Anda di halaman 1dari 36

BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Bangsa indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, potensi sumber daya manusia,
peluang pasar yang besar dan demokrasi yang relatif stabil. Untuk dapat mengelola sumber
daya yang berlimpah di harapkan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia mempunyai suatu
sistem birokrasi dengan SDM nya yang berkualitas, yaitu PNS Profesional yang saat ini di
kenal dengan istilah Aparatur Sipil Negara (ASN)
Dalam UU ASN No. 5 Tahun 2014 di jelaskan bahwa ASN adalah profesi bagi
Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
yang bekerja pada instansi pemerintahan. Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya
disebut Pegawai ASN adalah Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah Dengan
Perjanjian Kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam
suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan
peraturan perundang-undangan.
Juga dalam Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara,
pegawai ASN berfungsi sebagai: 1) Pelaksana kebijakan publik; 2) Pelayan publik; dan 3)
Perekat dan pemersatu bangsa. Dalam menjalankan fungsinya, ASN wajib
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN dalam keseharian kerjanya. Sesuai dengan
amanat undang-undang, untuk menginternalisasikan nilai-nilai dasar tersebut ke dalam setiap
ASN, maka calon ASN harus mengikuti tahapan pelatihan dasar.
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama Golongan III yang
di laksanakan di Balai Diklat Keagamaan kota Medan mengikuti pola pelatihan yang baru.
Kegiatan pelatihan dasar pertama adalah tahap On Campus yang dilaksanakan mulai tanggal
24 September 2019 s/d 11 Oktober 2019 yang bertujuan untuk menginternalisasikan nilai-
nilai dasar ANEKA dalam pribadi calon ASN dan mengetahui kedudukan dan peran ASN.
Tahap kedua adalah tahap Off Campus selama 30 hari yang bertujuan untuk
mengaktualisasikan dan menghabituasikan nilai-nilai ANEKA dan kedudukan dan peran
ASN di dalamnya yang telah diinternalisasi selama tahap pertama pelatihan dasar. Tahap
aktualisasi habituasi ini merupakan tahap yang sangat penting sehingga dalam
pelaksanaannya memerlukan perencanaan untuk merumuskan kegitan dan nilai-nilai apa
yang akan diaktualisasikan di dalamnya.

1
Rancangan aktualisasi ini disusun sebagai landasan pelaksanaan kegiatan aktualisasi
nilai-nilai dasar profesi ASN dan kedudukan dan peran ASN merupakan bagian terintegrasi
dari kegiatan pelatihan dasar bagi CPNS Golongan III dalam upaya mewujudkan pribadi
ASN yang dapat mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ANEKA dan dapat
mengimplementaskan kedudukan dan peran ASN di dalam tempat tugas masing-masing
selama masa jabatannya di masa yang akan datang.

Pendidikan merupakan upaya dalam mewujudkan manusia yang berkualitas dan


membentuk karakter manusia itu sendiri. Hal inilah yang membuat manusia tidak bisa lepas
dari suatu pendidikan dan menjadikan pendidikan adalah kebutuhan sepanjang masa.
Pendidikan itu sendiri memiliki sebuah sistem yaitu terdiri dari input, proses dan output.
Hasil output pendidikan adalah menciptakan manusia yang berkualitas, hal ini dapat diukur
dari prestasi belajar yang baik. Prestasi belajar merupakan tolok ukur maksimal yang telah
dicapai siswa setelah melakukan kegiatan belajar selama waktu yang telah ditentukan.

A. Tujuan dan Manfaat


1. Tujuan Aktualisasi
Adapun tujuan dari laporan aktualisasi Latihan Dasar (Latsar) CPNS Kemenag
Golongan III pada kegiatan ini yaitu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS serta
kedudukan dan peran PNS dalam kerangka NKRI pada setiap pelaksanaan tugas
jabatannya sebagai pelayan masyarakat, dan menerapkan akuntabilitas dalam setiap
tugas, dengan semangat nasionalisme, menjujung kode etik sebagai ASN dalam
memberikan pelayanan masyarakat, memiliki komitmen mutu dalam tugas pokok dan
fungsinya, dan nilai-nilai anti korupsi dalam melaksanakan tugas untuk melayani
masyarakat pada umumnya.

2. Manfaat Aktualisasi
Manfaat Aktualisasi calon PNS pada kegiatan ini adalah berperan untuk
memberikan pelayan publik yang professional dan berkualitas. Dalam mewujudkan
fungsi ASN sebagai Pelayan Publik yang profesional, diindikasikan dengan
kemampuan mengaktualisasikan lima nilai dasar yaitu:
a. Kemampuan mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas jabatannya;
b. Kemampuan mengedepankan kepentingan nasional dalam pelaksanaan tugas
jabatannya;

2
c. Kemampuan menjunjung tinggi standar etika publik dalam pelaksanaan tugas
jabatannya;
d. Kemampuan berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas jabatannya;
e. Kemampuan untuk tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi
di lingkungan instansinya
B. Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup atau batasan dalam rancangan aktualisasi ini adalah sebagai
berikut:
1. Internalisasi nilai-nilai dasar profesi PNS yang terbatas kepada lima nilai dasar
(ANEKA). yaitu, akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti
korupsi. Serta nilai-nilai fungsi dan peran PNS NKRI yaitu Whole of Government
(WoG), Manajemen ASN dan Pelayanan Publik.
2. Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah kegiatan yang sesuai dengan rancangan
aktualisasi yang telah dibuat yaitu Penggunaan Buku Saku dalam metode
Penemuan Terbimbing pada Pelajaran Matematika Materi Aljabar Siswa Kelas
VII-7 MTsN 1 Langkat.
Waktu pelaksanaan aktualisasi dibatasi selama 30 hari kerja yang dilaksanakan mulai
tanggal 12 Oktober 2019 sampai tanggal 10 November 2019

3
BAB II
DESKRIPSI ORGANISASI

A. Identitas Madrasah
Nama madrasah : MTs N 1 Langkat
Status : Negeri
NSM : 121112050001
NPSN : 10264320
Akreditasi :A
Alamat : Jln. Pembangunan No. 3 Desa Pekubuan
Kecamatan : Tanjung Pura
Kode Pos : 20853
Alamat Website :-
e-mail : mtsn.tanjungpura@gmail.com
Tahun berdiri : 1979
Luas dan Status Kepemilikan Tanah :9179 m2 / Hak Milik Bersertifikat
Luas dan status bangunan :
NPWP Madrasah : 00.
Nama Kepala Madrasah : SAMSUL BAHRI, S.Pd, M.Pd

B. Sejarah Singkat Berdirinya Madrasah


MTsN Tanjung Pura atau MTsN 1 Langkat sekarang berdiri sejak tahun 1979.
yang berawal dari peleburan madrasah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN)Putri
6 tahun. Peleburan ini dilakukan karena masih minimnya sarana pendidikan agama di
Tanjung Purayang saat itu hanya ada dua yaitu PGAN Putri 6 Tahun dan Persiapan
IAIN (SPAIN). Melihat keadaan tersebut pemerintah mendirikan madrasah
Tsanawiyah Negeri di Tanjung Pura yang merupakan peleburan PGAN Putri 6 Tahun
mulai dari siswa kelas satu sampai siswa kelas tiga dijadikan cikal bakal siswa MTsN
Tanjung Pura berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia
terhitung tanggal 1 Pebruari 1979 dengan kepala madrasah bapak H. Abdurrahman,
BA (alm). Selanjutnya selama lebih kurang dua tahun siswa MTsN Tanjung Pura
melakukan proses belajar mengajar masih menggunakan gedung madrasah PGAN
karena gedung MTsN Tanjung Pura masih dalam proses pembangunan. Selanjutnya
pemerintah menyiapkan sebidang tanah seluas 0,6 Ha. pada saat itu yang berlokasi di
Jalan Pembangunan No. 3 Desa Pekubuan Kecamatan Tanjung Pura sekitar 1,5 KM
dari kota Tanjung Pura. Di atas tanah ini diawali dengan membangun gedung ruang
belajar, gedung ruang kantor dan gedung ruang guru. Sedangkan seluruh pembiayaan

