Anda di halaman 1dari 18

Tugas Kepala Sekolah dan Peran Kepala Sekolah

Uraian Tugas, Keputusan dan Informasi yang dibutuhkan oleh seorang Pengajar/
Pengelola Lembaga Pendidikan

A. Kepala Sekolah
Kepala sekolah adalah guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah.
(Sudarman 2002: 145). Meskipun senabagi guru yang mendapat tugas tambahan
kepala sekolah merupakan orang yang paling betanggung jawab terhadap aflikasi
prinsif-prinsif administrasi pendidikan yang inovatif di sekolah.
Sebagai orang yang mendapat tugas tambahan berarti tugas pokok kepala sekolah
tersebut adalah guru yaitu sebagai tenaga pengajar dan pendidik,di sisni berarti
dalam suatu sekolah seorang kepala sekolah harus mempunyai tugas sebagai seorang
guru yang melaksanakan atau memberikan pelajaran atau mengajar bidang studi
tertentu atau memberikan bimbingan. Berati kepala sekolah menduduki dua fungsi
yaitu sebagai tenaga kependidikan dan tenaga pendidik. Hal ini sesuai dikemukakan
oleh Sudarwan tentang jenis-jenis tenaga Kependidikan sebagai berikut:

tenaga pendidik terdiri atas pembimbing,penguji,pengajar dan pelatih


tenaga fungsional pendidikan,terdiri atas penilik,pengawas,peneliti dan pengembang
di bidang kependidikan, dan pustakawan
tenaga teknis kependidikan,terdiri atas laboran dan teknisi sumber belajar
tenaga pengelola satuan pendidikan,terdiri atas kepala sekolah,direktur,ketua,rector,
dan pimpinan satuan pendidikan luar sekolah.
tenaga lain yang mengurusi masalah-masalah manajerial atau administrative
kependidikan.(2002: 18).
Pada pembahasan ini penulis meninjau kepala sekolah (presiden direktur sekolah)
sebagai tenaga pengelola satuan pendidikan (poin 4). Mengapa penulis mengambil
istilah presden direktur sekolah? Karena istilah ini lebih identik dengan kekuasaan
seorang dalam menguasai suatu tempat. Di mana wewenag,tangung jawab dan
kebikajsanaan ada di tangan kepala sekolah,sekolah lain atau Negara lain tak berhak
ikut capur dalam urusan suatu sekolah yang menjadi hak otonomi sekolahnya
B. Kompetensi Kepala Sekolah
Para pakar pendidikan dan administrasi pendidikan cendrung sependapat bahwa
kemajuan besar dalam bidang pendidikan hanya mungkin dicapai jika administrasi
pendidikan itu sendiri dikelola secara inovatif.Hal ini sejalan dengan pendapat
Sanusi dkk yang menyatakan bahwa Adminstrasi yang baik mendudduki tempt yang
sangat menentukan dalam struktur dan artikulasi system pendidikan (2002:
132).Siapa yang bertanggung jawab mengelola,merencakan dan melaksanakan
administrasi tersebut di suatu sekolah adalah di bawah kendali
kepala sekolah.Untuk itu kepala sekolah harus memilki kemampuan professional
yang menurut Sanusi ada empat kemampuan profesional kepala sekolah yaitu:
kemampuan untuk menjalankan tanggungjawab yang diserahkan kepadanya selaku
unit kehadiran murid.
Kemampuan untukmenerapkan keterampilan-keterampilan konseptual,manusiawi,
dan teknis pada kedudukan jenis ini.
Kemampuan untuk memotivasi para bawahan untuk bekerja sama secara sukarela
dalam mencapai maksud-maksud unit dan organisasi.
Kemamapuan untuk memahami implikasi-implikasi dari perubahan social,
ekonomis,politik,dan educational; arti yang mereka sumbangkan kepada unit; untuk
memulai dan memimpin perubahan-perubahan yang cocok di dalam unit didasarkan
atas perubahan-perubahan social yang luas.(2002 :133)
Sedangkanmenurut PERMEN DINKNAS No 13 tahun 2007 tentang Satandar kepala
sekolah/Madrasah kepala sekolah harus memiliki kompetensi atau kemampuan yang
meliputi demensi kompetensi kepribadian,manajerial, kewirausahaan supervisi dan
sosial. Secara lebih rinci penjelasan kelima kompetensi tersebut dapat dilihat pada
table di bawah ini:
Tabel 1. Kopetensi Kepala Sekolah
a. Mencipatakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah.
b. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai
organisasai pembelajar yang efektif.
c. Memilki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan
fungsinya sebagai pimpinan sekolah/madrasah.
d. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala
yang dihadapi sekolah/madrasah.
e. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa
sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik.
4. Supervisi.
a. Merencanakan program supervise akademik dalam rangka peningkatan
profesionalisme guru.
b. Melaksanakan supervise akademik terhadap guru dengan menggunakan
pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
c. Menindaklanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka
peningkatan profesionalisme guru.
5. Sosial
a. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah.
b. Berpartisifasi dalam kegiatan social kemasyarakatan.
c. Memiliki kepekaan social terhadap orang atau kelompok lain.
Disamping kompetenssi yang tersebut diatas yang harus dimilki oleh kepala sekolah,
mereka juga harus mampu mengakomodasi tiga jenis keterampilan baik secara
perjenis maupun secara terintegrasi tercermin dalam mekanisme kerja adminsitrasi
sekolah sebagai proses social. Tiga keterampilan tersebut menurut Katz (1995), yang
dikutip oleh Sergiovani dkk(1987) meliputi:
Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan melakukan hubungan-hubungan kemanusiaan (human skill).
Keterampilan konseptual (conceptual skill).
Seorang Kepala Sekolah pada hakekatnya adalah pemimpin yang menggerakkan,
mempengaruhi, memberi motivasi, serta mengarahkan orang di dalam organisasi
atau lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Mulyasa (2004:182) secara tersirat menegaskan bahwa “tugas dan tanggung jawab
Kepala Sekolah menyangkut keseluruhan kegiatan sekolah.” Seorang Kepala Sekolah
harus mampu memobilisir sumber daya sekolah meliputi teknis dan administrasi
pendidikan, lintas program dan lintas sektoral dengan mendayagunakan sumber-
sumber yang ada di sekolah agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan
efisien. Dengan demikian peran Kepala Sekolah sangat penting dalam peningkatan
mutu pendidikan.
Aspek kunci lain berkaitan dengan peran Kepala Sekolah dalam melaksanakan upaya
perbaikan kualitas pendidikan adalah dengan memberikan bimbingan kepada guru
dalam memperbaiki mutu proses belajar mengajar. Ukuran keberhasilan Kepala
Sekolah dalam menjalankan peran dan tugasnya adalah dengan mengukur
kemampuan dia dalam menciptakan ”iklim pembelajaran”, dengan mempengaruhi,
mengajak, dan mendorong guru, siswa, dan staf lainnya untuk menjalankan
tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya. Terciptanya iklim pembelajaran
