Anda di halaman 1dari 33

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DI SD

“Pengembangan Bahan Ajar Materi Logika Matematika Menggunakan


Pendekatan Open-Ended”

Dosen : Dr. La Ili, S.Pd., M.Pd.

DI SUSUN OLEH :

Giska Aprilia(A1G117035)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2018
A. Pengertian Pendekaatan Open-Ended]
Menurut Becker dan Shigeru (Inprashita, 2008), pendekatan open-ended
pada awalnya dikembangkan di Jepang pada tahun 1970-an. Antara tahun
1971 dan 1976, peneliti-peneliti Jepang melakukan proyek penelitian
pengembangan metode evaluasi keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam
pendidikan matematika dengan menggunakan soal atau masalah terbuka
(open-ended) sebagai tema. (Makalah+02+PIPM+2008+_Mengembangkan
+Soal+Terbuka_)
Walaupun tujuan awal pengembangan soal open-ended adalah sekedar
untuk mengevaluasi keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa pada mata
pelajaran matematika, namun kemudian disadari bahwa menggunakan soal
open-ended dalam pembelajaran berpotensi besar untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran.
Pendekatan open-ended adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang
menggunakan masalah terbuka (open-ended problem), dimana satu masalah
memiliki banyak solusi atau banyak cara penyelesaianya. Menurut Syaban
(2008), dipandang dari strategi bagaimana materi pelajaran disampaikan,
pada prinsipnya pembelajaran dengan memanfaatkan soal terbuka dapat
dipandang sebagai pembelajaran berbasis masalah, yaitu suatu pembelajaran
yang dalam prosesnya dimulai dengan memberi suatu masalah kepada siswa.
Hal ini sesuai dengan pendapat Shimada (1997) bahwa pembelajaran open-
ended adalah pembelajaran yang menyajikan suatu permasalahan yang
memiliki metode atau penyelesaian yang benar lebih dari satu. Pembelajaran
open-ended dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh
pengetahuan/pengalaman menemukan, mengenali, dan memecahkan masalah
dengan beragam teknik. Adapun keterbukaan (openness) yang dimaksud
diklasifikasikan kedalam tiga tipe, yakni:
1. Prosesnya terbuka. Maksud dari proses yang terbuka ialah tipe soal yang
diberikan mempunyai banyak cara penyelesaian yang benar.
2. Hasil akhir terbuka. Hasil akhir terbuka, maksudnya tipe soal yang
diberikan mempunyai jawaban benar yang banyak (multipel).
3. Cara pengembangan lanjutannya terbuka. Cara pengembangan lanjutan
terbuka, yaitu ketika siswa telah selesai menyelesaikan masalahnya,
mereka dapat mengembangkan masalah baru dengan mengubah kondisi
dari kondisi yang ada diawal.(Pendekatan_Open_Ended_dalam_
Pembelajaran)
Dengan menggunakan soal terbuka, pembelajaran matematika dapat
dirancang sedemikian sehingga lebih memberikan kesempatan kepada siswa
untuk mengembangkan kompetensi mereka dalam menggunakan ekspresi
matematik (Takahashi, 2006). Penggunaan soal terbuka juga dapat memicu
tumbuhnya kemampuan berpikir kreatif. Menurut menurut Becker dan
Shimada (Livne dkk, 2008), penggunaan soal terbuka dapat menstimulasi
kreativitas, kemampuan berpikir original, dan inovasi dalam matematika.
Sedangkan menurut Nohda (2008), salah satu tujuan pemberian soal terbuka
dalam pembelajaran matematika adalah untuk mendorong aktivitas kreatif
siswa dalam memecahkan masalah.
Menurut Takahashi (2006), terdapat beberapa manfaat dari penggunaan
soal terbuka dalam pembelajaran matematika, yaitu sebagai berikut.
1. Siswa menjadi lebih aktif dalam mengekspresikan ide-ide mereka.
2. Siswa mempunyai kesempatan lebih untuk secara komprehensif
menggunakan pengetahuan dan keterampilan mereka.
3. Siswa mempunyai pengalaman yang kaya dalam proses menemukan
dan menerima persetujuan dari siswa lain terhadap ide-ide mereka.
Menurut Nohda (2000) tujuan pembelajaran dengan pendekatan open-
ended adalah membantu siswa mengembangkan aktivitas yang kreatif dan
kemampuan berpikir kritis matematis dalam memecahkan masalah.Menurut
Peter Sullivan & Pat Lilburn (2004) metode menyusun masalah atau soal
open-ended ada dua yaitu:
1. Metode bekerja secara terbalik (working backward)
Metode ini mempunyai tiga langkah utama, yaitu:
a. mengidentifikasi topik,
b. memikirkan soal dan menulis jawaban terlebih dahulu,
c. membuat masalah open-ended berdasarkan jawaban tersebut.
2. Metode penggunaan pertanyaan standar (adapting a standart question)
Metode ini mempunyai tiga langkah utama dalam penyusunan, yaitu:
a. Mengidentifikasi topik,
b. Memikirkan soal standar,
c. Membuat masalah open-ended yang baik berdasarkan pertanyaan
standar yang telah ditentukan.
Menurut Suherman, mengkonstruksikan dan mengembangkan masalah
terbuka yang tepat dan baik untuk siswa dengan tingkat kemampuan yang
beragam tidaklah mudah. Akan tetapi berdasarkan penelitian yang dilakukan
di Jepang dalam waktu yang cukup panjang, ditemukan beberapa hal yang
dapat dijadikan acuan dalam mengkonstruksi masalah, antara lain sebagai
berikut:
1. Menyajikan permasalahan melalui situasi fisik yang nyata di mana
konsep-konsep matematika dapat diamati dan dikaji siswa.
2. Menyajikan soal-soal pembuktian dapat diubah sedemikian rupa
sehingga siswa dapat menemukan hubungan dan sifat-sifat dari
variabel dalam persoalan itu.
3. Menyajikan bentuk-bentuk atau bangun-bangun (geometri) sehingga
siswa dapat membuat suatu konjektur.
4. Menyajikan urutan bilangan atau tabel sehingga siswa dapat
menemukan aturan matematika.
5. Memberikan beberapa contoh konkrit dalam beberapa kategori
sehingga siswa bisa mengelaborasi siifat-sifat dari contoh itu untuk
menemukan sifat-sifat dari contoh itu untuk menemukan sifat-sifat
yang umum.
6. Memberikan beberapa latihan serupa sehingga siswa dapat
menggeneralisasi dari pekerjaannya.
Adapun teknik yang dapat digunakan untuk membuat soal-soal
openended seperti yang peneliti adaptasi dari Dahlan dan CSDE adalah
sebagai berikut:
1. Memodifikasi soal tertutup. Soal-soal tertutup yang sudah ada
dimodifikasi sehingga menjadi soal terbuka.
2. Pre-Solution Posing. Teknik Pre-Solution Posing maksudnya adalah
membuat pernyataan atau pertanyaan berdasarkan situasi, informasi, atau
data yang diberikan.
3. Post-Solution Posing. Teknik Post-Solution Posing adalah membuat soal
dengan cara memodifikasi situasi atau kondisi soal yang telah
diselesaikan.
4. If this the answer, what is the question?. Teknik If this the answer, what
is the question? Adalah membuat soal jika diketahui jawabanya.
5. Tell me all. Teknik tell me all maksudnya adalah membuat pertanyaan
sederhana tentang suatu materi yang sedang atau telah dipelajari.
B. Langkah-langkah Pendekatan Open-Ended