4
ditanggung oleh pemerintah melalui biaya proyek Pelita yang disalurkan melalui dana
Daftar Isian Proyek (DIP) denga lima tahapan pembangunan yaitu :
1. Tahun anggaran 1980/1981 dibangun tiga ruang belajar dengan masing-masing
berukuran 7x8 meter dan satu ruang kantor ukuran 6x8 meter.
2. Tahun anggaran 1981/1982 dibangun tiga ruang belajar dengan masing-masing
berukuran 8x8 meter.
3. Tahun anggaran 1982/1983 dibangun tiga ruang belajar dan satu ruang guru
masing-masing berukuran 8x8 meter.
4. Tahun anggaran 1983/1984 dibangun tiga ruang belajar dengan masing-masing
ukuran 8x8 meter.
5. Tahun anggaran 1984/1985 dibangun ruang Laboraturium IPA
Kemudian setelah gedung ruang belajar sudah memadai maka resmi siswa/i
dipindahkan ke lokasi utama pada akhir tahun pelajaran 1981/1982. Dalam proses
perkembangannya MTsN 1 Langkat dari tahun ke tahun terus berbenah dalam usaha
mewujudkan alam pendidikan yang nyaman, indah, dan asri. Dan saat ini MTsN 1
Langkat telah meiliki 40 ruang/bangunan yang telah digunakan. Sedangkan dari
proses pembelajaran terus mengalami perkembangan yang disesuaikan dengan
program-program pemerintah, seperti penerapan sistem Kurikulum Cara Belajar
Siswa Aktif (CBSA), dilanjutkan dengan kurikulum tahun 2004 dan tahun 2006.
Setelah itu diluncurkan kembali oleh pemerintah program Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) dan saat ini MTsN 1 Langkat sejak tahun 2015 menjadi sample
penerapan Kurikulum tahun 2013 yang berorientasi kepada pembentukan karakter
peserta didik. Sepanjang perjalanan sejarah MTsN 1 Langkat telah dipimpin oleh
beberapa kepala madrasah yang memiliki dedikasi yang tinggi untuk membangun
madrasah ini yaitu Bapak H. Abdurrahman, BA (alm), Bapak Drs. Ilyas Lubis, bapak
Drs. Jumadin Brueh (alm), bapak Drs. M Yasin, bapak Drs. Salman (alm), Bapak
Drs.As’ad Badar, MA, bapak Subari.S, S.Pd, bapak Drs.H.Musianto, MA, bapak
Ahmad Yuti, S.Ag, dan bapak Ojar, S.Ag, MM (sekarang). Di awal pendirian tenaga
pengajar dibantu dengan beberapa guru senior baik guru yang tergabung di madrasah
PGAN maupun guru-guru baru diantaranya adalah bapak Khairuddin, S.Ag, Hj. ibu
Nurdailami, Amd, Hj. Saniah (almh), Hj. Hanifah Indra (almh), ibu Zuhrah dan lain
sebagainya.

5
C. Visi dan Misi Madrasah
1. Visi
Mewujudkan Madrasah Yang Berkualitas dalam Beriman dan Beraqwa, Berilmu
Pengetahuan dan Teknologi serta Berwawasan Lingkungan.
2. Misi
a. Mewujudkan Pemahaman, Penghayatan dan Pengamalan Ajaran Agama pada
Siswa dan Guru.
b. Meningkatkan Kedisiplinan Dalam Pembelajaran Masuk Kerja dan Pulang
Kerja
c. Meningkatkan Kesadaran untuk Menjadikan Madrasah Bersih, Indah dan
Mengendalikan Terjadinya Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.
d. Memperkokoh Kebersamaan Warga Madrasah Yang Santun dan Berbudi
Pekerti.
e. Meningkatkan Kegiatan Ekstrakurikuler.
D. Prestasi Akademik
1. Menghasilkan lulusan terbaik dan diterima di madrasah/sekolah paforit
2. Menghasilkan siswa yang kreatif dan inovatif
3. Bersaing dalam Kompetisi Sain Madrasah (KSM)
E. Prestasi Bidang Seni dan Olah Raga
1. Bidang Seni
a. MTQ (Tilawah dan Khattil Qur’an)
b. Tari Kreasi Baru
c. Drum Band
d. Puisi
e. Kuliner (Bubur Asyura)
2. Bidang Olah Raga
1. Futsal
2. Volly Ball
3. Lari Jarak 100 Meter
4. Lompat Jauh

6
F. Program Kerja Madrasah
1. Kepala Madrasah
a. Meremcanakan kegiatan tahunan seperti kebutuhan guru, pembagian tugas
mengajar, kalender pendidikan, kebutuhan buku pelajaran dan lain sebagainya.
b. Merencanakan kegiatan harian seperti, mengkoordinir kehadiran guru dan
pegawai, melayani surat menyurat dan pekerjaan kantor lainnya, memimpin
rapat dinas, mencari solusi terhadap hambatan dan gangguan yang terjadi pada
proses pembelajaran madrasah.
c. Merencanakan Kegiatan Mingguan seperti, apel bendera, melaksanakan
supervisi, melaksanakan rapat evaluasi dan lain sebagainya.
d. Merencanakan kegiatan bulanan seperti, merealisasikan berbagai macam
pembayaran dan pelunasan seluruh kebutuhan madrasah, melakukan
pemeriksaan umum terhadap daftar hadir siswa, guru dan pegawai,
administrasi kantor dan laporan bulanan.
e. Meremcanakan Kegiatan Per-semester yaitu, menetapkan jadwal ulangan
umum, pengisian dan pembagian raport, dan lain sebagainya.
f. Merencanakan Kegiatan Ahir Tahun seperti, menyelenggarakan kegiatan
pembukuan dan inventaris, kegiatan UTS, US, UAS, UAMBN-BK, dan
UNBK.
2. Kepala Tata Usaha
a. Menyusun Program Kerja Tata Usaha
b. Pengelolaan Keuangan Madrasah
c. Pengurusan Administrasi Ketenagaan dan siswa
d. Pembinaan dan pengembangan karir pegawai dan tata usaha madrasah
e. Penyusunan administrasi kelengkapan madrasah
f. Penyusunan dan penyajian data statistik madrasah
g. Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan dan pengurusan ketatausahaan
secara berkala.
3. Wakamad Kurikulum
a. Mempersiapkan pemetaan peserta didik baru sesuai dengan prestasi akademik
yang dimiliki
b. Pembentukan dan pengelolaan Club Sains (matematika, IPS, IPS, Bahasa
Indonesia dan Baha Inggris)

