Anda di halaman 1dari 4

DAFTAR PUSTAKA

Astuti, Y. (2016). Kerja Sama WHO - Ri Dalam Menangani Virus Polio Di


Indonesia Melalui Program Bebas Polio. Jom Fisip, 3(2), 1–12.

Bagus, H. (2013). Pengertian Anatomi Fisiologi. Dikutip 04/05/2018, dari


http://hermankampus.blogspot.com/2012/09/pengertian-anatomi-
fisiologi.html

Cassens, J. (2011). Central Texas Orthotics and Prosthetics, LP


http://www.ctoplp.com/about.html

Castellano, Bradley D. (2013). ‘Significance Of Minor Leg Length Discrepancy’.


Chapter 35 : 182.

CSPO (1994). Ankle foot Orthosis. Phnom Penh, Cambodian.

Dops. (2009). Gait Analisis. Dikutip 20/10/2018 dari


http://www.orthopedock.com/2009/02/gait-analysis

Evan. (2009). Biomekanik pada Regio Ankle dan Kaki. Dikutip pada 05/05/2018
dari : http://evanbiomekanikankle.blogspot.co.id/2009/10/bio
mekanikpada-regio-ankle-dan-kaki.html

Hallbergh, R. I (2002). Patient In Hospital Rehabilitation. Vol. 39, issue 3, page


341-351. Diakses pada 04/11/2018 pukul 17.45 WIB. Dari: http://
www.journalofnursingstudies.com

Hay dan hatze. (2011). Pengertian biomekanika, dikutip 20/10/2018, dari :

http://www.airindevanty201121012.weblog.esaunggul.ac.id/biomekania
Hebert, JS. (2005). Gait Evaluating of an Automatic Stance-Control Knee
Orthosis in a Patient With Postpoliomyelitis. Canadian
Association of Physical Medicine and Rehabilitation’s Annual
Scientific Meeting [Online]. vol.86, issue 8, page 1676-1680. Dari:
http://ncbi.nlm.nih.gov/m/pubmed/16084826&hl=id-ID [18 Nov 2018]
Huckstep, R L. (1975). Poliomyelitis. A Guide for Developing Countries
Including Appliances and Rehabilition for Disable. Distributed in
the United States of America by Longman Inc., New : Longman
Group Limited.

Genet, F, et al. (2009). Orthotic devices and gait in polio patients. Annals of
Physical and Rehabilitation Medicine 53 (2010) 51–59

Janice L, et al. (2013). Study Guide for Brunner & Suddarth’s Textbook of
Medical Surgical Nursing. Wolters Kluwer Health. Dari: https://
books.google.co.id

Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Online]. (2016). Tersedia di


http:/kbbi.kemdikbud.go.id/.

Kementerian Kesehatan RI. (2015). Sekretariat Jendral Profil Kesehatan


Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Maulana, Fadli. (2013). Klasifikasi Sendi [Online]. Dari


https://www.neliti.com/publications/80341/model-penyebaran-penyakit-
polio-dengan-pengaruh-vaksinasi [17 Nov 2018].

Muhlisin, A. (2018). Paralysis : Gejala, Jenis, Penyebab, dan Pengobatan. Dikutip


pada 04/05/2018,dari www.google.co.id/amp/s/mediskus.com
/paralisis/amp

Mullins, Carla. (2017). ‘Trendelenburg gait – causes, considerations and exercise


videos, body organics’. Dikutip pada 13/10/18, dari:
https://www.bodyorganics.com.au/trendelenburg-gait-causes-exercises-
videos/.

Oxforddictionaries. 2016. Proprioceptive Definition Of Proprioceptive In English


From The Oxford Dictionary[Online]. Dari
https://en.oxforddictionaries.com/definition/proprioceptive [25 Feb 2019]

Pasaribu, S. (2005). Aspek Diagnostik Poliomielitis. E-USU Repository, 1–5.


Pearce, Evelyn C. (1979). Anatami dan fisiologi untuk para medis. 133, Gramedia
Jakarta.

Pearce, E. C. (2006). Anatomi dan Fisiologi untuk Para Medis. PT. Gramedia,
Bandung. Dikutip pada 15/05/2018 dari : https://books.google.co.id/
books/about/ Anatomi_ Dan_ Fisiologi_Untuk _Paramedis.html?id
=55OShlTLNCMC &redir_esc=y

Peraturan Menteri Kesehatan No. 22 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan


Pekerjaan Dan Praktik Ortotis Prostetis No.22 tahun 2013 Bab I pasal 1

Pontoh Lely M dan Angliadi Engeline. (2015). Rehabilitasi medik Pada


Poliomielities. Program Studi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado.

Putz.R & Pabst. R. (2002). ‘Atlas Anatomi Manusia Sobotta’, Buku Kedokteran
Jilid 2, edisi 21, Jakarta.

Putz, R & Pabst, R. (2003). Atlas Anatomi Manusia Sobotta. Buku Kedokteran
Jilid 2 edisi 21. Jakarta.

Purtz, R & Pabst, R. (2010). Atlas Anatomi Manusia Sobotta, Edisi 22, Buku
Kedokteran EGC, Jakarta

Rahul. (2014).Effectiveness of an Articulated Knee Hyperextension Orthosis in


Genu Recurvatum. OJHAS Vol. 13 No. 2.

Ripatti, M. (2009). Transtibial Prosthetic Course Manual. Edisi 1, Jakarta School


Prosthetic Ortothic, Jakarta.

Ripatti, M. (2010). Knee Ankle Foot Orthosis Course Work Manual. Edisi 1,
Jakarta School Prosthetic Ortothic, Jakarta.

Sigit,M. (2001). ‘Anatomi Fungsional-Sistem Lokomosi’, Edisi Pertama, Fakultas


Kedokteran UNDIP, Semarang.
Syelawati. 2015. Pemeriksaan Sensibilitas [Onine]. Dari:
https://www.slideshare.net/syelawati/syelawati?from_action=save [19 Feb
2019]

Werner, D. (2007). Infantile paralysis. In:Disabled village children. AS guide for


community health, workers,rehabilitation workers, and families (2nd ed.).
Berkeley, California: Hesperian foundation: p. 59-76.

Wicaksono, H. (2010). Syndrome Pasca Post Polio. Dikutip 07/05/2018, dari


http://penyskitdalam- internis.blogspot.co.id/2010/01

Zulkifli, A. (2007). Epidemiologi Penyakit Polio. Fakultas Kesehatan Masyarakat


Universitas Hasanuddin.