Anda di halaman 1dari 3

Iip Syarip Hidayatuloh

160104003

Titik Kritis Kehalalan Pangan Olahan Tepung / Pati


Produk Tepung Mocaf Merk Prodes
Iip Syarip Hidayatuloh
160104003
Diagram Alir
Tepung Mocaf
Lina Ika Kurniati, Nur Aida, Setiyo Gunawan, dan Tri Widjaja
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

HCP 1
Iip Syarip Hidayatuloh
160104003
Bahan / Proses Kritit Pembuatan Tepung Mocaf merk Prodes
HCP 1 - Berdasarkan fatwa MUI No 01 Tahun 2010 tentang Penggunaan Mikroba dan Produk
Mikrobial dalam Produk Pangan, diantaranya menyebutkan bahwa mikroba pada dasarnya
halal selama tidak membahayakan dan terkena barang najis, mikroba yang tumbuh pada media
pertumbuhan yang suci maka hukumnya halal dan mikroba dan produk mikrobial dari mikroba
yang memanfaatkan unsur babi sebagai media pertumbuhan hukumnya haram.
Media yang digunakan pada umumnya mengandung sumber karbon dan nitrogen. Salah satu
sumber karbon dan nitrogen ini adalah darah. Sumber lain adalah gliserol, minyak, pati, whey,
gelatin, protein hidrolisat yang dapat diperoleh dari babi atau hewan lain yang disembelih tidak
dengan syar’i yang status hukumnya haram.
Khamir/ragi dapat menghasilkan enzim tertentu yang bermanfaat untuk mengubah produk
pangan. Enzim ini didapat dengan cara mengisolasi dari bahan bakunya misalnya enzim papain
dari pepaya atau dari organ dalam hewan misalnya pankreas, lambung atau usus halus. Inilah
yang menjadi titik kritis kehalalan enzim apabila didapat dari hewan yang tidak disembelih
dengan syar’i atau babi maka enzim tersebut bersifat haram.
Cara lain untuk mendapatkan enzim adalah dengan mengisolasi enzim dari mikroba
penghasilnya. Mikroba tersebut harus ditanam dalam media tertentu sebagai sumber karbon
dan nitrogen. Hal ini menjadi salah satu titik kritis kehalalan enzim. Sumber karbon dan
nitrogen yang tidak halal, misalnya darah, akan menjadikan enzim yang dihasilkan mikroba
tersebut menjadi haram.