah
terdiri dari 1 ruang tamu yang bergabung dengan ruang TV, 1 ruang
makan, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi serta dapur, sumber air dari sumur
dan untuk penerangan menggunakan listrik. Peralatan yang ada dirumah
adalah perabotan rumah tangga yang sederhana, antara lain, kursi, kasur,
lemari, tv dan tempat tidur. Perabotan rumah tangga tampak kurang rapi,
pencahayaan kurang kurang tampak dari ruang tamu yang terlihat gelap.
Serta peralatan dapur keluarga menggunakan kompor gas untuk memasak.
Terlihat keluarga memiliki tv untuk media hiburan. Untuk ruang nonton tv
pencahayaan kurang. Penyediaan air bersih berasal dari sumur, WC
menggunakan leher angsa, di depan rumah tidak ada teras dan halaman
rumah tidak dimanfaatkan. Keluarga mengatakan tetap merasa bersyukur
dengan kondisi rumah yang mereka tempati saat ini meskipun sederhana.

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 6


Denah Rumah

5 6

2 3

Keterangan :
1 : Teras Rumah
2 : Ruang Tamu
3 : Kamar
4 : Kamar
5 : Ruang makan dan dapur
6 : WC

17. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW


Keadaan rumah Tn. M bersama istri dan anaknya cukup nyaman
untuk meraka, rumah mereka berdekatan dengan rumah tetangga lainnya,
dan juga berada berdekatan dengan rumah orang tua. Tetangga di
lingkungan sekitar cukup ramah. Sebagian besar tatangganya bekerja
sebagai petani dan ada juga yang bekerja swasta dan buruh harian. Tetapi
Ny. J mengatakan di lingkungan rumahnya selain bekerja sebagai petani,
swasta, dan butuh, ada juga yang bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri
Sipil). Masyarakat disekitarnya berasal dari tempat yang berbeda-beda ada
yang berasal dari Bengkulu, Lembak, Jawa, Lebong, dan Manna,
walaupun demikian tidak ada hambatan dalam komunikasi dengan
tetangganya. Untuk pelayanan kesehatan masyarakat setempat biasanya
menggunakan puskesmas yaitu Puskesmas Ratu Agung. Rumah warga di
sekitar rumah cukup padat, fasilitas yang mayoritas dipakai adalah
kendaraan pribadi seperti motor.

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 7


18. Mobilitas Geografis Keluarga
Tn. M bersama istri dan anaknya tinggal di RT 21 RW 02 Kel. Bentiring
Permai sejak setelah menikah pada mulanya Tn. M dan Ny. J tinggal
bersama orang tua yaitu di depan rumah yang mereka tempati sekarang.
Kemudian keluarga Tn. M membangun rumah di belakang rumah orang
tua dan tinggal berdekatan. Letak rumah tidak jauh dari jalan raya, alat
transportasi umum yang ada yaitu angkutan umum. Sedangkan untuk
mobilitas, keluarga menggunakan sepeda Motor. Jarak rumah ke
puskesmas tidak terlalu jauh, Puskesmas yang terdekat adalah Puskesmas
Ratu Agung.
19. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat

Keluarga Tn. M biasa berkumpul pada saat hari libur yaitu pada hari
minggu karena Tn. M sebagai kepala keluarga bekerja hampir setiap hari
dan bisa berkumpul dengan keluarga pada hari libur dan malam hari saja.
Keluarga Tn. M tidak pernah ada waktu khusus untuk berkumpul dengan
masyarakat karena kesibukannya yang bekerja sebagai buruh harian yang
pulang menjelang malam hari. Ny. J mengatakan tidak ada kegiatan rutin
yang diikutinya dalam masyarakat seperti arisan atau pengajian, hampir
semua waktunya dihabiskan di rumah dan menjaga anak-anaknya. Tetapi
Ny. J mengatakan interaksi dengan masyarakat sekitar berjalan dengan
baik.
20. Sistem Pendukung Keluarga
Keluarga Tn. M memiliki fasilitas jaminan kesehatan Jamkesmas yang
dapat digunakan untuk pengobatan dan perawatan di fasilitas kesehatan
yang ada, terutama ke puskesmas Ratu Agung Fasilitas Kesehatan yang
terdekat yang bisa dikunjungi oleh keluarga, tetapi Ny. J mengatakan anak
nya yang paling kecil, yaitu An. R belum memiliki kartu untuk berobat.

