Anda di halaman 1dari 4

Kisi kisi PBB

1. Apa yang dimaksud dengan SPOP dan NOP dalam PBB


 Spop adalah sarana bagi wajib pajak (wp) untuk mendaftarkan objek pajak yang akan
dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak bumi dan bangunan (PBB) yang terutang .
 NOP (NOMER OBJEK PAJAK ) adalah nomor identitas objek pajak Pajak Bumi dan
Bangunan (PBB), yang bersifat unik, yaitu setiap objek pajak PBB diberikan satu
NOP dan berbeda dengan NOP yang diberikan untuk objek pajak PBB lainnya
tetap, yaitu NOP yang diberikan kepada setiap objek pajak PBB tidak berubah
dalam jangka waktu lama dan standar, yaitu hanya ada satu sistem pemberian
NOP yang berlaku secara nasional.

2. Apa perbedaan harga pasar dan njop dalam PBB


 Harga pasar adalah harga yang terjadi sebagai akibat interaksi permintaan dan
penwaran terjadi dipasar , maka harga keseimbangan disebut dengan harga pasar
Menghitung njop tanah dilakukan berdasarkan penilaian tanah dengan menggunakan
pendekatan harga pasar.
 NJOP adalah harga rata – rata dari yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi
secara wajar dan bilaman tidak terdapat transaksi jual beli NJOP ditentukan melalui
perbandingan harga dengan objek perolehan pengganti atau NJOP baru.

3. Apa yang dimaksud dengan table klasifikasi NJOP dalam PBB


 Table klasifikasi NJOP adalah pengelompokan nilai jual bumi atau nilai jual bangunan
yang digunakan sebagai pedoman penetapan NJOP bumi dan NJOP banguna

4. Apa yang dimaksud NJKP/Assesment Value (AV) itu


 NJKP/ASSESMENT VALUE ADALAH besaran nilai jual objek yang akan dimasukan
kedalam perhitungan pajak terutang (pasal 6 ayat (3) UU PBB)

5. Apa yang dimaksud SPPT


 SPPT (Surat pemberitahuan pajak terutang ) adalah surat keputusan kepala kpp
mengenai pajak terutang yang harus dibayar dalam 1 tahun pajak .

Dan apa dasar penerbitannya ?


 Surat pemberitahuan ini diterbitkan berdasarkan surat pemberitahuan objek pajak
(SPOP)
 Objek pajak yang sebelumnya telah dikenakan IPEDA , SPPT dapat diterbitkan
berdasarkam data objek pajak yang telah ada pada kantor peelayanan PBB yang
bersangkutan.
Kapan paling lama dilunasi ?
 SPT pajak yang terhutang bedasarkan SPPT harus dilunasi selambat –lambatnya 6 bulan
sejak tanggal diterimanya SPPT oleh wajib pajak

Apa sanksi bagi wajib pajak yang MELAMPAUI batas waktu ?


 Sanksi yang dikenakan dendan sebesar 2 % / bulan berdasarkan PMK/078/PMK 03/2016
mengenai besaran denda membayar pajak . denda administrasi tersebut dihitung dari
waktu jatuh tempo sampai dengan tanggal pembayaran jangka waktu paling lama 24
bulan.

6. Apa persamaan dan perbedaan PBB P2 dan PBB P3


 Persamaan
1. Pendaftraan objek dan subjek PBB dan penerbitan SPPT PBB
2. Dasar pengenaan pajak
3. Pengertian tentang NJOP
4. Saat , tahun dan tempat terutang pajak
 Perbedaan
1. Objek PBB P2 – bumi dan bangunan yang dimiliki , dikuasai , dan dimanfaatkan
oleh orang pribadi atau badan.
2. Objek PBB P3 – bumi dan bangunan yang dimiliki , dikuasai , dan dimanfaatkan
atau badan yang kawasannya digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan,
perhutanan , dan pertambangan.

Kasus
1. SPPT tahun pajak 2018 diterima oleh wp tanggal 1 maret 2018 dengan pajak terutag sebesar
Rp. 12.000.000 . apabila dibayar 10 oktober 2019 berapa pajak yang harus dibayar?

Jawab :
Pokok pajak Rp. 12.000.00
Denda administrasi 14 bulan
(14 x 2% x Rp.12.000.000) Rp. 3.360.000
Pajak yan harus dibayar pada tanggal 10 oktober 2019 Rp. 15.360.000

2. Apartemen
9000 unit tipe 100 m
8000 unit tipe 125 m
7500 unit tipe 200 m
Apartemen luas tanah 75.000 dan bangunan bersama 12.000m
Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh kp setempat bahwa hargar tanah dikawasan ini
adalah
Rp. 27.000.000 per m . biaya pembuatan bangunan hunian adalah Rp. 20.000.000 per m
sedangan bangunan bersama Rp. 17.000.000 per m
Jika NJOPTKP di daerah tersebut adalah Rp. 15. 000.000 hitunglah PBB terhutang untuk
masing –masing tipe apartemen apabila NJOPKP 0 sd 1M tarifnya 0,10% , 1M sd 5M 0,20%
dan 5M ke atas 0,30%
Hitunglah PBB P2 untuk masing2 tipe !
Jawab :
A. Jumlah luas lantai
Unit Tipe Luas
9000 100 900.000
8000 125 1.000.000
7500 200 1.500.000
3.400.000

B. NJOP BUMI

75.000 x 27.405.000 = Rp. 2.055.375.000.000

C. NJOP BANGUNAN

Hunian 3.400.000 15.250.000 51.850.000.000.000

Bangunan 12.000 15.250.000 183.000.000.000

52.033.000.000.000

A. Perhitungan Apartemen Tipe 100

NJOP BUMI 100/3.400.000 2.055.375.000.000 60.452.206


NJOP BANGUNAN 100/3.400.000 52.033.000.000.000 1.530. 382.353
NJOP sebagai dasar pengenaan PBB 1.590.834.559
NJOPTKP ( 15.000.000)
NJOPKP 1.575.834.559
PBB 0,20% 3.151.669

B. Perhitungan Apartemen tipe 125


NJOP BUMI 125/3.400.000 2.055.375.000.000 75.565.257
NJOP BANGUNAN 125/3.400.000 52.033.000.000.000 1.912.977.941
NJOP sebagai dasar pengenaan PBB 1.988.543.198
NJOPTKP ( 15.000.000)
NJOPKP 1.973.543.198
PBB 0,20% 3.947.086
C. Perhitungan Apartemen tipe 200

NJOP BUMI 200/3.400.000 2.055.375.000.000 120.904.412


NJOP BANGUNAN 200/3.400.000 52.033.000.000.000 3.060.764.706
NJOP sebagai dasar pengenaan PBB 3.181.669.118
NJOPTKP ( 15.000.000)
NJOPKP 3.166.669.118
PBB 0,20% 6.333.338

REKAPITULASI PBB P2

UNIT TIPE PBB PER UNIT JUMLAH PBB P2

9000 100 3.151.669 28.365.021.000

8000 125 3.947.086 31.576.688.000

7500 200 6.333.338 47.500.035.000

107.441.744.000