Anda di halaman 1dari 3

IDENTIFIKASI PERSEBARAN ZONA MINERALISASI TIMAH MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK

DAN POLARISASI
TERINDUKSI DI DESA PAKU, KECAMATAN PAYUNG, KABUPATEN BANGKA SELATAN
RIZKI MUHAMMAD SA`BAN
Universitas Gadjah Mada, 2017 | Diunduh dari http://etd.repository.ugm.ac.id/

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Menurut Bemmelen (1949), kondisi geologi di Indonesia menjadikan
negara ini memiliki potensi sumberdaya mineral logam yang melimpah, khususnya
mineral timah. Potensi yang besar serta produksi timah sebagai komoditas ekspor
menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil timah terbesar di
dunia. Potensi besar tersebut ditemukan salah satunya di Pulau Bangka.
Pulau Bangka merupakan lanjutan dari Tin Island yang membentuk Sabuk
Timah Asia Tenggara (Bemmelen, 1949). Hal tersebut mengakibatkan terdapatnya
endapan mineral timah di beberapa tempat di Bangka seperti di Desa Paku,
Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung. Menurut
Rahman (2016) zona prospek mineralisasi timah yang berada di Desa Paku
(khususnya Bukit Baji) ditemukan pada batubesi (gossan) dan urat polimetalik,
serta diindikasikan adanya struktur yang diamati di permukaan sebagai pengontrol
mineralisasi. Indikasi keberadaan struktur dan persebaran dari endapan mineral
timah di bawah permukaan sampai saat ini belum diketahui.
Analisis dan eksplorasi lanjutan dibutuhkan untuk mengetahui gambaran
bawah permukaan serta persebaran dari zona mineralisasi endapan mineral timah.
Penelitian ini menggunakan analisis dan eksplorasi dengan metode geofisika berupa
metode magnetik dan metode polarisasi terinduksi atau induced polarization (IP).
Metode magnetik berperan dalam memetakan zona struktur serta keberadaan
sumber intrusi sebagai penyebab terbentuknya lingkungan endapan mineral timah
(Webster, 1984). Metode IP digunakan untuk menunjukkan respon data terhadap
zona prospek yang mengandung mineral logam (Kartadireja, 2004).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan struktur dan
mengetahui sebaran zona mineralisasi timah di bawah permukaan menggunakan
metode magnetik dan IP. Pendeteksian keberadaan zona mineralisasi timah dengan
menggunakan metode geofisika secara terintegrasi sangat diperlukan untuk

1
IDENTIFIKASI PERSEBARAN ZONA MINERALISASI TIMAH MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK
DAN POLARISASI 2
TERINDUKSI DI DESA PAKU, KECAMATAN PAYUNG, KABUPATEN BANGKA SELATAN
RIZKI MUHAMMAD SA`BAN
Universitas Gadjah Mada, 2017 | Diunduh dari http://etd.repository.ugm.ac.id/

memudahkan dalam penentuan zona prospek mineralisasi dan memberikan hasil


untuk tahapan eksplorasi selanjutnya, seperti penentuan titik bor.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah pada penelitian ini adalah:
1. Bagaimana metode magnetik berperan sebagai survei pendahuluan
mampu untuk memetakan atau menggambarkan zona struktur yang
belum terpetakan dan zona alterasi yang dimungkinkan berasosiasi
dengan endapan mineral timah di daerah penelitian.
2. Bagaimana metode polarisasi terinduksi (IP) sebagai survei detail
mampu menggambarkan bawah permukaan berdasarkan nilai
resistivitas dan chargeability batuan di daerah penelitian.
3. Bagaimana sebaran zona mineralisasi timah yang terdapat di daerah
penelitian.

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Memetakan anomali medan magnet untuk analisa gambaran kondisi
geologi seperti zona struktur dan persebaran zona alterasi sebagai
pengontrol zona mineralisasi endapan timah primer.
2. Mengetahui gambaran bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas
dan chargeability batuan di daerah penelitian.
3. Mengetahui zona mineralisasi timah beserta sebarannya di daerah
penelitian.

1.4 Batasan Masalah


Batasan masalah pada penelitian ini adalah:
1. Identifikasi struktur geologi dan persebaran zona alterasi berdasarkan
peta anomali medan magnet regional dan anomali medan magnet lokal.
2. Analisa persebaran zona mineralisasi berdasarkan nilai resistivitas dan
chargeability serta data geologi daerah penelitian.
IDENTIFIKASI PERSEBARAN ZONA MINERALISASI TIMAH MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK
DAN POLARISASI 3
TERINDUKSI DI DESA PAKU, KECAMATAN PAYUNG, KABUPATEN BANGKA SELATAN
RIZKI MUHAMMAD SA`BAN
Universitas Gadjah Mada, 2017 | Diunduh dari http://etd.repository.ugm.ac.id/

1.5 Manfaat Penelitian


Manfaat penelitian yang akan diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Penelitian dapat memberikan informasi mengenai endapan timah
berdasarkan metode magnetik berupa peta anomali magnet regional dan
metode polarisasi terinduksi (IP) berupa zona mineralisasi berdasarkan
nilai resistivitas dan chargeability daerah penelitian yang diharapkan
dapat menjadi acuan penelitian geofisika maupun penelitian lainnya.
2. Penelitian dapat memberikan informasi mengenai letak keberadaan
endapan timah beserta persebarannya yang dapat berguna untuk
rekomendasi bor sebagai eksplorasi lanjut.

1.6 Waktu dan Lokasi Penelitian


Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 27 Oktober – 22 Desember 2016
dan berlokasi di Desa Paku, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan,
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Gambar 1.1). Lokasi penelitian masuk ke
dalam lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Persero Tbk.

Gambar 1.1 Peta Pulau Bangka. Tanda merah merupakan lokasi penelitian