Secara umum pembelajaran dimulai dengan tugas individu, siswa


mengerjakan satu soal terbuka. Kemudian mengerjakanya dengan beberapa
jawaban yang benar, kemudian mendiskusikan hasilnya dengan hasil siswa
yang lain. Guru memimpin diskusi untuk membandingkan dan
mendiskusikan masing-masing cara dan jawaban yang telah didapatkan
sebelumnya.
Langkah-langkah pembelajaran matematika dengan pendekatan Open
Ended menurut Shimada adalah sebagai berikut:
1. Pendekatan Open-Ended dimulai dengan memberikan masalah terbuka
kepada peserta didik, masalah tersebut diperkirakan mampu
diselesaikan peserta didik dengan banyak cara dan mungkin juga
banyak jawaban sehingga memacu potensi intelektual dan pengalaman
pesertaa didik dalam proses menemukan pengetahuan baru.
2. Pesertaa didik melakukan beragam aktivitas untuk menjawab masalah
yang diberikan.
3. Berikan waktu yang cukup kepada peserta didik untuk mengeksplorasi
masalah.
4. Peserta didik membuat rangkuman dari proses penemuan
dilakukannya.
5. Diskusi kelas mengenai srategi dan pemecahan dari problem serta
penarikan kesimpulan dengan bimbingan guru.
C. Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Open-Ended
Ada beberapa keunggulan dari pendekatan pembelajaran open-ended,
antara lain:
1. Siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara lebih aktif
serta memungkinkan untuk mengekspresikan idenya.
2. Siswa memiliki kesempatan lebih banyak menerapkan pengetahuan
serta ketrampilan matematika secara komprehensif.
3. Siswa dari kelompok lemah sekalipun tetap memiliki kesempatan
untuk mengekspresikan penyelesaian masalah yang diberikan dengan
cara mereka sendiri.
4. Siswa terdorong untuk membiasakan diri memberikan bukti atas
jawaban yang mereka berikan.
5. Siswa memiliki banyak pengalaman, baik melalui temuan mereka
sendiri maupun dari temannya dalam menjawab permasalahan.
Namun demikian, terdapat beberapa kelemahan pada pendekatan ini,
antara lain:
1. Sulit membuat atau menyajikan situasi masalah matematika yang
bermakna bagi siswa.
2. Sulit bagi guru untuk menyajikan masalah secara sempurna.
Seringkali siswa menghadapi kesulitan untuk memahami
bagaimana caranya merespon atau menjawab permasalahan yang
diberikan.
3. Karena jawabannya bersifat bebas, maka siswa kelompok pandai
seringkali merasa/cemas bahwa jawabannya akan tidak memuaskan.
DAFTAR PUSTAKA
Kegiatan Belajar 1
Pernyataan dan Kalimat Terbuka
A. Kompetensi yang Diharapkan
Setelah mempelajari materi ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan-
kemampuan sebagai berikut.
a. Anda dapat mengidentifikasi pernyataan dan bukan pernyataan dengan
tepat.
b. Anda dapat membedakan kalimat pernyataan dan bukan pernyataan
dengaan teliti.
c. Anda dapat membedakan kalimat terbuka dan tetutup dengan mandiri.
d. Anda dapat menentukan nilai kebenaran pada kalimat terbuka dengan
tepat dan teliti.
B. Konsep Materi
1. Pengertian Pernyataan dan Bukan Pernyataan
Pernyataan tidak dapat kita definisikan, kecuali hanya kita katakan
bahwa suatu pernyataan memiliki nilai benar atau salah, tetapi tidak
keduanya secara bersamaan. Hudojo, dkk. (1992:12) menyatakan bahwa
pernyataan sebagai pangkal dan bahwa pernyataan itu bernilai salah saja
atau benar merupakan aksioma. Nilai benar atau salah suatu pernyataan
disebut dengan nilai kebenaran. Nilai kebenaran pernyataan p dinotasikan
dengan 𝜏 (p) (𝜏 dibaca: Taw). Demikian pula untuk pernyataan q, nilai
kebenarannya dinotasikan dengan 𝜏 (q). Dengan demikian, pernyataan
tersebut dapat dinotasikan 𝜏 (p) = S (salah) dan 𝜏 (q) = B (benar).
Sedangkan di lain pihak, terdapat kalimat yang tidak memiliki nilai
benar atau salah. Kalimat seperti itu tidak termasuk dalam pernyataan
kalimat yang tidak mengandung nilai benar atau salah biasanya adalah
kalimat perintah, kalimat opini, kalimat permintaan dan lain sebaagainya.
Misalnya, “tolong” bukan suatu pernyataan dalam logika simbolik, sebab
kata “tolong” tidak mempunyai nilai benar atau salah. Kalimat tiga kali
tiga adalah sembilan merupakan suatu pernyataan, karena memiliki nilai
yaitu benar. Begitupun sepuluh kurang dua adalah 7 merupakan
pernyataan yang bernialai salah. Untuk memperjelas pengertian
pernyataan dan bukan pernyataan perhatikan contoh di bawah ini.
a. Bumi mengelilingi matahari.
b. Sinar merupakan anak yang cerdas.
c. Persegi panjang memiliki dua pasang sisi sejajar.
d. √2 adalah bilangan rasional.
e. Cokelat rasanya manis.
f. Kucing merupakan hewan yang berkembang biak dengan bertelur.
g. 15 - 15 = -1
h. Jangan makan di perpustakaan
Di antara kedelapan kalimat di atas, manakah yang termasuk
pernyataan dan bukan pernyataan? (a), (c), (d), (f), dan (g) merupakan
pernyataan karena kelima kalimat ttersebut memiliki nilai benar atau
