Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH MANAJEMEN DAN TELAAH KURIKULUM

TENTANG MENELAAH PERBEDAAN DAN PERUBAHAN


KURIKULUM 2006, 2013, DAN 2013 REVISI

NAMA :
MUHAMMAD SAFAR
MUKMIN ( 181019 )
SELAMET RIADI ( 181032 )

DOSEN PENGAMPU : DWI VITA LESTARI, M.Pd

MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM


TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
STAIN SULTAN ABDURRAHMAN
KEPULAUAN RIAU
2020
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmat dan kasih-Nya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat
pada waktunya. Walaupun dibarengi oleh tantangan dan rintangan. Adapun judul makalah ini
adalah Menelaah Perbedaan dan Perubahan Kurikulum 2006, 2013, dan 2013 revisi.
Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas pembelajaran
Pengantar Manajemen yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan dan
Perubahan Kurikulum 2006, 2013, dan 2013 revisi. Penulisan makalah ini juga bertujuan
untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa dan mahasiswi STAIN Sultan
Abdurrahman.
Meskipun kami berusaha semaksimal mungkin, tetapi kami menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari harapan, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
BINTAN, 03 Februari 2020

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Secara konseptual, kurikulum merupakan suatu respon pendidikan terhadap
kebutuhan masyarakat dan bangsa dalam membangun generasi muda bangsanya.
Kurikulum harus menjamin pemberdayaan siswa pada semua aspek kompetensi, yang
memungkinkan siswa siap menjadi warga masyarakat yang bermutu. Oleh pihak
sekolah, pemberdayaan siswa dilakukan dengan segala cara, menata proses
pembelajaran sesuai situasi dan lingkungannya. Pikiran ini sebenarnya telah
diakomodir oleh KTSP selama ini.
Setiap diberlakukannya kurikulum baru selalu diberikan nama pada kurikulum
baru tersebut. Pemberian nama tersebut dikaitkan dengan tahun pemberlakuannya.
Misal kurikulum yang diberlakukan pada tahun 1975 disebut kurikulum 75.
Kurikulum yang diberlakukan pada tahun 1984 disebut kurikulum 84. Kurikulum
yang diberlakukan pada tahun 1994 disebut kurikulum 1994. Kurikulum yang
diberlakukan pada tahun 2004 disebut kurikulum 2004. Khusus untuk kurikulum
2004 sering disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum KBK ini
tidak berumur panjang, karena pada tahun 2006 diberlakukan kurikulum baru lagi
yang disebut kurikulum 2006. Kurikulum 2006 ini lebih populer dengan sebutan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Karena sejak diberlakukan kurikulum 2006 ini
sekolah (satuan pendidikan) harus membuat kurikulum sendiri, yang tentu tiap
sekolah berbeda kurikulumnya, namun begitu tetap mengacu pada standar nasional
yang telah ditetapkan, di antaranya permen no 22 tahun 2006 tentang Standar Isi,
permen no 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.
Pada Permendikbud No 65 Tahun 2013 pasal 1 ayat 1, dinyatakan bahwa
Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah selanjutnya disebut Standar Proses,
merupakan kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar
dan menengah untuk mencapai kompetensi lulusan.
Mengenai inovasi kurikulum 2013, menarik untuk dikaji apakah
Permendiknas No 41 Tahun 2007 pantas diubah karena memiliki banyak kekurangan
ataukah malah sebaliknya. Karena dalam edaran Bahan Uji Publik Kurikulum 2013,
disebutkan bahwa ada empat elemen perubahan dari KTSP 2006 ke kurikulum 2013,
yaitu (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar penilaian dan (4) standar
kompetensi lulusan. Sehingga perlu bagi kita untuk mengkaji mengenai perbedaan
esensial antara kurikulum 2013 dengan KTSP 2006.

