Anda di halaman 1dari 13

REVIEW JENIS-JENIS REAKTOR DALAM INDUSTRI DAN ANALISISNYA

1.1. Definisi Reaktor Kimia

Reaktor kimia merupakan salah satu alat yang mempunyai peranan penting
dalam industri kimia industri kimia, petrokimia serta minyak dan gas. Pada alat
ini, terjadi reaksi dimana bahan mentah akan menjadi hasil jadi berupa produk
yang lebih berharga untuk dijual ke pasaran. Oleh karena itu reaktor kimia
sering disebut sebagai suatu bejana tempat berlangsungnya reaksi kimia.
Rancangan dari reaktor kimia tergantung dari banyak variabel, dimana hal-hal
tersebut dipelajari di dalam ilmu teknik kimia. Secara umum, reaktor kimia
harus dapat melaksanakan setidaknya tiga fungsi, yaitu memberikan waktu
tinggal yang diperlukan reaktan untuk menyelesaikan reaksi, memungkinkan
terjadinya pertukaran panas yang diperlukan, serta mengontakkan antar fasa
zat yang bereaksi untuk mempercepat reaksi.

Gambar 1. Contoh reaktor kimia


1.2. Perancangan Reaktor Kimia

Perancangan suatu reaktor kimia yang baik harus mengutamakan efisiensi


kinerja reaktor, sehingga didapatkan produk hasil dibandingkan input yang
besar, berharga, dapat menghasilkan pendapatan yang besar dan
menguntungkan, dengan pengeluaran biaya yang diusahakan seminimal
mungkin, seperti biaya modal, biaya operasi, dan lain sebagainya. Biaya operasi
biasanya merupakan besarnya energi yang akan diberikan atau diambil, harga
bahan baku pembuatan suatu produk, gaji operator, teknisi, dan banyak lagi.
Perubahan energi dalam suatu reaktor kimia bisa terjadi karena adanya
pemanasan atau pendinginan (terkait dengan perubahan suhu), perubahan
tekanan karena pemompaan, frictional pressure loss (seperti pressure drop pada
suatu pipa siku 90o atau suatu lempeng orifis), gaya gesek antara pengaduk dan
zat/cairan yang akan diolah, beserta kejadian lainnya. Selain itu, faktor
keselamatan dan kesehatan kerja serta lindung lingkungan juga harus
diperhatikan dalam pengoperasian reaktor kimia.

Dalam memilih reaktor yang tepat, terdapat beberapa pertimbangan yang dapat
mempengaruhi reaktor seperti apa yang akan digunakan. Biasanya, pemilihan
jenis reaktor dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu sebagai berikut :

1. Fase zat pereaksi dan hasil reaksi


2. Tipe reaksi dan persamaan kecepatan reaksi, serta ada tidaknya reaksi
samping
3. Kapasitas produksi
4. Harga alat (reaktor) dan biaya instalasinya
5. Kemampuan reaktor untuk menyediakan luas permukaan yang cukup
untuk perpindahan panas
Sebelum melakukan operasi, perlu dilakukan pemilihan reaktor yang akan
digunakan secara tepat, dengan melihat pertimbangan-pertimbangan yang telah
dibahas diatas tadi. Tujuan untuk pemilihan reaktor yang tepat adalah sebagai
berikut :

1. Menghasilkan pendapatan dengan keuntungan yang besar


2. Menekan biaya produksi
3. Modal yang kecil, atau volume reaktor yang minimum
4. Pengoperasian reaktor yang sederhana, tidak rumit dan murah
5. Terjaminnya keselamatan dan kesehatan kerja
6. Meminimalisir polusi terhadap lingkungan sekitar

1.3. Klasifikasi Jenis Reaktor


Untuk mengklasifikasikan jenis-jenis reaktor, perlu diketahui jumlah fasa yang
berada di dalam reaktor, apakah ada sistem agitasi dan modus operasi, apakah
termasuk reaktor continuous, semi-continuous ataupun discontinuous. Hal yang
juga patut dicatat adalah sebagian besar reaktor kimia dilengkapi dengan alat
penukar panas (heat exchanger) dalam bentuk external jackets atau internal coils
dengan cairan yang mengalir melalui heat exchanger tersebut yang
mempengaruhi perubahan suhu pada reaktor, atau dengan kata lain bertindak
sebagai pengatur suhu pada reaktor.