salah. (a) dan (c) merupakan pernyataan bernilai benar sedangkan (d), (f),
dan (g) merupakan pernytaan bernilai salah.
Kalimat (b), (e), dan (h) bukan kalimat pernyataan, sebab ketiga
kalimat tersebut tidak memiliki nila benar atau salah. (b) dan (e)
merupakan kalimat opini, sedangkan (h) adalah kalimat larangan
Di samping itu, terdapat bentuk pernyataan lain selain apa yang telah
dijelaskan di atas yaitu pernyatan faktual. Pernyataan faktual adalah
pernyataan yang nilai benar atau salahnya dapat ditentukan dengan
meliihat fakta yang ada di lapangan. Contoh, “Ari tidak hadir di sekolah
karena sakit demam”, kalimat ini tidak dapat langsung dikatakan benar
atau salah karena untuk menentukan nilai benar atau salah perlu adanya
pengamatan dengan melihat fakta yang ada dalam lapangan.
2. Kalimat Tertutup dan Kalimat Terbuka
Kalimat tertutup (pernyataan) merupakan suatu kalimat yang
memiliki nilai benar atau salah saja tetapi tidak keduanya sekaligus.
Suatu pernyataan atau kalimat tertutup biasanya dinotasikan dengan p, q,
r, s, dan sebagainya.
Di lain pihak, terdapat kalimat yang tidak dapat secara langsung
ditentukan nilai kebenarannya karena masih memiliki variabel atau
pengubah. Kalimat tersebut disebut dengan kalimat terbuka. Suatu
kalimat terbuka dengan variabel x dilambangkan dengan p(x), q(x) r(x),
dan lain sebagainya. Misalkan, kalimat p(x) = 3 + 4x = 7, x ∈ R. Kalimat
tersebut dapat bernilai benar atau pun bernilai salah, tergantung pada
nilai pengubah yang akan menggantikan variabel x. Jika variabel x kitaa
ganti dengan 1 maka kalimat tersebut bernilai benar, namun apabila
variabel x diganti menjadi nilai selain 1 misalnya 2 maka pernyataan
tersebut bernilai salah.
C. Lembar Aktvitas Siswa
Lembar Aktvitas Siswa
Sekolah : ..........................................
Nama : ..........................................
Materi Pembelajaran : Logika dan Penalaran Matematika
Submateri : Pernyataan dan Bukan Pernyataan
Alokasi Waktu : 45 Menit
Setelah mengerjakan lembar aktivitas siswa, peserta didik diharapkan
mampu:
1. Mengidentifikasi kalimat pernyataan dan bukan pernyataan dengan tepat.
2. Membedakan kalimat pernyataan dan bukan pernyataan dengan teliti.
3. Membedakan kalimat terbuka dan tetutup dengan mandiri.
4. Menentukan nilai kebenaran pada kalimat terbuka dengan tepat dan teliti.
Petunjuk pengisian LAS:
1. Secara mandiri, pahami pentunjuk dan langkah kegiatan dalam LAS yang
disajikan.
2. Bacalah dan pecahkan masalah open-ended yang terdapat dalam langkah
kegiatan LAS.
3. Apabila terdapat petunjuk dan permasalahan yang kurang jelas silahkan
tanyakan pada gurumu.
4. Gunakan lembar jawaban yang telah disediakan oleh guru untuk
menyelesaikan masalah.
Langkah kegiatan:
1. Amati cerita di bawah ini!
Gina, Sinar, dan Elma merupakan tiga sahabat yang berencana ke
perpustakaan saat jam makan siang berlangsung. Ketika waktu makan siang
tiba, Gina, Sinar, dan Elma pun segera beranjak dari kelas menuju ke
perpustakaan. Ketika tiba di perpustkaaan, ketiganya langsung menyebar dan
mencari buku kesukaaan masing-masing. Gina yang tidak begitu tertarik
untuk membaca buku, memilih buku secara acak dan mendapatkan buku
berjudul “Logika Matematika”. Diluar dugaan, buku yang dipilih Gina
ternyata memiliki pembahasan yang sangat menarik sampai-sampai Sinar dan
Elma tertaarik untuk membacanya.
Terdapat sebuah paragraf yang menarik perhatian mereka bertiga yaitu
“Pernyataan tidak dapat kita definisikan, kecuali hanya kita katakan bahwa
suatu pernyataan memiliki nilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya secara
bersamaan. Sedangkan di lain pihak, terdapat kalimat yang tidak memiliki
nilai benar atau salah. Kalimat seperti itu tidak termasuk dalam pernyataan
kalimat yang tidak mengandung nilai benar atau salah biasanya adalah
kalimat perintah, kalimat opini, kalimat permintaan dan lain sebaagainya. Di
samping itu, terdapat bentuk pernyataan lain selain apa yang telah dijelaskan
di atas yaitu pernyatan faktual. Pernyataan faktual adalah pernyataan yang
nilai benar atau salahnya dapat ditentukan dengan meliihat fakta yang ada di
lapangan.” Setelah membaca buku tersebut mereka bertiga memutuskan
untuk menuliskan 10 kalimat untuk kemudian diberikan kepada guru
matematika mereka dan meminta pendapat apakah kalimat yang mereka
tuliskan merupakan pernyataan atau bukan.
Bantulah Gina, Sinar dan Elma dalam mengidentifikasi kalimat
pernyataan dan bukan pernyataan dengan menuliskan 10 kalimat pada
tabel di bawah ini. Kemudian berikan tanda centang ()pada kolom P
(Pernyataan) atau BP (Bukan Pernyataan).
No. Kalimat P BP Alasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

