Anda di halaman 1dari 19

COVER

LEUKIMIA

DI SUSUN OLEH :

KELOMPOK 5
1. Adam Mohamad S.Hau
2. Alfandi Usman
3. Amelia Pakaya
4. Anisa Radjab
5. Chintari Mukminat Abubakar
6. Dessy Purwaningsih U. Laguna
7. Dian Putri Anggraini
8. Elisa Putri Luawo
9. Febriani R. Karim
10. Sri Elisa Nento
11. Sri Sintiyas Y. Pipi

FAKULTAS ILMU KESSEHATAN


PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO
2020

i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena kita telah di berikan
suatu nikmat yaitu kesehatan sehingga kita dapat membuat tugas yang berjudul “LEUKIMIA”
serta tak lupa salawat beriring salam kita kirimkan kepada junjungan kita Nabi muhammad
SAW karna berkat perjunjungan beliau kita sama-sama dapa merasakan alam yang penuh dengan
ilmu pengetahuan dan teknologi seperti saat ini.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah kami ini. Terutama pada “ibu Nurliah M.kep” Serta kepada teman-teman yang telah
membantu dalam penyusunan makalah kali ini.

Jika di kemudian hari terdapat keselahan kami mohon maaf sebesar besarnya serta kami mohon
kritik dan saran dari segenap pembaca sekalian. Demikian yang kami ucapkan lebih dan kurang
kami ucapkan terima kasih

Gorontalo, 18 Januari 2020

Kelompok 6

ii
DAFATAR ISI

COVER .......................................................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. ii
DAFATAR ISI ............................................................................................................................................. iii
BAB I ............................................................................................................................................................ 1
KONSEP MEDIS.......................................................................................................................................... 1
1. 1 PENGERTIAN .................................................................................................................................. 1
1.2 PENYEBAB ....................................................................................................................................... 2
1.3 PATOFISIOLOGI............................................................................................................................... 3
1.4 MANIFESTASI KLINIS ................................................................................................................... 4
1.5 PATHWAY......................................................................................................................................... 5
1.6 PEMERIKSAAN PENUNJANG....................................................................................................... 5
1.7 KOMPLIKASI .................................................................................................................................... 6
1.8 PENATALAKSANAAN .................................................................................................................... 7
BAB II........................................................................................................................................................... 9
KONSEP KEPERAWATAN........................................................................................................................ 9
2.1 PENGKAJIAN .................................................................................................................................... 9
2.2 PENYIMPANGAN KDM ................................................................................................................ 11
2.3 DIAGNOSA KEPERAWATAN ...................................................................................................... 11
BAB III RENCANA ................................................................................................................................... 12
INTERVENSI (SDKI SLKI SIKI) ............................................................................................................. 12
BAB IV ....................................................................................................................................................... 15
PENUTUP .................................................................................................................................................. 15
4.1.Kesimpulan. ...................................................................................................................................... 15
4.2.Saran. ................................................................................................................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 16