Tipe-tipe reaktor dalam industri berdasarkan fitur, operasi aliran, dan contoh
reaksi di dalamnya dapat dirangkum dalam bentuk tabel sebagai berikut:

Table 1. Tinjauan Fitur, operasi aliran, dan contoh reaksi pada masing-masing tipe
reaktor
Tipe Reaktor Fitur Operasi Contoh Reaksi di Reaktor
Stirred tank Pengoperasian yang D, S, C Reaksi organik obat-obatan,
fleksibel, produksi melamin, produksi
mencampur reaktan senyawa organik nitro, sulfonasi
dengan baik benzena, reaksi esterifikasi,
reaksi saponifikasi, dll
Stirred multiphase Bagus dalam C, S Polimerisasi suspensi/emulsi,
mencampur antar klorinasi senyawa aromatik,
fasa dan mengatur oksidasi senyawa organik
suhu (seperti p-xilena menjadi asam
tereftalat, asetilena menjadi
asetaldehid, sikloheksana
menjadi sikloheksanon dan asam
adipat)
Multiphase bubble Memungkinkan C, S Oksidasi etil benzena, kumena
column untuk bekerja dan isobutana menjadi hidro-
dalam tahap peroksida, oksi-klorinasi
pemisahan, dan propena menjadi chloropropane,
beroperasi dalam absorpsi oksida nitrat atau
mode co-current anhydride sulfat menjadi nitrat
dan contra-current dan produksi asam sulfat, serta
ftalimida
Burners Waktu kontak yang C Pembakaran H2S menjadi SO2,
singkat, suhu tinggi produksi karbon hitam,
asetilena, gasifikasi tekanan
tinggi untuk produksi syngas
Homogeneous Bagus dalam C Thermal cracking hidrokarbon,
tubular mengatur waktu visbreaking (reaksi endoterm),
tinggal dan dan reaksi klorinasi metana,
mengatur suhu propena dan butadiena,
polimerisasi etilena menjadi
LLDPE (reaksi eksotermis)
Heterogeneous Bagus dalam C Reaksi katalitik heterogen
tubular mengatur waktu (sintesis NH3, CH3OH, styrene,
tinggal dan dll), reaksi reforming
mengatur suhu, hidrokarbon (Platforming,
terdapat fluida hydrocracking, dll),
katalis di dehidrogenasi etilbenzena
permukaan antar menjadi styrene
surface
Tubular multiphase Luas antarmuka C Klorinasi dan oksidasi senyawa
yang tinggi, Bagus organik, produksi adiponitril
dalam mengatur dari asam adipat dan amonia,
waktu tinggal produksi nitro aniline, oksidasi
etilen menjadi asetaldehida
Three phases Luas antarmuka C, S Oksidasi katalitik senyawa
(trickle-bed) yang tinggi, organik liquid
beroperasi dalam
mode co-current
dan contra-current
Fluidized bed Pencampuran C Reaksi pembakaran bijih, reaksi
reactor reaktan dan kontrol klorosis hidrokarbon
suhu tinggi terklorinasi, klorinasi metana,
catalytic cracking hidrokarbon,
pembakaran heavy-oil, produksi
melamin dari urea meleleh
Keterangan: C, continuous operation; D, discontinuous operation; S, semi-continuous operation
Table 2. Perbandingan Reaktor Kimia
No. Type Prinsip Kerja Kelebihan Keterbatasan Aplikasi
Reaktor
1. Batch Semua reaktan  Cocok untuk  Tidak cocok Digunakan
Reactor ditambahkan produksi skala untuk dalam industri
pada permulaan kecil produksi kimia seperti
dan produk  Cocok untuk skala besar. tinta, pewarna,
berada dalam proses di mana  Produk akhir polimer dan
tangki pada beberapa hanya industri
penyelesaian produk berbeda dihasilkan makanan
reaksi dihasilkan ketika reaksi
dalam peralatan telah selesai
yang sama.
 Cocok untuk
reaksi yang
butuh waktu
reaksi lama.
 Cocok untuk
reaksi dengan
selektivitas
tinggi
2. Continous Satu atau lebih  Sangat fleksibel  Lebih rumit Industri kimia
Stirred fluida regen di  Produk samping dan mahal yang yang
Tank masukkan ke dapat dibandingkan melibatkan
Reactor dalam tangki dihilangkan di unit tubular. raksi liquid/gas
(CSTR) reaktor yang antara reaksi  Semua
dilengkapi  Secara ekonomi kalkulasi
dengan baling- menguntungkan pada CSTR
baling di saat untuk menggunakan
efluen reaktor mengoperasikan asusmi
dipulihkan. beberapa CSTR pencampuran
Terjadi baik secara seri sempurna.
peningkatan atau paralel  Pada keadaan
gradien  Reaksi dapat tunak, laju
konsentrasi. dilangsungkan alir masuk
baik pada harus sama
reaktor vertical dengan laju
dan horizontal alir keluar.
3. Plug Flow Satu atau lebih  Efisiensi yang  Tidak Reaktor tubular
Reactor fluida regen lebih tinggi ekonomis secara khusus
(PFR) dipompa dibandingkan untuk jumlah sesuai untuk
melalui pipa CSTR pada kecil kasus yang
atau tabung. Hal volume yang mempertimbang
ini dicirikan sama. kan
dengan gradien  PFR dapat perpindahan
konsentrasi memililki kalor, di mana
berkelanjutan beberapa pipa tekanan tinggi
pada arah dan tabung dan suhu sangat
aliran. paralel tinggi atau
 Dapat rendah terjadi.
dijaketkan.
 Dapat dilakukan
operasi secara
vertikal maupun
horizontal.