2. Bacalah jawabanmu di depan kelas. Dan berikan sanggahan, apabila


kamu tidak setuju dengan jawaban temanmu itu. Apabila kamu
setuju dengan jawaban temanmu tulislah jawaban-jawaban tersebut
pada tabel di bawah ini untuk membedakan kalimat pernyataan dan
bukan pernyataan.
Kalimat Pernyataan Kalimat Bukan Pernyataan

Tuliskan kesimpulan yang kamu dapatkan dari kegiatan di atas!

.............................................................................................................

.............................................................................................................

.............................................................................................................

.............................................................................................................

.............................................................................................................
3. Perhatikan pernyaataan di bawah ini!
Pernyataan 1 : 4 – 2 = 2
Pernyataan 2 : 3 + x = 6
Tuliskan perbedaan yang terdapat pada kedua pernyataan di atas! Dan
tentukan nilai kebenaraannya.

.............................................................................................................

.............................................................................................................

.............................................................................................................

.............................................................................................................

.............................................................................................................

4. Andi memiliki uang sebanyak Rp 15.000,00. Uang tersebut akan


digunakan oleh Andi untuk membeli buah Rambutan dan Langsat
masing-masing 2 dan 3 kilogram. Jika harga rambutan perkilo adalah Rp
2.000,00, tentukan harga Langsat perkilo sehingga uang Andi tidak cukup
untuk membayar buah-buahan yang hendak dibeli.
D. Referensi
Kaimuddin, La Ode. (2017). Pengantar Dasar Matematika. Kendari: Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Halu Oleo.
Kegiatan Belajar 2
Ingkaran atau Negasi
A. Kompetensi yang Diharapkan
Setelah mempelajari materi ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan-
kemampuan sebagai berikut.
a. Menentukan ingkaran atau negasi dari suatu pernyataan beserta nilai
kebenarannya dengan tepat.
b. Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep ingkaran (negasi) dengan
benar.
B. Konsep Materi
Menurut Russefensi (1982) penyangkalan dari pernyataan p ditulis ~p.
Atau dengan kata lain, penyangkalan (negasi) adalah suatu pernyataan yang
diperoleh dari pernyataan sebelumnya dan mempunyai nilai kebenaran yang
berlawanan dengan pernyataan sebelumnya. Ingkaran dari suatu pernyataan
diperoleh dengan menambahkan kata "bukan" pada pernyataan tersebut.
DEFINISI!

