Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA I

MODUL 5

PERIODE I (2019/2020)

KELOMPOK V

Nama Mahasiswa/NIM : Givson Gabriel/104118029

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS PERENCANAAN INFRASTRUKTUR

UNIVERSITAS PERTAMINA

2019
PENENTUAN TIPE ALIRAN DALAM PIPA

Arya Fadila Fergiawan5, Fira Riska Syahrun5, Givson Gabriel5*, Hans Kelsen
Christian Hutajulu5, Muhammad Daffa Firdian5, Nabiela Puspaningtyas5

5
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Perencanaan Infrastruktur,

Universitas Pertamina

*Coressponding author: givsong@gmail.com

Abstrak : Pada praktikum yang dilaksanakan pada tanggal 17 September 2019 kita melakukan
sebuah penelitian mengenai Penentuan Tipe Aliran Dalam Pipa. Dengan tujuan mengetahui jenis-
jenis aliran fluida. Fluida yang kita pakai adalah air. Lalu kita mendapatkan hasil bahwa aliran
laminar <transisi<turbulen dari nilai bilangan Reynold nya.
Kata Kunci : Tipe Aliran, Pipa, Bilangan Reynold, Fluida, Air.

Abstract : In the practicum that we have done on September 3rd, 2019 we


conducted a study on Determination of Flow Type in Pipes. With the aim of
knowing the types of fluid flow. The fluid we use is water. Then we get the result
that the laminar flow <transition <turbulent from its Reynold number.
Keywords: Flow Type, Pipes, Reynold Number, Fluid, Water.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam melakukan pengamatan kajian ilmu fisika, kita pasti akan


mengamati sifat dan akibat dari fenomena alam, salah satunya tipe
aliran fluida (air). Setiap aliran memiliki kriterianya dan cirinya
tersendiri. Dan juga ada berbagai faktor yang menyebabkan aliran
dikategorikan ke jenis yang mana.
Untuk itulah dibuat makalah ini dalam memudahkan pemahaman
mengenai perbedaan jenis aliran pada berbagai perlakuan.

1.2 Rumusan Masalah


a. Berapa jeniskah aliran air?
b. Apa hubungan antara bilangan Reynold dengan debit aliran air?

1.3 Tujuan
a. Mengetahui jenis-jenis aliran air.
b. Mengetahui hubungan antara bilangan Reynold dengan debit aliran
air.
1.4 Dasar Teori
Ada 3 tipe aliran fluida didalam pipa, yaitu :
1. Aliran Laminer merupakan aliran fluida dengan
kecepatan rendah. Partikel-partikel fluida mengalir secara
teratur dan sejajar dengan sumbu pipa. Reynold
menunjukkan bahwa untuk aliran laminer
berlaku Bilangan Reynold, NRe < 2000.
2. Aliran Transisi merupakan aliran fluida dengan kecepatan
diantara kecepatan linear dan kecepatan turbulen. Aliran
berbentuk laminar atau turbulen sangat tergantung
oleh pipa dan perlengkapannya. Reynold menunjukkan b
ahwa untuk aliran transisi berlaku hubungan Bilangan
Reynold, 2000 < NRe < 4000.
3. Aliran Turbulen merupakan aliran fluida dengan
kecepatan tinggi. Partikel-partikel fluida mengalir secara
tidak teratur atau acak didalam pipa. Reynold
menunjukkan bahwa untuk aliran turbulen berlaku
Bilangan Reynold, 4000 > NRe.

