Anda di halaman 1dari 15

[Type the

document 2020
title]
KABUPATEN BEKASI
2020
PROSEDUR OPERASI STANDAR (POS)

UJIAN SEKOLAH

SMK TARUNA BHAKTI


KABUPATEN BEKASI
PROSEDUR OPERASI STANDAR (POS)

UJIAN SEKOLAH

SMK TARUNA BHAKTI

TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Jl. Raya serang Setu Ds.


Sukadami
Kabupaten Bekasi
KEPUTUSAN
KEPALA SMK TARUNA BHAKTI
NOMOR :

TENTANG

PROSEDUR OPERASINAL STANDAR UJIAN SEKOLAH (POS US)


SMK TARUNA BHAKTI TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Bhakti Kabupaten Bekasi

Menimbang : Bahwa sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4


Tahun 2018 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah dan Penilaian
Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan perlu menetapkan Prosedur
Operasional Standar (POS) yang mengatur penyelenggaraan dan teknis
pelaksanaan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2019/2020

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan


Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor
78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4496) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan
Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2013 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia
Nomor 5670);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan
Agama dan Keagamaan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor
23, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5105) sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara
Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5157);
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 14 Tahun 2007
tentang Standar Isi untuk Program Paket A, Program Paket B, dan
Program Paket C;
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 3 Tahun 2008 tentang
Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, Program
Paket B, dan Program Paket C;
7. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2012
tentang Penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan Kristen;
8. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2014
tentang Pendidikan Keagamaan Islam;
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 13 Tahun 2018
tentang Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dan Badan
Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non-
Formal;
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 31 Tahun 2014
tentang Kerja Sama Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan
oleh Lembaga Pendidikan Asing dengan Lembaga Pendidikan di
Indonesia;
11. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2014
tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia
Nomor 1 Tahun 2013 tentang Sekolah Menengah Agama Katolik;
12. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014
tentang Pendidikan Keagamaan Hindu;
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 129 Tahun
2014 tentang Sekolah rumah;

14. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan


Agama dan Keagamaan;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan
dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2010
Nomor
23, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5105) sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara
Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5157);
16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 14 Tahun 2007
tentang Standar Isi untuk Program Paket A, Program Paket B, dan
Program Paket C;
17. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 3 Tahun 2008 tentang
Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, Program
Paket B, dan Program Paket C;
18. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2012
tentang Penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan Kristen;
19. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2014
tentang Pendidikan Keagamaan Islam;
20. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 13 Tahun
2018 tentang Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dan
Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan
Pendidikan Non-Formal;
21. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 31 Tahun
2014 tentang Kerja Sama Penyelenggaraan dan Pengelolaan
Pendidikan oleh Lembaga Pendidikan Asing dengan Lembaga
Pendidikan di Indonesia;
22. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2014
tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Republik
Indonesia Nomor 1 Tahun 2013 tentang Sekolah Menengah Agama
Katolik;
23. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014
tentang Pendidikan Keagamaan Hindu;
24. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 129 Tahun
2014 tentang Sekolah rumah;

MEMUTUSKAN

Menetapkan : Prosedur Operasional Standar Ujian Sekolah (POS US) SMK Taruna Bhakti
Kabupaten Toba Samosir Tahun Pelajaran 2014/2015

Pertama : Prosedur Otandarperasional Standar Ujian Sekolah, selanjutnya disebut POS


US Than Pelajaran 2014/2015 sebagaimana tercantum dalam lampiran
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Keputusan Kepala SMK
Taruna Bhakti Kabupaten Toba Samosir

Kedua : Surat Keputusan Kepala SMK Taruna Bhakti ini merupakan dasar dan acuan
dalam penyelenggaraan Ujian Sekolah pada SMK Taruna Bhakti Kabupaten
Toba Samosir Than Pelajaran 2014/2015

Ketiga : Hal-hal yang belum diatur dalam POS US ini akan diatur lebih lanjut dalam
keputusan Kepala Sekolah
Keempat : Jika terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan
kemudian sebagaimana mestinya

Kelima : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

Ditetapkan di : Laguboti
Tanggal : 14 Maret 2015

Kepala Sekolah,

Dra. Sabar Marisi Dame Marbun, Apt.