Ingkaran dari pernyataan p, dilambangkan dengan ~p dan dibaca "bukan


p", yaitu suatu pernyataan yang nilai kebenarannya berlawanan dengan
nilai kebenaran p. Jika p benar maka ~p salah dan jika p salah maka ~p
benar.

Contoh:
1. Tabel kebenaran:
p ~p
B S
S B
*B = Benar, S = Salah
2. Tentukan ingkaran dari pernyataan berikut, kemudian tentukanlahnilai
kebenarannya.
a. p: Ibukota Jawa Barat adalah Surabaya.
b. q: Pinguin bukan burung.
c. r: 1 + 1 = 2
Jawab:
a. p : Ibukota Jawa Barat adalah Surabaya.
~p : Ibukota Jawa Barat bukan Surabaya.
𝝉 (p) = S, 𝝉 (~p) = B
b. q : Pinguin bukan burung.
~q : Pinguin adalah burung.
𝝉 (q) = S, 𝝉 (~q) = B
c. r :1+1=2
~r : 1 + 1 ≠ 2
𝝉 (r) = B, 𝝉 (~r) = S
C. Lembar Aktivitas Siswa
Lembar Aktvitas Siswa
Sekolah : ..........................................
Nama : ..........................................
Materi Pembelajaran : Logika dan Penalaran Matematika
Submateri : Ingkaran (Negasi)
Alokasi Waktu : 45 Menit
Setelah mengerjakan lembar aktivitas siswa, peserta didik diharapkan
mampu:
1. Menentukan ingkaran atau negasi dari suatu pernyataan beserta nilai
kebenarannya dengan tepat.
2. Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep ingkaran (negasi) dengan
benar.
Petunjuk pengisian LAS:
1. Secara mandiri, pahami pentunjuk dan langkah kegiatan dalam LAS yang
disajikan.
2. Bacalah dan pecahkan masalah open-ended yang terdapat dalam langkah
kegiatan LAS.
3. Apabila terdapat petunjuk dan permasalahan yang kurang jelas silahkan
tanyakan pada gurumu.
4. Gunakan lembar jawaban yang telah disediakan oleh guru untuk
menyelesaikan masalah.
Langkah Kegiatan:
1. Ibu meminta Sinar untuk menulis daftar belanja bulanan yang terdiri atas
buah-buahan dan biji-bijian masin-masing 5 pada sebuah tabel. Bantulah
Sinar mengisi tabel di bawah ini.
Buah-buahan Biji-bijian

Setelah mengisi tabel di atas, tulislah bentuk pernyataan yang mewakili


isi tabel beserta negasi pernyataan tersebut. Kemudian tentukan kebenaran
pernyataan negasi tersebut.
Contoh:
𝜏 p : Pepaya adalah buah-buahan, p = Benar.
𝜏 ~p : Pepaya bukan buah-buahan, ~p = Salah.

..................................................................................................................

..................................................................................................................

..................................................................................................................

..................................................................................................................

2. Gina menemukan bahwa 56 = 7x + 8y, jika x=1 dan y=1. Kemudian Gina
mengubah pernyataan tersebut dengan notasi p untuk mewakilinya.
Apabila ~p adalah ingkaran dari pernyataan tersebut yang menyatakan
bahwa 56 ≠ 7x + 8y, jika x ≠ 1 dan y ≠ 1. Tetukan nilai x dan y agar ~p
adalah benar!
D. Referensi
Kaimuddin, La Ode. (2017). Pengantar Dasar Matematika. Kendari: Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Halu Oleo.
Kegiatan Belajar 3
Pernyataan Majemuk: Konjungsi dan Disjungsi
A. Kompetensi yang Diharapkan
Setelah mempelajari materi ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan-
kemampuan sebagai berikut.
a. Menentukan nilai kebenaram dari pernyataan majemuk berbentuk
konjungsi.
b. Menentukan nilai kebenaram dari pernyataan majemuk berbentuk
Disjungsi.
B. Konsep Materi
Pada bagian sebelumnya, pernyataan-pernyataan yang Anda pelajari lebih
banyak merupakan pernyataan-pernyataan tunggal. Jika pernyataan-
pernyataan tunggal ini digabungkan menggunakan kata dan, atau,
jika...maka..., atau ...jika dan hanya jika...maka, akan terbentuk suatu
pernyataan majemuk. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut.
- Pontianak adalah ibu kota provinsi Kalimatan Barat
- Ponatianak dilalui garis khatulistiwa.
Kedua pernyataan tersebut adalah pernyataan tunggal. Kedua pernyataan
tunggal tersebut jika Anda gabung dengan kata hubung "dan" akan menjadi
kalimat majemuk, "Pontianak adalah ibu kota provinsi Kalimatan Barat dan
dilalui garis khatulistiwa".
Terdapat empat bentuk pern yataan majemuk yang terbentuk dari dua
pernyataan, yaitu konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi. Pada
kegiatan pembelajaran kali ini, secara khusus kita aann membahas mengenai
konjungsi dan disjungsi.
1. Konjungsi (˄)
Konjungsi merupakan pernyataan majemuk dengan kata
penghubung “dan”. Notasi “dan” dalam logika Matematika adalah
˄. Misalnya dua pernyataan tunggal p dan q akan dinyatakan dalam
bentuk konjugsi maka notasi logika matematika p dan q adalah p ˄ q
dibaca “p dan q” .
Pernyataan p ˄ q disebut juga sebagai pernyataan konjungtif dan
masing-masing p serta q disebut komponen (subpernyataan). Kata perakit
“dan” sering kali berarti “kemudian, lantas, lalu”. Konjungsi mempunyai
sifat simetrik. Jadi, p ˄ q = q ˄ p.
Misalnya: Tentukan konjungsi dari pernyataan-pernyataan berikut.
a. p : Perahu berlayar dengan bantuan mesin.
q : Perahu berlayar dengan bantuan angin.
b. r : Gaji pegawai termasuk beban operasional
s : Harga pokok barang yang dijual termasuk beban operasional
5
c. t : √2 adalah bilangan irasional
5
u : 2 adalah bilangan rasional

