Anda di halaman 1dari 7

RUANG DEWI AMBA RSMM BOGOR

STIMULASI ISOLASI SOSIAL: KEMAMPUAN MEMPERKENALKAN DIRI

Oleh:
FLAVIANA ARIANTI DUE (17621059)
HAFIZ YAHYA (17621064)
KLARA SINTA (17621065)
YUTRI RAMBU BABA KABIDA (17621074)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KADIRI
2019/2020
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)
STIMULASI ISOLASI SOSIAL: KEMAMPUAN MEMPERKENALKAN DIRI

A. TOPIK
Sesi 1 TAK Stimulasi Isolasi Sosial : Kemampuan Memperkenalkan Diri

B. TUJUAN
1. Klien mampu memperkenalkan diri
2. Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok
3. Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok
4. Klien mampu menyampaikan dan membicarakan topik
Kriteria evaluasi:
1. 100 % klien mengikuti TAK dari awal sampai akhir.
2. 70 % klien dapat berkenalan dengan anggota kelompok.
3. 70% klien dapat bercakap-cakap dengan anggota kelompok.
5. 70% Klien dapat menyampaikan dan membicarakan topik.

C. LANDASAN TEORI
Sosialisasi adalah kemampuan untuk berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain
(Gail W. Stuart, 2007). Penurunan sosialisasi dapat terjadi pada individu yang menarik diri,
yaitu percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain (Rowlins). Dimana individu
yang mempunyai mekanism e koping adaptif, maka peningkatan sosialisasi lebih mudah
dilakukan. Sedangkan individu yang mempunyai mekanisme koping maladaptif bila tidak
segera mendapatkan terapi atau penanganan yang baik akan menimbulkan masalah-masalah
yang lebih banyak dan lebih buruk. (Keliat dan Akemat, 2005)
Hampir di seluruh dunia terdapat sekitar 450 juta (11%) orang yang mengalami
mekanisme koping maladaptif (ringan sampai berat) (WHO, 2006). Hasil survey Kesehatan
Mental Rumah Tangga di Indonesia menyatakan bahwa 185 orang per 1000 penduduk di
Indonesia mengalami mekanisme koping maladaptif (ringan sampai berat). Berdasarkan
survey di rumah sakit jiwa, masalah keperawatan yang paling banyak ditemukan adalah
menarik diri (17,91 %), halusinasi (26,37 %), perilaku kekerasan (17,41 %), dan harga diri
rendah (16,92 %) (Pikiran Rakyat Bandung, 2007).
Dampak yang dapat ditimbulkan oleh menarik diri pada klien isolasi sosial adalah ; 1)
Kerusakan komunikasi verbal dan non verbal, 2) Gangguan hubungan interpersonal, 3)
Gangguan interaksi sosial, 4) resiko perubahan persepsi sensori (halusinasi). Bila klien
menarik diri tidak cepat teratasi maka akan dapat membahayakan keselamatan diri sendiri
maupun orang lain (Budi Anna Kelliat, 2006)
Penatalaksanaan klien dengan riwayat menarik diri dapat dilakukan salah satunya dengan
pemberian intervensi Terapi Aktivitas Kelompok sosialisasi, yang merupakan salah satu
terapi modalitas keperawatan jiwa dalam sebuah aktifitas secara kolektif dalam rangka
pencapaian penyesuaian psikologis, prilaku dan pencapaian adaptasi optimal pasien. Terapi
Aktifitas Kelompok (TAK) sosialisasi adalah upaya memfasilitasi kemampuan klien dalam
meningkatkan sosialisasi.
D. KLIEN
1. Kriteria klien
a. Klien menarik diri yang telah mulai melakukan interaksi interpersonal
b. Klien kerusakan komunikasi verbal yang telah berespons sesuai dengan
stimulus
2. Proses seleksi
1. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.
2. Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.
3. Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi: menjelaskan
tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan aturan main dalam
kelompok

3. Jumlah klien: Terdiri dari 2 orang


Klien yang mengikuti TAK Stimulasi sensori mengenal halusinasi adalah: Ny. L dan
Ny. N

