Anda di halaman 1dari 6

AKUNTANSI HOTEL

“RUANG LINGKUP USAHA PERHOTELAN”

KELAS AKUNTANSI C MALAM

Dosen : Edy Septian Sentosa, SE., M.Si

OLEH :
Kelompok 4
Nama Kelompok :

Dava Zakaria Yunes Yahya ( 03 )


Ni Kadek Maria Wati ( 21 )
Ni Ketut Ari Ulandari ( 23 )
Ni Made Anik Marsini ( 27 )
Ni Nyoman Iin Purnama Sari ( 31 )
Putri Dwi Ekayanti ( 37 )

PRODI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
TAHUN 2020

0
2.1 Definisi Hotel
Hotel adalah suatu bentuk bangunan, lambang, perusahaan atau badan usaha
akomodasi yang menyediakan pelayanan jasa penginapan, penyedia makanan dan
minuman serta fasilitas jasa lainnya dimana semua pelayanan itu diperuntukkan bagi
masyarakat umum, baik mereka yang bermalam di hotel tersebut ataupun mereka yang
hanya menggunakan fasilitas tertentu yang dimiliki hotel itu. Pengertian hotel ini
dapat disimpulkan dari beberapa definisi hotel seperti tersebut di bawah ini :
a. Salah satu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau keseluruhan
bagian untuk jasa pelayanan penginapan, penyedia makanan dan minuman serta
jasa lainnya bagi masyarakat umum yang dikelola secara komersil (Keputusan
Menteri Parpostel no Km 94/HK103/MPPT 1987).
b. Bangunan yang dikelola secara komersil dengan memberikan fasilitas penginapan
untuk masyarakat umum dengan fasilitas sebagai berikut :
 Jasa penginapan
 Pelayanan makanan dan minuman
 Pelayanan barang bawaan
 Pencucian pakaian
 Penggunaan fasilitas perabot dan hiasan-hiasan yang ada di dalamnya.
(Endar Sri,1996:8)
c. Sarana tempat tinggal umum untuk wisatawan dengan memberikan pelayanan jasa
kamar, penyedia makanan dan minuman serta akomodasi dengan syarat
pembayaran (Lawson, 1976:27).

2.2 Jenis dan Penggolongan Usaha Hotel


Klasifikasi atau penggolongan hotel adalah suatu system pengelompokan hotel
kedalam berbagai kelas atau tingkatan, berdasarkan ukuran penilaian tertentu. Hotel
dapat dikelompokan kedalam berbagai kriteria menurut kebutuhanya, namun ada
beberapa kriteria yang dianggap paling lazim digunakan. Sistem klasifikasi hotel di
dunia berlainan antara negara yang satu dengan negara yang lain. Sebagai contoh
negara Tiongkok menggunakan klasifikasi: Tourist class, starndart&super class.
Negara Bulgaria, Kolombo, Equador, Syria, Kuwait menggunakan klasifikasi hotel
kelas A, B, C, D dan E. Di Indonesia pada tahun 1977, dengan keputusan
Menparpostel No. PM.10/PW.301/Pdb-77 tentang usaha dan klasifikasi hotel,
ditetapkan bahwa penilaian klasifikasi hotel secara minimum didasarkan pada:
a) Jumlah Kamar
b) Fasilitas
c) Peralatan yang tersedia
d) Mutu pelayanan

1
United State Lodging Industry membagi hotel menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Transient hotel, hotel yang lokasinya di tengah kota dengan jenis tamu yang
menginap sebagian besar adalah untuk urusan bisnis dan turis.
- Residential hotel, hotel yang pada dasarnya merupakan rumah-rumah berbentuk
apartemen dengan kamar-kamarnya, dan disewakan secara bulanan atau tahunan
yang menyediaka kemudahan-kemudahan seperti restoran, layanan makanan yang
diantar ke kamar, dan pelayanan kebersihan kamar.
- Resort hotel, hotel yang pada umumnya berlokasi di tempat-tempat wisata, dan
menyediaka tempat-tempat rekreasi dan juga ruang serta fasilitas konferensi untuk
tamu-tamunya.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No.