iii
BAB I

KONSEP MEDIS

1. 1 PENGERTIAN
Leukemia, asal berasal dari bahasa yunani leukos-putih dan haima-darah. Leukemia adalah jenis
kanker yang mempengaruhi sumsum tulang dan jaringan getah bening. Semua kanker bermula di
sel, yang membuat darah dan jaringan lainnya. Biasanya, sel-sel akan tumbuh dan membelah diri
untuk membentuk sel-sel baru yang dibutuhkan tubuh. Saat sel-sel semakin tua, sel-sel tersebut
akan mati dan sel-sel baru akan menggantikannya. Tapi, terkadang proses yang teratur ini
berjalan menyimpang, Sel-sel baru ini terbentuk meski tubuh tidak membutuhkannya, dan sel-sel
lama tidak mati seperti seharusnya. Kejanggalan ini disebut leukemia, di mana sumsum tulang
menghasilkan sel-sel darah putih abnormal yang akhirnya mendesak sel-sel lain.
Beberapa pengertian menurut para ahli yaitu sbb:
Leukimia adalah proliferasi sel darah putih yang masih imatur dalam jaringan pembentuk darah.
(Suriadi, & Rita yuliani, 2001 : 175). Leukimia adalah proliferasi tak teratur atau akumulasi sel
darah putih dalam sum-sum tulang menggantikan elemen sum-sum tulang normal (Smeltzer, S C
and Bare, B.G, 2002 : 248 ) Leukimia adalah suatu keganasan pada alat pembuat sel darah
berupa proliferasio patologis sel hemopoetik muda yang ditandai oleh adanya kegagalan sum-
sum tulang dalam membentuk sel darah normal dan adanya infiltrasi ke jaringan tubuh yang lain.
(Arief Mansjoer, dkk, 2002 : 495) Leukemia adalah neoplasma akut atau kronis dari sel-sel
pembentuk darah dalam sumsum tulang dan limfa nadi (Reeves, 2001).
Sifat khas leukemia adalah proliferasi tidak teratur atau akumulasi sel darah putih dalam sumusm
tulang, menggantikan elemen sumsum tulang normal. Juga terjadi proliferasi di hati, limpa dan
nodus limfatikus, dan invasi organ non hematologis, seperti meninges, traktus gastrointesinal,
ginjal dan kulit. Berdasarkan dari beberapa pengertian diatas maka penulis berpendapat bahwa
leukemia adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh proliferasi abnormal dari sel-sel leukosit
yang menyebabkan terjadinya kanker pada alat pembentuk darah.

1
1.2 PENYEBAB
Penyebab yang pasti belum diketahui, akan tetapi terdapat faktor predisposisi yang
menyebabkan terjadinya leukemia, yaitu :
A. Genetik
Adanya Penyimpangan Kromosom Insidensi leukemia meningkat pada penderita
kelainan kongenital, diantaranya pada sindroma Down, sindroma Bloom, Fanconi’s
Anemia, sindroma Wiskott-Aldrich, sindroma Ellis van Creveld, sindroma Kleinfelter, D-
Trisomy sindrome, sindroma von Reckinghausen, dan neurofibromatosis ( Wiernik,
1985; Wilson, 1991 ) . Kelainan-kelainan kongenital ini dikaitkan erat dengan adanya
perubahan informasi gen, misal pada kromosom 21 atau C-group Trisomy, atau pola
kromosom yang tidak stabil, seperti pada aneuploidy.
B. 2 Saudara kandung
Dilaporkan adanya resiko leukemia akut yang tinggi pada kembar identik dimana kasus-
kasus leukemia akut terjadi pada tahun pertama kelahiran . Hal ini berlaku juga pada
keluarga dengan insidensi leukemia yang sangat tinggi ( Wiernik,1985 ) .
C. Faktor Lingkungan
Beberapa faktor lingkungan di ketahui dapat menyebabkan kerusakan kromosom
dapatan, misal : radiasi, bahan kimia, dan obat-obatan yang dihubungkan dengan insiden
yang meningkat pada leukemia akut, khususnya ANLL ( Wiernik,1985; Wilson, 1991 ) .
D. Virus
Dalam banyak percobaan telah didapatkan fakta bahwa RNA virus menyebabkan
leukemia pada hewan termasuk primata . Penelitian pada manusia menemukan adanya
RNA dependent DNA polimerase pada sel-sel leukemia tapi tidak ditemukan pada sel-sel
normal dan enzim ini berasal dari virus tipe C yang merupakan virus RNA yang
menyebabkan leukemia pada hewan. ( Wiernik, 1985 ) . Salah satu virus yang terbukti
dapat menyebabkan leukemia pada manusia adalah Human T-Cell Leukemia . Jenis
leukemia yang ditimbulkan adalah Acute T- Cell Leukemia . Virus ini ditemukan oleh
Takatsuki dkk ( Kumala, 19990).
E. Bahan Kimia dan Obat-obatan
Paparan kromis dari bahan kimia ( misal : benzen ) dihubungkan dengan peningkatan
insidensi leukemia akut, misal pada tukang sepatu yang sering terpapar benzen. (
Wiernik,1985; Wilson, 1991 ) Selain benzen beberapa bahan lain dihubungkan dengan