Jawab:
a. p ˄ q : perahu berlayar dengan bantuan mesin dan angin
b. r ˄ s : gaji pegawai dan harga pokok barang yang dijual termasuk
beban operasional.
5 5
c. √ adalah bilangan irasional dan adalah bilangan rasional
2 2

Misalkan p dan q adalah suatu pernyataan maka terdapat 4


kemungkinan komposisi nilai kebenaran dari p dan q pada suatu
konjungsi p ˄ q. Komposisi-komposisi tersebut di antaranya:
 p benar dan q benar
 p benar dan q salah
 p salah dan q benar
 p salah dan q salah
Lalu, bagaimana cara menentukan nilai kebenaran suatu konjungsi
dari dua pernyataan p dan q? Perhatikan pernyataan di bawah ini.
DEFINISI!

Bila p dan q merupakan pernyataan-pernyataan yang benar, maka


p ˄ q merupakan pernyataan yang benar pula; bila p dan q dalam
keadaan lainnya maka p ˄ q merupakan pernyataan yang salah.

Dengan kata lain, p ˄ q bernilai benar hanya pada kondisi ketika


pernyataan p = benar dan q = benar. Selain dari itu niai kebenarnnya
adalah salah. Agar lebih memperdalam pemahaman mengenai konjungsi,
berikut disajikan tabel kebenaran konjungsi.
P q p˄q
B B B
B S S
S B S
S S S

Contoh:
Jika pernyataan p bernilai benar dan q bernilai salah, tentukan nilai
kebenaran dari konjungsi-konjungsi berikut.
a. p ˄ q c. ~q ˄ p
b. p ˄ ~q d. q ˄ p
Jawab:
a. p benar dan q salah, maka (p ˄ q) = S
b. p benar dan ~q benar karena q bernilai salah, maka (p ˄ ~q) = B
c. q bernilai salah sehingga ~q benar dan p benar, maka (~q ˄ p) = B
d. q salah dan p benar, maka (q ˄p) = S
Pada Contoh Soal di atas tampak nilai kebenaran p ˄ q sama dengan
nilai kebenaran q ˄ p dan nilai kebenaran p ˄ ~q sama dengan nilai
kebenaran ~q ˄ p. Dengan demikian, dapat diuji bahwa pada konjungsi
berlaku hukum komutatif.

Jika p dan q adalah pernyataan maka berlaku hukum komutatif p ˄ q


= q ˄ p.
Kata-kata yang membentuk konjungsi selain kata dan adalah
meskipun, tetapi, sedangkan, padahal, yang, juga, walaupun, dan lain-
lain.
2. Disjungsi (˅)
Russenfendi (1982) menyatakan bahwa dua sebarang pernyataan
dapat digabungkan oleh perkata “atau” (maksudnya “dan atau”)
sehingga menadi pernyataan majemuk yang disebut disjungsi dari dua
pernyataan semula. Disjungsi dapat pula diartikan sebagai pernyataan
majemuk yang dibentuk dari dua pernyataan tunggal yang dihubungkan
dengan kata "atau". Kata “atau” dilambangkan dengan "˅". Jika p dan q
pernyataan tunggal maka disjungsi dari p dan q dinyatakan dengan
bentuk:

p˅q

Perhatikan beberapa pernyataan disjungsi berikut.