Gambar 1.1 Jenis Aliran Air

Gesekan pada pipa yang dapat menyebabkan hilangnya energi


mekanik fluida. Gesekan inilah yang menetukan aliran fluida dalam
pipa, apakah laminar atau turbulen. Jenis aliran itu mungkin laminar
dan mungkin turbulen, bergantung pada kondisi di lubang
masuk pipa dan jaraknya dari lubang masuk tersebut.
Angka Reynolds adalah bilangan tanpa dimensi yang nilainya
bergantung pada kekasaran dan kehalusan pipa sehingga dapat
menentukan jenis aliran dalam pipa. Reynolds mempelajari kondisi
dimana satu jenis
aliran berubah menjadi aliran jenis lain, dan bahwa kecepatan kritis, di
mana aliran laminar berubah menjadi aliran turbulen. Keadaan ini ber
gantung pada empat buah besaran yaitu: diameter tabung, viskositas,
densitas dan kecepatan linear rata-rata zat cair.
Persamaan Reynolds :

𝒗·𝑫·𝝆
𝑹𝒆 = (persamaan 1.1)
𝝁
Persamaan Kecepatan :

𝑸
𝒗= (persamaan 1.2)
𝑨

Persamaan Debit :
𝒗
𝑸= (persamaan 1.3)
𝒕

METODE PENELITIAN

2.1 Alat dan Bahan


Alat yang kami gunakan pada praktikum modul 4 ini yaitu
osborne reynold apparatus, hydraulic bench, stopwatch, termometer,
dan gelas ukur 1L.
Untuk bahan yang kami gunakan adalah fluida air dan tinta biru.

Gambar 2.1 Stopwatch Gambar 2.2 Tinta biru Gambar 2.3 Apparatus

Gambar 2.4 Termometer Gambar 2.5 Hydraulic Bench


2.2 Cara Kerja
Sebelum memulai praktikum, siapkan alat dan bahan terlebih
dahulu. Setelah itu, dimulai praktikum dengan memancing pompa pada
hydraulic bench hingga aliran konstan tidak ada gelembung-gelembung
udara. Setelah aliran konstan, matikan hydraulic bench dan ganti selang
pancing dengan selang apparatus. Lalu nyalakan hydraulic bench dan
sesuaikan bukaan katup untuk menghasilkan aliran lambat melalui pipa.
Alirkan air hingga memenuhi wadah apparatus lalu matikan hydraulic
bench. Lalu, buka kran pewarna hingga pewarna keluar. Amati profil
kesepatan dengan membuka kranoutput sesuai perlakuan. Ukur laju air
volume, waktu dan suhu aliran keluaran. Lalu, tutup kran output. Ulangi
prosedur 3-8 untuk perlakuan selanjutnya dan catat hasil pengamatan
pada masing-masing perlakuan yang berbeda.

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil

Tabel 3.1 Data Hasil Perhitungan


Viskositas
Diamter Bilangan
Volume Waktu Suhu Debit Kinematik Tipe
Perlakuan Pipa 𝟑 Reynold
(m3) (s) (˚C) (𝐦 ⁄𝐬) Fluida Aliran
(m) 𝟐 (-)
(10-6x𝐦 ⁄𝐬)
4 0.00015 21 26 0.01 0.00000714 0.000000873 1041.23 Laminar
8 0.00015 8.7 26 0.01 0.0000173 0.000000873 2523.48 Transisi
12 0.00015 5 26 0.01 0.00003 0.000000873 4376.86 Turbulen

Gambar 2.6 Aliran Gambar 2.7 Aliran Gambar 2.8 Aliran


Laminar Transisi Turbulen
Gambar 2.1 Skala Hasil Gambar 2.1 Skala Hasil
Debit Suhu

3.2 Pembahasan

3.2.1 Pembahasan Data Hasil Perhitungan

3
Perhitungan debit (m ⁄s), didapatkan dengan penggunaan
(persamaan 1.3) :

0,00015 0,00015 0,00015


= = =
21 8,7 5

= 0.00000714 = 0.0000713 = 0.00003

Perhitungan kecepatan (m⁄s), didapatkan dengan


penggunaan (persamaan 1.2) :

7,14×10−6 1,73×10−5 3×10−5


= 1 = 1 = 1
𝜋 0,012 𝜋 0,012 𝜋 0,012
4 4 4

= 0.0909 = 0.020 = 0.0382

Perhitungan bilangan Reynolds, didapatkan dengan


penggunaan persamaan (1.1) :