2. Rumusan Masalah
1) Bagaimana Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan
Standar Penilaian dalam Kurikulum KTSP ?
2) Bagaimana Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan
Standar Penilaian dalam Kurikulum 2013 ?
3) Bagaimana Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan
Standar Penilaian dalam Kurikulum 2013 Revisi ?
BAB II
PEMBAHASAN

A. Menelaah Kurikulum 2006, 2013, dan 2013 Revisi.


1. Pengertian Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan isi
dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dan kurikulum
disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program
pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Perubahan-perubahan
dan penyempurnaan yang terjadi di Indonesia sejak bernama Rencana Pembelajaran
1947 hingga Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 selalu
dibarengi dengan argument-argument ilmiah, pendekatan-pendekatan mutakhir,
lengkap dengan background teori belajar terbaru dan rasionalisasi dari masing -
masing itu yang tidak terbantahkan.
Kurikulum yang sekarang ini dianggap pemerintah paling mampu menjadi
pandangan baru dalam fokus acuan pendidikan adalah kurikulum 2013. Berbeda
dengan dengan kurikulum sebelumnya, kurikulum 2013 dalam perencanaan
implementasinya di-klaim dapat memberikan solusi bagi terkendalanya kemajuan
bangsa Indonesia melalui guruan karakter yang memiliki pendekatan ilmiah
(scientific approach) sehingga output pendidikan yang dihasilkan akan sesuai dengan
harapan. Implementasi kurikulum ini diharapka dapat menghasilkan insan yang
produktif, kreatif, dan inovatif. Hal ini dimungkinkan, karena kurikulum ini berbasis
karakter dan kompetensi, yang secara konseptual memiliki beberapa keunggulan.
Tahun 2013 perubahan kurikulum kembali untuk SD, SMP, SMA dan SMK.
Pihak pemerintah menyebutnya sebagai “pengembangan kurikulum” bukan
“perubahan kurikulum.” Istilah ini bisa jadi untuk menghindari dampak psikologis,
dan bukan persoalan substansinya kenapa kurikulum itu terjadi perubahan. Kemudian
pada tahun 2015 dilakukan Revisi kurikulum 2013 (K-13) dan konsekuensi
perubahannya dilakukan berdasarkan berbagai masukan dari publik, para ahli dan
para pegiat serta pemerhati pendidikan sehingga ada perbaikan pada format dan
isinya.Kurikulum 2013 untuk tahun 2017 terjadi revisi lagi. Revisi K13 Tahun 2017
tidak terlalu signifikan, namun perubahan di fokuskan untuk meningkatkan hubungan
atau keterkaitan antara kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD). Sedangkan
dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) K13 revisi tahun 2017.
Pengembangan kurikulum 2013 yang beragam mengatur pada standar nasional
pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidkan nasional. Standar nasional
pendidikan terdiri atas standar kompetensi kelulusan, standar isi, standar proses,
standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan pendidikan, standar pembiayaan pendidikan dan standar penilaian
pendidikan.

2. KURIKULUM KTSP
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar
Nasional Pendidikan Bab 1 Pasal 1 Ayat (15) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) adalah “Kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di
masing-masing satuan pendidikan.” KTSP merupakan penyempurnaan dari kurikulum
2004 (KBK) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh
masing-masing satuan pendidikan atau sekolah.
Sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh, dan
dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis
diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun
ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi
Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar, dan menengah sebagaimana yang diterbitkan
melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun
2006, dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang
dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri
Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan
oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah.
Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dalam
arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional.
Penyusunan KTSP selain melibatkan guru, dan karyawan juga melibatkan komite
sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi setempat. Dengan keterlibatan
komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai
dengan aspirasi masyarakat, situasi, dan kondisi lingkungan, dan kebutuhan
masyarakat.
1) Standar Kompetensi Lulusan
SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta
didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran
atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi
kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai
dengan standar nasional yang telah disepakati.
2) Standar Isi
Standar isi adalah ruang lingkup materi, dan tingkat kompetensi yang
dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian
kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta
didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar Isi ditentukan terlebih
dahulu melaui Permendiknas No 22 Tahun 2006.
Standar Isi merupakan ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang
dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian,
kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh
peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar Isi tersebut 52
memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum.