2
resiko tinggi dari AML, antara lain : produk – produk minyak, cat , ethylene oxide,
herbisida, pestisida, dan ladang elektromagnetik ( Fauci, et. al, 1998 ) .
F. Obat-obatan
Obat-obatan anti neoplastik ( misal : alkilator dan inhibitor topoisomere II ) dapat
mengakibatkan penyimpangan kromosom yang menyebabkan AML . Kloramfenikol,
fenilbutazon, dan methoxypsoralen dilaporkan menyebabkan kegagalan sumsum tulang
yang lambat laun menjadi AML ( Fauci, et. al, 1998 ).
G. Radiasi
Hubungan yang erat antara radiasi dan leukemia ( ANLL ) ditemukan pada pasien-pasien
anxylosing spondilitis yang mendapat terapi radiasi, dan pada kasus lain seperti
peningkatan insidensi leukemia pada penduduk Jepang yang selamat dari ledakan bom
atom. Peningkatan resiko leukemia ditemui juga pada pasien yang mendapat terapi
radiasi misal : pembesaran thymic, para pekerja yang terekspos radiasi dan para
radiologis.
H. Leukemia Sekunder
Leukemia yang terjadi setelah perawatan atas penyakit malignansi lain disebut Secondary
Acute Leukemia ( SAL ) atau treatment related leukemia . Termasuk diantaranya
penyakit Hodgin, limphoma, myeloma, dan kanker payudara . Hal ini disebabkan karena
obat-obatan yang digunakan termasuk golongan imunosupresif selain menyebabkan dapat
menyebabkan kerusakan DNA . Leukemia biasanya mengenai sel-sel darah putih.
Penyebab dari sebagian besar jenis leukemia tidak diketahui. Pemaparan terhadap
penyinaran (radiasi) dan bahan kimia tertentu (misalnya benzena) dan pemakaian obat
antikanker, meningkatkan resiko terjadinya leukemia. Orang yang memiliki kelainan
genetik tertentu (misalnya sindroma Down dan sindroma Fanconi), juga lebih peka
terhadap leukemia.

1.3 PATOFISIOLOGI
Manifestasi klinis penderita leukemia akut disebabkan adanya penggantian sel pada sumsum
tulang oleh sel leukemik , menyebabkan gangguan produksi sel darah merah . Depresi produksi
platelet yang menyebabkan purpura dan kecenderungan terjadinya perdarahan . Kegagalan
mekanisme pertahanan selular karena penggantian sel darah putih oleh sel lekemik, yang
menyebabkan tingginya kemungkinan untuk infeksi . Infiltrasi sel-sel leukemik ke organ-organ
vital seperti liver dan limpa oleh sel-sel leukemik yang dapat menyebabkan pembesaran dari

3
organ-organ tersebut . ( Cawson, 1982 ). Sedangkan pada penderita Leukemia itu sebdiri
disebabkan sbb:
Normalnya tulang marrow diganti dengan tumor yang malignan, imaturnya sel blast.Adanya
proliferasi sel blast, produksi eritrosit dan platelet terganggu sehingga akan menimbulkan anemia
dan trombositipenia. Sistem retikuloendotelial akan terpengaruh dan menyebabkan gangguan
system pertahanan tubuh dan mudah mengalami infeksi. Manifestasi akan tampak pada
gambaran gagalnya bone marrow dan infiltrasi organ, sistem saraf pusat. Gangguan pada nutrisi
dan metabolisme. Depresi sumsum tulang yang akan berdampak pada penurunan lekosit,
eritrosit, faktor pembekuan dan peningkatan tekanan jaringan. Adanya infiltrasi pada ekstra
medular akan berakibat terjadinya pembesaran hati, limfe,nodus limfe, dan nyeri persendian.
(Suriadi, & Yuliani R, 2001: hal. 175).