7
c. mempersiapkan Mempersiapkan kurikulum pembelajaran madrasah baik yang
bersifat nasional maupun kedaerahan.
d. Mempersiapkan kegiatan Ekstrakurikuler
e. Mempersiapkan kegiatan pengembangan diri baik bagi guru maupun siswa
f. Mempersiapkan kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi guru dan siswa
g. Menyusun KTSP, kalender akademik, SKL, dan RPP.
h. Merencanakan kegiatan MGPM setiap tahunnya.
i. Merencanakan dan melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian
Semester (US), Ujian Akhir Sekolah (UAS), Ujian Akhir Madrasah (UAM),
Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-
BK) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
j. Mendata siswa lulusan setiap tahunnya
k. Membuat peraturan akademik madrasah
4. Wakamad Kesiswaan
a. Perencanaan, Pengorganisasian, pergerakan dan koordinasi Kegiatan
Penunjang pendidikan (Kokurikuler dan Ekstrakurikuler).
b. Menyusun program tahunan kegiatan kesiswaan
c. Mengkoordinir kegiatan penerimaan siswa baru / PPDB
d. Menyusun kegiatan Orientasi Siswa peserta didik baru
e. Pendistribusian peserta didik baru untuk pembagian kelas
5. Wakamad Sarpras
a. Pemeliharaan gedung dan fasilitas madrasah
b. Pendataan, pengadaan dan pemeliharaan serta kelengkapan inventaris
madrasah
c. Pendataan, pengadaan dan pemeliharaan sumber air dan sanitasi madrasah
d. Pemeliharaan kebersihan seluruh lokasi madrasah
e. Pengadaan dan pemeliharaan penghijauan madrasah
f. Pengadaan dan pemeliharaan mobilir kantor dan kelas
g. Pengadaan dan pendistribusian ATK Guru dan ATK kelas.
h. Pengadaan dan pemeliharaan media pembelajaran madrasah.
i. Melaksanakan dan meningkatkan kegiatan monitoring terhadap proses
pembelajaran di madrasah.
6. Wakamad Humas
a. Mengatur hubungan madrasah dengan orang tua/wali siswa dan masyarakat
8
b. Merencanakan pertemuan pihak madrasah dengan pengurus komite
c. Menggelar rapat pleno komite madrasah
d. Merencanakan kerjasama dengan instansi lain untuk kemajuan madrasah
e. Menyelenggarakan peringatan Hari Besar Islam (HBI) dan Hari Besar
Nasional (HBN).
f. Mengadakan publikasi setiap kegiatan madrasah ke berbagai media seperti
portal kemenag sumut dan lain sebagainya.
7. Kepala Perpustakaan
a. Pengadaan koleksi dan fasilitas perpustakaan
b. Merencanakan peningkatan jumlah koleksi buku perpustakaan
c. Melaksanakan program literasi (Gerbaning) Gerbang Membaca Hening
d. Melaksanakan perawatan seluruh aset perpustakaan
e. Memberikan pelayanan prima bagi para pengguna/pembaca di perpustakaan
f. Meningkatkan minat baca para siswa dengan mengadakan lomba membuat
resume dari apa yang dibaca.
g. Merencanakan promosi perpustakaan melalui bahan bacaan baru
8. Kepala Laboraturium IPA
a. Penataan Ruang Lab.
b. Inventarisasi alat dan bahan Lab.
c. Penyusunan daftar alat dan bahan Lab
d. Melaksanakan kegiatan praktikum bagi siswa
e. Pengadministrasian hasil praktikum siswa
f. Mengikuti kegiatan ilmiah seperti pelatihan, seminar dan simposium
9. Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS)
a. Pendataan anggota UKS baru bagi siswa kelas VII setiap tahun pelajaran baru.
b. Mengkoordinir anggota UKS untuk menjadi dokter remaja guna meningkatkan
usaha kesehatan siswa/i MTsN 1 Langkat
c. Menggalakkan pelaksanaan apotik hidup
d. Membagi pelaksanaan tugas anggota UKS memelihara apotik hidup
e. Mempersiapkan pelatihan dan penataran UKS dengan bekerjasama kepada
pihak puskesmas dan PMI sebagai tutor bagi dokter remaja baru
f. Memberikan bimbingan kepada dokter remaja dalam melaksanakan tugas-
tugasnya.
g. Membuat daftar piket UKS/Kartu Menuju Sehat
9
h. Membuat buku anggota dan daftar pengunjung UKS
i. Bekerjasama mewujudkan kebersihan madrasah dengan PKM Sarana dan
Prasarana.
G. Data Tenaga Pendidik/Guru
Tempat/Tanggal
No Nama Status Alamat
Lahir
Samsul Bahri, S.Pd,
1 PNS
M.Pd
Pematang Cengal, Jln. Singa Dua Pekan Tg.
2 Ahmad Yuti, S.Ag PNS
27-12-1968 Pura
Jakarta, 24-10- Jln.T.A.Hamzah Gg. Sentosa
3 Dra. Dian Herawati PNS
1966 Tg.Pura
4 Talu, 07-06-1961 Jln.Bambu Runcing
Erni Warlis, S.Pd PNS
Pkn.Tg.Pura
5 Dra. Farida Yusni Tanjung Pura, 13- Jln.Binjai No.99 Pkn.Tg.Pura
PNS
05-1968
6 Sutiah, S.PdI Paya Perupuk, Dsn.III Anggrek Ds. Paya
PNS
Perupuk
7 Enni Suhenni, S.Pd, T. Pura, 11 Mei Jln. Syekh. M. Yusuf No. 4
PNS
M.Pd 1965
8 Muhardi Nur, s.Ag Pangkalan Dsn.VII Ds. Pekubuan
Brandan, 25-11- PNS
1969
9 Darmanto, S.Pd P.Siantar, 10-02- Jln. Terusan Desa Lalang
PNS
1969
10 Somarno, S.Ag Timbang Lawan, Dusun Dahlia Desa Teluk
PNS
14 Pebruari 1974 Bakung
11 Kusnoto, S.Ag Teladan, 21-11- Dsn.XIII Tg. Mulyo
PNS
1974
12 Nasarudin, S.PdI Tandam Hilir, 10 Dsn Kepala Sungai II
PNS
Maret 1972 Ds.Suka Mulia
13 Mhd. Isa, S.Ag Pulau Banyak, Jln.Syekh M. Yusuf Pekan
PNS
20-08-1969 Tg. Pura
14 Wahyu Dianto, S.Pd, Kwala Bingai, 18- Dsn VIII Jawa Kulon Ds.
PNS
M.Pd 01-1972 Jentera Kec.Wampu
15 Fami Arinal, S.S Besitang, 20-04- Desa Padang Tualang
PNS
1979
16 Amaluddin, S.Pd Pantai Cermin, Dsn Pangkal Pasar Ds Pantai
PNS
31-10-1976 Cermin
17 Mustafa kamal, S.Pd Tg. Pura, 04-07- Dusun II Desa Batu
PNS
1971 Melenggang
18 Tamizi, S.Ag Babussalam, 4 - Pkl. Berandan
PNS
9-1970
19 Erniswaty, S.PdI Tanjung Pura, 11- Jln.Pemuda Tg. Pura No. 2
PNS
11-1961
20 Eva Wati, S.Pd Tanjung Pura, 25- Dusun I Melati Desa Paya
PNS
03-1978 Perupuk
21 Endang Sri Wardani, Air Hitam, 19-01- PNS Dusun I Desa Air Hitam