yang kondusif, tertib, lancar, dan efektif tidak terlepas dari kapasitasnya sebagai
pimpinan sekolah. Dengan demikian, pembinaan yang intensif dari Kepala Sekolah
dapat meningkatkan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah.
C. Fungsi dan Tugas Kepala Sekolah
Ada banyak pandangan yang mengkaji tentang peranan kepala sekolah dasar.
Campbell, Corbally & Nyshand (1983) mengemukakan tiga klasifikasi peranan
kepala sekolah dasar, yaitu: (1) peranan yang berkaitan dengan hubungan personal,
mencakup kepala sekolah sebagai figurehead atau simbol organisasi, leader atau
pemimpin, dan liaison atau penghubung, (2) peranan yang berkaitan dengan
informasi, mencakup kepala sekolah sebagai pemonitor, disseminator, dan
spokesman yang menyebarkan informasi ke semua lingkungan organisasi, dan (3)
peranan yang berkaitan dengan pengambilan keputusan, yang mencakup kepala
sekolah sebagai entrepreneur, disturbance handler, penyedia segala sumber, dan
negosiator.
Di sisi lain, Stoop & Johnson (1967) mengemukakan empat belas peranan kepala
sekolah dasar, yaitu: (1) kepala sekolah sebagai business manager, (2) kepala sekolah
sebagai pengelola kantor, (3) kepala sekolah sebagai administrator, (4) kepala
sekolah sebagai pemimpin profesional, (5) kepala sekolah sebagai organisator, (6)
kepala sekolah sebagai motivator atau penggerak staf, (7) kepala sekolah sebagai
supervisor, (8) kepala sekolah sebagai konsultan kurikulum, (9) kepala sekolah
sebagai pendidik, (10) kepala sekolah sebagai psikolog, (11) kepala sekolah sebagai
penguasa sekolah, (12) kepala sekolah sebagai eksekutif yang baik, (13) kepala
sekolah sebagai petugas hubungan sekolah dengan masyarakat, dan (14) kepala
sekolah sebagai pemimpin masyarakat.
Dari keempat belas peranan tersebut, dapat diklasifikasi menjadi dua, yaitu kepala
sekolah sebagai administrator pendidikan dan sebagai supervisor pendidikan.
Business manager, pengelola kantor, penguasa sekolah, organisator, pemimpin
profesional, eksekutif yang baik, penggerak staf, petugas hubungan sekolah
masyarakat, dan pemimpin masyarakat termasuk tugas kepala sekolah sebagai
administrator sekolah. Konsultan kurikulum, pendidik, psikolog dan supervisor
merupakan tugas kepala sekolah sebagai supervisor pendidikan di sekolah.
Sergiovanni (1991) membedakan tugas kepala sekolah menjadi dua, yaitu tugas dari
sisi administrative process atau proses administrasi, dan tugas dari sisi task areas
bidang garapan pendidikan. Tugas merencanakan, mengorganisir, meng-koordinir,
melakukan komunikasi, mempengaruhi, dan mengadakan evaluasi merupakan
komponen-komponen tugas proses. Program sekolah, siswa, personel, dana, fasilitas
fisik, dan hubungan dengan masyarakat merupakan komponen bidang garapan
kepala sekolah dasar.
Di sisi lain, sesuai dengan konsep dasar pengelolaan sekolah, Kimbrough & Burkett
(1990) mengemukakan enam bidang tugas kepala sekolah dasar, yaitu mengelola
pengajaran dan kurikulum, mengelola siswa, mengelola personalia, mengelola
fasilitas dan lingkungan sekolah, mengelola hubungan sekolah dan masyarakat, serta
organisasi dan struktur sekolah.
Berdasarkan landasan teori tersebut, dapat digarisbawahi bahwa tugas-tugas kepala
sekolah dasar dapat diklasifikasi menjadi dua, yaitu tugas-tugas di bidang
administrasi dan tugas-tugas di bidang supervisi.
Tugas di bidang administrasi adalah tugas-tugas kepala sekolah yang berkaitan
dengan pengelolaan bidang garapan pendidikan di sekolah, yang meliputi
pengelolaan pengajaran, kesiswaan, kepegawaian, keuangan, sarana-prasarana, dan
hubungan sekolah masyarakat. Dari keenam bidang tersebut, bisa diklasifikasi
menjadi dua, yaitu mengelola komponen organisasi sekolah yang berupa manusia,
dan komponen organisasi sekolah yang berupa benda.
Tugas di bidang supervisi adalah tugas-tugas kepala sekolah yang berkaitan dengan
pembinaan guru untuk perbaikan pengajaran. Supervisi merupakan suatu usaha
memberikan bantuan kepada guru untuk memperbaiki atau meningkatkan proses
dan situasi belajar mengajar. Sasaran akhir dari kegiatan supervisi adalah
meningkatkan hasil belajar siswa.
Fungsi dan tugas kepala sekolah dapat diakronimkan menjadi emanslime
(education,manager, administrator,supervisor, leader, inovator, motivator dan
entrepreneur). Peran tersebut dapat dilihat secara lebih rinci sebagai berikut:
1. Peran sebagai educator, kepala sekolah berperan dalam pembentukan karakter
yang didasari nilai-nilai pendidik.
– Kemampuan mengajar/membimbing siswa
– Kemampuan membimbing guru
– Kemampuan mengembangkan guru
– Kemampuan mengikuti perkembangan di bidang pendidikan
2. Perang sebagai manager,kepala sekolah berperan dalam mengelola sumber daya
untuk mencapai tujuan institusi secara efektif dan efisien
– Kemampuan menyusun program
– Kemampuan menyusun organisasi sekolah
– Kemampuan menggerakkan guru
– Kemampuan mengoptimalkan sarana pendidikan
3. Perang sebagai administrator, kepala sekolah berperan dalam mengatur tata
laksana sistem administrasi di sekolah sehingga efektif dan efisien
– Kemampuan mengelola administrasi PBM/BK
– Kemampuan mengelola administrasi kesiswaan
– Kemampuan mengelola administrasi ketenagaan
– Kemampuan mengelola administrasi keuangan
– Kemampuan mengelola administrasi sarana prasarana
– Kemampuan mengelola administrasi persuratan
4. Peran sebagai supervisor, kepala sekolah berperan dalam upaya membantu
mengembangkan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan lainnya.
– Kemampuan menyusun program supervisi pendidikan
– Kemampuan melaksanakan program supervisi
– Kemampuan memanfaatkan hasil supervisi
5. Peran sebagai leader, kepala sekolah berperan dalam mempengaruhi orang-
orang untuk bekerja sama dalam mencapai visi dan tujuan bersama.
– Memiliki kepribadian yang kuat
– Kemampuan memberikan layanan bersih, transparan, dan profesional
– Memahami kondisi warga sekolah
6. Peran sebagai innovator, kepala sekolah adalah pribadi yang dinamis dan kreatif
yang tidak terjebak dalam rutinitas
– Kemampuan melaksanakan reformasi (perubahan untuk lebih baik)
– Kemampuan melaksanakan kebijakan terkini di bidang pendidikan
7. Peran sebagai motivator, kepala sekolah harus mampu memberi dorongan
sehingga seluruh komponen pendidikan dapat berkembang secara profesional
– Kemampuan mengatur lingkungan kerja (fisik)
– Kemampuan mengatur suasana kerja/belajar
– Kemampuan memberi keputusan kepada warga sekolah
8. Peran sebagai entrepreneur, kepala sekolah berperan untuk melihat adanya