1.4 MANIFESTASI KLINIS


Manifestasi klinik yang sering dijumpai pada penyakit leukemia adalah sebagai berikut:
1. Pilek tidak sembuh-sembuh& sakit kepala.
2. Pucat, lesu, mudah terstimulasi, Merasa lemah atau letih.
3. Demam, keringat malam dan anorexia
4. Berat badan menurun
5. Ptechiae, memar tanpa sebab, Mudah berdarah dan lebam (gusi berdarah, bercak
6. keunguan di kulit, atau bintik-bintik merah kecil di bawah kulit)
7. Nyeri pada tulang dan persendian
8. Nyeri abdomen, Pembengkakan atau rasa tidak nyaman di perut (akibat pembesaran
limpa).

4
1.5 PATHWAY
Faktor internal (Genetik, Imunologi) Faktor Eksternal (Obat-obatan, Radiasi)

LEUKEMIA

Gangguan pembentukan leuko memfagosit eritrocit penekankan BM gangguan pembentukan


leukosit & trombocit komponen darah

Leukopeni Potensial terjadi perdarahan yang tidak terkontrol Anemia

Daya tahan turun lemah,nahfu makan menurun

Mual,muntah,diare,perdarahan

Leukositosis

Keletihan
Potesial infeksi
Resiko tinggi
defisit cairan
tubuh

Nyeri seluruh tubuh

1.6 PEMERIKSAAN PENUNJANG


1. Hitung darah lengkap : menunjukkan normositik, anemia normositik
2. Hemoglobulin : dapat kurang dari 10 gr/100ml
3. Retikulosit : jumlah biasaya rendah
4. Trombosit : sangat rendah (< 50000/mm)
5. SDP : mungkin lebih dari 50000/cm dengan peningkatan SDP immatur

5
6. PTT : memanjang
7. LDH : mungkin meningkat
8. Asam urat serum : mungkin meningkat
9. Muramidase serum : pengikatan pada leukemia monositik akut dan mielomonositik
10. Copper serum : meningkat
11. Zink serum : menurun
12. Foto dada dan biopsi nodus limfe : dapat mengindikasikan derajat keterlibatan.

1.7 KOMPLIKASI
Leukemia granulositik kronik (LGK) dapat menyebabkan berbagai komplikasi, diantaranya
yaitu:

1. Kelelahan (fatigue). Jika leukosit yang abnormal menekan sel-sel darah merah, maka
anemia dapat terjadi. Kelelahan merupakan akibat dari kedaan anemia tersebut. Proses
terapi LGK juga dapat meyebabkan penurunan jumlah sel darah merah.
2. Pendarahan (bleeding). Penurunan jumlah trombosit dalam darah (trombositopenia)
pada keadaan LGK dapat mengganggu proses hemostasis. Keadaan ini dapat
menyebabkan pasien mengalami epistaksis, pendarahan dari gusi, ptechiae, dan
hematom.
3. Rasa sakit (pain). Rasa sakit pada LGK dapat timbul dari tulang atau sendi. Keadaan ini
disebabkan oleh ekspansi sum-sum tulang dengan leukosit abnormal yang berkembang
pesat.
4. Pembesaran Limpa (splenomegali). Kelebihan sel-sel darah yang diproduksi saat
keadaan LGK sebagian berakumulasi di limpa. Hal ini menyebabkan limpa bertambah
besar, bahkan beresiko untuk pecah.
5. Stroke atau clotting yang berlebihan (excess clotting). Beberapa pasien dengan kasus
LGK memproduksi trombosit secara berlebihan. Jika tidak dikendalikan, kadar trombosit
yang berlebihan dalam darah (trombositosis) dapat menyebabkan clot yang abnormal dan
mengakibatkan stroke.
6. Infeksi. Leukosit yang diproduksi saat keadaan LGK adalah abnormal, tidak
menjalankan fungsi imun yang seharusnya. Hal ini menyebabkan pasien menjadi lebih

6
rentan terhadap infeksi. Selain itu pengobatan LGK juga dapat menurunkan kadar
leukosit hingga terlalu rendah, sehingga sistem imun tidak efektif.
7. Kematian.

