Anda di halaman 1dari 5

MUH.

ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH


A031171505 / AKUNTANSI

LO.1 TEORI REGULASI YANG RELEVAN DENGAN AKUNTANSI DAN


AUDITING

Teori Pasar Efisien


Teori Pasar Efisien berpendapat bahwa pasar mencapai fungsi terbaiknya
tanpa campur tangan pemerintah dan efisensi maksimum akan didapatkan dengan
membiarkan penawaran (supply) dan permintaan (demand) mendikte perilaku
pasar.

Teori Keagenan
Teori keagenan berfokus pada hubungan pemilik yang mempercayakan
sesuatu kepada manajer (agen). Teori keagenan memberikan framework untuk
mempelajari masalah kontrak antara principal dan agent serta memprediksi
konsekuensi ekonomis dari standar.

Teori Regulasi
 Public interest theory. Public interest theory didasarkan pada asumsi bahwa
pasar ekonomi adalah subyek pada ketidaksempurnaan pasar atau kegagalan
transaksi yang apabila tidak diperbaiki akan menimbulkan efisiensi dan
hasil yang tidak adil.
 Regulatory capture theory. Regulatory capture theory mempertahankan
regulasi dalam pelaporan keuangan. Asumsi yang digunakan dalam teori ini
adalah semua anggota masyarakat rasional secara ekonomi (akan mengejar
kepentingan pribadinya) dan pemerintah tidak memiliki peran independen
dalam proses regulasi.
 Private interest theory. Private interest theory muncul karena
ketidakpuasan atas teori-teori sebelumnya. Asumsi yang digunakan dalam
teori ini adalah regulasi merupakan respon pemerintah atas permintaan
publik untuk memperbaiki inefisiensi dan ketidakadilan. Teori ini
disampaikan George Stigler pada tahun 1971.

RMK CHAPTER 3
MUH. ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH
A031171505 / AKUNTANSI

LO.2 BAGAIMANA TEORI REGULASI DITERAPKAN PADA PRAKTIK


AKUNTANSI DAN AUDITING

Application of Public Interest Theory


Di dalam public interest theory, pemerintah mengeluarkan suatu regulasi
sebagai respon terhadap kegagalan pasar dan public interest. Argument dasarnya
adalah mekanisme pasar telah gagal dan pemerintah perlu bertindak untuk
mengatasinya.

Application of Capture Theory


Berdasarkan cara pandang Capture Theory, bahwa regulasi mengintervensi
standar akuntansi sudah didesain dalam rangka melindungi kepentingan publik agar
tidak terjadi lagi kasus kolapsnya perusahaan dan terdapatnya assymetric
information.

Aplication of Private Interest Theory


Teori private interest memberikan pendekatan lain dalam memahami
perilaku suatu pihak dengan insentif untuk mempengaruhi regulasi pelaporan
keuangan. Teori interest private memiliki banyak pendukung karena mengakui
dasar kepentingan dari pihakpihak yang terlibat dalam regulasi.

Standard Setting as a Political Process


Beberapa contoh kasus dimana lobi politik menginterfensi proses penetapan
dan pada akhirnya dikeluarkan oleh dewan:
 Financial instrument (Instrument keuangan). Menyangut IAS 39 Instrument
Keuangan – pengakuan dan pengukuran, pada awal tahun 2002. Pada IAS
39 diatur bahwa perusahaan harus memasukan keuntungan yang belum
direalisasi dan kerugian pada instrument keuangan tertentu dalam pendataan
ketika terjadi (tidak pada saat realisasi).
 Intangible asset. Pada saat australia mengadopsi IAS ,dimana didalamnya
terdapat IAS 38 : Intangible Asset, berkembang beberapa metode untuk
menilai Intangible asset dan perusahaan perusahaan di Australia
menggunakan metode yang bervariasi.

RMK CHAPTER 3
MUH. ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH
A031171505 / AKUNTANSI

LO. 3 THE REGULATORY FRAMEWORK FOR FINANCIAL


REPORTING
Meskipun terdapat perbedaan dalam kerangka regulasi yang digunakan
dalam menghasilkan laporan keuangan para negara-negara di dunia, masih ada
beberapa unsur yang umum digunakan. Unsur-unsur tersebut adalah:
 Statutory Requirements (Persyaratan Perundang-Undangan).
Persyaratan perundang-undangan, yang dalam hal ini dapat juga
dikategorikan sebagai persyaratan hukum di perusahaan, memiliki peran
sebagai insentif untuk menghasilkan laporan keuangan yang akan diaudit.
Sistem ini juga menyediakan sanksi dan penalti yang dapat meningkatkan
kepatuhan terhadap peraturan perusahaan.
 Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan). Kebanyakan praktik
tata kelola perusahaan mengacu pada struktur, proses dan institusi di dalam
dan di sekitar organisasi yang membagi kekuasaan dan kontrol sumber daya
di antara para partisipan. Pedoman tata kelola perusahaan dapat menjadi
rekomendasi praktik yang baik bagi direktur dalam mengadopsi mekanisme
perusahaan yang tepat dan sesuai dengan kondisi masing-masing
perusahaan.
 Auditors And Oversight (Auditor Dan Pengawasan). Dalam banyak
negara, auditor memiliki peran penting dalam menjamin kualitas informasi
yang terkandung dalam laporan keuangan perusahaan. Kualifikasi tertentu,
pengalaman, serta memiliki izin untuk melakukan audit merupakan
persyaratan dasar yang dibutuhkan seorang auditor.
 Independent Enforcement Bodies (Badan Pelaksana Independen).
Badan pelaksana independen adalah bagian dari keseluruhan sistem dalam
melaksanakan persyaratan pelaporan keuangan. Badan pelaksana
independen berperan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan tentang
pelaporan keuangan, sebagaimana yang terdapat dalam hukum dan standar
akuntansi