3) Standar Proses
Standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Eksplorasi, Elaborasi, dan
Konfirmasi. Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pengajaran
yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung
pada pembelajaran yang berpusat pada guru.
4) Standar Penilaian
Pada kurikulum KTSP 2006 penilaian yang dilakukan cenderung
menggunakan penilaian akhir tanpa ada penilaian pada proses pembelajaran. Standar
penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis pada kompetensi (proses dan
hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berskala.
3. KURIKULUM 2013
Kurikulum 2013 sudah diimplementasikan pada tahun pelajaran 2013/2014
pada sekolah-sekolah tertentu (terbatas). Kurikulum 2013 diluncurkan secara resmi
pada tanggal 15 Juli 2013. Sesuatu yang baru tentu mempunyai perbedaan dengan
yang lama. Begitu pula kurikulum 2013 mempunyai perbedaan dengan KTSP. Berikut
ini adalah perbedaan kurikulum 2013 dan KTSP
Ternyata di dalam kurikulum 2013 hanya ada 4 elemen perubahan yang
mendasar yaitu Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Proses, Standar Isi, dan
Standar Penilaian. Untuk elemen SKL, semua jenjang pendidikan mulai dari SD
sampai dengan SMA/SMK menuntut adanya peningkatan dan keseimbangan soft skill
dan hard skill yang meliputi aspek kompetensi sikap (afektif, attitude), ketrampilan
(psikomotor), dan pengetahuan (kognitif).
Upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional diperlukan profil kualifikasi
kemampuan lulusan yang dituangkan dalam standar kompetensi lulusan. Dalam
penjelasan Pasal 35 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa
standar kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang harus dipenuhinya
atau dicapainya dari suatu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah.

1) Standar Kompetensi Lulusan


SKL yang dirumuskan dalam kurikulum 2013 ditata secara berjenjang, artinya
kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah
(MI) akan dilanjutkan dan dikembangkan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama
(SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang selanjutnya akan dilanjutkan dan
dikembangkan kembali ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah
(MA). Pada kurikulum sebelumnya (kurikulum 2006) memang sudah berjejang,
namun sulit untuk diidentifikasi karena terlalu banyak dan sepertinya belum ada yang
mencermati secara seksama.
Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan utama pengembangan
standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar
pembiayaan.
a. Dimensi sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman,
berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan social dan alam di lingkungan rumah, sekolah, dan
tempat bermain.
b. Dimensi Pengetahuan Memiliki pengetahuan social dan konseptual
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya
dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain.
c. Dimensi Keterampilan Memiliki kemampuan social dan tindak yang
produktif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai.
Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam
bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan
pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai
kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan
keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik
untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus
menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.
Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu
berkenaan dengan sikap keagamaan (kompetensi inti 1), sikap social (kompetensi 2),
pengetahuan (kompetensi inti 3), dan penerapan pengetahuan (kompetensi 4).
Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus
dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara social ative. Kompetensi
yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan social dikembangkan secara tidak
langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang
pengetahuan (kompetensi kelompok 3) dan penerapan pengetahuan (kompetensi Inti
kelompok 4).

2) Standar Isi
Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan
pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun
2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara
terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi
kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai
dengan standar nasional yang telah disepakati. Kompetensi pengetahuan,
keterampilan dan sikap ditagih dalam rapor dan merupakan penentu kenaikan kelas
dan kelulusan peserta didik.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tentang Standar Nasional
Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun
2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tentang Standar
Nasional Pendidikan ditetapkan bahwa Standar Isi adalah kriteria mengenai ruang
lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada
jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar Isi dikembangkan oleh BSNP dan
ditetapkan dengan Peraturan Menteri.
Untuk elemen Standar Isi, kedudukan mata pelajaran kompetensi yang semula
diturunkan dari mata pelajaran berubah menjadi mata pelajaran dikembangkan dari
kompetensi. Untuk pendekatan yang dilakukan adalah: jenjang SD tematik terpadu
dalam semua mata pelajaran, jenjang SMP kompetensi dikembangkan melalui mata
pelajaran.

