Anda di halaman 1dari 4

CONTOH PERHITUNGAN PPH PASAL 23

1. Perhitungan PPh Pasal 23 Atas Pendapatan Bunga


Secara umum tarif pph 23 atas pendapatan bunga adalah sebesar 15%, dan apabila pihak
yang menerima penghasilan bunga tidak memiliki NPWP, maka tarif PPh 23 yang dipotong adalah
lebih tinggi 100% dari tarif normal atau sebesar 30% (Pasal 23 ayat (1a) UU Nomor 36 Tahun
2008).

Bunga yang dimaksud disini yaitu pendapatan bunga dan imbalan lainnya atas transaksi
pinjaman dana kepada pihak ketiga, penerimaan jual beli obligasi diatas nilai nominal maupun
penerimaan diskonto yang diterima oleh wajib pajak orang pribadi maupun badan usaha.

Pendapatan Bunga yang dikecualikan dari pemotongan PPh 23:


1. Penghasilan yang dibayar atau terhutang kepada pihak perbankan
2. Penghasilan yang dibayar atau terhutang kepada Lembaga Pembiayaan (Lembaga
Keuangan Non Bank) ; yang izin usahanya telah mendapat persetujuan dari Menteri
Keuangan ;
3. Penghasilan yang dibayar atau terhutang kepada BUMN / BUMD khusus Pembiayaan bagi
usaha mikro, usaha kecil menengah, Koperasi ;
4. Pendapatan atas bunga deposito, obligasi, bunga tabungan dari perbankan, diskonto SBI,
dimana telah dipotong PPh yang bersifat final PPh pasal 4 ayat 2 ;
5. Pembayaran bunga simpanan Koperasi kepada anggotanya, termasuk yang telah dipotong
final PPh pasal 4 ayat 2.

Contoh PPh 23 atas Bunga Pinjaman


PT. Cipta Gemilang memperoleh pinjaman modal kerja dari PT. Rekamaya sejumlah 1
Milyar, dan dibuatlah perjajanjian hutang piutang antara kedua belah pihak. Atas transaksi tersebut
PT. Rekamaya memperoleh jasa atau bunga 5% per bulan dihitung dari nilai pokok pinjaman. PT.
Cipta Gemilang merupakan pihak pemungut PPh 23.
Transaksi pembayaran bunga yang dilakukan perusahaan tersebut adalah sebagai berikut :
Hutang Bunga : 5% X 1 Milyar = Rp. 50.000.000,-
PPh 23 : (5% X 1 Milyar) X 15% = Rp. 7.500,000,-

PT. Cipta Gemilang melakukan pembayaran sejumlah Rp. 42.500.000,- (50.000.000 - 7.500.000),
serta menyerahkan bukti pemotongan PPh Pasal 23 (Lembar ke 1) senilai Rp. 7.500.000,- kepada
PT. Rekamaya.

PT. Cipta Gemilang berkewajiban menyetor hasil penerimaan dari pemotongan PPh 23 tersebut
paling lambat Tanggal 10, dan membuat laporan SPT Massa paling lambat Tanggal 20, setelah
bulan terjadinya transaksi atau terhutang.

2. Perhitungan PPh Pasal 23 Atas Sewa


Yang termasuk sewa disini adalah pendapatan berkenaan dengan penggunaan harta
bergerak maupun tidak bergerak contohnya sewa menyewa kendaraan, peralatan, dan aktiva
lainnya, yang tidak dikenakan pemotongan PPh Final PPh Pasal 4 Ayat 2.

Pendapatan sewa yang dikecualikan dari pemotongan PPh 23:


Seluruh Transaksi sewa menyewa yang telah dikenakan pemotongan Pajak PPh Final PPh
Pasal 4 Ayat 2, seperti berikut ini :
1. Sewa Tanah & Bangunan.
2. Sewa Menyewa Kapal Laut, kepada pihak yang memiliki izin di bidang pelayaran atau
angkutan laut.
3. Sewa Menyewa Pesawat Udara, , kepada pihak yang memiliki izin di bidang penerbangan
atau angkutan udara.

Contoh PPh 23 atas Sewa Kendaraan


PT. Dua Bersaudara bergerak di bidang jasa boga, dan memiliki kontrak pelayanan catering
di wilayah Bontang Kalimantan Timur. Untuk menunjang operasional di lapangan, PT tersebut
menyewa 5 unit mobil pada CV. Usaha Bersama. Pembayarannya dilakukan setelah CV. Usaha
Bersama menerbitkan invoice setiap bulan.
PT. Dua Bersaudara merupakan pihak pemungut PPh 23, Transaksi pembayaran sewa yang
dilakukan perusahaan tersebut adalah sebagai berikut :

Hutang Sewa : Rp. 25.000.000,-


PPh 23 : 2% X 25.000.000 = Rp. 500,000,-

PT. Dua Bersaudara melakukan pembayaran sejumlah Rp. 24.500.000,- (25.000.000 - 500.000),
serta menyerahkan bukti pemotongan PPh Pasal 23 (Lembar ke 1) senilai Rp. 500.000,- kepada
PT. Rekamaya.
Apabila PT. Rekamaya tidak memiliki NPWP maka besarnya tarif PPh Pasal 23 yang
dipotong adalah lebih tinggi 100%, atau senilai Rp. 1.000.000,-
PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 23

1. Perhitungan PPh Pasal 23 atas Jasa

PT. ABC membayar jasa service kepada CV. Service sebesar Rp. 3.000.000,-

Jawab :

 Jika CV. Service mempunyai NPWP maka besarnya PPh pasal 23 :

PPh Pasal 23 = 2% x Rp. 3.000.000 = Rp. 60.000

 Jika CV. Service mempunyai NPWP maka besarnya PPh pasal 23 :

PPh Pasal 23 = 100% x 2% x Rp. 3.000.000 = Rp. 120.000

2. Perhitungan PPh Pasal 23 atas Dividen

Pada 10 Mei 2015, PT Dahlia mengumumkan akan membagikan dividen melalui Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS), dan melakukan pembayaran dividen tunai kepada PT Melati sebesar
Rp30.000.000 yang melakukan penyertaan modal sebesal 15%.

Jawab:

PPh Pasal 23 = 15% x Rp30.000.000 = Rp4.500.000

4. Perhitungan PPh Pasal 23 atas Hadiah dan Penghargaan

Pada 20 Maret 2012, PT Abadi memberikan hadiah perlombaan kepada PT Makmur sebagai juara
umum lomba senam sehat sebesar Rp150.000.000. PPh Pasal 23 yang harus dipotong oleh PT
Abadi adalah:

Jawab:

PPh Pasal 23 = 15% x Rp150.000.000

= Rp22.500.000