Anda di halaman 1dari 5

1.

Muhammadiyyah sebagai Gerakan islam yang berwatak tajrid dan tajdid;


a. Pengertian tajrid dan tajdid :
- Tajdid adalah kata yang diambil dari bahasa Arab yang berkata
dasar "
Jaddada-Yujaddidu-Tajdiidan
" yang artinya memperbarui. Kata ini kemudian dijadikan jargon
dalamgerakan pembaruan Islam agar terlepas dari Bid'ah,
Takhayyul dan Khurafat.

- Tajrid, berasal dari bahasa Arab berarti pengosongan,


pengungsian, pengupasan, Pelepasan atau pengambil alihan.

b. Model tajrid dan tajdid Muhammadiyyah :


- Model-model tajdid
I. Tajdid al-Islam yang menyangkut tandhifal-aqidah yaitu
purifikasi terhadapajaran Islam (Sujarwanto 1990:
232).Tandhifal-aqidah ini berusaha untukmembersihkan
ajaran-ajaran Islam dari unsur takhayul, bid’ah dan khurafat

II. Pembaharuan yang menyangkut masalah teologi. Dalam


bidang teologi,Muhammadiyah sudah sewajarnya untuk
mengkaji ulang konsep-konsepteologi yang lebih responsif
dan tanggap terhadap persoalan zaman.Pembaharuan yang
dilakukan adalah untuk membicarakan persoalan- persoalan
kemanusiaan, di samping persoalan-persoalan ke-Tuhanan.

- Model-model tajrid
I. Dalam bidang kepercayaan dan ibadah, muatannya menjadi
khurafat dan
bid’ah. Khurafat adalah kepercayaan tanpa pedoman yang
sah
dari al-Qur’an dan al-Sunnah. Hanya ikut-ikutan orang tua
atau nenek moyang. Sedangkan
bid’ah biasanya muncul karena ingin memperbanyak ritual
tetapi
pengetahuan Islamnya kurang luas, sehingga yang dilakukan
adalah bukandari ajaran Islam. Misalnya selamatan dengan
kenduri dan tahlil denganmenggunakan lafal Islam.

II. Realitas sosio-agama yang dipraktikkan masyarakat inilah


yangmendorong Ahmad Dahlan melakukan pemurnian
melalui organisasiMuhammadiyah. munawir Syazali
mengatakan bahwa Muhammadiyahadalah gerakan
pemurnian yang menginginkan pembersihan Islam darisemua
unsur singkretis dan daki-daki tidak Islami lainnya
c. Model Gerakan keagamaan Muhammadiyah :
- Secara harfiah terdapat model gerakan dan pergerakan, Gerakan
sendiri merupakan perubahan suatu materi dari tempat yang satu
ke tempat yang lainnya, yang berarti perbuatan atau keadaan
bergerak, dan Pergerakan adalah usaha atau kegiatan, pergerakan
identik dengan kegiatan dalam ranah sosial.

d. Makna Gerakan keagamaan Muhammadiyah :


- Makna gerakan keagamaan Muhammadiyah adalah gerakan
kembali kepada Al-Quran dan Sunnah.

e. Gerakan tajdid pada 100 tahun kedua :


- Tajdid merupakan proses yang tidak pernah berhenti. Ia akan
tumbuh dan berkemban gseiring dengan perkembangan kehidupan
manusia. Dalam ranah agama, tajdid dimaknai sebagai upaya
untuk redefinisi makna di tengah-tengah kehidupan manusia yang
progresif Islam seringkali dimaknai penganutnya sebagai agama
yang rahmatan lil alamin”, agama yang senantiasa sesuai di setiap
tempat dan aman.

- Muhammadiyah 100 tahun kedua, meninjau ulang paradigma yang


selama ini dipegang merupakan suatu keharusan. Misalnya, sikap
Muhammadiyah terhadap persoalan budaya lebih bersifat
monolitik. cendrungan ini bisa dilihat dari identitas yang
melekatdalam Muhammadiyah yakni gerakan Islam yang murni, di
samping sebagai gerakanmodernisme.

2. Muhammadiyah sebagai Gerakan sosoal ;

a. Nilai-nilai dan ajaran sosial-Kemanuisaan Muhammadiyah (teologi al-M


aun) :
- Ayat yang menjadi landasan bagi gerakan-gerakan sosial dalam
Islam, itulah Al-Ma'un.Surah ini pendek, ayatnya tidak banyak,
hanya sekitar tujuh ayat. Tapi maknanya yang menggetarkan dada,
tidak sekadar menjadi bacaan di kala shalat fardhu, melainkan juga
memberikan inspirasi-inspirasi untuk melahirkan sebuah kesadaran
kolektif,Dari sana, lahirlah Muhammadiyah dengan amal usahanya.
Inilah teologi Al-Ma'un, landasan bagi gerakan sosial Islam.

b. Gerakan peduli fakir Miskin dan Anak yatim piatu :