a. p : Timor Leste tereletak di Timur Tengah
q : Timor Leste terletak di Asia Tenggara
p ˅ q = Leste terletak di Timur Tengah atau di Asia Tenggara.
b. p : Air adalah zat cair
q : Air adalah zat padat
p ˅ q = Air adalah zat cair atau padat.
c. p : Kas adalah jumlah uang yang tersedia di tangan
q : Kas adalah uang perusahaan yang disimpan di Bank
p ˅ q = Kas adalah jumlah uang yang tersedia di tangan atau uang
perusahaan yang disimpan di bank.
Seperti juga konjungsi, terdapat 4 kemungkinan komposisi dari p
dan q pada suatu disjungsi p ˅ q, yaitu:
 p benar atau q benar
 p benar atau q salah
 p salah atau q benar
 p salah atau q salah
Untuk menentukan nilai kebenaran pernyataan disjungsi, perlu
diperhatikan bahwa disjungsi hanya bernilai salah jika kedua
pernyataannya bernilai salah. Selain dari itu, disjungsi bernilai benar.
Perhatikan tabel nilai kebenaran berikut.
P Q p˅q
B B B
B S B
S B B
S S S

a. "Timor Leste terletak di Timur Tengah" adalah pernyataan salah dan


"Timor Leste terletak di Asia Tenggara" adalah pernyataan benar
maka disjungsi bernilai benar.
Atau dapat dituliskan dalam bentuk:
𝜏p=S
𝜏q=B
𝜏p˅q=B
b. "Air adalah zat cair" merupakan pernyataan benar dan "air adalah zat
padat" merupakan pernyataan salah maka disjungsi bernilai benar.
Atau dapat dituliskan dalam bentuk:
𝜏p=B
𝜏q=S
𝜏p˅q=B
c. "Kas adalah jumlah uang yang tersedia di tangan" adalah pernyataan
yang benar dan "Kas adalah uang perusahaan yang disimpan di
bank" adalah pernyataan yang benar makakonjungsi bernilai benar.
Atau dapat dituliskan dalam bentuk:
𝜏p=B
𝜏q=B
𝜏p˅q=B
Sama seperti halnya konjungsi, pada disjungsi berlau hukum
komutatif:

p˅q =q˅p

Simbol “˄” dan “˄” disebut sebagai perangkai logika (logical


connective). Kojungsi dan disjungsi mengoperasikan sepasang
pernyataan, tetapi negasi hanya mengoperasikan satu pernyataan. Bila
ada suatu pernyataan p, negasi dari pernyataan tersebut adalah ~p atau
“bukan p”.
Contoh:
𝜏 p : Andi sakit dema, p = B
𝜏 q : Andi sakit flu, q = S
𝝉 p ˅ q = B,
𝝉 p ˅ ~q = B
~q : Andi tidak sakit flu.
3. Ingkaran dari Konjungsi dan Disjungsi
a. Konjungsi
Ingkaran dari suatu konjungsi mempunyai nilai yangberlawanan
dari konjungsi sebelumnya. Misalkan p dan q adalah suatu
pernyataan maka tabel nilai kebenaran dari konjungsi dan
ingkarannya adalah sebagaiberikut.

Contoh Soal:
Tentukan ingkaran dari pernyataan "2 adalah bilangan genap dan
bilangan prima".
Jawab:
Ingkaran dari "2 adalah bilangan genap dan bilangan prima" adalah
"2 bukan bilangan genap atau 2 bukan bilangan prima".
b. Disjungsi
Ingkaran dari suatu disjungsi mempunyai nilai yang berlawanan
dari disjungsi sebelumnya. Misalkan p dan q adalah suatu pernyataan,
maka tabel nilai kebenaran dari disjungsi dan ingkarannya adalah
sebagai berikut.

Contoh:
Tentukan ingkaran dari pertanyaan dibawah ini !
1. Jakarta adalah kota besar di Indonesia atau terletak di Pulau
Jawa
2. Dua garis saling sejajar atau saling berpotongan
Jawab :
1. Jakarta bukan kota besar di Indonesia dan tidak terletak di Pulau
Jawa
2. Dua garis tidak saling sejajar dan tidak saling berpotongan
C. Lembar Aktivitas Siswa
Lembar Aktvitas Siswa
Sekolah : ..........................................
Nama : ..........................................
Materi Pembelajaran : Logika dan Penalaran Matematika
Submateri : Pernyataan Majemuk: Konjungsi dan Disjungsi
Alokasi Waktu : 45 Menit
Setelah mengerjakan lembar aktivitas siswa, peserta didik diharapkan
mampu:
1. Menentukan nilai kebenaran dari pernyataan majemuk berbentuk
konjungsi.
2. Menentukan nilai kebenaram dari pernyataan majemuk berbentuk
Disjungsi.
Petunjuk pengisian LAS:
1. Secara mandiri, pahami pentunjuk dan langkah kegiatan dalam LAS yang
disajikan.
2. Bacalah dan pecahkan masalah open-ended yang terdapat dalam langkah
kegiatan LAS.
3. Apabila terdapat petunjuk dan permasalahan yang kurang jelas silahkan
tanyakan pada gurumu.
4. Gunakan lembar jawaban yang telah disediakan oleh guru untuk
menyelesaikan masalah.
Langkah Kegiatan:

D. Referensi
Kaimuddin, La Ode. (2017). Pengantar Dasar Matematika. Kendari: Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Halu Oleo.
Kegiatan Belajar 4
Pernyataan Majemuk: Implikasi dan Biimplikasi
A. Kompetensi yang Diharapkan
Setelah mempelajari materi ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan-
kemampuan sebagai berikut.
a. Menentukan nilai kebenaran dari pernyataan majemuk berbentuk
implikasi.
b. Menentukan nilai kebenaran dari pernyataan majemuk berbentuk
biimplikasi.
c. Konsep Materi
1. Implikasi (⇒)
Implikasi adalah pernyataan majemuk yang dibentuk dari dua
pernyataan yang dihubungkan dengan “jika...,maka...” Implikasi
dilambangkan dengan “⇒”. Jika p dan q adalah pernyataan, maka
implikasi "jika p maka q" ditulis p ⇒ q. Implikasi merupakan pernyataan
sebab akibat. Pada implikasi p ⇒ q, maka p disebut sebab atau alasan, dan
q disebut akibat atau kesimpulan. Berikut adalah contoh pernyataan-
pernyataan implikasi.
1. Jika tanggal di kalender merah maka hari libur.
2. Jika harga naik maka permintaan turun.
3. Jika a > 0 maka a x 1> 0.
4. Jika 2 faktor dari 6 maka 6 bilangan genap.
Sama seperti konjungsi dan disjungsi, terdapat empat kemungkinan
komposisi nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan pada suatu
implikasi, yaitu sebagai berikut.
 p (alasan) benar maka q (kesimpulan) benar
 p (alasan) benar maka q (kesimpulan) salah
 p (alasan) salah maka q (kesimpulan) benar
 p (alasan) salah maka q (kesimpulan) salah
p ⇒ q dibaca, jika “p maka q; p hanya jika q; atau p berimplikasi q; q
asal saja p”. Pernyataan p disebut anteseden atau hipotesa atau sebab dan
q disebut konklusi (simpulan) atau akibat. q merupakan syarat perlu bagi
p; dan p merupakan syarat cukup bagi q. Maksudnya, implikasi hanya
bernilai salah jika pernyataan yang merupakan kesimpulannya bernilai
salah. Perhatikan tabel nilai kebenaran berikut.
p q
(p ⇒ q)
(Alasan) (Simpulan)
B B B
B S S
S B B
S S B

Contoh:
Tentukan nilai kebenaran dari p⇒ q untuk pernyataan berikut ini !
p : Denpasar ada di Pulau Bali
q : 42 = 16
Jawab :
𝜏 p : Denpasar ada di Pulau Bali, (p)= Benar.
𝜏 q : 42 = 16, (p) = Benar.
𝜏 p ⇒ q; jika Denpasar ada di Pulau Bali maka 42 = 16.
𝜏 p ⇒ q = Benar.
2. Biimplikasi (⇔)
Hudojo dan Sutawidjaja (1997:24) menyatakan bahwa, jika
kondisional p ⇒ q dan juga demikian q ⇒ p ditulis p ⇔ q disebut
bikondisional. Biimplikasi adalah pernyataan majemuk yang dibentuk
dari dua pernyataan yang dihubungkan dengan kata. “Jika dan hanya
jika...”. Kata "biimplikasi" dilambangkan dengan “⇔”. Jika p dan q
adalah pernyataan, maka biimplikasi "p jika dan hanya jika q" dinyatakan
dengan p ⇔ q.
Misalkan:
a. Karyawan akan dapat bonus jika dan hanya jika ia tidak pernah
datang terlambat.
b. 2n bilangan genap jika dan hanya jika n bilangan bulat.
c. a + b = 0 jika dan hanya jika b = –a.
Biimplikasi bernilai benar jika kedua pernyataan yang menyusunnya
benar atau kedua pernyataan yang menyusunnya salah. Perhatikan tabel
nilai kebenaran berikut.

Contoh:
Carilah nilai x agar biimplikasi dibawah ini bernilai benar!
p(x) : x2 > 25
q : 23 = 62
Jawab:
Untuk menentukan nilai x pada biimplikasi p(x) ⇔ q perlu
diperhatikan nilai kebenaran q.
a. Jika q bernilai benar, biimplikasi p(x) ⇔ q bernilai:
 Benar jika p(x) bernilai benar
 Salah jika p(x) bernilai salah
b. Jika q bernilai salah, biimplikasi p(x) ⇔ q bernilai:
 Benar jika p(x) bernilai salah
 Salah jika p(x) berilai benar
p(x): x2 > 25
(x – 5)(x + 5) >
HP = {x|x < -5 atau x > 5}
q : 23 = 62, merupakan penyataan yang salah agar p ⇔ q bernilai benar,
maka p(x) harus salah jadi, HP = {x| -5 < x < 5}.
3. Ingkaran dari Implikasi dan Biimplikasi
a. Implikasi

b. Biimplikasi
d. Lembar Aktivitas Siswa
e. Referensi
Kegiatan Belajar 5
Konvers, Invers, dan Kontraposisi
A. Kompetensi yang Diharapkan
B. Konsep Materi
C. Lembar Aktivitas Siswa
D. Referensi
Kegiatan Belajar 6
Pernyataan Berkuantor
A. Kompetensi yang Diharapkan
B. Konsep Materi
C. Lembar Aktivitas Siswa
D. Referensi
Kegiatan Belajar 7
Penarikan Kesimpulan
A. Kompetensi yang Diharapkan
B. Konsep Materi
C. Lembar Aktivitas Siswa
D. Referensi

Anda mungkin juga menyukai