1.8 PENATALAKSANAAN
1. Pelaksanaan kemoterapi
Sebagian besar pasien leukemia menjalani kemoterapi. Jenis pengobatan kanker ini
menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel leukemia. Tergantung pada jenis leukemia,
pasien bisa mendapatkan satu jenis obat atau kombinasi dari dua obat atau lebih. Pasien
leukemia bisa mendapatkan kemoterapi dengan berbagai cara:

Melalui mulut
 Dengan suntikan langsung ke pembuluh darah balik (atau intravena).
 Melalui kateter (tabung kecil yang fleksibel) yang ditempatkan di dalam pembuluh darah
balik besar, seringkali di dada bagian atas – Perawat akan menyuntikkan obat ke dalam
kateter, untuk menghindari suntikan yang berulang kali. Cara ini akan mengurangi rasa
tidak nyaman dan/atau cedera pada pembuluh darah balik/kulit.
 Dengan suntikan langsung ke cairan cerebrospinal – jika ahli patologi menemukan sel-sel
leukemia dalam cairan yang mengisi ruang di otak dan sumsum tulang belakang, dokter
bisa memerintahkan kemoterapi intratekal. Dokter akan menyuntikkan obat langsung ke
dalam cairan cerebrospinal. Metode ini digunakan karena obat yang diberikan melalui
suntikan IV atau diminum seringkali tidak mencapai sel-sel di otak dan sumsum tulang
belakang.
2. Terapi Biologi
Orang dengan jenis penyakit leukemia tertentu menjalani terapi biologi untuk meningkatkan
daya tahan alami tubuh terhadap kanker. Terapi ini diberikan melalui suntikan di dalam
pembuluh darah balik. Bagi pasien dengan leukemia limfositik kronis, jenis terapi biologi yang
digunakan adalah antibodi monoklonal yang akan mengikatkan diri pada sel-sel leukemia. Terapi
ini memungkinkan sistem kekebalan untuk membunuh sel-sel leukemia di dalam darah dan
sumsum tulang. Bagi penderita dengan leukemia myeloid kronis, terapi biologi yang digunakan
adalah bahan alami bernama interferon untuk memperlambat pertumbuhan sel-sel leukemia.
3. Terapi Radiasi