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 8


IV. Sturktur Keluarga
21. Pola Komunitas Keluarga
Komunikasi antara anggota keluarga Tn. M tidak mengalami kesulitan,
walaupun kadang Tn. M jarang dirumah karena bekerja dan bisa
berkumpul dengan istri dan ketiga anakanya pada hari minggu dan pada
malam hari, tetapi mereka selalu mempertahankan komunikasi yang baik.
Ny. J mengatakan jika ada keinginan akan disampaikan secara terbuka.
Jika ada masalah keluarga berusaha untuk mendiskusikannya. Bahasa
yang dipakai setiap hari adalah bahasa bengkulu, dalam perbahasaan dan
komunikasi keluarga tidak ada masalah. Frekuensi komunikasi keluarga
setiap hari dilakukan.
22. Struktur Kekuatan keluarga
Tn. M sebagai kepala keluarga berperan sebagai pengambil keputusan,
meskipun tetap lewat musyawarah keluarga dimana dalam membuat
keputusan sebelumnya terlabih dahulu mendiskusikan bersama istrinya,
sehingga mendapatkan keputusan yang terbaik untuk keluarganya.
23. Struktur Peran
Tn. M sebagai kepala keluarga selalu berperan baik dan berusaha menjadi
terbaik untuk Ny. J, dan anak-anaknya. Ny. J beserta anak-anaknya dan
sangat menyayangi Tn. M. Tn. M berperan sebagai kepala keluarga dan
masih aktif bekerja sebagai buruh harian. Ny. J berperan sebagai istri, dan
ibu dari An. N. An.D dan An.R. anak pertama yaitu An. N berperan
sebagai anak yang masih duduk di bangku pendidikan, dan An. D dan An.
R belum sekolah.
24. Nilai dan Norma Keluarga
Dalam keluarga Tn. M menekankan etika dan sopan santun dalam bergaul
dengan orang lain, saling menghormati dan menghargai. Dan norma yang
dianut dalam keluarga Tn.M tidak bertentangan dengan norma kesehatan
yang ada. Nilai yang dianut adalah nilai-nilai yang baik dan sesuai dengan
agama. Mereka menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa. Apabila

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 9


menurut agama tidak baik, maka mereka tidak akan melakukan itu dan
dirumah tidak mempunyai aturan khusus untuk di taati.
V. Fungsi Keluarga
25. Fungsi Afektif
Ny. M, suami dan anak-anaknya selalu berusaha unutk memperlihatkan
kasih sayang antara mereka. Mereka selalu berusaha menerapkan
komunikasi yang terbuka dalam segala hal sehingga jarang terjadi masalah
karena selalu komunikasi. Mereka tidak sungkan mengemukakan
kebutuhan dan perasaan mereka. Keluarga Tn.M saling menyayangi dan
menghargai, dan Tn.M sebagai kepala keluarga selalu memberikan
kesempatan untuk anggota keluarganya meluangkan waktu senggang
untuk sekedar bercanda demi tercapainya kehangatan keluarga dan
memperkecil jarak antara masing-masing anggota keluarga.
26. Fungsi Sosialisasi
Keluarga menerapkan kedisiplinan kepada semua anggota keluarga.
Sosialisasi keluarga dangan lingkungan sekitar berjalan dengan baik.
Dengan lingkungan sekitar keluarga Tn. M dan Ny. J mudah berinteraksi
dan beradaptasi dengan lingkungan. Interaksi antara keluarga terjalin baik,
masing-masing anggota keluarga masih memperhatikan dan menerapkan
etika sopan santun dalam berperilaku, keluarga menganut norma dan
budaya sehingga prilaku yang ditampakkan sesuai dengan aturan yang ada
di masyarakat. Sikap dan hubungan antara anggota keluarga baik dan
keluarga ini mengembangkan sikap saling menghargai. Anak-anak
keluarga Tn. M diizinkan bermain dengan teman-temannya, anggota
keluarga lainnya biasa berkumpul dengan tetangga untuk mengobrol.
27. Fungsi perawatan keluarga
Masalah Diare
Saat dilakukan pengakajian Ny. J mengatakan anakanya mengalami diare.
Keluarga kurang mampu mengenal masalah kesehatan tentang penyakit
diare yang ditunjukan dengan keluarga kurang menyadari dampak atau
akibat dari penyakit diare, Ny. J mengatakan Ny. J mengatakan An. R