1.4. Jenis-Jenis Reaktor Industri


Desain reaktor yang digunakan pada manufaktur produk di industri kimia
bergantung pada material yang dihasilkan, dan dapat diklasifikasikan menjadi
lima tipe umum.
1. Reaktor Aliran Produk Tunggal tanpa Separasi

Gambar 2. Diagram alir untuk reaktor tunggal yang memproduksi satu aliran produk

Beberapa proses manufaktur kimia seperti yang ditunjukkan pada gambar di


atas tidak melibatkan perlatan lain selain sebuah reaktor yang mana reaktan
diumpankan ke dalamnya tanpa purifikasi, dan darinya didapatkan aliran
produk keluar sebagai fasa tunggal yang siap digunakan.

2. Reaktor Aliran Produk Ganda tanpa Separasi


Gambar 3. Diagram alir untuk reaktor tunggal yang menghasilkan dua aliran produk
Proses ini didapatkan ketika reaktan dan produk berada dalam fase yang
berbeda seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Umpan yang tidak
bereaksi dapat keluar baik dalam satu atau kedua fase.

3. Reaktor Aliran Produk Tunggal dengan Separasi

Gambar 3. Diagram alir untuk aliran produk reaktor tunggal dengan


separasi
Pada kebanyakan proses kimia produk yang diinginkan harus dipisahkan
dan dihilangkan dari campuran ketika menginggalkan reactor. Beberapa
skema separasi yang umum digunakan adalah distilasi, kristalisasi, ekstraksi
pelarut, absorpsi, adsorpsi, filtrasi, dan pertukaran ion. Pada diagram alir di
atas, dilakukan pemulihan secara absorbsi dengan pelarut yang sesuai
dilanjutkan dengan stripping pada kolom distilasi. Reaktan yang tidak
terkonversi dapat keluar bersama tail gas, salah satu aliran produk atau
kombinasi keduanya.
4. Separasi ganda yang Melibatkan aliran Feed dan Produk Reaktor

Gambar 4. Diagram alir dengan separasi ganda pada aliran feed dan produk
Diagram alir tipe ke empat identic dengan tipe ke tiga, namun dengan tambahan
separasi juga dilakukan pada bahan dasar. Pada gambar yang ditunjukkan di ataas,
purifikasi bahan dasar dilakukan secara adsorpsi dan purifikasi produk dilakukan
secara absorpsi dan stripping. Cara separasi lainnya akan melibatkan tipe blok
diagram yang sama.

5. Reaktor dengan Recycle

Gambar 5. Diagram alir dengan recycle


Aliran yang digambarkan di atas sangatlah umum untuk proses kimia berjumlah
besar yang memiliki beberapa bentuk aliran recycle. Recycle melibatkan
pengembalian sebagian atau keseluruhan aliran proses dari tahap akhir menuju
tahap awal proses. Tujuan umum dari recycle pada proses kimia adalah untuk
meminimalisasi konsumsi material per satuan produk dihasilkan. Maka, ketika
suatu reaksi belum tuntas karena kinetika atau kesetimbangan yang kurang baik,
material yang tidak terkonsumsi dipisahkan dari aliran produk. Ketika material di
recycle dengan cara ini, pembersihan harus disediakan untuk mencegah
akumulasi pengotor.
PERMODELAN REAKTOR TERHADAP SALAH SATU FENOMENA ALAM

Pencernaan Koala (Phacolactos Cinereus)

Koala adalah hewan marsupial dari Australia yang berbentuk seperti beruang.
Koala memiliki bulu keabuabuan yang tebal dan memakan daun eucalyptus. Koala
merupakan hewan yang unik karena koala merupakan sedikit dari spesies mamalia yang
dapat memakan daun eucalyptus. Daun eucalyptus sangat tidak bernutrisi dan
merupakan racun pada kebanyakan hewan. Hewan marsupial ini memiliki sistem
pencernaan yang spesial karena dapat mengekstrak nutrisi dari tumbuhan beracun yang
dapat membuat hewan lain sakit. Koala mengunyah dengan sangat lambat memeakan
satu demi satu daun dan mengunyahnya menjadi partikel yang lebih kecil sehingga dapat
dicerna. Karena mereka mencerna air dari daun tersebut, mereka jarang minum.