3) Standar Proses
Untuk elemen Standar Proses, bahwa semua siswa (mulai SD s.d. SMA/SMK)
harus memiliki kemampuan untuk mengamati, menanya, mengolah, menyajikan,
menyimpulkan, bahkan sampai mencipta. Belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas,
tapi juga boleh di luar kelas seperti perpustakaan, bengkel sekolah, industri/instansi
terkait, dan bahkan masyarakat sekitar. Guru bukan satu-satunya sumber belajar, tapi
juga dapat diperoleh dari buku, ocia, TV, radio, internet. Dan sikap (attitude) tidak
diajarkan secara verbal, tetapi siswa akan lebih banyak melihat dari apa yang
dicontohkan oleh guru dengan memberikan suri tauladan yang baik.
 pada kurikulum 2013 dalam proses belajar mengajar nantinya yang lebih dominan
adalah afektif, psikomotor, baru kognitif. Artinya siswa dalam proses lebih
menonjolkan afektif dan psikomotornya.
 Kurikulum 2013 sangat menekankan penyeimbangan antara aspek kognitif
(intelektual), psikomotorik (gerak) dan afektif (sikap).

4) Standar Penilaian
Untuk elemen Standar Penilaian, jika biasanya nilai diambil dari sebuah
tes/ujian maka diubah menjadi penilaian yang otentik (mengukur semua kompetensi
mulai dari sikap, ketrampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil kerja.
Setiap siswa memiliki semua rekaman kegiatan berupa portofolio yang dibuat oleh
siswa sendiri sebagai socialtiv utama penilaian. Ekstrakurikuler Pramuka akan
menjadi wajib pada semua jenjang pendidikan dasar sampai menengah.
1. Pada kurikulum 2013 tantangan masa depan yang dihadapi yaitu arus globalisasi,
masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, konfergensi ilmu dan
teknologi, dan ekonomi berbasis pengetahuan.

2. Kompetensi masa depan yaitu meliputi kemampuan berkomunikasi, kemapuan


berfikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu
permasalahan kemampuan menjadi warga negara yang efektif, dan kemampuan
mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda.

3. Fenomena sosial yang mengemukakan seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi,


plagiarisme, kecurangan dalm berbagai jenis ujian, dan kejolak sosial.

4. Persepsi publik yang menilai pendidikan selama ini terlalu menitikberatkan pada
aspek kognitif, beban siswa yang terlalu berat dan bermuatan karakter.

4. KURIKULUM 2013 REVISI


Ini sangat penting untuk diketahui oleh semua guru terutama bagi guru yang
sekolahnya melaksanakan Kurikulum 2013. Nah setelah hasil revisi kurikulum 2013
selesai tentunya pasti ada perubahan yang terjadi dan perubahan tersebut akan kami
bagikan melalui blog pendidikan ini. dan yang kita telah ketahui bersama bahwa
Resmi! Mulai Juli tahun 2017 Kurikulum 2013 Diberlakukan Secara Nasional. Nah
Apa saja perubahannya. berdasarkan informasi yang kami kutip dari salah posting di
foruum guru indonesia, berikut adalah hasil pelatihan yang perlu disampaikan kepada
guru di indonesia.
• Nama kurikulum tidak berubah menjadi kurikulum nasional tapi tetap
*Kurikulum 2013 Edisi R evisi* yang berlaku secara Nasional.
• Penilaian sikap KI 1 dan KI 2 sudah ditiadakan di setiap mata pelajaran
hanya agama dan ppkn namun *KI tetap dicantumkankan dalam penulisan RPP*.
• Jika ada 2 *nilai praktik* dalam 1 KD , maka yang diambil adalah nilai yang
tertinggi. Penghitungan *nilai ketrampilan* dalam 1 KD ditotal (praktek, produk,
portofolio) dan diambil nilai rata2. untuk pengetahuan, bobot penilaian harian, dan
penilaian akhir semester itu sama.
• pendekatan scientific 5M bukanlah satu2 nya metode saat mengajar dan
apabila digunakan maka susunannya tidak harus berurutan.
• *Silabus kurtilas* edisi revisi lebih ramping hanya 3 kolom. Yaitu *KD,
materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran*.
• Perubahan *terminologi* ulangan harian menjadi *penilaian harian*, uas
menjadi *penilaian akhir semester* untuk semester 1 dan *penilaian akhir tahun*
untuk semester 2. Dan sudah tidak ada lagi uts, langsung ke penilaian akhir semester.
• *Dalam RPP*, tidak perlu disebutkan nama metode pembelajaran yang
digunakan dan *materi dibuat dalam bentuk lampiran berikut dengan rubrik
penilaian* (jika ada).
• *Skala penilaian* menjadi *1-100*. *Penilaian sikap* diberikan dalam
bentuk *predikat dan deskripsi*.
• Remedial diberikan untuk yang kurang namun sebelumnya siswa diberikan
pembelajaran ulang. Nilai Remedial adalah nilai yang dicantumkan dalam hasil.
Poin penting atau penejelasan singkat Perbedaan RPP K13 Edisi Revisi 2017
Dengan RPP K13 Revisi 2016. Kurikulum 2013 sekarang sudah direvisi lagi untuk
tahun 2017. Revisi K13 Tahun 2017 tidak terlalu signifikan, namun perubahan di
fokuskan untuk meningkatkan hubungan atau keterkaitan antara kompetensi inti (KI)
dan kompetensi dasar (KD).
Sedangkan dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) K13
revisi 2017, yang dibuat harus muncul empat macam hal yaitu; PPK, Literasi, 4C, dan
HOTS sehingga perlu kreatifitas guru dalam meramunya.