10
S.Pd 1983 Kec.Gebang
22 Nuriani, S.Ag Pasar Enam, 15 Dsn I Ds. Batu Melenggang
PNS
Mei 1975
23 Rahimah, S.PdI Tanjung Pura, 15- Jln. Karantina Pekan Tg. Pura
PNS
07-1963
24 Hj. Wulan Sari Fahmi, Nopember 1983 Bambuan, Desa Stabat
PNS
S.Pd
25 Dra. Diah Nurita Tanjung Pura Gg.Damai Jln.T.A.Hamzah
Langkat, 16 Mei PNS Pekan Tg. Pura
1969
26 Nurhasanah, S.Ag Besilam, o4-01- DsnII Hulu Ds. Besilam
PNS
1974
27 Suaida, S.Ag Padang Dsn VIII Ds. Batu
Kedondong, 17 PNS Melenggang
Maret 1975
28 Yuni Fakhriah, S.Pd Pangkalan Dsn VI Ds. Pekubuan
Berandan, 10-06- PNS
1978
29 Yunidar, S.Ag Selesai, 02-06 Dsn I Ds. Pekubuan
PNS
1975
30 Yunelis Sabitah, S.PdI Rantau Panjang, Dsn Dahlia Ds. Tlk. Bakung
PNS
15 – 11 - 1976
31 Siti Aisyah, S.PdI Tanjung Pura, 15- Dsn III Anggrek Ds.Paya
PNS
09-1981 Perupuk
32 Supiah, S.Pd Tanjung Pura, 24- Dsn Pangkal Pasar Ds.Pantai
PNS
04-1969 Cermin
33 Kasrah, S.Pd Sungai Ular, 25- Dsn.I Ds. Sungai Ular
PNS
07-1982
34 Khairatul Athiah, S.Pd Pematang Dsn Fajar Ds Pem. Tengah
Tengah, 05-10- PNS
1983
35 Elvida, S.Pd Besilam, 09-08- Honore Dsn II Hulu Desa Besilam
1987 r
36 Heni Dumawati, S.Pd Tg. Pura, 25 -02- Dsn I Ds Pekubuan
PNS
1975
37 Khairunnisa, S.Pd P.Brandan, 19-08- Honore Dsn.Harapan Ds.Pem.Tengah
1982 r
38 Rina Astuti, S.Pd PNS
39 Rina Puspita Sari, Tanjung Pura, 14 Honore Dsn III Anggrek Ds Paya
S.Pd September 1993 r Perupuk
40 Nurli Asmanidar, S.Pd Air Hitam, 12-03- Honore Dsn V Air Hitam
1981 r
41 Syamsiyah, S.Ag Tanjung Pura, 06- Honore Jln.Terusan Gg.Jambu
02-1973 r Ds.Lalang
42 Sri Wahyuni, S.Pd Tanjung Beringin, Honore Dsn II Tg Mulia Hinai
05-02-1985 r
43 Yusnidar, S.Ag Paya Perupuk, 03- Honore Dsn Anggrek Ds. Paya
04-1973 r Perupuk
44 Suhaibatul Tanjung Pura, 8 Honore Dsn 1 Desa Pekubuan

11
Islamiah,S.Pd Maret 1989 r
45 Rika Juli Susanti, S.Pd Tanjung Pura, 28 Honore Dsn.II Ccempaka Gg. Jalur
Juli 1990 r Ds.Paya Perpuk
Tanjung Pura, 18- Honore Jln.Musyawarah N0.8 Tg.
46 Joko Susanto, S.Pd
02-1987 r Pura
Mahmud Hasbi, Sungai Rebat, 10- Honore
47 Jln Kenanga Ligk.1 Stabat
S.Pd 01-1974 r
48 Nur’aini, s.Ag P.Cermin, 10 Honore Stabat
Januari 1975 r
49 Siti Sapura, S.Pd Tanjung Pura, 14- Honore Jln.T.A.Hamzah Gg.Aman
06-1976 r No. 4 Tg.Pura
50 Rosi handayani, Tanjung Pura, 13- Honore Jln.Bambu Runcing
S.Pd 10-1995 r Pkn.Tg.Pura
51 Afrianggi Pratiwi, Pkl.Brandan, 05- Honore Jln. Arnan no.79 Lingk. IV
S.Pd 04-1988 r Brandan

H. Data Wali Kelas T.P 2018/2019

Wali
No. Nama Pangkat/Gol. Ket.
Kelas
1 Dra. Farida Yusni Pembina / IV.a VII.1
2 Siti Aisyah, S.PdI Penata Muda, III.a VII.2
3 Kasrah, S.PdI Pengatur Muda / II.a VII.3
4 Sutiah, S.PdI Pembina / IV.a VII.4
5 Fahmi Arinal, S.S Penata / III.c VII.5
6 Yunelis Sabitah, S.PdI Penata / III.c VII.6
7 Siti Sapura, S.S - VII.7
8 Nuriani, S.Ag Penata / III.c VII.8
9 Nasarudin, S.PdI Penata /III.c VIII.1
10 Joko Susanto, S.Pd - VIII.2
11 Khairatul Athiah, S.Pd Pengatur Muda / II.a VIII.3
12 Yuni Fakhriah, S.Pd Penata / III.c VIII.4
13 Nurli Asmanidar, S.Pd - VIII.5
14 Yunidar, S.Ag Penata / III.c VIII.6
15 Hj. Wulan Sari Fahmi, Penata / III.c VIII.7
S.Pd
16 Syamsiah, S.Ag - VIII.8
17 Somarno, S.Ag Penata / III.c IX.1
18 Suaida,S.Ag Penata / III.c IX.2
19 Enni Suhenni, M.Pd Penata Tk. 1 / III.d IX.3
20 Endang Sri Wardani, S.Pd Penata / III.c IX.4
21 Eva Wati, S.Pd Penata Tk.1 / III.d IX.5
22 Heni Dumawati, S.Pd Penata / III.c IX.6
23 Supiah, S.Pd Penata Muda / III.a IX.7
24 Wahyu Dianto, M.Pd Penata Tk.1 / III.d IX.8
I. Data Tenaga Kependidikan/Peg. Administrasi
Tempat/Tanggal
No Nama Status Alamat
Lahir

12
Tapak Kuda. 9 Jln. Karantina Gg.
1 Syahrial, M.Pd
September 1979 Jambu Ds. Lalang
Pl. Banyak, 10 Dsn. Madrasah
2 Masyitah, SE
Juli 1966 Desa Pulau Banyak
Tanjung Pura, Jln.T.A.Hamzah
3 Sopiani, S.Pd
15 Juli 1987 Gg. Aman Tg Pura
Jln. Bambu
Tanjung Pura,
4 Lera Afriza, S.Pd Runcing Pkn. Tg.
04 April 1985
Pura
5 Pahriah, S.PdI Pulau Banyak, Dsn. Madrasah
25 Juni 1985 Desa Pulau Banyak
6 Suprizas Tanjung Jln. Syekh Usman
Selamat, 15 Pkn. Tanjung Pura
Oktober 1972
7 Lailan, S.Pd Jln. Karantina Gg.
Jambu Desa Lalang
8 Khairunnisa, Jln. Karantina Gg.
S.Pd Jambu Desa.
Lalang
J. Data Siswa Tahun 2018/2019
Jlh Kelas
Kelas VII Kelas VIII Kelas IX
Tahun (VII,VIII,IX)
Pelajaran Jlh Jlh Jlh Jlh Jlh Jlh Jlh Jlh
Siswa Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel
2018/2019 257 8 243 8 303 8 803 24

