Anda di halaman 1dari 9

BAB IV

Tugas 1 (hal 111)


1. Siapakah Indera Bangsawan?
Indera Bangsawan adalah putra kedua seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat
Syahrial.
2 Bagaimana keadaan kelahiran Indera Bangsawan?
Kelahiran Indera Bangsawan bersamaan dengan sebilah pedang disambut dengan suka cita.
3 Siapakah putri yang ditolong oleh saudara kembar Indera Bangsawan?
Puteri Ratna Sari yang ditolong oleh saudara kembar Indera bangsawan, Syah Peri.
4 Apa yang dilakukan Syah Peri setelah berpisah dengan Indera Bangsawan?
Syah Peri berjalan menuju ke sebuah taman dan menemukan sebuah mahligai setelah berpisah
dengan Indera Bangsawan.
5 Mengapa Indera Bangsawan dan Syah Peri terpisah?
Indera Bangsawan dan Syah Peri terpisah karena angin ribut.
6 Bagaimanakah cara Indera Bangsawan mengalahkan Buraksa?
Cara Indera Bangsawan mengalahkan Buraksa adalah dengan memasukkan ramuan daun-daunan
ke dalam gentong minum Buraksa sehingga ketika Buraksa terbangun dari tidurnya menjadi
lumpuh akibat ramuan daun-daunan dalam air minumnya
7 Bagaimana cara Indera Bangsawan masuk ke dalam istana Raja Kabir?
Dengan membawa air susu harimau yang beranak muda yang dapat menyembuhkan penyakit Putri
Kemala Sari, putri Raja Kabir
8 Siapakah yang selalu menolong Indera Bangsawan sehingga ia selalu bisa melakukan hal sulit
yang diminta Raja Kabir?
Seorang raksasa yang ditemuinya di padang yang kemudian menjadi neneknya yang selalu
menolong Indera Bangsawan sehingga ia selalu bisa melakukan hal sulit yang diminta Raja Kabir.
9 Apakah Putri Kemala Sari mengetahui penyamaran Indera Bangsawan?
Tidak diceritakan mengenai penyamaran Indera Bangsawan.
10 Apa amanat yang dapat dipetik dari hikayat di atas?
Amanat yang dapat dipetik dari hikayat di atas adalah tidak mudah menyerah melakukan apa pun
yang diperintahkan orang tua dengan ikhlas berserah diri kepada Tuhan dan selalu berusaha yang
terbaik
Tugas 2
Isi Pokok Teks
Hikayat ini menceritakan Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera
tentang dua putra raja, kembar, Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di
yang bernama Indera atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari,
bangsawan dan Syah Peri. ia pun menyuruh orang membaca doa qunut dan sedekah
kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri
Sitti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-
laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang
muda dengan pedang. Maka baginda pun terlalu amat sukacita
dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan anaknya yang
muda Indera Bangsawan.

Meski Baginda raja bingung Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah
menentukan calon usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim
penggantinya sebagai raja Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji
beliau tetap menyuruh kedua kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
putranya untuk menunut ilmu Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata,
agar layak menjadi raja. ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun
bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam
negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah.
Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan
kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan
seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa yang
dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang
patut menjadi raja di dalam negeri.

Syah Peri dan Indera Setelah mendengar kata-kata baginda, Syah Peri dan Indera
Bangsawan pergi mencari Bangsawan pun bermohon pergi mencari buluh perindu itu.
buluh perindu. Mereka masuk hutan keluar hutan, naik gunung turun gunung,
masuk rimba keluar rimba, menuju ke arah matahari hidup.