7
Terapi Radiasi (juga disebut sebagai radioterapi) menggunakan sinar berenergi tinggi untuk
membunuh sel-sel leukemia. Bagi sebagian besar pasien, sebuah mesin yang besar akan
mengarahkan radiasi pada limpa, otak, atau bagian lain dalam tubuh tempat menumpuknya sel-
sel leukemia ini. Beberapa pasien mendapatkan radiasi yang diarahkan ke seluruh tubuh.
(Iradiasi seluruh tubuh biasanya diberikan sebelum transplantasi sumsum tulang.)
4. Transplantasi Sel Induk (Stem Cell)
Beberapa pasien leukemia menjalani transplantasi sel induk (stem cell). Transplantasi sel induk
memungkinkan pasien diobati dengan dosis obat yang tinggi, radiasi, atau keduanya. Dosis
tinggi ini akan menghancurkan sel-sel leukemia sekaligus sel-sel darah normal dalam sumsum
tulang. Kemudian, pasien akan mendapatkan sel-sel induk (stem cell) yang sehat melalui tabung
fleksibel yang dipasang di pembuluh darah balik besar di daerah dada atau leher. Sel-sel darah
yang baru akan tumbuh dari sel-sel induk (stem cell) hasil transplantasi ini.
Setelah transplantasi sel induk (stem cell), pasien biasanya harus menginap di rumah sakit
selama beberapa minggu. Tim kesehatan akan melindungi pasien dari infeksi sampai sel-sel
induk (stem cell) hasil transplantasi mulai menghasilkan sel-sel darah putih dalam jumlah yang
memadai.
Terdapat tiga fase pelaksanaan kemoterapi :
a. Fase induksiDimulasi 4-6 minggu setelah diagnosa ditegakkan. Pada fase ini diberikan
terapi kortikostreroid (prednison), vincristin dan L-asparaginase. Fase induksi dinyatakan
behasil jika tanda-tanda penyakit berkurang atau tidak ada dan dalam sumsum tulang
ditemukan jumlah sel muda kurang dari 5%.
b. Fase Profilaksis Sistem saraf pusatPada fase ini diberikan terapi methotrexate, cytarabine
dan hydrocotison melaui intrathecal untuk mencegah invsi sel leukemia ke otak. Terapi
irradiasi kranial dilakukan hanya pada pasien leukemia yang mengalami gangguan sistem
saraf pusat.
c. KonsolidasiPada fase ini kombinasi pengobatan dilakukan unutk mempertahankan
remisis dan mengurangi jumlah sel-sel leukemia yang beredar dalam tubuh. Secara
berkala, mingguan atau bulanan dilakukan pemeriksaan darah lengkap untuk menilai
respon sumsum tulang terhadap pengobatan. Jika terjadi supresi sumsum tulang, maka
pengobatan dihentikan sementara atau dosis obat dikurangi.

8
BAB II
KONSEP KEPERAWATAN

2.1 PENGKAJIAN
a. Data biografi pasien
Leukemia banyak menyerang laki-laki dari pada wanita dan menyerang pada usia lebih
dari 20 tahun khususnya pada orang dewasa.
b. Riwayat Kesehatan
a) Riwayat Kesehatan Sekarang
Pada penyakit leukemia ini klien biasanya lemah, lelah, wajah terlihat pucat, sakit
kepala, anoreksia, muntah, sesak, nafas cepat.
b) Riwayat penyakit
Pada riwayat penyakit klien dengan leukemia, kaji adanya tanda-tanda
anemia yaitu pucat, kelemahan, sesak, nafas cepat. Kaji adanya tanda-tanda
leucopenia yaitu demam dan adanya infeksi. Kaji adanya tanda-tanda
trombositopenia yaitu ptechiae, purpura, perdarahan membran mukosa. Kaji
adanya tanda-tanda invasi ekstra medulola yaitu limfadenopati, hepatomegali,
splenomegali. Kaji adanya pembesaran testis. Kaji adanya hematuria, hipertensi,
gagal ginjal, inflamasi disekitar rectal, nyeri ( Lawrence, 2003).
c) Riwayat Kesehatan Keluarga
Adanya gangguan hematologis, adanya faktor herediter misal kembar monozigot.
d) Riwayat kebiasaan sehari-hari
Perbedaan pola aktivitas dirumah dan dirumah sakit.
e) Riwayat psikososial
a. Psikologi
Pada kasus ini biasanya klien dan keluarga takut dan cemas terhadap
penyakit yang diderita. Klien sangat membutukan dukungan dari keluarga
dan perawat.
b. Sosial Ekonomi

