Anda di halaman 1dari 4

TUGAS

ETIKA DAN HUKUM KESEHATAN

DOSEN : RINAWATI SEMBIRING, SST, M.Kes

Disusun Oleh
Riski Via Rahmadani

FAKULTAS FARMASI DAN ILMU KESEHATAN


PRODI S1 PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
MEDAN
2019
ETIKA, NILAI, NORMA DAN MORAL

A. MORAL
Moral adalah nilai-nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang
atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Moral juga berarti
mengenai apa yang dianggap baik atau buruk di masyarakat dalam suatu kurun
waktu tertentu sesuai perkembangan atau perubahan norma atau nilai.
Moralitas merupakan suatu gambaran manusiawi yang menyeluruh,
moralitas hanya terdapat pada manusia serta tidak terdapat pada makhluk lain
selain manusia. Moralitas berasal dari bahasa latin moralis, artinya pada dasarnya
sama dengan moral, moralitas suatu perbuatan artinya segi moral suatu perbuatan
atau baik buruknya.
Faktor Penentu moralitas :
 Motivasi, hal yang diinginkan oleh pelaku perbuatan dengan maksud
untuk mencapai sasaran yang hendak dituju.
 Tujuan Akhir, diwujudkannya perbuatan yang dikehendaki secara bebas
 Lingkungan Perbuatan, segala sesuatu yang secara aksidental mengelilingi
atau mewarnai perbuatan

B. ETIKA
Diartikan "sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan
dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh
kehandak dengan didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan".

Etika dalam pelayanan kebidanan merupakan issu utama diberbagai tempat,


dimana sering terjadi karena kurang pemahaman para praktisi pelayanan
kebidanan terhadap etika. Pelayanan kebidanan adalah proses dari berbagai
dimensi. Hal tersebut membutuhkan bidan yang mampu menyatu dengan ibu dan
keluarganya. Bidan harus berpartisipasi dalam memberikan pelayanan kepada ibu
sejak konseling pra konsepsi, screening antenatal, pelayanan intrapartum,
perawatan intensive pada neonatal, dan pengakhiran kehamilan.
Seorang bidan adalah sebagai tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat umum. Dalam menghadapi pasien, seorang bidan
harus mempunyai etika, karena yang dihadapi bidan adalah juga manusia. Bidan
harus bertindak sopan, murah senyum dan menjaga perasaan pasien. Ini dilakukan
karena bidan adalah membantu proses penyembuhan pasien bukan memperburuk
keadaan. Dengan etika yang baik diharapkan seorang bidan bisa menjalin
hubungan yang lebih akrab dengan pasien.

C. NORMA
Norma berasal dari bahasa Latin Norma, artinya aturan atau kaidah yang
dipakai sebagai tolok ukur menilai sesuatu.
Norma merupakan hal yang terpenting bagi martabat manusia. Sumber dari
nilai dan norma adalah agama, kebudayaan, nasionalisme dan lain-lain.
Norma umum meliputi tiga hal:
 Norma kesopanan atau etiket.
 Norma hukum.
 Norma moral, adalah norma yang tertinggi, dan norma moral tidak dapat
dilampau oleh norma yang lain tetapi menilai norma-norma yang lain.
Ada dua macam Norma:
1) Norma Umum
Norma yang memiliki sifat universal, terbagi menjadi tiga :
 Norma Sopan Santun : disebut juga norma etiket adalah norma yang
mengatur pola perilakau dan sikap lahiriah manusia.
 Norma Hukum : adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas
oleh masyarkat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan
kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat .
 Norma Moral: yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai
manusia. Norma ini menyangkut aturan tentang baik- buruknya, adil
tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh dilihat sebagai manusia.
2) Norma Khusus
Aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus misalnya
aturan yang berlaku dalam bidang pendididkan,keolah-ragaan, bidang ekonomi
dan sebagainya. Norma ini hanya berlaku pada lingkup bidangnya dan tidak
berlaku jika memasuki bidang lainnya.

D. NILAI

Nilai merupakan sesuatu yang baik, sesuatu yang menarik, sesuatu yang
dicari, sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yan disukai, sesuatu yang diinginkan.
Menurut filsuf Jerman Hang Jones nilai adalah the addressee of a yes, sesuatu
yang ditujukan dengan kita. Sesuatu yang kita iyakan (setujui). Nilai mempunyai
konotasi yang positif. Nilai mempunyai tiga ciri:
 Berkaitan dengan subyek.
 Tampil dalam suatu nilai yang praktis karena subyek ingin membuat
sesuatu.
 Nilai menyangkut pada sifat yang ditambah oleh subyek pada sifat yang
dimiliki obyek.