Perbaikan atau revisi Kurikulum 2013 tahun 2017 Adalah sebagai berikut :
Mengintergrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam
pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis,
mandiri, gotong royong, dan integritas. Mengintegrasikan literasi; keterampilan abad
21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan
Collaborative);
Mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skill). Gerakan PPK perlu
mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai
program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.
PERUBAHAN ISTILAH DALAM KURIKULUM 2013 ATAU K13 REVISI 2017
Penting Untuk Di Ketahui, Oleh rekan-rekan guru mengenai perkembangan
kurikulum 2013 terbaru yang kami bagikan ini karena ada cukup banyak perubahan
istilah k13 tahun 2017. Selain itu kami juga membagikan "Panduan Penyusunan RPP
Kurikulum 2013 Tahun 2017" Yang bisa bapak dan ibu Download File PDF nya
mellaui tautan yang kami sematkan dibawah. Jangan lupa anda juga bisa mempelajari
contoh-contoh rpp k13 revisi terbaru dan poin-poin penting yang harus diubah dalam
perangkat pembelajaran anda.
Adapun Berdasarkan permen No 53/2015 dinyatakan tidak BERLAKU dan
dirubah menjadi PERMENDIKBUD No 23/2016 tentang PENILAIAN revisi
Kurikulum 13.
Dibawah ini merupakan beberapa daftar perubahan istilah kurikulum 2013
terbaru 2017 yang sangat penting diketahui oleh rekan-rekan guru seluruh Indonesia
khususnya yang melaksanakan kurikulum 2013 Tahun pelajaran 2017/2018.
 Istilah KKM berubah istilah drngan KBM ( Ketuntasan Belajar Minimal )
 Istilah UH berubah istilah dengan PH ( Penilaian Harian ).
 Istilah UTS berubah istilah dgn PTS ( Penilaian Tengah Semester )
 Istilah UAS berubah istilah dgn PAS ( Penilaian Akhir Semester ) Gasal/Genap
 Istilah UKK berubah PAT ( Penilaian Akhir Tahun )