13
BAB III
DESKRIPSI RANCANGAN AKTUALISASI

A Deskripsi Isu/ Situasi Problematik


Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan isu sebagai sebuah masalah yang
dikedepankan (untuk ditanggapi dan sebagainya), kemudian Regester dan Larkin (2003:42)
menjelaskan bahwa sebuah issu merepresentasikan suatu kesenjangan antara praktek
organisasi dengan harapan-harapan para stakeholder. Dijelaskan kemudian bahwa apabila isu
tidak ditangani secara baik akan memberikan efek negatif terhadap organisasi bahkan dapat
berlanjut pada tahap krisis. Sejalan dengan pendapat Hogwood dan Gunn dalam Wahab yang
menyatakan Isu bukan hanya mengandung makna adanya masalah atau ancaman, tetapi juga
peluang-peluang bagi tindakan positif tertentu dan kecenderungan-kecenderungan yang
dipersiapkan sebagai memiliki nilai potensial yang signifikan.
Pemahaman dari Alford dan Friedland dalam Wahab yang menyatakan bahwa “Isu bisa
jadi merupakan kebijakan-kebijakan alternatif, atau suatu proses yang dimaksudkan untuk
menciptakan kebijakan baru, atau kesadaran suatu kelompok mengenai kebijakan-kebijakan
tertentu yang dianggap bermanfaat bagi mereka”. Definisi diatas mendasari batasan
operasional dari konteks isu yang akan digunakan pada tulisan ini, yaitu; Isu adalah sebuah
masalah yang muncul pada sebuah instansi akibat dari kesenjangan antara realita (kondisi
saat ini) dengan kondisi ideal (harapan para stakeholder).
Rancangan aktualisasi ini dimulai dengan mengidentifikasi isu yang muncul pada
instansi kerja penulis, yaitu Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Langkat. Isu muncul dari
berbagai sumber, yaitu: 1) Hasil observasi dan pengalaman penulis selama masa percobaan
(CPNS), 2) Tugas pokok dan fungsi penulis sebagai guru dan 3) Sasaran kinerja pegawai.
Beberapa isu yang muncul dari sumber-sumber diatas kemudian di inventarisir dengan
mengkategorikannya kedalam tiga prinsip ASN yaitu;
1) Manajemen ASN, 2) Pelayanan Publik, dan 3) Whole of Government (WoG).
Langkah selanjutnya adalah penulis mengkonsultasikan isu yang telah teridentifikasi kepada
rekan sejawat,Coach dan Mentor untuk kemudian dapat di analisis secara mendalam sehingga
terpilihlah sebuah core issue.
Berdasarkan alur tersebut, maka didapatkanlah 5 (lima) buah isu yang telah
diidentifikasi dan terkategorisasi dengan prinsip ASN, sebagai berikut:
1. Rendahnya minat belajar matematika Siswa pada materi Aljabar Kelas VII-7 MTsN 1
Langkat dengan menggunakan buku paket

14
2. Kurangnya prestasi siswa MTsN 1 Langkat dalam kompetisi olimpiade bidang studi
matematika sehingga dibutuhkan pembimbingan khusus
3. Kurang terampilnya siswa MTsN 1 Langkat dalam praktek pada mata pelajaran
matematika
4. Rendahnya hasil belajar siswa kelas VII-7 MTsN 1 Langkat
5. Kurangnya kesadaran peserta didik dalam mempelajari Matematika di MTsN 1 Langkat
Tabel 1.1 Hasil Penetapan kualitas isu dengan AKPK

Kriteria AKPK
No Total
Isu A K P K2 Ranking
Skor
(1-5) (1-5) (1-5) (1-5)
1. Rendahnya minat belajar matematika Siswa
pada materi Aljabar Kelas VII-7 MTsN 1 5 5 5 5 20 1
Langkat dengan menggunakan buku paket
2. Kurangnya prestasi siswa MTsN 1 Langkat
dalam kompetisi olimpiade bidang studi 2
5 5 4 4 18
matematika
3. Kurang terampilnya siswa MTsN 1 Langkat
dalam praktek pada mata pelajaran 4 5 4 4 17 3
matematika
4. Rendahnya hasil belajar siswa kelas VII-7
4 4 4 3 15 4
MTsN 1 Langkat
5. Kurangnya kesadaran peserta didik dalam
mempelajari Matematika di MTsN 1 4 3 4 3 14 5
Langkat
Keterangan Tabel:
A : Aktual
K : Kekhalayakan
P : Problematik
K2 : Kelayakan
B. Analisis Isu
Guna mencapai core issue, diperlukan upaya untuk menganalisis secara mendalam
kualitas masing-masing isu. Proses identifikasi isu tersebut menggunakan dua alat bantu
penetapan kriteria kualitas isu. Kriteria pertama adalah APKL (Aktual, Problematik,
Kekhalayakan, dan Kelayakan).Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan dalam masyarakat.Problematik artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang

15
kompleks, sehingga perlu dicarikan solusinya.Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut
hajat hidup orang banyak.Sedangkan Kelayakan artinya isu yang masuk akal dan realistis
serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
Kriteria kedua adalah USG (Urgency, Seriousness, dan Growth).Urgency artinya
seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis, dan ditindaklanjuti.Seriousness
merujuk pada seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang
ditimbulkan.
Growth menekankan pada seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika
tidak ditangani segera.Rentang penilaian yang digunakan pada matriks USG adalah dengan
memberikan skor 1-5, semakin tinggi skor menunjukkan bahwa isu tersebut sangat urgen dan
sangat serius untuk segera ditangani.
Bobot nilai pada kedua metode tersebut diberikan penulis secara objektif dengan
mempertimbangkan beberapa aspek, yaitu: Hasil Konsultasi, Analisis Teoritis dan Analisis
Strategis Organisasi. Hasil konsultasi merujuk pada rekomendasi yang didapatkan penulis
dari rekan sejawat, Mentor dan Coach.Analisis teoritis merujuk pada sudut pandang teori
yang dapat menjadi prediksi berkembangnya isu, sedangkan analisis strategis organisasi
dilakukan dengan mempertimbangkan dampak isu terhadap citra organisasi. Hasil penilaian
dengan alat bantu USG dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Hasil Analisis Isu dengan USG

Skor USG
No Total
Isu Ranking
U S G Skor

1. Rendahnya minat belajar matematika Siswa pada materi


Aljabar Kelas VII-7 MTsN 1 Langkat dengan 5 5 5 15 1
menggunakan buku paket

2. Kurangnya prestasi siswa MTsN 1 Langkat dalam


kompetisi olimpiade bidang studi matematika 4 5 5 14 2

3. Kurang terampilnya siswa MTsN 1 Langkat dalam


praktek pada mata pelajaran matematika 4 4 5 13 3

Keterangan:
U :Urgency S :Seriousness G :Growth

16
C. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih
Melalui proses analisis isu menggunakan metode AKPK dan USG maka di tentukanlah
core issue, yaitu: “Penggunaan Buku Saku dalam metode penemuan Terbimbing pada
Pelajaran Matematika Materi Aljabar Siswa Kelas VII-7 MTsN 1 Langkat” fokus dari issue
ini adalah untuk membangun jiwa kompetitif siswa dalam belajar matematika dengan
menggunakan buku Saku Melalui Metode Penemuan Terbimbing. Dengan metode ini
diharapkan peserta didik akan lebih semangat dalam belajar matematika.

Dengan metode penemuan terbimbing, peserta didik bisa lebih semangat mengikuti
pembelajaran, kadang tanpa disadari sesungguhnya mereka sedang belajar.

Kata penemuan sebagai metode mengajar merupakan penemuan yang dilakukan oleh

siswa. Dalam belajarnya ini menemukan sendiri sesuatu hal yang baru. Cara belajar dengan

menemukan (Discovery Learning) ini tidak merupakan cara belajar yang baru yaitu

melaksanakan pengajaran dengan metode penemuan harus memperhatikan siswa yang cerdas

dan yang kurang cerdas. Bagi yang cerdas hendaknya diberi tugas yang lain agar mereka

tidak bosan menunggu teman-temannya yang belum berhasil menemukan jawabannya. Tetapi

harus diusahakan agar jawaban atau hasil akhir tetap ditemukan sendiri olehnya.