LAMPIRAN
SURAT KEPUTUSAN KEPALA SMK Taruna Bhakti
Nomor :
Tanggal : 18 Maret 2015
Tentang : POS Ujian Sekolah SMK Taruna Bhakti

I. PENGERTIAN

Dalam prosedur ini yang dimaksud dengan :


1. Satuan pendidikan adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Bhakti
2. Ujian Sekolah selanjutnya disebut US adalah kegiatan pengukuran dan penilaian
kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh SMK Taruna Bhakti
3. Ujian kompetensi keahlian adalah ujian nasional yang terdiri atas ujian teori dan ujian
praktik kejuruan
4. Nilai Sekolah selanjutnya disebut NS adalah nilai gabungan antara Nilai Ujian
Sekolah dan rata-rata nilai rapor atau rata-rata nilai derajat kompetensi (NDK).
5. Kriteria kelulusan adalah persyaratan pencapaian minimal Standar Kompetensi
Lulusan dari semua mata pelajaran untuk dinyatakan lulus dari satuan pendidikan.
6. Kisi-kisi soal US adalah acuan dalam pengembangan dan perakitan soal US yang
disusun berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam Standar Isi
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
7. Bahan US adalah naskah soal, lembar jawaban US, berita acara, daftar hadir, amplop
dan tata tertib
8. Prosedur Operasi Standar yang selanjutnya disebut POS adalah urutan langkah baku
yang mengatur teknis pelaksanaan Ujian Sekolah yang ditetapkan oleh BSNP.

II. PENYELENGGARA UJIAN

Untuk penyelenggaraan US di SMK Taruna Bhakti TP 2014/2015, Kepala Sekolah


membentuk Panitia Ujian Sekolah dengan susunan sebagai berikut :

III. PESERTA UJIAN SEKOLAH (US)

1. Persyaratan Peserta Ujian Sekolah


1. Telah atau pernah berada pada tahun terakhir pada SMK Swasta Arjuna atau sejenis
2. Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada SMK Taruna Bhakti atau
sejenis mulai semester I sampai dengan semester V.
3. Untuk mengikuti US, peserta harus memenuhi persyaratan memiliki ijazah atau surat
keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari satuan
pendidikan SMP/MTs;
4. Peserta US yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat
mengikuti US di satuan pendidikannya pada jenjang dan jenis yang sama, dapat
mengikuti US di SMK Taruna Bhakti ;.
5. Peserta yang karena alasan tertentu yang tidak bertentangan dengan butir 1,2 dan 3
diatas dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti US utama dapat mengikuti
US susulan;
6. Peserta US yang akan mengikuti US tahun pelajaran 2014/2015 harus :
a. terdaftar sebagai peserta ujian (masuk dalam DNT);
b. mengikuti seluruh mata pelajaran yang diujikan.
2. Pendaftaran Peserta Ujian
1. Sekolah melaksanakan pendataan calon peserta kepada siswa kelas XII tahun
pelajaran 2014/2015.
2. Panitia Ujian Sekolah melakukan pemutakhiran data peserta ujian (DPU);
3. Sekolah mengirimkan DPU ke Dinas Pendidikan Kabupaten untuk diteruskan ke
Dinas Pendidikan Provinsi
4. Dinas Pendidikan Provinsi menetapkan daftar nominasi sementara (DNS) dan
mengirimkan ke sekolah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten
5. Sekolah penyelenggara ujian sekolah melakukan verifikasi DNS dan mengirimkan
hasil verifikasi ke Dinas Pendidikan Provinsi melalui Dinas Pendidikan Kabupaten
6. Dinas Pendidikan Provinsi melakukan finalisasi data dan mendistribusikan daftar
nominasi Tetap (DNT) ke sekolah penyelenggara ujian sekolah melalui Dinas
Pendidikan Kabupaten
7. Sekolah mencetak DNT dan mengeluarkan nomor peserta ujian sekolah
8. Kepala Sekolah menerbitkan, menandatangani, dan membubuhkan stempel sekolah
pada kartu peserta US yang telah ditempel foto peserta