Sistem pencernaan koala terdiri dari perut, usus kecil, caecum, proximal colon,
distal colon, dan rectum. Daun yang dimakan oleh koala dari mulut akan melewati
esofagus dan memasuki perut dimana makanan akan dicerna oleh lambung dengan
katalis enzim dan gerakan peristaltik. Lalu makanan yang telah dicerna dalam perut akan
melewati usus kecil dan melewati caecum. Koala memiliki caecum yang yang sangat
panjang (200 cm) karena sebagian pencernaannya berlangsung pada bagian ini dan usus
besanya. Partikel kasar akan langsung menuju ke usus besar tanpa difermentasi di
caecum sementara partikel yang lebih halus akan diproses di caecum. Pada caecum
terdapat jutaan bakteri yang dapat memecah serat menjadi zat yang lebih mudah untuk
diserap (fermentasi). Setelah melewati caecum makan akan melewati usus besar
(proximal dan distal) untuk mengurangi kandungan airnya. Pada akhirnya makanan akan
menjadi feses.

Kami dapat memodelkan sistem pencernaan koala sebagai suatu proses kimia
dimana unit-unit pencernaan tadi dianalogikan sebagai reaktor yang disusun secara seri.
Pemodelan yang kami gunakan untuk pencernaan koala dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Pemodelan Sistem Pencernaan Koala

Untuk bagian perut koala, kami analogikan sebagai CSTR karena pada perut
dimasukkan umpan berupa makanan yang kemudian akan direaksikan dengan enzim.
Pencernaan pada perut juga dibantu dengan gerakan peristaltik sehingga umpan dan
enzim dapat bereaksi dengan lebih cepat. Gerakan peristaltik tersebut dapat
dianalogikan seperti sebuah stirrer pada CSTR. Reaksi yang terjadi pada perut adalah :

Dimana A merupakan makanan yang masuk dari mulut, E merupakan enzim pencernaan
pada perut, dan P merupakan produk hasil reaksi.

Pada usus halus, tidak ada gerakan serupa strirrer pada CSTR sehingga kami
analogikan usus halus sebagai PFR karena bentuknya yang silindris dan panjang. Proses
pencernaan di usus halus juga berlangsung secara kontinu. Skema permodelan usus halus
koala sebagai PFR dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Permodelan usus halus sebagai PFR

Setelah melewati usus halus, maka makanan akan dipisahkan berdasakan tingkat
kekasaran dan ukurannya dimana partikel yang lebih halus akan diproses di caecum sementara
yang lebih kasar dan besar akan langsung menuju usus besar. Hal ini kami modelkan sebagai
separator. Partikel yang halus akan memasuki caecum dan mengalami proses autocatalytic
microbial fermentation dimana bakteri T-PCDE akan mengurai Tannin dari daun eukaliptus
sehingga dapat dicerna. Pada caecum dan proximal colon terdapat proses mixing yang berlangung
cepat namun tidak instan. Serupa dengan reaktor CSTR ideal. Oleh karena itu bagian caecum dan
proximal colon(hindgut) dapat kami modelkan sebagai CSTR seperti pada Gambar 3.

Gambar 3. Permodelan hindgut sebagai CSTR

Setetal melewati hindgut, makanan akan melalui proses rearbsorpsi pada usus
besar dan rectum yang kita analogikan sebagai PFR karena tidak ada proses mixing yang
terjadi selama makanan melewati usus besar dan rectum. Setelah itu makanan akan
keluar menjadi feses.
DAFTAR PUSTAKA

Foggler, Scott. 2006. Elements of Chemical Reaction Engineering, 4th edition. New York:
Pearson Education, Inc.
Levenspiel, Octave. 1999. Chemical Reaction Engineering, 3rd edition. New York: John
Wiley & Sons, Inc.
Davis, Rovert E. and Davis, Robert J. 2003. Fundamental of Chemical Reaction Engineering.
New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.
Beccari, Mario and Romano, Ugo. 2007. Encyclopedia of Hydrocarbons. Roma: Instituto
Della Enciclopedia Italiana, Fondata Da Giovanni Treccani S.p.A.