Landasan berfikir metode penemuan terbimbing adalah suatu cara untuk


menyampaikan ide/gagasan melalui proses menemukan dimana peran aktif siswa sangat
diharapkan. Pembelajaran dengan menerapkan metode penemuan terbimbing akan
melibatkan siswa secara aktif. Siswa diajak menemukan dan dilatih dalam pemecahan
masalah. Dengan kata lain bahwa pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing
menjadikan siswa sebagai subjek dan berinisiatif sendiri dalam kegiatan pembelajaran.

Kalimat tersebut menjelaskan metode penemuan terb membimbing membantu guru


untuk menjelaskan pembelajaran secara tidak langsung dan pengontrolan sikap siswanya.
Pada kegiatan aktualisasi, peserta disyaratkan untuk merancang kegiatan kreatif yang syarat
akan nilai-nilai ANEKA dalam proses pelaksanaannya. Berdasarkan landasan teoritis yang
digunakan, maka penulis merancang tujuh kegiatan dengan kesamaan output/hasil yaitu
untuk meningkatkan prilaku baik siswa di dalam kehidupan baik secara individual maupaun
bermasyarakat.

17
D. Gagasan Pemecahan Issue
Yang menjadi gagasan pemecahan issue adalah sebagai berikut:
1. Melakukan koordinasi dengan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Langkat
2. Membuat Revisi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
3. Merancang Buku Saku tentang materi Aljabar
4. Melakukan Pembelajaran menggunakan buku saku dengan metode penemuan
terbimbing
5. Melakukan evaluasi.
6. Menyusun laporan aktualisasi.
E. Nilai-nilai Dasar Profesi PNS
Berdasarkan dari kelima nilai dasar ANEKA yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
publik komitmen mutu dan Anti korupsi yang harus di tanamkan kepada setiap ASN maka
perlu di ketahui indikator-indikator dari kelima kata tersebut yaitu:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi
tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin
terwujudnya nilai-nilai publik.
Nilai-nilai dasar akuntabilitas meliputi :
1) Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana pimpinan memainkan
peranan yang penting dalam menciptakan lingkungannya.
2) Transparansi
Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun
kelompok/instansi.
3) Integritas
Integritas adalah adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam
menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan
4) Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di
sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai
perwujudan kesadaran akan kewajiban.
5) Keadilan

18
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik
menyangkut benda atau orang.
6) Kepercayaan
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan ini yang akan
melahirkan akuntabilitas.
7) Keseimbangan
Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja, maka diperlukan keseimbangan
antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan kapasitas.
8) Kejelasan
Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab harus memiliki gambaran yang jelas tentang
apa yang menjadi tujuan dan hasil yang diharapkan.
9) Konsistensi
Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan sesuatu sampai pada
tercapai tujuan akhir.
2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah pondasi bagi aparatur sipil Negara untuk mengaktualisasikan dalam
menjalankan fungsi dan tugasnya dengan orientasi mementingkan kepentingan publik,
bangsa dan Negara.
Nilai-nilai dasar Nasionalisme meliputi:
1) Nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa
Menyatakan keimanan dan kepercayaan kepada Tuhan sesuai dengan keimanan dan
kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2) Nilai-nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, gemar dengan kegiatan kemanusiaan, dan berani
membela kebenaran dan keadilan. Sadar bahwa manusia itu semua sederajat, maka
dikembangkan sikap saling manghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
3) Nilai-nilai Persatuan Indonesia
Bangsa Indonesia menempatkan persatuan dan kesatuan, serta kepentingan dan
keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Persaatuan
dikembangkan atas dasar Bhineka Tunggal Ika.
4) Nilai-nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
Manusia Indonesia menjunjung tinggi dan menghayati hasil dari keputusan musyawarah,
karena itu semua pihak harus mau untuk menerima dan melaksanakan hasil musyawarah
19
dengan penuh tangung jawab. Kepentingan bersama lebih utama daripada kepentingan
pribadi atau golongan. Keputusan yang diambil harus menjunjung tinggi nilai keadilan
serta dapat dipertanggung jawabkan.
5) Nilai-nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Hak dan kewajiban itu sama kedudukannya dalam menciptakan keadilan dalam
masyarakat. Perlu dikembangkan perbuatan yang luhur dan sikap kegotong royongan dan
kekeluargaan. Maka perlu kesinambungan antara hak dan kewajiban untuk menjaga
keadilan terhadap sesama.
3. Etika pubik
Etika publik merupakan refleksi atas standar norma yang menentukan baik/buruk,
benar/salah tindakan keputusan, prilaku untuk mengarahkan kebijakan publik dalam
rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Pada prinsipnya ada tiga dimensi etika publik:
1) Dimensi Kualitas Pelayanan Publik
Etika publik menekankan pada aspek nilai dan norma, serta prinsip moral, sehingga etika
publik membentuk integritas pelayanan publik.
2) Dimensi Modalitas
Unsur-unsur modalitas dalam etika publik yakni akuntabilitas, transparansi, dan netralitas.
3) Dimensi Tindakan Integritas Publik
Integritas publik adalah kualitas dari pejabat publik yang sesuai nilai, standar, aturan
moral yang diterima masyarakat.
Nilai-nilai dasar etika publik:
1) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
2) Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik
Indonesia 1945.
3) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
8) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah.
9) Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat,
berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
10) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
20
11) Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
13) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14) Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat
sistem karir.
4. Komitmen mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada
kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain mengedepankan komitmen
terhadap kepuasan dan memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan
memelihara
Nilai-nilai dasar komitmen mutu:
1) Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan customers/clients;
2) Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara agar
customers/clients tetap setia;
3) Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi, tanpa cacat, tanpa kesalahan, dan
tidak ada pemborosan;
4) Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan dengan pergeseran
tuntutan kebutuhan customers/clients maupun perkembangan teknologi;
5) Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan masalah dan
pengambilan keputusan;
6) Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui berbagai cara, antara lain:
pendidikan, pelatihan, pengembangan ide kreatif, kolaborasi, dan benchmark.
5. Anti korupsi
Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala
tingkah laku atau tindakan yang melawan norma–norma dengan tujuan memperoleh
keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik secara langsung
maupun tidak langsung. Tindak pidana korupsi yang terdiri dari kerugian keuangan
Negara, suap-menyuap,pemerasan, perbuatan curang, penggelapan dalam jabatan,
benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi.
Nilai-nilai dasar Anti Korupsi:
1) Jujur
Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi penegakan integritas
diri seseorang. Tanpa adanya kejujuran mustahil seseorang bisa menjadi pribadi yang
berintegritas. Seseorang dituntut untuk bisa berkata jujur dan transparan serta tidak
21
berdusta baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Kejujuran juga akan terbawa dalam
bekerja sehingga dapat membentengi diri terhadap godaan untuk berbuat curang.
Nilai kejujuran di dalam sekolah dapat diwujudkan dalam bentuk tidak melakukan
kecurangan akademik. Misalnya tidak mencontek, tidak melakukan plagiarisme, dan tidak
memalsukan nilai.
2) Peduli
Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan seseorang memiliki sifat kasih sayang.
Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi akan memperhatikan lingkungan sekelilingnya
di mana masih terdapat banyak orang yang tidak mampu, menderita, dan membutuhkan
uluran tangan. Pribadi dengan jiwa sosial tidak akan tergoda untuk memperkaya diri
sendiri dengan cara yang tidak benar tetapi ia malah berupaya untuk menyisihkan sebagian
penghasilannya untuk membantu sesama.
Nilai kepedulian dapat diwujudkan dalam bentuk antara lain berusaha ikut memantau
jalannya proses pembelajaran, memantau sistem pengelolaan sumber daya di sekolah,
memantau kondisi infrastruktur lingkungan sekolah. Nilai kepedulian juga dapat
diwujudkan dalam bentuk mengindahkan seluruh peraturan dan ketentuan yang berlaku di
dalam sekolah dan di luar sekolah.
3) Mandiri
Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang menjadi tidak bergantung
terlalu banyak pada orang lain. Mentalitas kemandirian yang dimiliki seseorang
memungkinkannya untuk mengoptimalkan daya pikirnya guna bekerja secara efektif.
Jejaring sosial yang dimiliki pribadi yang mandiri dimanfaatkan untuk menunjang
pekerjaannya tetapi tidak untuk mengalihkan tugasnya. Pribadi yang mandiri tidak akan
menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab demi mencapai
keuntungan sesaat.
Nilai kemandirian dapat diwujudkan antara lain dalam bentuk mengerjakan soal ujian
secara mandiri dan mengerjakan tugas-tugas akademik secara mandiri.
4) Disiplin
Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Ketekunan dan konsistensi untuk terus
mengembangkan potensi diri membuat seseorang akan selalu mampu memberdayakan
dirinya dalam menjalani tugasnya. Kepatuhan pada prinsip kebaikan dan kebenaran
menjadi pegangan utama dalam bekerja. Seseorang yang mempunyai pegangan kuat
terhadap nilai kedisiplinan tidak akan terjerumus dalam kemalasan yang mendambakan
kekayaan dengan cara yang mudah.
22
Nilai kedisiplinan dapat diwujudkan antara lain dalam bentuk kemampuan mengatur
waktu dengan baik, kepatuhan pada seluruh peraturan dan ketentuan yang berlaku di
sekolah, mengerjakan segala sesuatunya tepat waktu, dan fokus pada pelajaran.
5) Tanggung Jawab
Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan menyadari bahwa keberadaan
dirinya di muka bumi adalah untuk melakukan perbuatan baik demi kemaslahatan sesama
manusia. Segala tindak tanduk dan kegiatan yang dilakukannya akan
dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, negara,
dan bangsanya. Dengan kesadaran seperti ini maka seseorang tidak akan tergelincir dalam
perbuatan tercela dan nista.
Penerapan nilai tanggung jawab antara lain dapat diwujudkan dalam bentuk belajar
sungguh-sungguh, mengerjakan tugas akademik dengan baik, menjaga amanah dan
kepercayaan yang diberikan.
6) Kerja Keras
Perbedaan nyata akan jelas terlihat antara seseorang yang mempunyai etos kerja dengan
yang tidak memilikinya. Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan
kualitas hasil kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik yang sebesar-besarnya. Ia
mencurahkan daya pikir dan kemampuannya untuk melaksanakan tugas dan berkarya
dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan mau memperoleh sesuatu tanpa mengeluarkan
keringat.
Kerja keras dapat diwujudkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dalam
melakukan sesuatu menghargai proses bukan hasil semata, tidak melakukan jalan pintas,
belajar dan mengerjakan tugas-tugas akademik dengan sungguh-sungguh.
7) Sederhana
Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang menyadari kebutuhannya dan
berupaya memenuhi kebutuhannya dengan semestinya tanpa berlebih-lebihan. Ia tidak
tergoda untuk hidup dalam gelimang kemewahan. Kekayaan utama yang menjadi modal
kehidupannya adalah ilmu pengetahuan. Ia sadar bahwa mengejar harta tidak akan pernah
ada habisnya karena hawa nafsu keserakahan akan selalu memacu untuk mencari harta
sebanyak-banyaknya.
Nilai kesederhanaan dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di
sekolah maupun di luar sekolah. Misalnya hidup sesuai dengan kemampuan, hidup sesuai
dengan kebutuhan, tidak suka pamer kekayaan, dan lain sebagainya.