9
Klien mempunyai hubungan yang baik dengan keluarga maupun dengan
tetangga disekitar rumahnya dengan adanya keluarga dan tetangga yang
membesuk serta klien hidup dalam keadaan ekonomi yang sederhana.
f) Data penunjang
Data laboratorium pada klien dengan leukemia :
 Anemi normokrom normositer
 Leukosit >15.000/mm3 (5000-10000/ mm3)
 Sitogenik : kelainan pada kromosom 12, 13, 14, kadang-kadang pada
kromosom 6, 11
 Hb : 7,3 mg / dl ( N : 12.0 – 16.0 g/dL).
 Trombosit : 100.000 (150.000-400.000/mm3
 SDP : 60.000/cm (50.000)
 PT/PTT : memanjang
 Copper serum : meningkat
 Zink serum : menurun
g) Penatalaksanaan
Terapi dan obat yang diberikan pada klien dengan leukemia :
 Transfusi bila perlu
 Klorambusil

10
2.2 PENYIMPANGAN KDM

Faktor internal (Genetik, Imunologi) Faktor Eksternal (Obat-obatan, Radiasi)

LEUKEMIA

Gangguan pembentukan leuko memfagosit eritrocit penekankan BM gangguan pembentukan


leukosit & trombocit komponen darah

Leukopeni Potensial terjadi perdarahan yang tidak terkontrol Anemia

Daya tahan turun lemah,nahfu makan menurun

Mual,muntah,diare,perdarahan

Leukositosis

Potesial infeksi
Resiko tinggi
defisit cairan
tubuh

Nyeri seluruh tubuh

2.3 DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Resiko infeksi berhubungan dengan ketidakadekuatan pertahanan tubuh sekunder
2. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencendera fisiologis
3. Resiko ketidakseimbangan cairan dibuktikan dengan perdarahan

11
BAB III RENCANA
INTERVENSI (SDKI SLKI SIKI)

NO Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi


DX SDKI SLKI SIKI
D.0142 Resiko Infeksi Setelah dilakukan tindakan I.14539
Kategori: lingkungan keperawatan selama 3x24 Pencegahan infeksi
Subkategori: keamanan jam,diharapkan derajad Tindakan
Definisi infeksi menurun dengan Observasi
Berisiko mengalami kriteria hasil:  Monitor tanda dan
peningkatan terserang 1. Kebersihan tangan: gejala infeksi local
organisme patogenik. meningkat dan sistemik
2. Kebersihan badan: Terapeutik
Meningkat  Batasi jumblah
3. Kemerahan: pengunjung
menurun  Berikan perawatan
4. Nyeri: menurun kulit pada daerah
5. Bengkak: menurun edema
6. Kadar sel darah  Pertahankan teknik
putih: membaik aseptic pada pasien
7. Kultur darah: berisiko tinggi
membaik Edukasi
8. Kultur urine:  Jelaskan tanda dan
membaik gejala infeksi
9. Kultur sputum:  Ajarkan cara
membaik mencuci tangan
dengan benar
 Ajarkan cara
meningkatkan
nutrisi
 Ajarkan cara
meningkatkan
cairan
Kolaborasi
 Kolaborasi
pemberian
imunisasi, jika
perlu

12
D.0077 Nyeri akut Setelahdilakukan tindakan I.08238
Kategori: psikologis keperawatan diharapkan Manajemen nyeri
Subkategori: nyeri tingkat nyeri menurun Tindakan
Definisi: dengan kriteria hasil: Observasi
Pengalaman sensorik atau 1. Keluhan nyeri;  Identifikasi lokasi,
emosional yang berkaitan menurun karkteristik, durasi
dengan kerusakan 2. Meringis: menurun frekuensi, intesutas
jaringan actual atau 3. Sikap protektif: nyeri
fungsional, dengan onset menurun  Identifikasi skala
mendadk atau lambat dan 4. Ketegangan otot: nyeri
berientisitas ringan menurun  Identifikasi respon
hingga berat yang 5. Frekuensi nadi: nyeri non verbal
berlangsung kurang dari membaik  Identifikasi faktor
tiga bulan 6. Pola nafas: yang memperberat
Penyebab: membaik dan memperingan
1. Agen pencedera 7. Tekanan darah: nyeri
fisiologis (mis. membaik Terapeutik
Inflamasi,  Berikan teknik
iskemia, nonfarmakologis
neoplasma) untuk mengurangi
2. Agen pencedera rasa nyeri
kimiawi (mis.  Control lingkungan
Terbakar bahan yang memperberat
kimia iritan) rasa nyeri
3. Agen pencedera  Monitor efek
fisik (mis. Abses, samping
amputasi, terbakar
penggunaan
terpotong) analgetik
 Pertimbangan jenis
dan sumber nyeri
dalam pemilihan
strategi meredakan
nyeri
Edukasi
 Jelaskan penyebab,
periode dan pemicu
nyeri
 Jelaskan strategi
meradakan nyeri
 Anjurkan monitor