peluang dan memanfaatkan peluang untuk kepentingan sekolah
– Kemampuan menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah
– Kemampuan bekerja keras untuk mencapai hasil yang efektif
– Kemampuan memotivasi yang kuat untuk mencapai sukses dalam melaksanakan
tugas pokok dan fungsi
D. Hubungan Manajemen Kepala Sekolah dengan Manajemen Kurikulum
Tugas dan peran kepala sekolah yang harus dimiliki berkenaan dengan
manajemen kurikulum yaitu berhubungan dengan kompetensi kepala sekolah
dalam memahami sekolah sebagai sisten yang harus dipimpin dan dikelola dengan
baik,diantaranya adalah pengetahuan tentang manajemen itu sendiri.
Tugas dan peran kepala sekolah yang berkenaan dengan manajemen
kurikulum terdapat pada kompetensi manajerial, yaitu:
a. Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan
perencanaan.
b. Mengembangkan organisasi sekolah/ madrasah sesuai dengan kebutuhan.
c. Memimpin sekolah/ madrasah dalam rangka mendayagunakan sumber
daya sekolah/madrasah secara optimal.
d. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah / madrasah menuju
organisasi pembelajar yang efektif.
e. Mencipatakan budaya dan ilkim sekolah/ madrasah yang kondusif dan inovatif
bagi pembelajaran peserta didik.
f. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia
secara optimal.
g. Mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah dalam rangka
penbdayagunaan secara optimal.
h. Mengelola hubungan sekolah/ madrasah dan masyarakat dalam rangka
pendirian dukungan ide, sumber belajar dan pembinaan sekolah/ madrasah.
i. Mengelola peserta didik dalam ranagka penerimaan peserta didik baru,
dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik.
j. Mengelola pengembangan kuirkulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan
arah dan tujuan pendidikan nasional.
k. Mengelola keuangan sekolah / madrasah sesuai dengan prinsif pengelolaan
yang akuntabel, transfaran dan efesien.
l. Mengelola ketatausahaan sekolah/ madrasah dalam mendukung pencapaian
tujuan sekolah/madrasah.
m. Mengelola unit layanan sekolah /
madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta
didik di sekolah/madrasah.
n. Mengelola system informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan
program dan pengambilan keputusan.
o. Memamfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran
dan manajemen sekolah/madrasah.
q. Melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program
kegiiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan
tindak lanjut.
Secara umum tugas dan peran kepala sekolah dalam manajemen kurikulum ini juga
termasuk di dalamnya kemampuan dalam system administrasi/pengelolaan
sekolah. Jadi dalam hal ini Kepala sekolah adalah pengelola lembaga pendidikan
sesuai dengan jenjang pendidikannya masing-masing. Namun demikian penegasan
terhadap eksistensi seorang kepala sekolah sebagai manajer dalam suatu lembaga
pendidikan dapat dinilai dari kompetensi mengelola kelembagaan yang mencakup:
menyusun system administrasi kepala sekolah; mengembangkan
kebijakan operasional sekolah; mengembangkan pengaturan sekolah yang
berkaitan kualifikasi, spesifikasi, prosedur kerja, pedoman kerja,petunjuk kerja dsb;
melakukan analisis kelembagaan untuk menghasilkan struktur organisasi yang
efisien dan efektif; mengambangkan unit-unit organisasi sekolah atas dasar fungsi.
Kepala sekolah juga harus paham betul bahwa dirinya bertugas sebagai manajer
sekolah diantaranya harus memehami betul tentang manajemen kurikulum. Maka
seorang kepala sekolah dalam memahami kurikulum sebagai jantungnya lembaga
pendidikan harus benar-benar dikuasainya, dengan demikian kepala sekolah dalam
upaya mewujudkan kinerjanya dalam bidang ini harus mampu untuk memfasilitasi
sekolah untuk membentuk dan memberdayakan tim pengembang kurikulum
terutama dengan pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, di mana
setiap satuan pendidikan harus mampu mengembangkan kurikulum
dengan kebutuhan dan kemampuannya masing-masing, memberdayakan tenaga
pendidikan sekolah agar mampu menyediakan dokumen-dokumen kurikulum yang
relevan dengan tuntutan dan kebutuhan siswa, orang tua siswa, dan masyarakat;
memfasilitasi guru untuk mengembangkan standar kompetensi setiap mata
pelajaran yang diampunya; memfasilitasi guru untuk menyusun silabus dan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) setiap mata pelajaran ; memfasilitasi guru untuk
memilih sumber dan bahan ajar yang sesuai untuk setiap mata pelajaran;
memfasilitasi guru untuk memilih media dan alat pelajaran yang sesuai untuk setiap
materi pelajaran, mengarahkan tenaga pendidik dan kependidikan untuk menyusun
rencana dan program pelaksanaan kuirikulum; membimbing para guru untuk
mengembangkan memperbaiki dan mengembangkan proses belajar mengajar seperti
pemberian motivasi guru untuk melakukan penelitian tindakan kelas (classroom
action research); mengarahkan tim pengembang kurikulum untuk mengupayakan
kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan siswa dan kemamauan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni (IPTEKS), tuntutan dan kebutuhan masyarakat, dan kebutuhan
stajeholders; menggali dan memobilisasi sumber daya pendidikan; mengidentifikasi
kebutuhan bagi pengembangan kurikulum local; mengevaluasi pelaksanaan
kurikulum di sekolahnya masing-masing, melakukan penelitian dan pengembangan
terhadap usaha untuk meningkatkan kualitas dan manajemen sekolah bermutu.
Tugas dan peran kepala sekolah dalam mewujudkan subkompetensi manajemen
kurikulum ini dapat direfleksi oleh dirinya dari isi program kurikulum yang
didesain/dirancang dan dikembangkan mulai dari tingkat perencanaan,
pelaksanaan, sampai dengan evaaluasi kuirkulum itu sendiri misalnya dalam bentuk
evaluasi hasil pembelajaran, dan evaluasi terhadap sekolah secara keseluruhan.
Tugas dsan peran kepala sekolah lainhya yaitu pada sub mengelola guru dan staf
dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal, maka itu dapat
dilihat dari indicator-indikatornya yang mecakup: mengidentifikasi karakteristik
tenaga pendidik dsan kependidikan yang fektif; merencanakan tenaga kependidikan
sekolah (permintaan, pesediaan, dan kesenjangan); merekrut, menyeleksi dan
menempatkan serta mengorientasikan tenaga kependidikan baru; memamfaatkan
dan memelihara tenaga kependidikan; menilai kinerja tenaga guru dan
kependidikan; memngembangkan system pengupahan, reward dan punishment yang
mampu menjamin kepastian dan keadilan; melaksanakan dan mengambangkan