23
8) Berani
Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian untuk menyatakan
kebenaran dan menolak kebathilan. Ia tidak akan mentolerir adanya penyimpangan dan
berani menyatakan penyangkalan secara tegas. Ia juga berani berdiri sendirian dalam
kebenaran walaupun semua kolega dan teman-teman sejawatnya melakukan perbuatan
yang menyimpang dari hal yang semestinya. Ia tidak takut dimusuhi dan tidak memiliki
teman kalau ternyata mereka mengajak kepada hal-hal yang menyimpang.
Nilai keberanian dapat dikembangkan oleh siswa dalam kehidupan di sekolah dan di luar
sekolah. Antara lain dapat diwujudkan dalam bentuk berani mengatakan dan membela
kebenaran, berani mengakui kesalahan, berani bertanggung jawab, dan lain sebagainya.
9) Adil
Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang dia terima sesuai
dengan jerih payahnya. Ia tidak akan menuntut untuk
mendapatkan lebih dari apa yang ia sudah upayakan. Bila ia seorang pimpinan maka ia
akan memberi kompensasi yang adil kepada bawahannya sesuai dengan kinerjanya. Ia
juga ingin mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat dan bangsanya

Tabel 3. Nilai-nilai Dasar ANEKA

Anti
Akuntabilitas Nasionalisme EtikaPublik KomitmenMutu
Korupsi

Perbaikan Mutu
Organisas
Integritas Diri Ideologi Negara Pelayanan Publik Layanan Dan
i
Organisasi

Habit Mengamalkannilai-nilaipancasila Refleksi : Perilaku,


ataukebiasaan : pahamkebangsaan, rasa baik/buruk, systemda
kebangsaan, semangatkebangsaan ndampak

1. Tanggungja Sila ke-1 3. Cinta 1. Jujur 1. Efektifitas 1. Jujur


wab 1. Etoskerja tanah air 2. Bertanggungj (konsisten, 2. Peduli
2. Jujur 2. Religius 4. Menjaga awab tepatsasaran, 3. Mand
3. Kejelasan 3. Toleransi ketertiban 3. Integritas sistematis, iri

24
target 4. Amanah 5. Menguta tinggi praktis) 4. Disipl
4. Netral 5. Percayadiri makan 4. Cermat 2. Efisiensi in
5. Mendahulu 6. Tanggungjawa kepenting 5. Disiplin (termudah, 5. Tangg
kan b an publik 6. Hormat termurah, ungja
kepentingan 7. Transparan Sila ke-4 7. Sopan tersingkat, wab
publik Sila ke-2 1. Musyawar 8. Taat pada teringan, 6. Kerja
6. Adil 1. Humanis ah peraturanper terpendek) keras
7. Transparan 2. Persamaan mufakat undang- 3. Inovasi 7. Seder
8. Konsisten derajat 2. Mengharg undangan 4. Berorientasi hana
9. Partisipatif 3. Tidak ai 9. Taat perintah mutu 8. Beran
diskriminatif pendapat 10. Menjaga i
4. Saling orang lain rahasia 9. Adil
menghormati 3. Kekeluarg
5. Tenggang rasa aan
Sila ke-3 4. Bijaksana
1. Rela berkorban Sila ke-5
2.Gotongroyong 1. Tolongme
nolong
2. Sederhana
3. Tidaksera
kah
4. Bersikapa
dil
5. Kerjakeras

F. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI


PNS memiliki tiga fungsi yaitu:
1. ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh
pejabat Pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Untuk itu ASN harus mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas dalam
menjalankan fungsi dan tugasnya tersebut.
2. ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk memberikan pelayanan publik yang
professional dan berkualitas. Pelayanan publik merupakan kegiatan dalam rangka

25
pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai peraturan bagi setiap warganegara dan penduduk
atas barang, jasa dan pelayanan administratif.
ASN berfungsi, bertugas, dan berperan untuk mempererat persatuan dan kesatuan Negara
Kesatuan Republik Indonesia. ASN senantiasa taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD
1945, Negara dan pemerintah.