0,01×0,0909 0,01×0,0220 0,01×0,0382


= = =
0,873×10−6 0,873×10−6 0,873×10−6

= 1041.23 = 2523.48 = 4376.86


Berdasarkan data yang kita peroleh, pada perlakuan putaran katup
4 merupakan aliran laminar karena sesuai teori, jika dibawah 2000
bilangan Reynold merupakan aliran laminar dan juga jika kita lihat
secara visual, bentuk alirannya pun lurus dan warna tintanya jelas.
Untuk putaran katup 8 merupakan aliran transisi karena sesuai teori,
jika diantara 2000-4000 bilangan Reynold merupakan aliran transisi.
Untuk putaran katup 12 merupakan aliran turbulen karena sesuai teori,
jika diatas 4000 bilangan Reynold merupakan aliran turbulen dan jika
dilihat secara visual, warna dari tinta pada aliran tersebut tidak jelas.

Dari hasil yang kita kumpulkan, untuk perlakuan putaran katup 3


, 4, 5 merupakan jenis aliran laminar. Untuk perlakuan putaran katup 7,
8, 9 merupakan jenis aliran transisi. Dan untuk perlakuan putaran 11
,12 , 13 merupakan jenis aliran turbulen.

Hubungan debit aliran dengan nilai bilangan Reynold yaitu


semakin kecil debit air yang didapatkan maka akan semakin kecil juga
bilangan Reynold yang didapatkan juga.

Hasil data yang kita peroleh sesuai dengan teori maupun visual
yang kita peroleh. Seperti pada katupan 3, visual : warna tinta jelas,
teori : bilangan Reynold dibawah 2000 adalah laminar, bilangan
Reynold yang didapatkan kurang dari 2000. Sesuai.

KESIMPULAN

Jenis-jenis dari aliran air menurut Reynolds ada 3. Pertama aliran laminar,
merupakan aliran air dengan nilai bilangan Reynold dibawah 2000. Kedua aliran
transisi, merupakan aliran air dengan nilai bilangan Reynold diantara 2000-4000.
Ketiga aliran turbulen, merupakan aliran air dengan nilai bilangan Reynold diatas
4000.

Hubungan antara bilangan Reynold dengan debit aliran air yaitu, semakin
kecil debit aliran air yang didapatkan, makan semakin kecil juga nilai bilangan
Reynold yang diperoleh.
DAFTAR PUSTAKA

Darmawan, Deny. BILANGAN REYNOLD. Dikses dari


https://jurnal.unej.ac.id/index.php/fkip-epro/article/view/7394

Irfan (Jul 2009). PROFIL KECEPATAN UDARA KELUAR. Diakses dari


http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/2016-9/20248677-S50801-Irfan.pdf

Hardinata, Chrusvan (27 Okt 2014). ALIRAN FLUIDA. Diakses dari


https://www.academia.edu/9717927/aliran_fluida_dalam_sistem_perpipaan

Haryono, Hanifah ( 21 Jan 2016) . ALIRAN DALAM PIPA. Dikases dari


https://www.scribd.com/doc/296185176/Aliran-Dalam-Pipa

Muhammad, Hardin. ALIRAN FLUIDA. Diakses dari


https://www.academia.edu/25008111/LAPORAN_PRAKTIKUM_SATUAN_OP
ERASI_ALIRAN_FLUIDA

Patricia, Yessie. ALIRAN FLUIDA. Diakses dari


https://www.academia.edu/20026096/LAPORAN_FIX_ALIRAN_FLUIDA_KEL
OMPOK_22

Wahdiat, Nanang (2013). ALIRAN FLUIDA. Diakses dari


https://docplayer.info/70788687-Laporan-praktikum-aliran-fluida-dalam-pipa-
kata-pengantar-penyusun-nanang-wahdiat-fakultas-teknik-universitas-pancasila-
jakarta-selatan.html
LAMPIRAN

Gambar 6.1 Data Hasil Perhitungan

Anda mungkin juga menyukai