system pembinaan karir; memotivasi tenaga pendidik dan kependidikan; membina
hubungan kerja yang harmonis; memelihara dikumen personel sekolah atau
mengelola administrasi personel sekolah; megelola komflik; melakukan analisis
jabatan dan menyusun uraian jabatan tenaga kependidikan; memiliki apresiasi,
empati dan simpati terhadap tenaga pendidik dan kependidikan.
Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukannya, Southern Regional Education
Board(SREB) telah mengidentifikasi 13 faktor kritis terkait dengan keberhasilan
kepala sekolah dalam mengembangkan prestasi belajar siswa. ketigabelas faktor
tersebut adalah:
Menciptakan misi yang terfokus pada upaya peningkatan prestasi belajar siswa,
melalui praktik kurikulum dan pembelajaran yang memungkinkan terciptanya
peningkatan prestasi belajar siswa.
Ekspektasi yang tinggi bagi semua siswa dalam mempelajari bahan pelajaran pada
level yang lebih tinggi.
Menghargai dan mendorong implementasi praktik pembelajaran yang baik, sehingga
dapat memotivasi dan meningkatkan prestasi belajar siswa.
Memahami bagaimana memimpin organisasi sekolah, dimana seluruh guru dan staf
dapat memahami dan peduli terhadap siswanya.
Memanfaatkan data untuk memprakarsai upaya peningkatan prestasi belajar siswa
dan praktik pendidikan di sekolah maupun di kelas secara terus menerus.
Menjaga agar setiap orang dapat memfokuskan pada prestasi belajar siswa.
Menjadikan para orang tua sebagai mitra dan membangun kolaborasi untuk
kepentingan pendidikan siswa.
Memahami proses perubahan dan memiliki kepemimpinan untuk dapat mengelola
dan memfasilitasi perubahan tersebut secara efektif.
Memahami bagaimana orang dewasa belajar (baca: guru dan staf) serta mengetahui
bagaimana upaya meningkatkan perubahan yang bermakna sehingga terbentuk
kualitas pengembangan profesi secara berkelanjutan untuk kepentingan siswa.
Memanfaatkan dan mengelola waktu untuk mencapai tujuan dan sasaran
peningkatan sekolah melalui cara-cara yang inovatif.
Memperoleh dan memanfaatkan berbagai sumber daya secara bijak.
Mencari dan memperoleh dukungan dari pemerintah, tokoh masyarakat dan orang
tua untuk berbagai agenda peningkatan sekolah.
Belajar secara terus menerus dan bekerja sama dengan rekan sejawat untuk
mengembangkan riset baru dan berbagai praktik pendidikan yang telah terbukti
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar
Kepala Sekolah/Madrasah telah ditetapkan bahwa ada 5 (lima) dimensi kompetensi
yaitu: Kepribadian, Manajerial, Kewirausahaan, Supervisi dan Sosial.
Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas
sekolah, maka meningkat pula tuntutan terhadap para kepala sekolah. Mereka
diharapkan mampu melaksanakan fungsinya baik sebagai manajer dan leader.
Untuk meningkatkan kemampuan kepala sekolah dan tenaga kependidikan yang
lain, pemerintah Indonesia telah menunjukkan good will, dengan memperhatikan
kesejahteraan melalui beberapa langkah antara lain: pemberian gaji, kewenangan,
dan otonomi yang cukup untuk memperkuat peran manajerial mereka di sekolah.
Dengan diterbitkannya instrumen kebijakan baru, maka para kepala sekolah akan
segeran mendapat kompensasi meningkat, dukungan profesional, dan otonomi.
Keberhasilan kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya banyak ditentukan oleh
kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan merupakan faktor yang paling
penting dalam menunjang tercapainya tujuan organisasi sekolah. Keberhasilan
kepala sekolah dalam mengelola kantor, mengelola sarana prasarana sekolah,
membina guru, atau mengelola kegiatan sekolah lainnya banyak ditentukan oleh
kepemimpinan kepala sekolah. Apabila kepala sekolah mampu menggerakkan,
membimbing, dan mengarahkan anggota secara tepat, segala kegiatan yang ada
dalam organisasi sekolah akan bisa terlaksana secara efektif. Sebaliknya, bila tidak
bisa menggerakkan anggota secara efektif, tidak akan bisa mencapai tujuan secara
optimal.
Sebagai pemimpin pendidikan di sekolah, kepala sekolah memiliki tanggungjawab
legal untuk mengembangkan staf, kurikulum, dan pelaksanaan pendidikan di
sekolahnya. Di sinilah, efektifitas kepemimpinan kepala sekolah tergantung kepada
kemampuan mereka bekerjasama dengan guru dan staf, serta kemampuannya
mengendalikan pengelolaan anggaran, pengembangan staf, scheduling,
pengembangan kurikulum, paedagogi, dan assessmen. Membekali kepala sekolah
memiliki seperangkat kemampuan ini dirasa sangat penting. Di samping itu untuk
mewujudkan pengelolaan sekolah yang baik, perlu adanya kepala sekolah yang
memiliki kemampuan sesuai tuntutan tugasnya.
Dalam organisasi pendidikan yang menjadi pemimpin pendidikan adalah kepala
sekolah. Sebagai pemimpin pendidikan, kepala sekolah memiliki sejumlah tugas dan
tanggung jawab yang cukup berat. Untuk bisa menjalankan fungsinya secara
optimal, kepala sekolah perlu menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat.
Peranan utama kepemimpinan kepala sekolah tersebut, nampak pada pernyataan-
pernyataan yang dikemukakan para ahli kepemimpinan. Knezevich yang dikutip
Indrafachrudi (1983) mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah sumber energi
utama ketercapaian tujuan suatu organisasi. Di sisi lain, Owens (1991) juga
menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan merupakan sarana utama untuk
mencapai tujuan organisasi. Untuk itu, agar kepala sekolah bisa melaksanakan
tugasnya secara efektif, mutlak harus bisa menerapkan kepemimpinan yang baik.
Kepala sekolah adalah orang yang sangat menentukan dalam berjalannya suatu
kegiatan organisasi sekolah sesuai dengan rel yang diharapkan, peran dan tanggung
jawabnya sangatlah berat, untuk itu diperlukan kerjasama dengan stekholder-
stekholder yang terlibat dalam dunia pendidikan, agar mencapai tujuan pendidikan
yang diharapkan.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai pimpinan sekolah, hendaknya kepala sekolah
memiliki visi dan misi yang menjadi pedoman dan arah dalam berpijak.
Dalam menunjang kemajuan pendidikan dalam segi sarana dan prasarana
pemerintah melimpahkan atau mengucurkan dana ke berbagai sekolah untuk
dikelola oleh sekolah dan komite sekolah, akibat dari ini mulai ada kecendrungan
kepala sekolah lebih memikirkan proyek daripada tugas pokoknya sebagai orang
yang menjalankan keberhasilan pelaksanaan pendidikan. Untuk itu diharapkan agar
kepala sekolah jangan hilang langkah dan arah, tetap eksis pada visi dan misi yang
ingin dicapai bersama.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH


Tujuan pendidikan dalam Sistem Pendidikan Nasional adalah membentuk manusia
Indonesia seutuhnya dalam arti tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas, maka harus
didukung oleh tenaga pendidik yang berkinerja baik. Kinerja tenaga pendidik akan bisa
ditingkatkan bila didukung dengan adanya supervisi, motivasi dan pemberian bimbingan yang
baik.
Kepala sekolah memegang peranan penting terhadap kinerja tenaga pendidik dan juga
perkembangan sekolah. Oleh karena itu, ia harus memiliki jiwa kepemimpinan untuk mengatur
para guru, pegawai tata usaha dan pegawai sekolah lainnya. Dalam hal ini, kepala sekolah tidak
hanya mengatur para guru saja, melainkan juga ketatausahaan sekolah siswa, hubungan sekolah
dengan masyarakat dan orang tua siswa. Tercapai tidaknya tujuan sekolah sangat bergantung
pada kebijaksanaan yang diterapkan kepala sekolah terhadap seluruh personal sekolah. Dalam
melaksanakan fungsinya sebagai pimpinan organisasi pendidikan di sekolah, kepala sekolah
harus memiliki berbagai persyaratan agar ia dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Masing-
masing persyaratan ini saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Diantaranya
adalah memiliki ijazah, kemampuan mengajar, kepribadian yang baik serta memiliki
pengalaman kerja.
Kepala sekolah harus menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai administrator, karena
administrasi sekolah tidak akan berjalan dengan baik tanpa sokongan dari kepala
sekolah.Selain membuat perencanaan, kepala sekolah juga harus membuat struktur organisasi
sekolah dengan baik, dengan tujuan untuk membagi tugas masing-masing anggotanya dan
harus bisa menyesuaikan antara tugas dan kemampuannya, sehingga bisa bekerja secara
optimal.
Guru sebagai ujung tombak yang utama dalam pendidikan, mempunyai peran
mengadakan pembelajaran. Dalam melaksanakan perannya tersebut harus melakukan berbagai
kegiatan antara lain merencanakan, menyiapkan, menyelenggarakan dan mengevaluasi
kegiatan pembelajaran. Supaya guru dapat menjalankan perannya dengan baik, maka guru
harus menguasai sejumlah kompetensi yang telah ditetapkan dan bekerja dengan professional.
Selain itu juga harus ada pembinaan dan pengawasan yang baik dari kepala sekolah untuk
meningkatkan kinerja guru sehingga tercipta suasana pembelajaran yang berkualitas dan pada
akhirnya bisa meningkatkan kualitas pendidikan.
Kinerja guru yang kurang professional, seperti diungkapkan oleh Mulyasa, “Dalam
praktek kehidupan sehari-hari, masih banyak guru yang melakukan kesalahan-kesalahan dalam
menunaikan tugas dan fungsinnya. Kesalahan-kesalahan tersebut sering kali tidak disadari oleh
para guru, bahkan masih banyak diantaranya menganggap hal biasa dan wajar.”
Dari latar belakang masalah diatas, sebagian dari tugas dan fungsi kepala sekolah yaitu
sebagi administrator, maka penulis menyajikan makalah dengan judul ”Kepala Sekolah sebagai
Administrator Pendidikan”.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Bagaimanakah pengertian kepala sekolah?
2. Bagaimanakah standar kepala sekolah?
3. Bagaimanakah kepala sekolah sebagai administrator pendidikan?