26
MATRIKS RANCANGAN

Kontribusi
Kontribusi
Keterkaitan Kegiatan
Pencapaian Time Schedule
No Kegiatan Tahapan Output/ Hasil substansi Mata Pencapaian Visi
Penguatan Nilai- (Penjadwalan)
Pelatihan dan Misi
Nilai Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Melakukan a. Mensosialisasikan a. Mendemontrasikan a. Akuntabilitas: Menciptakan Adanya penilaian 12 Oktober 2019
kordinasi dengan metode penemuan penggunaan Bertanggung pendidikan dan sikapmencerminkan
Kepala Madrasah terbimbing serta metode penemuan jawab untuk pengajaran profesionalitas,
Tsanawiyah penggunaan Buku terbimbing menggunakan berstandar tinggi inovasi dan
Negeri 1 Langkat Saku Tentang b. Surat izin dari Buku Saku dalam dan meningkatkan tanggung jawab.
Materi Aljabar kepala madrsah materi Aljabar kualitas
kepada kepala untuk penggunaan b. Komitmen Mutu: pelaksanaan
madrasah Buku Saku a media Buku pendidikan
b. Meminta izin Saku merupakan
untuk wujud dari inovasi
menggunakan dan berorientasi
Buku Saku di mutu
madrasah dengan
metode penemuan
terbimbing
27
2 Membuat Revisi Menyusun Rencana 1. Tersusunnya  Menyusun RPP
Terbentuknya
Rencana Pembelajaran dengan bahan ajar siswa dengan penuh RPP yang
Pelaksanaan menggunakan Buku menggunakan tanggung jawab menarik Sesuai
Pembelajaran Saku dengan metode Buku Saku dan dengan Visi
penemuan terbimbing dengan metode mengedepankan Madrasah
Terbentuknya RPP
penemuan originalitas karya Tsanawiyah
yang berintegrasi
terbimbing sebagai upaya Negeri 1
karakter untuk
2. Dokumentasi Langkat “
untuk mewujudkan menciptakan integritas
Mewujudkan
pembelajaran baik nilai-nilai Madrasah,
Madrasah
foto maupun Akuntabilitas; terwujudnya
Yang 13 Oktober 2019
video  Melakukan akuntabilitas dan
Berkualitas
kegiatan semangat komitmen
dalam Beriman
penyusunan RPP mutu serta tanggung
dan Beraqwa,
jawab dalam
dengan percaya Berilmu
menyelesaikan
diri untuk Pengetahuan
administrasi madrasah
melahirkan dan Teknologi

generasi bangsa serta

yang kompeten; Berwawasan


Lingkungan ”
 Etika Publik.
Menyusun RPP

28
sesuai kaidah-
kaidah penulisan
yang berlaku dan
sesuai dengan
materi dan model
pembelajaran agar
memiliki kegunaan
dan
kebermanfaatan
dalam menyusun
langkah langkah
berikutnya.
 Untuk
menghasilkan RPP
yang baik
diperlukan
pendapat dan saran
konstruktif dari
beberapa ahli
sebagai upaya
mewujudkan nilai

29
komitmen mutu;
 Bersikap jujur,
tidak curang
dengan melakukan
copy paste isi RPP
sebagai upaya
mewujudkan nilai
Anti Korupsi;
 Selalu bersikap dan
bertindak disiplin
dan professional
sebagai upaya
mewujudkan
prinsip
Manajemen ASN;
 Memastikan RPP
yang disusun dapat
memberikan
manfaat yang
perubahan sistem
pembe bagi proses

30
pembelajaran
dikelas
 Pelayanan Publik;
Selalu
berkoordinasi dan
berkonsultasi
dengan semua
pihak untuk
mensukseskan
kegiatan sebagai
upaya untuk
mewujudkan nilai
Whole of
Government
31. Merancang media a. Membuat media a. Media Buku Saku a. Akuntabilitas: Dengan Sosialisasi yang 14 – 19 Oktober
Buku Saku materi Buku Saku materi materi Aljabar bertanggung menggunakan dilakukan akan 2019
Aljabar Aljabar jawab dalam media Buku Saku menguatkan
menyiapkan dengan Materi integritas, tanggung
media Buku Saku Aljabar jawab dan
dengan Materi rmenciptakan profesionalitas.
Aljabar peserta didik yang

31
b. Etika Publik: antusias dalam
Melakukan pembelajaran
penilaian sikap
yang tepat adalah
bentuk disiplin,
tanggung jawab
dan integritas
tinggi terhadap
pencapaian
penggunakan
media Buku Saku
Materi Aljabar
c. Komitmen Mutu:
menciptakan
media pebelajaran
yang efektif dan
efisien

4 Melaksanakan a. Membagikan a. Absensi kehadiran a. Akuntabilitas: Adanya kontrol Integritas dan 21, 23, 26,28, 30
KBM Buku Saku materi b. Foto kegiatan bertanggung yang dilakukan tanggung jawab Oktober 2019
menggunakan Aljabar kepada jawab dengan untuk bukti nyata

32
Buku Saku Peserta didik kegiatan pengetahuan terwujudnya studi
dengan metode b. Melaksanakan pembelajaran siswa yang lapangan
Penemuan KBM sejalan dengan
Terbimbing b. Komitmen Mutu: tujuan pendidikan
adanya inovasi
yang bersifat
efektif dan
efesien.
5 Evaluasi hasil a. Membuat hasil Mendapatkan hasil a. Akuntabilitas: Mewujudkan Menyelesaikan 2 – 4 November
penilaian siswa penilaian materi otentik sebagai bahan mengumpulkan pelaksanaan aktualisasi bentuk 2019
Aljabar evaluasi semua data adalah kegiatan dari tanggung
b. Menganalisis hasil bentuk dari pembelajaran jawab dan
belajar siswa saat tanggung jawab, dalam bentuk profesionalitas
KBM dengan media kejelasan target aktualisasi
Buku Saku dan transparan. (habituasi)

b. Nasionalisme:
Terciptanya sikap
saling menghargai
antar teman
danuntuk

33
menciptakan
wawasan
nusantara.
c. Etika Publik:
Adanya
komunikasi dua
arah baik dari
siswa dan guru..
Hal ini
merupakan bentuk
pelayanan prima
dari seorang guru.
d. Anti Korupsi:
laporan
aktualisasi yang
akan saya buat
nantinya bebas
dari manipulasi
data dan
kecurangan-
kecurangan

34
lainnya.

6. Menyusun a. Mengumpulkan Terselesaikannya a. Akuntabilitas: Mewujudkan Mengumpulkan 5 – 9 November


Laporan data Laporan mengumpulkan pelaksanaan Laporan aktualisasi 2019
Aktualisasi b. Menganalisis data Aktualisasi semua data adalah kegiatan dalam bentuk dari
c. Menggabungkan bentuk dari bentuk aktualisasi tanggung jawab dan
seluruh data tanggung jawab, (habituasi) profesionalitas
menjadi sebuah kejelasan target
laporan aktualisasi dan transparan.
b. Komitmen mutu:
menyusun laporan
aktualisasi
berdasarkan hasil
dari data-data
yang telah
dikumpulkan
selama kegiatan
aktualisasi yang
berorientasi
mutu.

35
28