IV. BAHAN UJIAN SEKOLAH


1. Bahan ujian disusun oleh guru mata pelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran yang
bersangkutan dan berdasarkan kurikulum yang digunakan di sekolah
2. Mata pelajaran yang diujikan secara tertulis adalah pelajaran yang diajarkan pada
semester I sampai dengan semester VI dalam bentuk soal Pilihan Berganda dengan 5
opsi sebanyak 50 soal
3. Setiap guru mata pelajaran menyusun naskah soal US dengan persentase tingkat
kesukaran sebagai berikut :

Persentase Soal Materi Ajar Tingkat Kesukaran


No Mata Pelajaran
Kls X Kls XI Kls XII Mudah Sedang Sukar
1. Ilmu Resep dst 25 % 25 % 50 % 25 % 50 % 25 %

4. Panitia penyelenggara US membuat master copy naskah ujian sekolah dengan


langkah-langkah sebagai berikut :
a. Penyiapan naskah soal ujian mencakup;
1. penyusunan kisi-kisi
2. penyiapan naskah soal ujian ( penulisan, penelaahan, perakitan)
3. penyiapan master soal
4. penggandaan naskah soal ujian

b. Perangkat bahan ujian terdiri dari :


1. naskah soal
2. kunci jawaban
3. lembaran jawaban
4. pedoman penilaian atau penskoran
5. blanko penilaian
6. blanko daftar hadir
7. blanko berita acara

5. Panitia mengadakan dan menggandakan naskah soal ujian sekolah sebagai berikut :
a. Digandakan dengan menggunakan mesin risograf milik sekolah
b. Naskah soal dimasukkan ke dalam amplop kuning besar ukuran 29 x 39 cm sesuai
jumlah siswa dalam satu ruangan;
c. LJUS, daftar hadir, berita acara dimasukkan ke dalam amplop folio ukuran 24 x 34
cm

V. PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH


1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Ujian Sekolah
1. US utama dilaksanakan pada tanggal 23 s/d 28 Maret 2015 dan US Susulan
tanggal 30 Maret s/d 6 April 2015 ;
2. US susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan
dibuktikan dengan surat keterangan yang sah.
3. Tempat pelaksanaan US utama dan US susulan dilaksanakan di SMK Taruna
Bhakti Jl. Arjuna Pintubosi Laguboti
4. Jadwal pelaksanaan US sebagai berikut :

No Hari/Tanggal Jam Mata Pelajaran


Ujian Sekolah Utama
Senin, 23 Maret 2015 08.00-10.00 WIB B.Inggris
1 10.15-11.30 WIB Biologi
Ujian Sekolah Susulan 11.40-13.15 WIB PKN
Senin, 30 Maret 2015
Ujian Sekolah Utama
Selasa, 24 Maret 2015 08.00-10.00 WIB B.Indonesia
2 Ujian Sekolah Susulan 10.15-11.30 WIB Agama
Selasa, 31 Maret 2015 11.40-13.15 WIB IPS
Ujian Sekolah Utama
Rabu, 25 Maret 2015 08.00-10.00 WIB Matematika
3 Ujian Sekolah Susulan 10.15-11.30 WIB IPA
Rabu, 1 April 2015 11.40-13.15 WIB Kewirausahaan