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 10


BAB encer dan berbuih. Ny. J mengatakan An. R BAB 3 kali dalam
sehari. Ny. J mengatakan tidak tau akibat lanjut dari penyakit yang
diderita anakanya tetapi Ny. J mengatakan anakanya menjadi rewel dan
telihat lemas. Ny. J mengatakan tidak tahu bagaimana perawatan dari
penyakit Diare serta bagaimana lingkungan yang baik untuk penyakit
yang dialam oleh anaknya. Ny. J mengatakan jarang memeriksakan
kesehatan anaknya ke pelayanan kesehatan memeriksakan kesehatan ke
pelayanan kesehatan apabila sakit saja.
Masalah ISPA
Keluarga kurang mampu mengenal masalah kesehatan tentang penyakit
ISPA yang ditunjukan dengan keluarga tidak mengetahui penyebab ISPA,
kurang menyadari dampak atau akibat dari penyakit ISPA. Ny. J
mengatakan ISPA adalah penyakit batuk pilek. Ny. J mengatakan
anaknya sering batuk pilek disertai dengan demam. Saat batuk pilek Ny. J
mengatakan An. R menjadi rewel dan terihat pernapasan nya yang cepat
yang terkadang dapat mengganggu waktu istirahat tidurnya. Ny. J
mengatakan batuk pilek anaknya sering kambuh apabila terlalu sering
bermain di luar dan terlalu lelah. Ny. J mengatakan tidak tau bagaimana
cara perawatan ISPA, lingkungan yang baik untuk penderita ISPA. Ny. J
mengatakan jarang memeriksakan kesehatan anaknya ke pelayanan
kesehatan memeriksakan kesehatan ke pelayanan kesehatan apabila sakit
saja.

28. Fungsi Reproduksi


Pada tahap perkembangan keluarga dengan anak usia sekolah, Tn. M dan
Ny. J mempunyai 3 orang anak yaitu 1 orang anak perempuan dan 2
orang anak laki-laki. Anak pertama masih duduk di bangku sekolah dasar
dan anak kedua dan ketiganya belum sekolah.
29. Fungsi Ekonomi

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 11


Kebutuhan keluarga yang mencakup pangan, sandang, papan semuanya di
penuhi oleh suaminya Tn. M yang bekerja sebagai buruh harian sedangkan
Ny. M berperan sebagai ibu rumah tangga yang menjaga ketiga anaknya.
VI. Stress dan Koping Keluarga
30. Stressor jangka pendek
Ny. J mengatakan anaknya sering mengalami batuk pilek, terutama jika
sering bermain di luar rumah dan terlalu lelah dan baru beberapa hari ini
mengalami diare dimana An. R BAB encer dan berbuih.
31. Stresor jangka panjang
Ny. J mengatakan merasa khawatir akan kesehatan anak-anaknya, karena
usia anak-anaknya masih relatif muda dan masih rentan terserang
penyakit. Ny. J mengatakan juga memikirkan masalah biaya untuk hidup
dan keinginan untuk menyekolahkan anak-anaknya setinggi-tingginya.
32. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
Jika ada masalah biasanya diselesaikan bersama-sama anggota keluarga
lainnya. Keluarga menganggap ujian atau masalah yang dihadapi adalah
ujian/cobaan dari Tuhan.
33. Srategi Koping yang digunakan
Ny. J mengatakan jika ada suatu masalah besar yang menimpa
keluarganya mereka akan mencari solusinya bersama dan juga pasrah
kepada Tuhan karena semuanya adalah cobaan yang harus diterima dengan
lapang dada
34. Strategi Adaptasi Disfungsional
Setiap ada masalah Tn. M dan Ny. J selalu membicarakannya bersama-
sama dan juga meminta pendapat dan masukan dari orang tua dan mencari
solusi pemecahannya. Keluarga tidak pernah menggunakan strategi
adaptasi disfungsional meskipun dalam kondisi yang parah.
VII. Harapan Keluarga
Ny. J berharap di dalam keluarganya dalam keadaan sehat dan bisa
melihat anak-anaknya sukses nantinya. Dan berharap suatu saat nanti
masih ada mahasiswa ataupun petugas kesehatan yang terjun langsung

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 12


untuk mencari keluarga yang harus di bina dalam hal kesehatan dan
membantu dalam mengatasi masalah kesehatan.

VIII. Pemeriksaan Fisik


Komponen yang diperiksa Tn. M Ny. J An. N An. D An. R
Data umum :

 Keadaan umum Compos Compos Compos Compos Compos

mentis mentis mentis mentis mentis

 Berat badan - - - - 12 kg

 Tinggi badan - - - - -

 Warna kulit Sawo Sawo matang Sawo matang Sawo matang Sawo matang

Matang

 Postur tubuh Normal Normal Normal Normal Normal

 Cara berjalan Normal Normal Normal Normal Normal

Tanda vital :
 Tekanan darah 120/70 110/90 -
 Nadi 84 x/m 88 x/m 78x/m 68x/m 82 x/m
 Suhu o
37 C 36,9 C o
36,8 C o o
37 C 37oC
 Pernapasan 23x/m 21x/m 22x/m 20x/m 32x/m
Kepala tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
nyeri tekan, nyeri tekan, nyeri tekan, nyeri tekan, nyeri tekan,
tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
luka. luka. luka. luka. luka.