RMK CHAPTER 3
MUH. ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH
A031171505 / AKUNTANSI

LO. 4 THE INSTITUTIONAL STRUCTURE FOR SETTING


ACCOUNTING AND AUDITING STANDARDS
Pada bagian ini, akan dijelaskan mengenai perkembangan dari badan
pembuat standar internasional (international standard setting body) dan proses
pembentukan standar akuntansi dan audit internasional (process of setting
international accounting and auditing standards).

Latar Belakang
Perkembangan awal standar akuntansi dimulai ketika dibentuknya
International Accounting Standards Committee (IASC) di London pada tahun
1973. Sasarannya adalah untuk mengembangkan standar akuntansi sektor swasta
yang cocok untuk digunakan di negara-negara seluruh dunia. Sebelum tahun 2005,
International Accounting Standards (IAS) berpengaruh di banyak negara. IASC
dibentuk oleh negara-negara yang memiliki praktik dan pendekatan standar
akuntansi yang berbeda, Awalnya IAS seringkali memperbolehkan adanya
pemilihan suatu kebijakan akuntansi untuk memuat preferensi dari berbagai negara
anggota. Oleh karena itu, selama akhir tahun 1980-an, IASC mulai mengerjakan
Improvement Project untuk meningkatkan kualitas IAS dan menghilangkan banyak
perlakuan opsional. Meskipun terdapat peningkatan pengunaan IAS yang
mendunia, namun IASC faktanya bukanlah badan penyusun standar yang
independen, sehingga pada tahun 2001, IASC direstrukturisasi karena dianggap
tidak independen, sehingga dibentuk International Accounting Standards Board
(IASB). IASB ini merupakan badan pembuat standar yang independen dan
strukturnya berdasarkan Financial Accounting Standards Board (FASB). IASB
memiliki tanggungjawab untuk memperbaharui IAS yang telah ada dan membuat
International Financial Reporting Standards (IFRS). Aktivitas IASB menjadi
semakin penting, terutama dimulai sejak tahun 2002 dengan adanya keputusan
European Commission (EC) untuk mengadopsi standar IASB pada tahun 2005.

Program Konvergensi IASB dan FASB


Pada tahun 2002, dibentuk program konvergensi IASB/FASB yang diberi
nama Norwalk Agreement. Program konvergensi tersebut mengharuskan FASB
dan IASB untuk mengidentifikasi perbedaan antar standar, untuk meninjau solusi

RMK CHAPTER 3
MUH. ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH
A031171505 / AKUNTANSI

apa saja yang tersedia dan untuk mengadopsi perlakuan yang lebih baik. Dalam
praktiknya, proses konvergensi ini sangat rumit.

Standar Akuntansi Sektor Publik


IASB menetapkan standar untuk sektor swasta. Setiap negara harus
menentukan sejauh mana standar IASB dapat digunakan oleh entitas sektor publik.
Di Indonesia, standar akuntansi yang digunakan oleh sektor publik adalah Standar
Akuntansi Pemerintah yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71
Tahun 2010.

Standar Audit Internasional


Menurut sejarahnya, audit bersifat self-regulated, artinya tidak ada standar
internasional yang baku untuk digunakan. Pada abad ke -19, Companies Act terjadi
di Inggris dan mengharuskan audit dilakukan. Di Amerika Serikat, American
Institute of Accountants menetapkan standar audit untuk pertama kalinya pada
tahun 1939. Skandal Enron melahirkan sebuah pakta yang disebut Sarbanes-Oxley
Act pada tahun 2002. Sejak saat itu, peninjauan kepada kantor audit di Amerika
Serikat dilakukan oleh badan pemerintah yang disebut Public Company
Accounting and Oversight Board (PCAOB). PCAOB juga bertanggung jawab
dalam menetapkan standar audit untuk perusahaan publik. International Standards
on Audit (ISA) dikembangkan oleh International Auditing and Assurance
Standards Board (IAASB). IAASB beroperasi dibawah International Federation
of Accountant (IFAC). IFAC kemudian membentuk Public Interest Oversight
Board (PIOB) pada tahun 2005 dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan
pada standar yang diterbitkan oleh IAASB dan IFAC.

RMK CHAPTER 3