Syah Peri dan Indera Maka datang pada suatu hari, hujan pun turunlah dengan
Bangsawan berpisah karena angin ribut, taufan, kelam kabut, gelap gulita dan tiada
hujan badai. kelihatan barang suatu pun. Maka Syah Peri dan Indera
Bangsawan pun bercerailah. Setelah teduh hujan ribut,
mereka pun pergi saling cari mencari.
Syah Peri yang menyerahkan Tersebut pula perkataan Syah Peri yang sudah bercerai
diri kepada Tuhan. dengan saudaranya Indera Bangsawan. Maka ia pun
menyerahkan dirinya kepada Allah Subhanahuwata’ala dan
berjalan dengan sekuat-kuatnya.
Sesampainya di taman, Syah Beberapa lama di jalan, sampailah ia kepada suatu taman, dan
Peri menoreh gendang dan bertemu sebuah mahligai. Ia naik ke atas mahligai itu dan
keluarlah Ratna Sari dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya
dayang-dayangnya. Garuda dan dipukulnya. Tiba-tiba ia terdengar orang yang
yang menahan Ratna Sari melarangnya memukul gendang itu. Lalu diambilnya pisau
menyerang dan berhasil dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun
dikalahkan oleh Syah Peri. keluarlah dari gendang itu. Puteri Ratna Sari menerangkan
bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. Itulah
sebabnya ia ditaruh orangtuanya dalam gendang itu dengan
suatu cembul. Di dalam cembul yang lain ialah perkakas dan
dayang-dayangnya. Dengan segera Syah Peri mengeluarkan
dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu
dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan
dengan Puteri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh
segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya.

Indera Bangsawan bertemu Tersebut pula perkataan Indera Bangsawan pergi mencari
dengan raksasa yang menjadi saudaranya. Ia sampai di suatu padang yang terlalu luas. Ia
neneknya dan bercerita bahwa masuk di sebuah gua yang ada di padang itu dan bertemu
ia berada negeri Antah dengan seorang raksasa. Raksasa itu menjadi neneknya dan
Berantah yang diperintah oleh menceritakan bahwa Indera Bangsawan sedang berada di
Raja Kabir. negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Raja Kabir.
Raja Kabir mengumumkan Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan
bahwa barang siapa yang dapat menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti.
membunuh Buraksa dan yang Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh
dapat memberikan air susu Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah
harimau yang baru saja beranak mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh
akan dinikahkan dengan Puteri Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya
Kemala Sari yang sedang sakit yang terlalu elok parasnya itu.
mata.
Titah baginda mengenai barang Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata,
siapa yang mendapat susu terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu
harimau akan menikah dengan harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan
tuan putri. penyakit itu. Baginda bertitah lagi. “Barang siapa yang dapat
susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami
tuan puteri.”

Kesaktian Si Hutan telah Setelah mendengar kata-kata baginda Si Hutan pun pergi
kembali seperti dahulu kala. mengambil seruas buluh yang berisi susu kambing serta
menyangkutkannya pada pohon kayu. Maka ia pun duduk
menunggui pohon itu. Sarung kesaktiannya dikeluarkannya,
dan rupanya pun kembali seperti dahulu kala.
Kesembilan anak raja menemui Hatta datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu
Indera Bangsawan untuk kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu.
meminta susu harimau tetapi Indera Bangsawan berkata susu itu tidak akan dijual dan
oleh Indera Bangsawan hanya akan diberikan kepada orang yang menyediakan
diberikan susu kambing. pahanya diselit besi hangat. Maka anak raja yang sembilan
Sedangkan susu harimau orang itu pun menyingsingkan kainnya untuk diselit Indera
diserahkan Indera Bangsawan Bangsawan dengan besi panas. Dengan hati yang gembira,
kepada raja. mereka mempersembahkan susu kepada raja, tetapi tabib
berkata bahwa susu itu bukan susu harimau melainkan susu
kambing. Sementara itu Indera Bangsawan sudah mendapat
susu harimau dari raksasa (neneknya) dan menunjukkannya
kepada raja.