Simetis, Simetis, Simetis, Simetis, Simetis,


Mata tidak tidak tidak tidak tidak
anemis, anemis, anemis, anemis, anemis,
sclera tidak sclera tidak sclera tidak sclera tidak sclera tidak
ikterik, tidak ikterik, tidak ikterik, tidak ikterik, tidak ikterik, tidak
ada ada ada ada ada
gangguan gangguan gangguan gangguan gangguan
pengliha-tan. pengliha-tan. pengliha-tan. pengliha-tan. penglihatan.

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 13


Hidung Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
secret, secret, secret, secret, secret,
bersih. bersih bersih.
.

Mulut Bersih, Bersih, Bersih, Bersih, Bersih,


mukosa bibir mukosa bibir mukosa bibir mukosa bibir mukosa bibir
lembab. lembab. lembab lembab kering

Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,


Telinga bersih, tidak bersih, tidak bersih, tidak bersih, tidak bersih, tidak
ada ada ada ada ada
gangguan gangguan gangguan gangguan gangguan
fungsi fungsi fungsi fungsi fungsi
pendengar pendengar pendengar pendengar pendengaran

Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran
kelenjar kelenjar kelenjar kelenjar kelenjar
tiroid. tiroid. tiroid. tiroid. tiroid.

Dada Simetris, Simetris, tidak Simetris, tidak Simetris, tidak Simetris, tidak
tidak ada ada suara ada suara ada suara ada suara
suara napas napas napas napas napas
tambahan tambahan tambahan tambahan tambahan

Perut Simetris, Simetris, tidak Simetris, tidak Simetris, tidak Simetris, tidak
tidak ada ada nyeri ada nyeri ada nyeri ada nyeri
nyeri tekan tekan tekan tekan tekan

Genetalia
Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
keluhan keluhan keluhan keluhan keluhan

Ekstremitas
Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
luka, tidak luka, tidak ada luka, tidak ada luka, tidak ada luka, tidak ada
ada edema edema, edema edema edema

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 14


ANALISA DATA

No Data Masalah
Etiologi
Keperawatan
1 Data Subyektif Ketidakmampuan Gangguan volume
 Saat dilakukan pengakajian anggota keluarga cairan kurang dari
ibu klien mengatakan merawat anggota kebutuhan tubuh
anakanya mengalami diare keluarga dengan pada An. R
sudah beberapa hari ini.
diare anggota keluarga
 Ibu klien mengatakan An. R Tn. M
BAB encer dan berbuih.
 Ibu klien mengatakan An. R
BAB 3 kali dalam sehari.
 Ibu klien mengatakan tidak
tau penyebab dan akibat
lanjut dari penyakit yang
diderita anakanya tetapi ibu
klien mengatakan anakanya
menjadi rewel dan telihat
lemas.
 Ibu klien mengatakan tidak
tahu bagaimana perawatan
dari penyakit Diare
 Ibu klien mengatakan tidak
tau bagaimana lingkungan
yang baik untuk penyakit
diare yang dialami oleh
anaknya.
 Ibu klien mengatakan
jarang memeriksakan
kesehatan anaknya ke
pelayanan kesehatan

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 15


memeriksakan kesehatan ke
pelayanan kesehatan
apabila sakit saja.
Data obyektif
 Klien tampak lemas
 Klien tampak pucat
 Klien tampak rewel dan
gelisah
 TTV :
ND : 82 x/m
S : 37oC
RR : 32x/m
2 Data subyektif
 Ibu klien mengatakan Ketidakmampuan Gangguan pola
anaknya sering batuk pilek keluarga merawat napas tidak efektif
disertai dengan demam anggota keluarga pada An. R
 Ibu klien mengatakan ISPA ISPA anggota keluarga
adalah penyakit batuk pilek Tn. M
yang biasa dialami anak-
anak.
 Ibu klien mengatakan saat
batuk pilek An. R menjadi
rewel dan terihat
pernapasan nya yang cepat
yang terkadang dapat
mengganggu waktu istirahat
tidurnya
 Ibu klien mengatakan batuk
pilek anaknya sering
kambuh apabila terlalu
sering bermain di luar dan