13
nyeri secara
mandiri
Kolaborasi
 Kolaborasi
pemberian analgeti,
jika perlu
D.0036 Resiko Setelah dilakukan tindakan I.03098
ketidakseimbangan keperawatan diharapkan Manajemen cairan
cairan keseimbangan cairan Tindakan
Kategori: fisiologis meningkat dengan kriteria Observasi
Subkategori: nutrisi dan hasil:  Monitor status
cairan 1. Asupan cairan: hidrasi
Definisi: meningkat  Monitor berat
Berisiko mengalami 2. Asupan makanan: badan harian
penurunan, peningkatan meningkat  Monitor berat
atau percepatan 3. Dehidrasi: badan sebelum dan
perpindahan cairan dari menurun sesudah dialysis
intravaskuler, interstisial 4. Tekanan darah:  Monitor hasil
atau intraselular membaik pemeriksaan
5. Denyut nadi laboratorium
radial: membaik Terapeutik
6. Beratbadan:  Catat intake-output
membaik dan hitung balans
cairan 24jam
 Berikan asupan
cairan sesuai
kebutuhan
 Berikan cairan
intravena, jika
perlu
Kolaborasi
 Kolaborasi
pemberian diuretic,
jika perlu

14
BAB IV
PENUTUP

4.1.Kesimpulan.
Adapun kesimpulan dari pembuatan makalah ini yaitu Leukemia merupakan kanker yang terjadi
pada sel darah manusia. Untuk mengetahui tentang leukemia, kita harus mengenal dahulu sel-sel
darah yang normal serta apa yang terjadi jika terkena leukemia.Dan kepada pembaca dan penulis
bisa lebih memahami materi mengenai penyakit leukemia dilihat dari perbandingan data di lahan
dan konsep teori yang sesungguhnya.
4.2.Saran.
Kami yakin makalah ini banyak kekurangannya maka dari itu kami sangat mengharapkan saran
dari teman-teman dalam penambahan untuk kelengkapan makalah ini,karna dari saran yang kami
terima dapat mengkoreksi makalah yang kami buat ini.atas saran dari teman-teman kami
ucapkan terima kasih.

15
DAFTAR PUSTAKA

Smeltzer Suzanne C. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Alih
bahasa Agung Waluyo, dkk. Editor Monica Ester, dkk Ed. 8. Jakarta : EGC; 2001.
Doenges, Marilynn E. Nursing Care Plans: Guidelines For Planning And Documenting
Patient Care. Alih Bahasa I Made Kariasa. Ed.Jakarta : EGC; 19994.
Price, Sylvia Anderson. Pathophysiology : Clinical Concepts Of Disease Processes. Alih
Bahasa Peter Anugrah. Ed.Jakarta : EGC; 19945.
Reeves, Charlene J et al. Medical-Surgical Nursing. Alih Bahasa Joko Setyono. Ed. I. Jakarta
: Salemba Medika; 2001
Susan Martin Tucker, Mary M. Canabbio, Eleanor Yang Paquette, Majorie Fife Wells,1998,
Standar Perawatan Pasien, volume 4, EGC
Suriadi, Rita Yuliani. Asuhan Keperawatan pada Anak. Jakarta: ECG: 2001

16