1.3 TUJUAN PEMBAHASAN


Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan pembahasan dari makalah ini
adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimanakah pengertian kepala sekolah.
2. Untuk mengetahui bagaimanakah standar kepala sekolah.
3. Untuk mengetahui bagaimanakah kepala sekolah sebagai administrator pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN KEPALA SEKOLAH


Kepala sekolah adalah guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah.
Meskipun sebagai guru yang mendapat tugas tambahan, kepala sekolah merupakan orang yang
paling betanggung jawab terhadap aplikasi prinsip-prinsip administrasi pendidikan yang
inovatif di sekolah.
Sebagai orang yang mendapat tugas tambahan berarti tugas pokok kepala sekolah
tersebut adalah guru yaitu sebagai tenaga pengajar dan pendidik, di sini berarti dalam suatu
sekolah seorang kepala sekolah harus mempunyai tugas sebagai seorang guru yang
melaksanakan atau memberikan pelajaran atau mengajar bidang studi tertentu atau
memberikan bimbingan. Berarti kepala sekolah menduduki dua fungsi yaitu sebagai tenaga
kependidikan dan tenaga pendidik.
Dalam kadar tertentu kepala sekolah sebagai pimpinan sebuah unit kerja, mempunyai
peran yang sama dengan unit kerja lainnya. Ia harus dapat memastikan bahwa sistem kerjanya
berjalan lancar dan semua sumber daya yang diperlukan untuk mencapai hasil harus tersedia
secukupnya dengan kualitas yang memadai.
Namun ketika memperhatikan pasal-pasal pada Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007
ternyata para Calon Kepala Sekolah dihadapkan pada penafsiran ganda. Artinya kualifikasi dan
kompetensi tersebut bisa diartikan sebagai syarat memasuki wilayah profesi kepala sekolah.
Setelah yang bersangkutan diangkat sebagai kepala sekolah maka statusnya sebagai
pendidik/guru menjadi lepas. Namun bisa pula ditafsirkan sebagai memperkuat status lama
yakni "hanya" seorang guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Jika itu yang
terjadi maka sebelah kakinya masih menginjakkan ke wilayah profesi guru, dan sebelah lagi
menginjak profesi kepala sekolah.

Secara finansial jabatan kepala sekolah tidak terlalu memberi janji resmi bagi kehidupan
yang jauh lebih layak dibandingkan dengan para guru lainnya. Sedikit sekali fasilitas yang
disediakan bagi seorang kepala sekolah. Namun sekalipun dengan fasilitas yang sangat minim
dalam kenyataannya para guru umumnya berlomba-lomba untuk dapat diangkat sebagai kepala
sekolah.
Peran utama kepala sekolah adalah peran sebagai pemimpin pendidikan. Kepemimpinan
pendidikan harus mengacu pada kualitas tertentu yang harus dimiliki kepala sekolah untuk
dapat mengembang tanggung jawabnya agar kepemimpinan pendidikannya berhasil. Kualitas
itu adalah, pertama, kepala sekolah harus tahu persis apa yang diinginkannya (visi). Kedua,
kepala sekolah harus memiliki sejumlah kompetensi untuk melaksanakan misi,. Ketiga, kepala
sekolah harus memiliki karakter tertentu yang menunjukkan integritasnya. Keempat, kepala
sekolah harus memiliki sejumlah keyakinan untuk dapat berkinerja sebagaimana yang dituntut
baginya yang bersumber dari nilai-nilai agama dan moral yang dianutnya.
Seorang kepala sekolah pada hakekatnya adalah pemimpin yang menggerakkan,
mempengaruhi, memberi motivasi, serta mengarahkan orang di dalam organisasi atau lembaga
pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

2.2 STANDAR KEPALA SEKOLAH/MADRASAH


Kepala sekolah harus mempunyai kompetensi-kompetensi tertentu yang lebih dibanding
dengan guru lain, baik dari segi kepribadian, manajerial, sosial dan segi yang lain. Berikut
adalah standar kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah berdasar PERMEN
DINKNAS No 13 tahun 2007:

1. Kualifikasi
Kualifikasi Umum Kepala Sekolah/Madrasah adalah sebagai berikut:
a. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau
nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi;
b. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun;
c. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah
masing-masing, kecuali di Taman Kanak-kanak /Raudhatul Athfal (TK/RA) memiliki
pengalaman mengajar sekurangkurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA; dan
d. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-
PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang
berwenang.

2. Kompetensi
a. Kepribadian
1) Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadI teladan
akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah.
2) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.
3) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah/madrasah.
4) Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
5) Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah/
madrasah.
6) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.

b. Manajerial
1) Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan.
2) Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan kebutuhan.
3) Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/ madrasah
secara optimal.
4) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar
yang efektif.
5) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/ madrasah yang kondusif dan inovatif bagi
pembelajaran peserta didik.
6) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal.
7) Mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan secara
optimal.
8) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan
ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/ madrasah.
9) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan
pengembangan kapasitas peserta didik.
10) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan
tujuan pendidikan nasional.
11) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel,
transparan, dan efisien.
12) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan
sekolah/madrasah.
13) Mengelola unit layanan khusus sekolah/ madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran
dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah.
14) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan
pengambilan keputusan.
15) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen
sekolah/madrasah.
16) Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/
madrasah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya.

c. Kewirausahaan
1) Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah.
2) Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar
yang efektif.
3) Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya
sebagai pemimpin sekolah/madrasah.
4) Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi
sekolah/madrasah.
5) Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi / jasa sekolah/madrasah
sebagai sumber belajar peserta didik.
d. Supervisi
1) Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
2) Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik
supervisi yang tepat.
3) Menindaklanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan
profesionalisme guru.

e. Sosial
1) Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah
2) Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
3) Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.

2.3 KEPALA SEKOLAH SEBAGAI ADMINISTRATOR

Kepala sekolah sebagai administrator menurut Mulyasa memiliki hubungan yang sangat
erat dengan berbagai aktifitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan
dan pendokumenan seluruh program sekolah secara spesifik. Kepala sekolah harus memiliki
kemampuan untuk mengelola kurikulum, administrasi peserta didik, administrasi personalia,
administrasi kearsipan dan administrasi keuangan.” Kegiatan tersebut perlu dilakukan dengan
cara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktifitas sekolah.
Lebih lanjut Purwanto sebagaimana dikutip Baharudin dalam buku Manajemen
Pendidikan Islam menjelaskan pengertian administrasi pendidikan adalah segenap proses
pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu, baik personal, spiritual maupun material, yang
bersangku paut dengan pencapaian tujuan.