KM37/PW.340/MPPT-86 tentang Peraturan Usaha dan Penggolongan Hotel,
ditetapkan sebagai berikut:
1) Penggolongan hotel ditandai dengan "bintang", dari bintang 1 sampai dengan 5.
2) Syarat penggolongan hotel berdasarkan kondisi phisik:
a. Besar/kecilnya hotel atau banyaknya kamar:
- Hotel kecil: 25 kamar atau kurang
- Hotel sedang: lebih dari 25-100 kamar
- Hotel rnenengah: lebih dari 100-300 kamar
- Hotel besar: lebih dari 300 kamar
b. Kualitas, lokasi dan lingkungan bangunan
c. Fasilitas yang dimiliki hotel untuk tamu
d. Kelengkapan peralatan yang tersedia
e. Kualitas bangunan
f. Tata letak ruang dan ukuran ruang

3) Operasional/manajemen meliputi:
a. Struktur organisasi, uraian tugas dan manual kerja secara tertulis
b. Tenaga kerja, spesialisasi dan tingkat pendidikan karyawan
4) Pelayanan meliputi:
a. Keramahan, sopan dan menggunakan seragam
b. Pelayanan mengacu pada kebutuhan dan keinginan tamu
c. Pelayanan dibuka selama 24 jam (hotel bintang 4 dan 5)

Dalam Surat Keputusan Dirjen Pariwisata tersebut juga mengatur jenis penginapan
dengan fasilitas bawah hotel berbintang (hotel melati), seperti wisma, home stay,
losmen.

2.3 Sejarah dan Perkembangan Hotel di Eropa, USA, Indonesia


2.3.1 Sejarah dan Perkembangan Hotel di Eropa dan USA

2
Eropa dan Amerika merupakan pelopor lahirnya hotel-hotel modern yakni
pada abad ke-18. Misalnya Hotel Covent Garden yang dirikan tahun 1774, selain
memiliki fasilitas lengkap dan jumlah kamar yang banyak, hotel ini juga
berdampingan langsung dengan bioskop dekat Westminsfer di London. Ada pula
City Hotel di New York dengan kapasitas 170 kamar yang didirikan pada 1794.
Industri perhotelan berkembang pesat pada abad ke-19. Hotel-hotel modern
mulai didirikan di banyak kota besar, semacam London, Paris, New York, Boston,
San Fransisco, dan lainnya. Para pengelola hotel-hotel ini tidak hanya menawarkan
paket pelayanan tempat tinggal sementara, tetapi juga mulai menyediakan tempat
pertemuan dan konferensi beserta perangkat teknologi terbaru, semacam telepon dan
televisi.
Bahkan, pada akhir abad ke-19, muncul hotel-hotel dengan label khusus,
misalkan hotel untuk business travellers seperti Ellsworth Milton Statler Hotel di
New York yang didirikan pada tahun 1880. Hotel ini pun merupakan chain hotel alias
jaringan hotel pertama di dunia. Hotel mewah pun mulai bermunculan yaitu seperti
Hotel Waldorf-Astoria (didirikan tahun 1896) di New York dan The Brown Palace di
Denver, Colorado. Keduanya termasuk hotel dengan tingkat kunjungan tertinggi di
Amerika masa itu.

Pada abad ke-20, khususnya setelah berakhirnya Perang Dunia I, jumlah hotel
semakin meningkat seiring perkembangan alat-alat transportasi massal dan
berkembangnya bisnis travel. Hotel-hotel baru ini banyak didirikan di sekitar pusat-
pusat bisnis.
Hal lain yang turut mempengaruhi adalah berkembangnya dunia pariwisata
yang kemudian melahirkan hotel-hotel resort yang menawarkan paket penginapan
sekaligus akomodasi. Pada masa ini, sejak tahun 1920-an, sekolah-sekolah
perhotelan pun mulai bermunculan di banyak tempat. Pada masa berlangsungnya
Perang Dunia ke-2, dan masa-masa sesudahnya, bisnis perhotelan berkembang pesat.
Akan tetapi, pada masa itu hampir tidak ada hotel baru yang dibangun. Para
pengelola lebih memilih untuk mengembangkan hotel yang ada, baik dari segi
fasilitas, kualitas pelayanan, dan manajemen, termasuk berpindahnya kepemilikan
hotel dari pribadi ke dalam sebuah korporasi.
Dalam perkembangan selanjutnya, industri hotel-hotel besar di Amerika mulai
melebarkan sayapnya ke luar negeri dengan menggunakan sistem franchise. Lahirlah
jaringan hotel-hotel besar di bawah sebuah korporasi besar, semisal Hilton, Hyatt,
JW Marriots, dan sebagainya.