- Muhammadiyah adalah institusi dan institusionalisasi teologi Al-
Ma’un yang diharapkan perduli pada kaum tersebut dalam
mengikis problematika social. Muhammadiyah dalam praktisi sosial
dengan pemihakan terhadap kaum mustadl’afin, dhuafa, masakin,
dan anak yatim, mengilhami Muhammadiyah untuk mendirikan
banyak lembaga pendidikan, panti asuhan, rumah sakit, dan
tempat layanan sosial lainnya. Pendirian tempat layanan sosial
adalah kepedulian Muhammadiyah kepada kaum miskin dan
kepentingan umat.

c. Bentuk-bentuk dan model Gerakan sosial-Kemanusiaan


Muhammadiyah

- Bidang Pendidikan
Dalam bidang pendidikan misalnya, hingga tahun 2000 ormas
Islam Muhammadiyah telah memiliki 3.979 taman kanak-kanak, 33
taman pendidikan Al-Qur’an, 6 sekolah luar biasa, 940 sekolah
dasar, 1.332 madrasahdiniyah/ibtidaiyah, 2.143 sekolah lanjutan
tingkat pertama (SMP dan MTs), 979 sekolah lanjutan tingkat atas
(SMA,MA, SMK), 101 sekolah kejuruan, 13 mualimin/mualimat, 3
sekolah menengah farmasi, serta 64 pondok pesantren. Dalam
bidang pendidikan tinggi, hingga tahun ini Muhammadiyah memiliki
36 universitas, 72 sekolah tinggi, 54 akademi, dan 4 politeknik.
Nama-nama seperti Bustanul Athfal/TK Muhammadiyah, SD
Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah,
SMK Muhammadiyah, dan Universitas Muhammadiyah
bermunculan di berbagai daerah.

- Bidang Kesehatan
Dalam amal usaha bidang kesehatan, Muhammadiyah telah dan
terus mengembangkan layanan kesehatan masyarakat, sebagai
bentuk kepedulian. Balai-balai pengobatan seperti rumah sakit
PKU (Pembina Kesejahteraan Umat) Muhammadiyah, yang pada
masa berdirinya Muhammadiyah bernama PKO (Penolong
Kesengsaraan Oemat), kini mulai meningkat baik kuantitas
maupun kualitasnya. Berdasarkan buku Profil dan Direktori Amal
Usaha Muhammadiyah & ‘Aisyiyah Bidang Kesehatan pada tahun
1997, sebagai berikut:
a. Rumah sakit berjumlah 34
b. Rumah bersalin berjumlah 85
c. Balai Kesehatan Ibu dan Anak berjumlah 504. Balai Kesehatan
Masyarakat berjumlah 115
d. Balai Pengobatan berjumlah 846
e. Apotek dan KB berjumlah 4

- Bidang Kesejahteraan Sosial


Hingga tahun 2000 Muhammadiyah telah memiliki:
a. 228 panti asuhan yatim
b. 18 panti jompo
c. 22 balaikesehatan sosial
d. 161 santunan keluarga
e. 5 pantiwreda/manula
f. 13 santunan wreda/manula
g. 1panti cacat netra
h. 38 santunan kematian
i. serta 15 BPKM (Balai Pendidikan Dan Keterampilan
Muhammadiyah).

- Bidang Kaderisasi
Dalam bidang kaderisasi Muhammadiyah telah melakukan program
diantaranya:
a. Peningkatan kualitas pengkaderan
b. Melaksanakan program pengkaderan formal dan
informalsecara berkelanjutan
c. Menyelenggaraka baitul arqam dan darul arqam
Muhammadiyah
Contoh kaderisasi/organisasi dalam Muhammadiyah: aisyiyah,
pemuda muhammadiyah, IPM, IMM, Tapak Suci Muhammadiyah.

d. Revitalisasi gersos Muhammadiyyah.


- Revitalisasi merupakan salah satu jenis atau bentuk perubahan
(transformasi) yang mengandung proses penguatan, meliputi
peneguhan terhadap aspek-aspek yang selama ini dimiliki (proses
potensial) maupun dengan melakukan pengembangan (proses
aktual) menuju pada keadaan yang lebih baik dan lebih maju dari
kondisi sebelumnya. Revitaliasi sebagai proses perubahan yang
direncanakan meliputi tahapan-tahapan penataan, pemantapan,
peningkatan dan pengembangan yang dilakukan secara
berkesinambungan.

3. Muhammadiyah sebagai gerakana Pendidikan :

a. Faktor yang melatarbelakangi Gerakan Muhammadiyah di bidang


Pendidikan,
- Faktor Internal
1. Tradisionalisme
2. Sinkretisme
3. Kelemahan lembaga Pendidikan Islam

- Faktor Eksternal
1. Kristenisasi
2. Kolonialisme belanda
3. gerakan Pembaharuan Timur Tengah

b. Cita-cita Pendidikan Muhammadiyah


- Cita-Cita pendidikan yang digagas Kyai-Dahlan adalah lahirnya
manusia-manusia baru yang mampu tampil sebagai "ulama-intelek"
atau "intelek-ulama" yaitu seorang muslim yangmemiliki keteguhan
iman dan ilmu yang luas, kuat jasmani dan rohani.

c. Bentuk-bentuk dan model Pendidikan Muhammadiyah:

d. Pemikiran dan praksis Pendidikan Muhammadiyah:

e. Revitalisasi Pendidikan Kemuhammadiyahaan:

4.

Anda mungkin juga menyukai