Kemampuan-kemampuan kepala sekolah terkait sebagai administrator dapat dijabarkan


dalam tugas-tugas operasional berikut:
1. Kemampuan kurikulum harus diwujudkan dalam penyusunan kelengkapan data administrasi
bimbingan konseling, adminstrasi kegiatan praktikum dan kelengkapan data administrasi
kegiatan belajar mengajar.
2. Kemampuan mengelola administrasi peserta didik harus diwujudkan dalam penyusunan
kelengkapan data administrasi peserta didik, penyusunan kelengkapan data administrasi
kegiatan ekstrakurikuler dan penyusunan data admnistrasi hubungan sekolah dengan orang tua
dan peserta didik.
3. Kemampuan mengelola administrasi personalia harus diwujudkan dalam pengembangan
kelengkapan data administrasi tenaga guru serta pengembangan kelengkapan data administrasi
tenaga kependidikan seperti pustakawan, pegawai tata usaha, penjaga sekolah dan teknisi.
4. Kemampuan mengelola administrasi sarana dan prasarana harus diwujudkan dalam
pengembangan kelengkapan data administrasi gedung dan ruang, pengembangandata
administrasi meubeler, pengembangan kelengkapan data administrasi alat kantor (AMK),
pengembangan kelengkapan data administrsi buku atau bahan pustaka, kelengkapan data
administrsi alat laboratorium, serta pengembangan kelengkapan data administrsi alat bengkel.
5. Kemampuan mengelola administrasi kearsipan harus diwujudkan dalam pengembangan
kelengkapan data administrsi surat masuk, kelengkapan data administrsi surat keluar,
pengembangan kelengkapan data administrsi surat keputusan, pengembangan kelengkapan
data administrsi surat edaran.

Kemampuan mengelola administrasi keuangan diwujuudkan dalam pengembangan


administrasi keuangan rutin, pengembangan administrasi keuangan yang bersumber dari
masyarakat dan orang tua peserta didik, dari pemerintah diantaranya dana Bantuan Operasional
Sekolah (BOS). Pengembangan proposal untuk mencari bantuan keuangan dan pengembangan
propposal untuk mencari berbagai kemungkinan dalam mendapatkan bantuan keuangan dari
berbagai pihak yang tidak mengikat.

Herk (1994) menyarankan agar kepala sekolah sebagai administrator tidak memandang
guru sebagai bawahan, melainkan sebagai teman sejawat. Sikap dan perilaku administrator
hendaknya bisa membuat guru-guru lebih merasa dihargai dan dihormati kemampuan
profesionalnya. Sehingga guru-guru tidak segan menanyakan dan mendiskusikan sesuatu yang
berkaitan dengan tugasnya kepada administrator. Komunikasi antar guru dan administrator
akan menjadi lancar. Situasi ini akan mempermudah administrator memberi drongan kepada
guru-guru untuk meningkatkan prestasi kerja mereka.

Untuk mensukseskan tugasnya, maka administrator hendaknya memiliki ketrampilan


sebagai berikut:
1. Ketrampilan konsep adalah suatu ketrampilan untuk menciptakan konsep-konsep baru baik
untuk kepentingan manajemen maupun administrasi sekolah.
2. Kemampuan manusiawi adalah kemampuan administrator untuk berkomunikasi, membina
dan menunjukkan perilaku kepada para personalia sekolah terutama para guru.
3. Ketrampilan tehnik adalah ketrampilan tentang tehnik-tehnik mendidik, mengajar dan
ketatausahaan.

Menurut Purwanto Kepala sekolah sebagai administrator pendidikan bertanggung jawab


terhadap kelancaran pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Oleh karena itu untuk
melaksanakan tugasnya dengan baik, kepala sekolah hendaknya memahami, menguasai dan
mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan tugasnya sebagai
administrator.
Adapun tugas dan fungsi dari kepala sekolah sebagai administrator adalah sebagai
berikut:

1. Membuat Perencanaan
Salah satu fungsi utama dan pertama dari kepala sekolah adalah membuat perencanaan.
Perencanaan merupakan syarat mutlak bagi setiap organisasi atau kelompok agar dapat berjalan
dengan baik. Dalam rangka membuat perencanaan, kepala sekolah paling harus membuat
rencana tahunan, dalam rencana tahunan hendaklah mencakup bidang-bidang berikut ini:
a. Program pengajaran. Termasuk dalam program pengajaran antara lain; pembagian tugas
mengajar, pengadaan buku-buku pelajaran, alat-alat pembelajaran.
b. Kesiswaan, antara lain; syarat-syarat penerimaan murid baru, pengelompokan siswa,
pembagian kelas, pelayanan bimbingan dan konseling dan pelayanan kesehatan.
c. Kepegawaian, antara lain; penerimaan guru baru, pembagian tugas guru dan pegawai, mutasi
atau promosi guru dan pegawai.
d. Keuangan, mencakup pengadaan dan pengelolaan keuangan untuk berbagai kegiatan yang
telah direncanakan.
e. Perlengkapan, antara lain meliputi; sarana dan prasarana sekolah, rehabilitasi gedung,
penambahan ruang kelas dan lainnya.

Perlu diperhatikan oleh kepala sekolah, bahwa dalam membuat perencanaan tersebut,
harus diperhitungkan dengan matang, selain itu perencanaan juga harus transparan dan
dilakukan dengan musyawarah dengan pegawai, dewan guru dan atau komite sekolah.

2. Menyusun Organisasi Sekolah


Organisasi mengambarkan adanya pembidangan fungsi dan tugas dari masing-masing
kesatuan. Dalam suatu susunan dan struktur organisasi dapat dilihat bidang, tugas dan fungsi
masing-masing kesatuan, serta hubungan vertikal horizontal antara kesatuan-kesatuan tersebut.
Dengan kata lain, dengan melihat struktur organisasi dapat diketahui bentuk pola hubungan.
Maka dari semua itu, kepala sekolah sebagai administrator pendidikan harus menyusun
organisasi sekolah yang dipimpinnya, melaksanakan pembagian tugas dan wewenangnya
kepada guru-guru serta pegawai sekolah sesuai dengan struktur organisasi yang telah disusun
dan disepakati.
Untuk mmenyusun organisasi sekolah yang baik, perlu memperhatikan prinsip-prinsip
sebagai berikut:
a. Mempunyai tujuan yang jelas.
b. Para anggotanya menerima dan memahami tujuan tersebut.
c. Adanya kesatuan arah sehingga dapat menimbulkan kesatuan tindakan dan kesatuan pikiran.
d. Adanya keatuan perintah
e. Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab seseorang dalam organisasi
tersebut.
f. Adanya pembagian tugas pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan, keahlian, dan atau bakat
masing-masing.
g. Struktur organisasi hendaknya disusun sesederhana mungkin, sesuai dengan kebutuhan
koordinasi, pengawasan dan pengendalian
h. Pola organisasi hendaknya relatif permanen.
i. Adanya jaminan keamanan/kenyamanan dalam bekerja.
j. Garis-garis kekuasaan dan tanggung jawab serta hierarki tata kerjanya jelas tergambar dalam
struktur atau bagan organisasi.