3
2.3.2 Sejarah Perkembangan Hotel di Indonesia
Beberapa buku mengungkapkan bahwa Indonesia telah dikenal di dunia
pariwisata sejak sebelum Perang Dunia ke I, tetapi jumlah wisatawan yang
berkunjung masih terbilang sedikit. Seiring dengan perkembangan kedatangan
wisatawan asing ke Indonesia yang memerlukan sarana akomodasi pariwisata
bersifat memadai, maka semasa penjajahan kolonial Belanda, mulai berkembanglah
hotel-hotel di Indonesia. Seperti Hotel Des Indes yang dalam perkembangannya
pernah menjadi Hotel Duta Indonesia, kini pertokoan Duta Merlin.
Dunia pariwisata Indonesia makin gemilang saat kepariwisataan di Bali kian
mendapat perhatian serius. Pada tahun 1963, dibangunlah Hotel Bali Beach,
menyusul diresmikannya Pelabuhan Udara Ngurah Rai sebagai pelabuhan
internasional, tiga tahun berselang. Pada perkembangannya kini, Bali makin dijejali
turis-turis asing yang gampang dijumpai, hingga di pelosok terpencil sekalipun.
Tak berbeda dengan Bali, kehidupan pariwisata di daerah lain pun turut
bangkit. Seperti di Malang, Jawa Timur, Bandung, Surabaya dan lainnya yang
mempunyai beberapa obyek wisata potensial.
Setelah periode pemerintahan Orde Baru, pembangunan dan kehadiran hotel di
Indonesia jauh dan sangat berkembang pesat. Terutama setelah masuknya beberapa
chains ‘management’ hotel international yang banyak merambah ke kota-kota besar
di Indonesia. Sejalan dengan berkembangnya hotel di indonesia ,wajah arsitektur
hotel di Indonesia pun sangat berkembang dan inovatif. Akan tetapi hal ini menjadi
satu tolak ukur sejarah baru untuk Hotel di Indonesia.

2.4 Struktur Organisasi pada Hotel dan Standar Operasional Prosedurnya (SOP)
Struktur organisasi dirancang sesuai dengan kebutuhan hotel, semakin besar
dan lengkap fasilitasnya maka struktur organisasinya juga semakin kompleks.
Berdasarkan struktur organisasi dapat ditentukan perkiraan jumlah karyawan yang
dibutuhkan secara keseluruhan. Struktur organisasi pada hotel biasanya disusun
berdasarkan fungsionalnya, seperti: marketing, accounting personel, dan produksi.
Dari struktur organisasi dapat dipersiapkan analisis jabatan (Job Analysis) yang
terdiri dari :
1) Uraian tugas (Job Description)
2) Standar manual pekerjaan (Standart Operational Procedure/SOP)
3) Spesifikasi jabatan (Job Specification)

4
Job Description menggambarkan kewajiban dari masing-masing posisi. Prosesur
manual SOP (standart operational procedure) memberikan gambaran bagaiamana
pekerjaan atau kewajiban akan dilaksanakan. Struktur jabatan yang ada di hotel,
seperti:

- Manajer: General Manajer, Resident Manajer


- Head/ Manajer Departemen: Room, Food & Beverage, Accounting, Maintenance
& Engineering.
- Chef: Kitchen, Pastry
- Asisten manajer
- Supervisor
- Staf

DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/
https://www.scribd.com/doc/220194528/Standar-Operasional-Prosedur
https://www.coursehero.com/file/20209683/SEJARAH-HOTEL-DI-EROPA-USA-DAN-
INDONESIA/
Diakses tanggal 06 Februari 2020