Ujian Sekolah Utama 08.00-09.30 WIB Ilmu resep


Kamis, 26Maret 2015 09.45-11.00 WIB UUK
4. Ujian Sekolah Susulan 11.15-12.30 WIB Administrasi
Kamis, 2 April 201
12.45-14.00 WIB Mulok
Ujian Sekolah Utama 08.00-09.30 WIB Kimia
Jumat, 27 Maret 2015 09.45-11.00 WIB Seni Budaya
5 Ujian Sekolah Susulan 11.15-12.30 WIB Penjaskes
Senin, 6 April 2015 12.45-14.00 WIB Farmakognosi
Ujian Sekolah Utama
Sabtut, 28 Maret 2015 08.00-09.30 WIB Fisika
6. Ujian Sekolah Susulan 09.45-11.00 WIB KKPI
Selasa, 7 April 2015 11.15-12.30 WIB Farmakologi

2. Ruang Ujian Sekolah


Panitia penyelenggara US menetapkan ruangan dengan persyaratan sebagai berikut:
1. Ruang ujian yang digunakan aman dan layak untuk pelaksanaan US;
2. Setiap ruang ditempati paling banyak 20 peserta, dan satu meja dua kursi untuk
dua orang pengawas US;
3. Setiap meja dalam ruang ujian diberi nomor peserta US dan pada pintu ruangan
ditempel nomor ruangan, daftar peserta ujian, tata tertib peserta ujian sekolah;
4. Setiap ruang ujian ditempel pengumuman yang bertuliskan ”DILARANG
MASUK SELAIN PESERTA UJIAN DAN PENGAWAS, SERTA TIDAK
DIPERKENANKAN MEMBAWA ALAT KOMUNIKASI”
5. Setiap ruang US disediakan denah tempat duduk peserta US dengan disertai foto
peserta yang ditempel di pintu masuk ruang ujian;
6. Setiap ruang US disediakan lakband/lem untuk amplop LJUS;
7. Gambar atau alat peraga yang berkaitan dengan materi US dikeluarkan dari
ruang US;
8. Tempat duduk peserta US diatur sebagai berikut:
a. Satu bangku untuk satu orang peserta US;
b. Jarak antara meja yang satu dengan meja yang lain disusun dengan
mempertimbangkan jarak antara peserta yang satu dengan peserta yang lain
minimal 1 (satu) meter;
c. Penempatan peserta US sesuai dengan nomor peserta.
9. Ruang US paling lambat sudah siap 1 (satu) hari sebelum US dimulai.

3. Pengawas Ruang US
1. Ketua penyelenggara menetapkan pengawas ruang US.
2. Pengawas ruang ujian diupayakan guru yang mata pelajarannya tidak sedang
diujikan.
3. Pengawas ruang adalah guru yang memiliki sikap dan perilaku disiplin, jujur,
bertanggung jawab, teliti, dan memegang teguh kerahasiaan.
4. Pengawas ruang tidak diperkenankan menggunakan alat komunikasi elektronik ke
dalam ruang ujian.
5. Setiap ruangan diawasi oleh dua orang pengawas.

4. Tata Tertib Pengawas Ruang US


1. Persiapan US
a. Tiga puluh (30) menit sebelum ujian dimulai pengawas ruang telah hadir di lokasi sekolah
b. Pengawas ruang menerima penjelasan dan pengarahan dari ketua penyelenggara US.
c. Pengawas ruang menerima bahan US yang berupa naskah soal US, LJUS, amplop LJUS,
daftar hadir, dan berita acara pelaksanaan US.
d. Pengawas ruang memeriksa kondisi bahan US dalam keadaan baik.