3. Bertindak sebagai Koordinator dan Pengarah

Dengan adanya bermacam-macam tugas dan pekerjaan yang dilakukan setiap personal
dalam struktur organisasi sekolah maka memerlukan adanya koordinasi dan pengarahan dari
kepala sekolah. Adanya koordinasi dari kepala sekolah yang baik dapat menghindarkan dari
adanya persaingan yang tidak sehat, baik antar personal maupun antar bagian yang ada dalam
sekolahan tersebut. Dengan adanya koordinator yang baik maka akan tercipta suasana
kekeluargaan, saling tolong menolong dalam mengerjakan tugas, saling membantu untuk
menggapai tujuan bersama, baik dalam hal pembelajaran dan administrasi. Dengan demikian,
kualitas pendidikan di sekolah tersebut dapat ditingkatkan.

4. Melaksanakan Pengelolaan Kepegawaian


Kepala sekolah harus dapat melakukan pengelolaan kepegawaian, atau manajemen
pegawai, yang meliputi; (1) perencanaan pegawai, (2) pengadaan pegawai, (3) pembinaan dan
pengembangan pegawai, (4) promosi dan mutasi, (5) pemberhentian pegawai, (6) kompensasi,
dan (7) penilaian pegawai. Semua itu perlu dilakukan dengan baik dan benar agar apa yang
diharapkan tercapai, yakni tersedianya tanaga kependidikan Islam yang diperlukan dengan
kuaifikasi dan kemampuan yang sesuai serta dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik dan
berkualitas.
Perencanaan pegawai merupakan kegiatan untuk menentukan kebutuhan pegawai, baik
secara kualitatif maupun kuantitatif untuk sekaran dan masa depan. Penyuusunan rencana
personalia yang baik dan tepat memerlukan informasi yang lengkap danjeas tentang pekerjaan
atau tugas yang harus dilakukan dalam organisasi. Oleh karena itu, sebelum menyusun rencana,
perlu dilakukan analisis pekerjaan dan analisis jabatan untuk memperoleh deskripsi pekerjaan.
Pengadaan pegawai merupakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pegawai dalam
suatu lembaga, baik jumlah maupun kualitasnya. Untuk mendapatkan pegawai yang sesuai
dengan kebutuhan, perlu dilakukan kegiatan rekruitmen, yaitu usaha usaha untuk mencari dan
mendapatkan calon-calon pegawai yang memenuhi syarat.
Selanjutnya diadakan pembinaan dan pengembangan pegawai-pegawai yang sudah
direkrut. Hal ini sangat perlu dilakukan untuk memperbaiki, menjaga dan mmeningkatkat
kinerja pegawai. Kegiatan ini tidak hanya menyangkut aspek kemampuan, tetapi juga
menyangkut karier pegawai.
Setelah diperoleh dan ditentukan calon pegawai yang akan diterima, kegiatan yang
selanjutnya adalah mengusahakan supaya calon tersebut menjadi anggota organisasi yang sah
sehingga mempunyai hak dan kewajiban sebagai anggota organisasi atau lembaga. Setelah
pengangkatan pegawai maka akan dialakukan penempatan atau penugasan kepada pegawai
tersebut.
Pemberhentian pegawai adalah putusnya hubungan kerja sama antara pegawai tersebut
dengan organisasi atau lembaga yang sebelumnya ia bekerja di sana. Kompensasi adalah balas
jasa yang diberikan organisasi kepada pegawai, yang dapat dinilai dengan uang dan
mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. Pemberian kommpensasi, selain dalam
bentuk gaji, dapat berupa tunjangan, fasilitas perumahan, kendaraan dan lain sebagainya.
Kegiatan selanjutnya adalah evaluasi atau penilaian dari pelaksanaan fungsi-fungsi yang
dikemukakan diatas. Penilaian tenaga kependidikan ini difokuskan pada prestasi individu dan
peran sertanya dalam kegiatan sekolah. Penilaian ini tidak hanya penting bagi sekolah, tetapi
juga bagi pegawai itu sendiri.
Ketujuh fungsi manajemen diatas harus dilaksanakan dengan cermat, rapi dan teratur,
demi berhasilnya pengelolaan kepegawaian dalam sebuah lembaga pendidikan.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

1. Pengertian kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan. Sebagai pemimpin harus mampu
menggerakkan, mempengaruhi, memberi motivasi, serta mengarahkan orang di dalam
organisasi atau lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
2. Untuk menjamin mutu kepala sekolah perlu adanya standar khusus kepala sekolah, yaitu yang
menyangkut : kompetensi Manajerial, Kewirausahaan, Supervisi, Sosial
3. Peran kepala sekolah sebagai administrator pendidikan, meliputi :
a. Menyusun atau membuat perencanaan.
b. Menyusun organisasi sekolah.
c. Menjadi koordinator dan pengarah.
d. Melaksanakan pengelolaan kepegawaian.

3.2 SARAN
1. Kepada calon kepala sekolah/madrasah hendaknya memahami apa peran dan fungsi kepala
sekolah dan mengerti kompetensi dan syarat lain lain yang menjadi prasyarat kepala sekolah
agar setelah menjadi kepala sekolah dapat mengelola pendidikan dengan baik.
2. Kepada para kepala sekolah: Kepala sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang
besar terhadap kemajuan pendidikan, untuk itu semua kepala sekolah/madrasah harus
melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebaik-baiknya.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi dan Yuliana, Lia. Manajemen Pendidikan, Yoyakarta: Aditya Media, Jakarta,
1985.
Baharudin, Moh. Makin, Manajemen Pendidikan Islam, Malang, UIN Maliki Press , 2010
http:// litbangkemdiknas.net
Mulyasa, E. Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif Dan
Menyenangkan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005
Mulyono, Educational leadership, Malang, UIN-Malang Press, 2009, 69
Purwanto, Ngalim. Administrasi Dan Supervisi Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007
Sulistyorini. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pengembangan Sekolah Dasar, Jember: CSS,
2008
Sulistyorini. Manajemen Pendidikan Islam, Surabaya: eLKAF, 2006
https://wadahguru.com/administrasi-kepala-sekolah-terlengkap.html
https://www.karyatulisku.com/2017/11/48-contoh-file-administrasi-kepala.html