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 16


terlalu lelah.
 Ibu klien mengatakan tidak
tau bagaimana cara
perawatan ISPA, ibu klien
mengatakan hanya
memberikan obat dari
puskesmas
 Ibu klien mengatakan tidak
tau lingkungan yang baik
untuk penderita ISPA
 Ibu klien mengatakan
jarang memeriksakan
kesehatan anaknya ke
pelayanan kesehatan
memeriksakan kesehatan ke
pelayanan kesehatan
apabila sakit saja
DO :
 Klien tampak rewel
 Klien tampak lemas
 Klien tampak sesak napas
 TTV :
ND : 82x/i
S : 370C
RR : 32x/i

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 17


Diagnosa Keperawatan Keluarga

1. Gangguan volume cairan kurang dari kebutuhan tubuh pada An. R


anggota keluarga Tn. M berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga merawat anggota keluarga dengan diare
2. Gangguan pola napas tidak efektif pada An. R anggota keluarga Tn. M
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota
keluarga dengan ISPA

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 18


SKORING ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Diagnosa 1

1. Gangguan volume cairan kurang dari kebutuhan tubuh pada An. R anggota
keluarga Tn. M berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat
anggota keluarga dengan diare

No Kriteria Skala Bobot skoring Pembenaran


1 Sifat masalah : 3 1 3/3 x 1 = Sifat masalah merupakan aktual
Aktual 1 karena An. R mengalami diare
diman An. R BAB encer dan
berbuih dan jika tidak dilakukan
intervensi dikhawatirkan kondisi
akan bertambah parah dan
memperparah kondisi kesehatan
An. R
2 Kemungkinan 2 2 2/2 x 2= 2 Informasi tentang diare cukup
masalah dapat banyak dapat diperoleh dari TV,
diubah : puskemsmas/RS, tindakan yang
Mudah dapat dilakukan dengan memberi
pengetahuan mengenai penyakit,
pengobatan tradisional dan
menganjurkan kepelayanan
kesehatan (Puskesmas/RS),
ekonomi keluarga masih cukup
mendukung untuk melakukan
pengobatan tradisional atau
pengobatan ke Puskesmas
3 Potensi 2 1 2/3 x 1 = Masalah tidak dapat langsung
masalah untuk 2/3 dicegah dengan perawatan yang
dicegah : singkat tetapi harus dilakukan

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 19


Cukup secara teratur
(sedang)

4 Menonjonya 2 1 2/2 x 1 = Keluarga melihat masalah perlu


masalah : 1 segera ditangani karena keluarga
Masalah berat khawatir kondisi kesehatan An. R
harus segera semakin memburuk
ditangani
TOTAL 4 2/3

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 20


Diagnosa 2 :

Gangguan pola napas tidak efektif pada An. R anggota keluarga Tn. M
berhubungan dengan ketidakmampuan anggota keluarga merawat anggota
keluarga dengan ISPA

No Kriteria Skala Bobot skoring Pembenaran


1 Sifat masalah : 3 1 3/3 x 1 = Sifat masalah merupakan
Aktual 1 aktual karena An.R
mengalami batuk pilek
dan sesak napas dan jika
tidak dilakukan
intervensi dikhawatirkan
kondisi akan bertambah
parah dan mengganggu
kesehatan An.R
2 Kemungkinan 2 2 2/2 x 2= Masalah ini dapat diubah
masalah dapat 2 jika dilakukan intervensi
diubah : yang tepat
Mudah Dan informasi mengenai
penyakit ISPA
pengobatan ISPA dapat
diperoleh melalui TV
atau Puskemas.
3 Potensi masalah 2 1 2/3 x 1 = Masalah sudah dirasakan
untuk dicegah : 2/3 sejak lama dan sering
Cukup (sedang) dialami An. R dan
masalah tidak dapat
langsung diatasi dengan
tindakan keperawatan
yang singkat tetapi harus
dilakukan secara teratur.

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 21


4 Menonjonya 1 1 1/2 x 1 = Keluarga melihat
masalah : ½ masalah ISPA yang
Ada masalah, dialami oleh An. R
tetapi tidak perlu adalah masalah
segera ditangani kesehatan yang sering
dialami oleh An. R dan
sering terjadi pada anak-
anak
TOTAL 4 1/6

Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas Masalah :

1. Gangguan volume cairan kurang dari kebutuhan tubuh pada An. R anggota
keluarga Tn. M berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat
anggota keluarga dengan diare
2. Gangguan pola napas tidak efektif pada An. R anggota keluarga Tn. M
berhubungan dengan ketidakmampuan anggota keluarga merawat anggota
keluarga dengan ISPA

Asuhan Keperawatan Keluarga RT 21 RW 02 Kel. Bentiring Permai 22