Putri Kemala Sari pun sembuh,Tabib berkata itulah susu harimau yang sebenarnya.
tetapi Raja Kabir masih Diperaskannya susu harimau ke mata Tuan Puteri. Setelah
bersedih hati karena harus genap tiga kali diperaskan oleh tabib, maka Tuan Puteripun
menyerahkan Putri Kemala Sarisembuhlah. Adapun setelah Tuan Puterisembuh, baginda
kepada Buraksa. tetap bersedih. Baginda harus menyerahkan tuan puteri
kepada Buraksa, raksasa laki-laki apabila ingin seluruh rakyat
selamat dari amarahnya. Baginda sudah kehilangan daya
upaya.
Raja Kabir mengumumkan Hatta sampailah masa menyerahkan Tuan Puteri kepada
Buraksa. Baginda berkata kepada sembilan anak raja bahwa
bahwa barang siapa dapat yang mendapat jubah Buraksa akan menjadi suami Puteri.
mengambil jubah Buraksa akan Untuk itu, nenek Raksasa mengajari Indrra Bangsawan. Indra
menjadi suami Putri Kemala Bangsawan diberi kuda hijau dan diajari cara mengambil
jubah Buraksa yaitu dengan memasukkan ramuan daun-
Sari.
daunan ke dalam gentong minum Buraksa. Saat Buraksa
datang hendak mengambil Puteri, Puteri menyuguhkan
makanan, buah-buahan, dan minuman pada Buraksa. Tergoda
sajian yang lezat itu tanpa pikir panjang Buraksa
menghabiskan semuanya lalu meneguk habis air minum
dalam gentong.

Indera Bangsawan berhasil Tak lama kemudian Buraksa tertidur. Indera Bangsawan
membawa lari Puteri dan segera membawa lari Puteri dan mengambil jubah Buraksa.
mengambil jubah Buraksa. Hatta Buraksa terbangun, Buraksa menjadi lumpuh akibat
ramuan daun-daunan dalam air minumnya.

Kesembilan anak raja Kemudian sembilan anak raja datang. Melihat Buraksa tak
berdaya, mereka mengambil selimut Buraksa dan segera
mengambil selimut Buraksa menghadap Raja. Mereka hendak mengatakan kepada Raja
dan mengatakan kepada Raja bahwa selimut Buraksa sebagai jubah Buraksa.
Kabir bahwa selimut itu adalah
jubah Buraksa.

Indera Bangsawan Sesampainya di istana, Indera Bangsawan segera


menyerahkan Puteri dan jubah Buraksa. Hata Raja
menyerahkan Puteri dan jubah mengumumkan hari pernikahan Indera Bangsawan dan
Buraksa dan kemudian Raja Puteri. Saat itu sembilan anak raja datang. Mendengar
Kabur mengumumkan hari pengumuman itu akhirnya mereka memilih untuk pergi.
Mereka malu kalau sampai niat buruknya berbohong
pernikahan Indera Bangsawan
diketahui raja dan rakyatnya.
dan Puteri Kemala Sari.
Tugas 3
Sinopsis Hikayat Indera Bangsawan :
Hikayat ini menceritkan tentang dua putra raja, kembar, yang bernama
Indera Bangsawan dan Syah Peri. Baginda Raja menguji siapa yang
paling layak menjadi penggantinya. Ia kemudian menyuruh kedua putera
kembarnya untuk mencari buluh perindu. Dalam perjalanan keduanya
terpisah karena hujan dan badai yang sangat besar. Syah Peri berhasil
menolong Puteri Ratna Sari dan dayang-dayangnya yang ditawan
Garuda. Akhirnya Syah Peri menikah dengan Puteri Ratna Sari. Di
tempat lain, Indera Bangsawan sampai ke Negeri Antah Berantah yang
dikuasai oleh Buraksa. Raja Kabir, Raja Negeri Antah Berantah
membuat sandiwara siapa saja yang dapat mengalahkan buraksa akan
dijadikan menantunya. Suatu hari, Syah Peri datang dan menolongnya
untuk mengalahkan Buraksa. Akhirnya, Indera Bangsawan menikah
dengan Puteri Kemala Sari setelah berhasil membunuh Buraksa.
TUGAS 4
Mengidentifikasi karakteristik Hikayat Bayan Budiman
No. Karakteristik Kutipan Teks
1. Kemustahilan  Burung dapat berbicara dan bercerita
layaknya manusia, bahkan sampai dapat
menyelamatkan rumah tangga tuannya.

 Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang


selalu ingin mendapatkan anak raja
itu,dan setiap berpamitan dengan
bayan.Burung tersebut bercerita, hingga
akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf
terhadap perbuatannya dan menunggu
suaminya,Khojan Maimun pulangdari
rantauannya.
2. Kesaktian  Jarang burung dapat menyelamatkan
rumah tangga tuannya, seperti kutipan
berikut “Dia juga dapat menjaga nama
baik tuannya serta menyelamatkan
rumah tangga tuannya”.