2. Pelaksanaan US
a. Pengawas masuk ke dalam ruang US 15 menit sebelum waktu pelaksanaan untuk:
1. memeriksa kesiapan ruang ujian;
2. meminta peserta US untuk memasuki ruang dengan menunjukkan kartu peserta dan
menempati tempat duduk sesuai nomor yang telah ditentukan;
3. memeriksa dan memastikan setiap peserta US tidak membawa tas, buku atau catatan
lain, alat komunikasi elektronik, kalkulator dan sebagainya ke dalam ruang US
kecuali alat tulis yang akan dipergunakan;
4. membacakan tata tertib US;
5. meminta peserta ujian menandatangani daftar hadir;
6. membagikan LJUS kepada peserta dan memandu serta memeriksa pengisian identitas
peserta US;
7. memastikan peserta US telah mengisi identitas dengan benar;
8. setelah seluruh peserta US selesai mengisi identitas, pengawas ruang US membuka
amplop soal, memeriksa kelengkapan bahan ujian, dan meyakinkan bahwa amplop
tersebut dalam keadaan baik dan tertutup rapat, disaksikan oleh peserta ujian;
9. membagikan naskah soal US dengan cara meletakkan di atas meja peserta US dalam
posisi tertutup (terbalik). Peserta US tidak diperkenankan untuk menyentuhnya
sampai tanda waktu US dimulai
b. Setelah tanda waktu mengerjakan dimulai, pengawas ruang US:
1. mempersilakan peserta US untuk mengecek kelengkapan soal;
2. mempersilakan peserta US untuk mulai mengerjakan soal;
3. mengingatkan peserta agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal.
c. Kelebihan naskah soal US selama ujian berlangsung tetap disimpan di ruang ujian .
d. Selama US berlangsung, pengawas ruang US wajib:
1. menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian;
2. memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan; serta
3. melarang orang memasuki ruang US selain peserta ujian.
e. Pengawas ruang US dilarang memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada
peserta berkaitan dengan jawaban dari soal US yang diujikan.
f. Lima menit sebelum waktu US selesai, pengawas ruang US memberi peringatan kepada
peserta US bahwa waktu tinggal lima menit.
g. Setelah waktu US selesai, pengawas ruang US:
1. mempersilakan peserta US untuk berhenti mengerjakan soal;
2. mempersilakan peserta US meletakkan naskah soal dan LJUS di atas meja dengan
rapi;
3. mengumpulkan LJUS dan naskah soal US;
4. menghitung jumlah LJUS sama dengan jumlah peserta US;
5. mempersilakan peserta US meninggalkan ruang ujian;
6. menyusun secara urut LJUS dari nomor peserta terkecil dan memasukkannya ke
dalam amplop LJUS disertai dengan satu lembar daftar hadir peserta dan satu lembar
berita acara pelaksanaan US.
h. Pengawas Ruang US menyerahkan amplop LJUS, serta naskah soal US disertai dengan
satu lembar berita acara pelaksanaan US.

5. Tata Tertib Peserta US


1. Peserta US memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 10
(sepuluh) menit sebelum US dimulai.
2. Peserta US yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti US setelah
mendapat izin dari ketua Panitia, tanpa diberi perpanjangan waktu.
3. Peserta US dilarang membawa alat komunikasi elektronik dan kalkulator ke
sekolah.
4. Tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun dikumpulkan di depan kelas di
samping pengawas.
5. Peserta US membawa alat tulis menulis berupa pensil 2B, penghapus ,
penggaris, dan kartu tanda peserta ujian.
6. Peserta US mengisi daftar hadir dengan menggunakan pulpen .
7. Peserta US mengisi identitas pada LJUS secara lengkap dan benar serta
menandatangani pernyataan "saya mengerjakan ujian dengan jujur"
8. Peserta US yang memerlukan penjelasan cara pengisian identitas pada LJUS
dapat bertanya kepada pengawas ruang US dengan cara mengacungkan tangan
terlebih dahulu .
9. Peserta US mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian.
10. Selama US berlangsung, peserta US hanya dapat meninggalkan ruangan
dengan izin dan pengawasan dari pengawas ruang US.
11. Peserta US yang memperoleh naskah soal yang cacat atau rusak, pengerjaan
soal tetap dilakukan sambil menunggu penggantian naskah soal US.
12. Peserta US yang memperoleh naskah soal / LJUS yang cacat atau rusak, maka
naskah soal dan LJUS tersebut diganti dengan satu set naskah soal cadangan
yang terdapat di ruang tersebut atau di ruang lain atau sekolah yang terdekat.
13. Peserta US yang meninggalkan ruangan setelah membaca soal dan tidak
kembali lagi sampai tanda selesai dibunyikan, dinyatakan telah selesai
menempuh/mengikuti US pada mata pelajaran yang terkait.
14. Peserta US yang telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu US berakhir
tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum berakhirnya waktu ujian.
15. Peserta US berhenti mengerjakan soal setelah ada tanda berakhirnya waktu
ujian.
16. Selama US berlangsung, peserta US dilarang:
a. menanyakan jawaban soal kepada siapa pun;
b. bekerjasama dengan peserta lain;
c. memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;
d. memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat
pekerjaan peserta lain;
e. membawa naskah soal US dan LJUS keluar dari ruang ujian;
f. menggantikan atau digantikan oleh orang lain.