E. PENGORGANISASIAN
1. Waktu
a. Hari/tanggal : Kamis, 12 Desember 2019
b. Waktu : 08.00 s/d 08.45 WIB (45 menit)
c. Tempat : Ruang Dewi Amba

2. Tim terapis
a. Setting:
 Klien dan terapis duduk membentuk lingkaran.
 Ruangan nyaman dan tenang.

F K K

CL L

Keterangan:
K : Klien L : Leader CL : Co-Leader
F : Fasilitator

1. Tim Terapis
a. Leader : Yutri Baba Kabida

Tugas:
Menyiapkan proposal kegiatan TAK
Menyampaikan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktifitas
kelompok sebelum kegiatan dimulai.
Menjelaskan permainan.
Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kclompok dan
memperkenalkan dirinya.
Mampu memimpin tcrapi aktilitas kelompok dengan baik dan tertib
Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok
b. Co-leader : Hafiz Yahya

Tugas :
Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas
klien.
Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang.
c. Fasilitator : Flaviana Arianti Due

Tugas:
Menyediakan fasilitas selama kegiatan berlangsung.
Memotivasi klien yang kurang aktif.
Membantu leader memfasilitasi anggota untuk berperan aktif dan
memfasilitasi anggota kelompok

2. Metode
a. Dinamika kelompok
b. Diskusi dan tanya jawab
c. Bermain peran/ simulasi
3. Media
- Laptop
- Musik/ lagu
- Bola
- Buku catatan dan pulpen
- Kartu nama/ name tag
- Jadwal kegiatan klien

SESI 1 : Kemampuan Memperkenalkan Diri

A. Tujuan

Klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap, nama


panggilan, asal dan hobi.
B. Setting

Klien dan terapis/leader duduk bersama dalam lingkaran.


Ruangan nyaman dan tenang
C. Alat
1. Laptop
2. Musik
3. Bola
4. Buku catatan dan pulpen
5. Jadwal kegiatan klien
D. Metode
1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan tanya jawab
3. Bermain peran/simulasi
E. Langkah kegiatan
1. Persiapan
a. Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu isolasi sosial
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi

Pada tahap ini terapis melakukan :


a. Memberi salam terapeutik : salam dari terapis
b. Evaluasi/validasi : menanyakan perasaan klien saat ini
c. Kontrak :
1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri.
2) Menjelaskan aturan main/terapi :
- Jika ada klien yang meninggalkan kelompok harus minta izin
kepada terapis.
- lama kegiatan 15 menit.
- Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
3. Tahap kerja
a. Jelaskan kegiatan, yaitu hidupkan laptop dan play musik serta bola diedarkan
berlawanan dengan arah jarum jam (yaitu kearah kiri) dan pada saat musik
dimatikan maka anggota kelompok yang memegang bola memperkenalkan
dirinya.
b. Hidupkan musik kembali dan edarkan bola berlawanan dengan arah jarum
jam
c. Pada saat musik dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola
mendapat giliran untuk menyebutkan : salam, nama lengkap , nama
panggilan, hobi, dan asal, dimulai oleh terapis sebagai contoh.
d. Tulis nama panggilan pada kertas/papan nama dan tempel/pakai.
e. Ulangi b, c, dan d sampai semua anggota kelompok mendapat giliran.
f. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk
tangan.
4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti tak
2) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana tindak lanjut
1) Menganjurkan tiap anggota kelompok melatih memperkenalkan diri
pada orang lain di kehidupan sehari-hari.
2) Memasukan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal kegiatan
harian klien.
c. Kontrak yang akan datang
1) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu berkenalan dengan anggota
kelompok
2) Menyepakati waktu dan tempat

F. FORMAT EVALUASI
Terlampir
FORMAT EVALUASI
SESI 1: TAK
STIMULASI ISOLASI SOSIAL: Kemampuan Memperkenalkan Diri
Hari/Tanggal: Kamis, 12 Desember 2019
Waktu : 11.10-11.40 WIB

Mampu Mampu
Mampu
No. Nama Klien Menyebutkan menyebutkan
Mengenalkan Diri
nama temannya nama terapis

1 Laras