Standar Nasional Pendidikan yang Perlu Diperhatikan bagi Kepala


Sekolah/Madrasah Kepala sekolah/madrasah dalam menjalankan tugasnya sebagai
pemimpin haruslah visioner, yaitu memiliki visi dan misi yang mengarah pada
tercapainya tujuan lembaga pendidikan tersebut. Agar tujuan, visi dan misi dapat
tercapai sesuai harapan hendaknya rancangan tersebut dibuat berdasarkan skala
prioritas yang mengacu pada standar yang ditetapkan pemerintah. Standar tersebut
diantaranya :
 Standar Isi
Standar isi mencangkup lingkup materi dan kompetensi untuk mencapai
kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Mata pelajaran seperti
agama, akhlak dan pelajaran lainnya dilaksanakan secara holistik. Selain itu, materi
tersebut juga harus mencangkup kecakapan pribadi, sosial, akademik dan vokasial.
Kepala madrasah dapat membuat keputusan untuk melakukan pengembangan
kurikulum sesuai kebutuhan dan tuntutan masyarakat.
 Standar Proses
Harus mampu menyusun perencanaan pola proses pembelajaran secara
interaktif, inspiratif, kreatif, memotivasi dan menumbuhkan kemandirian bakat
peserta didik. Selain itu, dalam proses pembelajaran pendidik hendaknya memberikan
teladan. Perencanaan proses ini meliputi silabus dan RPP. Kepala madrasah juga
berwenang melakukan supervisi kemudian mengevaluasi terhadap proses
pembelajaran pada guru.
 Standar Kompetensi Lulusan
Standar kompetensi lulusan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan,
pengetahuan, akhlak mulia dan keterampilan. Dalam standar kompetensi lulusan,
kepala madrasah/sekolah berhak mengambil kebijakan yang membuat lulusan
memiliki kompetensi standar nasional pendidikan.
 Standar penilaian
Untuk elemen Standar Penilaian, jika biasanya nilai diambil dari sebuah
tes/ujian maka diubah menjadi penilaian yang otentik (mengukur semua
kompetensi mulai dari sikap, ketrampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses
dan hasil kerja. Setiap siswa memiliki semua rekaman kegiatan berupa portofolio
yang dibuat oleh siswa sendiri sebagai socialtiv utama penilaian. Ekstrakurikuler
Pramuka akan menjadi wajib pada semua jenjang pendidikan dasar sampai
menengah.
BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Pertama, perbedaan yang mendasar antara Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan dan Kurikulum 2013 terletak pada prinsip dan karakteristiknya. KTSP
dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan didasarkan pada tujuh prinsip yaitu:
Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan
lingkungannya, beragam dan terpadu, tanggap terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni, Relevan dengan kebutuhan, menyeluruh dan
berkesinambungan, belajar sepanjang hayat, seimbang antara kepentingan nasional
dan kepentingan daerah.
Sedangkan Kurikulum 2013 prinsip-prinsip yang dijadikan pedoman dalam
pengembangan kurikulum ini terdiri atas: Peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia,
kebutuhan kompetensi masa depan, peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai
dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik, keragaman potensi dan
karakteristik daerah dan lingkungan, tuntutan dunia kerja, perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni, agama, persatuan nasional dan nilai-nilai
kebangsaan, kondisi sosial masyarakat setempat, kesetaraan gender, karakteristik
satuan pendidikan.
Kedua, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan kurikulum 2013 adalah
pengembangan dari kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi
yang dirintis pada tahun 2004. Kedua Kurikulum tersebut sama-sama menekankan
pada pengembangan kompetensi peserta didik yang meliputi aspek pengetahuan,
sikap, dan keterampilan secara seimbang dan berjalan secara integratif
Perbedaan lain adalah Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum
KTSP, sedangkan kurikulum 2013 acuan utamanya adalah Standar Kompetensi
Lulusan (SKL) dan Kompetensi Inti sebagai organising element.
Sedangkan persamaan yang penulis temukan dalam implementasi kurikulum
KTSP dengan kurikulum 2013 di satuan pendidikan yang penulis teliti antara lain:
sama-sama mengukur kompetensi pengetahuan, ketrampilan dan sikap, sama-sama
memiliki tujuan agar siswa aktif, kreatif dan mandiri dalam belajar, sama-sama guru
kreatif dalam mengajar dan persamaan yang mendasar dalam proses implementasi
kurikulum KTSP dengan kurikulum 2013 sama-sama menitik beratkan kepada siswa
dalam tehnik pembelajarannya.
DAFRTAR PUSTAKA

Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, Jakarta: Renika Cipta, 2004


Subandijah, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum, Jakarta: Raja Grafindo, 1996
Masnur Muslich, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Pembelajaran Berbasis
Kompetensi dan Kontekstual, Jakarta: Bumi Aksara., 2008
Suparlan, Tanya Jawab Pengembangan Kurikulum dan Materi Pembelajaran, Jakarta:
Bumi Aksara, 2011
Abdullah Idi, Pengembangan Kurikulum, Teori & Praktik, Jakarta: Rajawali Pers,
2014
Herry Widyastono, Pengembangan Kurikulum di Era Otonomi Daerah dari
Kurikulum 2004,2006, ke Kurikulum 2013

Anda mungkin juga menyukai