VI. PEMERIKSAAN DAN HASIL UJIAN SEKOLAH


1. Hasil ujian sekolah diperiksa serempak untuk semua mata pelajaran pada hari Senin,
30 Maret 2015 di Ruang Multi Media SMK Taruna Bhakti dibawah koordinasi
panitia ujian sekolah
2. Hasil ujian sekolah susulan diperiksa pada hari Selasa, 7 April 2015
3. Hasil Nilai Sekolah (NS) diperoleh dari gabungan nilai US dan nilai rata-rata rapor
semester III, IV, dan V dengan pembobotan 40% untuk nilai US dan 60% untuk nilai
rata-rata rapor.
4. Nilai Kompetensi Keahlian Kejuruan adalah : 70 % UPK + 30 % UTK
5. Nilai Sekolah dinyatakan dalam rentang 0 (nol) sampai dengan 100 (seratus)..

VII. KELULUSAN
a. Peserta didik dinyatakan lulus ujian sekolah apabila;
1. Memperoleh nilai Ujian Sekolah minimal 61,0 (enam puluh satu)
2. Memperoleh nilai rata-rata Ujian Sekolah minimal 70,0
b. Peserta didik lulus dari SMK Taruna Bhakti apabila;
1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
2. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik
3. Lulus Ujian Sekolah
c. Kelulusan peserta didik dari SMK Taruna Bhakti ditentukan berdasarkan rapat Dewan
Guru
d. Kelulusan peserta didik dari SMK Taruna Bhakti ditetapkan sekolah setelah keluar
hasil UN peserta didik yang bersangkutan
e. Peserta didik yang tidak lulus pada ujian sekolah diberi penugasan untuk
meningkatkan keahlian dan kompetensinya

VIII. PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN PELAPORAN

Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan ujian sekolah dilaksanakan oleh Panitia
Ujian Sekolah SMK Taruna Bhakti

VIII. BIAYA PENYELENGGARAAN UJIAN

Biaya penyelenggaraan ujian sekolah dibebankan pada RAPBS tahun 2014/2015 dan dana
lain yang sah.

IX. SANKSI

1. Peserta US yang melanggar tata tertib diberi peringatan oleh pengawas ruang US.
Apabila peserta US sesudah diberi peringatan tetapi tidak mengindahkan peringatan
tersebut, maka pengawas ruang ujian mencatat dan mengusulkan peserta US tersebut
untuk dinyatakan gagal ujian dan dimuat dalam berita acara.
2. Pengawas ruang US yang melanggar ketentuan POS dibebastugaskan dan diganti oleh
yang lain, serta tidak diikutsertakan dalam kegiatan US berikutnya.
3. Pengawas satuan pendidikan yang melanggar ketentuan POS dibebastugaskan dan
diganti oleh yang lain, serta tidak diikutsertakan dalam kegiatan US yang akan datang.

Ditetapkan di : Laguboti
Tanggal : 14 Maret 2015

Kepala Sekolah,

Dra. Sabar Marisi Dame Marbun, Apt.