 Jarang burung dapat bercerita kisah


sebanyak 24 kisah, seperti kutipan
berikut “ Maka diberilah ia cerita
hingga sampai 24 kisah dan 24 malam”.
3. Istana Sentris Anak raja Ajam

TUGAS 4
Mengidentifikasi nilai nilai yang terkandung dalam Hikayat Bayan
Budiman
No. Nilai Konsep Nilai Kutipan Teks
1. Agama Berdoa kepada Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan,
Tuhan maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya
seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan
Maimun.

Belajar mangaji Setelah umurnya Khojan Maimun lima tahun, maka


sejak usia dini diserahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak
guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima
belas tahun.

Menasihati Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab


oarang yang kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja.
melanggar aturan Maka bernasihatlah ditentang perbuatannya yang
Allah Swt. melanggar aturan Allah SWT.
2. Sosial Bermusyawarah Sebelum dia pergi, berpesanlah dia kepada istrinya
untuk itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dua
menentukan ekor unggas itu, hubaya –hubaya jangan tiada,
pendapat karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam
daripada senjata.

3. Moral Berpamitan Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab


sebelum kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja.
bepergian
Membantu Bayan yang bijak bukan sahaja
sesama yang dapat menyelamatkan nyawanya ,tetapi juga dapat
membutuhkan menyekat istri tuannya daripada menjadi istri yang
curang. Dia juga dapat menjaga nama baik
tuannya serta menyelamatkan rumah tangga
tuannya.

4. Budaya Seorang istri Hatta beberapa lama di tinggal suaminya,ada anak


hendaknya patut Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi
terhadap Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka
perkataan suami. unyuk bertemu melalui seorang perempuan
tua.maka pada suatu malam,pamitlah Bibi Zainab
kepada burung tiung itu hendak menemui anak
raja
itu, maka Bernasihatlahditentang perbuatanya
yang melanggar Aturan Allah SWT.maka
marahlah istri Khojan Maimun dan
disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan
dihempaskannya sampai mati.
TUGAS 5
Mengidentifikasi kata Arkais dalam Hikayat Indera Bangsawan dan
maknanya

Kata Arkais
Beroleh Mendapat
Titah Kata,perintah
Buluh Tanaman berumpun,berakar serabut,batangnya
beruas-ruas, berongga, dan keras;bambu;aur.
Mahligai tempat kediaman raja atau putri-putri raja di dalam
istana
Ditoreh diiris, digores
Cembul tonjolan kecil dan bundar
Inang induk
Upeti Pajak
Selit Berliku-liku,berbelit-belit
Bejana Wadah air,jambang

TUGAS 6
Mengidentifikasi majas dalam teks Hikayat Bayan Budiman dan teks
Tukang Pijat Keliling
Jenis Majas Kutipan Hikayat Kutipan Cerpen
Majas Retoris "Apatah dicari oleh "Adakah Darko
segala manusia di memang sudah
mengetahui segala
dunia ini selain
yang akan terjadi?"
martabat, kesabaran,
dan kekayaan?"

Majas Alegori Sebelum dia pergi, Katanya kini masjid


berpesanlah dia pada sedang berada di ujung
tanduk.
istrinya itu, jika ada
barang suatu
pekerjaan, mufakatlah
dengan dua ekor
unggas itu, hubaya-
hubaya jangan tiada,
karena fitnah di dunia
amat besar lagi tajam
dari pada senjata.
Adapun akan hamba,
tuan ini adalah seperti
hikayat seekor unggas
bayan yang dicabut
bulunya oleh tuannya
seorang istri saudagar.

Majas Hiperbola Apapun hamba ini 1. Kami sempat


haraplah tuan, jikalau menganggap dia
jahat sekalipun
pekerjaan tuan, Insya
adalah pengemis yang
Allah di atas kepala diutus kitab suci.
hambalah 2. Setiap hari kami
menanggungnya. harus menumpahkan
tenaga di ladang.
3. Tentulah kehadiran
Darko membuat
kampung kami lebih
menggeliat, makin
bergairah.
4. Kakinya bagai
digerakkan tanah, dia
begitu saja melangkah
tanpa bantuan
tongkat.